6 Hal Menarik dari Mudik Sido Muncul 2018

Tahun 2017 lalu, saya merasakan mudik sesungguhnya. Sebelumnya saya beberapa kali ikut mudik ke kampung halaman Ayah pada lebaran Idulfitri. Namun saat itu beda, saya benar-benar mudik ke kampung halaman saya sendiri. Waktu itu malam lebaran Iduladha. Sehari sebelumnya, saya masih berjibaku dengan pekerjaan, mati-matian berusaha menyelesaikannya supaya besoknya bisa berkumpul dengan keluarga, ikut salat Iduladha berjamaah di tengah keluarga. Muka-muka lelah sekaligus bersemangat itu pulalah yang saya lihat pada rekan-rekan saya. Waktu itu kami sedang bertugas di Jakarta yang jaraknya tidak seberapa jauh dengan kota tempat saya bernaung: Bandung. Kami berdebar-debar karena malam takbiran sudah bisa diperkirakan tiket semua armada yang tersisa sudah pasti berebut dibeli, belum lagi keadaan jalan yang jauh dari lengang, riuh oleh lalu lalang kendaraan yang membawa wajah-wajah penuh kerinduan akan rumah. Kami memang akhirnya mendapat tiket bus pulang, namun waktu tetap was-was takut ketinggalan kendaraan karena tugas belum juga tuntas. Selepas menyerahkan pekerjaan dengan wajah dipenuhi peluh, cepat-cepat kami memesan kendaraan daring menuju pool bus. Alhamdulillah, meski hampir saja ketinggalan, bus yang akan membawa kami ke Bandung belum berangkat. Nyaris. Pemudik sudah memenuhi bus, karena itu kami menempati tempat-tempat duduk tersisa. Itu saja sudah bersyukur. Tak lama, bus pun membawa kami menembus kemacetan diiringi gema takbir yang menggetarkan.

Pengalaman berharga mudik saya itu, mungkin baru seujung kukunya dari pengalaman para pemudik yang tiap tahun ikut dalam program mudik gratis Sido Muncul yang pulang ke tempat-tempat yang lebih jauh. Tahun ini usia program tersebut menginjak 29 tahun. Menjadi semacam tradisi yang tetap dipertahankan. Suatu prestasi luar biasa dalam konsistensi program, bukan?

5 Hal Menarik dari Mudik Sido Muncul 2018

Selalu ada hal menarik dalam mudik, termasuk mudik Sido Muncul tahun 2018 ini.

Bus-bus yang disediakan Sido Muncul untuk para pemudik

1. Mudik gratis Sido Muncul tahun 2018 merupakan pelaksanaan kedua puluh sembilan kali. Artinya hampir menginjak 3 dasawarsa. Memperlihatkan komitmen yang tidak main-main dari Sido Muncul untuk memberi fasilitas pada para pedagang jamunya.

Pak Irwan Hidayat di konferensi press mudik Sido Muncul 2018

2. Jumlah pemudik yang diberangkatkan berjumlah sekitar 13.000 orang yang terdiri bukan saja dari para pedang jamu produk Sido Muncul, tetapi juga tukang parkir, sampai tukang bakso. Mereka-mereka ini yang mendaftarkan diri mengikuti program mudik gratis via distributor. Sehingga para pemudik sangat terdata.

Ribuan pemudik yang mengikuti program mudik gratis Sido Muncul 2018

3. Ada yang berbeda dari fasilitas yang diberikan oleh Sido Muncul untuk para pemudik, yaitu seluruh bus yang digunakan sudah ber-AC. Tujuannya tentu agar perjalanan lebih nyaman. Sebuah pengalaman baru untuk pemudik yang sebelum-sebelumnya setia mengikuti program ini. Sido Muncul mengerti bahwa mudik merupakan perjalanan panjang dan melelahkan, sehingga pihak mereka ingin memberi service lebih di tahun ke-29 ini.

