Ramadan: Moment Premium Mendekatkan Ibu Dan Anak

Ketika saya memutar ingatan ke masa kecil, banyak moment paling berkesan ternyata terjadi di bulan ramadan. Mulai dari cerita sahur kesiangan, dipaksa buka puasa setengah hari, nakal buka puasa padahal masih kuat, sampai ngabuburit seru. Biasanya setelah sahur, kami sekeluarga akan bermain monopoli atau ular tangga. Nah, kalau acara ngabuburit, lebih beragam kegiatannya. Kadang kami menunggu buka puasa dengan belajar mengaji, bermain kartu, membantu Mama membuat makanan minuman untuk buka, sampai main ke toko buku. Tiap kali mengingat momen-momen itu selalu bikin senyum-senyum sendiri. Ramadan ini memang bulan istimewa. Moment berharga untuk membangun kedekatan keluarga, terutama ibu dan anak.

Main ular tangga bikinan Prajurit Rumput

Saat Rasi umur 5 tahun, saya sudah mengajaknya belajar puasa meskipun hanya setengah hari. Dari buku bacaan saya menerangkan secara sederhana apa itu bulan ramadan. Tahun berikutnya, ketika Rasi berusia 6 tahun, dia saya ajak mulai berpuasa seharian penuh. Alhamdulillah dapat 2 hari. Saya waktu itu memang enggak memaksanya untuk menamatkan puasa sebulanan, sekuat Rasi saja. Tahun ini beda lagi.

Pada hari pertama puasa, saya menargetkan Rasi puasa penuh. Tapi hari-hari selanjutnya sih kalau Rasi memang enggak kuat saya enggak akan memaksa, yang penting dia merasakan perjuangan puasa sejak hari pertama. Sahur pertama Rasi semangatnya luar biasa, dibangunkan sekali saja langsung melek. Makan sahurnya pun banyak. Namun, belum juga siang hari, anak itu sudah merengek lapar. Sedari awal memintanya untuk belajar puasa penuh saya memang sudah memperkirakan harus mendampinginya seharian. Saya lalu bilang, “Coba pikirannya jangan ingetin makanan terus supaya enggak lapar.” Saya ajak dia membaca, kemudian menonton. Berhasil membuat Rasi berhenti merengek sampai jam 2 siang. Setelah itu dia kembali minta makan. Saya minta Rasi supaya menulis diary ramadan agar dia selalu mengingat kejadian-kejadian apa saja yang dialami selama ramadan, nantinya dia bisa memetik hikmahnya lagi. Untuk menulis selembar saja Rasi butuh waktu satu jam setengah. Segitu juga udah Alhamdulillah. Sorenya rengekan terdengar lagi dari mulut Rasi. Untungnya Prajurit Rumput punya ide, dia membuat ular tangga sendiri lengkap dengan peraturan unik. Saya mengajak Rasi main ular tangga itu. Akhirnya sampai waktu berbuka dia lupa sama laparnya. Ketika mendengar azan, Rasi langsung berteriak girang. Berbuka pertama dengan yang manis. Pas banget memang memilih camilan favorit Lotte Choco Pie. Hari keduanya ajaib, Rasi enggak mengeluh lapar sekali pun. Tapi tetap saya ajak ngabuburit di taman biar dia senang.

Malam harinya sambil memeluk Rasi, saya mengajaknya mengingat hari pertama puasa. Kami belajar memaknai puasa bersama. Saya tanya, “Lapar itu enggak enak ya, Neng?” Dia jawab iya. Saya katakan supaya ketika kami mendapat rezeki banyak makanan jangan dibuang-buang, tiap kali makan harus dihabiskan. Rasi memang suka enggak abis makannya. Jadi saya ngeliat celah buat dia mau belajar enggak lagi menyia-nyiakan makanan. Saya lihat dia mulai mengerti tujuan puasa. Tentang berbagi pada sesama, dan lainnya.

Ramadan Togethermore Lotte Choco Pie

 

Pada bulan ramadan penuh berkah ini banyak yang memanfaatkannya untuk mengajarkan anak-anak kebaikan. Karakter memang nomor satu yang harus diperhatikan pada diri anak sebagai fondasi pendidikan. Tentunya cara mendidik anak meski disiplin haruslah dengan penuh kasih sayang. Dan tentunya mengajarkan anak kebaikan akan lebih dipahami bila disampaikan dengan cara yang seru. Seperti yang dilakukan Lotte Choco Pie ini.

Selama tiga minggu berturut-turut, Lotte Choco Pie mengadakan acara ngabuburit dan buka bersama #RamadantogetherLotteChocoPie di beberapa masjid. Tujuan diadakannya acara ini menurut Mbak Oci C. Maharani, Brand Manager Lotte Indonesia, adalah dapat membantu para ibu untuk mewujudkan together more moment bersama anak dan mempererat hubungan dan meningkatkan kualitas kebersamaan keluarga.

Acara #RamadantogetherLotteChocoPie pertama kali diadakan di Masjid Raya Cinere tanggal 3-4 Juni 2017 lalu. Kemudian di Masjid Baitussalam Billy & Moon Kalimalang tanggal 10-11 Juni 2017. Terakhir, di Masjid Al-Ikhlas BSD tanggal 17-18 Juni 2017. Di antara ketiga tempat itu saya menghadiri yang di Kalimalang. Sayangnya saya enggak bisa mengajak Rasi karena dia lagi sakit.

Saya datang ke Masjid Baitussalam sekitar jam 2 siang. Ngadem dulu di dalam masjid sambil bertukar kabar dan chit-chat dengan peserta lain. Pastinya atuh enggak ketinggalam selfie-selfie XD Pertama kali ketemu sama Mak Gaoel di sana. Pas denger saya ngomong, katanya ‘sundanis’ pisan XD

Acara dimulai sehabis selesai salat asar, sekitar jam setengah 4 sore. Dibuka dengan sesi Kids Pastry Classes. Ini cooking class buat anak-anak yang dipandu sama Chef Nanda Young. Anak-anak diajarin bikin dessert berbahan dasar Lotte Choco Pie dengan menghiasinya memakai fondant warna-warni yang bisa dikreasikan jadi banyak bentuk. Ngeliat anak-anak kok ya semangat banget belajarnya. Pada cepet gitu nyerap ilmunya. Mereka tampak uplek happy gitu berkreasi. Mana hasilnya lucu-lucu banget. Jadi berasa enggak tega makannya juga :’) Keluarlah tiga pemenang, yaitu Safina, MazKa, dan Lintang. Congratz kids!

Sesi berikutnya Lotte Choco Pie Creative Competition. Nah iniiii seru juga. Soalnya ibu dan anak berpasangan buat menghias Lotte Choco Pie, berkompetisi dengan yang lain. Lomba kayak gini bisa jadi premium bonding moment karena mempererat chemistry ibu dan anak, gimana mereka bekerja sama, menikmati kebersamaan, mengeluarkan ide, dan menekan ego masing-masing.

Waktu menuju buka semakin dekat. Kami kemudian masuk ke masjid untuk mengikuti tausiyah interaktif duet Kak Muiz dan Ustaz Wildan. Di dalam masjid sudah ada anak-anak yatim piatu yang duduk berjajar dengan rapi. Semuanya keliatan seneng banget menyimak tausiyahnya. Soalnya Kak Muiz ini kocak deh. Selain pinter mengubah-ubah suara, bonekanya juga lucu. Ditambah dengan ceramah mengenai keutamaan sahur oleh Ustaz Wildan, membuat anak-anak  terhibur sekaligus mendapat maknanya.

Setelah itu, Lotte Choco Pie membagi-bagikan bingkisan untuk semua anak yatim piatu yang hadir. Sehingga anak-anak lain juga belajar pentingnya berbagi pada sesama. Semoga senyum indah anak-anak yatim piatu itu akan terus terkembang. Sehabis itu, azan magrib berkumandang. Saatnya buat berbuka. Setelah makan takjil, salat magrib berjamaah, baru deh makan makanan berat bareng-bareng teman-teman dari Kumpulan Emak-Emak Blogger.

Oh iya, di sana ada lomba fotonya juga. Iseng-iseng saya ikutan, sekalian karena jiwa narsis berfoto ria terpanggil karena photo booth-nya Lotte Choco Pie 3D ini kece banget. Ternyata saya menang, yeaay! Alhamdulilah dapet hadiah uang seratus ribu rupiah dari Lotte Choco Pie. Berkah ramadan banget.

Ada lomba foto yang bisa Mama dan si kecil ikuti. Hadiahnya? Trip sekeluarga ke Bali. Online Photo Contest Lotte Choco Pie ini gampang ikutannya. Beli 2 kemasan Lotte Choco Pie isi 6 buah, simpan struknya ya buat bukti kalau menang nanti. Lalu upload foto kebersamaan dengan si kecil beserta Lotte Choco Pie-nya di instagram atau facebook. Sertakan tagar #Ramadantogether dan #TogethermoreLotteChocoPie cepetan yaaa karena periode perlombaannya hanya sampai 24 Juni 2017. Detailnya bisa diliat di poster atau media sosial @lottechocopie.id

Silaturahmi udah, seneng liat kreasi anak-anak udah, foto bareng Chef Nanda udah, kenyang buka udah. Waktunya pulang ke Bandung dengan hati riang sambil bawa oleh-oleh goodie bag berbentu Choco Pie yang pastinya bikin Rasi bahagia.

