Soulmate Blogger Petualang: Hisense Pureshot Plus

Foto pemandangan Citumang pakai kamera Hisense Pureshot Plus

Foto pemandangan Citumang pakai kamera Hisense Pureshot Plus

Semenjak serius ngeblog, saya jadi mikirin banget keseluruhan konten sebelum posting. Salah satu yang paling susah buat saya itu ngisi bagian fotonya. Enggak pinter fotografi, enggak bisa ngambil angle keren, sama enggak bisa ngedit pake program apa pun, bikin foto yang dipajang di postingan jadi super alakadarnya :โ€™) Sering ngiler banget liat foto-foto di postingan orang XD Saya juga kepengin manjain pembaca dengan foto-foto bagus. Masalahnya tambah mumet pas saya dan Evi–kembaran saya–mulai jalan-jalan ala traveller gitu. Sayang banget udah dateng ke spot-spot dengan view amazing, tapi waktu difoto hasilnya enggak oke. Jadi sediiih, soalnya yang namanya momen tuh enggak bisa diulang. Saya pikir kalau mau jadi blogger petualang kayaknya saya butuh smartphone yang punya kamera fotografi.

Sumber foto Samrtfren.com

Sumber foto Smartfren.com

Solusi masalah foto itu saya dapet dari kamera Hisense Pureshoot Plus. Smartphone keluaran Hisense kerja sama dengan Smartfren ini punya keunggulan di kameranya. Kebeneran banget, pas dapet smartphone satu ini, saya jalan ke daerah Pangandaran. Sesampainya di sana, ngeliatan pemandangannya yang indah, tangan langsung gatel pengin jeprat-jepret plus selfie XD Lalu, taraaaa…! Hasil fotonya bikin pengin jingkrak-jingkrak. Bayangin aja, gimana keadaan saya pas jalan-jalan ke alam sehabis mendaki gunung lewati lembah, berenang di sungai, berlarian dan main pasir di laut. Udah pasti kumel, keringetan kayak baru keluar dari sauna, dan bikin yang liat spontan bilang, โ€œEwww!โ€ Tapi-tapi-tapi ternyata hasil fotonya bikin surprise karena saya masih keliatan fresh XD Udah pastilah itu kekerenan bukan pada orangnya, tapi pada kamera fotonya, hohoho.

Selfie sesudah main pasir dan berlarian di laut.

Selfie sesudah main pasir dan berlarian di laut.

Bukan itu aja, pemandangan indahnya juga terekam dengan baik meskipun saya enggak bisa fotografi. Jadinya tiap kali liat hasil jepretannya berasa kerekam banget kenangannya. Gara-gara pakai Hisense Pureshot Plus ini hasil jepretan saya dipuji orang XDย  Cieee *ini-apah-nge-cie-in-diri-sendiri* Rasanya kepengin masang semua hasil foto ke dalam postingan blog dan narsis di Instagram XD

Pemandangan sungai Cijulang

Pemandangan Sungai Cijulang diambil memakai kamera Hisense Pureshot Plus

Pemandangan Curug Lampeng Green Valley diambil memakai kamera Hisense Pureshot Plus

Pemandangan Curug Lampeng Green Valley diambil memakai kamera Hisense Pureshot Plus

Kenapa sih smartphone Hisense Pureshoot Plus ini jadi kesayangan saya?

  • Spesifikasi kamera

Kameranya oke banget. Kamera belakangnya 13 Megapixel sehingga hasil foto dan videonya bagus. Kamera depannya 5 Megapixel, memungkinkan hasil selfie memuaskan ๐Ÿ˜€ Saya sebagai blogger petualang–wannabe–perlu banget alat tempur kualitas jempol begini.

Pemandangan matahari terbit di Batu Karas.

Pemandangan matahari terbit di Batu Karas.

Semua foto di postingan ini enggak ada yang diedit, cuman dikasih watermark aja. Tapi hasilnya oke kaaaan ๐Ÿ˜€

  • Kecepatan dan sinyal 4 G LTE Advanced milik Smartfren

Smartphone Hisense Pureshot Plus ini memakai teknologi Smartfren 4G LTE Advanced yang kenceng dan stabil. Bikin tenang bawa-bawa ke mana-mana karena bisa langsung posting blog dan bebas ber-medsos ria.

