[Review] Novel “False Beat” Karya Vie Asano

False Beat yang merupakan novel debut Vie Asano sudah mencuri perhatian saya sejak pertama kali melihat cover novelnya.  Tema musik dipadu kisah anak kembar menjadi magnet tersendiri.

DATA BUKU

Judul: False Beat
Penulis: Vie Asano
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020382265
Tebal: 294 Halaman
Terbit: Maret 2018

Blurb:

”Nggak usah lihat-lihat. Gawat kalau lo nanti suka sama gue.”

Gara-gara terlilit utang dengan om-nya, Aya harus rela menjadi manajer Keanu & the Squad. Sebenarnya pekerjaan itu tak seburuk yang dia bayangkan, kalau saja bukan Keanu yang harus dihadapinya. Vokalis sekaligus pentolan band itu mungkin punya banyak fans. Dan harus dicatat, Keanu tuh punya wajah ganteng, bibir seksi, penampilannya keren, dan suara yang bagus banget. Tapi, Keanu punya segudang kelakuan ajaib yang membuat Aya tak bisa berkutik, juga membuat jadwal roadshow band itu berantakan!

Aya pun mencari cara untuk mengendalikan Keanu agar roadshow berjalan lancar. Baru saja merasa menemukan jawaban, Aya malah terjerumus dalam masalah baru: mengetahui rahasia besar yang disimpan Keanu yang membuatnya terperangkap dalam drama tak berujung.

ULASAN BUKU

Cover novel ini kece banget. Seorang cowok lagi nyanyi dengan atraktif. Mukanya enggak diliatin, jadi pembaca bisa membayangkan sendiri seperti apa wajahnya. Dari cover-nya udah kebayang tema besar yang diangkat: dunia hiburan dengan dramanya. Blurb alias sinopsis belakang cover, menarik, menggambarkan konflik, dan bikin penasaran buat baca

Pembagian babnya unik, nyesuain sama tema musiknya. Prolog disebut sebagai ‘intro’ sedang babnya dinamai ‘verse’, ‘Chorus’ dan istilah musik lainnya. Suka deh!
Ini saya jadi tahu istilah verse. Bab prolog alias intro dibuka dengan tokoh Aya yang terkejut saat menonton berita tentang skandal Keanu dari band Keanu & the Squad yang akan dimanajerinya. Wajarlah Aya syok karena cewek itu belum berpengalaman di industri hiburan, dan secara baru pulang dari Jepang setelah kerja di sana selama 3 tahun. Prolognya cukup menarik karena sudah disuguhi konflik.

Kemudian bab-bab awal novel ini berjalan dengan tempo cepat yang pas. Perkenalan para tokoh langsung dibalut dengan mengemukanya masalah demi masalah antara Aya dan Keanu, membuat cerita jadi langsung seru! Penulis seperti enggak mau buang-buang waktu sehingga emosi pembaca sudah diaduk-aduk sedari awal.

Baca novel ini betah, soalnya bahasanya renyah, dan dialognya hidup.
Juga… kocak!
Humornya dapet. Terhibur deh bacanya.
Obrolan antara Aya dan Keanu berhasil bikin saya senyum-senyum sendiri.
Dialog Aya dengan band the Squad dan sahabat-sahabatnya juga terasa natural.

Dalam novel ini banyak istilah musik dan dunia hiburan. Kayak misalnya road manager, stage manager, chorus, kunci-kunci nada, dan lainnya. Jangan khawatir enggak ngerti, karena ada catatan kaki buat penjelasannya. Untungnya gak begitu banyak, jadi enggak pusing sering-sering liat ke bawah. Sebagian istilah dijelasin sama narasi dan dialog soalnya. Lumayan nambah pengetahuan 😎
Keliatannya penulis cukup melakukan riset, sehingga dunia hiburan dan musik jauh dari tempelan. Pembaca beneran diajak memasuki dunia musik yang ajaib. Vie juga memberi selipan-selipan tentang Jepang. Pembaca dibuat percaya kalau Aya memang beneran abis magang di Jepang. Penulis kalau gak salah memang menyukai hal-hal berbau Jepang.

Kemudian, saya pernah cerita berharap baca adegan konser yang epic. Dan saya cukup terpuaskan dengan adegan konsernya. Sebagai pembaca saya dapat membayangkan seperti apa merindingnya berada di konser itu 😎

Ada satu hal lagi yang mencuri perhatian saya. False Beat menceritakan tokoh kembar! Kembar cowok, tokohnya Keanu kembar dengan Kevin. Mereka digambarkan sebagai kembar yang hubungannya kurang baik.
Bukan hal aneh memang, berdasar pengamatan, anak kembar cowok memang cenderung gak seakrab kembar cewek atau kembar cewek-cowok.
Tapi… hubungan Keanu dengan Kevin ini bisa dibilang rumit! Nah, apa kerumitannya? Mesti baca sendiri deh.

