[Blog Tour] Review + Giveaway Buku Dear, Ayah dan Bunda: Diary Pertumbuhan Buah Hati Usia 0-5 Tahun

Kehadiran anak merupakan fase perubahan signifikan dalam kehidupan pasangan. Anak merupakan pribadi lain yang mengubah berbagai rutinitas dan pola pikir pasangan menjadi pola pikir dan peran lain dalam kehidupan yaitu peran sebagai ‘orang tua’. Butuh adaptasi bagi ketiganya dalam menjalani kehidupan. Setiap fase perkembangan anak bukan hanya merupakan hal baru baginya tetapi juga penemuan baru bagi orang tuanya. Anak memiliki karakter dan perasaannya sendiri, karena itu orang tua mesti belajar memahaminya.

Buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ ini bisa menjadi referensi bagi orang tua untuk mencoba memahami dan menyelami cara pandang anak.

Berkenalan dengan Yenita Anggraini

Yenita Anggraini merupakan ibu dari seorang putra. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran tahun 2009. Setelah berkarier selama empat tahun di bidang kesehatan dan pelayanan, kini penulis bekerja di sebuah instansi pemerintahan daerah. Selain itu ia aktif menulis cerpen, artikel kepenulisan, cerita anak, serta kisah inspiratif yang dimuat di media cetak maupun online, seperti NOVA, Lampung Post, dan basabasi.co.

Hubungi penulis lewat surel: yenitaanggrainianggi@gmail.com

Mengenal Lebih Jauh Yenita Anggraini di Sesi Wawancara

Penasaran enggak sih kayak apa sih penulis ini orangnya? Sampai gimana cerita di balik penulisan buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ ini… Saya udah ngasih list pertanyaan ke penulis yang saya panggil dengan sebutan akrab ‘Tante Anggi’ ini. Berikut wawancaranya:

1. Apa motivasi Tante Anggi menulis buku ini?
Motivasi saya menulis buku Dear, Ayah dan Bunda ini sebenarnya sederhana sekali. Saya mau setiap orangtua bisa lebih berpikir dan bersikap positif dalam mengamati dunia buah hati yang penuh kejutan, perubahan perilaku, dan juga loncatan-loncatan perasaan. Perasaan positif itu akan menghadirkan rasa nyaman dan bahagia di dalam diri Ayah dan Bunda. Dan saya yakin, hadiah paling besar bagi buah hati adalah orangtua yang selalu berbahagia atas kehadiran mereka.
2. Mengapa di awal bab selalu dibuka dengan cerita dari sudut pandang anak?
Buku ini memang memiliki konsep yang berbeda dengan buku-buku lain. Di buku ini setiap awal bab selalu dibuka dengan cerita dari sudut pandang anak. Ini menarik, karena dengan mencoba bicara dari sudut pandang anak, Ayah dan Bunda perlahan-lahan diantarkan menuju sebuah pemahaman tentang apa yang buah hati rasakan dan apa yang harus Ayah dan Bunda lakukan. Belajar memahami semua itu tentu akan meminimalisir kekeliruan-kekeliruan tidak perlu yang mungkin saja Ayah dan Bunda lakukan melalui rangkaian perkataan, tindakan, dan stumulasi untuk buah hati.
3. Apa kesulitan menulis buku ini?
Kesulitan menulis buku ini tentu  mencoba menafsirkan apa yang buah hati rasakan sehingga bisa menjadi penggalan-penggalan surat yang seolah-olah berasal dari suara hati buah hati. Bagaimana caranya menafsirkan suara janin yang masih di dalam kandungan misalnya? Hehehe…Tapi, yang menjadi inti dari penggalan-penggalan surat itu bukanlah itu benar-benar merupakan suara hati buah hati, tapi bagaimana saya mengubah sudut pandang orangtua yang terkadang berpikir tentang dirinya, keluhannya, rasa sakitnya, letihnya, menjadi hal-hal yang positif. Misalnya : Keluhan-keluhan saat kehamilan tentu menyebalkan, tapi dengan Bunda berpikir bahwa ini adalah cara tubuh untuk mempersiapkan diri menjadi tempat terbaik bagi buah hati selama 9 bulan ke depan, semoga itu menjadi tidak terlalu menyebalkan lagi.
4. Sebagai orang tua, fase apa yang paling sulit ketika mendidik anak?
Sebagai orangtua, setiap fase memiliki kesulitannya tersendiri dalam mendidik anak. Tapi fase saat anak masih belum bisa berkomunikasi selain dengan tangis adalah fase yg membutuhkan kesabaran cukup besar. Membedakan tangisan anak juga butuh waktu yang tidak bisa saya sambi-sambi dengan hal lain. Ada waktunya dia menangis karena lapar, gendongan yang tidak nyaman , suhu yang tidak pas, tempat yang terlalu berisik, dan bahkan ada waktunya dia menangis hanya karena ingin menangis. Ini biasanya kesimpulan yang saya buat saat saya tidak bisa menafsirkan tangisnya.
5. Ceritakan proses menulis buku ini.
Proses penulisan buku ini kurang lebih dua sampai tiga bulan. Saya membagi fasenya menjadi 5 periode di mana tiap fasenya adalah perkembangan anak sejak ia masih di dalam kandungan hingga usianya 5 tahun. Kebetulan saya terbiasa mencatat setiap fase perkembangan buah hati mulai dari kemampuan motorik, kemampuan bicara dan juga perubahan-perubahan perilakunya. Saya juga sering mendokumentasikan pertanyaan-pertanyaan yang biasa ia lontarkan sejak ia mulai banyak bertanya dalam #celotehzahir di instagram. Catatan-catatan itu banyak membantu saya dalam proses penulisan buku ini selain tentu saja buku-buku parenting yang saya baca, seminar-seminar parenting yang saya hadiri, termasuk juga nasehat, masukan, cerita-cerita dari keluarga dan teman-teman saya.

DATA BUKU

Judul: Dear, Ayah dan Bunda

Penulis: Yenita Anggraini

Penyunting: Ayuniverse

Penerbit: Diva Press

Cetakan: Pertama, Desember 2017

Halaman: 256 Halaman

ISBN: 9786023914838

Blurb:

Dear, Ayah Bunda

Hari ini aku kesal sekali. Aku tahu kita akan pergi ke rumah nenek. Bunda sudah mengatakan itu sejak kemarin, tapi aku tadi sedang bermain, lalu Bunda tanpa bilang apa-apa langsung membereskan mainanku. Bunda harusnya bilang dulu kepadaku bahwa kita akan berangkat.

Seorang anak, meskipun masih kecil, ia tetaplah manusia yang memiliki perasaan. Dengan dalih melakukan yang tebaik–menurut orang tua, terkadang Ayah Bunda justru mengabaikan perasaannya. Padahal perasaan diabaikan akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya ke depan.

Nah, buku ini hadir untuk menemani Ayah Bunda mendampingi tumbuh kembang buah hati sejak ia masih dalam kandungan hingga usia lima tahun. Setiap bagian dibuka oleh narasi dengan sudut pandang anak, sehingga Ayah Bunda seolah diajak membaca curahan hati si kecil.

