Kampanye Lingkungan dan Kesehatan Dalam Mudik Gratis Sidomuncul 2016

PicsArt_07-01-11.12.40

Mudik Bukan Hanya Perkara Kepulangan

Mudik bukan hanya perkara kepulangan, bukan sekadar merebahkan raga di tanah kelahiran. Ada rindu yang meremas hati, perkara rasa yang mesti dilabuhkan. Menjejakkan kaki di kampung halaman, seperti mengulang memoar hidup. Napak tilas sejak kelahiran hingga raga pergi ke perantauan. Maka atas perkara rasa, perkara cinta, mudik menuntaskan hak atas perjamuan pertemuan dengan keluarga. Mudik memang peristiwa ajaib yang menyatukan, melikatkan kembali persaudaraan.

Setiap tahun saya selalu mendengar berita mudik lebaran gratis Sidomuncul dari mama saya. Beliau bercerita dengan ekspresi terharu, ikut senang atas apresiasi Sidomuncul untuk para pedagang jamu mereka dan orang-orang kurang mampu. Kala itu saya hanya manggut-manggut saja, sambil dalam hati merasa mudik gratis ini program sosial yang brilian. Saya enggak pernah menyangka, tahun ini bisa turut dalam keriaan itu, meskipun bukan sebagai pemudik. Namun euforia mudik itu tetap menyentuh hati. Dapat saya bayangkan, betapa bahagianya para pedagang jamu Sidomuncul dapat pulang, kumpul keluarga besar di kampung. Saya pun datang ke acara Jumpa Pers Mudik Gratis Sidomuncul dengan penasaran.

Konferensi press 27 Kali Mudik Gratis Sidomuncul

Konferensi press 27 Kali Mudik Gratis Sidomuncul

Apa yang Beda?

Selalu ada yang beda tiap tahunnya di acara Mudik Gratis Sidomuncul. Tahun ini PT. Sidomuncul Tbk. menyisipkan kampanye lingkungan dan kesehatan bagi para pemudik. Kampanye lingkungan ini merupakan sinergi dengan program pemerintah. Caranya cukup unik, yaitu menempelkan stiker komik berisi ajakan peduli lingkungan dengan memilah-milah sampah organik dan non organik. Memakai komik supaya setiap pemudik mudah menangkap isi pesan. Kemudian, kenapa ditempelkan di tiap belakang kursi bus, supaya mudah terlihat, dan selama perjalanan para pemudik akan tanpa sadar akan terus menerus membacanya. Diharapkan dengan begitu pesan akan menempel pada pemudik.

Si kembar bersama Pak Irwan Hidayat

Si kembar bersama Pak Irwan Hidayat

Kedua, selama mudik gratis, Sidomuncul membuka pendaftaran operasi katarak yang juga gratis untuk umum. Tahun ini PT. Sidomuncul Tbk. telah mengoperasi 50 ribu mata, rencananya akhir tahun bakalan mengoperasi lagi 14 ribu. Pada awalnya Sidomuncul kesulitan mencari masyarakat yang mau mengikuti program operasi katarak. Masyarakat masih takut untuk dioperasi. Pak Irwan Hidayat, Direktur Marketing PT. Sidomuncul Tbk. bercerita bahwa sewaktu mengawal operasi katarak, beliau melihat banyak sekali warga yang datang ke tempat, tetapi ketika ditanya, kebanyakan mereka ternyata bukan pasien, tetapi yang mengantar. Katanya, mereka baru mau mendaftar kalau melihat keluarga atau tetangga mereka yang dioperasi berhasil. Dalam mudik gratis tahun ini Sidomuncul sekaligus ingin menyosialisasikan lebih luas mengenai program operasi katarak supaya masyarakat lebih melek bahwa katarak bisa disembuhkan.