Lalu para tokohnya….
Pertama, tokoh si kembar Keanu dan Kevin ini combo keren! Keduanya sama-sama bikin jatuh cinta. Penulis pinter aja nih bikin pembaca kayak saya meleleh.
Keanu dan Kevin wajahnya identik, suaranya persis, yang bedain secara fisik cuman Kevin berkacamata.
Kalau sifatnya? Keduanya punya kekurangan yang jelas. Yes, saya suka nih tokoh kayak gini.
Kedua, Aya. Tokoh ini tipe karakter komikal dan ekspresif. Kelakuannya lucu, meskipun enggak sampai bisa disebut ajaib.
Ketiga, Key. Dia adalah teman Keanu dan Kevin yang cantik dan baik hati. Pembaca enggak akan sulit menebak hubungan apa yang terjadi antara ketiga tokoh itu. Kabar baiknya, Key ini saingan yang sepadan buat Aya. Bukan tipe bitchy soalnya. Yang begini lebih mengaduk emosi saya sebagai pembaca.

Romansa Aya dan tokoh utama cowok ‘False Beat’ terjalin dengan natural. Perkembangan emosi di antara mereka berjalan sedikit-sedikit sehingga terasa gereget! Saya menikmati adegan demi adegan yang terus terang bikin saya ikut-ikutan ngerasa deg-degan.

Di blurb disebutkan kalau Aya mengetahui rahasia kelam Keanu yang bikin hidupnya sebagai manajer makin dramaaaa!
Bisa dibilang, saya enggak menyangka ini rahasianya begitu. Dapetlah twist-nya.
Rahasia ini bikin saya makin bersimpati pada Keanu.
Apa rahasianya? Baca sendiri ya.

Makin ke belakang, kisah di False Beat ini makin seru, kompleks, dan menyentuh.
Dramanya gereget 😍 Klimaksnya dapet. Saya berhasil dibikin nangis. Huaaaa 😭😭😭
Hampir seluruh pertanyaan terjawab tuntas. Termasuk pertanyaan yang langsung terpikir saat membaca betapa ngototnya Om Putra–omnya Aya–untuk menjadikan keponakannya itu manajer Keanu and the Squad. Padahal Aya itu kan enggak punya pengalaman banget.

Berhubung ini novelnya ngebahas anak kembar, jadi kepancing buat komentar dikit soal itu. Kalau kata Evi, anak kembar akan cenderung memihak tokoh yang paling mirip dirinya. Tapi kami sih sebenernya akan memihak siapa pun anak kembar yang kami rasa mendapat ruang kurang dalam satu cerita. Di novel ini sebenernya penulis sudah cukup memberi porsi seimbang antara Keanu dan Kevin, tapi ada satu yang menggantung. Kisah percintaan salah satunya.
Kisah si kembar Keanu dan Kevin termasuk yang nyesek-nyesek gimana…. Cerita tentang anak kembar memang suka bikin kebawa baper 😆

Kalimat yang paling saya suka di novel ini:

Setiap orang pasti punya dua wajah yang saling bertolak belakang (halaman 267).

Kesimpulannya…. Novel ini menghibur, bikin senyum-senyum, baper, deg-degan, gemes, dan ngasih pengetahuan soal dunia hiburan juga.

4 dari 5 bintang

Advertisements

[Review] Novel Caramellove Recipe: Warna-warni Teen Cooking Competition

Ketika acara Master Chef Indonesia baru digelar, saya pernah punya impian untuk menulis novel bertema kompetisi memasak. Sayangnya naskah itu tak pernah mengalami kemajuan dari sinopsis saja. Makanya saya penasaran sekali ketika Lia Nurida menulis novel bertema kompetisi memasak. Saya sudah penasaran garis keras pada novel ini sejak  nyicip bab-bab awal di web Gramedia Writing Project dulu dan langsung jatuh cinta. Waktu itu saya mikir, bakalan juara nih… ternyata beneran juara! Novel ‘Caramellove Recipe’ berhasil menyabet  juara harapan 1 di lomba GWP3 tahun 2017 lalu.
Saya jadi penasaran, naskahnya bakal berubah sejauh apa nih setelah mengalami penggodogan proses revisi dan lainnya. Tapi saya yakin bakalan makin yummy.

Seperti biasa, saya ngepoin proses penulisan novel yang diulas di blog ini. Ini dia hasil obrolannya.

Berkenalan dengan Lia Nurida

Lia Nurida, lahir di Jombang – Jawa Timur, 1 Oktober. Lulusan Universitas Brawijaya – Malang yang kini menetap di Ciputat, Tangerang, Selatan.
Pengagum musik McFly dan Greenday. Pecinta kopi dan bubur ayam. Penggemar serial drama korea genre crime and thriller.
Menulis adalah caranya untuk bersenang-senang, membaca adalah caranya untuk berbahagia, travelling adalah caranya untuk menikmati hidup, dan nonton film adalah caranya untuk menghabiskan waktu senggang.
Caramellove Recipe adalah novel ketiganya setelah Pemetik Air Mata (2014) dan Let Me Love, Let Me Fall (2013).
Sosoknya bisa dikenal lebih jauh melalui akun IG @lianurida