Para pemenang Lotte Choco Pie Creative Competition

Digital Financial Literacy For Children: Metode Seru Belajar Keuangan Untuk Anak

Saya termasuk bocah yang tumbuh di pedesaan. Tahun-tahun zaman itu, belum banyak toko mainan di daerah yang saya tinggali. Sehingga hasrat belanja saya belum membumbung. Paling banter hanya ketika lebaran saja saya jajan agak banyak. Karena tertanam dalam pikiran saya bahwa hanya di waktu itulah boleh membeli apa saja. Sehari-hari saya jadi agak terobsesi menabung untuk lebaran. Sayangnya, obsesi itu punah setelah saya pindah ke kota Bandung. Seperti melihat gemerlap cahaya ibu kota, saya pun waktu itu langsung silau oleh banyaknya toko buku dan toko-toko mainan yang mudah diakses dari rumah. Sehingga saya tak lagi ingin menyimpan uang untuk dibelanjakan setahun sekali, tapi tiap kali saya “menginginkan” sesuatu.  Untungnya, saya enggak akan merengek minta pada orang tua saat ingin memiliki buku atau mainan. Pasalnya, sedari kecil, saya dibiasakan keluarga untuk membeli sendiri barang-barang yang saya inginkan. Kepengin buku, boneka barbie, atau mainan? Nabunglah dulu sampai uangnya cukup. Saya jadi terbiasa tak jajan apa pun di sekolah selama berhari-hari. Moment yang terus terputar dalam kenangan saya soal keuangan adalah ketika kakak tertua saya dengan wajah serius mengatakan, “Keadaan keuangan keluarga kita enggak baik. Eva sama Evi harus ngerti. Kalau mau apa-apa nabung sendiri.” Kira-kira begitulah kalimatnya kakak yang disampaikan dalam bahasa Sunda dengan ekspresi super serius. Metode kakak saya berhasil membangunkan rasa heroik saya sebagai anak.

Beda lagi saat saya telah menjadi orang tua. Metode kakak saya ternyata enggak berhasil saya terapkan ke anak sendiri. Banyak faktor yang menggaggalkannya. Kadang karena anaknya yang enggak sabar menabung, sering juga karena tahu-tahu barangnya dibelikan neneknya. Maklum ya kalau ke cucu tuh suka manjain. Kalau saya sendiri, urusan mainan atau buku sih bisa saya tahan, tapi buat urusan kuota… saya enggak bisa ngerem. Sebagai generasi digital, anak saya memang sudah fasih bergawai ria. Dari urusan belajar, main game, ngevlog, sampai nonton kartun. Saya jadi pusing gimana metode yang tepat ngajarin anak mengelola keuangan.

Digital Financial Literacy For Children: Metode Seru Belajar Keuangan Untuk Anak

Metode ngajarin anak dengan menakut-nakuti atau mengintimidasi memang sudah ketinggalan zaman dan tidak efektif. Saya jadi keingetan buku anak Totochan, dalam buku itu diceritakan metode belajar mulai dari apa yang disukai. Kalau anak-anak masa kini begitu menggemari gawai, berarti anak-anak bisa belajar dengan memanfaatkan gawai. Fenomena ini rupanya ditangkap oleh Citi Indonesia (Citi Foundation). Bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) sebagai mitra pelaksana, Citi Indonesia yang lebih dikenal dengan sebutan Citibank menggelar Digital Financial Literacy For Children, yaitu program belajar mengelola keuangan untuk anak sekolah dasar. Program yang menerapkan strategi atau cara mendidik anak di era digital ini menyusur siswa-siswi kelas 3, 4, dan 5.

Anak-anak SDPN Sabang Bandung sedang mengikuti program “Digital Financial Literacy for Children

Program ini memilih edukasi pada anak-anak agar anak-anak mendapat pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sedini mungkin. Tujuannya untuk mendorong para siswa agar mengerti literasi digital terkait dengan industri keuangan, terutama perbankan. Kalau kata Mr. Robert Gardiner dari PJI sih diharapkan mereka nantinya bisa jadi duta keuangan buat keluarganya dengan menyampaikan bermacam-macam informasi dari ruang kelas pada anggota keluarga dan menerapkannya dalam keseharian.

Ada enggak sih yang mikir kayak gini, “Kayaknya anak sekecil itu belum waktunya deh dikasih edukasi soal keuangan. Entar ajalah ngedidik anak soal keuangannya kalau anak udah gede.” Mungkin memang sih ya uang jajan anak saat ini enggak gede, kebayang kita sebagai orang dewasa, ngelola uang segitu mah gampang. Tapi buat anak kan uang jajannya itu besar. Selain itu, kalau anak enggak dikasih pengertian soal keuangan sejak dini, kemungkinan anak bakalan ngegampangin saat menginginkan sesuatu. Karena dipikirnya barang-barang yang diinginkannya enggak butuh uang untuk membelinya. Apalagi mainan anak sekarang mahal-mahal. Ya bukan persoalan diajak prihatin atau mikirin keuangan keluarga juga. Tapi biar anak setidaknya mengerti cara mengelola uang secara sederhana dan mengelola keinginannya memiliki sesuatu. Saya jadi teringat sama kata-kata Mbak Novita Tandry, seorang psikolog anak, intinya begini: Lebih sulit meluruskan pemahaman anak yang terlanjur salah saat sudah berusia 9 tahun ke atas. Jadi belajar mengelola keuangan buat anak-anak itu memang penting.

Program “Digital Financial Literacy for Children” ini sudah dimulai sejak Agustus 2016, dan untuk periode kali ini berakhir pada Juli 2017. Programnya menjangkau 2.244 siswa yang terdiri dari 7 SD di 4 kota besar Indonesia. Selain Bandung, tiga kota lainnya yaitu Jakarta, Tangerang, dan Surabaya. Untuk teknis pemilihan sekolahnya, Citi Indonesia meminta rekomendasi dari Dinas Pendidikan. Di Bandung sendiri, terpilih SDPN Sabang yang berlokasi di Jalan Sabang No. 2 Cihapit, Bandung Wetan. Acaranya dilaksanakan tanggal 18 April 2017 lalu.

Awalnya saya pikir bakalan ribet banget ngasih edukasi anak-anak soal keuangan. Ekspektasinya berdasarkan pengalaman pribadi sih ya XD Ternyata enggak sama sekali loh. Karena Citi Peduli Berkarya dan PJI menerapkan metode belajar yang seru buat anak-anak. Mereka diajak bermain dengan menggunakan barang favorit mereka, apalagi kalau bukan gawai. Jadi nih tiap siswa dikasih fasilitas masing-masing satu tablet buat belajar interaktif plus berkelompok. Enggak kurang seru gimana coba? Belajarnya interaktif dua arah biar anak-anak semangat dan enggak bosen. Kalau udah menyenangkan begitu belajarnya, pelajarannya jadi gampang diserap dong sama mereka.

Konten pembelajarannya sendiri sejalan dengan Kurikulum Pendidikan Nasional, jadi ikut mendukung pelajaran di sekolah. Pembelajarannya dibagi dalam 3 modul bertema-tema. Yaitu tema “Keluarga Kami”, “Daerah Kami”, dan “Kota Kami”. Para siswa belajar soal manfaat menabung, perbedaan kebutuhan dan keinginan, metode pembayaran yang tersedia di pasar (tunai, kredit, debit). sampai pengetahuan dasar kewirausahaan. Semuanya disampaikan dengan fun! Beneran enggak bikin mumet, mudah banget dicerna. Kalau ada bingung-bingung gitu, anak-anak bakalan dibantu sama kakak-kakak Citi Volunteers alias para karyawan Citi Indonesia yang terlibat dalam program ini. Tapi sih ya, sesi bagian menjelaskan antara ‘kebutuhan’ dan ‘keinginan’ itu agak-agak jleb gimana gitu ya. Soalnya udah segede ini kok susah banget memisahkan antara keduanya XD

Pulangnya, anak-anak juga dibekali komik pembelajaran buat belajar keuangan di rumah. Yeaay! Pada seneng deh mereka. Komik memang media pembelajaran yang efektif buat anak-anak. Seperti belajar di kelas memakai gawai dan metode games, nanti di rumah saat membaca komik, mereka enggak akan bosen juga belajarnya.

Ngeliat program sebagus ini, saya jadi berandai-andai, semoga tahun-tahun ke depan dilaksanakan di lebih banyak sekolah. Dan sekolah anak saya kebagian juga ^_^ Memang kan program ini rencananya bakal diadain tiap tahun. Atau kayaknya bagus juga kalau ada program untuk diikuti anak-anak umum. Jadi anak-anak yang kepengin ikutan bisa daftar sendiri untuk mengikuti programnya. Saya mengharap juga nih ada program buat para orang tuanya supaya bisa menerapkan metode belajar keuangan untuk anak.

