[Blog Tour] Giveaway Novel Carlos: Persahabatan Lintas Perbedaan

img_20170221_232414

Kisah persahabatan antara manusia dengan hewan ini menarik perhatian saya, karena saya sendiri mengalaminya. Bersahabat dengan kucing. Yang menggelitik kemudian adalah bagaimana penulis mengeksekusinya.

Sebelum membahas lebih jauh tentang novel Carlos, mari kita kupas dulu tentang penulisnya.

erin-cipta

Kenalan Dengan Erin Cipta

Erin Cipta, ibu dua anak gadis kelahiran Cilacap, 16 April 1979. Tinggal di desa, bertani, dan mengelola perpustakaan umum di lingkungannya.  Kesehariannya mengurus anak dan kucing-kucing piaraan sambil menulis. Hindarilah memintanya bernyanyi, demi kesehatan telinga Anda. Namun jangan sungkan untuk minta dibuatkan mendoan  dan teh sereh jika Anda berkunjung ke rumahnya. Dengan senang hati ia kan membuatkannya.

Alumni Kampus Fiksi ankatan 14 ini kadang menulis untuk media massa, baik di Indonesia maupun di Taiwan. Tentu pula, lebih sering di sosial media. Jika sedang sangat santai, ia akan menulis di storial.co dan blognya.

Bisa dikunjungi di Desa Karangjati, Kec. Sampang, Kab. Cilacap. Atau melalui akun media sosial yang dimilikinya. FB: Erin Cipta, Twitter: @erin_cipta, IG: @erincipta, dan Email: erincipta@gmail.com.

Mengenal Lebih Jauh Erin Cipta Di Sesi Wawancara

  1.  Selama proses menulis Carlos, apakah ada kesulitan yang sempat membuat ingin menyerah?
Ketika mencoba menambah jumlah halaman agar memenuhi kouta minimal yang disyaratkan penerbit, aku tak pernah berhasil dengan baik. Dari 3x percobaan, 3x pula naskah ditolak karena jelek sekali. Cerita melebar dan lepas dari rel.
Naskah baru diterima justru ketika kembali ke awal yang hanya berjumlah 102 halaman saja. Itulah mengapa novel ini jadinya tipis sekali

Mau novel Carlos bertanda tangan Mbak Erin Cipta dari Penerbit Diva Press? Mau dong ngikutin kisah sahabat sejati Ye Feng dan anjingnya yang bernama Carlos yang menggetarkan hati.

2. Apa impian Mbak Erin dalam dunia penulisan?

Aku ingin melihat buku yang kutulis diterjemahkan dalam bahasa asing

3. Ceritakan pengalaman pahit dan paling luar biasa sebagai penulis.

Pengalaman menulisku selalu menyenangkan. Bahkan ketika ditolak atau dikritik pedas pun, aku masih bisa bersenang-senang 😀

picsart_02-06-01-29-43

Giveaway Time

Cara ikutannya gampang kok:

1. Follow akun twitter @erin_cipta dan @evasrirahayu

2. Twit info giveaway ini dengan tagar #GACarlos dan mention akun twitter saya dan Mbak Erin.

3. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun twitter dan goodreads kamu.

Ceritakan kisahmu yang paling berkesan dengan binatang peliharaanmu

4. Giveaway ini berlangsung dari tanggal sampai 22– 28 Februari 2017. Pemenang akan dipilih sendiri oleh penulisnya dan diumumkan tanggal 1 Maret jam 8 malam di akun twitter saya @evasrirahayu

5. Ada satu novel Carlos bertanda tangan penulis sebagai hadiah

Ditunggu partisipasinya 😀

 

Review Novel Distance Blues Karya Agustine W

novel-distance-blues1

Pernah ngalamin long distance relationship? Gimana rasanya? Berat sih… tapi ada sisi romantisnya juga kan. Lalu bagaimana kalau seandainya sudah didera hubungan jarak jauh, salah satunya ternyata kena gangguan psikologis? Novel ini memiliki konflik seperti itu. Premisnya promising banget untuk racikan sebuah novel romantis yang menggetarkan.

Simpan dulu rasa penasaranmu tentang ulasan novel Distance Blues, kita kenalan dulu dengan penulisnya.

agustine-w

Kenalan Dengan Agustine

Agustine W. lahir di Kediri, Jawa Timur, tanggal 8 Juni. Karya-karyanya yang pernah dipublikasikan masuk dalam antologi Crazy Writing (2013), Curhatku untuk Semesta (2013), My Life as Blogger (2013) dan Ground Zero: A Crime Behind the Shadow (2014). Selain itu, cerpen duet “Lelakiku, Wanitaku” bersama sahabat, Altami N. D, berhasil menyabet posisi ke-2 nasional dalam ajang “Kompetisi Internasional Dialog Muda” tahun 2014 untuk wilayah Indonesia (diselenggarakan di Indonesia, Guatemala, dan Kenya) oleh organisasi non-pemerintah peduli kesehatan reproduksi anak muda dan HIV/AIDS (pamflet, GWL Muda, dan Hivos) Jakarta.

Bisa dihubungi di surel lioluby@gmail.com dan akun Twitter @agustine_w

Mengenal Lebih Jauh Agustine di Sesi Wawancara

1. Kenapa mengambil tema OCD? Ada kisah pribadi yang melatarinyakah?

Topik OCD itu tema psikologi, latar belakang pendidikanku. Meskipun sekarang nggak menekuni psikologi lagi, aku masih tertarik dengan dunia psikologi. Sekaligus pengen berbagi topik2 psikologi yang mungkin belum dipahami atau dianggap tabu atau dipukul rata dianggap sebagai aib/gangguan jiwa dan sejenisnya, padahal gangguan psikologis itu banyak banget jenisnya. Ya, walau sederhana, semoga bisa menginspirasi pembaca di luar sana.

Selain itu, aku pernah ngalamin kayak Elmi tapi sekarang ragu benarkah aku OCD atau nggak? Soalnya juga kayak Elmi, self-diagnosis gitu, terus konsul sama dosen cuma sekali. Jadi, nggak ada diagnosis sahih yang mengarah ke situ. Tapi gejala yang aku alami bener-bener udah mengganggu sekali. Akhirnya ya berupaya gimana caranya bisa mengendalikan diri. Salah satu cara yang menurutku lumayan ampuh yakni menanamkan kata-kata all is well dari film 3 Idiots di hati dan pikiran. Dari sini aku percaya, apa yang kita pikirkan baik, semuanya akan perlahan membaik. Tuhan mengikuti prasangka hamba-Nya, bukan?

Nah, bedanya aku dan Elmi di sini, Elmi beruntung punya Dirga, bahkan ada Rasyad. Hahaha. Dua tokoh ini fiksi, pun karakter ayah, ibu, Ersa, dan semuanya juga fiksi. Jadi, mencampurkan beberapa persen kisah nyata dengan imajinasi.

