Pengalaman Laser Pertama di Karadenta Clinic

Muka saya sudah berjerawat sejak umur 12 tahun. Bahkan ada fase di mana jerawat yang tumbuh adalah jerawat batu. Besar dan bernanah. Waktu itu saya yang belum paham bagaimana merawat muka, sering memencet-mencet jerawat sehingga berefek meninggalkan bekas. Setelah besar, saya sering juga berganti-ganti kosmetik. Selain itu pola hidup saya pun enggak sehat, kayak keseringan bergadang. Efek negatifnya adalah pori-pori muka saya menjadi besar. Kalau memakai fondation-nya kurang rapi, kelihatan banget deh jadinya titik-titik porinya. Kadang bikin gak pede kalau foto close up gitu 😄

Dari informasi yang terkumpul, ternyata mengecilkan pori dan menghilangkan bekas jerawat itu jalan keluarnya ya mesti dilaser. Tapi… saya ragu untuk menjalankannya. Soalnya kan tindakan laser muka itu muahaaal. Sampai saya dapet info Karadenda Clinic punya perawatan ini dengan harga yang terjangkau. Karadenta Clinic ini merupakan klinik yang baru membuka cabang di Bandung. Sebelumnya Karadenta Clinic sudah punya cabang di Malang, Samarinda, dan Surabaya.

Berangkatlah saya ke Karadenta Clinic yang berada di daerah Cikutra. Tanpa menunggu lama, saya yang ditemani Evi (kembaran) menemui Dokter Heni untuk konsultasi. Buat mengetahui tindakan apa yang tepat untuk kulit, mesti diperiksa dulu keadaan mukanya, dicari tahu masalahnya. Duh, saya udah deg-degan aja 😀

Magic Mirror

Awalnya, muka dibersihkan dulu supaya ketika diperiksa, enggak kehalang sama make up. Pas berangkat ke Karadenta Clinic, saya memang sengaja enggak pakai make up, cuman pakai pelembap buka aja. Jadinya cukup dibersihkan pakai air. Lalu muka dimasukkan sebentar saja ke lubang satu alat bernama magic mirror. Alat ini dengan cepat melakukan pemeriksaan keadaan kulit. Semacam di-scan gitulah. Lalu, taraaaa… kita bisa melihat hasilnya di layar laptop Dokter Heni. Duh, sayang, waktu itu saya kelupaan ngambil foto hasilnya. Tapi biar kebayang kayak apa hasil analisisnya saya sertakan foto punya Evi.

Kayak gini nih:

Terus terang, ini pengalaman pertama saya diperiksa kulit sedemikian detail. Jadinya excited banget sekaligus takut. Foto itu memperlihatkan analisa keadaan kulit muka secara menyeluruh. Mulai dari pore, roughness, wrinkle, spot, UV Acne, UV Spot, dan UV moisture. Kece ya!

Ternyata oh ternyata, kata Dokter Heni, kulit saya ini kombinasi. Dan… dan… agak bikin syok juga pas dikasih tahu ternyata kulit saya lebih tua dua tahun dari usia sebenarnya. Dokter Heni menunjuk menjelaskan sambil menunjuk ke gambar diagram batang di layar. Tentang area-area age spot-nya, kerutan, bibit jerawatnya di mana saja, sampai daerah lembapnya. Area kerutannya itu loh… liatnya bikin merinding 😥 Sebelumnya saya sudah merasa kalau kulit saya ini sensitif banget, tapi ternyata dilihat dari diagram ini sensitifnya agak kebangetan. Sudah sampai 61%. Menurut Dokter Heni, kulit yang baik itu adalah yang tingkat sensitifitasnya mendekati 0%. Huaaa… jadinya kepengin nangis guling-guling. Tapi tenang, kayaknya itu tindakan terlalu ekstrem, karena saya kan bakalan dirawat Karadenta Clinic. Sepertinya saya mesti ekstra kerja keras nih merawat kulit muka. Udah gak bisa cuek-cuekan lagi.

Obat Racikan, Nay or Yay?

Kalau dibandingkan sama keadaan muka Evi, ternyata dia tingkat sensitifitasnya di bawah saya. Usia kulit wajahnya pun hanya lebih tua setahun dari usia kulit sebenarnya. Cuman Evi punya masalah jerawat batu. Saya juga suka muncul-muncul sih, tapi satu-dua. Saya jadi ikut nyimak penjelasan Dokter Heni juga saat menjelaskan keadaan kulit Evi. Buat bekal merawat kulit saya juga.

Dokter Heni menanyakan apakah Evi sempat memakai obat racikan? Evi menjawab memakai cukup lama tahun lalu. Sebelumnya dari remaja saya juga pernah beberapa kali memakai obat racikan. Bahkan yang banyak dijual bebas. Efeknya memang bikin muka putih dan kinclong dengan cepat. Tapi pas abis, dalam waktu cepat pula muka saya jadi kusam. Anehnya, ketika pakai lagi, keadaan muka enggak balik lagi secerah waktu pemakaian pertama. Tahun lalu, saya juga sempat pakai sebentar. Setelah habis, tidak saya teruskan. Jadi efeknya di muka enggak sampai break out.

Dari penjelasan Dokter Heni, saya jadi tahu bahayanya memakai obat racikan. Begini, biasanya obat racikan mengandung tretinoin, hydroquinone, dan steroid. Ketiga zat itu mengakibatkan kulit menipis, mengelupas, sampai sensitif. Jangan-jangan nih, tingkat kesensitifan kulit saya yang tinggi akibat dulunya sering pakai obat racikan juga. Luar biasanya ya, obat racikan ini sekali dioles bakalan bertahan di kulit selama tiga hari. Oke aja sih kalau cuman pakai seminggu sekali, karena bisa jadi merangsang mood kulit. Itu pun ada jangka waktunya loh, cuman buat tiga bulan. Yang bahaya itu kalau dipakai tiap hari, soalnya jadi ada penumpukan zat aktif. Bukannya bikin kulit sehat, malah kulit jatuhnya enggak sehat 😥 Saat berhenti, muka memebri reaksi yang cukup ekstrem, kayak berflek, kusam, bahkan jerawatan. Ada loh yang seumur hidup gak pernah jerawatan, jadi jerawatan setelah berhenti pakai obat racikan. Kalau saya sendiri reaksinya jadi kusam, berflek, dan sensitif banget.

Terus gimana dong buat kita-kita yang udah terlanjur pernah pakai obat racikan? Dokter Heni bilang solusinya adalah pola hidup sehat dan perawatan biasa, kalau bisa alami. Apalagi buat yang sudah berusia 30 tahun ke atas. Jadi-jadi-jadi kayak gimana itu? Pola hidup sehat ya seperti tidur cukup, menjaga pola makan, dan olahraga. Kalau pakai yang alami misalnya pakai masker tomat tiap hari, itu loh bagian berair dari tomat.

Tapi nih kata Dokter Heni lagi, sebenernya produk apa pun kalau dipakai terlalu lama akan selalu menyebabkan kejenuhan kulit. Solusinya, kulit mesti dikasih treatment. Di Karadenta Clinic sendiri ada paket treatment yang enaknya, cuman dilakukan dalam waktu setengah jam! Efisien banget kan waktunya. Buat kita-kita yang cuman bisa menyisihkan sedikit waktu buat treatment, ini pilihan paling oke. Treatment-nya pun lengkap loh, yaitu laser black doll, laser IPL, mikrodemabrasi, masker, lalu terakhir diberi serum dan sunblock. Lengkap banget ya.

Pengalaman Laser Pertama di Karadenta Clinic

Sebelemu sesi konsultasi berakhir dengan Dokter Heni yang ramah, saya bertanya apakah rangkaian treatment itu bisa mengecilkan pori-pori dan menghilangkan bekas jerawat serta flek hitam? Katanya bisa setelah beberapa kali treatment. Huuft leganya, saya jadi semangat menjalani seluruh proses tindakan.

Laser Black Doll

Ini adalah pengalaman laser pertama buat saya. Saya udah ngebayangin aja prosesnya bakalan sakit, dan keribetan yang bakal saya hadapi sesudahnya. Menjaga enggak kena sinar matahari atau sejenis itulah. Ternyata enggak loh. Oke, saya ceritain kronologisnya ya.

Masuk ruangan saya disambut Mbak terapis dengan suara yang merdu. Saya dipersilakan untu tiduran di atas tempat tidur. Kemudian muka saya dibersihkan menggunakan spon. Lalu muka diolesi milk cleanser. Di proses ini, saya diminta untuk memegang alat yang tersambung ke mesin. Selesai itu, wajah dibersihkan lagi, baru diolesi astringent. Seluruh proses itu menggunakan alat mesin. Sehingga terjamin higienis dan cepat. Berikutnya mata saya ditutup oleh kacamata karet, kemudian muka diolesi krim karbon. Barulah laser black doll ditekan ke muka. Ternyata dilaser ini enggak sakit sama sekali. Hangat saja ke muka, hanya saja sensasi hangat itu terasanya seperti sengatan. Fungsi laser pertama ini buat mencerahkan kulit, bikin pori-pori muka mengecil, sampai merangsang produksi kolagen kulit yang bikin kulit kelihatan awet muda. Kerennya, laser black doll bekerja sampai lapisan kulit dalam loh.