Vivo V5 Berkamera Depan 20MP Modal Awal Menjadi Selebgram

picsart_11-26-05-55-18

Vivo V5 Berkamera Depan 20MP Modal Awal Menjadi Selebgram

Terus terang, ketika mendapat undangan launching Vivo V5 saya excited sekali. Ada beberapa alasan yang mendasarinya. Salah satunya, saya memang lagi berburu spekan gawai baru untuk mendukung passion saya sebagai pecinta media sosial. Ya ngeblog, ngevlog, sampai selebgram wanna be *tutup muka, malu* Ada yang sehati se-passion sama saya? Yeay, kita berada di tim yang sama. Buat perburuan itu, menempuh jarak Bandung-Jakarta kerasa kayak piknik aja.

Kebutuhan untuk memiliki gawai yang mempunyai kamera depan beresolusi tinggi terasa mendesak ketika seringkali saat saya meminta orang–mau itu kembaran, pasangan, atau teman–buat mengambil foto, saya mesti merepotkan orang-orang itu karena meminta pengambilan foto berkali-kali. Ya gimana lagi, berhubung tampang pas-pasan dan enggak bisa pula bergaya ala-ala model majalah, jadinya mesti difoto ribuan kali sampai ada “satu” aja foto yang layak pajang XD Parahnya, itu jelas dong bikin mereka bete karena saya enggak juga berhenti minta dipotret, sedangkan mereka juga kan ya banyak keperluan. Karena itulah saya pikir kalau memiliki gawai berkamera depan yang memiliki resolusi tinggi apalagi beauty mode-nya oke, saya tak usah lagi merepotkan orang sekitar. Mungkin loh ya…. Sebenarnya saya bukan penggila selfie, tapi ketika selfie adalah kebutuhan yang mendukung passion dan karier saya, itu mutlak mesti dilakukan kan. *Ealah ngeles kamu Va XD

picsart_11-26-07-07-50

ID Card acara

Siang tanggal 23 November 2016 kemarin saya sampai di venue yaitu ballroom 3 Ritz Carlton Pasific Palace Jakarta jam 12 siang. Saya disambut suasana launching yang elegan. Setelah mengisi daftar hadir, saya diberi kartu tanda masuk berlabel VIP.

picsart_11-26-07-11-00

Tempat registrasi undangan

picsart_11-26-07-13-53

Pintu masuk ke ruang acara

Sambil menunggu acara dimulai, saya dan beberapa rekan blogger berfoto selfie di spot-spot menarik yang disediakan. Mulai dari trick eye ketinggian gedung, sampai nyanyi bareng Agnes. Baru kemudian menikmati hidangan santap siang. Enggak lama setelah itu, saya memasuki ruang utama acara. Supaya mendapat hasil foto terbaik, saya memilih duduk di deretan paling depan tepat berhadapan dengan panggung yang cukup megah.

picsart_11-26-07-09-20

Selfie di spot trick eye

Seorang MC membuka acara dengan celoteh yang menghangatkan suasana. Disusul penjelasan James Wei, CEO Vivo Mobile Indonesia yang menceritakan tentang sejarah Vivo. Ternyata kata “Vivo” berasal dari bahasa Yunani yang berarti perjuangan. Namun untuk Vivo sendiri lebih mencerminkan kedinamisan.

picsart_11-26-06-55-06

James Wei menceritakan sejarah dan perkembangan Vivo

Selesai penjelasan dari Pak James, hadirin disuguhi penampilan satu grup modern dance yang dalam tariannya bercerita tentang selfie. Barulah naik ke atas panggung, Kenny Chandra, Product Manager Vivo Indonesia, menjelaskan spekan Vivo V5 yang mengklaim sebagai gawai berkamera depan 20MP pertama, sedang kamera belakangnya 13MP. Jangan sediiih, segera hadir V5+ yang kamera depan belakangnya sama-sama 20MP. Ugh, Can’t wait!

picsart_11-26-06-52-37

Penampilan modern dance yang bercerita tentang selfie

Menyimak sambil manggut-manggut, saya berpikir, “Tapi kalau enggak nyobain sendiri belum yakin deh sama semua kelebihan yang disebutin.” Iya, saya tipe experience orangnya, yang seringnya baru percaya kalau ngalamin sendiri. Seberapa pun besarnya promo saya enggak akan tergiur kalau enggak membuktikan sendiri. Diam-diam saya berharap bisa mencoba sendiri Vivo V5 ini.

picsart_11-26-06-51-11

Kenny Chandra sedang memaparkan keunggulan spekan Vivo V5

Tibalah ke acara puncaknya. Agnes Monica, brand ambassador Vivo, muncul di panggung menggenggam V5 disambut kilauan lampu blitz dan kamera ponsel yang seakan memotret tiada henti. Keduanya terlihat elegan. Setelah itu dibukalah sesi tanya jawab. Beberapa penanya tampak antusias bertanya seputar fitur, sampai kuat enggak batrei V5 untuk ngevlog.

picsart_11-26-06-49-10

Kehadiran Agnes Monica disambut hangat hadirin

picsart_11-26-06-47-19

Sesi tanya jawab

Saya kira acara ditutup dengan pengumuman dan pemberian hadiah berbagai lomba yang diadakan Vivo, ternyata ada satu kejutan untuk undangan. Selesai acara di panggung, background panggung terbuka memperlihatkan satu ruang berisi Vivo V5 untuk dicoba langsung oleh undangan. Harapan saya terkabul.

picsart_11-26-06-46-05

Para pemenang berbagai lomba di launching Vivo V5

picsart_11-26-06-43-37

Para undangan memasuki ruang belakang panggung

Fitur yang pertama saya coba tentunya membuktikan kecanggihan 20MP softlight camera yang digadang-gadang menghasilkan perfect selfie itu. Hasilnya, muka saya yang saat itu enggak banget karena berminyak parah ditambah rambut yang bad hair day karena sebelum berangkat enggak sempat keramas, tampak cling di foto. Saya nyoba gaya kedua, yaitu gaya muka jutek. Sebagai yang kalau foto bermuka jutek hasilnya selalu pengin nampol hasilnya, saya sangat menghindari pose ini.Tapi-tapi-tapi, kali ini hasilnya kok malah kece. Sampai saya rasanya kepengin bertanya ke foto, “Hai, Cantik, siapa kamu?” Tolong abaikan saya yang memuji diri sendiri XD Padahal pencahayaan di ruangan itu agak minim. Oke, saya sudah membuktikan sendiri perkataan Pak Kenny bahwa teknologi softlight-nya menghasilkan hasil gambar selfie yang detail memperlihatkan warna tampak alami. Fotonya beneran seperti hasil di studio foto. Dan fitur face beauty mode 6.0 benar-benar menyulap saya jadi model *Plak!

picsart_11-26-07-16-26

Ruang belakang panggung yang berisi harta karun Vivo V5

Vivo V5 Berkamera Depan 20MP Modal Awal Menjadi Selebgram

Kalau membeli sesuatu termasuk gawai, saya akan mengutamakan fungsi ketimbang karena keluaran terbaru atau bahkan gengsi. Sekarang oke hasil selfie bagus, tapi buat apa? Buat kelihatan cantik saja di setiap foto? Jelas dong saya kalau punya, saya kepengin memaksimalkan fungsinya. Ada benefit lain dari membeli gawai yang menghasilkan selfie sempurna. Salah satunya buat menghasilkan foto-foto terbaik buat dipajang di Instagram. Jadi siapa nih yang selebgram wanna be kayak saya? Ayo-ayo tunjuk tangan jangan malu-malu *nyari teman*

Terlepas dari motivasi yang melatari keinginan jadi selegram itu, semacam monetize buat nambah uang saku sampai dapet barang endorsan, atau motivasi mulia buat berbagi banyak hal sama dunia. Enggak bisa dipungkiri buat mewujudkan itu kita butuh alat perang yang mumpuni. Vivo V5 ini bisa dijadikan modal awal. Bukan rahasia dong kalau buat jadi selebgram, harus memajang foto-foto bagus. Jauh-jauhlah foto burem. Kalau liat dari hasil selfie-nya, dengan pencahayaan minim pun foto tetap oke seperti foto studio. Jadi buat yang  enggak menguasai berbagai aplikasi atau software editan foto. Hasil foto selfie V5 yang cantik natural enggak mesti diedit-edit lagi. Mana fitur beauty mode 6.0 gampang banget digunakan, bisa  disusaikan lagi tingkatnya sampai ke taraf mengusir seluruh bekas jerawat dan kerut-kerut halus di muka, tapi tetep terlihat alami. Jadi kalau kamu selebgram wanna be yang one man show alias kerja sendiri dengan mengandalkan gawai dan tongsis, hasil selfie adalah harga mati. Well, kamu bisa mengandalkan V5.