Mengenal Lebih Jauh Lia Nurida di Sesi Wawancara

1. Saya: Ceritakan dari mana ide menulis novel ini?

Lia: Saya penggemar berat acara Masterchef US dan nggak pernah ketinggalan satu episode pun di tiap season-nya. Sebenarnya keinginan untuk membuat cerita berdasarkan acara tersebut udah ada sejak lama, tapi belum ada ide yang spesifik. Sampai akhirnya, pas saya lagi nonton episode 11 di season 5, di acara tersebut para peserta diminta untuk membuat makanan Italia bernama Caramelle, yaitu salah satu jenis pasta yang bentuknya menyerupai permen. Nah dari nama pasta itulah muncul ide ini. Kok lucu gitu kayaknya kalo bisa jadi cerita.

2. Saya: Ceritakan kejadian mengesankan saat menulis novel ini.

Lia: Kejadian mengesankan sewaktu menulis novel ini, hmm apa ya. Mungkin karena deadline-nya yang mepet banget setelah pengumuman pertama, kurang lebih 3 mingguan, jadi yaaa agak pontang panting gitu nyelesaiin naskahnya. Karena saya nggak mempersiapkan riset apa pun sebelumnya. Karena dari 400-an peserta benar-benar nggak nyangka bisa masuk ke 90 besar. Jadi selama 3 minggu itu saya mendadak jadi wanita super gitu. Kuat nggak tidur, kuat nggak makan, kuat duduk lama, demi bisa selesaiin naskah ini tepat waktu, di tengah-tengah kesibukan saya lainnya.

3. Saya: Novel ini menang lomba GWP Batch 3 kan ya… Ceritakan dong gimana ‘keseruan hati’ waktu pengumumannya.

Lia: Sempet bengong, waktu MC nyebutin judul novel saya ini sebagai pemenang harapan 1. Nggak ada sama sekali bayangan bakal menang juara berapa pun. Karena sewaktu menyelesaikan naskah dan datang ke expert class waktu itu, tujuan saya cuma ingin ketemu sama teman-teman sesama penulis, ketemu editor-editor GPU dan mentor-mentor yang famous-famous itu. Jadi ya, sewaktu diumumkan saya menjadi salah satu pemenang, sempat bengong beberapa detik karena nggak nyangka.

4. Saya: Ceritakan riset untuk kompetisi dan pengumpulan resep dalam novel ini. Apakah resep-resepnya benar-benar sudah dipraktikkan Lia?

Lia: Risetnya kebanyakan dari youtube. Mulai dari atmosfer kompetisi, resep-resepnya dan cara memasaknya. Kalau resep yang ada di dalam novel ini, sejujurnya belum ada yang pernah saya praktikkan sendiri memasaknya. Kecuali omelette dan telur mata sapi, ada tuh di bab berapa ya, lupa. Hehe. Karena semua yang serba mepet itu. Jadi resep-resepnya murni dari riset. Tapi ada beberapa resep yang udah pernah saya cicipin makanannya, kayak samgyetang, macaron, chocolate trifle, jadi sudah ada bayangan untuk menggambarkan rasanya ketika menuliskannya ke dalam naskah.

5. Saya: Ada koki yang jadi inspirasi buat tokoh-tokoh dalam novel ini? Kalau ada, siapa dan mengapa?

Lia: Untuk karakter-karakter utamanya, Karmel, Sadam, dan Satria, saya ciptakan nggak berdasarkan chef mana pun. Benar-benar murni saya ciptakan sebagai tiga remaja berbakat di bidang masak dengan sifat yang kayak remaja pada umumnya. Tapi untuk tokoh Chef Martin, ini sebenarnya saya terinspirasi dari penggabungan tiga chef pembawa acara Masterchef US. Terciptalah sosok Chef Martin yang ganteng dan berkharisma seperti Gordon Ramsey, tegasnya seperti Joe Bastianich, tapi juga ramah dan lucu seperti Graham Elliot.

DATA BUKU

Judul: Caramellove Recipe
Penulis: Lia Nurida
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 240 Halaman
Terbit: Februari 2018

Blurb:

Gawat!

Satria kena tifus. Cowok itu pingsan tepat di akhir babak penyisihan awal Teen Cooking Competition. Padahal tiga hari lagi, Karmel dan Satria harus mengikuti babak dua puluh besar. Mau tidak mau sesorang harus menggantikan posisi Satria. Miss Anne mengusulkan satu nama.
Sadam. Cowok tajir belagu anak pemilik restoran Luigi’s itu yang dipilih Miss Anne. Cowok yang mati-matian Karmel hindari sejak tragedi daun bawang pada awal masuk SMA Putra Bangsa. Cowok menyebalkan yang sialnya adalah seseorang yang Karmel taksir sejak SMP!

Meski berat, Karmel tak punya pilihan lain. Ia harus tetap berjuang di Teen Cooking Competition bersama Sadam yang arogan. Di sisi lain Karmel juga harus memikirkan persahabatannya dengan Satria yang mulai merenggang. Nggak mungkin kan Satria cemburu karena Karmel dan Sadam yang mulai dekat?