Laser IPL

Setelah muka dibersihkan dari sisa krim karbon, selanjutnya wajah diberi gel yang terasa dingin di kulit. Barulah laser IPL beraksi di muka. Ditekan-tekan dengan pola memutari wajah sebanyak dua kali. Rasanya laser ini juga hangat, dan enggak sakit sama sekali juga. Saya jadi ngerasa istilah ‘buat cantik itu sakit’ ternyata enggak selalu berlaku. Cuman kalau ‘buat cantik itu harus selalu ada usaha’ mah ya teteeep. Oh iya, fungsi dari laser IPL ini juga bisa ngecilin pori dan ngilangin flek muka. Dua itu mah sih masalah saya banget.

Mikrodemabrasi Plus Masker

Lagi, muka saya dibersihkan. Sehabis itu barulah muka diangkat sel-sel kulit matinya dengan proses mikrodemabrasi. Ini memakai alat yang menyedot sel-sel kulit mati di permukaan kulit. Rasanya kayak muka disedot gitu pakai vacuum. Prosesnya cepet banget. Tahu-tahu udah beres. Mbak Terapisnya lalu memijat muka, kemudian memakaikan masker. Setelah maskernya kering, muka dibersihkan kembali.

Serum dan Sunblock

Terakhir nih muka dikasih serum dan sunblock. Biasanya meskipun urutan treatment-nya sama, yang bikin beda tiap orang dikasih serum yang sesuai sama masalah kulitnya.

Dan… selesai deh semua treatment-nya. Beneran loh, cuman setengah jam aja. Muka jadi kerasa bersih, ringan, dan seger. Dan yang penting lagi, abis itu muka enggak merah-merah atau ada sejuta pantangan buat jaga hasil treatment-nya.

Serangkaian treatment yang bikin muka sehat itu terjangkau loh, cuman 500 ribu. Kalau mau pilih single laser IPL harganya 150 ribuan. Jadi enggak ragu kan mencoba pengalaman pertama buat laser muka kayak saya? Silakan loh dateng ke Karadenta Clinic.

Karadenta Clinic

Jl. Rereng Wulung No. 27, Cikutra, Bandung.

Telepon 022-20455887 / 082130156699

Website: http://www.karadentaclinic.com

Instagram dan Twitter : @karadentaclinic

Facebook Page: Karadenta Clinic

Jam buka: Pk. 10.00 – 18.00 WIB

[Review] Novel Islah Cinta: Mencari Hakikat Cinta di India

Ada tiga kesulitan menulis novel bernuansa Islami menurut saya. Pertama, membutuhkan riset yang matang. Karena berhubungan dengan agama, tidak boleh ada satu kandungan atau ajaran yang melenceng dari agama Islam. Kedua, bagaimana meramu pesan moral tanpa penyampaian yang menggurui. Ketiga, membuat karakter yang manusiawi namun tetap mencerminkan perilaku ke-Islamannya atau minimal tidak mencemarkan agama. Buat saya ketiga hal itu merupakan kunci penulisan novel Islami. Maka ketika saya mendapat novel Islah Cinta, saya penasaran dan menduga-duga, akan seperti apakah tulisan Mbak Dini Fitria ini.

Saya mengenal Mbak Dini Fitria sebagai presenter acara Jazirah Islam beberapa tahun lalu, dan penulis novel seri Scapa Per Amore. Namun baru kali ini saya berkesempatan membaca karyanya.

Penulis Islah Cinta: Mbak Dini Fitria (sumber gambar google)

DATA BUKU

Judul: Islah Cinta

Penulis: Dini Fitria

Penerbit: Falcon Publishing

Tebal: 307 Halaman

Cetakan: I, 2017

ULASAN ISLAH CINTA

Novel Islah Cinta menceritakan tentang Diva, seorang presenter acara Oase Ramadhan. Diva dengan rekannya, Jay, bertugas meliput Islam di India. Tujuan liputan tersebut adalah untuk mengangkat Islam yang rahmatan lil alamin yaitu Islam yang penuh cinta, membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh semesta. Berbagai masalah muncul sejak Diva sampai ke India. Salah satu yang menohoknya adalah penggantian guide akibat tour guide lama mendapat musibah. Bencana pula bagi Diva, karena penggantinya adalah sang mantan yang menorehkan luka dalam di hatinya. Sementara Diva tengah dekat dengan Maher yang ditemuinya di liputan sebelumnya di negara lain. Apakah Diva mendapat bahan liputan yang memberinya pencerahan? Apakah Diva mendapat jawaban hakikat cinta di India? Lalu ke mana hati Diva dilabuhkan?

Pertemuan yang tak pernah kuharapkan itu telah membuat kacau pikiran dan perasaanku. Bagaimana bisa aku menemukan kaidah Islam yang penuh cinta di tengah kebencian yang makin menyeruak dengan munculnya wajah dan luka lama? –Halaman 11

Cerita dibuka dengan cuplikan berita mengenai teror bom yang dilakukan teroris. Menyentil tentang isu Islam sebagai agama yang dituduh penebar teror. Saya seperti menemukan triger mengapa acara Oase Ramadhan yang dipresenteri Diva mengambil topik Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Maju ke bab pertama, konflik baru muncul dengan kehadiran Andrean, mantan Diva yang telah menikah. Di sini, Mbak Dini sudah langsung memancing emosi pembaca. Lika-liku masa lalu Diva dan Andrea memang menjadi konflik yang mengaduk-aduk perasaan, pembaca turut larut ke dalam dinamika hati Diva. Seolah dibawa mengalir ke air terjun yang deras, kemudian mengambang di sungai, lalu merasakan pasang surut ombak di lautan.

Aku ingat semuanya seolah baru saja kualami kemarin. Rasanya seperti memasuki sebuah tabula waktu yang membawaku ke angkasa, lalu menjatuhkan tubuhku begitu saja ke tanah kemudian membusuk seiring musim.  –Halaman 26

Sebagian besar latar tempat di Islah Cinta adalah India. Merupakan salah satu bagian terbaik dari novel ini. Islah Cinta bukan termasuk novel bertema jalan-jalan kemudian menemukan cinta dalam perantuan. Lebih dari itu, latar tempat diangkat sangat menyatu dengan cerita dan memiliki alasan fundamental. Pemilihan India sama sekali tak mubazir atau sekadar gaya-gayaan mengangkat latar luar negeri. Apalagi dieksplorasi dengan baik. Pembaca diajak mengenal jejak-jejak sejarah Islam di India, hingga perkembangan Islam saat ini. Mbak Dini dapat dengan baik mendeskripsikan tempat hingga pembaca dapat melihat jelas dalam benaknya. Simak deskripsi berikut ini:

Dari lantai atas minaret di sisi sebelah kiri pintu timur ini aku bisa melihat ke arah dua sisi, ke arah depan mimbar yang berhadapan lurus dengan tempatku berdiri, juga ke arah luar masjid. Aku bisa melihat dengan jelas pemandangan kawasan jama masjid di sela-sela lilitan kabel-kabel listrik yang berselang seling tak beraturan. Jalanan begitu padat, tidak hanya dipenuhi kendaraan tetapi juga gerombolan manusia yang menyemut hampir di semua sudut jalan. Kedai-kedai dengan beraneka rupa barang pun berserakan menawarkan kebutuhan sandang pangan. –Halaman 47

Banyak pengetahuan mengenai kebudayaan India yang bisa diambil dari Islah cinta. Mbak Fitria menceritakan kulturnya, makanan khasnya, karakter penduduknya, sampai kebudayaannya. Termasuk ke dalamnya bagaimana perilaku umat yang gandrung melakukan ziarah ke makam. Menariknya, meskipun banyak menggunakan sempalan bahasa asing dan mengenalkan istilah-istilah asing, pembaca tak akan menemukan catatan kaki. Semua hal berbau asing itu dijelaskan dalam narasi dan dialog. Satu teknik yang sulit diterapkan. Mbak Dini sukses menggunakan teknik ini.

Musik itu namanya qawwali, musik sufi muslim tradisional yang berakar dari Persia dan populer di Asia Selatan. Tujuannya tak jauh beda dengan whirling dervishes, tarian Turki, yang berupaya berhubungan langsung dengan illahi dan mencapai ekstase spiritual. –Halaman 16

Misalnya bahwa India yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya dapat lebur dalam satu bingkai ‘toleransi’. Bagi saya yang jarang menonton film dan membaca buku India juga hanya tahu Taj Mahal, banyak informasi yang bisa saya dapat dari novel ini.