Nih, saya liatin hasilnya:

picsart_11-27-01-33-37

Percobaan pertama, masih pakai gaya andalan saya: senyum miring

picsart_11-27-01-32-06

Foto kedua, pakai gaya jutek yang paling saya hindari. Kaget ngeliat hasilnya oke, eh.

Yup, memang buat jadi selebgram enggak ada yang mudah. Butuh adanya komitmen, konsep, sampai berani bereksperimen. Karena itu, mau enggak mau, selanjutnya mesti meng-upgrade kemampuan diri. Semacam belajar editing sederhana pakai berbagai aplikasi. V5 memiliki spekan 4GB RAM dan 32GB ROM memberikan komputasi intensif dan kekuatan pemrosesam grafis yang mengesankan. Dengan spekan seoke itu, bisa banget unduh banyak-banyak aplikasi buat ngedit. Perlu belajar make-up? V5 yang network-nya udah 4G LTE bikin leluasa ber-youtube ria buat belajar dari video-video tutorial, mau make-up sampai gaya hijab. Selebihnya tinggal menajamkan kreativitas bersama kamera V5 buat menghasilkan foto-foto luar biasa. Dan jangan lupa buat menguatkan konsep, kalau blog mungkin semacam niche-nya mesti dijaga ya.

Terus gimana buat yang ngevlog?  Dengan modal pengambilan gambar menggunakan kamera 20MP dan spekan yang memungkinkan buat menginstall banyak aplikasi pendukung seperti berbagai aplikasi editan video, ngevlog sangat fun dilakukan di gawai. Lumayanlah batreinya cukup bertahan lama, 3.000 mAh. Buat saya yang selalu bikin video dan mengeditnya langsung di gawai, V5 semacam bakalan sangat menolong mewujudkan impian.

picsart_11-26-07-19-30

Fitur-fitur Andalan V5

Fitur Smart Split 2.0

Buat saya yang ibu rumah tangga, udah makanan sehari-hari saja rebutan gawai dengan anak. Anak kepengin nonton youtube, saya kepengin balesin pesan. Apalagi pesan-pesan penting yang enggak bisa menunggu. Jadinya anak saya suka sebel karena aktivitas nontonnya terganggu berkali-kali, dan si pengirim pesan juga bete karena saya slow respon. Pas liat fitur smart split 2.0 ini, saya langsung berasa dikasih solusi. Karena bisa bikin si pengguna jadi multi-tasking. Cukup klik sekali untuk membagi layar jadi dua, pengguna bisa membalas pesan di setengah layar. Duh, ini bikin hasrat memiliki saya pada V5 menggebu-gebu. Tolooong!

Eye Protection Mode

Fitur ini membuat mata nyaman saat bergawai ria di malam hari. Menurut saya yang punya kebiasaan membaca komik online berjam-jam sebelum tidur, eye protection mode ini penting banget. Bisa meminimalisir kelelahan mata untuk kita-kita yang mengharuskan mantengin gawai malam hari.

Hi-Fi Music

V5 ini punya audio chip custom-made AK4376 yang memberikan kualitas suara keren dengan rasio signal-to-noise sampai 115dB. Memanjakan para music die hard fans. Vivo ingin membuktikan slogan baru mereka “Camera & Music”, jadi terobosan di dua hal tersebut enggak main-main.

Ini spesifikasi Vivo V5 seharga Rp.3.499.000 lengkapnya:

  • 4GB RAM/32GB ROM (Expandable up to 128GB)
  • 4G LTE Network
  • Octa-core 64 bit
  • 20MP Front Camera dan 13MP Rear Camera
  • Android 6.0 Marshmallow
  • Battery 3.000 mAh
  • 97 cm (5.5 inch) HD Display
  • Dual sim card (hubryd dengan slot memory card)

picsart_11-26-07-06-31

Kepengin hasil perfect selfie buat mewujudkan keinginanmu jadi selebgram? Vivo V5 bukan hanya bakal memuaskan hobi selfie-mu, gawai ini bisa jadi modal awal kariermu sebagai selebgram.

 

 

 

 

 

 

 

Cara Cari Mobil Paling Praktis Dan Pas Buat Anak Muda

picsart_10-30-09-17-41

Sebagai anak muda yang tingkat keingintahuannya masih menyaingi anak-anak, dalam membeli sesuatu saya kepengin puas dan tuntas dapet detail-detail harga dan spesifikasi barang yang kepengin dibeli. Maka udah bukan sesuatu yang mencengangkan lagi dong ya ketika menemukan kenyataan kalau ada orang yang ngelilingin mal dari ujung ke ujung buat sepotong baju, terus akhirnya balik lagi ke toko pertama. Gempor? Udah pasti. Capek? Itu sih biasa. Kaki sampe kram? Gak masalah asalkan dapet barang incaran dengan harga paling murah. Ketimbang nyesel pas tahu ada barang sama harganya beda seribu. Duuh, nyeseknya bukan cuman di kaki, tapi sampe kebawa mimpi XD Bukan berniat ngeribetin diri sendiri sih intinya, tapi penting banget dong kita tahu detail barang yang bakal kita pakai. Apalagi kalau barang itu mobil. Orangtua saya bilang sih kendaraan itu sama dengan kaki. Fungsinya memanjangkan langkah, membawa kita ke banyak tempat-tempat penting. Iya, gak? Karena itu kalau bisa sih tahu bibit bobot bebetnya. Tapi-tapi-tapi males juga sih ya kalau mesti jalan ke lima ratus showroom, misalnya. Bukan cuman gempor, buang-buang waktu juga dong. Kayak blind date sama lima ratus orang, eh. Ada dong cara lebih praktis, ekonomis, dan cepet. Cara cari mobil paling praktis dan pas buat anak muda ya buka portal atau pakai aplikasi Mobil123.com

Kenalan Sama Portal Mobil123.com

Sebelum lanjut cerita tentang portal ini, saya mau ngasih tahu sejarah singkatnya. Kenalan dulu, kalau udah kenal bisa sayang, eh.

Portal Mobil123.com ini punyanya perusahaan iCar Asia yang sudah terdaftar di Australian Securities Exchange, iCar Asia (ASX:ICQ). Perusahaan yang beroperasi di ASEAN ini merupakan jaringan portal otomotif nomor satu loh. Kantor pusatnya ada di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain di Indonesia dan Malaysia, iCar Asia yang fokus dalam pengembangan portal-portal otomotif terdepan ini juga buka cabang di Thailand.
Di Indonesia, iCar Asia  sudah mempunyai 2 portal otomotif, yaitu Mobil123.com dan Otospirit.com.

img_20161028_174531

Nah, Mobil123.com sendiri adalah portal otomotif  terbesar dan terpercaya yang menghubungkan penjual dan pembeli kendaraan pada suatu automotive journey atau proses membeli – memiliki – menjual kendaraan untuk target utamanya para anak muda. Jadi sesuai segmen utamanya, anak muda yang haus dahaga sama pengetahuan, tingkat kepo tinggi, kreatif, tapi enggak mau ribet, udah pas bangetlah kalau kamu lagi butuh mobil berselancarnya di portal ini.

Sebelum ngeblunder dan terjadi salah paham antara kita sehingga kamu dan aku jadi melangkah di jalan berbeda (apa iniii), kita samain persepsi dulu soal siapa-siapa aja yang masuk kategori ‘anak muda’ di sini. *Tsaah!

Kategori Generasi Versi Mobil123.com

  1. Baby Boomers, yaitu yang lahir dalam rentang waktu 1946 sampai 1960.
Foto milik mobil123

Foto milik mobil123

2. Generasi X, yaitu yang lahir dalam rentang waktu 1961 sampai 1980

Gambar milik mobil123

Gambar milik mobil123

3. Generasi Y. yaitu yang lahir dalam rentang waktu 1981 sampai 1995

Gambar milik mobil123

Gambar milik mobil123

4. Generasi Z, yaitu orang-orang yang lahir setelah tahun 1995

Gambar milik mobil123

Gambar milik mobil123

Anak muda di sini adalah generasi Y dan Z yang rentang usianya berkisar dari 22 tahun sampai 31 tahun. Yeaaay, saya masih masuk *sok unyu* Duh, jangan baper dulu ya, tenaaang, usia muda sama berjiwa muda kan beda 😀 Kamu-kamu yang udah nginjek usia matang tetep bisa dong jual beli mobil di mobil123.com

Portal dan Aplikasi Mobil123.com

Selain website-nya, kamu bisa mengakses mobil123.com dalam bentuk aplikasi. Mobil123.com pahamlah, ketimbang buka laptop, kebanyakan anak muda lebih suka buka aplikasi di gadget.

Cara install-nya juga gampang. Cari aja Mobil123 di googleplaystore, terus install deh. Lalu apa aja yang kamu dapet di aplikasi itu? Pencarian mobil idaman, mebandingkan harga dengan cepat, sampai menghitungkan angsuran dan pinjaman seandainya kamu membeli kendaraan dengan cara mengangsur.