PicsArt_07-01-11.08.35

Blogger berbincang dengan Pak Irwan Hidayat

Sejarah Mudik Gratis Sidomuncul

Tahun 1991, Pak Sofyan Hidayat yang kini telah menjabat sebagai Direktur Utama PT. Sidomuncul Tbk. memiliki ide untuk mengadakan mudik gratis bagi para pedagang jamu Sidomuncul sebagai bentuk insentif. Ide itu diamini untuk direalisasikan, jadi diberangkatkanlah 17 bus membawa para pemudik ke kampung halaman mereka. Kala itu, tak ada media, tak ada acara apa-apa, pun pejabat pemerintah, hanya dilepas secara sederhana oleh Pak Kris Irawan yang waktu itu menjabat sebagai Marketing Manajer Sidomuncul. Begitu sampai tahun 1993. Hingga pada tahun 1994 acara mudik gratis ini mulai diorganisir lebih serius lagi. Barulah Sidomuncul mengadakan acara hiburan untuk pemudik sebelum dilepas, manajemen pun kemudian mengundang pejabat untuk melepas pemudik, mengundang media, dan memasang promosi produk Sidomuncul di bis. Bukan semata-mata bertujuan marketing, tetapi lebih jauh, agar warga luas dapat mengetahui program ini sehingga bisa mendaftar pada acara selanjutnya. Selain itu para pedagang jamu pun jadi lebih bersemangat dan bangga menjadi penjual jamu Sidomuncul. Kebahagiaan mereka merupakan alasan utama program ini.

Pak Irwan Hidayat Sang SocioMarketer

Pak Irwan Hidayat Sang SocioMarketer

Irwan Hidayat Sang SocioMarketer

Ini pertemuan ke sekian kalinya saya dengan Pak Irwan Hidayat, dan saya selalu dibuat kagum dengan karakter dan pemikirannya. Kali ini kami membincangkan tentang konsep marketing yang dijalankan Sidomuncul, yaitu menggunakan dana marketing perusahaan untuk dua hal sekaligus. Promosi produk sekaligus menyisipkan berbagai kampanye sosial. Memang setiap produk memiliki kampanye sendiri. Seperti Kuku Bima dengan kampanye pariwisatanya, atau Tolak Linu dengan kampanye lingkungannya. Dalam obrolan, Pak Irwan mengatakan kalau beliau lebih suka disebut SocioMarketer ketimbang Direktur Marketing. Beliau mengakui bahwa beliau bukanlah seorang filantropi, tetapi SocioMarketing. Karena memang Pak Irwan selalu menyelaraskan marketing dan sosial. Dan hasilnya malah lebih banyak ketimbang hanya memarketingkan produk saja. Menurut beliau, SocioMarketing sangat cocok diterapkan di Indonesia. Pak Irwan berharap semoga SocioMarketing yang dia jalankan dapat menginspirasi banyak perusahaan.

Komik peduli lingkungan yang bisa dimodifikasi untuk ucapan selamat lebaran

Komik peduli lingkungan yang bisa dimodifikasi untuk ucapan selamat lebaran

Pak Irwan meminta kami untuk turut berpartisipasi menyabarkan pesan kebaikan dalam momen lebaran, yaitu dengan memanfaatkan komik peduli lingkungan yang digagas Sidomuncul. Selama lebaran, kita biasanya memberikan ucapan ‘maaf’ lewat gambar yang telah ditambahkan tulisan. Pak Irwan menganjurkan agar memakai gambar komik dengan modifikasi di atasnya ditambahkan selamat lebaran dan foto sendiri. “Tulisan Sidomuncul tidak usah ditampilkan saja,” ucap beliau. Bahkan Pak Irwan langsung mencontohkannya dengan memperlihatkan ucapan selamat lebaran miliknya.

Acara pelepasan Mudik Gratis Sidomuncul 2016

Acara pelepasan Mudik Gratis Sidomuncul 2016

270 Bus Untuk 27 Kali Mudik Gratis Sidomuncul

Hari Jumat tanggal 1 Juli 2016, PT. Sidomuncul Tbk. memberangkatkan 270 bus dari titik pelepasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Jumlah 270 Bus selaras dengan angka 27 yang merupakan banyaknya program mudik gratis yang telah dilaksanakan. Pelepasan mudik lebaran kali ini dihadiri oleh Direktur Utama PT. Sidomuncul Tbk, Pak Sofyan Hidayat, dan Ibu Siti Nurbaya Bakar yang merupakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan RI. Ibu Situ sangat mengapresiasi Sidomuncul yang terus mengkampanyekan peduli lingkungan bahkan dalam suasana mudik. Beliau berharap para pemudik menularkan virus kepedulian lingkungan ini pada sanak saudara di kampungnya.

