My Adventure With Smartfren 4G LTE Advanced

Apa-apa yang based on the true story memang selalu menarik. Misalnya saja buku yang menceritakan kisah nyata perjuangan hidup luar biasa seseorang dengan quote-quote jlebnya. Hal itu jadi sangat inspiratif karena si penulis bukan hanya memberikan kata-kata motivasi kosong, tetapi sudah dibuktikannya sendiri. Mungkin hal itu juga yang mendasari acara test drive jaringan Smartfren 4G LTE Advanced ini. Karena enggak tanggung-tanggung, Smartfren mengajak para blogger menikmati petualangan test drive ini dengan memberikan masing-masing perlengkapan alat tempurnya ๐Ÿ˜€

Alat tempur test drive

Alat tempur test drive

My adventure with Smartfren 4G LTE Advanced

Petualangan dimulai dari hotel Padma di Cieumbuleuit. Biar semangat dan konsentrasi bertualangnya, kami dikasih amunisi dulu di sini alias makanan yang dari jauh aja udah bikin iler menetes-netes. Sambil makan, hape baru itu saya install banyak aplikasi media sosial semacam Facebook, Twitter dan kawan-kawannya. Dan… itu download aplikasi cepet banget dong, di bawah semenitlah, bahkan ada yang detik-detikan.

Bareng blogger yang ikutan test drive jaringan 4G Smartfren

Bareng blogger yang ikutan test drive jaringan 4G Smartfren

Abis foto-foto, kami naik ke bus untuk mulai jalan-jalan XD Berhubung saya anaknya pelupa, saya enggak tahu detailnya perjalanan kami. Seinget saya sih ke daerah Setiabudhi, Pasirkaliki, Sudirman, dan Lingkar Selatan–deket rumah saya ini ๐Ÿ˜€
Setiap kami berganti titik, kami melakukan speed test buat ngeliat kecepatan dan kestabilan jaringannya.
Bareng Evi

Bareng Evi

Oh iya, kalau belum ngeuh sama apa itu teknologi 4G LTE, singkatnya itu adalah generasi keempat dari teknologi komunikasi mobile internet. Waktu zamannya teknologi 2G kita cuman bisa SMS-an sama teleponan, 3G kita udah bisa melakukan hampir semuanya. Gadget udah bisa dipakai tatap muka langsung dengan orang yang jauh. Sementara 4G ini segala akses jadi cepat. Kalau Smartfren sendiri, punya teknologi 4G LTE Advanced yang jangkauan jaringannya luas, cepat, dan stabil sehingga kita bisa menikmati teknologi 4G LTE ini lebih maksimal. Lengkapnya bisa kamu tonton di bawah ini ya:
Balik lagi ke petualangan saya. Pada awal perjalanan, satu per satu tim dari Smartfren diperkenalkan. Ternyata orang-orangnya humoris XD Sehabis itu Mas Chris dari Smartfren memperlihatkan videocall dengan Pak Munir yang berada di bus berbeda. Aslinya gak keputus-putus. Lancar banget. Suasana tambah hangat dengan games-games seru dari Mas Chris dan Mas Fonda.
Perkenalan tim Smartfren

Perkenalan tim Smartfren

Sambil menikmati suasana kota Bandung, saya nyobain nonton Youtube-nya. Beuh, canggih deh. No buffering di semua titik. Alamat bikin betah tiap hari mantengin youtube ini sih *sayang-sayangan sama kuota* Tapi tenang deh, soalnya paketan Smartfren ini terjangkau. Mulai dari paket MySmartplan 20 ribu, 50 ribu, sampai 60 ribu. Bener aja, pulang-pulang ada kali saya nonton videoklip tiap hari sejam setengah XD Maklum ya saya anaknya haus hiburan *plaaak!* Kalau nonton video streaming aja mulus gitu, kebayangkan gimana upload foto, blogwalking, bikin postingan blog, deelel-deelel. Udah pastilah lancaaaar.

Hasil speedtest jaringan Smartfren 4G LTE Advanced di daerah rumah saya Tegalega.

Hasil speedtest jaringan Smartfren 4G LTE Advanced di daerah rumah saya Tegalega.

Pas jalan gitu, kita ngobrol-ngobrol sama tim Smartfren tentang titik-titik yang hasil speed test-nya kecil. Tim dengan cekatan menuliskan tempatnya untuk lebih mengoptimalkan jaringan. Gerak cepat ya ^_^ Memang kata mereka, mereka menerima berbagai masukan dari kita untuk selalu terus meningkatkan layanannya.
Sebelum pulang, kita sempet mampir dulu ke SMKN 4 Bandung untuk menghadiri penutupan acara community development Smartfren, dimana Smartfren men-support workshop pemakaian teknologi untuk keperluan pendidikan.
Penutupan workshop pemakaian teknologi untuk keperluan pendidikan.

