[Review + Giveaway] Novel Rooftop Buddies: SickLit Padat Konflik

Sudah lama rasanya tidak membaca SickLit alias cerita tentang orang yang memiliki penyakit berat. Bahkan kalau diingat-ingat, Novel debutan Honey Dee merupakan yang pertama di tahun ini.

DATA BUKU

Judul: Rooftop Buddies
Penulis: Honey Dee
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 264 Halaman
Penyunting : Anastasia Aemilia
ISBN : 9786020395111

Blurb :

Buat Rie, mengidap kanker itu kutukan. Daripada berjuang menahan sakitnya proses pengobatan, dia mempertimbangkan pilihan lain. Karena toh kalau akhirnya akan mati, kenapa harus menunggu lama?

Saat memutuskan untuk melompat dari atap gedung apartemen, tiba-tiba ada cowok ganteng berseru dan menghentikan langkah Rie di tepian. Rie mengira cowok itu, Bree, ingin berlagak pahlawan dengan menghalangi niatnya, tapi ternyata dia punya niat yang sama dengan Rie di atap itu.

Mereka pun sepakat untuk melakukannya bersama-sama. Jika masuk ke dunia kematian berdua, mungkin semua jadi terasa lebih baik. Tetapi, sebelum itu, mereka setuju membantu menyelesaikan “utang” satu sama lain, melihat kegelapan hidup masing-masing… Namun, saat Rie mulai mempertanyakan keinginannya untuk mati, Bree malah kehilangan satu-satunya harapan hidup.

ULASAN

Rooftop Buddies memiliki kover yang menarik, blurb yang membuat penasaran, dan judul yang menggemaskan. Paduan ketiganya menimbulkan minat saya untuk membacanya. Secara tema, sesungguhnya penyakit kanker sudah sering diangkat. Namun tetap saja, setiap kisah memilki keistimewaannya masing-masing.

Bab-bab awal Rooftop Buddies sesara menyihir saya, membuat terpaku dan betah membacanya. Novel dibuka dengan peristiwa kemoterapi tokoh utamanya, Rie. Penulis dapat mendeskripsikan dengan baik bagaimana perasaan, rasa kemoterapi, sampai suasana rumah sakit. Meskipun Honey tidak menjelaskan secara detail proses kemoterapinya. Secara pengetahuan, penulis menyodorkan edukasi pada pembaca mengenai penyakit kanker beserta istilah-istilah kedokterannya. Disampaikan mengalir bersama cerita, terasa lembut dan tidak dipaksakan. Perkenalan antara dua tokoh utama, yaitu Rie dan Bree merupakan daya tarik paling besar di bab-bab awal novel ini.

Ada 3 hal yang membuat saya tak bisa lepas membacanya: Pertama, karakter Bree. Karakter tokoh utama satu ini sesungguhnya biasa saya temui di novel remaja. Cool, misterius, cerdas, tapi hangat. Namun, tipe ini memang selalu membuat saya tertarik. Kedua, ini berhubungan dengan pengalaman saya pribadi. Rie diceritakan memiliki fisik yang dianggap jelek di masa kecil. Dia jerawatan sehingga dirundung teman-teman sekolahnya. Saya pernah di posisi itu. Saat kecil saya jerawatan parah, faktor genetik. Saya sampai selalu menunduk, merasa jelek sekali, dan sangat tidak percaya diri. Dan yah, saya juga menjadi bully-an teman-teman. Hal itu membuat saya bersimpati pada Rie. Ketiga, Bree dan Rie melakukan perjalanan berdua ke Alawera–tempat ini tampaknya fiktif. Mereka baru kenal, bisa dibilang itu perjalanan dengan orang asing. Sejak remaja saya punya fantasi seperti itu. Travelling ke satu tempat dengan cowok asing.

Kedua tokoh utamanya sama-sama sinis memandang kehidupan. Wajar saja jika menilik dari pengalaman hidup yang mereka lalui. Keduanya cerdas dan keras kepala. Mereka mirip, tapi berbeda. Tokoh-tokoh yang lain sesungguhnya digambarkan tipikal karakter yang ada di novel-novel remaja. Tidak istimewa, tapi didesain sesuai untuk menggerakan cerita. Saya bisa menebak siapa mantan kekasih Bree. Yah, meski saya agak kecewa karena karakternya tidak sepadan dengan Rie. Timpang, pembaca digiring langsung untuk tidak menyukainya. Sehingga persaingan mereka jadi tidak menarik lagi.

Konflik novel ini padat, penuh, dan berlapis. Sebagai pembaca saya hampir tidak diberi waktu bernapas. Mulai dari konflik keluarga, perjuangan menghadapi penyakit, percintaan, trauma masa lalu, kematian, hingga perundungan. Penekanannya memang pada konflik psikologis dan bagaimana badai masalah itu mendewasakan mereka. Ada konflik-konflik yang terasa pas dramatisasinya sehingga membuat Rooftop Buddies menjadi bacaan yang menarik dan bermakna, ada juga yang terasa berlebihan. Namun, secara general novel ini memang seru dan mengharukan. Ada satu bagian yang berhasil membuat saya menangis. Kisah cinta Rie dan Bree bikin saya larut, ikut berbunga-bunga dan berdebar-debar. Saya suka bagaimana Bree memperlakukan dan menjaga Rie. Bagian favorit saya adalah kisah perjalanan sehari mereka. Romantismenya tidak berlebihan tapi mengena. Novel ini juga punya twist berlapis, penulis memyodorkan kejutan demi kejutan hingga menuju akhir.

Tata bahasa Honey ini segar, mengalir, juga bermakna. Sesuai dengan target pembacanya. Dialog-dialognya pun terasa hidup. Emosi para tokohnya tersampaikan dengan baik. Rooftop Buddies memiliki value untuk pembacanya, ada banyak nilai yang bisa diserap dan direnungkan, seperti mengenai perjuangan, keberanian, dan cinta di sekeliling kita. Meskipun ada beberapa hal atau gagasan yang tidak saya sepakati. Rooftop Buddies juga memberi kita saran bagaimana bila menghadapi orang yang sedang sakit.

Kalau harus menjaga seseorang yang sedang sakit, usahakan jangan pernah menangis di depannya. Tangisanmu hanya terbaca sebagai ungkapan belasungkawa prematur. –Halaman 13

3 dari 5 bintang.

GIVEAWAY TIME

Mau novel Rooftop Buddies? Ikutan giveaway-nya yuk. Caranya:

1. Follow akun IG @honeydee1710 dan @perpustakaaneva

2. Repost/regran postingan pengumuman giveaway di akun @perpustakaaneva (link: https://www.instagram.com/p/BqOSapvhWpR/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=h4zjrv4eu88z ) Tambahkan caption ajakan untuk mengikuti giveaway ini, dan tag akun perpustakaaneva juga Honey Dee ya.