Bus mulai berjalan

Bus mulai berjalan

Tampak wajah-wajah para pemudik yang semringah. Tidak terlihat besitan pikiran keluhan akan perjalanan mudik yang biasanya akan dihiasi kemacetan dan kelelahan. Bayangan akan keindahan kampung halaman, pelukan hangat keluarga, dan segala nostalgianya telah mengalahkan rasa lelah. Bis kemudian mulai berjalan, membawa 16.000 senyum bahagia pemudik yang pulang, kembali ke kampung halaman, kembali pada cinta yang telah membesarkan.

Para pemudik yang bahagia

Para pemudik yang bahagia

 

 

Tips Membuat Bank Sampah Sendiri di Rumah

PicsArt_04-17-03.33.14

Ibu-ibu seperti saya pasti tiap hari berhadapan dengan berbagai sampah rumah tangga, seperti bekas makanan yang enggak habis, bungkus sachet bumbu masakan, sampai dengan plastik-plastik pembungkus snack bekas camilan anak. Sehari saja tong sampah sudah penuh. Itu baru ibu rumah tangga biasa seperti saya, apalagi kalau saya melihat trash bag tetangga yang punya usaha jajanan anak, sehari bisa dua trash bag penuh kalau penjualannya sedang laris. Dari obrolan dengan tetangga, ternyata pengangkutan sampah kami awalnya hanya sama-sama tergantung pada tukang sampah yang datang seminggu dua kali. Sayangnya, kadang Aa tukang sampah enggak datang sesuai jadwal, sehingga di depan rumah kadang berjajar kantong-kantong sampah yang memelas minta diangkut. Kami sama-sama enggak kepikiran solusi selain pasrah saja menunggu Aa tukang sampah datang.

Selain enggak sedap dipandang dan bau, sampah-sampah itu akan berpengaruh pada kesehatan kalau terus dibiarkan karena menjadi sarang perkembangbiakan bibit penyakit yang kemudian disebarkan oleh lalat, tikus, dan serangga. Dan tentunya bila menyumbat saluran air, bisa menyembabkan banjir.

IMG_20151211_150801

Ternyata dari data Kementrian Lingkungan Hidup, di Indonesia, setiap harinya dihasilkan sampah sebanyak 200.000 ton. Dari jumlah yang fantastis itu, sebanyak 30.000 tonnya adalah sampah non organik, dan hanya 10.000 ton saja yang bisa didaur ulang. Sisa 20.000 tonnya? Dua pertiga sampah non organik ini sulit didaur ulang karena sudah bercampur dengan sampah lain, sehingga sulit memilahnya. Lalu, berapa lama sampah-sampah itu dapat terurai?

Berikut ini daftar terurainya sampah-sampah non-organik:

NO JENIS SAMPAH WAKTU
1 Kertas 2 – 5 bulan
2 Kardus/Karton 5 bulan
3 Kain nilon 30 – 40 tahun
4 Kain katun 2-5 bulan
5 Filter rokok 10 – 12 tahun
6 Kantung plastik 10 – 20 tahun
7 Benda berbahan kulit 25 – 43 tahun
8 Baju/Kaos kaki yang berbahan Nilon 30 – 40 tahun
9 Plastik keras 50 – 80 tahun
10 Jaring ikan 30 – 40 tahun
11 Aluminium 80 – 100 tahun
12 Batu baterai bekas 100  tahun
13 Kaleng timah 200 – 400 tahun
14 Botol kaca / Benda berbahan kaca 1 juta tahun
15 Styrofoam Tidak dapat terurai
16 Botol plastik Tak dapat diperkirakan waktu hancurnya

Sumber dari dhamma-link (dot) blogspot (dot) co (dot) id. Pada artikel berjudul “Berapa Lama Sampah Plastik Dapat Terurai”.

 

Sekarang terbayang kan, betapa pentingnya kita memilah sampah-sampah? Kemungkinan kita enggak melakukan pemilahan sampah karena enggak tahu bagaimana cara memilahnya. Atau memang belum paham seberapa pentingnya aksi yang sebenarnya sederhana itu kita lakukan.