2. Riset seperti apa yang dilakukan Titin untuk menulis novel ini? Ada kesulitan ketika melakukannya?

Riset OCD-nya selain ke diri sendiri juga ke dosen dan sempet ngobrak-ngabrik kardus berisi literatur OCD yang sempat dipakai pas zaman kuliah. Hahahaha…

Tantangannya sih, begini… gangguan psikologis itu bisa beda gejala satu orang dengan orang lain sekalipun ‘judul’ gangguannya sama. Jadi, bisa jadi di Elmi gejala yang menonjol adalah terkait ibadah, tapi orang lain mengalami gejala menonjol misalnya yang bahkan nerima uang dari orang lain aja takutnya minta ampun. Takut karena tangan orang lain penuh bakteri. Atau yang semua benda di sekitarnya kudu rapi dan simetris, dll

Jadi, dari situ aku nanya ke dosen (di sini adalah senior ketika kuliah) sama artikel di internet plus bahan pas kuliah itu. Berusaha ‘menerjemahkan’ teori ke bahasa yang lebih dipahami (semoga niat ini tersampaikan :)).

3. Kenapa ya Titin nyiptain tokoh Rasyad yang keturunan Arab?

Awalnya tuh gara-gara kepincut sama aktor India di serial drama Jodha Akbar, si kakak sepupunya Jodha, Jamal. Ini orangnya, Vicky Batra.
Nah, kenapa ‘membelok’ ke Arab? Karena serta merta kepikiran di Indonesia (terutama yang sering aku temui) itu keturunan Arab, bukan India. Jadilah, aku bikin itu Rasyad orang keturunan Arab tapi fisiknya nggak beda jauh dari si Jamal. Anggaplah mereka 11-12 lah walaupun beda asal muasal 😀

Lagian, orang keturunan Arab terkenal cakep-cakep ya… jadi pengen bikin ‘rival’ tokoh cowok utama yang lebih sempurna–katakanlah demikian. Hehehehe. Pengen nunjukin gejolak cewek udah punya pacar tapi digoda sama cowok yang lebih oke dari pasangannya. Hahahaha.

distance-blues2

Data Buku

Judul : Distance Blues

Penulis : Agustine W.

Penerbit : Ping (Diva Press Group)

Tebal : 288 Halaman

Editor : Diara Oso

ISBN : 9786023911097

Blurb :

Memilihmu, haruskah merasa ragu?

Nyatanya, Elmi memang sedang mempertanyakan isi hatinya sendiri. Bukan maunya jauh Dirga, sang kekasih. Lagian, Dirga bekerja untuk masa depan mereka juga, kan? Tapi, Rasyad–chef pemilik restoran Timur Tengah yang ganteng banget–membuat sesuatu di dalam dada Elmi tercampur baur.

Rasyad rajin memberi Elmi kejutan. Ia juga siap jadi “sopir” kalau saja Elmi mau. Sesekali, tindakan Rasyad yang spontan malah membuat Elmi tersentak–Dirga saja belum pernah melakukannya. Apalagi, Dirga bukan tipe cowok romantis yang suka memberi Elmi surprise.

Rasyad yang hadir saat LDR-an, OCD yang butuh terapi, belum lagi Mama yang cerewet dan berputar-putar di kepala Elmi.

Tapi, urusan hati harus diurai, kan? Berarti, Elmi memang harus memutuskan….

Review Buku

Kapan hari jauh sebelum mengikuti program #BacaBarengAlumni KF (acara membaca novel bersama alumni Kampus Fiksi, sebuah sekolah menulis dengan sistem pemberian materi beberapa hari yang didirikan oleh Penerbit Diva Press), sebenarnya saya sudah mengincar novel ini karena cover-nya. Memang sih kalau blurbnya terasa kurang menggigit meskipun berhasil menggambarkan cerita di dalamnya. Namun seperti yang saya ceritakan sebelumnya, premis novel ber-cover cantik ini sangat menjanjikan cerita cinta mengharu biru.

Bab-bab awal Distance Blues sudah menyajikan permasalah OCD yang menimpa Elmi tokoh utamanya. Satu langkah yang tidak menyia-nyiakan waktu pembaca, karena sudah langsung menggiring ke konflik dan membuat penasaran. Masalah psikologis Elmi bahkan digambarkan secara detail. Mulai dari kecarutmarutan pikirannya, sampai teknis bagaimana tingkah laku Elmi yang akhirnya memberinya satu kesadaran bahwa dirinya tidak baik-baik saja. Penulis memakai bahasa baku yang cukup mengalir di narasi, dan gaya bahasa sehari-hari untuk dialog. Penulisannya pun rapi. Good job untuk Agustine dan editor. Namun, teknik penulisan Agustine di beberapa bagian cukup mengganggu saya karena tata bahasanya agak aneh. Seperti kalimat:

Tak ada sanggahan lebih lanjut selain dengusan kecil dari Elmi (Halaman 197)

Atau

Terdengan suara dehaman dari Dirga.

Novel ini terlalu banyak tell ketimbang show. Padahal banyak hal akan lebih sampai ke pembaca bila diceritakan dalam bentuk peristiwa ketimbang narasi yang tergesa. Kemudian teknik penulisan kebanyakan flasback yang tidak perlu. Mengapa tidak perlu? Karena bukan menceritakan masa lalu. Satu peristiwa diputus begitu saja, digantung, tapi kemudian diceritakan lagi detailnya di bagian lain. Biasanya teknik flashback dipakai untuk memancing atau membuat pembaca penasaran. Namun saya menangkap, penulis membuat rangkaian seperti itu bukan untuk menyusur penasaran pembaca, tapi penulis kesulitan saja menggulirkan peristiwanya dari awal sampai akhir.

Pasti ada satu itik hitam di antara banyak itik putih. Lagi pula, namanya dunia pekerjaan, sikut-sikutan pasti ada.

Di luar itu, banyak sekali kalimat quotable yang ‘nyes’ di novel ini. Sudut pandang novel ini adalah orang ketiga serba tahu. Saya menemukan bagian yang merupakan pandangan penulis terhadap sesuatu. Sah-sah saja. Namun, baik itu pandangan penulis maupun pemikiran tokohnya, saya merasa sedang digurui. Tokoh Elmi pun memang digambarkan judging. Luarannya memang pengalah, tapi dalamannya Elmi ini mudah sekali men-judge seseorang. Mungkin karena terpengaruh oleh karakter mamanya yang sangat mendikte.

Bukankah sesuatu terjadi karena pikiran kita yang mengendalikan? Kalau pikiran kita negatif, ya kejadian yang menimpa kita negatif.

Dari sekian banyak tokoh di Distance Blues, saya tak memiliki tokoh favorit. Penggambaran karakter tokoh-tokohnya jelas, dari segi fisik maupun sifat, tapi buat saya semuanya tidak lovable. Hal yang saya sayangkan dari pemilihan karakter novel ini adalah penulis menciptakan tokoh-tokoh wanita saingan Elmi yang bersifat bitchy. Buat saya itu old school. Tokoh saingan bitchy tak lagi mampu menyedot simpati karena sudah terlalu banyak diangkat di novel lain. Dan hal ini mempermudah konflik batin tokoh pria, karena jelas sekali siapa yang menang. Mengurangi gereget pembaca.