Penutupan workshop pemakaian teknologi untuk keperluan pendidikan.

Sampailah kami di restoran Maxis sebagai tempat tujuan terakhir. Di sana, tim Smartfren membeberkan hasil evaluasi test drive tadi yang disampaikan oleh Pak Munir. Kita ditanya-tanya gimana test drive tadi. Beberapa di antara kami bercerita tentang pengalaman seharian tadi. Bahkan Pak Munir menantang kami untuk tunjuk tangan seandainya selama percobaan tadi sempat mengalami buffering saat menonton video streaming. Hasilnya, enggak ada seorang pun yang mengangkat tangan. Pak Munir menyampaikan, yang lebih utama dari kecepatan itu kestabilan jaringan.
1898099_10153268745257872_368548213803233424_n
Dan ternyata… benar dugaan saya soal based on the true story tadi. Karena menurut Pak Munir, memang pihaknya sengaja mengajak para blogger mengikuti test drive ini dilengkapi dengan peralatannya, agar blogger benar-benar “mengalami” dan “membuktikan” sendiri kecanggihan jaringan 4G LTE Advanced ini. Sehingga yang disampaikan para blogger pada masyarakat adalah kenyataan “sebenarnya”, bukan sekadar cuap-cuap dari pihaknya.
ย 12006335_10153246043117872_5203675701199487783_n
Kesimpulannya, hasil jelajah Bandung tanggal 10 September lalu membuktikan bahwa jaringan 4G LTE Advanced Smartfren memang benar-benar cepat dan stabil ^_^ Untuk kamu yang kepengin menikmati kecanggihan teknologi terbaru ini, kamu bisa upgrade nomor ke 4G LTE Advanced, migrasikan aja secara online di link ini.
Sekarang saatnya saya, kamu, kamu, dan kamu buat bertualang bersama Smartfren untuk melakukan banyak hal luar biasa.

Dari Fun Blogging 6: Belajar Jadi Blogger Peduli

Dokumentasi milik Mbak Shinta Ries

Dokumentasi milik Mbak Shinta Ries

Dulu waktu zamannya kuliah, saya pernah punya blog merana. Kenapa saya sebut blog merana? Karena kelahirannya atas dasar “terpaksa” bukan karena saya menginginkannya. Blog itu saya buat untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah, dosen mewajibkan menyetor tugas lewat postingan blog. Kata beliau, mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan dilarang gaptek. Saking terpaksanya, begitu lulus saya bahkan sampai lupa nama blognya ๐Ÿ˜ฅ

Kemudian waktu booming media sosial bernama F*******r yang menyediakan fasilitas blog, barulah di sana saya memulai hobi nge-blog. Itupun masih menjadi blogger moody alias update suka-suka ๐Ÿ˜ฆ Isinya curhat, puisi, dan cerpen gak jelas XD Saya berhenti nge-blog ketika akunnya tutup.

Lama bangeeeet saya berhenti nge-blog. Sampai suatu waktu baca surat-suratan Evi–kembaran saya–dengan teman-temannya di blog dalam program menulis surat cinta via blog. Saya pikir seru ya… lalu mulai tanya-tanya sama Evi. Dia dengan bersemangat menyeret-nyeret saya untuk mulai nge-blog lagi. Sempet mikir tar disangka ikut-ikutan Evi lagi. Tar dianggap bayangan yang kerjaannya nguntit-nguntit Evi. Apa Evi memang maunya di-fangirling-in sama saya? *dilirik galak sama Evi* Tapi pada dasarnya saya ini memang fangirling Evi sejati sih, akhirnya… saya pun tergoda XD Oktober 2012 masih dengan niat iseng saya membuat blog ini. Evi masih dengan getol seperti penyu penggigit mengajak saya jadi blogger aktif. Namun saya si pemalas ini masiiih aja angin-anginan. Pasalnya saya juga jadi bingung sendiri mau ngisi apa di blog *gubraaag* Baru deh tahun 2013 saya baru benar-benar melirik blog secara serius. Sampai pada titik ketika rezeki mulai menghampiri dari blog ini, kebawelan Evi tentang harus rajin blogwalking, harus ninggalin komentar di blog lain, belajar desain, dan sebagainya yang dulu saya biarkan keluar kuping kiri setelah sebelumnya masuk lewat kuping kanan itu terperangkap di otak saya yang kecil, dan berhasil bikin susah tidur malam *padahal memang tukang bergadang aja sih*

Ada pertanyaan paling puncak yang memaksa dicari jawabannya: Mau jadi blogger seperti apa saya?