India memberiku sebuah perspektif yang berbeda dalam memandang sebuah perbedaan. Negeri hindustan yang mayoritas warganya Hindu ini tidaklah memproklamirkan dirinya sebagai negara Hindu. Bahkan memberi tempat untuk agama lain tinggal dan beribadah sesuai dengan kepercayaan mereka. Di sinilah aku merasakan bagaimana sebuah toleransi itu bukan sekadar label yang diagung-agungkan, tetapi ruh yang dihidupkan di dalam setiap hati manusianya. –Halaman 204

Saya terkesan membaca sejarah Islam di India dalam novel ini. Teknik penyampaian informasinya pun tidak bertumpuk dan membuat pusing. Informasi dibagi-bagi dari beberapa sumber. Tour guide, saat liputan, hingga orang-orang yang ditemui Diva selama perjalanan. Sebagian dinarasikan, sebagian dalam dialog, dengan pembagian yang proporsional. Tampak bahwa Mbak Dini telah melakukan riset yang matang. Kalau melihat latar belakang Mbak Dini sebagai presenter acara Islam, saya yakin pengetahuan yang dibagi dalam novel ini juga hasil riset turun ke lapangan.

Cinta dan agama adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Islam adalah agama yang lahir dari zat yang penuh cinta untuk disebarkan ke seluruh penjuru dunia, karena Tuhan menciptakan manusia tidak hanya dari satu jenis dan suku saja. –Halaman 78

Tokoh sentral dalam Islah Cinta ada empat orang, yaitu Diva, Andrean, Jay, dan Maher. Keempatnya digambarkan dengan manusiawi. Memiliki kekurangan yang cukup banyak, tapi tetap berhasil mendapat simpati pembaca. Misalnya Diva yang mudah terpancing emosi dan bisa melakukan kesalahan besar, sifat itu tak lantas membuat saya sebal padanya. Tapi justru maklum dan related. Meskipun saya tak memiliki tokoh favorit. Diva pun diperlihatkan sebagai perempuan mandiri, terbukti dengan cara kerjanya yang profesional sebagai seorang presenter. Mbak Dini luwes menjelaskan suka duka presenter yang bertugas liputan di luar negeri. Secara tidak langsung, Mbak Dini sedang membagi pengalaman pribadinya sebagai presenter. Kemudian, pemilihan karakter saingan cinta Diva yang digambarkan hampir sempurna justru menambah empati saya. Senang rasanya kembali menemukan novel yang tidak memasang antagonis dengan sifat buruk. Justru ketika saingan protagonis ini sepadan, konflik cinta menjadi gereget. Perang batin tokoh utamanya menjadi hidup.

Masa muda itu tidak pernah bisa diulang jadi gunakan untuk benar-benar mencari cinta sejatimu yang nanti bisa kau banggakan dan kenang hingga tua. –Halaman 149

Novel ini menggunakan tata bahasa yang renyah. Mudah dicerna, namun kaya kosakata, dan memiliki diksi indah. Kalimat-kalimat puitis ditebar dalam porsi yang pas. Banyak kalimat yang quotable juga. Seperti petikan-petikan berikut ini:

Jika kekuatan cinta sudah menyentuh kalbu, semua manusia akan berubah menjadi pujangga. –Halaman 185

 

Cinta adalah udara yang terus berembus meski kau tak pernah memilikinya. –Halaman 150

 

Manusia tidak akan bisa bahagia tanpa adanya cinta. Cinta itu ibarat garam. Cinta itu ibarat bintang. Cinta itu juga yang akan selalu meremajakan hasrat, setua apa pun kita nanti. –Halaman 230

 

Dalam cinta tidak cukup hanya hasrat tapi juga pengorbanan dan rasa maaf. Tugas cinta itu adalah memberi dan membahagiakan tanpa perlu berharap dengan hitungan yang sama. –Halaman 292-293

Islah Cinta kaya akan konflik. Banyak topik diangkat tanpa tumpang tindih. Tentu sorotan utamanya adalah kehidupan umat Islam di India yang mayoritasnya beragama Hindu lewat pencarian hakikat cinta Diva. Jangan membayangkan isu-isu dan ajaran Islam dijejalkan ke benak pembaca dengan cara menggurui. Penyampaian pesan Islah Cinta begitu halus. Pembaca diajak bertualang dalam benak Diva yang penuh pertanyaan-pertanyaan. Di mana jawabannya selalu tak disimpulkan begitu saja, tetapi mengajak pembaca ikut menyusun konklusinya sesuai dengan proses pikir masing-masing. Begitu pula dengan hakikat cinta yang dicari Diva. Islah Cinta menanamkan perspektif tanpa melabeli bahwa persepktifnya paling benar.

Jika kita sudah memahami rasa cinta terhadap Tuhan kita tidak akan kesusahan menyayangi sesama. –Halaman 78

Selesai membaca novel ini, saya puas, karena tiga kesulitan menulis novel Islami dapat dilewati oleh Mbak Dini.  4 Bintang untuk buku ini. Saya rekomendasikan novel Islah Cinta bagi kamu yang ingin mengetahui seperti apakah wajah Islam di India.

If you can survive in India, you can survive in any part of the world. –Halaman 167

Nonton Serial dan Baca Komik Online Tanpa Buffering Dengan Andromax L

Akhir-akhir ini ada dua hal yang bikin saya seneng sekaligus baper. Nonton serial drama dan baca komik online. Cara cari inspirasi, belajar kehidupan, sekaligus menghibur diri. Dua kegiatan tadi sama-sama saya nikmati di smartphone. Alesannya simpel aja. Soalnya bisa nonton atau baca di mana pun dan kapan pun. Sambil olahraga, nyambi nungguin gorengan mateng, nungguin antrean, atau sambil nyetrika baju. Enggak diribetin sama mesti bawa-bawa DVD sama TV. Abis gimana lagi, saya enggak punya senter pengecil Doraemon sih. Untungnya ya teknologi terkini memungkinkan kita nonton dan baca di gawai.

Porsi terbanyak nonton biasanya di malam hari sebelum tidur, ceritanya sih biar cepet ngantuk, efeknya malah jungkir balik. Boro-boro tidur pules, yang ada bablas nonton sampai pagi. Belum lagi jetlag bapernya bikin kebawa-bawa drama dalam kehidupan sehari-hari 😄 Baca komik online juga gitu, niat hati baca satu episode aja, nyatanya keasyikan sampai tiga puluh episode lebih. Heuheu….

Ketawa-ketawa nonton streaming serial drama pakai Andromax L

Satu hal yang bikin sebel saat nonton dan baca komik online: buffering. Misalnya nih, filmnya berenti pas banget adegan tokoh cowoknya mau ngomong sesuatu. Gambar freeze gitu di adegan si cowok mangap. Untungnya ya ganteng, jadi mau lagi mangap enggak kontrol atau ngupil sekalipun tetep keliatan kece. Tapi-tapi-tapi kan saya dibikin penasaran yang menguji kesabaran kayak lagi ujian 😄 Atau nih ketika baca komik online, lagi seru-serunya, pas scroll-scroll ke bawah, eh… bukannya keluar adegan berikutnya malah muncul papan catur. Mana lagi adegan yang bikin berderai-derai air mata lagi. Sedihnya jadi nanggung, kayak di-pause gitu. Memang sih, memutar film dan menampilkan banyak gambar itu butuh gadget yang mumpuni dan jaringan stabil.

Baper sendiri pas nonton streaming drama pakai Andromax L

Untungnya dua kegiatan favorit saya itu enggak pernah keganggu buffering karena saya pakai Andromax L yang menggunakan teknologi 4G Voice Over LTE-nya Smartfren. Kamu jadi penasaran enggak sih sama Andromax L si hape menawan anti buffering ini? Saya jelasin dikit ya.

Berteknologi Voice Over LTE

Andromax L ini memakai teknologi Voice over LTE dari Smartfren, sehingga kualitas suaranya jernih. Kualitas HD. Voice call dan video call pun tersambung cepat, dan perpindahan dari voice call ke video call-nya pun gampang. Karena jaringannya cepat dan stabil. Pastinya menjauhkan kita dari ke-buffering-an saat nonton drama streaming dan baca komik online. Bukan ngejauhin kamu sama gebetan loh ya. Jaringannya wush-wush enggak keputus-putus. Jauh-jauh deh adegan laga yang gambarnya ndut-ndutan saking seringnya di-pause paksa sama buffering. Satu lagi yang bikin happy, teknologi VoLTE ini kecepatannya tetep maksimum buat browsing dan download meskipun dipakai teleponan. Jadinya download-an serial drama kamu enggak terhenti meskipun Andromax L-nya kamu teleponan.

Gratis Internet 4G Total 30 GB!