Chemistry antar tokohnya terjalin baik. Namun porsi Dirga yang minim membuat pembaca kurang terikat dengan tokoh itu. Di tengah novel, Dirga seakan hilang dari peredaran. Padahal meskipun mereka diceritakan LDR, bukan berarti Dirga tak bisa dihadirkan. Saat kembali diceritakan, perkembangan karakter Dirga pun tak mampu menyentuh simpati. Saya sampai berpikir, saking banyaknya porsi Rasyad, pembaca malah terasa seperti sengaja digiring untuk lebih memihak padanya. Agustine sepertinya lupa, selain harus membangun chemistry antar tokoh, penulis juga sebaiknya membangun chemistry tokoh dengan pembacanya.

Aku selalu percaya orang bisa berubah seiring berjalannya waktu –Elmi

Maju ke pembahasan konflik. Konflik sudah mencuat dari awal. Membuat saya penasaran dari mana asal boom OCD Elmi? Kenapa harus muncul di keadaan Elmi sekarang. Saya memang menjadi tahu kenapa Elmi bisa terkena OCD, tapi tidak menemukan jawaban kenapa gangguan psikologis itu baru mencapai klimaksnya di usia Elmi sekarang. Konflik keluarga dan asmara berimbang di novel ini. Saya suka jalinan konfliknya yang kompleks. Apalagi bagian-bagian konflik psikologi Elmi. Penulis dapat menyampaikan dengan baik bagaimana perasaan tertekannya Elmi yang terkena OCD.  Saya juga memuji bagaimana Agustine menjelaskan mengenai OCD lewat pencarian artikel dan konsultasi dengan psikolog. Sehingga pembaca mendapat cukup banyak penjelasan yang benar. Lalu Agustine pun memberi gambaran terapi apa saja yang mesti dilakukan oleh penderita OCD, selain menambah pengetahuan pembaca, saya kira itu akan membantu pembaca yang mungkin merasa terkena OCD tapi takut berkonsultasi dengan psikolog. Ending novel ini merupakan akhir yang realistis. Meskipun ada konflik yang penyelesaiannya terkesan dipermudah. Namun saya kira itu sudah pilihan yang paling pas.

Aku dan kamu terserak dalam jarak –Distance Blues

Untuk kamu yang menyukai novel kisah percintaan, keluarga, dan masalah psikologis, saya merekomendasikan Distance Blues. 3 dari 5 bintang untuk novel ini.

Tips Membuat Program Video (Vlog) Anak

screenshot_20170214_111213

Seringkali teman yang denger atau liat anak saya Rasi ngomong bahasa Inggris, bertanya pada saya, “Diajarin siapa? Kok bahasa Inggrisnya lancar gitu.” Dengan malu-malu saya selalu menjawab jujur, kalau bukan saya yang mengajarinya. Terang aja, bahasa Inggris saya di bawah pas-pasan. Mana bisa saya ngajarin, ada juga menyesatkan 😄 Justru karena Rasi sering ngajak ngobrol bahasa Inggris, saya jadi mulai mau belajar lagi. Mengais-ngais lagi kosakata yang terbang-terbang entah ke mana itu. Selain itu, Rasi juga seneng banget bikin origami. Mulai dari sederhana kayak bikin bookmark, sampai yang rumit sejenis Pikachu. Diajarin saya? Bukan… jelas bukan. Boro-boro bikin seribu bangau kertas, bikin satu aja enggak kelar-kelar meskipun udah lewat ratusan purnama. Jadi, sebenernya Rasi belajar dari mana? Jawabannya, Rasi belajar dari… youtube. Yep, di zaman serba digital kayak gini, ada guru yang bisa ngajarin setiap saat di channel-channel Youtube. Tinggal bagaimana orangtua mengarahkan ke tontonan yang mengembangkan kreativitas anak.

Dari situlah saya kepikiran buat bikin channel youtube anak sendiri. Saya pikir, anak-anak perlu makin banyak disodorkan tontonan yang sesuai dengan usianya. Saya pun bertanya pada Rasi, apakah dia mau bikin program sendiri? Ternyata dia tertarik. Dia mau divideoin. Itu kejutan buat saya. Soalnya, sebelum-sebelumnya Rasi itu anaknya pemalu. Saya minta foto aja susahnya setengah mati. Tapi sejak sering melihat anak-anak nge-host di video, pelan-pelan keberanian dan rasa percaya dirinya terbangun. Saya dan Rasi berharap semoga program video Rasi bisa ngasih inspirasi juga buat penonton.

Tips Membuat Program Video Anak

 screenshot_20170214_111301

Mungkin ada di antara teman-teman yang tertarik untuk membuat program video anak juga. Saya mau berbagi pengalaman dan sedikit tips.

  1. Libatkan anak dalam merancang program video

Karena program ini anak yang menjalankan, kita mesti melibatkannya dalam merancang program. Ajak anak berdiskusi tentang segala hal mengenai programnya. Mulai dari nama program, waktu pembuatan video, waktu tayang program—seperti berapa kali dalam sebulan, memilih tempat pengambilan gambar, sampai baju apa yang mau dipakai. Dengan begitu, anak merasa benar-benar memiliki programnya. Kalau sudah merasa memiliki, dia belajar bertanggung jawab untuk konsisten mengurus program videonya.

img_20170214_214450

Pengalaman saya, waktu mau nentuin nama channel dan judul acara, saya ajak Rasi ngasih pendapat. Eh, ternyata dia malah ngasih nama sendiri. Jadi nama channel “Rasi Cutie Mark” itu dia kasih karena terinspirasi dari kartun kuda poni. Artinya bakat-bakat yang dimiliki Rasi.

  1. Cari hal yang disukai anak

Anak-anak biasanya masih moody banget. Kalau lagi semangat mengerjakan sesuatu bakalan teruuuus aja nguplek di bidang itu. Tapi bosennya juga cepet, dan mudah ke-distract hal lain. Maka dari itu kita sebagai orangtua yang kepenginnya program video ini terus berjalan mesti mencari hal-hal yang disukai si anak untuk meminimalisir kebosanan. Misalnya anak sukanya melukis, ya bikin program video belajar lukis atau proses berkaryanya. Rasi sendiri seperti yang saya ceritakan di awal hobinya berorigami ria. Dia kepengin berbagi dan ngajarin anak-anak lain yang kepengin belajar origami juga.

img_20170214_214543

Program acara video di satu channel enggak mesti dipatok satu. Kalau anaknya memang suka bermacam-macam hal, bisa banget dibikin beberapa program. Kalau Rasi sih baru dua. Selain program origami, ada juga video-video jalan-jalan untuk menampung hasrat petualangnya. Dia seneng banget kalau berhasil mengenalkan satu destinasi wisata ke penontonnya.