Berkomunikasi dengan bayi, menghadapi anak tantrum, mengajarinya berbagi, saat anak mengadu, dan lain-lain, dibahas di buku ini. Dengan perspektif baru, Ayah Bunda akan lebih peka terhadap apa yang dirasakan oleh buah hati.

Selamat membaca!

REVIEW BUKU

Awalnya saya mengira bakalan butuh waktu lama untuk menghabiskan buku nonfiksi ini. Maklum, buku jenis nonfiksi bukan tipe bacaan favorit saya. Nyatanya, saya betaaaah sekali membacanya bahkan sampai rela bergadang.

Saya tipe pembaca yang membaca seluruh bagian buku, termasuk kata pengantar. Surprise, pengantar penulis ternyata jadi salah satu part favorit saya. Terus terang, pengantarnya touchy :’) Di luar bahwa saya mengenal sosok Yenita, setelah membaca pengatarnya saya merasa penulis adalah seseorang yang dengan tangan terbuka ingin menjadi sahabat pembaca yang tulus.

Cover buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ ini berwarna-warni dengan ornamen gambar-gambar yang mencirikan isinya. Cover-nya cukup menarik perhatian ^^ Blurb bukunya mencerminkan isinya, jadi pembaca enggak akan misleading.

Dari yang saya tangkap, buku ini berisi tentang proses belajar memahami anak bahkan sejak buah hati masih dalam kandungan. Isinya detail sekali dari mulai periode kehamilan sampai usia anak 5 tahun. Setiap bab dibuka dengan dari sudut pandang anak yang menceritakan perasaannya. Pembaca diajak menyelami dulu respon anak pada setiap fase hidupnya. Seringkali tulisan POV anak berupa diary itu menyentuh saya.

Dear, Ayah Bunda

Maafkan aku ya, jika beberapa minggu ke depan atau malah selama kehamilan akan menjadi hari yang berat untukmu.

–Halaman 14.

 

Disampaikan dengan kata-kata yang mudah dimengerti dan renyah, buku ini dilengkapi tips-tips yang sangat bermanfaat. Misalnya tips asupan makanan untuk masa kehamilan, bagaimana cara mengelola stres, posisi menyusi yang nyaman bagi anak dan ibu, dan masih banyak lagi.

Pembaca ‘Dear, Ayah dan Bunda’ dibekali banyak pengetahuan biologis sampai psikologis. Misalnya mengenai perubahan tubuh di masa kehamilan, perubahan hormon ibu, manfaat inisiasi menyusui dini, makanan pendamping ASI, cara menstimulasi perkembangan anak, sampai bagaimana menjalin kedekatan antara orang tua dan anak.  Jangan khawatir mati kebosanan saat mebacanya, karena pengetahuan itu ditebar sedikit-sedikit sesuai fase tumbuh kembang anak. Pembaca tidak dijejali berbagai informasi sekaligus. Lagipula tata bahasa penulis yang seakan menjadi ‘sahabat’ pembaca membuat buku ini justru sangat menyenangkan dibaca.

Buku ini memberi saya kesan betapa menyenangkannya menjadi orang tua dengan segala dinamikanya. Bahwa segala tantangan bisa diselesaikan dan dilalui bersama. Benar-benar diajak menjadi orang tua bahagia, bukan pasangan yang terpaksa menjadi orang tua. Penyampaiannya jauh dari kesan menggurui. Penulis begitu mengerti psikologis pembacanya. Saya seperti sedang melakukan konsultasi privat dengan seseorang yang sangat ‘memahami’ keadaan saya. Saya dan anak seperti sedang mencurahkan perasaan tanpa harus berkata apa-apa. Sampai-sampai beberapa kali meneteskan air mata membacanya. Saya jatuh cinta pada cara penulis memaparkan materinya.

Buku ini bukan hanya saya rekomendasikan bagi pasangan yang bersiap menjadi orang tua atau pasangan yang telah memiliki anak usia 0-5 tahun, tapi bagi semua orang tua. Nyata, meski anak saya telah berusia 8 tahun lebih, buku ini tetap sangat related buat saya. Bahkan memberi motivasi untuk terus berusaha menjadi orang tua yang baik.

Rating 5 dari 5 bintang.

Giveaway Time

Ada satu buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ untuk pemenang beruntung. Cara ikutannya gampang kok:

1. Like Fanpage Diva Press

2. Follow akun Instagram @penerbitdivapress dan @eva.srirahayu

3. Bagikan info giveaway ini dengan tagar #DearAyahBunda di Insta story-mu dengan  mention akun saya dan Diva Press

4. Pastikan alamatmu di Indonesia.

5. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun Instagram kamu.

Kamu kepengin jadi orang tua seperti apa?

6. Jawaban ditunggu sampai tanggal 31 Desember 2017.

7. Pemenang diumumkan tanggal 1 Januari 2018.

Ditunggu partisipasinya ^^

Advertisements

Mengenal Tugas Staf di Area Penerbangan

Mengenal Tugas Staf di Area Penerbangan (sumber gambar freepik.com)

Jika kita bepergian dengan menggunakan jasa penerbangan, pasti kita tidak akan asing melihat beberapa petugas yang berpakaian rapi, yang tampak terlihat sibuk di bandara, yang melayani kita mulai dari pembelian tiket, sampai penanganan bagasi kita. Para petugas itu adalah staf penerbangan. Dan berikut ini akan dijabarkan mengenai staf di area penerbangan untuk mengenal tugas staf di area penerbangan.

Pilot

Pilot adalah sebutan profesi untuk orang yang mengemudikan pesawat udara.  Seorang pilot harus menjalani serangkaian ujian resmi atau tes yang diadakan oleh sekolah penerbangan. Jika telah dinyatakan lulus dalam tes, seorang pilot akan mendapat sertifikasi terbang. Sertifikat terbang itu adalah sebuah surat pengakuan kemampuan seorang pilot, yang sudah dianggap mampu untuk menerbangkan sebuah pesawat dengan tipe atau ukuran tertentu. Pilot biasanya disebut dengan Captain. Tugas seorang pilot adalah mengemudikan pesawat.

Co Pilot

Co Pilot adalah seseorang yang ditunjuk untuk membantu pilot dalam menerbangkan pesawat udara. Untuk menjadi co pilot syaratnya hampir sama seperti halnya menjadi pilot yaitu harus mengikuti latihan di sekolah penerbangan. Co Pilot disebut juga sebagai First Officer (FO). Ketika seorang pilot tidak dapat menerbangkan pesawat sementara pesawat masih berada dalam suatu penerbangan yang sedang berlangsung, maka saat itu pula co pilot menggantikan tugas pilot untuk melanjutkan penerbangan.

Tugas-tugas co-pilot ialah menemani captain dan menggantikan tugas captain di dalam pesawat. Pada waktu captain sedang menerbangkan pesawat, co-pilot hanya bertugas memantau jalannya mesin dan membantu pekerjaan captain untuk melakukan navigasi. Menjadi co-pilot tidak harus memiliki pangkat di bawah pangkat captain. Dengan kata lain, pangkat co-pilot dan pilot boleh saja sama-sama berpangkat empat, sebab co-pilot bukan seorang pembantu, hanya saja tetap disebut sebagai wakil captain.