Namun saya belum paham secara mendalam dunia blogger itu seperti apa. Makanya ketika Mbak Shinta Ries mempublikasikan pembukaan kelas Fun Bloggingย  angkatan 6 dengan tema sexy “Dari Hobi Menjadi Profesi”, tanpa ragu saya pun mendaftar.

Tanggal 5 September pun tiba, dengan tergopoh-gopoh karena kesiangan, saya menuju Grapari Digilife Dago tempat acara berlangsung. Sudah dipastikan acara udah dimulai, dan saya ketinggalan sesi perkenalan ๐Ÿ˜ฅ Duduklah saya di belakang, langsung menyimak materi pertama.

Pelajaran Peduli Pertama

Mbak Haya sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki)

Mbak Haya sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki)

Mbak Haya Alia Zaki mengajarkan tentang peduli pada konten blog. Mulai dari pelajaran EYD, isi yang bermanfaat, menulis posting yang powerfull, sampai dengan jangan plagiat.

Sebagai pekerja kreatif, ide itu memang mahal karena seringkali susah didapat tapi paling gampang dicuri. Saya sendiri suka sedih kalau ide yang saya pikirkan berhari-hari tiba-tiba dicontek begitu saja oleh orang lain. Menurut saya, hal ini disebabkan salah satunya karena keinginan untuk menyamaiย  dan mengejar orang lain, jadinya mengambil langkah shortcut dengan plagiasi. Sayangnya justru hal itu membuat kita tidak akan berkembang. Padahal dengan keinginan itu, justru kita bisa fokus menggali kebaikan diri. Kekuatan dan potensi diri orisinal sebagai blogger.

Perkataan-perkataan Mbak Haya membuat saya bercermin, jangan-jangan selama ini saya pun tanpa sadar telah melakukannya. Dari materi itupun saya belajar untuk menulis postingan yang bermutu dengan lebih memperhatikan apa “tujuan” saya menulis sebuah postingan, dan mempedulikan pembaca blog saya. Bahwa saya ingin mereka “mendapat” sesuatu ketika berkunjung ke blog saya. Saya mendapat pencerahan untuk lebih “tulus” dan “jujur” dalam menulis. Hal ini berlaku juga untuk postingan job review. Tentunya pembaca akan mendapat informasi yang benar, dan perusahaan akan puas dengan tulisan kita.

11934948_10153223951602872_2828450384297314595_nPelajaran Peduli Kedua

Materi kedua disampaikan oleh Mbak Shinta Ries mengenai desain blog, SEO, dan memanfaatkan secara maksimal media sosial yang blogger miliki.

Terus terang, saya termasuk blogger yang super cuek dengan tampilan blog, foto, dan gambar-gambar yang dimasukkan dalam postingan. Boro-borolah bikin desain gambar sendiri, seringkali malah postingan saya isinya cuman tulisan aja, bikin bosen yang baca XD

Mbak Shinta Ries sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Mbak Shinta Ries sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Di sini saya diajak peduli tentang blog yang ramah pembaca. Bagaimana membuat blog tidak berat saat dibuka, mata pembaca dimanjakan dengan gambar cantik, dan lagi-lagi peduli pada karya orang lain yaitu foto dokumentasi dan gambar. Saya disadarkan untuk belajar mendesain sendiri. Enggak mesti desain rumit kok. Apalagi sekarang banyak aplikasi desain android super praktis dan mudah dipakai. Buat yang mau belajar sendiri cara mendesain, bisa cari-cari video tutorialnya di youtube. Biar belajarnya lancar jaya, nontonnya di hape android jaringan Smartfren yang sudah berteknologi 4G aja. Aslinya tanpa buffering loh.