  1. Syuting yang menyenangkan

Kunci dari berjalannya program video anak ini adalah proses pengambilan gambar yang menyenangkan. Anak sebagai talent enggak bisa kita perlakukan dengan kaku. Ada treatment khusus buat mereka saat syuting. Bangun suasana yang menyenangkan sehingga mood mereka terjaga. Misalnya syuting di tempat yang didekorasi sesuai dengan tokoh favorit anak, ajak mendongeng dulu, atau bernyanyi-nyanyi untuk menghilangkan ketegangan. Jangan sampai karena bete, anak jadi ngambek dan ujung-ujungnya berenti di tengah proses pengambilan gambar. Hati-hati juga saat meminta anak mengulang satu adegan. Itu juga bisa membuat si anak jadi ngerasa enggak percaya diri karena merasa sering melakukan kesalahan. Sebisa mungkin kita cuman mengarahkan bukan mendikte, sehingga anak memunculkan potensi terbaiknya.

Pengalaman saya sih, biasanya anak saya biarkan saja nge-host ala-ala sebisanya dia. Kalau saya ngerasa kurang puas, saya ajak anak untuk menonton preview, biasanya kalau Rasi juga ngerasa enggak maksimal, dia sendiri yang minta diulang. Ngasih referensi tontonan juga bisa membuka wawasan anak, dia belajar sendiri mengeksplore kemampuan.

img_20170214_214408

Buat tempat syuting sendiri, saya memakai rumah. Simpelnya, kalau anak lagi enggak mood, banyak amunisi di rumah yang bisa saya pergunakan untuk mengembalikan semangatnya. Sedang untuk program jalan-jalan, saya baru membawa anak ke tempat-tempat wisata terdekat dulu. Waktu yang dibutuhkan buat perjalanannya pendek, anak jadi enggak kecapean di jalan. Yang penting destinasi itu pertama kali dia datangi sehingga selalu semangat tiap diajak syuting.

  1. Buat program yang simpel

Buat awal-awal, baiknya kita bikin program video yang simpel aja dulu. Simpel dalam artian enggak membutuhkan ruang khusus dan bahan-bahan baku yang sulit dicari. Misalkan nih, kita kepenginnya bikin program video dengan konsep memasak ala chef kecil, tapi peralatan dapur rumah kita enggak support buat hal itu. Daripada bikin susah sendiri, mendingan pilih konsep lain yang lebih memungkinkan dieksekusi. Program simpel juga berarti secara pengetahuan dikuasai oleh anak, atau anak bisa belajar sedikit demi sedikit meningkat kemampuannya tanpa harus memaksakan diri menjejali pikirannya dengan pengetahuan yang harus dikuasi secara cepat. Soalnya saya pernah ngalamin sendiri. Satu ketika saya mengajak anak jalan-jalan ke museum, saking banyaknya informasi yang saya berikan, Rasi bukannya paham, dia malah pusing. Ujung-ujungnya pas direkam, Rasi bingung mau ngomong apa.

screenshot_20170214_111201

  1. Siapkan alat tempur

Bikin program video anak di channel youtube tentu aja harus siap alat tempurnya. Yang dimaksud alat temput itu peralatan membuat video. Bukan berarti mesti pakai kamera yang mahal loh. Minimal banget pakai smartphone aja. Yang penting hasil gambarnya jelas, enggak burem. Kalau punya tripod lebih bagus lagi, tapi kalau enggak punya, masih bisa diakalin sama barang-barang lain seperti tumpukan buku, pokoknya gimana caranya supaya si kamera enggak goyang-goyang. Lampu merupakan elemen penting juga, tapi enggak ada, baiknya pengambilan gambar selalu di tempat terang dan siang hari. Selain smartphone, yang mesti dimiliki sebagai harga mati itu kartu memori. Soalnya video itu ngabisin memori banget kan. Apalagi kalau ngedit videonya juga langsung di hape pakai aplikasi, butuh ruang penyimpanan besar. Karena itu, selalu pakai memory card ya. Enggak mahal kok. Coba cek deh harga micro sd Sandisk, banyak yang terjangkau kok.

Satu lagi peralatan yang bisa kamu sediakan, cuman ini sifatnya pelengkap, yaitu background. Background disesuaikan dengan tema videonya. Fungsinya untuk memanjakan mata penonton. Kan enak ya kalau latarnya rapi, bukan tumpukan cucian yang enggak sengaja masuk ke dalam frame 😄 Hati-hati juga memilih latar. Kalau bisa pilih yang bahannya enggak memantulkan cahaya.

  1. Lengkapi keahlian

Dalam pembuatan video anak ini, kita punya banyak jabatan sekaligus. Ya produser, kreatif, penulis skrip, bahkan sampai editing video. Syukur-syukur kalau punya partner, bisa bagi tugas. Kalau semuanya dikerjain sendirian? Nah loh… ngebul ya 😄 Jangan panik dulu. Serencengan tugas-tugas itu bisa banget kok dikerjain, cuman kita mesti membekali diri dengan keahlian. Belajar step by step aja, enggak usah ngoyo. Kayak ngedit video misalnya. Kesannya kok susaah banget. Padahal sekarang banyak aplikasi editing video yang mudah cara pakainya.

Membuat program video anak itu seru-seru gemesin deh. Kalau udah dijalanin bikin ketagihan. Selain membuat kita dan anak makin kreatif, mendekatkan juga hubungan orangtua dan anak. Semoga tipsnya membuat kamu bersemangat mewujudkan ide-ide video anak ^_^

(Tak) Usah Menanti Suatu Hari

yunis2

Dear Sista Yunis,

Saat aku menulis surat ini, aku tengah duduk di kursi tempatmu biasa menghabiskan hari-hari di depan laptop. Kursi ini bila berubah wujud menjadi seseorang, kukira dia pastilah seorang yang paling memahamimu. Dia bisa mengisahkan hidupmu dengan detail. Karena di kursi ini pulalah, kamu kerap kali membagi cerita dengan orang-orang terdekatmu. Bahkan dia hafal benar bahasa tubuhmu. Termasuk apa-apa yang tak mampu kamu katakan, yang kamu sembunyikan lewat gelisah tubuh. Bahagia, cemburu, kepedihan, kebosanan, hingga ketegaranmu. Duduk di sini membantuku menyelamimu, menatap sekitar pada posisi dan sudut pandangmu.

Sis, tadi malam kita bercerita panjang tentang segala hal. Dari hal remeh temeh hingga persoalan krusial hidup: impian, keluarga, dan cinta. Perbincangan itu bukan sekadar bicara persoalan dan hati, kita berusaha saling menguatkan satu sama lain.