Pramugari

Pramugari adalah staf penerbangan yang akan kita bahas berikutnya. Dalam posisi ini ada dua buah nama yang membedakan jenis kelamin. Untuk petugas pria biasanya disebut dengan pramugara, sedangkan untuk petugas wanita disebut dengan pramugari.

Tugas utama seorang Pramugara maupun pramugari adalah melayani apa pun yang berkaitan tentang kebutuhan penumpang, serta membantu menjaga keselamatan penumpang selama berada dalam perjalanan.

(sumber gambar freepik.com)

Selanjutnya kita akan membahas tugas dan tujuan masing-masing posisi staf penerbangan, antara lain:

Petugas Counter Check-in

Check-in adalah proses pelaporan diri yang berkaitan dengan keberangkatan saat menjadi penumpang, sebelum melakukan suatu perjalanan. Tempat untuk melakukan proses pelaporan tersebut disebut dengan check-in counter. Sesuai dengan prosedur penanganan penumpang di Bandar udara, salah satu proses yang dipandang penting untuk dilakukan oleh penumpang saat menjelang penerbangan adalah pelayanan check-in counter.

Tugas seorang petugas check-in counter yaitu melakukan pemeriksaan tiket sebelum penerbangan dilakukan dan mencocokannya dengan identitas penumpang tersebut apakah sudah sesuai atau belum. Hal ini dilakukan untuk penumpang domestik sesuai dengan KTP/SIM, sedangkan untuk penumpang turis mancanegara wajib menunjukan paspor dan dokumen-dokumen lainnya pada petugas check-in counter.

Petugas Baggage Handling

Tugas seorang petugas baggage handling, yaitu  menangani bagasi. Bagasi yang dibawa oleh penumpang akan ditimbang sebelum melakukan penerbangan. Apabila terjadi kelebihan beban, maka penumpang akan diberikan biaya tambahan.

Demikianlah tadi beberapa posisi yang ada pada penerbangan. Menjadi staf penerbangan adalah suatu impian bagi banyak orang. Dengan adanya ulasan ini semoga bisa menambah informasi untuk mengenal tugas staf di area penerbangan yang semuanya saling bersinergi untuk menjadi perjalanan udara yang selamat, aman, dan nyaman.

Giveaway Parade Para Monster Berhadiah Total Jutaan 

Berkarya Bareng, Yuk!

Ketika saya merancang lomba ini, dalam kepala saya adalah ingin mengajak pembaca “Parade Para Monster” untuk berkarya bersama.
Meskipun karya yang dihasilkan pembaca adalah merespon novel saya.
Saya ingin mengajak pembaca untuk turut bersenang-senang dalam petualangan Weena dan Jack. Pembaca melakukan interaksi dalam bentuk lain dengan tokoh-tokoh novelnya.
Adapun kenapa disebut Festival Halloween, karena tema novel ini mengangkat hal tersebut.

Saya mengundang kalian untuk berkarya bersama.
Yuk, tunjukkan karya terbaikmu 😀

Dewan Tetua Mengundangmu Bergabung Dalam Festival Halloween Halloween Kami 😈

Ikut Festival Halloween di Instagram dengan:

1. Buat karya berupa sketsa/ilustrasi, makeup wajah, atau cosplay sesuai dengan tokoh di novel “Parade Para Monster” menurut versimu. Ilustrasi bisa juga menggambarkan satu adegan atau tempat di dalam novel.

2. Posting karyamu ke akun Instagrammu menggunakan fitur multiple photos dengan menyertakan ‘undangan’ ini dan kover novel.

3. Tag @penerbitclover @Smartfrenworld @eva.srirahayu @NaoBunProject dan @arcadiatreasure

4. Follow 5 akun penyelenggara.

5. Beri caption penjelasan tentang karyamu, dan kenapa kamu memilih tokoh itu (jangan spoiler cerita).

6. Mention 3 temanmu dalam caption.
Sertakan tagar #ParadeParaMonster  #Festival HalloweendiInstagram dan #BaruTahuKan

7. Festival Halloween berlangsung dari tanggal 30 Oktober sampai 15 November 2017.

8. Pemenang diumumkan tanggal  20 November 2017.

9. Hadiah untuk peserta Festival Halloween terbaik:

Juara 1: Andromax B SE dan voucher Arcadiatreasure sebesar 400 ribu.

Juara 2: Andromax B SE dan voucher Arcadiatreasure sebesar 200 ribu.

Juara 3: Andromax M3Y dan voucher Arcadiatreasure sebesar 200 ribu.

2 juara favorit (berdasar banyaknya like) masing-masing mendapat Andromax M3Y dan voucher Arcadiatreasure sebesar 100 ribu.

Intinya sih, di tantangan ini kita bersenang-senang, seru-seruan, dan berkarya bareng 😆😆

Berani bergabung dengan kami dan menerima tantangan ini? 😈

Vivo V7 Plus: Abadikan Moment Sempurna dengan 24 MP Perfect Camera

Siapa yang paling mengenal aku? Dia yang berjalan bersamaku. Dia yang merekam semua moment-ku. Dia yang melihatku bersinar. Dia yang menyaksikanku jatuh. Siapa yang paling mengenal aku? Dia yang mengabadikan dengan jelas semua kebahagiaanku. Dia yang mengerti dengan jelas perjuanganku. Siapa yang paling mengenal aku? Hanya dia yang paling mengerti aku.

— Agnez Mo

 

Saya terkesan dengan kalimat-kalimat dalam script iklan Vivo V7 Plus yang dibawakan Agnez Mo tersebut. Kalimat-kalimat yang merepresentasikan dengan tepat kehidupan warganet kekinian. Siapa atau apa yang selalu kita pastikan keberadaannya menemani? Gawai pintar. Seandainya benda itu dapat bicara, tentulah bisa bercerita dengan lancar bagaimana karakter, sifat, keseharian, suka, dan duka pemiliknya. Gawai bukan sekadar benda mati yang dipakai untuk kebutuhan pemiliknya, lebih dari itu, kini gawai adalah sahabat yang menerima diri apa adanya.

Ketika senang, smartphone akan dipakai untuk mengabadikan senyum kita dalam foto dan video. Ketika sedih, gawai akan melantunkan musik-musik galau peneman duka. Bahkan smartphone merupakan partner dalam bekerja, berkarya, dan belajar. Mencari informasi yang dibutuhkan, mengirimkan brief ke klien, sampai memposting karya berupa tulisan, foto, dan video. Karena itu, mencari smartphone seperti mencari jodoh. Dicari yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan, hingga kondisi keuangan. Yes, Dear, pakailah gawai yang paling mengerti dan memahamimu ^^

Melihat fenomena itu Vivo senantiasa membuat inovasi untuk memanjakan para penggunanya. Kali ini Vivo meluncurkan Vivo V7 Plus yang memiliki the World’s 1st 24MP Clearer Selfie dengan fullview display. Grand launching-nya digelar besar-besaran untuk memanjakan Vivo fans dan seluruh masyarakat Indonesia dengan membuat kolaborasi media terbesar yang melibatkan 9 stasiun televisi Indonesia dan 9 digital media flatform. Masyarakat dapat memilih mau menonton di TV atau secara streaming online.