Hasil speedtest di Bandung

Hasil speedtest di Bandung

  • Layar gede memakai teknologi Corning Gorilla Glass 3

Layarnya seluas 5.5 inchi, memakai teknologi pelapis Corning Gorilla Glass 3 yang tangguh terhadap goresan, benturan, sama gesekan. Jadinya layarnya tetep mulus meskipun terjatuh. Sebagai cewek yang agak jorok, teknologi ini amat-sangat-super membantu saya. Soalnya smartphone punya saya selalu bernasib terjatuh-jatuh. Apalagi saat dibawa ke alam terbuka, resiko jatuh kena batu selalu ada :โ€™)

  • Oke dipake nonton dan main game

Sebagai orang yang lagi tergila-gila youtube-an, smartphone satu ini memuaskan banget! Soalnya tiap nonton enggak buffering. Cerita saya lagi gandrung youtube-an pake Smartfren ada di sini. Dipakai main game juga seruuu, karena support sama game-game berat. Suaranya juga mantaaap!

  • Desainnya yang elegan dan cantik.

Smartphone satu ini desainnya elegan, keliatan ekslusif. Kalau manusia tuh paket lengkap, cakep luar dalem. Fisik oke, fitur keren.

  • Prosesor dan Baterai

Spesifikasi prosesornya Octa Core 1,4 GHz-Cortex A53 dengan internal memory 16 GB, pas buat saya yang butuh apa-apa cepet, loading-nya enggak lemot. Kapasitas penyimpanannya yang luas, bikin jatuh cinta. Berhubung kalau ke mana-mana apalagi liat pemandangan indah itu gak cukup sekali dua kali ngambil foto, tapi satu tempat bisa ratusan foto, jadi memang butuh memori bawaan luas. Soal baterainya memang standar, yaitu 2.500 mAh, tapi cukuplaaaah buat nemenin di satu destinasi.

  • Kualitas secara keseluruhan

Kesimpulannya, kualitas secara keseluruhan Hisense Pureshot Plus ini memuaskan. Bisa jadi partner para blogger petualang karena memiliki semua spesifikasi yang kita butuhkan.

Ini hasil rekaman salah satu petualangan saya. Bening kan. Terbukti memang Hisense Pureshot Plus partner paling pengertian, segala bisa, dan sesuai kebutuhan .

Penasaran sama keunggulan lain dari Hisense Pureshot Plus ini? Kamu bisa stalking di akun Twitter-nya Smartfren (@smartfrenworld) dan Hisense (@HisenseID). Semua-semua info terbaru ada di sana. Sering ada kuis berhadiah hape juga ๐Ÿ˜€

Kalau kameramen istrinya kamera, suaminya penulis itu komputer, anaknya musisi itu alat musik, naaah… solumate-nya blogger petualangย  itu smartphone canggih tahan tempur kayak Hisense Pureshot Plus ini ๐Ÿ˜€ Kalian-kalian para blogger petualang bisa buktiin sendiri istimewanya smartphone satu ini.

Dari Fun Blogging 6: Belajar Jadi Blogger Peduli

Dokumentasi milik Mbak Shinta Ries

Dokumentasi milik Mbak Shinta Ries

Dulu waktu zamannya kuliah, saya pernah punya blog merana. Kenapa saya sebut blog merana? Karena kelahirannya atas dasar “terpaksa” bukan karena saya menginginkannya. Blog itu saya buat untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah, dosen mewajibkan menyetor tugas lewat postingan blog. Kata beliau, mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan dilarang gaptek. Saking terpaksanya, begitu lulus saya bahkan sampai lupa nama blognya ๐Ÿ˜ฅ

Kemudian waktu booming media sosial bernama F*******r yang menyediakan fasilitas blog, barulah di sana saya memulai hobi nge-blog. Itupun masih menjadi blogger moody alias update suka-suka ๐Ÿ˜ฆ Isinya curhat, puisi, dan cerpen gak jelas XD Saya berhenti nge-blog ketika akunnya tutup.