3. Peserta harus memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

4. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun IG kamu.

Seandainya kamu bertualang sehari dengan orang yang baru kamu kenal, kamu mau ke mana dan ngelakuin apa?

5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 16-20 November 2018. Satu pemenang akan mendapat novel Rooftop Buddies. Pengumuman pemenang pada tanggal 21 November 2018 jam delapan malam di akun IG saya.

Ditunggu partisipasinya ^_^

Advertisements

[Blog Tour] Ulasan + Giveaway Novel Tapak Setan: Mendengarkan Dongeng Riwayat Atarjoe

Hal menarik dari Haditha–penulis Tapak Setan–dia selalu menyuguhkan ‘sesuatu’ baru. Namun sesuatu baru itu tetap terasa bagian ciri khasnya. Saya lagi-lagi dibuat betah membaca karya Haditha.

DATA BUKU

Judul: Tapak Setan
Penulis: Haditha
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal : 230 Halaman
Penyunting : Dion Rahman
ISBN : 9786020479897

Blurb :
Ada tidak sih cara lain menghukum orang yang tingkahnya kayak setan kalau tidak dengan cara yang lebih setan lagi?

Aku, Atarjoe, setiap pagi bangun dengan tangan berlumuran darah dan berbau bangkai. Coba bayangkan kalau harimu diawali dengan itu. Setiap hari aku harus berkutat dengan rutinitas macam itu. Menjijikkan. Lama-lama kuketahui, ada setan yang memperalat tanganku untuk berburu mangsa darah. Enak saja, ini tanganku, aku tak sudi dipakai seperti itu. Maka aku rebut balik kendali atas tanganku. Dari setan itu aku tahu tanganku mampu menyedot setan-setan lain untuk kemudian dipakai jadi senjata.
Hidupku ini dipenuhi dengan orang-orang celaka yang membuat orang-orang sengsara. Melalui tapak setan ini aku menyalurkan dendam orang-orang yang tak bisa melawan itu. Kugantikan tugas si setan. Aku berburu orang-orang laknat yang bikin banyak orang susah. Tinggal kuraup muka mereka dan mereka akan kerasukan setan seumur hidup, dan setiap hari mereka akan melukai diri sendiri, tanpa bisa mati.
Pembalasan yang memuaskan bukan?

ULASAN

Suatu waktu di masa kecil, saya dan keluarga menonton film horor barat. Dalam film itu ada adegan potongan tangan yang bergerak sendiri. Sejak itu saya kadang dihantui mimpi buruk menemukan potongan-potongan tangan bergerak. Ketika melihat kover novel “Tapak Setan” saya jadi teringat lagi mimpi itu. Dan, mengingat dua novel Haditha sebelumnya yang bikin saya merinding, saya sempat ciut juga membaca novel ini. Namun, saya meneguhkan hati untuk membacanya, dan sama sekali tidak menyesal.

Jika dibandingkan kover 2 novel Haditha sebelumnya, kover Tapak Setan terlihat kurang menarik di mata saya. Memang, secara konten, kover bergambar tangan ini sangat mewakili isis cerita. Namun, kesan yang saya dapat saat melihatnya adalah tipe kover novel persilatan zaman dulu. Tone warna latarnya terlalu sewarna dengan gambar tangan, sehingga gambar jadi tidak menonjol dan jatuhnya serasa mati. Untungnya, blurb novel ini menjanjikan kisah yang menegangkan, sehingga menolong penampakan luarnya. Kemudian, setiap pembukaan novel di judul bab, pembaca disuguhi ilustrasi “setan” karya penulisnya sendiri. Ini merupakan kelebihan Haditha, yaitu memaketkan karya tulis dan ilustrasi buatannya.

Ketika saya memilih judul artikel “Mendengarkan Dongeng Riwayat Atarjoe” itu semata karena secara keseluruhan membaca novel ini kesan saya adalah serasa didongengi oleh Atarjoe yang langsung menceritakan kisahnya di depan saya. Saya langsung lesap dalam sejarah hidupnya yang misterius, tragis, sekaligus magis. Keunikan novel ini memang terletak pada cara Haditha berkisah. Teknik storytelling-nya begitu mengikat dan tidak biasa. Dalam novel sepanjang 230 halaman ini, tak akan kita temukan satu pun dialog langsung. Tokoh Atarjoe bermonolog dari awal hingga akhir. Dan, percayalah… hal itu dieksekusi oleh Haditha dengan baik sekali.

Untuk pertama kalinya saat membaca karya Haditha, saya tak dicekam ketakutan. Padahal kisah Atarjoe ini memunculkan “hantu” atau “setan” sejak awal hingga akhir. Apalagi penulis sering kali mendeskripsikan wujud para setan dengan detail. Namun, seperti Atarjoe, saya tak lagi takut. Karena mereka terasa seperti bagian dari tokoh utamanya, bukan entitas lain yang mengerikan. Konflik novelnya tajam dengan mengusung tema-tema sosial seputar orang pinggiran sampai ormas keagamaan. Kita diajak menekuri realitas orang-orang jalanan, sekaligus dunia gaib. Perkawinan menarik antara rasional dan irasional. Tempo penceritaannya pun terasa pas, padahal kadang kala melewati rentang waktu panjang sampai tahunan. Namun, saya tak merasakan keterburuan dalam narasinya. Sisipan humor ala Haditha seperti biasa terasa kental dan di beberapa bagian berhasil membuat saya tertawa.

Karakter Atarjoe ini juga unik, dua sisi kegelapan manusia dan kelembutan hati tersampaikan dengan baik. Pembaca dibuat paham atas pemikiran sinis dan keputusan-keputusan Atarjoe, meski tak membenarkan perbuatannya. Untuk setiap karakter–baik manusia maupun setan–dalam “Tapak Setan” walaupun tanpa porsi dialog, tergambarkan dengan jelas lewat dongeng Atarjoe. Saya dibikin peduli dengan nasib mereka semua yang jumlahnya banyak sekali. Novel ini memang memunculkan banyak tokoh.

Dari sisi bahasa, Haditha kali ini memakai kata yang lebih lugas dari sebelumnya. Berbagai umpatan dan kata kasar berserakan dalam novel. Namun, itu justru yang membuat tokoh ini semakin menarik. Terasa apa adanya dan hidup. Bahasa yang dipakai anak jalanan. Selebihnya, pemilihan kata novel ini kaya. Membuat saya berpikir bahwa Atarjoe orang pinggiran yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Seperti biasa, Haditha luwes menyampaikan pesan moralnya. Sehingga novel horor ini memiliki value lebih. Akhirnya, saya memberi 4 dari 5 bintang untuk novel ini.