Selain itu, ketika kamu berselancar di mobil123.com, kamu bisa mencari berbagai merk mobil, mau mobil baru atau bekas, mengecek modelnya, mengecek harga, tahun, jarak tempuh, sampai lokasi dealer terdekat dengan rumahmu. Eh, gak cuman mobil ding, kamu juga bisa mencari motor impianmu. Saat kamu menemukan mobil yang sesuai kriteriamu, kamu bisa langsung menghubungi penjualnya, terus test drive deh. Penjual di mobil123.com ini terdiri dari privat seller alias penjual perorangan, sama dealer.

blogger-gathering-bandung-7

Para pembicara di blogger gathering mobil123.com dengan tema “Memilih Mobil Terbaik Untuk Anak Muda”, yaitu Deni Rohmat merupakan Sales Supervisor Auto 2000 Cabang Soekarno Hatta Bandung, Indra Prabowo merupakan Managing Editor Mobil123.com, dan Irwan Nurfiandy merupakan Head of Marketing Mobil 123.com (Gambar dokumentasi mobil123.com)

Kelebihan Mobil123.com

  1. Ada lebih dari 200.000 kendaraan dijual di sini loh. Tuh, pilihannya super banyak kan.
  2. Harganya kompetitif, sehingga animo orang untuk menjual dan membeli di Mobil123.com ini bagus.
  3. Deskripsi kendaraannya lengkap, sehingga memudahkan pembeli mendapatkan kendaraan sesuai kebutuhan.
  4. Penjual bisa mengunggah foto yang banyak sehingga memberi kenyaman dan kepercayaan untuk pembeli.
  5. Sistem pencariannya detail, mulai dari harga pasar, spesifikasi, perlengkapan, hingga rating kendaraan.
  6. Survey dan verifikasi untuk penjual baik dealer maupun perorangan yang ketat untuk meminimalisir penipuan. Mobil123.com menyediakan dealer terpercaya. No tipu-tipu deh.
  7. Aplikasinya bebas iklan, sehingga membuat nyaman. Enggak ada ceritanya kamu ngedumel karena kelewat sering liat iklan.
blogger-gathering-bandung-1

Seluruh bloger dan manajemen Mobil123.com berfoto bersama (gambar milik dokumentasi Mobil123)

Cara Menggunakan Aplikasi Mobil123.com

Gimana sih menggunakan aplikasi mobil123.com ini di gawaimu? Gampang bangetlah menggunakannya. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Install Mobil123.com di gawaimu

img_20161029_004025

2. Setelah aplikasi berhasil di-install, kamu harus mendaftar. Bisa mendaftar dengan Facebook, Google+ atau mengisi data.

img_20161029_004715

3. Pilih menu kebutuhanmu. Ada 4 menu utama. Pencarian mobil secara keseluruhan, pencarian mobil murah, membandingkan dua mobil, dan menghitung cicilan.

img_20161029_005027

4. Cari mobil idamanmu dengan berbagai kriteria, seperti harga, lokasi, merek, jarak tempuh, dan model. Sesuaikan sesuai kebutuhan dan keadaan dompet 😀

img_20161029_004738

img_20161029_004826

img_20161029_004856

img_20161029_004914

5. Gunakan fitur “Pilih Berdasarkan Urutan”. Urutkan sesuai dengan kebutuhan. Ada banyak pilihan urutan yang bisa kamu pilih, seperti harga terendah ke tertinggi, tahun terbaru ke terlama, dan lainnya.

img_20161029_004758

6. Fitur “Bandingkan Harga” memudahkan kamu menemukan harga terbaik.

img_20161029_005046

7. Setelah kamu memilih mobil yang akan kamu beli, kamu bisa menghitung besarnya angsuran setiap bulannya dengan fitur “Kalkulator Pinjaman”.

img_20161029_005108

Kalau udah cocok sama model dan harga, tinggal janjian aja sama dealer atau penjualnya buat test drive. Kalau kerasanya pas di hati tinggal bawa ke pelaminan, eh, ijab kabul pembelian 😀

Tuh kaaan, segampang itu membeli mobil sesuai jiwa mudamu di portal atau aplikasi Mobil123.com ini. Nyari mobil semudah menghitung satu, dua, tiga. Bantu bangetlah. Sok aja buktiin sendiri dari gadget di tanganmu sekarang.

img_20161028_174402

Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber

Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber

Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber

Bagi si penakut seperti saya, mengendarai sepeda motor dan mobil sendiri ada di daftar paliiiiiing bawah dalam list kehidupan. Beberapa kali belajar motor, sebanyak itu pula saya gagal. Hiks. Pasalnya, baru ngeliat kepadetan jalan aja saya udah ngeper, apalagi pas di perempatan dan lewat jalan layang, mana berani saya bersaing dengan pengendara lain. Udahlah saya menjelma si Kabayan yang tiap papasan kendaraan lain malah “pupuntenan”. Fatalnya bisa bikin pengendara lain jengkel, dan saya sport jantung akibat konser klakson. Duh! Maka dari itu saya setia sama kendaraan umum. Tapi masih seringkali saya pusing ketika bepergian bersama anak pas banget hujan datang. Sebagai pecinta hujan, saya sih enggak keberatan main air, tapi sebagai ibu yang membawa anak, dalam hati saya menyanyikan satu lagu jagoan Dora the eksplorer. Begini liriknya, “Hujan-hujan pergilah, datanglah lain kali.” Kebayang kan kalau pergi-pergian sama anak gimana repotnya, bawa barang udah kayak mindahin gudang, padahal isinya mainan sama baju ganti. Yang paling epic tuh, kalau bepergian berdua, saat anak ketiduran dan saya mesti gendong sekaligus bawa barang sekuali. Pegelnya tuh… di sini *tunjuk kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki* Deritanya enggak sampe di sana, saya pun dilanda was-was takut terjadi apa-apa. Bermacam pikiran buruk nyangkut di kepala. Semacam dijabret, anak jatuh dari gendongan, barang hilang, dan kekhawatiran lain yang lebih serem dari Valak. Sampai akhirnya saya dapet solusi dari masalah-masalah tadi: aplikasi Uber.

Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber

Pengalaman saya menggunakan aplikasi Uber yang bikin ngerasa aman dan nyaman dalam perjalanan

Sebelumnya saya udah sering denger soal aplikasi Uber, tapi baru jadi pemakai bulan ini. Terus terang, saya ngerasa aman dan nyaman. Kayak pengalaman saya kemarin. Pulang acara bersama kembaran dan anak, saya memesan Uber. Enggak lama, satu kendaraan datang menjemput kami. Ternyata ada sesuatu yang bikin kami mesti ini itu dulu yang mengakibatkan driver Uber mesti menunggu agak lama. Tapi pas ketemu, driver-nya menyambut kami dengan ramah yang tulus, enggak tercetak sama sekali kekesalan di wajahnya. Bikin ‘nyeees’ di hati liatnya. Tepat waktu itu juga hujan turun deras, dua kelegaan datang sekaligus, karena kami terhindar dari basah kuyup. Di perjalanan, kami sempat minta berhenti di mini market. Driver Uber dengan sabar mengantar kami. Meskipun jalanan lengang karena sudah malam, sopir Uber enggak menjalankan mobil dengan ugal-ugalan supaya cepat sampai. Saya jadi teringat sore harinya ketika berangkat, kami juga diantar sopir Uber yang menyetir dengan sabar walaupun berhadapan dengan macetnya lalu lintas. Enggak ada tuh umpatan kekesalan, membunyikan klakson dengan brutal, atau selip sana selip sini. Enggak lama kami sampai ke rumah dengan selamat.

Gimana sih cara menggunakan aplikasi Uber?

Pertama, unduh aplikasi Uber di Google Playstore atau Apple Appstore atau Window Store.

Kedua, buka aplikasinya, lalu tentukan lokasi penjemputan.

Menentukan lokasi penjemputan

Menentukan lokasi penjemputan

Ketiga, masukan tempat tujuan kita.

img_20160915_173018

Keempat, nah ini salah satu yang super penting. Setelah konfirmasi lokasi penjemputan dan lokasi tujuan, kita bisa melihat estimasi biaya. Mengetahui estimasi ongkos bisa menghindarkan kita dari kekurangan dana XD

Setelah itu, partner Uber alias driver-nya bakal menghubungi kita. Enggak perlu nunggu lama karena aplikasi Uber akan memanggil partner terdekat dari lokasi kita. Sudah deh, kita tinggal duduk manis selama perjalanan.

Kumpul Uber Bandung

 

Kumpul blogger dan instagramer bareng Uber

Kumpul blogger dan instagramer bareng Uber

Beberapa waktu lalu, saya diundang ke acara kumpul Uber dengan blogger dan instagramer. Dalam acara seru itu, saya mendapat banyak wawasan baru tentang aplikasi Uber. Mereka bahkan open banget sama masukan para undangan. Suka deh sama yang begini, hohoho.