ULASAN BUKU

Mari kita mulai dari bahas cover dulu. Kover bikinan ‘sukutangan’ buat novel para pemenang GWP3 termasuk Carramellove Recipe ini punya karakter dan ciri khas kuat. Konsepnya unik, seger, dan berasa beda. Sekali liat, langsung tahu kalau itu novel pemenang GWP tahun 2017. Kover novel memiliki dominan warna hijau. Hiasan elemen masakannya juga pas, enggak keramean dan enggak terlalu sedikit. Menarik 😆

Konsep pembagian babnya juga unik karena memakai istilah dunia kuliner. Prolog disebut ‘Appetizer‘ lalu bab isi disebut ‘Main Course‘. Layout-nya manis deh. Suka!
Setiap bab dibuka dengan quote tentang kehidupan yang memakai analogi makanan.
Sehingga konsepnya secara keseluruhan terasa solid.

Prolog novel ini cukup nendang. Pilihan Lia untuk membuka cerita dengan kejadian di kompetisi membuat pembaca langsung terikat dan penasaran untuk membuka lembar berikutnya. Cara Lia bercerita terasa ringan dan berhasil membawakan suasana. Ketika membaca prolog, saya merasakan atmosfer kompetisi yang menegangkan.

Novel ini diceritakan lewat POV 3 ‘diaan’, sehingga pembaca dapat mengikuti perasaan tokohnya tetapi juga dapat menangkap keadaan secara keseluruhan. Novel ini memakai bahasa yang ringan, mengalir, dan renyah. Cocok buat pembaca remaja. Apalagi pembagian babnya pendek dan pas. Ketebalan novelnya juga sedang, sehingga tahu-tahu udah selesai aja bacanya.

Kemudian tentang tokoh-tokohnya. 3 tokoh utamanya Karmel, Satria dan Sadam punya karakteristik yang menonjol. Saya suka bagaimana penulis menjelaskan ciri fisik pelan-pelan. Berbagai detail tentang tokoh-tokohnya disebar di beberapa bab.
Sifat-sifat tokoh-tokohnya dapat ditangkap melaui gaya berdialog mereka, dan bagaimana mereka menyikapi konflik. Ketiganya punya karakter khas anak SMA dan tipe-tipenya mudah ditemui di sekitar kita, sehingga gampang related dengan pembaca remaja maupun dewasa.
Sejauh ini saya menyukai Karmel dan Satria. Ngeship mereka, hohoho….
Tokoh-tokoh tambahannya sendiri cukup menyenangkan. Kehadiran tokoh yang cukup banyak terasa bukan sekadar tempelan, tapi memang menggulirkan cerita. Termasuk para kontestan lain. Lia berhasil memilah tokoh mana yang mesti ditonjolkan melihat dari kisah yang melibatkan banyak orang alias kolosal. Namanya juga cerita tentang kompetisi yang cukup panjang.

Penulis juga berhasil menjelaskan berbagai makanan dengan kadar detail yang pas. Sehingga membuat pembaca dapat membayangkan bentuk dan rasa makanannya. Sungguh ini cobaan buat saya dan mungkin pembaca lainnya. Bikin lapeeeer! Penulis memberi pengetahuan mengenai makanan dan beberapa istilah mengenai dunia kuliner. Dengan cara penyampaiannya yang tepat, pembaca tahu-tahu saja menambah stok pengetahuan. Tidak banyak, tapi cukup.
Ada sedikit resep dan cara memasaknya. Bisa dipraktikkan sepertinya. Saya sampai bertanya-tanya, jangan-jangan penulisnya beneran jago masak. Oh iya, jangan membayangkan resepnya dikemukakan seperti dalam buku resep ya. Karena resep disisipkan dalam cerita secara natural. Jadi kalau berminat mempraktikkan, mesti ditulis ulang sendiri dalam bentuk resep praktis.

Novel ini menyajikan beberapa konflik. Kompetisi masak, cinta, persahabatan,  dan keluarga. Semuanya teramu dengan baik, tentunya dengan menonjolkan 1-2 konflik utama. Konfliknya disampaikan ringan saja, enggak bakal bikin pembaca mengerutkan kening. Saya kira, itu merupakan salah satu kekuatannya. Novel ini memberi efek segar dan camilan enak bagi pembacanya, seperti sedang makan roti bakar dan es krim. Saya paling suka tiap kali masuk ke bagian kompetisi. Menyenangkan sekali mengikuti sepak terjang Karmel dan Sadam dalam lomba. Menyimak juri Chef Martin menilai dan ikut deg-degan dengan hasilnya. Saya sudah dapat menduga hasilnya, tapi kekuatannya bukan pada hasil, tapi proses kompetisinya.