Jangan terlalu menyandarkan diri pada pengharapan. Dunia punya cara bangsat untuk membalik harapan baikmu. –Halaman 172

GIVEAWAY TIME

Mau novel Tapak Setan? Ikutan giveaway-nya yuk. Caranya:

1. Follow akun IG @hahahaditha @elexmedia dan @perpustakaaneva

2. Repost/regran postingan pengumuman giveaway di akun @perpustakaaneva (link: https://www.instagram.com/p/BqDALx1hHpK/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=lb5xrjkyjlpn ) Tambahkan caption ajakan untuk mengikuti giveaway ini, dan tag akun perpustakaaneva juga Haditha ya.

3. Peserta harus memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

4. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun IG kamu.

Seandainya tanganmu punya kekuatan, kamu ingin tanganmu memiliki kesaktian apa?

5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 12-14 November 2018. Satu pemenang akan mendapat novel Tapak Setan. Pengumuman pemenang pada tanggal 15 Juni 2018 jam delapan malam di akun IG saya.

Ditunggu partisipasinya ^_^

Hal-hal Menarik di Booth Wuling Motors dan Mobil123.com di GIIAS 2018

Beberapa tahun ini saya mendengar betapa kerennya pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show yang disingkat GIIAS. Pameran bertaraf internasional satu ini jadi acara tahunan yang wajib didatangi oleh para pencinta otomotif. Meskipun belum bisa nyetir mobil, saya tertarik juga datang. Ingin tahu seperti apa suasana pamerannya, dan syukur-syukur menemukan mobil impian di sana. Di mana saat saya menatap mobil itu, saya langsung punya firasat bakal memilikinya. Kalau kata teori “The Secret” kan kita mesti sering memikirkan sesuatu yang kita inginkan agar benar-benar terwujud.


Tampaknya semesta merestui keinginan saya. Hari Sabtu tanggal 4 Agustus lalu saya bareng Komunitas ISB bisa ngerasain serunya GIIAS 2018 yang diselenggarakan dari tanggal 2 sampai tanggal 12 Agustus 2018 nanti. Berangkatlah saya ke Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD) dengan perasaan excited karena membayangkan dikelilingi berbagai kendaraan dari seluruh dunia beserta aksesorisnya. Dari yang harganya terjangkau sampai yang rasanya enggak masuk akal. Bersama Evi kembaran saya, kami yang biasanya terjebak drama keberangkatan alias terlambat parah, hari itu bisa tepat waktu. Padahal kami yang makhluk nokturnal ini malemnya tidur tengah malam. Kami sampai di hall 1 ICE BSD pukul setengah dua siang. Saat menginjakkan kaki di sana, pengunjung sudah sangat ramai, terasa sekali vibe-nya. Sepanjang 10 hall penuh dengan kendaraan berbagai merek dan tipe. Bisa puas banget keliling seharian mencari mobil impian. Palingan malemnya kaki berasa pegel-pegel, eh.

4 Hal Menarik di Booth Mobil123.com

Tempat pertama yang saya sambangi adalah booth Mobil123.com yang merupakan portal otomotif nomor 1 terbesar dan terlengkap di Indonesia. Mobil123.com ini ada aplikasinya juga loh, jadi semakin mudah diakses. Di sana, kamu dapat menemukan mobil baru maupun bekas yang kualitasnya oke dan terjamin keamanannya, karena untuk menjadi salah satu penjual di sana, pihak Mobil123.com melakukan verifikasi berlapis. Saya menemukan hal-hal menarik di sana, apa saja?

1. Kalau ke sana membawa anak, anak-anak bisa diajak main di tempat yang disediakan. Ada meja dan tempat duduk kecil untuk mereka bermain dan mengaso.


2. Buat kamu yang kuis hunter, ikutan deh kuis berhadiah menariknya. Mbak MC yang cantik bahkan aktif berkeliling mencari pengunjung yang mau jawab berbagai pertanyaan. Pulang-pulang bawa hadiah deh.


3. Booth Mobil123.com interior dan background-nya kece, seru buat foto-fotoan. Disediain juga properti buat fotonya. Sekalian bisa ikutan kontes foto berhadiah voucher belanja yang jumlahnya menggiurkan. Nah, makanya enggak usah malu-malu buat bergaya segokil mungkin ya.


4. Terakhir, di sana, kamu bisa nanya-nanya sepuasnya tentang berbagai produknya. Tapi jangan modusin penjaga booth-nya ya, eh, tapi bolehlah kalau sama-sama single. Kali aja jodoh.

Hal Menarik di Booth Wuling Motors

Habis itu saya meluncur ke booth Wuling Motors di 6C. Merek satu ini mencuri perhatian banget soalnya. Sebagai pemain baru di Indonesia yang masuk tahun 2017, penjualannya oke banget, Kata Mbak Dian–manajer Wuling Motors–mereka berhasil mengeluarkan 14.000 unit dalam waktu setahun. Produk unggulan mereka adalah seri mobil MPV. Yang nyari-nyari mobil keluarga, boleh banget loh naksir seri Confero dan Cortez mereka. Harga seri mobil MPV Wuling Motors ini terkenal terjangkau dengan kualitas yang mumpuni.
Tahun ini di GIIAS 2018, Wuling Motors mengusung tema “Drive, Grow, Progress”. Yang salah satu maksudnya adalah memperkenalkan inovasi mereka pada para pengunjung pameran, yaitu memboyong produk baru mereka yang belum beredar di Indonesia. Semacam teaser mungkin ya.


Sesampai di booth-nya saya langsung menemukan hal menarik, mata kayak tersedot dan enggak mau berpaling gitu. Saya menemukan mobil mini yang bentuknya lucu banget. Tahulah ya kalau perempuan udah bilang ‘lucu’ berarti pengin memiliki, eh. Mobil yang bikin saya jatuh hati itu merupakan mobil yang sedihnya… belum didistribusikan di Indonesia: namanya E100. Mobil ini punya keunikan tersendiri selain tampilannya yang menarik, yaitu ramah lingkungan karena bahan bakarnya memakai tenaga listrik. Waktu charge-nya sekitar 8 sampai 9 jam aja. E100 ini cocok buat pasangan yang belum punya anak, soalnya tempat duduknya cuman dua aja. Setirnya masih di kiri, karena belum disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia. Berhubung entah kapan mobil ini beredar di Indonesia, saya enggak membuang kesempatan langka buat nyobain kenyamanannya dong. Sambil pura-pura nyetir dan mengaminin semoga suatu hari bisa ngendarain mobil beneran. Dan tentunya enggak lupa minta difotoin Evi buat ikutan photo contest berhadiah pulsa 50 ribu rupiah. Bukan hanya itu loh tabur-tabur hadiahnya, buat pembeli produk Wuling Motors di GIIAS 2018 bisa dapet kesempatan memenangkan undian berhadiah mobil!