Grand Launch Vivo V7 Plus

Sejak beberapa hari sebelumnya, saya mendapat undangan untuk hadir di acara Grand Launch Vivo V7 Plus.  Excited dong bisa hadir ke acara sebesar itu yang mengusung konsep konser dan drama musikal. Apalagi pengisinya para product ambassador Vivo dan artis-artis yang pada ngehits itu, seperti Agnez Mo, Prilly Latuconsina, Al Ghazali, Tulus, Demian, Zaskia Gotik, Giring Nidji, Shireen Sungkar, dan Pevita Pearce.

Si Kembar di grand launch Vivo V7 Plus

Tanggal 28 September siang, saya dan Evi (kembaran saya) berangkat ke Jakarta dari Bandung memakai travel. Kami sampai di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, jam 6 magrib. Setelah mengisi registrasi, kami mencicipi hidangan yummy yang disediakan pihak Vivo. Kami melihat banyak artis, selebgram, hingga youtuber papan atas semacam Raditya Dhika, Dion Wiyoko, Aurel, dan banyak lagi.

Pukul 7 malam, kami memasuki area pertunjukan. Kami bersama para blogger memilih area festival supaya bisa mengabadikan dengan jelas moment sempurna ini. Kami bergabung dengan jajaran Vivo fans dan Agnez Mo fans yang aura semangatnya terasa sekali dari. Di area tribun ada undangan VVIP, VIP, KOL, dan media.

Satu jam kemudian, grand launching dimulai. Visual permainan lampu yang spektakuler memanjakan mata kami. Pertunjukan dibuka oleh penampilan para penari. Langsung disambut penonton dengan histeris. Dilanjut Giring menyanyikan lagu “Di Atas Awan” yang membuat para penonton ikut bernyanyi, termasuk saya 😀 Energinya Giring ini berhasil menyeret saya dan penonton lain lompat-lompat girang.

Sehabis itu drama musikal berhasil membuat penonton baper. Ceritanya tentang friendzone antara Prilly dan Al. Keruwetan ditambahkan ketika hadir Pevita di antara mereka. Melibatkan permainan apik dari Zaskia Sungkar dan artis-artis lainnya yang berperan sebagai para sahabat Prilly. Lagu-lagu yang dinyanyikan dalam drama itu bikin jleb-jleb penonton. Saya juga, hehehe. Tapi ya itu… ending-nya gantung, bikin gereget dan gemeees!

Drama musikal di acara grand launch V7 Plus

Tibalah saatnya memperkenalkan Vivo V7 Plus dengan kemunculan para penari yang mengelilingi Demian. Smartphone V7 Plus dihadirkan ke atas panggung lewat atraksi sulap Demian. Tanpa sadar saya bertepuk tangan saking menikmati pertunjukan itu.

Setelah sulap berakhir, para Product Ambassador and Selfi Icon bersama-sama berjalan ke tengah panggung dengan V7 Plus masing-masing. Agnez, Shireen, Prilly, dan Pevita memakai dress cantik, sedang Al dan Afgan menggunakan setelan tuxedo. Penonton histeris lagi karena melihat Agnez Mo. Agnez pun menyapa para penggemarnya dengan senyum semringah.

Penampilan Afgan yang bikin penonton ikut bernyanyi

Tulus dan Afgan kemudian berkolaborasi dengan menyanyikan penggalan-penggalan lagu mereka masing-masing. Ajaibnya, nuasanya pas banget. Potongan satu lagu Tulus dengan sebagian lagu Afgan bersinergi dengan indah, seperti saling menjawab. Membuat perasaan naik turun kayak roller coaster, kadang mellow, lalu bersemangat. Sebelum Afgan menghilang ke belakang panggung, MC Daniel sempet tanya apa yang disukai Afgan dari Vivo. Afgan bilang seneng dengerin musik memakai gawai Vivo karena suaranya bening.

Datanglah saat paling ditunggu… performance-nya Agnez! Semua fans langsung meneriakkan nama Agnez sepenuh hati. Terutama waktu Agenz nyanyiin single terbarunya di album internasional pertamanya: Long as I Get Paid. Saya ikut nyanyi di bagian tertentu aja berhubung belum hafal liriknya. Tapi abis nonton penampilan emejing Agnez malam itu, aslinya itu lagu jadi stuck in my head XD

Performance amazing Agnez Mo

Selain semua lagu yang dibawain Agnez berbahasa Inggris, penari latar Agnez semuanya bule bo. Dance mereka kece tornado. Paling suka 2 moment di penampilan Agnez ini. Pertama, waktu Agnez ngelilingin stage pakai kereta sederhana, sama waktu Agnez manasin penonton dengan pertanyaan berulang, “Udah segini aja tepuk tangannya? Udah segini aja?” Penonton langsung kebakar gitu, tepuk tangannya jadi tiga kali lipat kencengnya XD Agnez ini memang gemesin….

Yuk, goyang bareng Zaskia Gotik

Sebelum acara ditutup oleh penampilan Zaskia Gotik, Daniel mengumumkan harga Vivo V7 Plus, yaitu 4,699 juta. Sekalian bilang kalau gawainya bisa di-PO per tanggal 6 Oktober. Lalu Zaskia pun menggoyang penonton dengan lagu hitsnya.

Buat saya sih, malam grand launch Vivo V7 Plus itu memorable. Saya bikin video ala-ala, ini loh kalau kalian mau nonton ^^

Vivo V7 Plus: Abadikan Moment Sempurna dengan 24 MP Perfect Camera

Seperti yang saya mention tadi, gawai yang kita miliki sebaiknya mampu mengabadikan moment-moment penting atau sempurna di hidup dalam bentuk foto dan video, selain tentunya dalam kenangan. Ehm…. Saat melihat foto dan video yang menangkap sempurna moment, bakal terasa hangat di hati. Pokoknya semua rasa yang ada di waktu kejadian itu. Kalau istilah Vivo sih perfect moment-nya dapat tetap hidup.

Spesifikasi Vivo V7 Plus

Ini dia kelebihan Vivo V7 Plus yang bakal memenuhi kebutuhan penggunanya sebagai partner menyenangkan.

Pertama, V7 Plus ini memiliki CPU octa-core Qualcomm 450 dan RAM 4GB. Performanya jadi lebih cepat dong. Ukurannya tipiiis, yaitu 2,15mm. Desainnya elegan dan enak diliat, dengan 2 pilihan warna:  hitam dan emas.

24 MP Front Camera + Fitur Beauty Face

Yang paling menonjol tentunya kamera depannya yang didesain untuk hasil selfie sempurna dengan 24MP Clearer Selfie Perfect Camera-nya. Membuat hasil selfie lebih clear, karena warna dan kontras sesuai aslinya, meskipun memakai efek selfie softlight. Fitur beauty face-nya versi 7.0 jadi makin keliatan alami.

Pernah ngalamin kan, pede sih kalau kirim-kirim foto, tapi kalau ngobrol langsung lewat video chatting kok… rasanya jadi ciut karena gak pede. Menariknya, fitur beauty face di V7 Plus ini bisa dipakai di aplikasi Whatsapp, Line, BBM, Viber, Zalo, dan Messenger saat video call-an. Come… come… percaya diri.