Karena penuturannya yang mudah dicerna, sedikit-sedikit akhirnya saya ngerti juga soal SEO dan keyword-keyword yang rumit itu XD

Pelajaran Peduli Ketiga

Sampai juga ke materi terakhir tentang memaksimalkan benefit dari media sosial dari Teh Ani Berta. Awalnya Teh Ani menjelaskan tentang kelebihan blogspot dan wordpress, juga domain sendiri dan gratisan. Kalau dalam komik, mulut saya sudah menganga sampai kena lantai mendengarnya. Aslinya saya baru paham soal itu. Soalnya waktu bikin dulu saya enggak pakai pertimbangan apa-apa, buat blog ya bikin aja XD

Teh Ani Berta ngasih materi soal benefit media sosial (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Teh Ani Berta ngasih materi soal benefit media sosial (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Teh Ani menyinggung soal harus mau rajin blogwalking. Kyaaa… langsung jleb dengernya. Pasalnya meskipun sering diingetin Evi soal ini, saya teteeeep aja anaknya harus dijadiin peserta Hunger games karena enggak juga mau melakukan advice itu. Menurut Teh Ani, blogwalking ini penting karena selain silaturahmi juga untuk menanam link di semua blog yang kita kunjungi. Saya yang dulu berpikir, “Blogwalking? Makhluk apa itu? Jangan-jangan meteor yang mau menabrak bumi. ” Langsung berubah pikiran jadi, “Blogwalking? Ooh… makhluk alien ganteng yang harus diakrabin warga bumi nih.” XD Mulai saat itu saya janji sama diri sendiri untuk mulai peduli pada blog teman-teman blogger.

Teh Ani mengajarkan tentang etika menjadi buzzer, karena kita harus menjaga kepercayaan perusahaan yang memberi job. Saya jadi teringat kalimat yang saya baca di komik Kungfu Boy: Kepercayaan bukan diciptakan, tapi dilahirkan. Artinya kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk mempercayai kita, dengan sikap, attitude, dan pemikiran kitalah kepercayaan itu terlahir dari mereka.

Pada sesi saat Teh Ani menceritakan perjalanannya selama menjadi blogger, saya tersentuh. Bagaimana kerja keras, kerja cerdas, dan ketulusan menghasilkan hidup yang luar biasa. Mau tidak mau kita memang harus sabar pada proses, tidak ada yang instan di dunia untuk mendapat kesuksesan.

12039218_10153258887922872_550019292757090376_nPada akhir acara, diumumkan peserta yang mendapat door prize, lomba live twit CNI, dan lomba live twit Fun Blogging 6. Dan… saya mendapat kejutan dengan mendapatkan dua hadiah pertama saya. Hadiah door prize pertama dan hadiah pemenang lomba live twit CNI ^_^

Kejutan banget jadi pemenang lomba live twit CNI (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Kejutan banget jadi pemenang lomba live twit CNI (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Acara yang disponsori oleh Smartfren, Grapari, dan CNI ini seru dan cair. Bikin betah peserta meskipun berlangsung seharian.

Saya yakin, Mbak Haya, Mbak Shinta, dan Teh Ani membuat Fun Blogging ini atas dasar kepedulian, peduli untuk membagi ilmunya. Karena inti kepedulian adalah berbagi. Sedang intinya ilmu adalah perubahan karakter, perubahan menuju segala yang lebih baik. Lihat saja bagaimana perubahan saya setelah pulang dari Fun Blogging 6, saya belajar banyak menjadi blogger yang peduli. Semoga rantai kepedulian dan ilmu ini terus mengalir.

Tips Menjaga Kesehatan Si Tukang Bergadang

IMG_20150820_110243

Bisa dibilang โ€œbergadangโ€ adalah nama tengah saya. Dulu hampir tiap hari saya bergadang, sampai saya berpikir bergadang itu mungkin sudah jadi hobi. Untung bukan hobi ngemil batu XD Bahasa kerennya sih, saya ini salah satu makhluk nokturnal. Biasanya saya bergadang untuk menulis, berhubung saya fulltime writer. Apalagi hari-hari mendekati deadline, bisa sampai pagi, ayam aja saya yang bangunin. Cek aja akun twitter saya yang aktif di jam ronda. Jadi ini nulis karya apa nulis twit? Eung… dua-duanya, meskipun kebanyakan twitnya ketimbang karyanya, eh. Saya memilih jam malam karena siang hari dipakai untuk tidur, ups, maksudnya untuk mengurus keluarga alias shift profesi lainnya sebagai fulltime mom. Selain itu menulis di malam hari membuat saya lebih konsentrasi, ide-ide berdatangan di dalam keheningan. Ada yang punya pengalaman dan kebiasaan yang sama dengan saya? Mungkin yang lagi ngelarin skripsi atau tesis? XD

Sedihnya, lama-lama badan saya jadi enggak kuat. Selain berat badan naik terus karena kebanyakan ngemil di malam hari, kena migrain, saya juga sering flu dan masuk angin. Akibatnya, besoknya di punggung saya tergambar dengan cantik lukisan tulang ikan. Dan ternyata bergadang dalam jangka waktu lama sukses membuat saya sering terlambat mengantar anak ke sekolah dan parahnya kesehatan saya mulai menurun. Setelah itu saya berpikir mencari cara-cara untuk menjaga kesehatan sebagai si tukang bergadang. Akhirnya saya menemukan formula ala saya.

