Keliling Bandung Bersama Si Biru uberMOTOR

motorcycle-16209141

Kalau ditanya apa saya cinta sama Bandung? Saya dengan sangat yakin menjawab iya. Beda lagi urusannya kalau ditanya soal jalan-jalan di Bandung. Soalnya meskipun saya lahir dan tinggal di Bandung, saya masih gagap sama keseluruhan pelosoknya. Bukan karena saya anak rumahan loh ya, karena enggak tepat dibilang gitu sih kalau melihat track record seneng jalan-jalan saya. Tapi ya itu tadi, saya agak lemah dalam mengingat jalan, hehe. Pengalaman paling enggak banget perihal ini adalah sukses menyasarkan beberapa kali anak orang yang meminta saya jadi tour guide saat liburan ke Bandung XD Seandainya ada Academy Awards untuk kategori tour guide Ter-Sesat, pastilah saya pemenang pialanya.

Berkat alasan itu juga saya die hard fans kendaraan umum. Nungguin kendaraan ngetem aja saya mah sabar, apalagi nungguin kamu, eh. Nungguin email acc naskah dari penerbit maksudnya. Ah, curcol ya πŸ˜€ Balik lagi soal Bandung. Kota tercinta ini makin banyak aja tempat pariwisatanya. Membuat para penghuni kota-kota lain berebutan kepengin ke sini. Soal perihal jadi macet mah itu udah risiko ya. Udah bukan lagi mesti dipermasalahin, tapi mewujudkan solusinya sama-sama. Makanya seneng juga saat transportasi umum di Bandung makin semarak dengan hadirnya uberMOTOR per Oktober lalu. Tahu kan kesaktian motor yang tetep bisa jalan meskipun macet dengan jurus blusukannya, hehe.

Buat kamu yang kayak saya, iya maksudnya gagap jalan, kehadiran uberMOTOR ini solusi banget. Cukuplah ya di-aplikasi-nya kita tulis tempat penjemputan dan tujuan, mitra uberMOTOR bakalan wush-wush bawa kita sampai ke tempat. Eh iya, saya pernah cerita sebelumnya tentang UberX (Baca Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber) di sana saya terangin juga gimana cara download aplikasinya. Karena buat menggunakan fasilitas Uber ini kamu mesti pakai aplikasi di gawai.

Untuk kamu yang liburan ala backpacker ke Bandung, uberMOTOR juga memudahkan buat keliling sendirian tanpa mesti ngerasa takut repotin siapa-siapa. Mau keliling Bandung dari ujung ke ujung juga enggak akan nyasar kalau sama mitra uberMOTOR mah. Minimal kalau pun mitra uberMOTOR enggak tahu pasti tempatnya, mereka dibekali oleh kemampuan baca gps yang mumpuni. Cukuplah kamu berbekal nama-nama destinasi wisata Bandung aja πŸ˜€

Mau keliling Bandung ke mana sama uberMOTOR?

Mau ke Lembang? Hayuuu. Mau ke mal-mal? Gampang. Sampai mau ke pasar-pasar juga bisa.

Cara mengidentifikasi mitra uberMOTOR tuh gampang banget, gaes. Karena mereka memakai atribut biru-biru. Dari mulai helm sampai jaket. Makanya uberMOTOR disebut si Biru. Warna yang bikin seger di mata kan ya ^_^

img-20161226-wa0069

Salah satu mitra pengemudi uberMOTOR (taken by Lygia)

Apa kelebihan memakai uberMOTOR?