Masih ada hal menarik lain? Ada dong…! Sehabis puas ngeliat-liat produk Wuling Motors, saya dan para pengunjung disuguhi penampilan Fariz RM. Rasanya udah lama enggak liat penampilan beliau. Eh, tapi kalau liat live gini sih baru pertama rasanya. Rasanya sih bener, mohon maaf, sebagai pelupa ingatan saya kadang enggak bisa begitu dipercaya soalnya. Seneng banget deh ketika Om Faris ngebawain lagu Sakura, saya jadi ikutan nyanyi deh. Tiap weekend di booth memang ada performance dari beda-beda musisi.

Pengalaman seru di GIIAS 2018 bikin perjalanan bolak-balik ke Bandung jadi enggak berasa. Nah, kamu yang lagi nyari mobil, mau bekas, mobil baru, atau mobil keluarga, wajib dateng ke sana. Pastikan mampir ke booth Mobil123.com dan Wuling Motors yang punya berbagai hal menarik. Mumpung masih lama event-nya.

[Blog Tour] Review + Giveaway Buku ‘Personal Branding: Sukses Karier di Era Milenial’ Karya Dewi Haroen

Saya jarang membaca buku nonfiksi kecuali untuk kebutuhan riset penulisan novel. Seringnya baru membaca ketika memang butuh dalam pengembangan karier, atau sedang dalam satu fase kehidupan yang memerlukan ‘guide‘ dari buku. Saat ini saya sedang menulis novel tentang dunia media sosial, dan memang profesi saya sebagai penulis dan bloger kesehariannya tidak jauh dari dunia maya. Maka ketika buku ini mendatangi saya, saya seperti diberi jalan untuk belajar dari buku dan pengalaman penulisnya untuk perkembangan karier sekaligus memenuhi kebutuhan riset penulisan.

Data Buku

Judul : Personal Branding: Sukses Karier di Era Milenial

Penulis : Dewi haroen

Penerbit : DH Media

Tebal : 228 Halaman

ISBN : 9766025157400

Blurb :

Sukses karier bukan rumus matematika sederhana. Di dunia nyata, seseorang hard & good worker belum tentu kariernya gemilang. Terjadi “dinamika antara citra dan realita” yang berdampak terhadap kesuksesan dan kegagalan karier seseorang. Juga dalam kehidupan. Orang baik belum tentu dipersepsikan sebagai orang baik, orang kompeten belum tentu dikenal sebagai orang kompeten. Demikian sebaliknya, dimana persepsi seringkali tak sama dengan realita. Sehingga performance yang bagus saja belum cukup.

Dalam konteks persaingan karier, hanya orang-orang yang mampu menampilkan persepsi diri secara kreatif dan menarik yang sanggup meraih sukses dan keberhasilan. Khususnya di era milenial dimana berbagai informasi menyebar secara cepat dan instan. Anda harus mengontrolnya supaya selalu positif. Namun mayoritas profesional ‘zaman now’ tak menyadari.

Untuk itu Anda perlu personal branding agar terlihat dan terpilih di antara sekian banyak kandidat. Agar meraih sukses di karier dan kehidupan. Bagaimana cara yang benar membangun personal brand, semuanya akan dibahas tuntas di buku ini. Jadi, apa pun profesi dan latar belakang Anda, pastikan Anda membaca buku ini!

Review

Beberapa tahun ini saya tertarik dengan pembahasan personal branding. Ternyata karier apa pun itu tidak terlepas dari personal branding. Apalagi saya menekuni karier yang erat kaitannya dengan media sosial, dimana saya mesti sering-sering tampil. Sejak dulu saya merasa ketika mencitrakan diri di publik, baik itu secara online maupun offline, menjadi pribadi lain dari diri itu akan sangat melelahkan. Dari pengalaman, saya lebih memilih memperlihatkan sebagian hal saja ketimbang memaksakan diri jadi orang lain. Selain capek, sulit juga menjaga konsistensinya. Ternyata itu memang sejalan dengan prinsip personal brand. Seperti yang tertulis dalam buku ini:

Personal brand yang asli (otentik) merefleksikan karakter, kompetensi, dan kekuatan diri Anda yang sesungguhnya. –Halaman 17

Buku ini membahas serba-serbi mengenai personal branding dari hal-hal mendasar, seperti pengertian dari Ibu Dewi sendiri maupun dari para pakar. Dijelaskan bahwa ‘personal brand‘ adalah merek atau diri yang dimiliki seseorang, sedangkan personal branding merupakan strategi komunikasi yang dilakukan seseorang untuk membangun merek tersebut.

Personal Brand adalah diri kita sendiri, siapa diri kita dan hal spesial apa yang kita kerjakan. Merepresentasikan nilai yang kita yakini, kepribadian kita, keahlian kita dan kualitas yang membuat kita unik di antara yang lain. –Halaman 6

Mungkin ada yang mengira-ngira tidak merasa memiliki merek, sehingga tidak memerlukan strategi personal branding ini. Padahal semua yang memiliki nama pastilah memiliki merek, dalam kasus seseorang, merek adalah nama yang melekat padanya. Sehingga pada hakikatnya ternyata setiap orang perlu membangun personal branding. Penulis menerangkan apa keuntungan memiliki personal branding dan apa kerugian apabila kita tidak memilikinya.

Pembahasan buku ini disampaikan dengan lugas dan bahasanya mudah dicerna. Sehingga menurut saya, orang yang awalnya awam mengenai personal branding pun akan mengerti dan paham. Apalagi disertai oleh ilustrasi-ilustrasi menarik yang mendukung sehingga visual bukunya membuat mata dapat terus tertarik membuka lembar demi lembar berikutnya. Juga terdapat penekanan pada hal-hal yang sangat penting seperti tulisan yang diberi ukuran, font, dan tipografi berbeda yang dimaksudkan agar memudahkan pembaca merekam pesan yang ingin disampaikan penulis. Terus terang saja, saking banyaknya hal penting dalam buku ini, saya sampai kesulitan menandainya ^^

Personal branding adalah strategi untuk membentuk persepsi orang tentang diri Anda. Meski demikian, personal brand yang dibentuk haruslah bersumber dari bukti-bukti yang otentik, nyata dan asli. –Halaman 17

Buku ini dapat menjadi guide untuk membangun personal brand dengan tujuan menciptakan respons emosional dari orang lain terhadap identitas diri kita pribadi sebagai seseorang yang memiliki kualitas dan nilai. Banyak alasan tentunya mengapa kita atau merek kita ingin dilihat dan ‘dipilih’ orang lain. Beberapa di antaranya eksistensi, untuk bertahan hidup, dan mencari penghidupan. Bicara personal brand menurut saya bicara tentang bagaimana agar ‘terlihat’.