Kalau kamu juga punya masalah yang sama dengan saya, tips berikut bisa dicontek:

  1. Pilih Jam Kerja

Sebelum bergadang, usahakan tidurlah dulu antara jam sembilan malam sampai jam tiga pagi. Selain memenuhi kebutuhan istirahat tubuh di malam hari, mulai kerja di jam dini hari membuat tubuh terasa lebih segar. Tapi kalau satu dua kali karena kepepet deadline jadi enggak bisa tidur dulu, masih bolehlah.

IMG_20150820_110300

2. Siapkan Obat Herbal

Kalau-kalau kamu gampang masuk angin karena bergadang, siapkan obat herbal ya. Penting untuk mencegah masuk angin dan menjaga kesehatan badan saat bergadang. Kenapa herbal? Karena alami dari tumbuh-tumbuhan. Saya sih biasanya minum Tolak Angin. Soalnya dibuat dari adas, kayu ules, daun cengkeh, jahe, daun mint, dan madu. Tolak Angin ini obat herbal terstandar yang diproduksi secara modern dan higienis di pabrik berstandar GMP (Good Manufacturing Practice), jadi tenang deh mengkonsumsinya.

Biasanya sih saya masukin ke dalam teh diminum sedikit-sedikit, bikin badan jadi hangat dan rasanya… maknyus. Tolak Angin ini bisa meningkatkan daya tahan tubuh, jadi angin-angin nakal dan virus flu jauh-jauh dari kita. Sudah teruji loh melalui uji khasiat di laboratorium Bioteknologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro โ€“ Semarang.

Tolak Angin dicampurkan dengan teh.

Tolak Angin dicampurkan dengan teh.

E… tapi aman gak sih diminum tiap kali bergadang? Kalau bergadangnya tiap hari gimana? Santaaaaiii, Tolak Angin udah melewati uji toksisitas subkronik, hasilnya… Tolak Angin bisa diminum dalam jangka waktu panjang. Tuh kan, yang berlaku buat waktu panjang selalu dapet ujian dulu, makanya jangan gampang nyerah kalau hubunganmu sama dia juga dapet ujian, eh.

Selain siap sedia menemani bergadang, Tolak Angin juga saya minum kalau dalam perjalanan atau kecapean. Badan yang tadinya pegel-pegel dan rasanya pengin menumbangkan diri ke kasur, jadi seger lagi. Kebayang dong ya repotnya kalau saya sakit, kasian anak saya jadi enggak keurus. Ingat peraturan penting: Ibu dilarang sakit. Biar anak saya juga bebas mabuk perjalanan dan masuk angin, dia juga saya kasih Tolak Angin Anak. Kami memang ibu dan anak yang kompak.

Bukan hanya di Indonesia, Tolak Angin sudah dikonsumsi banyak orang di dunia. Tuh, dunia aja percaya sama ramuan tradisional kita ini. Enggak usah ragu lagi deh minumnya.

3. Pilih camilan sehat.

Kalau sudah histeris dan selalu butuh pelukan Oppa-oppa ganteng di drama Korea tiap kali melihat angka di timbangan, berarti sudah waktunya kamu berhenti ngemil keripik atau permen saat bergadang. Ganti dengan ngemil buah-buahan yang lebih sehat dan gak bikin melar.

4. Olahraga.

Supaya badan enggak gampang sakit, apalagi buat para bergadang lovers, penting banget olahraga. Males? Iya, memang saya juga sering males banget olahraga. Padahal enggak perlu lama-lama kok, cukup setengah jam tiap hari. Makanya biar enggak kerasa olahraganya, saya membiasakan diri mengantar anak ke sekolah dengan jalan kaki. Tahu-tahu target olahraga setengah jamnya sudah terpenuhi. Cari deh hal yang bikin kamu bersemangat olahraga, misalnya olahraga di GOR tempat gebetan biasa berolahraga. Tapi enggak juga sampai sengaja lari sepuluh kali keliling stadion bola gara-gara ada Evan Dimas lagi latihan, ya. Bisa-bisa bukannya sehat, kamu malah pingsan XD

IMG_20150820_110250(1)

Itu dia empat tips menjaga kesehatan buat kita para bergadangers. Yuk, mari jaga badan biar makin lancar bergadangnya, eh, biar sehat maksudnya.