    1. Pembayarannya enggak ribet. Kamu bisa bayar langsung secara tunai. Kalau punya kartu kredit, bisa banget dipakai.
    2. uberMOTOR bisa kamu ajak bebas berkeliling Bandung. Karena tujuan tempatnya enggak saklek, misalnya dari Kopo ke Sukajadi. Yang penting itu tempat penjemputannya jelas. Untuk tujuan, kamu bisa mampir-mampir dulu ke mana-mana. Contohnya, tujuan kamu mau ke satu tempat wisata di wilayah Lembang, tapi kamu mau ke rumah saudara dulu ngambil barang, tambah harus ke stasiun dulu beli tiket. Kamu enggak mesti pesen uberMOTOR berkali-kali. Karena perhitungan biaya uberMOTOR ini dihitung jarak dan waktunya. Kamu bisa menghemat waktu buat pemesanan transportasi berkali-kali itu kan? Jadi udah pasti dong puas banget keliling Bandungnya.
    3. Banyak promo. Saat ini Uber punya kampanye #BiruItuBandung yaitu potongan biaya sebesar 50% sampai dengan sepuluh ribu rupiah buat lima kali perjalanan. Lima kali loh gaes, lumayan banget itu. Caranya adalah dengan memakai kode promo BDGBIRU sampai 29 Desember 2016. Cuman, promo ini berlaku khusus buat pelanggan baru. Buat kamu yang udah sering pakai Uber jangan sediiih, karena ada promo lain seperti kode promo TAHUNBARU2017 yang bisa kamu pakai.
    4. Ada hadiah seru dengan ikutan Kontes Foto #BiruItuBandung. Masih dalam rangkaian kampanye #BiruItuBandung uberMOTOR menyediakan hadiah super seru buat 4 pemenang yaitu Uber credit sebesar Rp.500.000! Guede banget kan, gaes! Itu credit bakal memuaskan hasrat jalan-jalan kamu XD Terus gimana cara ikutannya? Caranya foto mitra pengemudi uberMOTOR Bandung yang menggunakan atribut biru. Mesti yang pakai atribut biru loh ya, catet! Boleh foto bareng kamu atau mitra pengemudianya doang. Tapi jangan foto selfie kamu sendirian doang loh, gaes, hoho. Lalu sertakan caption yang semenarik mungkin. Unggah fotonya sebelum 31 Desember 2016 di Instagram atau Twitter dengan mention atau tag akun @uber_IDN jangan ketinggalan tagar #BiruItuBandung
Β Cara memesan uberMOTOR
1. Pastikan kamu udah unduh aplikasinya dari google play store.
2. Buka aplikasinya. Pastikan di gambar motor dan mobil, kamu memilih gambar motor.
img_20161227_170146
3. Tentukan lokasi penjemputan dan tempat tujuan
img_20161227_170300
4. Masukan kode promo kalau mau dapet potongan harga, misalnya kode BDGBIRU
img_20161227_170241
5. Lihat estimasi biaya buat mengetahui biaya perjalanan sampai ke tujuan.
img_20161227_170320
6. Tunggu telepon dari mitra pengemudi uberMOTOR.
7. Setelah mitra pengemudi uberMOTOR sampai, jalan-jalan keliling Bandung deh.
Selamat berkeliling Bandung dengan si Biru, gaes!
img-20161226-wa0065

Serunya keliling Bandung pakai uberMOTOR (taken by Lygia)

Advertisements

Tips Membuat Foto Buku (Photobook) Yang Instagramable

img_20161220_191651

Sebagai pecinta, pembaca, penulis, dan penimbun buku, saya selalu seneng kalau melihat foto-foto buku yang cakep-cakep. Bukan, bukan bagus cover bukunya, tapi foto bukunya loh. Awalnya saya menemukannya di akun-akun Instagram penerbit. Yep, foto buku yang instagramable memang salah satu cara mempromosikan buku yang dipakai para penerbit. Mata jadi seger-seger gimana gitu liatnya. Lama-lama saya ngeliat banyak akun pembaca–terutama para blogger buku–posting foto-foto buku yang kinclong itu. Dan ketahuilah teman, tiap kali ngeliat itu saya selalu ngarep foto buku sayalah yang terpampang di sana XD Harapan saya pun terkabul *joged-joged pake klakson bus telolet-telolet* Suatu hari saya di-tag pembaca buku di instagram, bahagia banget deh buku saya difoto cakep plus isi caption-nya yang menyatakan suka sama karya saya. Terharuuu…! Namun sampai saat itu saya belum kepikiran juga buat bikin photobook sendiri.