Lama bangeeeet saya berhenti nge-blog. Sampai suatu waktu baca surat-suratan Evi–kembaran saya–dengan teman-temannya di blog dalam program menulis surat cinta via blog. Saya pikir seru ya… lalu mulai tanya-tanya sama Evi. Dia dengan bersemangat menyeret-nyeret saya untuk mulai nge-blog lagi. Sempet mikir tar disangka ikut-ikutan Evi lagi. Tar dianggap bayangan yang kerjaannya nguntit-nguntit Evi. Apa Evi memang maunya di-fangirling-in sama saya? *dilirik galak sama Evi* Tapi pada dasarnya saya ini memang fangirling Evi sejati sih, akhirnya… saya pun tergoda XD Oktober 2012 masih dengan niat iseng saya membuat blog ini. Evi masih dengan getol seperti penyu penggigit mengajak saya jadi blogger aktif. Namun saya si pemalas ini masiiih aja angin-anginan. Pasalnya saya juga jadi bingung sendiri mau ngisi apa di blog *gubraaag* Baru deh tahun 2013 saya baru benar-benar melirik blog secara serius. Sampai pada titik ketika rezeki mulai menghampiri dari blog ini, kebawelan Evi tentang harus rajin blogwalking, harus ninggalin komentar di blog lain, belajar desain, dan sebagainya yang dulu saya biarkan keluar kuping kiri setelah sebelumnya masuk lewat kuping kanan itu terperangkap di otak saya yang kecil, dan berhasil bikin susah tidur malam *padahal memang tukang bergadang aja sih*

Ada pertanyaan paling puncak yang memaksa dicari jawabannya: Mau jadi blogger seperti apa saya?

Namun saya belum paham secara mendalam dunia blogger itu seperti apa. Makanya ketika Mbak Shinta Ries mempublikasikan pembukaan kelas Fun Bloggingย  angkatan 6 dengan tema sexy “Dari Hobi Menjadi Profesi”, tanpa ragu saya pun mendaftar.

Tanggal 5 September pun tiba, dengan tergopoh-gopoh karena kesiangan, saya menuju Grapari Digilife Dago tempat acara berlangsung. Sudah dipastikan acara udah dimulai, dan saya ketinggalan sesi perkenalan ๐Ÿ˜ฅ Duduklah saya di belakang, langsung menyimak materi pertama.

Pelajaran Peduli Pertama

Mbak Haya sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki)

Mbak Haya sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki)

Mbak Haya Alia Zaki mengajarkan tentang peduli pada konten blog. Mulai dari pelajaran EYD, isi yang bermanfaat, menulis posting yang powerfull, sampai dengan jangan plagiat.

Sebagai pekerja kreatif, ide itu memang mahal karena seringkali susah didapat tapi paling gampang dicuri. Saya sendiri suka sedih kalau ide yang saya pikirkan berhari-hari tiba-tiba dicontek begitu saja oleh orang lain. Menurut saya, hal ini disebabkan salah satunya karena keinginan untuk menyamaiย  dan mengejar orang lain, jadinya mengambil langkah shortcut dengan plagiasi. Sayangnya justru hal itu membuat kita tidak akan berkembang. Padahal dengan keinginan itu, justru kita bisa fokus menggali kebaikan diri. Kekuatan dan potensi diri orisinal sebagai blogger.

Perkataan-perkataan Mbak Haya membuat saya bercermin, jangan-jangan selama ini saya pun tanpa sadar telah melakukannya. Dari materi itupun saya belajar untuk menulis postingan yang bermutu dengan lebih memperhatikan apa “tujuan” saya menulis sebuah postingan, dan mempedulikan pembaca blog saya. Bahwa saya ingin mereka “mendapat” sesuatu ketika berkunjung ke blog saya. Saya mendapat pencerahan untuk lebih “tulus” dan “jujur” dalam menulis. Hal ini berlaku juga untuk postingan job review. Tentunya pembaca akan mendapat informasi yang benar, dan perusahaan akan puas dengan tulisan kita.

11934948_10153223951602872_2828450384297314595_nPelajaran Peduli Kedua

Materi kedua disampaikan oleh Mbak Shinta Ries mengenai desain blog, SEO, dan memanfaatkan secara maksimal media sosial yang blogger miliki.