Memang dari milyaran orang di dunia, setiap orang berbeda. Memiliki keunikan dan kekhasan sendiri. Seharusnya menguarkan warna sendiri. Kerlip yang tak sama semestinya membuat setiap orang mudah ditemukan. Nyatanya… betapa banyak hal yang mesti dilakukan untuk ‘terlihat’ dari gempuran perbedaan itu. Tetap butuh effort untuk menunjukkan diri. Menyalakan sinar yang lebih terang untuk dapat terlihat.
Lalu apa yang mesti dilakukan untuk terlihat? Menjadi diri sendiri yang otentik tapi terus mau berkembang.

Pertanyaannya kemudian, harus mulai dari mana? Ibu Dewi menjelaskan ada 3 tahapan untuk memulai, yaitu: pemahaman diri, pengembangan konten, dan promosi diri. Ternyata tahap awalnya adalah mengenali diri sendiri dulu. Namun seringkali kita tak dapat menjawab secara tuntas pertanyaan mendasar, ‘Seperti apa kita ini?’ Pada tahapan ini kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dapat menjelaskan diri kita, yaitu, ‘Siapa Anda? Apa yang Anda kerjakan? Dan apa yang membuat Anda berbeda?’ Untuk menemukan diri yang otentik tersebut, kita dapat intropeksi diri, meminta pendapat orang lain, mengikuti tes assesmen psikologi, dan lewat analisis SWOT. Dari hasil analisis itulah kita dapat merumuskan kekuatan dan kekurangan kita yang nantinya bermuara pada apa-apa saja kekhasan yang harus ditonjolkan.

Seperti judulnya yang menyinggung mengenai sukses berkarier di era milenial yang erat kaitannya dengan dunia digital, buku ini menjelaskan tentang membangun personal branding dari jejak online maupun aktivitas offline yang sama pentingnya. Tools atau perlengkapan tempur apa saja yang diperlukan dan dipersiapkan untuk strategi online maupun offline. Berisi juga tips apa-apa yang baik dilakukan dan tidak boleh diperbuat. Setiap tahapan dijelaskan secara terperinci sehingga step by step-nya mudah dipraktikkan.

Adapun kekurang buku ini adalah terdapat banyak saltik, meskipun tidak mengganggu pesan yang disampaikan. Saya berharap ada buku lanjutannya yang membahas studi-studi kasus yang lebih mendalam.

Saya rekomendasikan buku ini bagi siapa saja yang ingin membangun personal branding dari hal mendasar.

Rating 3,5 dari 5 bintang.

Giveaway Time!

Mau buku Personal Branding? Ikutan giveaway-nya yuk. Caranya:

1. Follow akun IG @dewiharoen dan @perpustakaaneva

2. Sebar info giveaway ini dengan tagar #PersonalBranding dan mention saya. Boleh di insta story atau twitter. Untuk Twitter silakan mention saya di @evasrirahayu

3. Peserta harus memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

4. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun IG atau twitter kamu.

Kamu pengin dikenal sebagai apa?

5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 12-17 Juni 2018. Satu pemenang akan mendapat buku Personal Branding. Pengumuman pemenang pada tanggal 18 Juni 2018 jam delapan malam di akun Twitter dan IG saya.
Ditunggu partisipasinya ^_^

6 Hal Menarik dari Mudik Sido Muncul 2018

Tahun 2017 lalu, saya merasakan mudik sesungguhnya. Sebelumnya saya beberapa kali ikut mudik ke kampung halaman Ayah pada lebaran Idulfitri. Namun saat itu beda, saya benar-benar mudik ke kampung halaman saya sendiri. Waktu itu malam lebaran Iduladha. Sehari sebelumnya, saya masih berjibaku dengan pekerjaan, mati-matian berusaha menyelesaikannya supaya besoknya bisa berkumpul dengan keluarga, ikut salat Iduladha berjamaah di tengah keluarga. Muka-muka lelah sekaligus bersemangat itu pulalah yang saya lihat pada rekan-rekan saya. Waktu itu kami sedang bertugas di Jakarta yang jaraknya tidak seberapa jauh dengan kota tempat saya bernaung: Bandung. Kami berdebar-debar karena malam takbiran sudah bisa diperkirakan tiket semua armada yang tersisa sudah pasti berebut dibeli, belum lagi keadaan jalan yang jauh dari lengang, riuh oleh lalu lalang kendaraan yang membawa wajah-wajah penuh kerinduan akan rumah. Kami memang akhirnya mendapat tiket bus pulang, namun waktu tetap was-was takut ketinggalan kendaraan karena tugas belum juga tuntas. Selepas menyerahkan pekerjaan dengan wajah dipenuhi peluh, cepat-cepat kami memesan kendaraan daring menuju pool bus. Alhamdulillah, meski hampir saja ketinggalan, bus yang akan membawa kami ke Bandung belum berangkat. Nyaris. Pemudik sudah memenuhi bus, karena itu kami menempati tempat-tempat duduk tersisa. Itu saja sudah bersyukur. Tak lama, bus pun membawa kami menembus kemacetan diiringi gema takbir yang menggetarkan.

Pengalaman berharga mudik saya itu, mungkin baru seujung kukunya dari pengalaman para pemudik yang tiap tahun ikut dalam program mudik gratis Sido Muncul yang pulang ke tempat-tempat yang lebih jauh. Tahun ini usia program tersebut menginjak 29 tahun. Menjadi semacam tradisi yang tetap dipertahankan. Suatu prestasi luar biasa dalam konsistensi program, bukan?

5 Hal Menarik dari Mudik Sido Muncul 2018

Selalu ada hal menarik dalam mudik, termasuk mudik Sido Muncul tahun 2018 ini.

Bus-bus yang disediakan Sido Muncul untuk para pemudik

1. Mudik gratis Sido Muncul tahun 2018 merupakan pelaksanaan kedua puluh sembilan kali. Artinya hampir menginjak 3 dasawarsa. Memperlihatkan komitmen yang tidak main-main dari Sido Muncul untuk memberi fasilitas pada para pedagang jamunya.

Pak Irwan Hidayat di konferensi press mudik Sido Muncul 2018

2. Jumlah pemudik yang diberangkatkan berjumlah sekitar 13.000 orang yang terdiri bukan saja dari para pedang jamu produk Sido Muncul, tetapi juga tukang parkir, sampai tukang bakso. Mereka-mereka ini yang mendaftarkan diri mengikuti program mudik gratis via distributor. Sehingga para pemudik sangat terdata.