Sebagai penonton serial drama streaming yang satu judul aja episodenya bisa mencapai puluhan, punya stok kuota banyak itu harga mati. Dan sebagai pembaca komik online yang satu judul komiknya nyampe ratusan episode, punya kuota unlimited itu wajib hukumnya. Andromax L ini pengertian banget dengan dahaga kita akan kuota buat nonton dan baca komik online, soalnya ada bonus internet 4G sebesar 30GB buat setahun.

Detailnya begini…. Kita dapet bonus 2GB buat aktivasi. Lalu dapet bonus 4GB lagi saat buat pengisian pulsa pertama. Terus, selanjut-selanjutnya kamu bakalan dapet bonus 2 GB tiap ngisi pulsa tiap bulan selama sebelas kali. Berapa sih ketentuan isi pulsanya? 60 ribu aja tiap bulannya kok. Tuh, setahun dapet 30 GB bisa buat nonton drama berapa episode? Buanyaaaak dong. Menghindarkan dari kejadian, udah nunggu episode barunya seminggu, giliran udah keluar, keabisan kuota. Nyesek banget itu pasti, ke-pending nonton idola, kayak nonton drama pinalti yang gagal digolin.

Desain Andromax L

Andromax L ini punya desain cantik elegan. Kamu bisa pilih salah satu dari tiga warnanya: hitam, putih emas, dan hitam emas. Resolusi layarnya 720 x 1280 piksel dengan layar sentuh selebar 5.0 inch. Cukup nyaman buat mantengin serial drama kesayangan berjam-jam. Mana dilengkapi pelindung layar 2.5D Dragontrail Glass yang anti gores lagi. Jadi kalau enggak sengaja garuk-garukin layar saking gemes sama tokoh antagonisnya, layar Andromax L tetep kece tanpa jejak goresan. Spesialnya lagi, ada fitur SVI alias Sunlight Visibility Improvement yang bikin mata kita  nyaman saat nonton dan baca komik online di bawah terik matahari. Oh iya, di Andromax L ini kamu bisa menaruh microSD berkapasitas sampai 32GB

Dual Camera

Andromax L dilengkapi dual camera, yaitu kamera belakang 8 Megapixel dan kamera depan 5 Megapixel. Keduanya memiliki fitur autofocus serta LED Flash. Hasil fotonya berkualitas, terang, dan jernih. Sekalipun kamu berfoto dalam kondisi low light.

Udah enggak sabar pengin ngedrama sama Andromax L, tapi masih khawatir sama harganya? Tenaaang… Andromax L ini dibandrol dengan harga terjangkau, yaitu Rp.1.249.000,- Jadi enggak ragu dong, bergabung sama saya nonton serial drama dan ngomik online pakai Andromax L. Yuk ah, kita saling rekomendasiin film dan komik seru-seru buat dinikmati di Andromax L kesayangan.

Spesifikasi Andromax L:

  • Tipe Layar: IPS Capacitive touchscreen, 16M colors
  • Pelindung: 2.5D Dragontrail Glass
  • Resolusi Layar: 5.0 inches, 720 x 1280 pixels
  • OS: Android Marshmallow
  • Processor: Qualcomm Snapdragon 212, Quad Core 1.3 GHz Cortex A7
  • RAM: 2 GB
  • Memori Internal: 16 GB
  • Memori Eksternal: microSD up to 32 GB
  • Sim Card: Dual Sim
  • Kamera: Kamera belakang 8 Megapixel, kamera depan 5 Megapixel
  • Kapasitas Baterai: Li-Ion 2.400 mAh
  • WLAN: Wifi 802.11 b/g/n, Bluetooth v4.0, microUSB v2.0
  • Internet: 4G VoLTE
  • Fitur: Smart Screen Feature, Sunlight Visibility Improvement

Sempurnakan ‘Aku Cantik Indonesia’ Dengan Sariayu Color Trend Inspirasi Gili Lombok 2017

img_20170225_123304_20170228224627924

Sempurnakan ‘Aku Cantik Indonesia’ Dengan Sariayu Color Trend Inspirasi Gili Lombok 2017 – Saya punya muka yang sensitif, karena itu selain saat bepergian, saya selalu membiarkan muka saya polos dari makeup. Biasanya itu pun dipulas memakai warna eyeshadow coklat atau oranye tipis dan lipstik oranye juga biar enggak kentara. Sebenernya ceritanya bukan bermaksud ‘makeup no makeup‘, tapi emang enggak pede aja kalau pakai warna mentereng. Sayangnya, kadang warnanya enggak sesuai sama baju yang saya pakai. Saya pikir mesti sekali-sekali saya berani mendobrak dinding rasa enggak pede itu dengan berani mengeksplorasi warna.

Momen itu pas banget kedatangannya dengan undangan launching product Sariayu Color Trend Inspirasi Gili Lombok 2017, tanggal 25 Februari lalu. Saya pun berangkat dengan semangat ke Leon – Jakarta Selatan, dengan mengenakan dresscode baju berwarna hijau yang beraroma budaya. Ada sekitar 80 beauty blogger yang diundang ke perhelatan tersebut. Kami langsung disambut oleh fotografer yang mengambil foto kami dengan antusias di photobooth cantik yang disediakan Sariayu.

img_20170225_112429

Antrean beauty athusiast di depan photobooth Sariayu

Selain menu utama memperkenalkan produk baru Trend Warna Sariayu 2017, di acara itu Sariayu juga menghadirkan dua brand ambassador tahun ini, yaitu Tika Bravani dan Brenda. Keduanya terpilih karena sesuai dengan kriteria Sariayu, yaitu cantik luar dalam. Menurut saya sendiri, Tika ini memang punya wajah khas yang sangat Indonesia sekali. Cocok bangetlah sebagai brand ambassador Sariayu dengan tema tahun ini: Aku Cantik Indonesia. Ibu Wulan Tilaar sempat menjelaskan Gili – Lombok menjadi inspirasi Sariayu karena keindahan alam dan budayanya. Lombok ini memang salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas buat sektor wisata bahari. Luar biasanya, Sariayu ini bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata lewat program Wonderful Indonesia, jadinya tren warna 2017 ini sekaligus buat mempromosikan pariwisata Indonesia. Karena inspirasinya dari Indonesia, udah pasti dong tren warna terbaru ini sesuai dengan warna kulit dan karakter wajah wanita Indonesia.

img_20170225_123107

Warna Kain Tenun Lombok Dalam Makeup

Tren warna Sariayu Gili Lombok 2017 ini terdiri dari empat produk, yaitu liquid lipstick, liquid eyeshadow, eyeshadow palette, dan two way cake. Kamu bakalan menemukan warna-warna khas kain tenun Lombok. Mulai dari warna cerah seperti pink, oranye, hingga ungu dengan sentuhan keemasan. Sampai warna gelap seperti biru tua, coklat, dan hitam. Warna-warnanya cakep-cakep deh.

img_20170225_143304

Selain warna-warna baru, produk tren 2017 ini juga punya kandungan istimewa, yaitu ekstrak tanaman Flamboyan, Amethys powder, vitamin E, dan tabir surya. Fungsinya buat merawat kulit kelopak mata dan bibir, sekaligus melindungi dari iritasi dan pengaruh buruk sinar matahari. Lengkap banget ya. Buat saya yang jarang care merawat kulit kelopak mata, jadi berasa lega gitu.

Duo Lip Color

Lipstik tren Gili Lombok ini punya tipe duo lip color karena tiap item-nya memiliki dua pilihan glossy dan matte. Jadi enggak usah beli lagi glossy terpisah. Kalau saya pribadi sih lebih suka matte, cuman dalam mood dan keadaan tertentu aja pakai yang glossy. Duo lip color ini punya enam warna pilihan, ada pink, oranye, sampai ungu. Warnanya langsung bikin saya jatuh hati. Kalau biasanya saya selalu pakai lipstik dengan paduan dua sampai tiga warna buat menghasilkan satu warna yang saya sukai, kali ini cukup satu warna asli si lipstiknya. Terutama nih warna pink dan oranyenya. Enggak mentereng dan nge-blend sama warna bibir saya. Dan saya juga suka banget wewangian yang menguar dari lipstiknya.

Memakai duo lip color tipe GL-02 matte

Memakai duo lip color tipe GL-02 matte

Liquid Eyeshadow

Liquid eyeshadow ini punya dua warna dalam satu stik, cocok buat kamu yang suka memadumadankan warna. Koleksi warnanya sendiri ada 12. Mulai dari warna cerah kuning emas, hingga oranye bernuasa keemasan. Ada juga warna dark seperti coklat hingga hitam. Di tempat acara saya sempat mencoba warna gelap dan warna paduan hijau muda-tua. Karena belum pernah pakai liquid eyeshadow, saya minta tolong dipakein Mbak dari Sariayu yang cekatan membantu. Tapi pas di rumah saya coba sendiri, ternyata cara pakainya gampang. Cukup diratakan pakai tangan. Karena bentuknya cairan, jadi cepet menyatu dengan kulit. Kerasa lembut dan gak gak bikin kering.

img_20170225_115826

Memakai liquid eyeshadow tipe GL-05

Eyeshadow Kit

Ada delapan pilihan warna natural dalam eyeshadow kit. Semuanya berwarna lembut, termasuk pinknya. Saya suka semua warnanya, terutama si coklat yang bakalan paling sering saya pakai.