 

Iklan Layanan Masyarakat Tolak Linu Herbal Bertema “Memilah Sampah”

Membaca fenomena itu, PT. Sido Muncul Tbk. yang memang konsisten menyoroti kepedulian lingkungan, mengkampanyekan “pentingnya dan bagaimana cara pemilahan sampah” lewat iklan produk Tolak Linu Herbal yang berfungsi sebagai iklan layanan masyarakat. Menurut Pak Irwan Hidayat, Dirut PT. Sido Muncul Tbk. tujuannya agar masyarakat mengetahui dan paham persoalan sampah di Indonesia. Sehingga nantinya masyarakat bisa belajar dari iklan tersebut kemudian mau memilah sampah domestik rumah-rumah mereka. Selanjutnya, masyarakat juga dapat membantu sesama dengan memberikan hasil pemilahan sampah itu pada pemulung. Solusi cerdas untuk membantu mengatasi masalah sampah domestik.

IMG_20160412_133051

Turut hadir dalam acara, Menteri Lingkungan Hidup RI, Walikota Jakarta Selatan, dan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

Iklan layanan masyarakat bertema “Lakukan Hal Sederhana dengan Cinta yang Besar” ini dibuka dengan memperlihatkan pemandangan tempat pembuangan pembuangan akhir sampah (TPA), dimana terlihat sampah menggunung-gunung. Kemudian Tantri Kotak memberikan penyuluhan cara memisahkan sampah organik dan sampah non organik. Lalu diperlihatkan bahwa kita pun dapat beramal dengan memberikan sampah-sampah non organik pada pemulung. Iklannya sudah memberikan tips yang bisa langsung kita praktikkan.

Peresmian iklan layanan masyarakat peduli lingkungan

Peresmian iklan layanan masyarakat peduli lingkungan

Iklan ini telah di-launching pada tanggal 12 April 2016 lalu di lapangan sepak bola yang beralamat di KH. Naim III, Cipete, Jakarta Selatan. Launching tersebut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc, Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi, dan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Isnawa Adji. Pada hari itu PT. Sido Muncul menyerahkan sumbangan gerobak sampah pada masyarakat setempat. Dua hal yang paling menarik dari launching produk iklan Tolak Linu Herbal yang bisa membantu menghilangkan pegal dan linu itu adalah para undangan disuguhkan pemandangan TPA dan produk-produk hasil daur ulang sampah non organik.

Sumbangan gerobak sampah dari PT. Sido Muncul untuk masyarakat

Sumbangan gerobak sampah dari PT. Sido Muncul untuk masyarakat

 

Tips Membuat Bank Sampah Sendiri di Rumah

Menurut Wikipedia, pengertian Bank Sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah.

Karena Bank Sampah ini kita buat di rumah, anggotanya cukup keluarga yang tinggal di rumah saja. Seperti ibu, bapak, dan anak. Ini juga bisa menjadi salah satu cara mendidik anak semenjak dini supaya peduli lingkungan. Saya jadi teringat sharing Miss Earth tahun 2009, Nadine Zamira, saat bertemu di acara launching iklan Tolak Linu Herbal tempo hari. Nadine bercerita bahwa dia dibiasakan sadar lingkungan semenjak kecil. Dia berkisah memori terindah dalam hidupnya adalah ketika bertualang ke alam bersama keluarga. Karena sering bermain di alam itulah, sensivitasnya terhadap alam terbangun.

Miss Earth 2009, Nadine Zamira.

Miss Earth 2009, Nadine Zamira.

Mungkin orangtua yang sibuk akan kesulitan mencari waktu mengajak putra-putrinya bertualang ke alam, tapi bukan berarti enggak bisa menanamkan kepedulian lingkungan pada anak-anak. Salah satu cara sederhananya adalah dengan memilih tong sampah berbentuk lucu-lucu, kita beri nama tong-tong sampah itu sehingga anak-anak merasa memiliki kedekatan seperti pada teman. Barulah kemudian kita mengajarkan cara memilah sampah-sampah atau membangun Bank Sampah kecil di rumah.

Kerajinan tangan yang terbuat dari sampah plastik.

Kerajinan tangan yang terbuat dari sampah plastik.