Sampai, satu saat saya meresensi buku untuk kesekian kali di blog ini. Saya pikir, kayaknya lucu juga kalau masukin foto buku yang menarik. Sebagai penghargaan dan apresiasi terhadap karya penulis. Pada dasarnya saya memang suka foto-foto orangnya. Liat pemandangan atau sesuatu menarik pasti saya foto, sekalian stok buat bikin photoquotes. Jangan ngebayangin saya foto-foto pakai kamera DSLR atau mirrorless loh ya. Saya selalu memakai kamera gawai. Maklumlah sampai saat ini keinginan punya kamera baru bisa kesampaian sebatas niat :’) Buat yang tersentuh mau endors kamera mirrorless atau DSLR saya terima sepenuh jiwa raga loh, hoho. *Ini sih namanya ngarep, tendang Eva ke Hawai* Balik lagi ke persoalan photobook. Saya mikir… kayak gimana ya fotonya? Karena rasa-rasanya enggak ada spot kece di rumah buat foto buku. Baru mikir begitu, semesta sudah memberi jalan keluar. Solusi itu datang dari Prajurit Rumput yang lagi fotoin produk scrapbook bikinannya dengan label ArtisticInside. Trik fotonya sederhana tapi kreatif. Akhirnya kami menamainya studio mini ArtisticInside. Setelah jeprat-jepret entah berapa kali buat dapetin “satu” foto, saya masukan juga photobook-nya ke postingan resensi. Ternyata saya mendapat respon positif dari penulis bukunya. Alhamdulillah mereka suka. Dari situlah saya jadi kepikiran buat ngembangin hobi photobook ini. Oh iya, ngomong-ngomong istilah photobook ini entah saya temukan di mana, enggak tahu bener apa enggak istilahnya, cuman buat saya enak aja gitu nyebutnya.

PicsArt_08-04-05.59.29

Photobook pertama saya

Tips Membuat Photobook Yang Instagramable Ala Saya

Kalau kamu punya hobi yang sama, dan kepengin bikin photobook yang instagramable buat promosi bukumu sendiri, buat Instagram book review, atau buat posting ke penulis tanda kamu suka bukunya, saya punya beberapa trik buat dicoba. Persoalan pakai kamera apa, bebaaaaas. Bisa mulai dari yang terbatas kayak saya, pakai kamera hape. Mari kita sulap rumah jadi studio mini.

  1. Pelajari bukunya. Sebelum menentukan konsep photobook, sebaiknya kamu baca bukunya dulu. Atau minimal baca blurb-nya (tulisan belakang buku) dulu deh biar kegambar buku itu ngebahas apa. Misalnya photobook novel “Kiss Me And Let Me Die” yang saya buat, karena isinya kisah cinta manusia dengan malaikat, maka saya bikin konsep memakai hiasan bulu-bulu sebagai penggambaran dari sayap malaikat.

img_20161208_160611

2. Siapkan banyak kertas latar. Kertas latar ini berfungsi seperti background foto di studio. Siapkan sebanyak-banyaknya kertas latar dengan gambar variatif. Koleksi aja mulai dari yang warna-warna polos sampai yang rame gambarnya. Kalau bisa sih kamu sediain juga beberapa kertas bergambar sama, supaya bisa dipakai sebagai dinding atas, kiri, kanan, dan bawahnya sekalian. Fungsi dari varian kertas ini adalah nantinya bisa disesuaikan dengan warna cover bukunya. Bisa tabrak warna, atau justru setema, Misalnya photobook novel “Bule Rawa-Rawa” yang saya buat. Saya memilih latar yang setema dengan cover-nya, yaitu kertas bergambar daun dan kupu-kupu dengan warna kuning lembut yang kesemuanya itu berbenang merah pada kata “rawa-rawa”.