16MP Rear Camera

Untuk kamera belakangnya, V7 Plus punya 16MP dengan teknologi PDAF. Teknologi ini memastikan gambar yang diambil berkualitas tinggi.  Kualitasnya 64MP Ultra HD. Foto-fotoan pakai kamera belakangnya juga seru!

Pengalaman Sinematik Memakai Full View Display

Layar V7 Plus ini 5,99 inci dengan full view display 18:9. Jadi tampilan visualnya 12,5% lebih besar dari layar tradisional yang hanya 16:9. Dipakai apa pun lebih puas, mau buat main game, foto-fotoan, dan nonton video. Tambah lagi, pas main games, enggak akan keinterupsi sama telepon atau chat, karena dilengkapi “game mode“.

Smart Split 3.0

Buat yang mesti atau memang seneng multitasking, Smart Split 3.0 di V7 Plus ini sesuai banget. Karena bikin penggunanya menonton streaming sekaligus chat atau buka media sosial semacam Facebook, Line, Messages, Viber, WeChat, WhatsApp, dan lainnya, tanpa perlu mem-pause tontonan.

Keamanan Tinggi menggunakan Face Access.

Face Access ini membuat penggunanya lebih cepet ngebuka kunci keamanan, karena cukup dengan setor muka XD Sekaligus bikin orang lain gak bisa ngintip-ngintip isi ponsel ya. Rahasia aman terkendali 😀 Buat ngebuka kunci pakai sidik jari, sekarang sensornya ada di belakang.

Hi-Fi Music

Inget kan kata Afgan tadi yang seneng dengerin musik di Vivo V7 Plus? Audio yang bening itu karena V7 Plus dilengkapi chip audio Hi-Fi AK4376A. Selain bening, detail musiknya juga kedengeran. Vivo yang punya tagline Camera and Music pastinya kepengin membuktikan tagline itu memang pantes disematkan ke produk-produknya.

Setelah baca spesifikasi dan kelebihannya Vivo V7 Plus tadi, tertarik gak ngejadiin gawai ini partner yang mengabadikan moment-moment hidupmu?

10 Buku Paling Berpengaruh Buat Saya


Bulan lalu Facebook memberi saya notif kenangan. Tiap hari sih sebenernya. Facebook sepertinya mendukung gerakan #NetizenGagalMoveOn karena selalu berusaha mengingatkan penggunanya pada kenangan-kenangan. Sebagai warganet yang baik, saya membuka notifikasi itu dong. Dari sekian banyak status alay dan galau di masanya, saya menemukan satu postingan berfaedah. Status itu bercerita tentang 10 buku paling berpengaruh buat saya. Adapun sebabnya saya bikin status panjang itu karena di-tag oleh Reza Nufa. Saat itu rupanya lagi ngehits postingan berantai. Semacam yang kena tag mesti menerima tantangan. 

Saya membayangkan, waktu menulisnya, saya pasti berpikir keras. Soalnya judulnya itu loh ada kata ‘berpengaruh’. Sebelum memutuskan untuk memposting di blog ini, saya baca baik-baik dulu. Itu kan versi tahun-tahun lalu, saya sudah banyak baca buku-buku baru. Kali aja ada yang posisinya tergeser. Ternyata… Enggak. Isi list-nya masih sama. 

Baiklah, mungkin ada yang kepengin tahu list saya. Ini dia list-nya:

1. Gone With The Wind – Margaret Mitchell. 

(sumber gambar fanpage Gone With The Wind)

Novel dan film paling menginspirasi sepanjang hidup saya. Buat saya novel ini sempurna. Cerita, karakter, teknik penulisan, dan semua di sini begitu berkesan. Terutama tokoh Scarlet-nya. Karena novel inilah saya yakin dengan jalan saya di dunia penulisan. Sejak awal membaca hingga kini, saya masih bermimpi ingin bisa membuat karya seperti itu. 

2. The Litle Vampire – Angela Sommer – Bodenburg

                               (sumber gambar Goodreads.com)

Buku ini saya pinjam dari teman SD, artinya sampai saat ini saya enggak memiliki bukunya. Ceritanya tentang vampir kecil bernama Rudy. Seingat saya, tata bahasanya sederhana tapi memikat. Buku anak pertama yang bikin jatuh cinta. Gara-gara buku ini saya jadi tergila-gila membaca buku. Entah berapa kali saya baca ulang. Karena buku ini imajinasi saya melambung-lambung. Kepengin tinggal di kastil-kastil kuno, sampai bertualang bersama vampir.

3. Candy-Candy – Kyoko Mizuki & Yumiko Igarashi

(sumber gambar Goodreads.com)

Gara-gara kartunnya dihentikan penayangannya di TV, saya akhirnya bikin terusannya sendiri–habis gimana lagi, waktu itu nyari komiknya sesusah nyari kucing di planet Saturnus. Kalau zaman sekarang disebutnya nulis fan fiction. Itu pengalaman menulis saya yang pertama, tapi komik ini berhasil membuat saya menelurkan karya original pertama yaitu komik dengan tokoh imajinasi sendiri Fredy si robot XD Kabar baik lainnya, setelah bertahun-tahun mencari, akhirnya saya menemukan seri lengkapnya. Candy-candy selalu bikin mata saya bengkak tiap baca. 

4. 20th Century Boy – Naoki Urasawa. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Teman saya bernama Wildan, memaksa saya untuk membaca komik ini. Atas rekomendasi dia yang memberi jaminan tinggi akhirnya saya baca juga. Awalnya enggak berekspektasi melangit, tapi ternyata memang komik ini keren banget! Pembuatnya jenius! Gara-gara baca komik ini muncul sebuah konsep komik yang sampai detik ini belum berhasil dieksekusi. Sedih banget ya. Berharap suatu hari ada komikus yang mau berkolaborasi sama saya XD 

Sejak baca 20th Century Boy, saya ketagihan baca komik-komik Naoki yang lain. Dan semuanya… bagus! 

5. Monster The Series – Naoki Urasawa (lagi). 

(sumber gambar Goodreads.com)

Ini bukti kalau Naoki memang komikus jempolan. Karyanya Monster The Series berhasil mempengaruhi hidup saya lagi. Pasalnya komik ini memberi saya perenungan dan kesadaran baru. Ceritanya stres dari awal sampai akhir. Keren banget thriller-nya. Bikin saya jetlag cukup lama.

Terus terang saya suka gimana gitu sama orang yang meremehkan komik. Komik dianggap kurang bermutu dan semata hiburan aja. Padahal konten dan bobot komik itu beda-beda. Ada yang berat banget kontennya. Kayak komik ini. 

Rating pembacanya komik dibagi-bagi. Ada yang buat anak-anak, ada bacaan remaja, ada yang dewasa. Komik-komik Urasawa termasuk rating 21+ kalau gak salah.

6. On Writing: A Memoir of the Craft – Stephen King. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Buku kisah pribadi yang memotivasi sekaligus ngasih pembekalan teknik menulis. Sejujurnya baru ini buku Stephen yang saya baca sampai habis. Dan ingin saya baca berulang-ulang ketika saya kehilangan motivasi di jalan penulisan.

7. Percy Jackson the series – Rick Riordan. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Pada dasarnya dari kecil suka tentang mitologi Yunani dan Romawi kuno. Rick membuat kisah mereka di zaman modern dengan petualangan seru dan humor yang menghibur. Seri Percylah yang menemani saya menyelesaikan novel Parade Para Monster.