Ribuan pemudik yang mengikuti program mudik gratis Sido Muncul 2018

3. Ada yang berbeda dari fasilitas yang diberikan oleh Sido Muncul untuk para pemudik, yaitu seluruh bus yang digunakan sudah ber-AC. Tujuannya tentu agar perjalanan lebih nyaman. Sebuah pengalaman baru untuk pemudik yang sebelum-sebelumnya setia mengikuti program ini. Sido Muncul mengerti bahwa mudik merupakan perjalanan panjang dan melelahkan, sehingga pihak mereka ingin memberi service lebih di tahun ke-29 ini.

Para pemudik menaiki bus ber-AC

4. Bus yang memberangkatkan pemudik berjumlah 220 bus. 114 bus berangkat dari Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur pada hari Sabtu tanggal 9 Juni 2018. Pelepasannya dihadiri oleh Walikota Administrasi Jakarta Timur Drs. Bambang Musyarawdana dengan Direktur Sido Muncul Pak Irwan Hidayat. 106 bus lagi diberangkatkan dari Sukabumi, Bandung, Tangerang, Cilegon, Serang, Cikampek, Bogor, dan Cibinong. Bus-bus tersebut memiliki 8 kota tujuan, yaitu Cirebon, Kuningan, Tegal, Banjarnegara, Solo, Wonogiri, Yogyakarta, dan Gunung Kidul.


Mudik Sido Muncul memang hanya memulangkan para pemudik, nantinya mereka kembali ke perantauan dengan perjalanan masing-masing. Soalnya ini terkait dengan jadwal kepulangan pemudik yang beda-beda. Ada yang baru kembali setelah berbulan-bulan, ada yang cepat pulang ke pengambaraan. Tergantung kebutuhan masing-masing. Karena jadwal yang variatif itu, tentunya sulit untuk mengalokasi kebutuhan semua pemudik. Namun, pihak Sido Muncul tetap membiayai armada untuk pulang pergi.


5. Untuk keamanan pemudik, tidak tanggung-tanggung, Sido Muncul bekerja sama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Seluruh pengemudi bahkan melakukan tes urine dulu, pengecekan ini untuk melihat kondisi fisik mereka. Apakah prima mengendarai bus untuk perjalanan jauh. Tentunya untuk keselamatan bersama. Cukup ketat juga standar Sido Muncul, ya.


6. Tahun ini di acara mudik, Sido Muncul bikin launching produk varian baru Kuku Bima Energi plus Vitamin C yang merupakan minuman berenergi mengandung vit. C buat menjaga daya tahan tubuh. Duduk lama membelah jalanan membutuhkan stamina tinggi kan ya….

Jika dibandingkan dengan acara mudik-mudik Sido Muncul sebelumnya, memang ada penurunan jumlah pemudik. Menurut Direktur Utama Sido Muncul Pak David Hidayat, hal itu disebabkan karena perekonomian para pedagang jamu semakin membaik, selain karena sudah banyak juga perusahaan lain yang menyelenggarakan mudik gratis. Saya jadi teringat perbincangan dengan Pak Irwan Hidayat dulu-dulu, beliau bercerita bahwa program-program sosial Sido Muncul memang bertujuan untuk menjadi semacam pionir yang ingin menginspirasi perusahaan lain agar suatu ketika menjalankannya juga.

Sekilas Sejarah Mudik Gratis Sido Muncul
Pak Jonatha Sofjan Hidajat memiliki ide mudik gratis sebagai ungkapan terima kasih pada para pedagang jamu Sido Muncul. Ide itu disambut baik sehingga dapat dilaksanakan. Tahun 1991 merupakan tonggak sejarah dimulainya tradisi mudik gratis ini. Waktu itu di Lapangan Parkir Timur Senayan, 17 bus yang membawa 1.200 pedagang jamu gendong, pedagang jamu asongan, dan para pembantu rumah tangga diberangkatkan menuju kampung halaman mereka. Acaranya sederhana saja, Manajer Marketing Sido Muncul yang waktu itu dijabat Pak Kris Irawan melepas pemudik dengan suka cita. Barulah tahun 1994 konsep mudik gratis semakin dimatangkan. Sebelum berangkat, para pemudik diberi hiburan dan pelepasannya pun dihadiri pejabat dan media. Sido Muncul berharap acara ini dikabarkan lebih jauh, agar semakin banyak para pemudik yang dapat diakomodir kebutuhannya oleh pihak perusahaan.

“Setiap tahun, usai acara mudik, kami turut senang karena bisa melihat kebahagiaan para pemudik,” ujar Pak Irwan Hidayat.

Bersama Pak Irwan Hidayat, Teh Ani, dan Evi

Saya dapat membayangkan, ada banyak hati yang lega saat menuju kepulangan. Ada lelah perantauan, perpisahan terpaut jarak, tumpukkan pekerjaan, dan kerinduan yang menyesakkan akan segera tandas oleh hangatnya pelukan dan senyuman orang-orang tercinta di kampung halaman.

[Blogtour] Review + Giveaway Novel Horor Klenik ‘Karung Nyawa’ Karya Haditha

Ini kali kedua saya membaca novel karya Haditha, setelah sebelumnya membaca Anak Pohon dua tahun lalu. Cukup penasaran dengan perkembangan penulis.

Data Buku

Judul : Karung Nyawa

Penulis : Handitha

Penerbit : Bukune

Tebal : 220 Halaman

Penyunting : MB Winata

ISBN : 97860222202653

 

Blurb :

Johan Oman, Pemilik Konter Pulsa

Ah, kejadian lagi, padahal belum juga hilang ingatanku akan kejadian mengerikan itu! Udahlah, tutup konter saja!

 

Janet Masayu, Pemandu Karaoke

Pacarku memang benar-benar trauma akan kejadian itu. Sekarang dia nggak mau keluar sama sekali dari konter pulsa kecilnya. Harus bagaimana ya kalau sudah begini…

 

Zan Zabil Tom Tomi, Penjaga Warnet

Menarik! Polisi saja tidak sanggup memecahkan misteri ini.

Sepertinya sudah perlu detektif partikelir yang lama nganggur ini turun tangan.

 

Tarom Gawat, Cucu Dukun

Gawat… gawat… GAWAT!

 

Empat pemuda bekerja sama menyelidiki kasus ganjil yang menggegerkan desa. Mereka tidak pernah menyangka akan berada di ranah klenik nan mistik yang membuka rahasia masa lalu kelam Purwosari.

Bukan hanya soal pesugihan dengan tumbal, tapi jauh lebih mengerikan lagi, perihal legenda Toklu—Pemulung pemburu kepala manusia yang mungkin benar adanya.

 

Kini mereka harus menghadapi tantangan terbesar ketika mendapati bahwa pemburu dan mangsa terakhir dari semua ini lebih dekat dari yang mereka kira.