Caramellove Recipe menyuguhkan open ending. Bisa dibilang cerita sudah selesai sempurna, tapi sangat terbuka untuk sekuel. Bahkan bisa banget dibikin trilogi. Saya yakin masih banyak konflik yang bisa dikemukakan dan diangkat di sekuelnya.
Karena belum ada konflik persaingan sengit antar peserta kompetisi

Secara keseluruhan, novel ini seperti makanan ringan yang enak. Cocok dibaca untuk menaikan mood karena ceria.
4 dari 5 potong kue, eh, bintang untuk Caramellove Recipe.

[Review] Novel Dharitri: Fantasi yang Kental Lokalitas

 

Beberapa tahun ini saya menyadari kecenderungan genre favorit saya ternyata genre fantasi. Saya suka berselancar di Goodreads membaca-baca ulasannya kemudian memasukan buku-buku tersebut ke dalam wish list. Salah satunya novel Dharitri. Ternyata semesta benar-benar menjodohkan saya dengan novel ini. Yeaaay! Satu hari, saya berkesempatan menjadi salah satu host book tour novelnya.

Saat pertama kali mem-posting foto buku Dharitri, seorang teman menulis komentar bahwa novel ini berasal dari Wattpad. Terus terang saya baru tahu. Saya jadi penasaran bagaimana proses penulisan novelnya, maka saya mewawancari penulisnya: Nellaneva. Yuk, ikuti obrolan kami ^^

Berkenalan dengan Nellaneva

Nellaneva adalah peracau yang terlalu sering berkhayal dan menulis untuk melegakan diri. Dalam kesehariannya, dia mendalami bidang Mikrobiologi dan sedang melanjutkan pendidikan di Osaka, Jepang. Pada waktu senggangnya, dia bergegas mengabadikan imajinasi dalam kata-kata sebelum waktunya di Bumi habis. Nellaneva mulai aktif di dunia kepenulisan sejak tahun 2015. Novelnya yang sudah diterbitkan adalah Dharitri dengan genre fantasi (Histeria, 2017). Karya-karyanya yang berupa puisi, cerpen, dan novel diarsipkan pada situs kepenulisan Wattpad atas nama Nellaneva.

Selain Wattpad, Nellaneva juga dapat dihubungi melalui:
Line: @oja6804t
Instagram dan Twitter: nellaneva94
Email: nellaneva94@gmail.com

Mengenal Lebih Jauh Nellaneva di Sesi Wawancara

Ehm… ehm… ini sesi wawancaranya cukup panjang karena saking penasarannya, saya banyak nanya XD

1. Dapat dari manakah ide menulis kisah Dharitri?

Nella: Seperti cerita-cerita saya yang lain, ide Dharitri datang secara mendadak ketika saya sedang melamun di kamar sebelum tidur. Saat itu, saya membayangkan konsep dunia baru di masa depan. Berdasarkan novel-novel fantasi atau fiksi ilmiah yang sudah beredar selama ini, latar distopia nan futuristik—dengan iringan teknologi canggih—hampir selalu digunakan sebagai latarnya. Saya pun terpikir untuk menciptakan sesuatu yang berbeda: latar utopia berbau tradisional, meskipun jenis dunia demikian pada akhirnya tidak benar-benar saya terapkan dalam Dharitri. Selain itu, minat saya terhadap bahasa Sanskerta mendorong saya untuk menerapkan latar dan tokoh-tokoh yang berhubungan dengan Nusantara. Untuk ide Hibrida sendiri, itu murni dikarenakan kecintaan saya terhadap hewan-hewan eksotis terutama naga.

2. Ceritakan proses penulisan Dharitri yang berkesan. Mulai dari riset sampai draf terakhir.

Nella: Sebenarnya ide tentang Dharitri sudah lahir sejak akhir tahun 2014, tetapi proses penulisannya baru bisa terlaksana pada pertengahan tahun 2016. Namun, karena beragam kesibukan dan kemampuan saya saat itu belum cukup untuk menyusun novel, saya pendam dulu ide tersebut. Tidak benar-benar saya tinggalkan, tetapi hanya menuliskannya sebagai premis terbengkalai di dalam laptop seperti ide-ide cerita saya yang lain. Mulai tahun 2015, menjelang lulus kuliah, akhirnya saya tergoda merampungkan novel di sela-sela mengerjakan skripsi. Setelah novel pertama saya, Tujuh Kelana, rampung pada awal tahun 2016, saya pun terdorong untuk ‘menggodok’ ide Dharitri sebagai novel berikutnya. Proses penulisan Dharitri terhitung sangat singkat, hanya satu setengah bulan saja (awal Juni- pertengahan Juli 2016). Saat itu, saya baru lulus kuliah dan masih mencari-cari pekerjaan. Sambil menanti panggilan tes seleksi dan wawancara kerja, saya manfaatkan waktu luang dengan menulis novel.

Selebihnya, dari premis pertama yang berupa paragraf-paragraf sederhana, saya kembangkan outline bersamaan dengan penulisan Dharitri itu sendiri. Worldbuilding, konflik, dan tokoh-tokohnya bermunculan seiring saya menambahkan bab-bab baru. Alhasil, beberapa poin premis pun melenceng dari ide awal tetapi untungnya terarah jadi lebih baik. Sebagai penulis pemula, saya jadikan ini sebagai pembelajaran agar mempersiapkan plot cerita dengan lebih matang sebelum memulai eksekusi. Selama riset, saya tidak menemukan kendala berarti, tetapi ini pun menjadi evaluasi bagi saya supaya lebih banyak mencantumkan detail-detail ilmiah dalam deskripsi cerita.