Menyoal impian. Sis, aku suka ketika melihatmu larut berkarya. Kegelisahan dan luka-luka menjadi roh yang menghidupkan karyamu. Kerasnya kenyataan tak mampu menumpulkan daya hidupmu. Justru diolah menjadi bahan baku. Kadang kamu tuangkan dalam kanvas, atau tanah liat, seringkali pula di atas kertas. Meski karya kadang tak sepadan bila ditimbangkan dengan angka-angka. Berbentur dengan kenyataan yang datang dari tumpukkan tagihan yang harus dibayarkan. Belum lagi pedihnya saat tak mampu menghapus tatapan nanar anak karena tak bisa mewujudkan keinginannya. Namun kepuasan memang tak bisa dinilai oleh angka, bukan? Tapi karya belumlah menjadi karya sebelum selesai. Proses selalu serupa penyakit yang meringkihkan tubuh. Menjadi tanda tanya besar, apakah kita akan sampai pada ujungnya? Kita mesti sadar betul, tak kan beranjak ketika tidak bergerak. Meski mesti terseret-seret, kadang terbawa arus.

yunis1

Kemudian tentang cinta. Lucunya kita. Kita sama-sama perempuan yang tak cukup dinafkahi oleh perbuatan, materi, dan cinta. Tapi juga mesti diberi makan kata-kata. Mungkin karena setengah hidup kita berada di dunia kata-kata. Namun jangan sampai kata-kata menjadi menu utama. Kuharap kamu tak akan terpedaya. Selalu lihatlah bagaimana seseorang memperlakukanmu. Apa dia mampu menjaga kehormatan pikirannya padamu. Menempatkanmu sebagai seseorang yang mesti dia jaga lahir dan batinnya. Ah, tapi intuisimu selalu membimbing pada jalan kebenaran. Tinggal apakah kamu mau mendengarnya atau tidak.

Kamu mempertanyakan, kapan waktu mempertemukan dengan orang yang tepat? Pertanyaan yang jawabannya paling berkabut. Aku tahu beratnya membesarkan anak sendirian. Menjadi seorang ibu sekaligus ayah. Mengasuh dan bekerja. Di waktu-waktu kelam, rasanya ingin bersandar. Aku paham karena pernah mengalaminya. Penantian memang waktu-waktu yang melelahkan. Namun, menjadi “KITA” dengan orang yang tak tepat justru lebih menyakitkan, bukan? Hanya menyisakan lebam dan luka bernanah. Memang, cinta selalu menyeret kita pada titik nol. Meniadakan banyak pelajaran yang padahal telah kita bukukan untuk dibaca berulang. Bukankah kamu ingin menjadi rumah, bukan tempat persinggahan. Dan kamu pun ingin menghabiskan hidup dengan lelaki yang mampu menjadi rumah, bukan seseorang yang kamu jadikan teman selintas perjalanan.

Sis, berkali-kali patah hati, nyatanya tak membuat rohmu tercerabut dari raga. Karena kamu memang pencinta yang sungguh pemberani. Hatimu yang memar-memar masih mampu merasa. Maka aku percaya, kesendirian hanya memberi jeda panjang untuk membenahi luka. Kedukaan yang ditinggalkan seseorang tak pernah tertambal oleh kehadiran orang lain. Karena itu tak perlu menunggu menjadi genap untuk bahagia.

Kamu telah melewati banyak hari berat. Seringkali menunggu suatu hari gemilang di depan sana. Namun kita kadang lupa, hari ini adalah masa depan dari waktu lalu. Maka hari depan pun selalu menjadi waktu kini. Karena itu, tak usah menanti suatu hari, bersinarlah dari detik ini. Berbahagialah dari sekarang.

Selesai surat ini ditulis, aku pun beranjak dari kursimu. Aku yakin kelak ke depan kursi ini akan merekam jejakmu yang semerlang.

***Surat untuk Yunis Kartika sebelumnya Chibi, Langkah Kecil Kita Untuk Berlari, Idola Masa Kecilku.

Surat Cinta Pertama, Buat Siapa?

evaevi

Surat Cinta Pertama, Buat Siapa?

: Evi Sri Rezeki

Dear Evi, tergesa aku menulis surat ini sebelum kamu bangun dari tertidur lagi pagi ini setelah tadi kita ngobrol ngalor-ngidul. Jangan kecewa ya kalau isi surat ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena kali ini isinya hanya kepingan kejadian dan perbincangan saja. Namun bukan berarti aku menulis alakadarnya. Percayalah, tiap huruf di surat ini kutulis dengan hati.

Segalanya bermula dari surat pertamamu di Pos Cinta. Semuanya ditunjukkan untukku, maka secara tak tertulis, kita pun mensahkan bahwa surat pertama haruslah untuk kembaran. Ini bukan demi merawat tradisi, tapi memang atas dasar kecintaan. Seperti yang kita tahu, menulis surat cinta bukan perkara mudah. Kita selalu melibatkan rasa terdalam di tiap katanya. Karena itulah, saat menulis, kita selalu dibimbing perasaan. Untuk siapa surat itu ditulis, dikompaskan oleh  hati dan pikiran yang sedang tertuju pada siapa.

Tahun ini, seperti sebelum-sebelumnya, kita selalu menyambut hangat program menulis surat cinta. Kita sebut sebagai “bulan curhat” karena hanya pada saat itulah kita bisa mengungkapkan perasaan habis-habisan dan cerita pribadi yang dipublikasikan secara terang benderang.  Namun, tahun ini ada yang beda. Muncul perasaan, di awal bulan pembuka saja, kita sudah banyak mengumbar kehidupan pribadi lewat caption-caption di Instagram. Ada rasa terlalu mengeksploitasi. Orang-orang pun mungkin akan jenuh menyimak kisah kita. Ah, lebih dari itu kita takut orang menjadi jengah. Padahal sungguh pun, tak ada maksud mengeksploitasi sama sekali. Benar-benar tulus adanya. Karena itu aku tak rela jika tahun ini tak mengirimu sepucuk surat pun. Karena ini momen sangat spesial buat kita.

Bulan ini setiap hari, kita mengecek tanggal bukan untuk sekadar mengejar deadline pekerjaan, tapi melihat tinggal berapa hari lagi para KangPos bisa mengantarkan surat cinta. Makin hari terlewati, makin gelisah dibuatnya. Obrolan kita pagi ini pun bergulir apakah akan menulis surat? Ingin, tapi….. Setahun terlewati, tak mungkin tidak ada banyak peristiwa yang bisa diceritakan. Banyak, sangat malah. Seperti, kita masih selalu stres sekaligus bahagia tiap kali berjuang menyelesaikan novel yang tak kunjung menemu kata “Tamat”, atau kita masih selalu berdebat dari mana satu gagasan muncul dari diskusi panjang–darimu atau dariku, sampai rumah yang kebersihannya berbanding terbalik dengan terkejarnya deadline. Lupakan juga soal usaha kita yang belum menemu titik terang dalam menjawab pertanyaan dari tahun ke tahun, “Kapan kita merealisasikan pembuatan web series Twiries The Series?” Bahan tulisan begitu berserak tiap detiknya. Namun tema perbicanganku tadi hanya berkisar: Pada siapa surat cinta pertama dialamatkan? Jawabannya selalu jelas, surat itu untukmu. Meski isinya tak lagi menyoal babakan drama besar kehidupan kita.