Review

Saya tidak menyangka, kover novel “Karung Nyawa” yang menarik itu buatan penulis sendiri. Gambar seorang pemulung dilatari jalan setapak sewarna darah bertuliskan judul dan nama penulis sangat eye catchy karena background-nya warna kuning polos. Simpel, misterius, dan warnanya mencuri perhatian. Ketika melihatnya di display di toko buku, mata akan mudah menemukan buku ini.

Kemudian, desain sampul belakangnya pun bagus. Sebelum blurb, tampak sobekan kertas berita acara pemeriksaan kepolisian. Kata-kata yang dipilih dalam blurbnya pun memancing rasa penasaran. Sudah memberi gambaran mengenai 4 tokoh utama dalam novel ini beserta dengan kasus yang mereka hadapi.

Sejak membaca bab-bab awal novel ini, saya dibuat jatuh cinta dengan teknik penulisan Haditha. Teknik penulisannya berbeda dengan novel Anak Pohon. Saya mendapati perkembangan Haditha cukup pesat. Penulisan Haditha enerjik, lugas, kaya kosakata, diksinya menarik, memiliki humor samar, dan kental lokalitas. Nuansa lokalitasnya bahkan sudah dibangun dari pemilihan judul babnya, memakai bahasa Jawa. Dialog para tokohnya pun sering memakai bahasa Jawa, pembaca diberi footnote terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Karena tidak begitu banyak, jadi saya tidak merasa terganggu. Namun cukup memberi aksen lokalitas dan penguatan untuk para karakternya. Kemudian, di antara kata-kata yang saya sukai, ini kutipan favorit saya:

Hidup mandiri itu ya jangan sembunyi kalau ketemu cobaan. Harus bangkit. Harus hadapi masalah. –halaman 40

Sejak bab pertama saya langsung larut dalam cerita. Pengenalan tokoh dan sungguhan konflik berjalan beriringan. 4 tokoh utama diperkenalkan satu per satu tanpa basa-basi, lengkap dengan latar belakang masa lalunya. Tokoh di novel ini bertebaran, tapi saya tidak dibuat pusing karena masing-masing tokoh memiliki ciri khas pembeda. Seperti novel sebelumnya, karakter-karakter yang dibangun penulis sangat kuat dan chemistry antara mereka terasa sekali. Bisa dibilang saya menyukai seluruh tokoh dalam Karung Nyawa. Mereka lovable dan menyedot perhatian dengan caranya sendiri. Tokoh favorit saya Simbah nenek Johan Oman. Yang menarik lagi, di novel ini sempat disinggung tokoh Nuansa yang merupakan tokoh utama di Anak Pohon.

Konfliknya Karung Nyawa disampaikan langsung dari bab pertama dengan lugas. Sejak awal novel ini beritme cepat, sehingga saya tidak diberi waktu merasa bosan. Berbeda dengn saat membaca Anak Pohon yang konfliknya tak begitu rapat, Karung Nyawa menyajikan misteri yang padat. Meski begitu, saya cukup terkejut ketika membaca bab-bab awal novel ini karena di antara berbagai konflik ketegangan saya masih bisa tenang dan senyum-senyum sendiri. Pemilihan kata Haditha yang mengandung humor samar inilah penyebabnya. Semakin lama, tensi konflik makin tinggi dan kemunculan serta deskripsi hantu dan sebangsanya dalam novel ini makin detail sehingga saya jadi panas dingin. Horor klenik, pesugihan, dan topik Toklu (pemulung pemburu kepala manusia) yang diusung Haditha ini begitu mudah related dengan kehidupan sehari-hari. Sewaktu kecil saya juga mendengar desas-desus mengenai Toklu ini, padahal saya dan Haditha secara geografis berbeda, karena itu isu Toklu ini menjangkau luas sekali. Terus terang saja, saya ini penakut sekali, sehingga membaca Karung Nyawa dibutuhkan ketabahan level tinggi saking mencekam dan meneror. Satu kata untuk buku ini: GAWAT! Seperti kata favorit tokoh Tarom Gawat yang memiliki kemampuan khusus dapat melihat makhluk gaib. Namun ada satu hal yang ganjil buat saya, kenapa polisi tidak bisa menemukan identitas korban melalui sidik jari?

Ngger, anak muda penerus generasi jangan sempit pikirannya, yo.”

–Halaman 51

Nilai tambah lain dari novel ini adalah pesan moral yang disisipkan dengan baik dalam banyak bab.  Di akhir kisah, Haditha menyiapkan twist ending yang cukup nendang. Pembaca yang tidak mengendus pelakunya akan terperenyak.

4 bintang untuk novel Karung Nyawa. Saya rekomendasikan untuk para pencinta horor dan siapa saja yang menginginkan sensasi adrenaline rush.

Giveaway Time!

Mau novel Karung Nyawa? Ikutan giveaway-nya yuk. Caranya:

1. Follow akun IG @haditha_m dan @perpustakaaneva

2. Sebar info giveaway ini dengan tagar #KarungNyawa dan mention saya. Boleh di insta story atau twitter. Untuk twitter silakan mention saya di @evasrirahayu

3. Peserta harus memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

4. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun IG atau twitter kamu.

Ketika membaca novel horor, sensasi apa yang kamu harapkan dan apa yang ingin kamu dapat dari bacaan itu?

5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 8-12 Juni 2018. Satu pemenang akan mendapat novel Karung Nyawa. Pengumuman pemenang pada tanggal 13 Juni 2018 jam delapan malam di akun twitter dan IG saya.
Ditunggu partisipasinya ^_^

[Review] Novel “False Beat” Karya Vie Asano

False Beat yang merupakan novel debut Vie Asano sudah mencuri perhatian saya sejak pertama kali melihat cover novelnya.  Tema musik dipadu kisah anak kembar menjadi magnet tersendiri.

DATA BUKU

Judul: False Beat
Penulis: Vie Asano
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020382265
Tebal: 294 Halaman
Terbit: Maret 2018

Blurb:

”Nggak usah lihat-lihat. Gawat kalau lo nanti suka sama gue.”

Gara-gara terlilit utang dengan om-nya, Aya harus rela menjadi manajer Keanu & the Squad. Sebenarnya pekerjaan itu tak seburuk yang dia bayangkan, kalau saja bukan Keanu yang harus dihadapinya. Vokalis sekaligus pentolan band itu mungkin punya banyak fans. Dan harus dicatat, Keanu tuh punya wajah ganteng, bibir seksi, penampilannya keren, dan suara yang bagus banget. Tapi, Keanu punya segudang kelakuan ajaib yang membuat Aya tak bisa berkutik, juga membuat jadwal roadshow band itu berantakan!

Aya pun mencari cara untuk mengendalikan Keanu agar roadshow berjalan lancar. Baru saja merasa menemukan jawaban, Aya malah terjerumus dalam masalah baru: mengetahui rahasia besar yang disimpan Keanu yang membuatnya terperangkap dalam drama tak berujung.