Cara membuat Bank Sampah di rumah:

  1. Pisahkan sampah menurut jenisnya, yaitu organik dan non organik, dengan memasukannya pada tempat sampah terpisah.
  2. Bagi sampah ke dalam tiga tempat. Yaitu untuk sampah organik, sampah plastik, dan sampah kertas atau karton. Agar anak mudah ingat, beri nama berbeda pada tong sampah organik dan sampah non organik tersebut. Misalnya TongGa, TongGo, dan TongGi.
  3. Sebaiknya buang terlebih dulu air dalam botol-botol plastik atau kaca.
  4. Kita enggak perlu memberikan sendiri sampah-sampah itu ke tempat pengepul, cukup berikan saja pada pemulung. Ajak serta si kecil saat memberikannya, sehingga dia akan mengerti bahwa sampah pun bermanfaat.
  5. Kita pun dapat menggunakan sampah kertas karton untuk bahan-bahan kerajinan tangan yang kita buat bersama si kecil. Sampah dapat diolah, si kecil pun menjadi kreatif.

Itulah sedikit tips membuat Bank Sampah sendiri di rumah. Semoga bermanfaat.

Bersama para blogger yang peduli lingkungan

Bersama para blogger yang peduli lingkungan

 

 

4 Cara Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan

Mungkin ketika kita melihat sampah bertebaran di mana-mana, kita menganggap itu hal biasa. Namun bagaimana kalau sampah yang makin menggunung itu suatu hari menutupi sebagian besar muka bumi? Akankah kita rela hidup di tengah-tengah sampah?

walle2

Sampah-sampah yang menggunung membentuk gedung-gedung pencakar langit dalam film animasi Wall-E.

Menyampah sepertinya kini sudah bisa dikategorikan sebagai gaya hidup. Kita terbiasa membuang sampah sembarangan sehingga terbiasa juga membiarkan orang lain melakukan hal yang sama. Masalah klasik sampah ini hanya dapat ditanggulangi oleh kepedulian lingkungan.

Kepedulian terhadap lingkungan tentunya harus diperlihatkan oleh aksi nyata. Sama halnya seperti kepedulian kita pada orang-orang terkasih. Seperti keluarga, semesta ini telah lebih dulu memberikan cintanya dengan memberi. Memberi hasil bumi, memberi udara yang kita hirup, dan begitu banyak bukti kecintaannya pada kita. Sudah saatnya kita membalas hal itu dengan tindakan, meski terlihat lebih sepele seperti mengurangi penggunaan kantong plastik. Kalau kita sudah melakukan hal itu, waktunya kita menularkan virus kepedulian lingkungan pada sekitar.

4  Cara Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan:

 Cara Pertama, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Peraturan.

Cara pertama ini digunakan oleh pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan. Seperti salah satunya kampanye peduli lingkungan lewat kebijakan kantong plastik berbayar yang tertuang dalam surat edaran bernomor s.1230/ tertanggal 17 Februari 2016 yang diterbitkan Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

IMG_20160303_104515

Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. membahas kebijakan pemerintah mengenai pemakaian kantong plastik.

Lewat cara ini diharapkan kita menjadi “aware” pada penggunaan kantong plastik. Yang asalnya tidak “ngeuh” sama sekali dengan keberadaan si kantong plastik ketika berbelanja—karena serasa sudah satu paket dengan belanjaan—kini mulai memperhatikan. Itu dibantu juga oleh Mbak-Mas penjaga toko yang setia bertanya, “Mau pakai kantong plastik, Mbak? Dikenai biaya dua ratus rupiah ya.” Banyaknya pembahasan mengenai peraturan baru ini di dunia nyata maupun maya, menurut saya sudah satu indikasi bagus “penularan virus kepedulian lingkungan” tersebut.

 

IMG_20160303_103616

Dirut PT. Sido Muncul Tbk. Pak Irwan Hidayat memaparkan tentang iklan terbaru mereka yang merupakan support kampanye peduli lingkungan.

Cara Kedua, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Iklan.

Cara kedua ini digunakan oleh pengusaha dan perusahaan. Hal ini dilakukan oleh PT. Sido Muncul Tbk. lewat iklan terbaru mereka.

Bisakah Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Lewat Iklan?