Two Way Cake

Saat tahu two way cake Sariayu ini mengandung paduan ekstrak bunga Gardenia yang berperan sebagai antioksidan, dan vitamin E yang membantu melindungi kulit dari tanda-tanda penuaan dini sekaligus antipolusi, saya bersorak senang. Maklumlah ya, sebagai yang sudah berumur thirty something, saya mesti merawat muka dari tanda-tanda penuaan. Two way cake ini juga punya SPF 15 buat melindungi wajah dari pengaruh buruk sinar matahari.

img_20170225_132452

Saya dan kembaran memakai riasan Trend Warna Sariayu 2017 Inspirasi Gili Lombok dengan pilihan warna beda

Saya memilih two way cake berwarna natural dari tiga pilihan warna yaitu light, natural, dan dark. Soalnya warna itu yang paling sesuai di wajah saya. Pas diusapin di wajah, kerasa deh teksturnya yang lembut. Soalnya two way cake Sariayu ini memakai teknologi micronization technology yang ngasilin micronized powder. Sekali usap aja bedaknya udah menempel sempurna. Senengnya, bedaknya tahan lama, bikin wajah saya enggak mengkilap.

Ramah di Kulit Sensitif dan Halal

Seperti yang saya sempet ceritain tadi, kulit saya ini sensitif banget. Setelah percobaan pertama di acara, saya yang tergoda banget kepengin nyoba-nyoba warna-warna lain dari Seri Trend Warna Sariayu Gili Lombok ini bereksplorasi di rumah. Ternyata memang cocok di kulit sensitif saya. Soalnya sepulang acara dan keterusan pakai di hari-hari setelahnya, enggak ada tanda-tanda kulit saya alergi. Kulit muka enggak gatel dan tetep adem ayem. Memang seri terbaru Sariayu ini terbuat dari bahan-bahan alami yang aman di kulit. Plus, kita bisa tenang pakainya karena sudah bersertifikasi halal.

pixlr_20170228215748750

Eksplorasi Seri Trend Warna Sariayu 2017 Inspirasi Gili Lombok memakai duo lip color GL-05, liquid eyeshadow GL-05 dan GL-06, dan two way cake natural-02.

So, kamu siap dong ngadepin tantangan explore your liquid beauty memakai seri Trend Warna Sariayu 2017 Inspirasi Gili Lombok. Sempurnakan cantikmu, lalu katakan dengan bangga: Aku Cantik Indonesia.

[Blog Tour] Review + Giveaway Novel Carlos: Persahabatan Lintas Perbedaan

img_20170221_232414

Kisah persahabatan antara manusia dengan hewan ini menarik perhatian saya, karena saya sendiri mengalaminya. Bersahabat dengan kucing. Yang menggelitik kemudian adalah bagaimana penulis mengeksekusinya.

Sebelum membahas lebih jauh tentang novel Carlos, mari kita kupas dulu tentang penulisnya.

erin-cipta

Kenalan Dengan Erin Cipta

Erin Cipta, ibu dua anak gadis kelahiran Cilacap, 16 April 1979. Tinggal di desa, bertani, dan mengelola perpustakaan umum di lingkungannya.  Kesehariannya mengurus anak dan kucing-kucing piaraan sambil menulis. Hindarilah memintanya bernyanyi, demi kesehatan telinga Anda. Namun jangan sungkan untuk minta dibuatkan mendoan  dan teh sereh jika Anda berkunjung ke rumahnya. Dengan senang hati ia kan membuatkannya.

Alumni Kampus Fiksi ankatan 14 ini kadang menulis untuk media massa, baik di Indonesia maupun di Taiwan. Tentu pula, lebih sering di sosial media. Jika sedang sangat santai, ia akan menulis di storial.co dan blognya.

Bisa dikunjungi di Desa Karangjati, Kec. Sampang, Kab. Cilacap. Atau melalui akun media sosial yang dimilikinya. FB: Erin Cipta, Twitter: @erin_cipta, IG: @erincipta, dan Email: erincipta@gmail.com.

Mengenal Lebih Jauh Erin Cipta Di Sesi Wawancara

Seperti biasa, saya selalu kepengin nanya-nanya sama penulis novel yang saya review bukunya. Berikut wawancaranya:

  1.  Selama proses menulis Carlos, apakah ada kesulitan yang sempat membuat ingin menyerah?
Ketika mencoba menambah jumlah halaman agar memenuhi kouta minimal yang disyaratkan penerbit, aku tak pernah berhasil dengan baik. Dari 3x percobaan, 3x pula naskah ditolak karena jelek sekali. Cerita melebar dan lepas dari rel.
Naskah baru diterima justru ketika kembali ke awal yang hanya berjumlah 102 halaman saja. Itulah mengapa novel ini jadinya tipis sekali

Mau novel Carlos bertanda tangan Mbak Erin Cipta dari Penerbit Diva Press? Mau dong ngikutin kisah sahabat sejati Ye Feng dan anjingnya yang bernama Carlos yang menggetarkan hati.

2. Apa impian Mbak Erin dalam dunia penulisan?

Aku ingin melihat buku yang kutulis diterjemahkan dalam bahasa asing

3. Ceritakan pengalaman pahit dan paling luar biasa sebagai penulis.

Pengalaman menulisku selalu menyenangkan. Bahkan ketika ditolak atau dikritik pedas pun, aku masih bisa bersenang-senang 😀

carlos

Data Buku

Judul : Carlos

Penulis : Erin Cipta

Penerbit : Diva Press

Tebal : 152 Halaman

Editor : Gunawan Tri Atmojo

ISBN : 9786023913664

Blurb :

CARLOS adalah anjing ras Akita yang diadopsi oleh Ye Feng semenjak masih bayi. Anjing itu bukan sekadar hewan piaraan di rumah ini. Ia adalah anggota keluarga. Sejak tiga belas tahun yang lalu Carlos menemani Ye Feng tumbuh dan melalui hari-harinya. Kedekatan Ye Feng dengan anjingnya melebihi kedekatannya dengan anggota keluarga yang lain. Mereka adalah sepasang sahabat baik yang saling tergantung. Cinta melampaui segala sekat antar keduanya.

Anda bayangkan!

Maka sungguh tak masuk di akal bila disuatu hari, dalam papah dan lelahnya, ada anggota keluarga yang mengusulkan supaya Carlos dieuthanasia. Sungguh kejam, jahat –seperti tidak muncul dari lidah manusia yang disebut-sebut menyimpan hati!

Cerita anjing ini bukan sekadar novel tentang kehidupan seekor anjing, tetapi adalah kehidupan itu sesungguhnya. Sebuah cinta, sebuah hubungan batin tak tepermanai, sebuah keagungan yang denyar-denyarnya sungguh mengharukan dan mengguncang jiwa manusia-manusia yang masih merawat kelembutan hatinya.
Bacalah, tahanlah air mata Anda bila mampu!

Review Buku

Tak salah jika dibilang novel Carlos memiliki gaya penceritaan yang sederhana. Namun bukan dalam artian tak memiliki kosakata yang kaya. Erin Cipta menceritakan kisah Carlos dengan lugu, apa adanya, tapi sarat emosi. Begitu memasuki halaman pertama, pembaca belum disuguhkan konflik, tapi bangunan suasana yang langsung menghangatkan hati. Sebagai pembaca, saya langsung dapat merasakan ikatan kuat antara Ye Feng dan anjingnya yang bernama Carlos.

Ia punya cinta yang sangat besar pada sahabat anjingnya. Cinta yang membuatnya mampu menerobos batas-batas kemampuan diri. Cinta yang membuatnya mampu melakukan hal-hal yang tak terbayangkan. –Halaman 58

Novel ber-cover yang juga menarik oleh kesederhanaannya ini, dibangun oleh banyak sekali narasi. Sehingga dialog yang tercipta, meski tanpa tambahan keterangan bagaimana si tokohnya berekspresi, ditulis dengan kuat dan terbayang jelas di benak pembaca. Bagi pencinta narasi seperti saya, menyenangkan sekali membacanya, tapi untuk yang lebih menyukai banyak dialog pun, novel ini tidak membuat lelah.

Carlos tipe buku yang lebih banyak menceritakan kisah lewat teknik tell, bukan menggambarkan kejadian. Namun saya dibuat terkejut karena itu bukan ganjalan sama sekali, meskipun kebanyakan kejadian hanya diceritakan saja, saya merasa itu pas-pas saja.  Meski memang ada adegan yang berpotensi menyumbangkan dramitasi lebih jika didetailkan dalam satu kejadian.