8. Nice Summer – Emiko Yachi. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Komik ringan yang menghibur. Bacaan wajib selama bulan puasa. Karakternya manusiawi. Lucu banget dan romance-nya juga dapet. Cocok buat yang suka bacaan baper tapi kocak dan berisi. Menginspirasi buat bikin cerpen dan novel romance. Pengaruhnya dalam hidup saya, tiap baca ini selalu merasa bahagia.

9. Popcorn series – Yoko Shoji. 

Komik yang kisahnya kaya. Lengkap ada cinta, keluarga, persahabatan, pem-bully-an, perkosaan, sampai kematian. Setiap baca saya pasti nangis sesenggukan. Menurut saya Popcorn adalah karya yang memberi pandangan seimbang tentang anak kembar. Si kembar enggak digambarkan sebagai tokoh jahat dan baik. Btw, komik ini juga jadi salah satu inspirasi Dee buat nulis Perahu Kertas loh.

10. Goosebump the series – R.L Stine. 

Saya baca dari SD kelas 3. Dari buku-buku inilah saya kepengin ngalamin banyak petualangan dan percaya semuanya bisa dicapai dalam tulisan. Stine menemani masa kanak-kanak saya. Memupuk impian saya untuk menjadi penulis produktif seperti dia.

Dari list tadi, ternyata kebanyakan komik ya. Memang saya dibesarkan oleh komik sih. Komik yang mengajarkan saya kecintaan membaca. 

Kalau kamu, apa 10 buku paling berpengaruh dalam hidupmu? 

Catatan Dari Mombassador Batch 5: Dear Bunda, Ingin Dikenal Sebagai Bunda Seperti Apakah?

Jogjakarta selalu jadi kota yang sangat istimewa buat saya. Saya mengamini sepenuh hati julukan “Jogja Istimewa”. Sejak remaja, entah sudah berapa banyak kejadian spesial terjadi di sana. Meski ada pula tragedi, tapi tak membuat coreng sedikit pun cinta saya pada Jogja. Tahun ini, Jogja kembali masuk dalam galeri kenangan.
Alhamdulillah, saya terpilih menjadi salah satu #Mombassador dan ikut dalam #TemuBunda2017 yang dilaksanakan di Jogjakarta.

Meski bertandang ke Jogja entah untuk keberapa kalinya, kali ini pun saya mendapat pengalaman yang membekas.

Setiap perjalanan menghadirkan perenungannya sendiri

Sungguh tidak pernah terbesit dalam kepala saya sebelumnya menjadi seorang “Mom Ambassador”. Pasalnya, selama bertahun-tahun saya belum merasa menjadi ibu yang baik. Masih sering salah mengambil keputusan, cepat kesal ketika anak berbuat salah, dan sederet hal lainnya yang kerap menimbulkan rasa bersalah. Seringkali saya bertanya-tanya, bagaimana caranya menjadi seorang “Bunda Peri” itu? Yang hangat bijaksana, mengayomi, dan mendidik sepenuh hati. Atau menjadi bunda hebat seperti mama saya. Bangun setiap pagi, menyiapkan sarapan, memastikan saya tak datang kesiangan ke sekolah, menjahitkan baju-baju, sampai menjaga dan merawat saya ketika sakit (bahkan sampai usia sekarang ini). Namun, mungkin setiap bunda pasti dianugerahi Tuhan keistimewaannya sendiri.

Setiap bunda punya karakteristik sendiri

Ketika saya mendapat telepon dari careline SGM yang memberitakan bahwa saya terpilih, perasaan saya senang campur takut. Kata “Mombassador” bukan sesuatu yang mudah dipertanggungjawabkan. Ada “citra” di situ. Bukan “pencitraan” dalam artian negatif, tapi karakter yang dikedepankan. Kita tak mesti menjadi “orang lain” ketika memasang satu citra. Bukan pula topeng. Namun ada yang diperlihatkan, ada yang disimpan. Yang saya tangkap, mombassador memang komunitas yang mengembangkan bagian dari pribadi positif, artinya para bunda yang tergabung tetaplah bebas mengekspresikan dirinya.

Mengisi waktu dengan foto-fotoan pas pesawat delay

Hari keberangkatan pun datang. Setelah berkemas, saya berangkat ke bandara dijemput mobil yang disediakan pihak SGM. Ada rasa deg-degan karena bertemu orang-orang baru. Sebagai seorang introvert saya memang butuh waktu agak lama untuk melebur. Namun ternyata saya disambut hangat oleh para bunda. Saya melihat mereka bahkan tampak begitu akrab selayaknya sahabat erat.

Menginjakkan kaki di Jogja lagi ^^

Karena pesawat mengalami delay, kami terlambat datang sehingga melewatkan sesi foto profil. Langsung saja mengikuti welcome dinner. MC memperkenalkan perwakilan peserta dengan bahasa dan logat daerahnya. Ternyata mombassador ini benar-benar dipilih dari Sabang sampai Merauke. Mewakili para perempuan Indonesia dengan segala karakteristik suku, bahasa, dan budaya. Latar belakang mereka pun berbeda.
Ada yang ibu rumah tangga, PNS, guru, wirausaha, hingga blogger.
Meskipun badan kurang fit karena kelelahan, saya tetap menikmati makan malam yang hangat itu.

Bareng Mbak Tari, teman sekamar

Satu kejadian lucu waktu saya mencari roommate. Kami kemungkinan besar telah berpapasan di depan lift, tapi karena belum saling mengenali wajah, kami terus saja saling mencari. Kayak adegan sinetron ya ^^

Hari pertama itu saya mendengar banyak bunda yang teringat terus pada buah hatinya.
Begitulah seorang ibu menjadikan anak sebagai pusat hidupnya. Bahkan ketika diberi “me time” pun pikirannya seringkali melayang ke rumah, pada orang-orang yang mengisinya. Saya pun demikian. Teringat bertahun lalu setiap kali pergi kerja selalu ada “drama” keberangkatan. Seorang bunda seperti bumi yang mengitari matahari, tapi ibu dan bumi tetap memiliki kehidupan yang mesti diselaraskan sebagai diri sendiri.
Ada saatnya harus meninggalkan rumah untuk pengembangan diri yang berefek pada pembangunan karakter keluarga. Ketidakhadiran secara fisik bukan berarti sekat, karena keluarga tetap lekat. Para Bunda itu pun bercerita tentang
peran serta suami mereka. Selain memberi izin, mau menggantikan bertugas domestik, bahkan sampai ada yang sengaja mengambil cuti. Seperti itulah romantisnya suami istri. Memberi ruang untuk pengembangan diri pasangan, jauh lebih bernilai dari ratusan bunga.

