Bertualang ke Museum di Bandung Tanpa Takut Tersasar

Bertualang ke Museum di Bandung Tanpa Takut Tersasar—Ketika merancang suatu perjalanan, saya biasanya menetapkan empat tujuan (banyak ya). Kepenginnya sekali jalan-jalan bisa membangun bonding, menambah wawasan, mengalami petualangan yang terkenang, sekaligus belajar ngevlog. Maklum, enggak bisa seminggu sekali saya dan keluarga bisa jalan-jalan. Waktu dan budget-nya mesti dibagi-bagi, hehe…. Berdasar berbagai pertimbangan itu, saya membuat rencana petualangan mengelilingi 4 museum di Bandung. 4 museum dalam list saya itu Museum Sri Baduga, Museum Asia Afrika, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, dan Museum Geologi Bandung. Dan… baru kesampean ke Museum Geologi Bandung aja ^^

Manfaat Mengunjungi Museum Untuk Anak

Selain karena saya suka hal-hal berbau sejarah dan waktu kecil pernah bercita-cita jadi penemu fosil, mengunjungi museum punya banyak manfaat buat anak. Seperti:

1. Menambah Pengetahuan

Dengan mengajak anak ke museum, pastinya menambah wawasan anak. Anak-anak bisa belajar tentang sejarah dan sains tanpa merasa bosen. Kayak mempelajari tentang detail-detail dinosaurus, karena ngeliat langsung, anak jadi mau baca tentang keterangan mengenai jenis-jenis, tinggi, dan hal lainnya. Atau belajar tentang berbagai teknologi di masa lampau. Ini sekaligus menambah referensi visual mereka, karena hal-hal yang awalnya cuman bisa diliat di buku dan tayangan, terbentang nyata di hadapan. Dan, bukan cuman si kecil yang bertambah pengetahuannya, orang tua juga. Saat si kecil bertanya ini itu, jawabannya ada di museum, saya jadi enggak pusing nyari jawabannya, eh.

2. Si Kecil Jadi Ingin Tahu Lebih Dalam

Saat melihat banyak hal baru, anak jadi tumbuh rasa penasarannya pada ilmu pengetahuan dan sejarah. Tanpa harus memaksa anak untuk mempelajari sejarah dan pengetahuan, dia sudah curious sendiri ketika banyak ngeliat hal baru.

Kunjungan ke Museum Sri Baduga (Sumber gambar http://museumsribaduga.jabarprov.go.id)

3. Meluaskan Imajinasi

Masuk ke museum, seperti masuk ke dalam dunia petualangan masa lampau. Hal-hal baru yang anak temukan bisa jadi tak terbayangkan sebelumnya, Tentunya ini akan meluaskan imajinasi dan nantinya membuat mereka lebih kreatif.

Bertualang ke Museum di Bandung

Buat memuluskan rencana menjelajah dari museum ke museum di Bandung, saya mesti melewati dua rintangan. Untungnya bukan disuruh meruntuhkan Benteng Takeshi. Tsah! Tantangan pertama adalah bikin si kecil ‘mau’ ke museum. Tiap memilih tempat wisata memang biasanya saya diskusi juga dengan si kecil, dia kepenginnya ke mana. Soalnya saya enggak kepengin pas sampai tempat, anaknya malah bete dan enggak enjoy. Awalnya dia enggak kepengin ke museum. Belum kebayang kali ya kayak apa museum itu. Saya inget kalau dia pernah cerita pengin liat dinosaurus secara langsung setelah nonton film animasi tentang dinosaurus. Tring! Muncul solusi dalam kepala. Saya langsung mengiming-imingi pertemuan dengan dinosaurus. Trik saya berhasil, maka terpilihlah Museum Geologi Bandung sebagai tempat yang pertama kami kunjungi dari rangkaian petualangan museum.

Ternyata-ternyata… di sana dia enggak cuman betah melototin dinosaurus, malahan seneng banget nonton pemutaran film tentang pembentukan bumi, liat kerangka manusia zaman purba, dan… yang paling bikin dia happy adalah mencoba simulator gempa. Dalam petualangan ke museum di Bandung pertama kami itu, jadilah satu vlog.

Sampai kelupaan soal rintangan keduanya. Tantangan kedua ini datang dari saya sendiri. Saya beberapa kali membuat pengakuan memalukan tentang kegagapan saya soal Bandung XD Meskipun sudah puluhan tahun hidup di kota tersayang ini, saya masih setia dengan ketidakhafalan saya akan jalan-jalan di Bandung. Sungguh bukan sebuah prestasi yang membanggakan, apalagi harus diganjar award 😥 Sudah berulang kali saya membuat teman-teman yang melancong ke Bandung ikut tersasar bersama saya. Kasian-kasian-kasian XD Begitu juga dengan perjalanan menuju Museum Geologi Bandung waktu itu. Sempat putar-putar kota dulu sebelum berhasil menemukan tempatnya.