Sejak awal tahun 2016, saya juga aktif menulis di situs kepenulisan Wattpad. Draf pertama Dharitri saya publikasikan di sana dan mendapat banyak masukan dari para beta readers. Mulai dari awal Juni hingga pertengahan Juli 2016, saya senang sekali tiap kali mempublikasikan bab terbaru Dharitri di Wattpad. Antusiasme pembaca—yang tertampilkan dalam komentar-komentar—menjadi motivasi terbesar saya untuk menulis Dharitri sampai tamat dalam waktu singkat. Yang paling mengejutkan adalah sewaktu Dharitri memenangkan penghargaan Wattys Award 2016 kategori Pilihan Staf. Saya tidak menyangka sesuatu yang saya mulai sebagai iseng-iseng bisa membuahkan hasil seperti ini.

3. Mengapa menulis genre fantasi?

Nella: Sejak kecil, saya cinta mati dengan genre fantasi. Koleksi novel yang saya miliki didominasi oleh genre tersebut. Dengan membaca kisah fantasi, saya merasa bisa melarikan diri dari kejenuhan realita dan pada dasarnya saya memang seorang pengkhayal. Setelah dibuat tergugah oleh banyak cerita fantasi, saya pun terdorong untuk menciptakan cerita karangan saya sendiri. Meskipun baru serius menulis sejak tahun 2015, sesekali saya menulis secara iseng sejak duduk di bangku sekolah. Selama itu pula, genre yang paling sering saya tulis adalah fantasi. Dengan menulis fantasi, saya bisa menumpahkan imajinasi saya menjadi kata-kata dan menyebarkannya ke sesama peminat fantasi lain. Menurut saya itu adalah salah satu sensasi terbaik sebab fantasi adalah pelarian saya dari dunia nyata :’)

4. Kesulitan atau tantangan apa yang dialami ketika menulis Dharitri?

Nella: Tantangan terbesar bagi saya adalah mengundang pembaca. Karena peminat fantasi tidak sebanyak romance/metropop/teen fiction, saya harus menyuguhkan sesuatu yang menarik sekaligus nyaman dibaca. Persaingan juga amat terasa sebab kini cukup banyak penulis fantasi yang bermunculan dalam platform digital seperti Wattpad, Storial, dan lain sebagainya. Saya sadari terkadang gaya bahasa saya masih terlalu baku dan kaku, sehingga saya siasati dengan sedikit bermain diksi dalam penulisan Dharitri. Taktik lain yang saya gunakan adalah penempatan twist yang sedemikian rupa supaya bisa memberikan kejutan bagi pembaca. Namun, secara keseluruhan, saya sikapi proses penulisan cerita dengan santai sebab tujuan saya menulis adalah sebagai relaksasi dan melegakan diri.

5. Nella punya harapan apa pada novel Dharitri?

Nella: Saya tidak berani terlalu berekspektasi, hehe, tetapi saya harap Dharitri bisa menjadi salah satu novel fantasi karya penulis lokal yang patut diperhitungkan. Saya juga berharap Dharitri bisa menginspirasi para penulis Indonesia lain bahwa cerita fantasi tidak harus berlatar luar negeri melulu. Kita juga punya bahan kebudayaan lokal yang berpotensi dikemas menjadi cerita keren, loh!

6. Respon paling unik atau berkesan apa yang didapat dari pembaca Dharitri?

Nella: Bagi saya, semua respons yang masuk dari para pembaca Dharitri sangatlah berkesan dan berguna bagi perkembangan saya ke depannya. Setiap kali saya bolak-balik baca ulasan Dharitri di Goodreads dan Instagram, baik itu berupa kritik pedas sekalipun, semangat saya selalu terpompa kembali. Bahkan saya sampai gatal ingin merevisi Dharitri lagi kalau bisa, hahaha. Respons yang paling unik barangkali adalah kesukaan pembaca terhadap Lal, salah satu Hibrida di Dharitri. Seperti mereka, saya selalu membayangkan punya naga sendiri dan senang mengetahui keinginan mereka serupa dengan saya. Akhir kata, berkat semua respons tersebut, pengalaman menulis Dharitri ini tentu saja menjadi salah satu kenangan paling berharga bagi hidup saya.

DATA BUKU

Judul: Dharitri

Penulis: Nellaneva

Penerbit: Anak Hebat Buku

Cetakan: 1, 2017

ISBN: 9786025469220

Blurb:

Pada tahun 2279, seratus lima puluh tahun setelah Perang Dunia III meletus, sisa umat manusia dikumpulkan dalam naungan Dunia Baru berbasis Persatuan Unit. Dunia baru tersebut diyakini sebagai dunia yang lebih baik bagi umat manusia di Bumi. Pernyataan itu rupanya tidak berlaku bagi Ranala Kalindra.