Para ponggawa Uber

Para ponggawa Uber

Sejarah singkat Uber

Jadi ceritanya, Travis Kelanick di suatu malam yang dingin butuh kendaraan yang mengantarnya pulang. Tapi saat itu susah banget mendapatkannya. Travis jadi berkhayal seandainya ada transportasi yang bisa dipanggil lewat smartphone untuk mengantar orang ke mana pun, di mana pun, dan jam berapa pun. Dasar visioner, voila, jadilah itu ide dasar terwujud lewat aplikasi Uber. Memang ya kesusahan di tangan pembaca peluang selalu menjadi ‘sesuatu’.

Rasa was-was apa sih yang dihapus Uber yang bikin kita bakal ngerasa safety di perjalanan?

  1. Memberi informasi tentang partner Uber

Ketika kamu memesan jasa Uber, di aplikasi akan muncul informasi tentang driver yang akan mengantarmu ke tujuan. Yaitu: nama, foto partner, plat nomor kendaraan, dan kontak yang bisa dihubungi. Kalau ada sesuatu yang ganjil, misalnya plat nomor mobil yang menjemputmu beda dengan yang tertera di aplikasi, kamu bisa menolak diantar atau melaporkannya ke call center Uber.

1

Terus, enggak usah khawatir nomormu dihubungi secara pribadi oleh partner, semisal diajak kencan atau apalah gitu, soalnya Uber melindungi kontak pribadimu.

Udah gak was-was dong sama partner Uber.

  1. Menghapus was-was soal kekurangan dana dengan estimasi biaya

Pernah suatu hari, sepanjang perjalanan hati ini kebat-kebit karena takut uang di dompet enggak cukup buat bayar ongkos. Kamu punya pengalaman serupa? Rasa was-was ini bakalan terhapus karena aplikasi Uber memperlihatkan estimasi biaya perjalanan. Jadinya kamu bisa tahu mesti nyediain dana berapa untuk perjalananmu. Tapi ya namanya juga perkiraan, kemungkinan bakal ada sedikit perbedaan karena dipengaruhi keadaan lalu lintas dan promo. Btw, banyak promo seru loh Uber ini. Terus lagi biaya per km Uber ramah dompet kok, cuman tiga ribu rupiah.

Estimasi biaya perjalanan

Estimasi biaya perjalanan

Metode pembayarannya pun mudah. Kamu bisa pilih bayar langsung atau pakai kartu kredit.

  1. Transparansi real time menghapus kekhawatiran waktu

Buat saya yang sering mepet-mepet waktu, transparansi ini bikin ngerasa safety. Soalnya aplikasi Uber membuat kita bisa mengetahui dan mengikuti perjalanan partner dalam waktu yang sebenarnya. Dilengkapi juga sama estimasi waktu tempuh kita ke lokasi tujuan. Jadi buat yang senasib suka mepet-mepetin waktu kayak saya, bantu banget bikin kepala tenang dari pertanyaan, “Driver-nya udah sampe mana sih? Kapan sih sampainya?”

  1. Hapus ketakutan kejahatan dengan share My ETA

Buat kamu yang parnoan kalau melakukan perjalanan sendiri atau punya pasangan yang saking sayangnya tiap semenit sekali nanya ‘Kamu di mana? Sama siapa? Dan lagi berbuat apa?’, fitur My ETA ini bisa jadi solusi. Karena fitur ini membuat kamu bisa berbagi perkiraan waktu tiba alias PWT pada keluarga, pasangan, atau teman melalui WhatsApp, Twitter, Snapchat, dan lainnya. Dengan begitu kamu enggak akan was-was lagi saat perjalanan karena ada anggota keluargamu yang mengikuti perjalananmu secara virtual. Jauh-jauh deh kekhawatiran diculik. Pasanganmu pun enggak mesti ngabisin pulsa buat telepon melulu.

Share My ETA

Share My ETA

  1. Kalau ada apa-apa lapor ke customer support

Alasan safety kelima adalah adanya CS yang bersedia mendengar keluhan atau masukanmu selama 24 jam, 7 hari seminggu, bahkan setahun full enggak ada libur buat kamu. Misalnya nih dompet kamu tertinggal di kendaraan, CS akan menghubungi partner untuk mengembalikan dompetmu itu. Tapi kalau hati kamu yang tertinggal di masa lalu sih CS Uber gak akan bisa bantu apa-apa, eh.

Adanya rating juga membantu CS Uber buat meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Kata Mas Gia dari Uber sih, jangan ragu ngasih rating berapa pun. Kasih komentar juga. Biar mereka bisa ningkatin terus kualitas. Tapi jangan salaaah. Enggak cuman partner driver loh yang bisa di-rating. Kita sebagai konsumen juga dikasih rating sama partner driver. Gunanya buat menyeimbangkan, sehingga kita sebagai konsumen enggak berbuat semena-mena atau memanfaatkan pelayanan Uber dalam kejahatan.

Apa sih keuntungan lain menggunakan aplikasi Uber?

Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber

Saya yakin, kamu pasti kayak saya, suka gratisan. Dih, apalah saya ini, men-judge bahkan tanpa ngeliat cover-nya dulu. Tolong dimaafkan ya, anaknya memang begini. Nah, soal gratisan ini, Uber nyediain tumpangan gratis. Saya ulangin sekali lagi ya. Tumpangan gratis! Caranya gampang bangeet. Kamu cukup tebar-tebar kode undangan khususmu yang dikasih Uber ke orang-orang. Inget, kode Uber loh ya yang disebar, bukan kode-kode pengin balikan sama mantan. Kalau kamu pakai kode Uber orang, kamu bisa dapetin tumpangan gratis sebesar 30 ribu rupiah buat penggunaan pertama. Mau dong? Sok, coba pakai kode saya “EW529697UE”. Hohoho. Kamu yang kodenya dipakai juga bakalan dapetin tumpangan gratis dengan nilai yang sama.

Aplikasi Uber ini bisa kamu gunakan di 58 negara dan lebih dari 300 kota. Kalau kata Mr. Travis bilang sih, selama ada Uber, di mana pun kamu berada di dunia ini, kamu bakalan aman. Kamu enggak mesti ngubah setting apa pun. Kalau berbahasa Indonesia, di Amerika sana pun aplikasi Uber kamu masih memakai bahasa yang sama. Di Indonesia sendiri sudah ada di empat kota: Bandung, Jakarta, Bali, dan Surabaya.

Si kembar di acara tukang ngUber

Si kembar di acara tukang ngUber

Gimana, siap keliling Bandung bareng saya? Eh, bareng Uber maksudnya.

Kampanye Lingkungan dan Kesehatan Dalam Mudik Gratis Sidomuncul 2016

PicsArt_07-01-11.12.40

Mudik Bukan Hanya Perkara Kepulangan

Mudik bukan hanya perkara kepulangan, bukan sekadar merebahkan raga di tanah kelahiran. Ada rindu yang meremas hati, perkara rasa yang mesti dilabuhkan. Menjejakkan kaki di kampung halaman, seperti mengulang memoar hidup. Napak tilas sejak kelahiran hingga raga pergi ke perantauan. Maka atas perkara rasa, perkara cinta, mudik menuntaskan hak atas perjamuan pertemuan dengan keluarga. Mudik memang peristiwa ajaib yang menyatukan, melikatkan kembali persaudaraan.

Setiap tahun saya selalu mendengar berita mudik lebaran gratis Sidomuncul dari mama saya. Beliau bercerita dengan ekspresi terharu, ikut senang atas apresiasi Sidomuncul untuk para pedagang jamu mereka dan orang-orang kurang mampu. Kala itu saya hanya manggut-manggut saja, sambil dalam hati merasa mudik gratis ini program sosial yang brilian. Saya enggak pernah menyangka, tahun ini bisa turut dalam keriaan itu, meskipun bukan sebagai pemudik. Namun euforia mudik itu tetap menyentuh hati. Dapat saya bayangkan, betapa bahagianya para pedagang jamu Sidomuncul dapat pulang, kumpul keluarga besar di kampung. Saya pun datang ke acara Jumpa Pers Mudik Gratis Sidomuncul dengan penasaran.

Konferensi press 27 Kali Mudik Gratis Sidomuncul

Konferensi press 27 Kali Mudik Gratis Sidomuncul

Apa yang Beda?

Selalu ada yang beda tiap tahunnya di acara Mudik Gratis Sidomuncul. Tahun ini PT. Sidomuncul Tbk. menyisipkan kampanye lingkungan dan kesehatan bagi para pemudik. Kampanye lingkungan ini merupakan sinergi dengan program pemerintah. Caranya cukup unik, yaitu menempelkan stiker komik berisi ajakan peduli lingkungan dengan memilah-milah sampah organik dan non organik. Memakai komik supaya setiap pemudik mudah menangkap isi pesan. Kemudian, kenapa ditempelkan di tiap belakang kursi bus, supaya mudah terlihat, dan selama perjalanan para pemudik akan tanpa sadar akan terus menerus membacanya. Diharapkan dengan begitu pesan akan menempel pada pemudik.