Perselisihan mereka bukan untuk perkara yang membuat hati masing-masing terkoyak. Betapa pun beberapa kali mereka tak saling sepakat pada satu hal namun ikatan cinta mereka sudah terlalu kuat untuk memupuk rindu. –Halaman 75

Penokohan dalam novel ini dijelaskan cukup terperinci, termasuk bagaimana fisik anjing Carlos. Terkadang penjelasannya padat dalam beberapa paragraf, lain waktu ditebar ke dalam beberapa bagian. Hubungan emosi antar tokohnya pun terasa kuat. Pembaca dapat merasakan seperti apa kedekatan Ye Feng dengan Carlos, dan bagaimana hubungannya dengan setiap anggota keluarganya. Begitu pula dengan latar tempat kejadian, lewat tugas A Ling, pembantu rumah tangga mereka, pembaca diajak mengenal sudut-sudut rumah. Suasana kejadian pun seringkali diceritakan melalui penalaran panca indera A Ling. Atau dari rasa takutnya pada badai Soudelor, pembaca diberi pengetahuan bagaimana keadaan di Taiwan  sana, mulai dari kerusakan hingga reaksi warga. Kemunculan A Ling ini sempat mendominasi di beberapa bab, tapi saya tak merasa sedikit pun tokoh ini mencuri adegan alias mengambil alih posisi tokoh utama.

Carlos dikisahkan dengan jalinan kata yang baik. Rapi secara penulisan, enak dibaca, dan untaian kata yang bagus. Meski masih ditemukan beberapa kali penjelasan yang berulang. Antara bermaksud memberi ‘penegasan’ atau luput dari editan. Namun yang pasti, kalimat-kalimatnya menyihir karena terasa ber-roh sehingga sampai ke hati pembaca. Saya memang menemukan kata yang typo di beberapa bagian, yaitu kata-kata yang seharusnya dipisah spasi, tapi jadinya berdempetan. Namun tidak mengurangi keasyikan membaca.

Nada lagunya tak teratur,, syairnya pun terbata-bata. Namun sangat jelas terasa itu adalah senandung dari kedalaman hatinya yang paling pingit. Senandung tulus seorang pencinta. –Halaman 81

Konflik dalam novel Carlos, tidak hanya berkutat antara persahabatan Carlos dan Ye Feng, ada pula konflik kuat antara orangtua Ye Feng dalam membesarkannya. Carlos memang bukan novel yang menyampaikan konfliknya dengan ambisius. Konflik tidak disajikan dengan runcing, tapi halus namun mengena. Terus terang novel Carlos berhasil membuat saya menangis sesenggukan. Mulai dari pertengahan hingga akhir. Emosi saya diaduk-aduk, dibawa naik turun. Saya dapat merasakan ketulusan dari cinta lintas perbedaan. Cinta yang memupus keterbatasan, dan membuat percaya cinta memang penuh keajaiban. Seperti juga konfliknya yang halus, penyampaian pesan moralnya pun tersampaikan tanpa membuat pembaca digurui. Dan novel ini memberikan saya pengetahuan tentang anjing.

Saya rekomendasikan novel ini bagi kamu pecinta novel bertema persahabatan dan keluarga. 4 dari 5 bintang untuk novel ini.

picsart_02-06-01-29-43

Giveaway Time

Cara ikutannya gampang kok:

1. Follow akun twitter @erin_cipta dan @evasrirahayu

2. Twit info giveaway ini dengan tagar #GACarlos dan mention akun twitter saya dan Mbak Erin.

3. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun twitter dan goodreads kamu.

Ceritakan kisahmu yang paling berkesan dengan binatang peliharaanmu

4. Giveaway ini berlangsung dari tanggal sampai 22– 28 Februari 2017. Pemenang akan dipilih sendiri oleh penulisnya dan diumumkan tanggal 1 Maret jam 8 malam di akun twitter saya @evasrirahayu

5. Ada satu novel Carlos bertanda tangan penulis sebagai hadiah

Ditunggu partisipasinya 😀

 

Review Novel Distance Blues Karya Agustine W

novel-distance-blues1

Pernah ngalamin long distance relationship? Gimana rasanya? Berat sih… tapi ada sisi romantisnya juga kan. Lalu bagaimana kalau seandainya sudah didera hubungan jarak jauh, salah satunya ternyata kena gangguan psikologis? Novel ini memiliki konflik seperti itu. Premisnya promising banget untuk racikan sebuah novel romantis yang menggetarkan.

Simpan dulu rasa penasaranmu tentang ulasan novel Distance Blues, kita kenalan dulu dengan penulisnya.

agustine-w

Kenalan Dengan Agustine

Agustine W. lahir di Kediri, Jawa Timur, tanggal 8 Juni. Karya-karyanya yang pernah dipublikasikan masuk dalam antologi Crazy Writing (2013), Curhatku untuk Semesta (2013), My Life as Blogger (2013) dan Ground Zero: A Crime Behind the Shadow (2014). Selain itu, cerpen duet “Lelakiku, Wanitaku” bersama sahabat, Altami N. D, berhasil menyabet posisi ke-2 nasional dalam ajang “Kompetisi Internasional Dialog Muda” tahun 2014 untuk wilayah Indonesia (diselenggarakan di Indonesia, Guatemala, dan Kenya) oleh organisasi non-pemerintah peduli kesehatan reproduksi anak muda dan HIV/AIDS (pamflet, GWL Muda, dan Hivos) Jakarta.

Bisa dihubungi di surel lioluby@gmail.com dan akun Twitter @agustine_w

Mengenal Lebih Jauh Agustine di Sesi Wawancara

1. Kenapa mengambil tema OCD? Ada kisah pribadi yang melatarinyakah?

Topik OCD itu tema psikologi, latar belakang pendidikanku. Meskipun sekarang nggak menekuni psikologi lagi, aku masih tertarik dengan dunia psikologi. Sekaligus pengen berbagi topik2 psikologi yang mungkin belum dipahami atau dianggap tabu atau dipukul rata dianggap sebagai aib/gangguan jiwa dan sejenisnya, padahal gangguan psikologis itu banyak banget jenisnya. Ya, walau sederhana, semoga bisa menginspirasi pembaca di luar sana.

Selain itu, aku pernah ngalamin kayak Elmi tapi sekarang ragu benarkah aku OCD atau nggak? Soalnya juga kayak Elmi, self-diagnosis gitu, terus konsul sama dosen cuma sekali. Jadi, nggak ada diagnosis sahih yang mengarah ke situ. Tapi gejala yang aku alami bener-bener udah mengganggu sekali. Akhirnya ya berupaya gimana caranya bisa mengendalikan diri. Salah satu cara yang menurutku lumayan ampuh yakni menanamkan kata-kata all is well dari film 3 Idiots di hati dan pikiran. Dari sini aku percaya, apa yang kita pikirkan baik, semuanya akan perlahan membaik. Tuhan mengikuti prasangka hamba-Nya, bukan?

Nah, bedanya aku dan Elmi di sini, Elmi beruntung punya Dirga, bahkan ada Rasyad. Hahaha. Dua tokoh ini fiksi, pun karakter ayah, ibu, Ersa, dan semuanya juga fiksi. Jadi, mencampurkan beberapa persen kisah nyata dengan imajinasi.

2. Riset seperti apa yang dilakukan Titin untuk menulis novel ini? Ada kesulitan ketika melakukannya?

Riset OCD-nya selain ke diri sendiri juga ke dosen dan sempet ngobrak-ngabrik kardus berisi literatur OCD yang sempat dipakai pas zaman kuliah. Hahahaha…

Tantangannya sih, begini… gangguan psikologis itu bisa beda gejala satu orang dengan orang lain sekalipun ‘judul’ gangguannya sama. Jadi, bisa jadi di Elmi gejala yang menonjol adalah terkait ibadah, tapi orang lain mengalami gejala menonjol misalnya yang bahkan nerima uang dari orang lain aja takutnya minta ampun. Takut karena tangan orang lain penuh bakteri. Atau yang semua benda di sekitarnya kudu rapi dan simetris, dll

Jadi, dari situ aku nanya ke dosen (di sini adalah senior ketika kuliah) sama artikel di internet plus bahan pas kuliah itu. Berusaha ‘menerjemahkan’ teori ke bahasa yang lebih dipahami (semoga niat ini tersampaikan :)).

3. Kenapa ya Titin nyiptain tokoh Rasyad yang keturunan Arab?

Awalnya tuh gara-gara kepincut sama aktor India di serial drama Jodha Akbar, si kakak sepupunya Jodha, Jamal. Ini orangnya, Vicky Batra.
Nah, kenapa ‘membelok’ ke Arab? Karena serta merta kepikiran di Indonesia (terutama yang sering aku temui) itu keturunan Arab, bukan India. Jadilah, aku bikin itu Rasyad orang keturunan Arab tapi fisiknya nggak beda jauh dari si Jamal. Anggaplah mereka 11-12 lah walaupun beda asal muasal 😀

Lagian, orang keturunan Arab terkenal cakep-cakep ya… jadi pengen bikin ‘rival’ tokoh cowok utama yang lebih sempurna–katakanlah demikian. Hehehehe. Pengen nunjukin gejolak cewek udah punya pacar tapi digoda sama cowok yang lebih oke dari pasangannya. Hahahaha.

distance-blues2

Data Buku

Judul : Distance Blues

Penulis : Agustine W.