Terus terang, saya termasuk blogger yang super cuek dengan tampilan blog, foto, dan gambar-gambar yang dimasukkan dalam postingan. Boro-borolah bikin desain gambar sendiri, seringkali malah postingan saya isinya cuman tulisan aja, bikin bosen yang baca XD

Mbak Shinta Ries sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Mbak Shinta Ries sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Di sini saya diajak peduli tentang blog yang ramah pembaca. Bagaimana membuat blog tidak berat saat dibuka, mata pembaca dimanjakan dengan gambar cantik, dan lagi-lagi peduli pada karya orang lain yaitu foto dokumentasi dan gambar. Saya disadarkan untuk belajar mendesain sendiri. Enggak mesti desain rumit kok. Apalagi sekarang banyak aplikasi desain android super praktis dan mudah dipakai. Buat yang mau belajar sendiri cara mendesain, bisa cari-cari video tutorialnya di youtube. Biar belajarnya lancar jaya, nontonnya di hape android jaringan Smartfren yang sudah berteknologi 4G aja. Aslinya tanpa buffering loh.

Karena penuturannya yang mudah dicerna, sedikit-sedikit akhirnya saya ngerti juga soal SEO dan keyword-keyword yang rumit itu XD

Pelajaran Peduli Ketiga

Sampai juga ke materi terakhir tentang memaksimalkan benefit dari media sosial dari Teh Ani Berta. Awalnya Teh Ani menjelaskan tentang kelebihan blogspot dan wordpress, juga domain sendiri dan gratisan. Kalau dalam komik, mulut saya sudah menganga sampai kena lantai mendengarnya. Aslinya saya baru paham soal itu. Soalnya waktu bikin dulu saya enggak pakai pertimbangan apa-apa, buat blog ya bikin aja XD

Teh Ani Berta ngasih materi soal benefit media sosial (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Teh Ani Berta ngasih materi soal benefit media sosial (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Teh Ani menyinggung soal harus mau rajin blogwalking. Kyaaa… langsung jleb dengernya. Pasalnya meskipun sering diingetin Evi soal ini, saya teteeeep aja anaknya harus dijadiin peserta Hunger games karena enggak juga mau melakukan advice itu. Menurut Teh Ani, blogwalking ini penting karena selain silaturahmi juga untuk menanam link di semua blog yang kita kunjungi. Saya yang dulu berpikir, “Blogwalking? Makhluk apa itu? Jangan-jangan meteor yang mau menabrak bumi. ” Langsung berubah pikiran jadi, “Blogwalking? Ooh… makhluk alien ganteng yang harus diakrabin warga bumi nih.” XD Mulai saat itu saya janji sama diri sendiri untuk mulai peduli pada blog teman-teman blogger.

Teh Ani mengajarkan tentang etika menjadi buzzer, karena kita harus menjaga kepercayaan perusahaan yang memberi job. Saya jadi teringat kalimat yang saya baca di komik Kungfu Boy: Kepercayaan bukan diciptakan, tapi dilahirkan. Artinya kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk mempercayai kita, dengan sikap, attitude, dan pemikiran kitalah kepercayaan itu terlahir dari mereka.

Pada sesi saat Teh Ani menceritakan perjalanannya selama menjadi blogger, saya tersentuh. Bagaimana kerja keras, kerja cerdas, dan ketulusan menghasilkan hidup yang luar biasa. Mau tidak mau kita memang harus sabar pada proses, tidak ada yang instan di dunia untuk mendapat kesuksesan.

12039218_10153258887922872_550019292757090376_nPada akhir acara, diumumkan peserta yang mendapat door prize, lomba live twit CNI, dan lomba live twit Fun Blogging 6. Dan… saya mendapat kejutan dengan mendapatkan dua hadiah pertama saya. Hadiah door prize pertama dan hadiah pemenang lomba live twit CNI ^_^

Kejutan banget jadi pemenang lomba live twit CNI (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Kejutan banget jadi pemenang lomba live twit CNI (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Acara yang disponsori oleh Smartfren, Grapari, dan CNI ini seru dan cair. Bikin betah peserta meskipun berlangsung seharian.

Saya yakin, Mbak Haya, Mbak Shinta, dan Teh Ani membuat Fun Blogging ini atas dasar kepedulian, peduli untuk membagi ilmunya. Karena inti kepedulian adalah berbagi. Sedang intinya ilmu adalah perubahan karakter, perubahan menuju segala yang lebih baik. Lihat saja bagaimana perubahan saya setelah pulang dari Fun Blogging 6, saya belajar banyak menjadi blogger yang peduli. Semoga rantai kepedulian dan ilmu ini terus mengalir.