Si kembar bersama Pak Irwan Hidayat

Si kembar bersama Pak Irwan Hidayat

Kedua, selama mudik gratis, Sidomuncul membuka pendaftaran operasi katarak yang juga gratis untuk umum. Tahun ini PT. Sidomuncul Tbk. telah mengoperasi 50 ribu mata, rencananya akhir tahun bakalan mengoperasi lagi 14 ribu. Pada awalnya Sidomuncul kesulitan mencari masyarakat yang mau mengikuti program operasi katarak. Masyarakat masih takut untuk dioperasi. Pak Irwan Hidayat, Direktur Marketing PT. Sidomuncul Tbk. bercerita bahwa sewaktu mengawal operasi katarak, beliau melihat banyak sekali warga yang datang ke tempat, tetapi ketika ditanya, kebanyakan mereka ternyata bukan pasien, tetapi yang mengantar. Katanya, mereka baru mau mendaftar kalau melihat keluarga atau tetangga mereka yang dioperasi berhasil. Dalam mudik gratis tahun ini Sidomuncul sekaligus ingin menyosialisasikan lebih luas mengenai program operasi katarak supaya masyarakat lebih melek bahwa katarak bisa disembuhkan.

PicsArt_07-01-11.08.35

Blogger berbincang dengan Pak Irwan Hidayat

Sejarah Mudik Gratis Sidomuncul

Tahun 1991, Pak Sofyan Hidayat yang kini telah menjabat sebagai Direktur Utama PT. Sidomuncul Tbk. memiliki ide untuk mengadakan mudik gratis bagi para pedagang jamu Sidomuncul sebagai bentuk insentif. Ide itu diamini untuk direalisasikan, jadi diberangkatkanlah 17 bus membawa para pemudik ke kampung halaman mereka. Kala itu, tak ada media, tak ada acara apa-apa, pun pejabat pemerintah, hanya dilepas secara sederhana oleh Pak Kris Irawan yang waktu itu menjabat sebagai Marketing Manajer Sidomuncul. Begitu sampai tahun 1993. Hingga pada tahun 1994 acara mudik gratis ini mulai diorganisir lebih serius lagi. Barulah Sidomuncul mengadakan acara hiburan untuk pemudik sebelum dilepas, manajemen pun kemudian mengundang pejabat untuk melepas pemudik, mengundang media, dan memasang promosi produk Sidomuncul di bis. Bukan semata-mata bertujuan marketing, tetapi lebih jauh, agar warga luas dapat mengetahui program ini sehingga bisa mendaftar pada acara selanjutnya. Selain itu para pedagang jamu pun jadi lebih bersemangat dan bangga menjadi penjual jamu Sidomuncul. Kebahagiaan mereka merupakan alasan utama program ini.

Pak Irwan Hidayat Sang SocioMarketer

Pak Irwan Hidayat Sang SocioMarketer

Irwan Hidayat Sang SocioMarketer

Ini pertemuan ke sekian kalinya saya dengan Pak Irwan Hidayat, dan saya selalu dibuat kagum dengan karakter dan pemikirannya. Kali ini kami membincangkan tentang konsep marketing yang dijalankan Sidomuncul, yaitu menggunakan dana marketing perusahaan untuk dua hal sekaligus. Promosi produk sekaligus menyisipkan berbagai kampanye sosial. Memang setiap produk memiliki kampanye sendiri. Seperti Kuku Bima dengan kampanye pariwisatanya, atau Tolak Linu dengan kampanye lingkungannya. Dalam obrolan, Pak Irwan mengatakan kalau beliau lebih suka disebut SocioMarketer ketimbang Direktur Marketing. Beliau mengakui bahwa beliau bukanlah seorang filantropi, tetapi SocioMarketing. Karena memang Pak Irwan selalu menyelaraskan marketing dan sosial. Dan hasilnya malah lebih banyak ketimbang hanya memarketingkan produk saja. Menurut beliau, SocioMarketing sangat cocok diterapkan di Indonesia. Pak Irwan berharap semoga SocioMarketing yang dia jalankan dapat menginspirasi banyak perusahaan.

Komik peduli lingkungan yang bisa dimodifikasi untuk ucapan selamat lebaran

Komik peduli lingkungan yang bisa dimodifikasi untuk ucapan selamat lebaran

Pak Irwan meminta kami untuk turut berpartisipasi menyabarkan pesan kebaikan dalam momen lebaran, yaitu dengan memanfaatkan komik peduli lingkungan yang digagas Sidomuncul. Selama lebaran, kita biasanya memberikan ucapan ‘maaf’ lewat gambar yang telah ditambahkan tulisan. Pak Irwan menganjurkan agar memakai gambar komik dengan modifikasi di atasnya ditambahkan selamat lebaran dan foto sendiri. “Tulisan Sidomuncul tidak usah ditampilkan saja,” ucap beliau. Bahkan Pak Irwan langsung mencontohkannya dengan memperlihatkan ucapan selamat lebaran miliknya.

Acara pelepasan Mudik Gratis Sidomuncul 2016

Acara pelepasan Mudik Gratis Sidomuncul 2016

270 Bus Untuk 27 Kali Mudik Gratis Sidomuncul

Hari Jumat tanggal 1 Juli 2016, PT. Sidomuncul Tbk. memberangkatkan 270 bus dari titik pelepasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Jumlah 270 Bus selaras dengan angka 27 yang merupakan banyaknya program mudik gratis yang telah dilaksanakan. Pelepasan mudik lebaran kali ini dihadiri oleh Direktur Utama PT. Sidomuncul Tbk, Pak Sofyan Hidayat, dan Ibu Siti Nurbaya Bakar yang merupakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan RI. Ibu Situ sangat mengapresiasi Sidomuncul yang terus mengkampanyekan peduli lingkungan bahkan dalam suasana mudik. Beliau berharap para pemudik menularkan virus kepedulian lingkungan ini pada sanak saudara di kampungnya.

Bus mulai berjalan

Bus mulai berjalan

Tampak wajah-wajah para pemudik yang semringah. Tidak terlihat besitan pikiran keluhan akan perjalanan mudik yang biasanya akan dihiasi kemacetan dan kelelahan. Bayangan akan keindahan kampung halaman, pelukan hangat keluarga, dan segala nostalgianya telah mengalahkan rasa lelah. Bis kemudian mulai berjalan, membawa 16.000 senyum bahagia pemudik yang pulang, kembali ke kampung halaman, kembali pada cinta yang telah membesarkan.

Para pemudik yang bahagia

Para pemudik yang bahagia

 

 

4 Cara Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan

Mungkin ketika kita melihat sampah bertebaran di mana-mana, kita menganggap itu hal biasa. Namun bagaimana kalau sampah yang makin menggunung itu suatu hari menutupi sebagian besar muka bumi? Akankah kita rela hidup di tengah-tengah sampah?

walle2

Sampah-sampah yang menggunung membentuk gedung-gedung pencakar langit dalam film animasi Wall-E.

Menyampah sepertinya kini sudah bisa dikategorikan sebagai gaya hidup. Kita terbiasa membuang sampah sembarangan sehingga terbiasa juga membiarkan orang lain melakukan hal yang sama. Masalah klasik sampah ini hanya dapat ditanggulangi oleh kepedulian lingkungan.

Kepedulian terhadap lingkungan tentunya harus diperlihatkan oleh aksi nyata. Sama halnya seperti kepedulian kita pada orang-orang terkasih. Seperti keluarga, semesta ini telah lebih dulu memberikan cintanya dengan memberi. Memberi hasil bumi, memberi udara yang kita hirup, dan begitu banyak bukti kecintaannya pada kita. Sudah saatnya kita membalas hal itu dengan tindakan, meski terlihat lebih sepele seperti mengurangi penggunaan kantong plastik. Kalau kita sudah melakukan hal itu, waktunya kita menularkan virus kepedulian lingkungan pada sekitar.

4  Cara Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan:

 Cara Pertama, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Peraturan.

Cara pertama ini digunakan oleh pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan. Seperti salah satunya kampanye peduli lingkungan lewat kebijakan kantong plastik berbayar yang tertuang dalam surat edaran bernomor s.1230/ tertanggal 17 Februari 2016 yang diterbitkan Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

IMG_20160303_104515

Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. membahas kebijakan pemerintah mengenai pemakaian kantong plastik.

Lewat cara ini diharapkan kita menjadi “aware” pada penggunaan kantong plastik. Yang asalnya tidak “ngeuh” sama sekali dengan keberadaan si kantong plastik ketika berbelanja—karena serasa sudah satu paket dengan belanjaan—kini mulai memperhatikan. Itu dibantu juga oleh Mbak-Mas penjaga toko yang setia bertanya, “Mau pakai kantong plastik, Mbak? Dikenai biaya dua ratus rupiah ya.” Banyaknya pembahasan mengenai peraturan baru ini di dunia nyata maupun maya, menurut saya sudah satu indikasi bagus “penularan virus kepedulian lingkungan” tersebut.