Ranala yang berusaha kabur dari Persatuan Unit mengalami kecelakaan hingga terdampar di sebuah negeri asing bernama Dharitri dan bertemu dengan makhluk hibrida yang diberi nama Lal. Ranala merasa menemukan rumah baru, yang membuatnya harus menyembunyikan identitas sebagai penduduk Persatuan Unit. Ranala mengubah namanya menjadi Aran, lalu bergabung dengan Adhyasta Hibrida, pasukan elit Bala Karta yang menangani makhluk Hibrida.

Namun, ada seseorang yang mengetahui identitas asli Aran. Seseorang yang selalu mengawasi Aran dan menunggu saat yang tepat untuk menyingkirkannya.

ULASAN BUKU

Terus terang saya tertarik baca Dharitri karena membaca ulasannya di Goodreads.
Novel fantasi lokal yang menyentuh hati pembaca. Kedua, blurb novelnya yang memikat. Ternyata ini fantasi dystopia. Perpaduan ini sangat cukup membuat saya yakin ‘harus’ baca.
Ketiga, cover-nya menariiiik 😍😍😍
Mengingatkan saya pada cover novel fantasi luar negeri.
Kemudian saya melahap prolognya. Dharitri memiliki tipe prolog yang memicu penasaran sehingga membuat pembaca  betah melaju ke bab selanjutnya.

Ini novel distopia. Menceritakan masa depan di ratusan tahun mendatang.
Saya selalu terpukau oleh imajinasi penulis yang bisa membayangkan seperti apa dunia di masa yang jauh. Apalagi lengkap dengan tatanan pemerintah dan sosialnya.
Pasti butuh kerja keras sekali untuk menuliskannya.

Novel ini memakai gaya bahasa baku.
Di bab-bab awal saya merasa seperti tata bahasa buku terjemahan, tapi kemudian berubah ketika Ranala datang ke Dharitri.Menurut saya pas mengikuti cerita, gayanya menyesuaikan dengan di mana latar tempat cerita.
Jalinan kalimatnya enak diikuti dan memiliki kosakata yang kaya. Namun saya menemukan beberapa kalimat yang terasa kurang pas. Novel Dharitri menggunakan sudut pandang orang ketiga sehingga leluasa menggambarkan banyak hal tanpa dibatasi ketidaktahuan tokoh bila menggunakan POV 1. Penulis pintar mendeskripsikan detail tokoh dan tempat hingga pembaca bisa membayangkannya dengan jelas di kepala.

Seperti narasi berikut:


Lima tanduk yang mencuat di sekeliling kepala makhluk itu mengindikasikan bahwa dia jelas bukan reptil biasa. Tinggi tubuhnya mencapai gajah dewasa, panjangnya kira-kira empat setengah meter belum termasuk ekor panjang berduri yang menjulur di belakang tubuhnya.

Memang sebagai novel fantasi dengan 2 latar tempat besar berbeda, penjabaran world building-nya harus detail. Penulis berhasil melakukan itu.
Bagi pencinta narasi seperti saya, membaca buku ini seperti sedang dimanjakan. Pembaca disuguhi berlembar-lembar narasi yang kerap kali bahkan tak menyelipkan dialog sama sekali. Saya juga mengapresiasi editornya, karena editan novel ini rapi, sedikit sekali typo 😎

Hal paling menarik dari novel Dharitri adalah fantasi yang mengandung kelokalan yang kental.
Pertama, judulnya saja diambil dari Sansekerta.
Dharitri ini seperti jelmaan Indonesia sekarang. Sistem pemerintahan daerah yang awalnya monarki menjadi republik.
Kedua, nama-nama tokoh, dan lainnya pun kental lokalitasnya.
Seperti pemilihan nama Sambas, Kapuas, Cakra, dan Adhyasta.
Ketiga, lokasi Dharitri sendiri memang di Indonesia.
Menarik sekali ketika penulis membagi bahasa yang digunakan di dunia baru menjadi 3 bahasa. Salah satunya Indonesia.
Nellaneva tampaknya piawai mengulik geografi 😆

Karakter tokoh-tokoh novel Dharitri ini banyak yang unik. Terutama para hibrida alias  binatang artifisial yang merupakan hasil buatan teknologi mutakhir pada masa Perang Dunia III. Imajinasi penulisnya keren! Bisa menciptakan modifikasi-modifikasi berbagai binatang. Pembaca diajak membayangkan binatang hasil persilangan beserta kemampuannya lewat deskripsi detail.

Misalnya penjelasan tentang karakteristik salah satu hibrida bernama Ishara:

Rubah kambing. Habitat: lembah bukit dan pegunungan. Jenis karnivora. Leluhur pertama: modifikasi in vitro, persilangan rubah:kambing dengan rasio berkisar 8:3. Kekuatan: serangan fisik dan penciuman tajam. (Halaman 112).