Mari belanjaaaa ^^

Hari kedua jadwal padat merayap. Pagi dimulai dengan acara belanja. Pihak SGM Eksplore dengan baik hatinya membekali kami uang jajan untuk membeli oleh-oleh. Di moment itulah saya pertama bertemu dengan para bunda yang berjuang mengedukasi lewat blog. Menyampaikan pikiran melalui kata-kata. Setelah berinteraksi selama lima abad di dunia maya, akhirnya ketemu di dunia nyata. Dipertemukan oleh SGM Eksplore 😀

Bertemu momblogger

Berlanjut pada acara berkeliling pabrik Sarihusada. Kami melihat bagaimana proses susu SGM Eksplore dibuat dengan quality control yang ketat. Pabriknya pun bersih dan setril. Yang paling berkesan adalah bagaimana Sarihusada terus memegang komitmen untuk menyediakan susu berkualitas tinggi dengan harga terjangkau agar seluruh bangsa dengan segala lapisannya bisa mendapat gizi terbaik. Luar biasanya, pabrik Sarihusada ini enggak membuang limbah. Limbah air diolah lagi hingga bisa kembali digunakan dengan aman. Taman-taman cantik yang menghiasi pabrik itu disiram pakai air olahan limbah loh.

Factory visit Sarihusada

Makan siang di restoran yang menghadap Candi Prambanan juga berkesan. Meski tak menginjakkan kaki ke sana, tapi pemandangannya kami abadikan dalam puluhan foto. Selang beberapa lama, kami diajak mengikuti outbond. Seru sekali mengikuti berbagai permainannya. Favorit saya adalah permainan kekompakan membawa sepeda.

Berfoto dengan latar Candi Prambanan

Sekelompok sama Mbak Caroline, sahabat yang menyenangkan ^^

Selepas isya, kami menikmati gala dinner yang meriah. Malam itu semua bunda tampil cantik. Paduan 2 MC kocak sangat menghibur kami. Berbagai kuis digelar, bertabur hadiah. Malam itu lewat talkshow yang menghadirkan para bunda inspiratif kami mendapat asupan semangat menjadi bunda #generasimaju. Kami juga bernyanyi, berdansa, dan puncaknya dilantik menjadi mombassador SGM Eksplore.

Keseruan gala dinner

Di antara para panitia, saya terkesan oleh Reza Aini. Perempuan itu begitu gesit dan ramah melayani kami. Meski kadang wajahnya tampak pucat bila sedang kelelahan, tapi semangatnya memberi yang terbaik menyentuh saya.

Program kelompok saya

Pada hari terakhir, kami diberi 2 workshop. Paling suka workshop membuat program. Di sesi itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok yang menang adalah kelompok yang membuat program yang paling bisa direalisasikan, bukan mengawang. Selain juga kreatif dan menarik.

Sehabis makan siang, tibalah saatnya berpisah. Para bunda pulang berdasar daerahnya. Kami saling berpelukan sambil berjanji untuk terus bertukar kabar. Sediiih… 😥

Tak ada pesta yang tak usai

Kemudian di antara semua rentetan kejadian di acara “Temu Bunda”, yang paling menyentak nurani saya adalah ketika membaca satu pertanyaan di form. Pertanyaan itu sungguh menggelitik. Bunyinya tak sama persis, tapi intinya begini, “Ingin dikenal sebagai bunda seperti apakah Anda?”
Pertanyaan itu membuat saya berpikir beberapa saat. Dan terus terngiang hingga kini.
Istilah ingin dikenal seperti ‘karakter’, atau sebutlah ‘citra diri’, atau ‘brand’ dari diri kita. Seperti yang sempat saya sebut di awal artikel, tentunya apa yang ingin diperlihatkan sebisa mungkin adalah kejujuran. Adalah diri apa adanya.
Namun ada ‘ekspektasi VS realitas’. Ada keinginan dan kenyataan. Ada impian dan tantangan.
Cukup lama saya memikirkan jawabannya. Saya ini ibu macam apa? Atau… saya ini ingin menjadi ibu seperti apa?
Saya bukanlah bunda yang punya kesabaran seluas samudera, bukan pula bunda yang bijaksana. Akhirnya saya menemukan satu jawaban yang paling menjembatani antara keinginan dan kenyataan. Saya ingin dikenal dan ingin senyatanya menjadi seorang bunda yang mengajak keluarganya produktif berkarya. Sebisa mungkin saya ingin melibatkan anak saya dalam karya saya, misalnya sesederhana memakai namanya sebagai tokoh utama novel saya. Sedapat mungkin saya ingin anak saya berkarya sesuai dengan passion-nya, seperti membuat vlog petualangannya dari satu tempat ke tempat lain.

Baca juga Tips Membuat Program Video (Vlog) Anak

Saya kira, pertanyaan itu tak semata-mata diajukan pihak SGM Eksplore pada para bunda. Mungkin, SGM lewat program Mombassador ini memang ingin membantu para bunda menemukan atau mengukuhkan jati dirinya sebagai seorang ibu.

Review Produk Paket Perawatan Untuk Kulit Bejerawat Dari PB Skin-nya Karadenta Clinic

Kalau ada satu kata yang kepengin saya hapus dari kehadirannya dalam hidup saya, itu kata jerawat. Pengertiannya menurut KBBI, jerawat itu bisul kecil-kecil berisi lemak, terutama pada muka. Kata itu begitu akrab buat saya, bahkan sedari SD. Sedih ya 😦 Jerawat ini bandelnya minta ampun. Kedatangannya enggak pake aturan. Pas mau kencan pertama, tiba-tiba ikutan nge-date. Pokoknya di acara-acara penting, jerawat selalu ikut-ikutan, seakan kepengin banget bilang dia sespesial itu. Pada akhirnya memang upayanya nyari perhatian saya kesampaian juga. Karena saya jadi concern banget mengajak si jerawat putus biar dia hilang dari hidup saya. Dramatis banget, ya? Iya, memang sedramatis itu 😀 Yang bikin kesel lagi, saat jerawat pergi, seringkali ninggalin bekas di muka. Kayak enggak rela gitu buat pergi, kepengin terus saya kenang XD

Di usia sekarang ini, saya menemukan soulmate buat memerangi jerawat. Siapa dia? Serangkaian produk paket perawatan untuk kulit berjerawat PB Skin dari Karadenta Clinic. Awalnya saya mengenal produk paket jerawat PB Skin ini saat ke Karadenta Clinic untuk mencoba treatment mereka. Waktu itu niatnya buat menghilangkan bekas-bekas jerawat. Salah satu tindakan yang mesti diberikan adalah laser. Baca pengalaman saya di Pengalaman Laser Pertama di Karadenta Clinic.

Sebelum dikasih tindakan, konsultasi dulu konsultan kecantikan di Karadenta Clinic, dokter Heni. Ketahuanlah masalah kulit saya apa. Kata dokter Heni, meskipun jerawat di muka saya sudah jarang-jarang, tapi bibit-bibit jerawat di lapisan kulit masih banyak. Jadi treatment dan perawatan kulit yang paling sesuai itu produk untuk kulit berjerawat. Kenalanlah saya sama produk PB Skin ini.

Yang paling saya garis bawahi dari obrolan dengan dokter Heni itu diskusi soal zat-zat aktif berbahaya yang suka dimasukkan ke dalam produk kecantikan. Kayak merkuri, steroid, hidrokuinon, paraben, dan tretionin. Memang sih saat pemakaiannya kulit keliatan kinclong. Tapi itu sesaat aja, karena dampak berbahayanya malah lebih lama. Serem ya. Btw, seperti yang saya ceritain dalam postingan “Karadenta Klinik: Klinik Kecantikan Senyaman Di Rumah” konsultasi dan ngabisin waktu di Klinik Karadenta ini selalu menyenangkan. Syukurnya, semua produk Karadenta Clinic ini enggak mengandung satu pun zat tadi, jadi kita sebagai konsumen bisa bernapas lega ^^ Apalagi sudah teruji secara klinis oleh BPOM.