img_1604edit

Vi, beberapa hari lalu kita bertemu kawan yang membacakan karakter kita lewat zodiak. Katanya kita pribadi pengasuh. Tapi kian hari aku semakin tak melihat sosok itu dalam diriku. Lewat surat ini aku juga ingin minta maaf jika aku bertumbuh menjadi pribadi yang makin jauh dari sosok seorang ibu. Ketimbang bertambah bijak, aku makin merasa kian kanak-kanak. Kata teman baru kita itu pula, kita adalah cancer yang menyukai segala sesuatu tentang gemini. Gemini, sosok kembar. Kupikir yang dimaksud adalah obsesiku tentang kehidupan kembar kita. Dalam satu perenungan aku berpikir, aku kembar yang terus belajar menjadi kembar. Meski aku tak paham, sejatinya kembar itu seperti apa. Jadi, jangan lelah menjadi kembaranku ya. Mari terus seduh segelas kopi untuk menemani saat-saat perdebatan kita. Segelas saja, sebagai simbol kita akan terus berbagi segala, selamanya…. Vi, jangan pernah habis semangat kita untuk saling menjaga kewarasan satu sama lain. Keberadaanmu masih selalu menjadi titik tolakku menginjak bumi ketika langit serasa tak mampu menopang diri.

Duh, alarm wekerku berbunyi kencang sekali. Aku khawatir kamu terbangun, maka aku mengintip ke kamarmu. Untungnya kamu masih sibuk bergelung dengan selimut tebal, bersembunyi dari cuaca dingin Bandung. Namun, kucukupkan suratnya. Jangan sampai ini menjadi kejutan yang gagal.

Semoga surat paling pendek ini tetap menghangatkan hatimu saat membacanya, meski tak membuat matamu tergenang-genang.

***Surat-surat untuk Evi Sri Rezeki sebelumnya: Serupa Kita, 7 Hari Sebelum, Menembus Ruang Dan Waktu, Arti Kita

Sampaikan Rasa Dengan Langit Musik

Mendengarkan Langit Musik
“Aku berpikir maka aku ada,” begitu kata Descrates, seorang filsuf dari Perancis. Selain berpikir, yang membuat hidup manusia bermakna adalah rasa. Sayang, benci, cinta, cemburu, bahagia, sedih…. Perasaan bisa berganti secepat kedipan mata, bahkan dalam satu waktu bisa merasakan campuran rasa. Kayak saat kamu ngerasain cinta dan benci sama mantan, eh.

Logo Langit Musik

Logo Langit Musik

Ngomongin soal cara menyampaikan rasa, saya teringat satu malam. Waktu itu saya tergelitik oleh tagar lucu-lucuan #CaraLainBilangKangen yang ternyata lanjutan tagar sebelumnya #CaraLainBilangSayang. Mungkin bagi sebagian orang mengatakan perasaan mereka hal yang mudah, tapi untuk sebagian lainnya itu sulit. Memang enggak semua orang bisa menyampaikan perasaan secara langsung, baik itu lewat ucapan maupun tulisan. Meskipun mengatakan perasaan enggak perlu merangkai kata seindah puisi, atau sejelimet pidato, juga sepusing bikin skripsi. Ada saatnya gereget kepengin mengatakan sayang pada orang tua, pada anak, pada kekasih, pada alam semesta, bahkan pada diri sendiri. Kadang memang perbuatan saja enggak cukup. Ada satu cara lain: sampaikan lewat lagu.

Pernah kan ketika mendengar lagu, kita merasa liriknya mewakili perasaan. Semacam “Gue banget! Itu yang kepengin diomongin.” Ini memang agak mirip kode-kodean, cuman… garis keras alias jelas banget yang mau disampeinnya.

Serunya mendengarkan Langit Musik kapan pun di mana pun

Serunya mendengarkan Langit Musik kapan pun di mana pun

Saya sendiri, suka banget kalau ada yang ngasih lagu dengan lirik menyentuh. Misalnya waktu saya sedih, Rasi—anak saya, ngasih lagu penyemangat. Musik memang selalu menemani dinamika hidup saya. Kamu juga, nggak? Makanya saya langganan aplikasi new Langit Musik. Soalnya koleksi lagunya banyaaaak…! Ada enam juta lagu. Kalau kamu bingung memilih lagu apa buat mengungkapkan perasaanmu pada seseorang, atau justru mencari musik yang mewakili perasaanmu sendiri, bisa banget loh nyari di sana. Soalnya kadang kita sendiri suka bingung sama perasaan sendiri, kan. Kayak nyesek tapi enggak tahu kenapa. Serius, enggak mengerti perasaan sendiri itu sesedih gajian enggak turun-turun. Ketika mendengar satu lagu baru deh paham kenapa perasaan itu hinggap di hati. Untuk memahami orang lain, kita mesti memahami diri sendiri.

Mau nyobain tips saya menyampaikan rasa lewat Langit Musik? Kamu bisa ikutin tahapan-tahapan ini:

Aplikasi Langit Musik di Google play store

Aplikasi Langit Musik di Google play store

1.    Install aplikasi new Langit Musik

Unduh aplikasinya di google play store. Lalu sign up deh. Buat mengakses aplikasi ini kamu mesti sign up pakai nomor Simpati, AS, atau Hallo. Setelah itu, kamu bakalan dapet password yang dikirim via SMS. Setelah itu kamu bisa mengisi profile, semacam user name dan teman-temannya. Lalu… selamat mengeksplorasi aplikasi Langit Musik yang tampilannya secantik para Miss Universe. Tenang-tenang, karena aplikasi ini user friendly, jadi enggak menyebabkan kamu mesti makan obat migrain.

Sign Up memakai nomor Telkomsel

Sign Up memakai nomor Telkomsel

2.    Streaming lagu sepuasnya yang enggak ngabisin kuota

Mendengarkan lagu-lagu secara streaming di aplikasi Langit Musik menjauhkan kamu dari kekhawatiran, karena enggak ngabisin kuota alias free data. Iya, Langit Musik memang pengertian banget kalau kamu sayang sama kuota 😄

Karena enggak ngabisin kuota, bisa dong kamu dengerin Langit Musik secara streaming sesuka hati. Puas-puasin deh nyari lagu yang sesuai perasaanmu. Mau sepagian, mau sesiangan, semalam suntuk, atau seharian 24 jam. Asal kuat aja 😀

3.    Gunakan fitur Explore untuk mencari lagu paling mewakili perasaanmu

Fitur Explore di Langit Musik

Fitur Explore di Langit Musik

Di fitur ini kamu bakalan menemukan rekomendasi lagu-lagu yang kamu butuhkan. Ada “For You” dan “Browse”. Saya jelasin satu-satu dulu ya.