Para pemudik menaiki bus ber-AC

4. Bus yang memberangkatkan pemudik berjumlah 220 bus. 114 bus berangkat dari Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur pada hari Sabtu tanggal 9 Juni 2018. Pelepasannya dihadiri oleh Walikota Administrasi Jakarta Timur Drs. Bambang Musyarawdana dengan Direktur Sido Muncul Pak Irwan Hidayat. 106 bus lagi diberangkatkan dari Sukabumi, Bandung, Tangerang, Cilegon, Serang, Cikampek, Bogor, dan Cibinong. Bus-bus tersebut memiliki 8 kota tujuan, yaitu Cirebon, Kuningan, Tegal, Banjarnegara, Solo, Wonogiri, Yogyakarta, dan Gunung Kidul.


Mudik Sido Muncul memang hanya memulangkan para pemudik, nantinya mereka kembali ke perantauan dengan perjalanan masing-masing. Soalnya ini terkait dengan jadwal kepulangan pemudik yang beda-beda. Ada yang baru kembali setelah berbulan-bulan, ada yang cepat pulang ke pengambaraan. Tergantung kebutuhan masing-masing. Karena jadwal yang variatif itu, tentunya sulit untuk mengalokasi kebutuhan semua pemudik. Namun, pihak Sido Muncul tetap membiayai armada untuk pulang pergi.


5. Untuk keamanan pemudik, tidak tanggung-tanggung, Sido Muncul bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Seluruh pengemudi bahkan melakukan tes urine dulu, pengecekan ini untuk melihat kondisi fisik mereka. Apakah prima mengendarai bus untuk perjalanan jauh. Tentunya untuk keselamatan bersama. Cukup ketat juga standar Sido Muncul, ya.


6. Tahun ini di acara mudik, Sido Muncul bikin launching produk varian baru Kuku Bima Energi plus Vitamin C yang merupakan minuman berenergi mengandung vit. C buat menjaga daya tahan tubuh. Duduk lama membelah jalanan membutuhkan stamina tinggi kan ya….

Jika dibandingkan dengan acara mudik-mudik Sido Muncul sebelumnya, memang ada penurunan jumlah pemudik. Menurut Direktur Utama Sido Muncul Pak David Hidayat, hal itu disebabkan karena perekonomian para pedagang jamu semakin membaik, selain karena sudah banyak juga perusahaan lain yang menyelenggarakan mudik gratis. Saya jadi teringat perbincangan dengan Pak Irwan Hidayat dulu-dulu, beliau bercerita bahwa program-program sosial Sido Muncul memang bertujuan untuk menjadi semacam pionir yang ingin menginspirasi perusahaan lain agar suatu ketika menjalankannya juga.

Sekilas Sejarah Mudik Gratis Sido Muncul
Pak Jonatha Sofjan Hidajat memiliki ide mudik gratis sebagai ungkapan terima kasih pada para pedagang jamu Sido Muncul. Ide itu disambut baik sehingga dapat dilaksanakan. Tahun 1991 merupakan tonggak sejarah dimulainya tradisi mudik gratis ini. Waktu itu di Lapangan Parkir Timur Senayan, 17 bus yang membawa 1.200 pedagang jamu gendong, pedagang jamu asongan, dan para pembantu rumah tangga diberangkatkan menuju kampung halaman mereka. Acaranya sederhana saja, Manajer Marketing Sido Muncul yang waktu itu dijabat Pak Kris Irawan melepas pemudik dengan suka cita. Barulah tahun 1994 konsep mudik gratis semakin dimatangkan. Sebelum berangkat, para pemudik diberi hiburan dan pelepasannya pun dihadiri pejabat dan media. Sido Muncul berharap acara ini dikabarkan lebih jauh, agar semakin banyak para pemudik yang dapat diakomodir kebutuhannya oleh pihak perusahaan.

“Setiap tahun, usai acara mudik, kami turut senang karena bisa melihat kebahagiaan para pemudik,” ujar Pak Irwan Hidayat.

Bersama Pak Irwan Hidayat, Teh Ani, dan Evi

Saya dapat membayangkan, ada banyak hati yang lega saat menuju kepulangan. Ada lelah perantauan, perpisahan terpaut jarak, tumpukkan pekerjaan, dan kerinduan yang menyesakkan akan segera tandas oleh hangatnya pelukan dan senyuman orang-orang tercinta di kampung halaman.

Advertisements

7 thoughts on “6 Hal Menarik dari Mudik Sido Muncul 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s