ULASAN BUKU

Cover novel ini kece banget. Seorang cowok lagi nyanyi dengan atraktif. Mukanya enggak diliatin, jadi pembaca bisa membayangkan sendiri seperti apa wajahnya. Dari cover-nya udah kebayang tema besar yang diangkat: dunia hiburan dengan dramanya. Blurb alias sinopsis belakang cover, menarik, menggambarkan konflik, dan bikin penasaran buat baca

Pembagian babnya unik, nyesuain sama tema musiknya. Prolog disebut sebagai ‘intro’ sedang babnya dinamai ‘verse’, ‘Chorus’ dan istilah musik lainnya. Suka deh!
Ini saya jadi tahu istilah verse. Bab prolog alias intro dibuka dengan tokoh Aya yang terkejut saat menonton berita tentang skandal Keanu dari band Keanu & the Squad yang akan dimanajerinya. Wajarlah Aya syok karena cewek itu belum berpengalaman di industri hiburan, dan secara baru pulang dari Jepang setelah kerja di sana selama 3 tahun. Prolognya cukup menarik karena sudah disuguhi konflik.

Kemudian bab-bab awal novel ini berjalan dengan tempo cepat yang pas. Perkenalan para tokoh langsung dibalut dengan mengemukanya masalah demi masalah antara Aya dan Keanu, membuat cerita jadi langsung seru! Penulis seperti enggak mau buang-buang waktu sehingga emosi pembaca sudah diaduk-aduk sedari awal.

Baca novel ini betah, soalnya bahasanya renyah, dan dialognya hidup.
Juga… kocak!
Humornya dapet. Terhibur deh bacanya.
Obrolan antara Aya dan Keanu berhasil bikin saya senyum-senyum sendiri.
Dialog Aya dengan band the Squad dan sahabat-sahabatnya juga terasa natural.

Dalam novel ini banyak istilah musik dan dunia hiburan. Kayak misalnya road manager, stage manager, chorus, kunci-kunci nada, dan lainnya. Jangan khawatir enggak ngerti, karena ada catatan kaki buat penjelasannya. Untungnya gak begitu banyak, jadi enggak pusing sering-sering liat ke bawah. Sebagian istilah dijelasin sama narasi dan dialog soalnya. Lumayan nambah pengetahuan 😎
Keliatannya penulis cukup melakukan riset, sehingga dunia hiburan dan musik jauh dari tempelan. Pembaca beneran diajak memasuki dunia musik yang ajaib. Vie juga memberi selipan-selipan tentang Jepang. Pembaca dibuat percaya kalau Aya memang beneran abis magang di Jepang. Penulis kalau gak salah memang menyukai hal-hal berbau Jepang.

Kemudian, saya pernah cerita berharap baca adegan konser yang epic. Dan saya cukup terpuaskan dengan adegan konsernya. Sebagai pembaca saya dapat membayangkan seperti apa merindingnya berada di konser itu 😎

Ada satu hal lagi yang mencuri perhatian saya. False Beat menceritakan tokoh kembar! Kembar cowok, tokohnya Keanu kembar dengan Kevin. Mereka digambarkan sebagai kembar yang hubungannya kurang baik.
Bukan hal aneh memang, berdasar pengamatan, anak kembar cowok memang cenderung gak seakrab kembar cewek atau kembar cewek-cowok.
Tapi… hubungan Keanu dengan Kevin ini bisa dibilang rumit! Nah, apa kerumitannya? Mesti baca sendiri deh.

Lalu para tokohnya….
Pertama, tokoh si kembar Keanu dan Kevin ini combo keren! Keduanya sama-sama bikin jatuh cinta. Penulis pinter aja nih bikin pembaca kayak saya meleleh.
Keanu dan Kevin wajahnya identik, suaranya persis, yang bedain secara fisik cuman Kevin berkacamata.
Kalau sifatnya? Keduanya punya kekurangan yang jelas. Yes, saya suka nih tokoh kayak gini.
Kedua, Aya. Tokoh ini tipe karakter komikal dan ekspresif. Kelakuannya lucu, meskipun enggak sampai bisa disebut ajaib.
Ketiga, Key. Dia adalah teman Keanu dan Kevin yang cantik dan baik hati. Pembaca enggak akan sulit menebak hubungan apa yang terjadi antara ketiga tokoh itu. Kabar baiknya, Key ini saingan yang sepadan buat Aya. Bukan tipe bitchy soalnya. Yang begini lebih mengaduk emosi saya sebagai pembaca.

Romansa Aya dan tokoh utama cowok ‘False Beat’ terjalin dengan natural. Perkembangan emosi di antara mereka berjalan sedikit-sedikit sehingga terasa gereget! Saya menikmati adegan demi adegan yang terus terang bikin saya ikut-ikutan ngerasa deg-degan.

Di blurb disebutkan kalau Aya mengetahui rahasia kelam Keanu yang bikin hidupnya sebagai manajer makin dramaaaa!
Bisa dibilang, saya enggak menyangka ini rahasianya begitu. Dapetlah twist-nya.
Rahasia ini bikin saya makin bersimpati pada Keanu.
Apa rahasianya? Baca sendiri ya.

Makin ke belakang, kisah di False Beat ini makin seru, kompleks, dan menyentuh.
Dramanya gereget 😍 Klimaksnya dapet. Saya berhasil dibikin nangis. Huaaaa 😭😭😭
Hampir seluruh pertanyaan terjawab tuntas. Termasuk pertanyaan yang langsung terpikir saat membaca betapa ngototnya Om Putra–omnya Aya–untuk menjadikan keponakannya itu manajer Keanu and the Squad. Padahal Aya itu kan enggak punya pengalaman banget.

Berhubung ini novelnya ngebahas anak kembar, jadi kepancing buat komentar dikit soal itu. Kalau kata Evi, anak kembar akan cenderung memihak tokoh yang paling mirip dirinya. Tapi kami sih sebenernya akan memihak siapa pun anak kembar yang kami rasa mendapat ruang kurang dalam satu cerita. Di novel ini sebenernya penulis sudah cukup memberi porsi seimbang antara Keanu dan Kevin, tapi ada satu yang menggantung. Kisah percintaan salah satunya.
Kisah si kembar Keanu dan Kevin termasuk yang nyesek-nyesek gimana…. Cerita tentang anak kembar memang suka bikin kebawa baper 😆

Kalimat yang paling saya suka di novel ini:

Setiap orang pasti punya dua wajah yang saling bertolak belakang (halaman 267).

Kesimpulannya…. Novel ini menghibur, bikin senyum-senyum, baper, deg-degan, gemes, dan ngasih pengetahuan soal dunia hiburan juga.

4 dari 5 bintang