Rekomendasi playlist di fitur Browse Langit Musik

Rekomendasi playlist di fitur Browse Langit Musik

Dalam “Browse” rekomendasinya berupa Top Hits, Trending Artist, Moods, dan Genre. Top Hits berisi tangga lagu yang menjadi favorit pengguna Langit Musik. Trending Artist merupakan deretan musisi favorit. Genre merupakan pembagian lagu menurut aliran. Di Moods ada playlist berdasarkan mood, kayak falling in love, mixed emotion, gloomy, breakup, sampai family time. Semisal kamu lagi jatuh cinta nih, liat-liat aja koleksi lagu dalam playlist Falling In Love.

Playlist Marry Me di aplikasi Langit Musik

Playlist Marry Me di aplikasi Langit Musik

Mau pendekatan? Cari lagu pendekatan. Ada loh.
Mau nyatain? Cari lagu pernyataan cinta. Pasti ada.
Mau ngelamar? Cari lagu lamaran. Pasti ketemu.
Semuanya yang kamu butuhin ada playlist-nya. Pilih deh lagu yang liriknya paling pas buat menyatakan perasaan atau melamar si dia. Kamu pun terbebas dari stuck merangkai kata, dan dia tahu bagaimana perasaanmu.

Fitur Explore For You di Langit Musik

Fitur Explore For You di Langit Musik

Kalau “For You” isinya apa? Isinya rekomendasi playlist juga, tapi pembagiannya berdasarkan judul-judul lucu, dramatis, dan realistis. Contoh judul playlist yang realistis ada Semangat Produktif, Dikejar Deadline, sampai Meeting Mendadak. Kalau yang dramastis ada Mengapa Mendua, Zona Galau, Orang Ketiga, sampai Friend Or Love.

4. Dengarkan secara offline

Berlangganan Premium Langit Musik untuk mendengarkan secara offline

Berlangganan Premium Langit Musik untuk mendengarkan secara offline

Kepengin mendengarkan lagu-lagu di Langit Musik secara offline? Bisaaaaa! Kamu bisa mengunduhnya dulu. Tapi fasilitas ini bisa kamu dapatkan dengan berlangganan paket “premium”. Cara registrasinya SMS aja “REG NEWLM” kirim ke 96161. Santai… enggak bikin dompetmu setipis kertas kok, karena paketnya murah meriah. Hanya Rp.22.000/30 hari atau Rp.6600/7 hari. Worth it dong dengan keuntungan yang kamu dapatkan. Bayangin aja, kamu bisa mengunduh sebanyak-banyaknya lagu yang kalau didengerin semua panjangnya lebih panjang dari penantianmu buat dia, eh.

Cara Berlangganan Langit Musik

Cara Berlangganan Langit Musik

5.    Simpan lagu-lagu bahanmu di fitur My Music

Penyimpanan lagu-lagu di fitur My Music-nya Langit Musik

Penyimpanan lagu-lagu di fitur My Music-nya Langit Musik

Sudah dapat bahan lagu-lagu apa yang bakalan kamu kasih ke dia? Simpan deh semuanya di My Music. Kasih judul playlist-nya sekalian. Jadi sewaktu-waktu kamu butuh, tinggal liat aja di situ. Putar lagu-lagu pilihanmu di fitur ini.

6.    Nyanyikan lagu langsung olehmu dengan bantuan fasilitas lirik

Fitur lirik lagu di Langit Musik

Fitur lirik lagu di Langit Musik

Kayaknya bakalan berkesan deh kalau kamu menyanyikan langsung lagu buat seseorang spesial. Jadi berasa banget kan pernyataan perasaannya. Misalnya buat hadiah ulang tahun mama. Langkah yang mesti kamu ambil adalah menghafal liriknya. Di Langit Musik, ada fasilitas lirik. Pas kamu dengerin satu lagu, bakalan otomatis liriknya keluar. Mana si lirik muncul sesuai dengan timing lagi. Fitur ini bisa kamu gunakan buat sekalian berlatih nyanyi dan seru-seruan sing a song loh. Di hari penting, lancar deh bernyanyi untuk mama.

7.    Cari tahu lagu kesukaannya lewat fitur Notification

Fitur Notification di Langit Musik

Fitur Notification di Langit Musik

Fitur Notification bukan hanya berisi pemberitahuan lagu-lagu baru alias new release, ada promo juga. Jadi kamu bakalan tahu promo Langit Musik terbaru dan info-info update dari musisi favoritmu. Serunya lagi ada “Share With Me” yang memungkinkan kamu bisa meminta playlist teman-temanmu. Cara yang soft banget buat mengetahui lagu-lagu kesukaannya. Bisa jadi loh dari lagu-lagu itu kamu mengetahui perasaan dia sekaligus membaca karakternya. Katanya sih karakter bisa dilihat dari pilihan lagu juga, misalnya orang yang romantis cenderung memilih lagu-lagu melow sedang orang ceria condong memilih lagu ber-beat cepat. Kamu juga bisa share playlist ke orang lain. Seru kan ya tuker-tukeran playlist dengan orang tersayang.

Berbagi playlist Langit Musik

Seting berbagi playlist di Langit Musik

8.    Bikin acaramu seru dengan fitur #TagStation

Fitur #TagStasion di aplikasi Langit Musik

Fitur #TagStasion di aplikasi Langit Musik

Kalau kamu tegang banget saat mau menyampaikan perasaan, coba cara ini buat mencairkan suasana awkward. Misalnya, karena lupa ngasih hadiah ulang tahun ke kakak, pas ngasih lagu permintaan maaf kamu udah takut duluan. Buka aja fitur #TagStation di Langit Musik. Ajak kakakmu buat main tebak-tebakan lagu. Kok? Soalnya fitur ini kayak radio. Kita enggak tahu lagu apa yang diputar selanjutnya. Saat timingnya tepat, baru deh beri lagu permintaan maafnya.

Fitur-fitur di aplikasi Langit Musik

Fitur-fitur di aplikasi Langit Musik

Sayangnya, dari segambreng fitur itu, enggak ada fitur pencarian musisi atau judul lagu berdasar abjad. Kalau ada fitur khususnya kan sangat membantu. Ketika random kepengin liat-liat koleksi lagu pun enak, tinggal klik-klik berdasar abjad. Runut gitu infonya. Semoga segera terealisasi. Yakin deh Langit Musik selalu berinovasi, ke depannya bakalan bikin makin jatuh hati.

Menyampaikan rasa bukan sekadar melegakan hati, tapi dapat membuat orang lain bahagia, merasa hidupnya berarti, bahkan teredukasi karena yang kamu sampaikan adalah pendidikan juga. Karena hidup selalu berkaitan antar satu manusia dengan lainnya. Musik menjadi salah satu jembatan penghubungnya.

Musik dan lirik memang ajaib. Dibuat dengan rasa untuk menyampaikan rasa. Menggetarkan dan mengisi sebagian ruang-ruang kosong di hati. Dinamika alunannya seperti kehidupan itu sendiri. Dan Langit Musik hadir sebagai media pengantar keajaibannya.