Penerbit : Ping (Diva Press Group)

Tebal : 288 Halaman

Editor : Diara Oso

ISBN : 9786023911097

Blurb :

Memilihmu, haruskah merasa ragu?

Nyatanya, Elmi memang sedang mempertanyakan isi hatinya sendiri. Bukan maunya jauh Dirga, sang kekasih. Lagian, Dirga bekerja untuk masa depan mereka juga, kan? Tapi, Rasyad–chef pemilik restoran Timur Tengah yang ganteng banget–membuat sesuatu di dalam dada Elmi tercampur baur.

Rasyad rajin memberi Elmi kejutan. Ia juga siap jadi “sopir” kalau saja Elmi mau. Sesekali, tindakan Rasyad yang spontan malah membuat Elmi tersentak–Dirga saja belum pernah melakukannya. Apalagi, Dirga bukan tipe cowok romantis yang suka memberi Elmi surprise.

Rasyad yang hadir saat LDR-an, OCD yang butuh terapi, belum lagi Mama yang cerewet dan berputar-putar di kepala Elmi.

Tapi, urusan hati harus diurai, kan? Berarti, Elmi memang harus memutuskan….

Review Buku

Kapan hari jauh sebelum mengikuti program #BacaBarengAlumni KF (acara membaca novel bersama alumni Kampus Fiksi, sebuah sekolah menulis dengan sistem pemberian materi beberapa hari yang didirikan oleh Penerbit Diva Press), sebenarnya saya sudah mengincar novel ini karena cover-nya. Memang sih kalau blurbnya terasa kurang menggigit meskipun berhasil menggambarkan cerita di dalamnya. Namun seperti yang saya ceritakan sebelumnya, premis novel ber-cover cantik ini sangat menjanjikan cerita cinta mengharu biru.

Bab-bab awal Distance Blues sudah menyajikan permasalah OCD yang menimpa Elmi tokoh utamanya. Satu langkah yang tidak menyia-nyiakan waktu pembaca, karena sudah langsung menggiring ke konflik dan membuat penasaran. Masalah psikologis Elmi bahkan digambarkan secara detail. Mulai dari kecarutmarutan pikirannya, sampai teknis bagaimana tingkah laku Elmi yang akhirnya memberinya satu kesadaran bahwa dirinya tidak baik-baik saja. Penulis memakai bahasa baku yang cukup mengalir di narasi, dan gaya bahasa sehari-hari untuk dialog. Penulisannya pun rapi. Good job untuk Agustine dan editor. Namun, teknik penulisan Agustine di beberapa bagian cukup mengganggu saya karena tata bahasanya agak aneh. Seperti kalimat:

Tak ada sanggahan lebih lanjut selain dengusan kecil dari Elmi (Halaman 197)

Atau

Terdengan suara dehaman dari Dirga.

Novel ini terlalu banyak tell ketimbang show. Padahal banyak hal akan lebih sampai ke pembaca bila diceritakan dalam bentuk peristiwa ketimbang narasi yang tergesa. Kemudian teknik penulisan kebanyakan flasback yang tidak perlu. Mengapa tidak perlu? Karena bukan menceritakan masa lalu. Satu peristiwa diputus begitu saja, digantung, tapi kemudian diceritakan lagi detailnya di bagian lain. Biasanya teknik flashback dipakai untuk memancing atau membuat pembaca penasaran. Namun saya menangkap, penulis membuat rangkaian seperti itu bukan untuk menyusur penasaran pembaca, tapi penulis kesulitan saja menggulirkan peristiwanya dari awal sampai akhir.

Pasti ada satu itik hitam di antara banyak itik putih. Lagi pula, namanya dunia pekerjaan, sikut-sikutan pasti ada.

Di luar itu, banyak sekali kalimat quotable yang ‘nyes’ di novel ini. Sudut pandang novel ini adalah orang ketiga serba tahu. Saya menemukan bagian yang merupakan pandangan penulis terhadap sesuatu. Sah-sah saja. Namun, baik itu pandangan penulis maupun pemikiran tokohnya, saya merasa sedang digurui. Tokoh Elmi pun memang digambarkan judging. Luarannya memang pengalah, tapi dalamannya Elmi ini mudah sekali men-judge seseorang. Mungkin karena terpengaruh oleh karakter mamanya yang sangat mendikte.

Bukankah sesuatu terjadi karena pikiran kita yang mengendalikan? Kalau pikiran kita negatif, ya kejadian yang menimpa kita negatif.

Dari sekian banyak tokoh di Distance Blues, saya tak memiliki tokoh favorit. Penggambaran karakter tokoh-tokohnya jelas, dari segi fisik maupun sifat, tapi buat saya semuanya tidak lovable. Hal yang saya sayangkan dari pemilihan karakter novel ini adalah penulis menciptakan tokoh-tokoh wanita saingan Elmi yang bersifat bitchy. Buat saya itu old school. Tokoh saingan bitchy tak lagi mampu menyedot simpati karena sudah terlalu banyak diangkat di novel lain. Dan hal ini mempermudah konflik batin tokoh pria, karena jelas sekali siapa yang menang. Mengurangi gereget pembaca.

Chemistry antar tokohnya terjalin baik. Namun porsi Dirga yang minim membuat pembaca kurang terikat dengan tokoh itu. Di tengah novel, Dirga seakan hilang dari peredaran. Padahal meskipun mereka diceritakan LDR, bukan berarti Dirga tak bisa dihadirkan. Saat kembali diceritakan, perkembangan karakter Dirga pun tak mampu menyentuh simpati. Saya sampai berpikir, saking banyaknya porsi Rasyad, pembaca malah terasa seperti sengaja digiring untuk lebih memihak padanya. Agustine sepertinya lupa, selain harus membangun chemistry antar tokoh, penulis juga sebaiknya membangun chemistry tokoh dengan pembacanya.

Aku selalu percaya orang bisa berubah seiring berjalannya waktu –Elmi

Maju ke pembahasan konflik. Konflik sudah mencuat dari awal. Membuat saya penasaran dari mana asal boom OCD Elmi? Kenapa harus muncul di keadaan Elmi sekarang. Saya memang menjadi tahu kenapa Elmi bisa terkena OCD, tapi tidak menemukan jawaban kenapa gangguan psikologis itu baru mencapai klimaksnya di usia Elmi sekarang. Konflik keluarga dan asmara berimbang di novel ini. Saya suka jalinan konfliknya yang kompleks. Apalagi bagian-bagian konflik psikologi Elmi. Penulis dapat menyampaikan dengan baik bagaimana perasaan tertekannya Elmi yang terkena OCD.  Saya juga memuji bagaimana Agustine menjelaskan mengenai OCD lewat pencarian artikel dan konsultasi dengan psikolog. Sehingga pembaca mendapat cukup banyak penjelasan yang benar. Lalu Agustine pun memberi gambaran terapi apa saja yang mesti dilakukan oleh penderita OCD, selain menambah pengetahuan pembaca, saya kira itu akan membantu pembaca yang mungkin merasa terkena OCD tapi takut berkonsultasi dengan psikolog. Ending novel ini merupakan akhir yang realistis. Meskipun ada konflik yang penyelesaiannya terkesan dipermudah. Namun saya kira itu sudah pilihan yang paling pas.

Aku dan kamu terserak dalam jarak –Distance Blues

Untuk kamu yang menyukai novel kisah percintaan, keluarga, dan masalah psikologis, saya merekomendasikan Distance Blues. 3 dari 5 bintang untuk novel ini.

Tips Membuat Program Video (Vlog) Anak

screenshot_20170214_111213

Seringkali teman yang denger atau liat anak saya Rasi ngomong bahasa Inggris, bertanya pada saya, “Diajarin siapa? Kok bahasa Inggrisnya lancar gitu.” Dengan malu-malu saya selalu menjawab jujur, kalau bukan saya yang mengajarinya. Terang aja, bahasa Inggris saya di bawah pas-pasan. Mana bisa saya ngajarin, ada juga menyesatkan 😄 Justru karena Rasi sering ngajak ngobrol bahasa Inggris, saya jadi mulai mau belajar lagi. Mengais-ngais lagi kosakata yang terbang-terbang entah ke mana itu. Selain itu, Rasi juga seneng banget bikin origami. Mulai dari sederhana kayak bikin bookmark, sampai yang rumit sejenis Pikachu. Diajarin saya? Bukan… jelas bukan. Boro-boro bikin seribu bangau kertas, bikin satu aja enggak kelar-kelar meskipun udah lewat ratusan purnama. Jadi, sebenernya Rasi belajar dari mana? Jawabannya, Rasi belajar dari… youtube. Yep, di zaman serba digital kayak gini, ada guru yang bisa ngajarin setiap saat di channel-channel Youtube. Tinggal bagaimana orangtua mengarahkan ke tontonan yang mengembangkan kreativitas anak.