Saat ini iklan produk bukan hanya dipakai sebagai kampanye komersil, tapi juga dipakai untuk gerakan-gerakan positif seperti kepedulian lingkungan. Seperti dalam iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal terbaru bertajuk “Ayo Peduli Lingkungan”. Di iklan tersebut diperlihatkan Tantri Kotak mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik demi masa depan generasi penerus. Iklan ini memiliki tagline “Ayo Peduli Lingkungan. Hidup bijak peduli lingkungan. Orang bijak minum Tolak Linu Herbal”.

Kampanye kepedulian lingkungan yang diusung bukan tempelan, tapi memang benar-benar ditujukan mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan dengan tindakan nyata. Untuk itu, disampaikan Dirut PT. Sido Muncul Tbk. Pak Irwan Hidayat, bahwa Tolak Linu Herbal secara konsisten akan terus mengusung tema kepedulian lingkungan dalam iklan-iklannya. Sejak sebelum-sebelumnya PT. Sido Muncul Tbk. memang selalu memastikan produksi mereka ramah lingkungan, terbukti dengan mengantongi ISO 14000.

Menurut saya, cara ini brilian, karena iklan ditayangkan berulang-ulang, kemungkinan transfer pesannya tinggi. Sehingga penonton yang sering melihat iklannya, lama-lama bisa terinspirasi untuk menjaga lingkungan.

Penayangan perdana iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal bertajuk "Ayo, Peduli Lingkungan".

Penayangan perdana iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal bertajuk “Ayo, Peduli Lingkungan”.

 

Peluncuran Iklan Layanan Masyarakat Tolak Linu Herbal dan Talkshow.

Peluncuran iklan terbaru Tolak Linu Herbal itu diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. pada hari Kamis, tanggal 3 Maret lalu. Dalam peluncuran itu juga ada talk show bertema “Peduli Lingkungan untuk Indonesia Lebih Baik” yang menghadirkan beberapa pembicara, selain Ibu Siti, ada Menteri Perindustrian RI Saleh Husin, SE, M.Si, Meteri Pariwisata Indonesia Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Tantri Kotak Brand Ambassador Tolak Linu Herbal, dan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Drs. Isnawa Adji. Pak Isnawa memaparkan tentang banyaknya sampah di DKI Jakarta dan langkah penanggulangannya. Sedangkan Bu Siti Nurbaya menggaris bawahi bahwa jika lingkungan terjaga, maka masyarakat pun akan sehat.

Peresmian iklan terbaru Tolak Linu Herbal

Peresmian iklan terbaru Tolak Linu Herbal (Foto milik Febriyan Lukito)

Menurut Pak Irwan Hidayat, ide pembuatan iklan terbaru ini juga terinspirasi dari kebijakan baru pemerintah. Terbukti kan bahwa ternyata cara yang dilakukan pemerintah berhasil menularkan virus kepedulian lingkungan. Pak Irwan berharap, iklan Tolak Linu Herbal juga bisa menghasilkan efek yang sama, menginspirasi masyarakat untuk melakukan gerakan kepedulian lingkungan. Minimal masyarakat luas mendapat pengetahuan tentang lingkungan dari iklan ini. Bahkan Pak Irwan Hidayat sedang mempersiapkan sekuel iklannya, dimana konsepnya adalah memberi penonton bimbingan cara memisahkan sampah organik dan non-organik dan memaparkan bahwa sampah bisa menolong sesama.

Para pembicara talkshow bertema peduli lingkungan

Para pembicara talkshow bertema peduli lingkungan

Bukan hanya itu, setiap pembelian satu kotak Tolak Linu Herbal, pembeli akan mendapat kantong kain hasil daur ulang yang dapat dipakai terus menerus serta praktis dibawa ke mana-mana, sehingga pembeli dapat mengurangi pemakaian kantong plastik.

Di akhir talkshow, para pembicara me-launching kantong daur ulang dari PT. Sido Muncul Tbk.

Di akhir talkshow, para pembicara me-launching kantong daur ulang dari PT. Sido Muncul Tbk.

 

Cara Ketiga, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Profesi atau Passion.

Setiap profesi punya cara tersendiri yang unik, kreatif, dan inovatif untuk mengajak banyak orang menjaga lingkungan. Misalnya dokter menularkan kepedulian lingkungan lewat penyuluhan pasien, pembuat game dengan membuat game tentang cara memelihara lingkungan, penyanyi dengan lagu-lagunya, dan lain-lainnya.