Paket produk perawatan buat kulit berjerawat

Dari hasil pemeriksaan memakai magic mirror, dokter Heni menyarankan saya untuk memakai produk PB Skin untuk kulit berjerawat. Paket lengkapnya adalah:

  1. Cleansing Oily
  2. Green Cleanser with Aloevera
  3. Green Toner with Tea Tree Oil
  4. Sunscreen Acne with whitening
  5. Acne Gel Red
  6. Acne Night Cream
  7. Balancing Serum

Review Produk Paket Perawatan Untuk Kulit Bejerawat Dari PB Skin-nya Karadenta Clinic

Saya sudah pakai produk paket perawatan buat kulit berjerawat PB Skin ini 2 bulanan. Terus terang aja, saya ketagihan. Soalnya kerasa ringan di kulit. Oke, saya review satu-satu ya.

 

Cleansing Oily

Urutannya produk ini dipakai pertama kali. Sehabis dari mana-mana yang pastinya saya pakai cleansing oily ini buat membersihkan makeup dan debu juga kotoran semacam polusi udara. Baunya persis alkohol dan agak menyengat. Makanya cleansing oily berwarna bening ini enggak dianjurkan dipakai di sekitar mata, mulut, dan membrane mukosa lainnya.

Cara pakainya dituangin ke kapas, terus usap ke kulit muka. Warna kapas bakalan berubah jadi sewarna makeup yang udah kawin sama debu dan kotoran. Buat saya sih sekali usap aja udah efektif ngangkat sisa makeup dan kotoran tadi. Jerawat ada yang muncul karena sisa-sisa makeup yang enggak bersih di kulit. Jadi usahakan selalu pakai cleansing oily ini. Tapi hentikan pemakaian kalau kerasa pedih, panas, gatel, atau kulit jadi merah.

Green Cleanser With Aloevera

Setelah memakai cleansing oily, tahapan berikutnya bersihkan muka memakai green cleanser with aloevera. Cleanser ini warnanya bernuansa hijau lumut. Wanginya samar-samar tanaman lidah buaya. Busanya sedikit saat dikasih air, jangan lupa pijat-pijat kulit muka saat memakainya, membantu cleanser mengangkat sisa kotoran yang masih menempel. Oh iya, jangan dipakai terlalu deket ke mata.

 

Saya suka pakai cleanser ini karena rasanya ringan di kulit. Sehabis pakai, kulit gak berasa kering atau kaku.

Green Toner With Tea Tree Oil

Step ketiga, pakai green toner with tea tree oil buat menyegarkan kulit wajah yang berjerawat. Toner ini sewarna teh hijau. Baunya campuran antara teh hijau dan alkohol, cukup seger.

Cara pakainya dituangin ke kapas terus diusapkan atau ditepuk-tepuk ke kulit muka. Aslinya muka langsung keliatan fresh. Ngebantu banget pas kelelahan yang bikin kulit muka juga keliatan capek.

Balancing Serum

Tahapan berikutnya, pakai balancing serum. Serum ini warnanya cokelat keemasan. Wanginya enak meskipun samar-samar. Cara pakainya diusapkan ke seluruh muka dan leher secara merata. Pakainya tipis-tipis aja. Enaknya, serum ini cepet banget meresap ke kulit. Manfaat balancing serum ini buat mengontrol minyak yang berlebihan di muka.

 

Saya suka banget pakainya. Soalnya selain kerasa ringan di muka, bikin muka gak kering saat dioleskan foundation. Jadinya si fondation keliatan lebih rata di muka.

Sunscreen Acne With Whitening

Buat siang hari, setelah pakai serum, kemudian muka dioles sunscreen acne with whitening ini. Buat melindungi kulit muka dari panas matahari yang bisa bikin muka berflek-flek cokelat kehitaman. Selain itu ngerawat kulit berjerawat juga. Jadi emang penting banget nih pake sunscreen, karena katanya sengatan matahari yang berlebihan bisa jadi penyebab kanker kulit juga.

Cara pakai sunscreen berwarna pink ini diolesin ke seluruh muka dengan merata. Hasilnya emang ada efek agak blink-blink gitu. Tapi sekarang lagi ngehits sih muka blink-blink ^^ Kalau enggak suka bisa ditambahin bedak aja.

Acne Night Cream

Beda lagi kalau malam hari, pemakaian sunscreen digantikan acne night cream. Krim ini warnanya kuning seger dengan tekstur lembut di kulit. Buat saya sih rasanya cepet meresap ke kulit setelah dioleskan. Krim ini manfaatnya buat merawat kulit yang berjerawat. Oh iya, krim malam cuman dipakai di muka, sebaiknya gak dipakai sampai leher, karena leher ini kulitnya tipis dan lebih sensitif. Jadi kulit leher kalau malam hari cukup dipakein sampai serum aja.

 

Acne Gel Red

Sama-sama dipakai buat malam hari kayak acne night cream, tapi acne gel red ini bentuknya serupa jeli. Namanya juga gel XD Gel berwarna merah ini pemakaiannya enggak diolesin ke seluruh muka. Cuman ke jerawat-jerawat yang menonjol aja, persis obat jerawat. Efeknya di muka saya cepet ngilangin jerawat. Yang kecil-kecil satu sampai dua malam udah ilang. Kalau yang gede dua sampai empat hari. Tapi dari pemakaian pertama udah ngempesin.

 

Secara keseluruhan, saya ngerasa cocok sama paket produk perawatan kulit berjerawat dari PB Skin ini. Soalnya dari pemakaian pertama enggak pernah muncul rasa panas, gatel, pedih, atau bikin merah kulit wajah. Padahal kulit saya terbilang sensitif. Memang efeknya di muka soft banget karena kandungannya alami. Tapi yang alami ini biasanya hasilnya bertahan lama. Saya jadi keterusan pakainya. Selain cocok di muka, pas juga sama harganya ^^

Daftar Harga Produk PB Skin dari Karadenta Clinic

Seperti yang saya bilang tadi, harga produk-produknya ramah buat keuangan, termasuk buat anak kos loh.

Produk satuan PB Skin ini satuannya mulai harga 25 ribu sampai 67 ribu. Sedang buat paketaan tergantung jumlah produknya. Paketannya enggak mahal, harga paketan aja mulai dari 101 ribu sampai 236 ribu. Beneran terjangkau, kan? Buat dapetin isi paketan produk pastikan hasil konsultasi sama dokternya ya, biar pas buat kulit.

Mau pakai rangkaian produk PB Skin juga? Dateng langsung aja ke Karadenta Clinic ya, Gals. Bukanya mulai jam 10 pagi, dan tutup jam 6 malam.

Karadenta Clinic

Alamat: Jl. Rereng Wulung No 27, Cikutra, Bandung.

Telepon: (022) 20455887 / 082130156699

Website: www.karadentaclinic.com

Instagram: @karadentaclinic

Twitter: @karadentaclinic

Facebook Page: Karadenta Clinic