Langit Musik memang musiknya hidup kamu.

banner-blog compettion Langit Musik

Postingan blog ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Review Aplikasi Langit Musik kerjasama Langit Musik dan Warung Blogger

 

Keliling Bandung Bersama Si Biru uberMOTOR

motorcycle-16209141

Kalau ditanya apa saya cinta sama Bandung? Saya dengan sangat yakin menjawab iya. Beda lagi urusannya kalau ditanya soal jalan-jalan di Bandung. Soalnya meskipun saya lahir dan tinggal di Bandung, saya masih gagap sama keseluruhan pelosoknya. Bukan karena saya anak rumahan loh ya, karena enggak tepat dibilang gitu sih kalau melihat track record seneng jalan-jalan saya. Tapi ya itu tadi, saya agak lemah dalam mengingat jalan, hehe. Pengalaman paling enggak banget perihal ini adalah sukses menyasarkan beberapa kali anak orang yang meminta saya jadi tour guide saat liburan ke Bandung 😄 Seandainya ada Academy Awards untuk kategori tour guide Ter-Sesat, pastilah saya pemenang pialanya.

Berkat alasan itu juga saya die hard fans kendaraan umum. Nungguin kendaraan ngetem aja saya mah sabar, apalagi nungguin kamu, eh. Nungguin email acc naskah dari penerbit maksudnya. Ah, curcol ya 😀 Balik lagi soal Bandung. Kota tercinta ini makin banyak aja tempat pariwisatanya. Membuat para penghuni kota-kota lain berebutan kepengin ke sini. Soal perihal jadi macet mah itu udah risiko ya. Udah bukan lagi mesti dipermasalahin, tapi mewujudkan solusinya sama-sama. Makanya seneng juga saat transportasi umum di Bandung makin semarak dengan hadirnya uberMOTOR per Oktober lalu. Tahu kan kesaktian motor yang tetep bisa jalan meskipun macet dengan jurus blusukannya, hehe.

Buat kamu yang kayak saya, iya maksudnya gagap jalan, kehadiran uberMOTOR ini solusi banget. Cukuplah ya di-aplikasi-nya kita tulis tempat penjemputan dan tujuan, mitra uberMOTOR bakalan wush-wush bawa kita sampai ke tempat. Eh iya, saya pernah cerita sebelumnya tentang UberX (Baca Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber) di sana saya terangin juga gimana cara download aplikasinya. Karena buat menggunakan fasilitas Uber ini kamu mesti pakai aplikasi di gawai.

Untuk kamu yang liburan ala backpacker ke Bandung, uberMOTOR juga memudahkan buat keliling sendirian tanpa mesti ngerasa takut repotin siapa-siapa. Mau keliling Bandung dari ujung ke ujung juga enggak akan nyasar kalau sama mitra uberMOTOR mah. Minimal kalau pun mitra uberMOTOR enggak tahu pasti tempatnya, mereka dibekali oleh kemampuan baca gps yang mumpuni. Cukuplah kamu berbekal nama-nama destinasi wisata Bandung aja 😀

Mau keliling Bandung ke mana sama uberMOTOR?

Mau ke Lembang? Hayuuu. Mau ke mal-mal? Gampang. Sampai mau ke pasar-pasar juga bisa.

Cara mengidentifikasi mitra uberMOTOR tuh gampang banget, gaes. Karena mereka memakai atribut biru-biru. Dari mulai helm sampai jaket. Makanya uberMOTOR disebut si Biru. Warna yang bikin seger di mata kan ya ^_^

img-20161226-wa0069

Salah satu mitra pengemudi uberMOTOR (taken by Lygia)

Apa kelebihan memakai uberMOTOR?

    1. Pembayarannya enggak ribet. Kamu bisa bayar langsung secara tunai. Kalau punya kartu kredit, bisa banget dipakai.
    2. uberMOTOR bisa kamu ajak bebas berkeliling Bandung. Karena tujuan tempatnya enggak saklek, misalnya dari Kopo ke Sukajadi. Yang penting itu tempat penjemputannya jelas. Untuk tujuan, kamu bisa mampir-mampir dulu ke mana-mana. Contohnya, tujuan kamu mau ke satu tempat wisata di wilayah Lembang, tapi kamu mau ke rumah saudara dulu ngambil barang, tambah harus ke stasiun dulu beli tiket. Kamu enggak mesti pesen uberMOTOR berkali-kali. Karena perhitungan biaya uberMOTOR ini dihitung jarak dan waktunya. Kamu bisa menghemat waktu buat pemesanan transportasi berkali-kali itu kan? Jadi udah pasti dong puas banget keliling Bandungnya.
    3. Banyak promo. Saat ini Uber punya kampanye #BiruItuBandung yaitu potongan biaya sebesar 50% sampai dengan sepuluh ribu rupiah buat lima kali perjalanan. Lima kali loh gaes, lumayan banget itu. Caranya adalah dengan memakai kode promo BDGBIRU sampai 29 Desember 2016. Cuman, promo ini berlaku khusus buat pelanggan baru. Buat kamu yang udah sering pakai Uber jangan sediiih, karena ada promo lain seperti kode promo TAHUNBARU2017 yang bisa kamu pakai.
    4. Ada hadiah seru dengan ikutan Kontes Foto #BiruItuBandung. Masih dalam rangkaian kampanye #BiruItuBandung uberMOTOR menyediakan hadiah super seru buat 4 pemenang yaitu Uber credit sebesar Rp.500.000! Guede banget kan, gaes! Itu credit bakal memuaskan hasrat jalan-jalan kamu 😄 Terus gimana cara ikutannya? Caranya foto mitra pengemudi uberMOTOR Bandung yang menggunakan atribut biru. Mesti yang pakai atribut biru loh ya, catet! Boleh foto bareng kamu atau mitra pengemudianya doang. Tapi jangan foto selfie kamu sendirian doang loh, gaes, hoho. Lalu sertakan caption yang semenarik mungkin. Unggah fotonya sebelum 31 Desember 2016 di Instagram atau Twitter dengan mention atau tag akun @uber_IDN jangan ketinggalan tagar #BiruItuBandung
 Cara memesan uberMOTOR
1. Pastikan kamu udah unduh aplikasinya dari google play store.
2. Buka aplikasinya. Pastikan di gambar motor dan mobil, kamu memilih gambar motor.
img_20161227_170146
3. Tentukan lokasi penjemputan dan tempat tujuan
img_20161227_170300
4. Masukan kode promo kalau mau dapet potongan harga, misalnya kode BDGBIRU
img_20161227_170241
5. Lihat estimasi biaya buat mengetahui biaya perjalanan sampai ke tujuan.
img_20161227_170320
6. Tunggu telepon dari mitra pengemudi uberMOTOR.
7. Setelah mitra pengemudi uberMOTOR sampai, jalan-jalan keliling Bandung deh.
Selamat berkeliling Bandung dengan si Biru, gaes!
img-20161226-wa0065

Serunya keliling Bandung pakai uberMOTOR (taken by Lygia)