Dari situlah saya kepikiran buat bikin channel youtube anak sendiri. Saya pikir, anak-anak perlu makin banyak disodorkan tontonan yang sesuai dengan usianya. Saya pun bertanya pada Rasi, apakah dia mau bikin program sendiri? Ternyata dia tertarik. Dia mau divideoin. Itu kejutan buat saya. Soalnya, sebelum-sebelumnya Rasi itu anaknya pemalu. Saya minta foto aja susahnya setengah mati. Tapi sejak sering melihat anak-anak nge-host di video, pelan-pelan keberanian dan rasa percaya dirinya terbangun. Saya dan Rasi berharap semoga program video Rasi bisa ngasih inspirasi juga buat penonton.

Tips Membuat Program Video Anak

 screenshot_20170214_111301

Mungkin ada di antara teman-teman yang tertarik untuk membuat program video anak juga. Saya mau berbagi pengalaman dan sedikit tips.

  1. Libatkan anak dalam merancang program video

Karena program ini anak yang menjalankan, kita mesti melibatkannya dalam merancang program. Ajak anak berdiskusi tentang segala hal mengenai programnya. Mulai dari nama program, waktu pembuatan video, waktu tayang program—seperti berapa kali dalam sebulan, memilih tempat pengambilan gambar, sampai baju apa yang mau dipakai. Dengan begitu, anak merasa benar-benar memiliki programnya. Kalau sudah merasa memiliki, dia belajar bertanggung jawab untuk konsisten mengurus program videonya.

img_20170214_214450

Pengalaman saya, waktu mau nentuin nama channel dan judul acara, saya ajak Rasi ngasih pendapat. Eh, ternyata dia malah ngasih nama sendiri. Jadi nama channel “Rasi Cutie Mark” itu dia kasih karena terinspirasi dari kartun kuda poni. Artinya bakat-bakat yang dimiliki Rasi.

  1. Cari hal yang disukai anak

Anak-anak biasanya masih moody banget. Kalau lagi semangat mengerjakan sesuatu bakalan teruuuus aja nguplek di bidang itu. Tapi bosennya juga cepet, dan mudah ke-distract hal lain. Maka dari itu kita sebagai orangtua yang kepenginnya program video ini terus berjalan mesti mencari hal-hal yang disukai si anak untuk meminimalisir kebosanan. Misalnya anak sukanya melukis, ya bikin program video belajar lukis atau proses berkaryanya. Rasi sendiri seperti yang saya ceritakan di awal hobinya berorigami ria. Dia kepengin berbagi dan ngajarin anak-anak lain yang kepengin belajar origami juga.

img_20170214_214543

Program acara video di satu channel enggak mesti dipatok satu. Kalau anaknya memang suka bermacam-macam hal, bisa banget dibikin beberapa program. Kalau Rasi sih baru dua. Selain program origami, ada juga video-video jalan-jalan untuk menampung hasrat petualangnya. Dia seneng banget kalau berhasil mengenalkan satu destinasi wisata ke penontonnya.

  1. Syuting yang menyenangkan

Kunci dari berjalannya program video anak ini adalah proses pengambilan gambar yang menyenangkan. Anak sebagai talent enggak bisa kita perlakukan dengan kaku. Ada treatment khusus buat mereka saat syuting. Bangun suasana yang menyenangkan sehingga mood mereka terjaga. Misalnya syuting di tempat yang didekorasi sesuai dengan tokoh favorit anak, ajak mendongeng dulu, atau bernyanyi-nyanyi untuk menghilangkan ketegangan. Jangan sampai karena bete, anak jadi ngambek dan ujung-ujungnya berenti di tengah proses pengambilan gambar. Hati-hati juga saat meminta anak mengulang satu adegan. Itu juga bisa membuat si anak jadi ngerasa enggak percaya diri karena merasa sering melakukan kesalahan. Sebisa mungkin kita cuman mengarahkan bukan mendikte, sehingga anak memunculkan potensi terbaiknya.

Pengalaman saya sih, biasanya anak saya biarkan saja nge-host ala-ala sebisanya dia. Kalau saya ngerasa kurang puas, saya ajak anak untuk menonton preview, biasanya kalau Rasi juga ngerasa enggak maksimal, dia sendiri yang minta diulang. Ngasih referensi tontonan juga bisa membuka wawasan anak, dia belajar sendiri mengeksplore kemampuan.

img_20170214_214408

Buat tempat syuting sendiri, saya memakai rumah. Simpelnya, kalau anak lagi enggak mood, banyak amunisi di rumah yang bisa saya pergunakan untuk mengembalikan semangatnya. Sedang untuk program jalan-jalan, saya baru membawa anak ke tempat-tempat wisata terdekat dulu. Waktu yang dibutuhkan buat perjalanannya pendek, anak jadi enggak kecapean di jalan. Yang penting destinasi itu pertama kali dia datangi sehingga selalu semangat tiap diajak syuting.

  1. Buat program yang simpel

Buat awal-awal, baiknya kita bikin program video yang simpel aja dulu. Simpel dalam artian enggak membutuhkan ruang khusus dan bahan-bahan baku yang sulit dicari. Misalkan nih, kita kepenginnya bikin program video dengan konsep memasak ala chef kecil, tapi peralatan dapur rumah kita enggak support buat hal itu. Daripada bikin susah sendiri, mendingan pilih konsep lain yang lebih memungkinkan dieksekusi. Program simpel juga berarti secara pengetahuan dikuasai oleh anak, atau anak bisa belajar sedikit demi sedikit meningkat kemampuannya tanpa harus memaksakan diri menjejali pikirannya dengan pengetahuan yang harus dikuasi secara cepat. Soalnya saya pernah ngalamin sendiri. Satu ketika saya mengajak anak jalan-jalan ke museum, saking banyaknya informasi yang saya berikan, Rasi bukannya paham, dia malah pusing. Ujung-ujungnya pas direkam, Rasi bingung mau ngomong apa.

screenshot_20170214_111201

  1. Siapkan alat tempur

Bikin program video anak di channel youtube tentu aja harus siap alat tempurnya. Yang dimaksud alat temput itu peralatan membuat video. Bukan berarti mesti pakai kamera yang mahal loh. Minimal banget pakai smartphone aja. Yang penting hasil gambarnya jelas, enggak burem. Kalau punya tripod lebih bagus lagi, tapi kalau enggak punya, masih bisa diakalin sama barang-barang lain seperti tumpukan buku, pokoknya gimana caranya supaya si kamera enggak goyang-goyang. Lampu merupakan elemen penting juga, tapi enggak ada, baiknya pengambilan gambar selalu di tempat terang dan siang hari. Selain smartphone, yang mesti dimiliki sebagai harga mati itu kartu memori. Soalnya video itu ngabisin memori banget kan. Apalagi kalau ngedit videonya juga langsung di hape pakai aplikasi, butuh ruang penyimpanan besar. Karena itu, selalu pakai memory card ya. Enggak mahal kok. Coba cek deh harga micro sd Sandisk, banyak yang terjangkau kok.

Satu lagi peralatan yang bisa kamu sediakan, cuman ini sifatnya pelengkap, yaitu background. Background disesuaikan dengan tema videonya. Fungsinya untuk memanjakan mata penonton. Kan enak ya kalau latarnya rapi, bukan tumpukan cucian yang enggak sengaja masuk ke dalam frame 😄 Hati-hati juga memilih latar. Kalau bisa pilih yang bahannya enggak memantulkan cahaya.

  1. Lengkapi keahlian

Dalam pembuatan video anak ini, kita punya banyak jabatan sekaligus. Ya produser, kreatif, penulis skrip, bahkan sampai editing video. Syukur-syukur kalau punya partner, bisa bagi tugas. Kalau semuanya dikerjain sendirian? Nah loh… ngebul ya 😄 Jangan panik dulu. Serencengan tugas-tugas itu bisa banget kok dikerjain, cuman kita mesti membekali diri dengan keahlian. Belajar step by step aja, enggak usah ngoyo. Kayak ngedit video misalnya. Kesannya kok susaah banget. Padahal sekarang banyak aplikasi editing video yang mudah cara pakainya.

Membuat program video anak itu seru-seru gemesin deh. Kalau udah dijalanin bikin ketagihan. Selain membuat kita dan anak makin kreatif, mendekatkan juga hubungan orangtua dan anak. Semoga tipsnya membuat kamu bersemangat mewujudkan ide-ide video anak ^_^