Itu bukan pengalaman terburuk. Saya pernah dua kali ke tempat wisata yang ternyata… sedang tutup! Kebayang kan mangkelnya? Sudah jauh-jauh, eh ternyata enggak bisa menikmati tempat wisatanya 😦 Untungnya teknologi internet dan aplikasi datang sebagai dewa penolong. Dari berbagai pengalaman tragis itu, saya jadi mulai membuat rancangan perjalanan menuju tempat wisata. Bertemulah saya dengan aplikasi CariAja di google play store. Awalnya tertarik dengan slogannya yang berbunyi: What You Are Looking For, Just Right At Your Palm.

CariAja ini aplikasi pencarian tempat wisata, hotel, kuliner, bank, ATM, minimarket, sampai transportasi. Aplikasi ini pengertian sekali pada orang-orang semodel saya yang sulit menghafal jalan, sesusah menemukan teori-teori fisika. Kecenya lagi, aplikasi CariAja ini bikinan lokal loh.

Semudah apa sih jadinya bertualang ke museum di Bandung dengan aplikasi CariAja? Semudah mengerjakan soal matematika anak TK ^^

Fitur-fitur dalam aplikasi CariAja yang memudahkan menikmati petualangan museum di Bandung

  1. Temukan Tempat

Di ‘Beranda’ CariAja ada berbagai pilihan pencarian. Seperti tempat belanja, kesehatan, sampai otomotif. Karena tujuan saya adalah mencari museum, saya mencarinya di ‘Hotel & Wisata’. Nantinya di layar bakal dikasih pilihan lagi sub-sub kategori. Museum ini punya sub kategori sendiri, jadi gampang banget menemukannya.

Berbagai keterangan bakal kita dapatkan ketika mengeklik satu tempat. Bukan hanya alamat lengkap, tapi ada juga nomor telepon yang bisa dihubungi, keterangan mengenai tempatnya, dan jam buka tempat tersebut. Jadinya enggak bakalan deh ada kejadian pas sampai lokasi ternyata tempatnya tutup.

2. Terdekat

Ketika mengeklik pilihan di sub kategori, yang dalam kasus saya adalah ‘Museum’, langsung keluar deh daftar museum dimulai dari yang posisinya paling dekat dengan tempat kita berada. Begitu juga kalau kamu mengeklik ‘Minimarket’, muncul deh berbagai minimarket terdekat dari rumah. Berguna banget untuk menghemat waktu, kan?


3. Dapatkan Arahan

Nah… ini dia koentji supaya tidak tersesat. Malu buka aplikasi CariAja sesat di jalan, eh. CariAja ini ngasih arahan ke tempat yang kita tuju melalui Google Maps atau Waze. Satu langkah supaya perjalanan kita menuju museum-museum di Bandung lepas dari drama sasar menyasar.


4. Tambah Favorit

Punya tempat favorit atau museum favorit? Masukan saja dalam list favorit. Keuntungannya kita bakalan dapet akses cepat dan dapet pemberitahuan promo, diskon, atau acara seputar tempat favorit. Misalnya nih, kalau memasukkan Museum Geologi Bandung ke dalam favorit, kalau ada acara ‘Night at Museum’ nanti kita dapet notifikasinya.


Selain keempat fitur tadi, ada 2 fitur seru lainnya di CariAja. Kamu bisa memakai fitur-fitur ini untuk membantu orang lain. 2 fitur itu ‘Tambah Tempat’ dan ‘Bagikan’. Jadi, kalau nemu tempat-tempat seru di sekitarmu, masukin aja ke CariAja, bisa jadi loh tempat yang kamu tambahkan itu dicari dan dibutuhkan orang-orang. Atau nih, kalau kamu punya tempat usaha juga bisa didaftarin dan ditambahkan sendiri lewat fitur ini. Update terus info tentang tempat usahamu itu ya, kali aja jadi bikin banyak orang berminat. Terus, kita juga bisa membagikan tempat favorit lewat fitur ‘bagikan’ itu, membantu orang buat mengenal tempat-tempat baru. Oh iya, kamu bisa mengunduh CariAja di sini.

Setelah tahu tentang CariAja, saya enggak lagi takut tersasar saat mau bertualang ke museum di Bandung dong. Mau ikut bertualang bareng?

Advertisements