img_20161208_190909

3. Siapkan seabreg aksesoris. Supaya fotonya lucu, kita butuh pemanis, Gaes! Karena itu hunting sebanyak-banyaknya aksesoris. Mulai dari bunga-bunga kecil berbagai warna, bermacam ukuran, beraneka bentuk, sampai ke kancing-kancing kayu. Saya beruntung, karena memang sudah dari lama Prajurit Rumput mengumpulkan banyak pritilan itu buat kebutuhan pembuatan scrapbook, jadi saya bisa memakainya juga untuk photobook. Tapi saya memang anaknya susah dipuaskan, tetep aja sebelum memulai sesi foto, saya mencari banyak tambahan aksesoris lain. Kamu bisa membeli berbagai pritilan itu di toko buku, toko kerajinan tangan, sampai toko khusus penyedia bahan scrapbook. Namun jangan sedih dulu gaes kalau susah nyarinya atau berasa harga aksesoris yang imut itu ternyata muahal. Coba teliti aja dulu benda-benda sekitar kamu. Saya sering juga ke taman buat ngambil ranting-ranting pohon, batu, sampai dedaunan.

Pakai aksesoris itu sesuai dengan isi buku. Misalnya buat “Unforgettabble Chemistry” saya memilih paduan bunga-bunga hijau kecil dan biji-biji kopi karena isi novelnya romantis. Selain itu warna bunga serasi dipadankan dengan cover bukunya.

picsart_12-01-12-13-12

Beda lagi dengan buku nonfiksi “19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres”, saya memilih menambahkan papan skateboard dengan latar reruntuhan bebatuan supaya memberi kesan powerfull pada bukunya.

img_20161208_201829

4. Angle foto. Untuk sudut pengambilan gambar, kamu bisa bereksplorasi sebanyak-banyaknya. Kalau saya sendiri lebih banyak mengambil angle dari atas atau samping. Alasannya terkait dengan tiga poin sebelumnya. Pertama, ketika mengambil angle atas, maka background kertas yang diperlukan cukup satu saja. Sehingga penataan background-nya simpel. Contohnya photobook “Suker” ini.

img_20161220_211646

Kalau kamu mengambil angle samping atau depan, maka kertas background yang dibutuhkan harus disiapkan dua sampai tiga buah. Enggak harus sama, tapi lebih baik setema. Bisa juga tabrak-tabrakan asal nyambung konsepnya, Misalnya untuk photobook “Perempuan Itu … Sesuatu” saya mengambil sudut pengambilan gambar depan, karena itu saya mempersiapkan dua kertas background yang sama. Pertama disimpan di atas, kedua di bawahnya. Trik mudah supaya background berdiri adalah menahannya dengan… barang apa saja asal bisa berdiri rapi πŸ˜€

img_20161208_120905

5. Cari Ide-ide baru. Penulis ngalamin writer block, saya juga suka stuck gitu mau ngehias gimana lagi itu si buku biar tambah cakep, padahal masih banyak segambreng aksesoris yang belum kesentuh. Cari ide-ide segar dengan liat-liat photobook orang lain di Instagram, atau cuci mata dengan pemandangan scrapbook yang komposisinya amazing. Nanti kreativitasmu bakal kerangsang lagi loh.

img_20161208_163207

Ternyata enggak susah kan bikin foto buku yang cakep buat dipajang di Instagram? Yang penting mau berkreasi. Meskipun buat saya sendiri sih, setiap satu photobook membutuhkan effort yang tinggi. Seneng aja gitu kalau bisa bikin penulis bukunya terharu seperti yang pernah saya rasakan. Rasa capeknya kebayar. Yuk ah kita belajar bareng-bareng ^_^ Semoga tipsnya bermanfaat, gaes. Psst! Jangan ragu-ragu kalau mau kirim buku buat saya foto ya, hohoho.

picsart_12-01-07-51-50

NB: Photobook saya bisa dinikmati di IG @eva,srirahayu @ArtisticInside dan Penerbit @universalnikko

img_20161208_152933