 

IMG_20160303_103616

Dirut PT. Sido Muncul Tbk. Pak Irwan Hidayat memaparkan tentang iklan terbaru mereka yang merupakan support kampanye peduli lingkungan.

Cara Kedua, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Iklan.

Cara kedua ini digunakan oleh pengusaha dan perusahaan. Hal ini dilakukan oleh PT. Sido Muncul Tbk. lewat iklan terbaru mereka.

Bisakah Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Lewat Iklan?

Saat ini iklan produk bukan hanya dipakai sebagai kampanye komersil, tapi juga dipakai untuk gerakan-gerakan positif seperti kepedulian lingkungan. Seperti dalam iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal terbaru bertajuk “Ayo Peduli Lingkungan”. Di iklan tersebut diperlihatkan Tantri Kotak mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik demi masa depan generasi penerus. Iklan ini memiliki tagline “Ayo Peduli Lingkungan. Hidup bijak peduli lingkungan. Orang bijak minum Tolak Linu Herbal”.

Kampanye kepedulian lingkungan yang diusung bukan tempelan, tapi memang benar-benar ditujukan mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan dengan tindakan nyata. Untuk itu, disampaikan Dirut PT. Sido Muncul Tbk. Pak Irwan Hidayat, bahwa Tolak Linu Herbal secara konsisten akan terus mengusung tema kepedulian lingkungan dalam iklan-iklannya. Sejak sebelum-sebelumnya PT. Sido Muncul Tbk. memang selalu memastikan produksi mereka ramah lingkungan, terbukti dengan mengantongi ISO 14000.

Menurut saya, cara ini brilian, karena iklan ditayangkan berulang-ulang, kemungkinan transfer pesannya tinggi. Sehingga penonton yang sering melihat iklannya, lama-lama bisa terinspirasi untuk menjaga lingkungan.

Penayangan perdana iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal bertajuk "Ayo, Peduli Lingkungan".

Penayangan perdana iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal bertajuk “Ayo, Peduli Lingkungan”.

 

Peluncuran Iklan Layanan Masyarakat Tolak Linu Herbal dan Talkshow.

Peluncuran iklan terbaru Tolak Linu Herbal itu diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. pada hari Kamis, tanggal 3 Maret lalu. Dalam peluncuran itu juga ada talk show bertema “Peduli Lingkungan untuk Indonesia Lebih Baik” yang menghadirkan beberapa pembicara, selain Ibu Siti, ada Menteri Perindustrian RI Saleh Husin, SE, M.Si, Meteri Pariwisata Indonesia Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Tantri Kotak Brand Ambassador Tolak Linu Herbal, dan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Drs. Isnawa Adji. Pak Isnawa memaparkan tentang banyaknya sampah di DKI Jakarta dan langkah penanggulangannya. Sedangkan Bu Siti Nurbaya menggaris bawahi bahwa jika lingkungan terjaga, maka masyarakat pun akan sehat.

Peresmian iklan terbaru Tolak Linu Herbal

Peresmian iklan terbaru Tolak Linu Herbal (Foto milik Febriyan Lukito)

Menurut Pak Irwan Hidayat, ide pembuatan iklan terbaru ini juga terinspirasi dari kebijakan baru pemerintah. Terbukti kan bahwa ternyata cara yang dilakukan pemerintah berhasil menularkan virus kepedulian lingkungan. Pak Irwan berharap, iklan Tolak Linu Herbal juga bisa menghasilkan efek yang sama, menginspirasi masyarakat untuk melakukan gerakan kepedulian lingkungan. Minimal masyarakat luas mendapat pengetahuan tentang lingkungan dari iklan ini. Bahkan Pak Irwan Hidayat sedang mempersiapkan sekuel iklannya, dimana konsepnya adalah memberi penonton bimbingan cara memisahkan sampah organik dan non-organik dan memaparkan bahwa sampah bisa menolong sesama.

Para pembicara talkshow bertema peduli lingkungan

Para pembicara talkshow bertema peduli lingkungan

Bukan hanya itu, setiap pembelian satu kotak Tolak Linu Herbal, pembeli akan mendapat kantong kain hasil daur ulang yang dapat dipakai terus menerus serta praktis dibawa ke mana-mana, sehingga pembeli dapat mengurangi pemakaian kantong plastik.

Di akhir talkshow, para pembicara me-launching kantong daur ulang dari PT. Sido Muncul Tbk.

Di akhir talkshow, para pembicara me-launching kantong daur ulang dari PT. Sido Muncul Tbk.

 

Cara Ketiga, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Profesi atau Passion.

Setiap profesi punya cara tersendiri yang unik, kreatif, dan inovatif untuk mengajak banyak orang menjaga lingkungan. Misalnya dokter menularkan kepedulian lingkungan lewat penyuluhan pasien, pembuat game dengan membuat game tentang cara memelihara lingkungan, penyanyi dengan lagu-lagunya, dan lain-lainnya.

Tantri Kotak, salah satu penyanyi yang peduli lingkungan.

Tantri Kotak, salah satu penyanyi yang peduli lingkungan.

Atau melalui passion. Teman saya yang menyukai kerajinan tangan, membuat pot tanaman dengan botol minuman plastik. Pot-pot botol plastik itu dia tempel di dinding luar rumah, sehingga banyak orang yang melihat. Tidak lama berselang, para tetangga mengikuti kreativitas teman saya itu.

Buat kita yang memiliki passion menulis atau menyukai dunia tulis menulis, misalnya blogger, penulis novel, atau penulis skenario film, bisa menularkan virus kepedulian lingkungan lewat tulisan. Bisa dalam bentuk cerpen, novel, artikel di blog, atau skenario film. Biasanya kalau dalam bentuk tulisan fiksi, orang akan lebih mudah menyerapnya karena disampaikan lewat cerita. Kisah fiksi juga bisa membangkitkan simpati sampai empati pembacanya karena pembaca seakan mengalami sendiri apa yang terjadi dalam cerita. Misalnya ketika tulisannya bercerita tentang bumi yang tertutup sampah, pembaca diajak membayangkan bagaimana bila hal itu terjadi, disisipkanlah ajakan untuk menjaga lingkungan untuk menghindari hal itu. Efektif juga untuk menanamkan kepedulian lingkungan pada anak-anak. Sedangkan artikel diserta tips praktis juga sangat bermanfaat untuk pembaca sehingga bisa mempraktikkan langsung. Apa pun pilihannya, baik fiksi maupun nonfiksi, yang penting keduanya mentransferkan pengetahuan, pemahaman, serta menanamkan kecintaan juga kepedulian pada lingkungan.

Tina Talisa (tengah), salah satu presenter yang peduli lingkungan.

Tina Talisa (tengah), salah satu presenter yang peduli lingkungan.

 

 Keempat, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Keteladan.

Cara keempat ini bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Caranya adalah dengan memberikan keteladanan. Bisa kita mulai dari rumah sendiri sebagai sekup kecil. Memberi contoh berarti kitalah yang pertama kali bergerak dan berbuat menjaga lingkungan tersebut. Karena tindakan itu jauh lebih efektif ketimbang perkataan. Lambat laun orang-orang di sekitar kita akan tertular dan melakukan hal yang sama.

Lalu, tindakan nyata seperti apa yang bisa kita contohkan?

  1. Reduce, yaitu mengurangi produksi sampah. Misalnya dengan membawa kantong sendiri ketika berbelanja, sehingga tidak membeli kantong plastik dari toko.
  2. Reuse, yaitu memanfaatkan kembali barang-barang untuk tujuan yang sama. Seperti memakai galon air minum berkali-kali.
  3. Recycle, yaitu mendaur ulang sampah. Misalnya membuat pot tanaman dari botol plastik.
  4. Replace, yaitu mengganti pemakaian bahan tidak ramah lingkungan dengan bahan ramah lingkungan. Misalnya tidak lagi menggunakan styrofoam yang tidak bisa diurai.

 

Kelima?

Loh, katanya empat cara, kok ada yang kelima? Selalu ada banyak cara menularkan virus kepedulian lingkungan. Karena setiap manusia tidak sama, punya keunikan sendiri, pasti punya cara masing-masing yang khas untuk menularkan virus kepedulian lingkungan. Nah, bagaimana caramu? Sharing, yuk.

Para blogger bersama Pak Irwan Hidayat dan Tina Talisa.

Para blogger bersama Pak Irwan Hidayat dan Tina Talisa (Foto milik Febriyan Lukito).

Saya selalu percaya, semangat, kebaikan, dan kepedulian itu menular. Semoga apa pun yang kita lakukan, inspirasinya sampai dan menyentuh hati orang lain untuk tergerak melakukan tindakan nyata. Namun memang, ketika berniat menularkan virus kepedulian lingkungan, langkah pertama yang kita lakukan adalah menjadi pionir, menjadi orang di garis depan sebagai pejuang kepedulian lingkungan. Seperti kata Pak Irwan Hidayat, yang penting kita berusaha berbuat walau sesedikit apa pun, yang penting kita bisa memberikan inspirasi sekecil apa pun.