Tantri Kotak, salah satu penyanyi yang peduli lingkungan.

Tantri Kotak, salah satu penyanyi yang peduli lingkungan.

Atau melalui passion. Teman saya yang menyukai kerajinan tangan, membuat pot tanaman dengan botol minuman plastik. Pot-pot botol plastik itu dia tempel di dinding luar rumah, sehingga banyak orang yang melihat. Tidak lama berselang, para tetangga mengikuti kreativitas teman saya itu.

Buat kita yang memiliki passion menulis atau menyukai dunia tulis menulis, misalnya blogger, penulis novel, atau penulis skenario film, bisa menularkan virus kepedulian lingkungan lewat tulisan. Bisa dalam bentuk cerpen, novel, artikel di blog, atau skenario film. Biasanya kalau dalam bentuk tulisan fiksi, orang akan lebih mudah menyerapnya karena disampaikan lewat cerita. Kisah fiksi juga bisa membangkitkan simpati sampai empati pembacanya karena pembaca seakan mengalami sendiri apa yang terjadi dalam cerita. Misalnya ketika tulisannya bercerita tentang bumi yang tertutup sampah, pembaca diajak membayangkan bagaimana bila hal itu terjadi, disisipkanlah ajakan untuk menjaga lingkungan untuk menghindari hal itu. Efektif juga untuk menanamkan kepedulian lingkungan pada anak-anak. Sedangkan artikel diserta tips praktis juga sangat bermanfaat untuk pembaca sehingga bisa mempraktikkan langsung. Apa pun pilihannya, baik fiksi maupun nonfiksi, yang penting keduanya mentransferkan pengetahuan, pemahaman, serta menanamkan kecintaan juga kepedulian pada lingkungan.

Tina Talisa (tengah), salah satu presenter yang peduli lingkungan.

Tina Talisa (tengah), salah satu presenter yang peduli lingkungan.

 

 Keempat, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Keteladan.

Cara keempat ini bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Caranya adalah dengan memberikan keteladanan. Bisa kita mulai dari rumah sendiri sebagai sekup kecil. Memberi contoh berarti kitalah yang pertama kali bergerak dan berbuat menjaga lingkungan tersebut. Karena tindakan itu jauh lebih efektif ketimbang perkataan. Lambat laun orang-orang di sekitar kita akan tertular dan melakukan hal yang sama.

Lalu, tindakan nyata seperti apa yang bisa kita contohkan?

  1. Reduce, yaitu mengurangi produksi sampah. Misalnya dengan membawa kantong sendiri ketika berbelanja, sehingga tidak membeli kantong plastik dari toko.
  2. Reuse, yaitu memanfaatkan kembali barang-barang untuk tujuan yang sama. Seperti memakai galon air minum berkali-kali.
  3. Recycle, yaitu mendaur ulang sampah. Misalnya membuat pot tanaman dari botol plastik.
  4. Replace, yaitu mengganti pemakaian bahan tidak ramah lingkungan dengan bahan ramah lingkungan. Misalnya tidak lagi menggunakan styrofoam yang tidak bisa diurai.

 

Kelima?

Loh, katanya empat cara, kok ada yang kelima? Selalu ada banyak cara menularkan virus kepedulian lingkungan. Karena setiap manusia tidak sama, punya keunikan sendiri, pasti punya cara masing-masing yang khas untuk menularkan virus kepedulian lingkungan. Nah, bagaimana caramu? Sharing, yuk.

Para blogger bersama Pak Irwan Hidayat dan Tina Talisa.

Para blogger bersama Pak Irwan Hidayat dan Tina Talisa (Foto milik Febriyan Lukito).

Saya selalu percaya, semangat, kebaikan, dan kepedulian itu menular. Semoga apa pun yang kita lakukan, inspirasinya sampai dan menyentuh hati orang lain untuk tergerak melakukan tindakan nyata. Namun memang, ketika berniat menularkan virus kepedulian lingkungan, langkah pertama yang kita lakukan adalah menjadi pionir, menjadi orang di garis depan sebagai pejuang kepedulian lingkungan. Seperti kata Pak Irwan Hidayat, yang penting kita berusaha berbuat walau sesedikit apa pun, yang penting kita bisa memberikan inspirasi sekecil apa pun.