Lalu tokoh-tokoh Dharitri ini kuat dan kebanyakan di antaranya memiliki kekhasan. Jadi meskipun tokohnya banyak, pembaca tidak akan tertukar-tukar.
Sedihnya, saya kurang menyukai tokoh utamanya Ranala alias Aran 😭
Sedang tokoh lainnya buat saya cukup lovable.
Saya paling suka tokoh Cakra dan Dylan. 😍 Dylan ini kutu buku.

Konflik sudah disuguhkan dari awal, sejak prolog. Pembaca dibuat penasaran dengan keputusan atau pikiran si tokoh utama.
Bab-bab setelahnya misteri dan konflik ditebar beriringan pelan-pelan. Saya tidak merasakan adanya letupan-letupan yang langsung besar. Tapi konflik disampaikan dengan grafik yang kian meningkat. Menuju akhir banyak kejutan diberikan penulis.
Kisah cinta di dalamnya memberi bumbu manis yang menyenangkan 😍
Adegan laganya bagus. Deskripsi pertarungannya jelas dan cukup menegangkan.  Percayalah, menulis adegan pertempuran bukan perkara gampang. Butuh deskripsi yang tepat agar adegan itu tersampaikan dan menimbulkan efek ketegangan. Kalau ada kekurangan, bagi saya hanya pengembangan konfliknya yang terasa agak lambat sampai setengahnya. Padahal konflik sudah disuguhkan dari prolog.
Untungnya grafik konfliknya makin naik, dan pada akhirnya pembaca disuguhkan kejutan-kejutan menarik 😍

Rating 3,5 dari 5 bintang. Saya rekomendasikan novel ini bagi pencinta novel fantasi.

Sebagai penutup, saya ingin membagi quotes favorit saya:

Jadilah sepertiku, menyukai buku-buku. Mereka tidak akan menyakiti.

 

[Blog Tour] Review + Giveaway Buku Dear, Ayah dan Bunda: Diary Pertumbuhan Buah Hati Usia 0-5 Tahun

Kehadiran anak merupakan fase perubahan signifikan dalam kehidupan pasangan. Anak merupakan pribadi lain yang mengubah berbagai rutinitas dan pola pikir pasangan menjadi pola pikir dan peran lain dalam kehidupan yaitu peran sebagai ‘orang tua’. Butuh adaptasi bagi ketiganya dalam menjalani kehidupan. Setiap fase perkembangan anak bukan hanya merupakan hal baru baginya tetapi juga penemuan baru bagi orang tuanya. Anak memiliki karakter dan perasaannya sendiri, karena itu orang tua mesti belajar memahaminya.

Buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ ini bisa menjadi referensi bagi orang tua untuk mencoba memahami dan menyelami cara pandang anak.

Berkenalan dengan Yenita Anggraini

Yenita Anggraini merupakan ibu dari seorang putra. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran tahun 2009. Setelah berkarier selama empat tahun di bidang kesehatan dan pelayanan, kini penulis bekerja di sebuah instansi pemerintahan daerah. Selain itu ia aktif menulis cerpen, artikel kepenulisan, cerita anak, serta kisah inspiratif yang dimuat di media cetak maupun online, seperti NOVA, Lampung Post, dan basabasi.co.

Hubungi penulis lewat surel: yenitaanggrainianggi@gmail.com

Mengenal Lebih Jauh Yenita Anggraini di Sesi Wawancara

Penasaran enggak sih kayak apa sih penulis ini orangnya? Sampai gimana cerita di balik penulisan buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ ini… Saya udah ngasih list pertanyaan ke penulis yang saya panggil dengan sebutan akrab ‘Tante Anggi’ ini. Berikut wawancaranya:

1. Apa motivasi Tante Anggi menulis buku ini?
Motivasi saya menulis buku Dear, Ayah dan Bunda ini sebenarnya sederhana sekali. Saya mau setiap orangtua bisa lebih berpikir dan bersikap positif dalam mengamati dunia buah hati yang penuh kejutan, perubahan perilaku, dan juga loncatan-loncatan perasaan. Perasaan positif itu akan menghadirkan rasa nyaman dan bahagia di dalam diri Ayah dan Bunda. Dan saya yakin, hadiah paling besar bagi buah hati adalah orangtua yang selalu berbahagia atas kehadiran mereka.
2. Mengapa di awal bab selalu dibuka dengan cerita dari sudut pandang anak?
Buku ini memang memiliki konsep yang berbeda dengan buku-buku lain. Di buku ini setiap awal bab selalu dibuka dengan cerita dari sudut pandang anak. Ini menarik, karena dengan mencoba bicara dari sudut pandang anak, Ayah dan Bunda perlahan-lahan diantarkan menuju sebuah pemahaman tentang apa yang buah hati rasakan dan apa yang harus Ayah dan Bunda lakukan. Belajar memahami semua itu tentu akan meminimalisir kekeliruan-kekeliruan tidak perlu yang mungkin saja Ayah dan Bunda lakukan melalui rangkaian perkataan, tindakan, dan stumulasi untuk buah hati.
3. Apa kesulitan menulis buku ini?
Kesulitan menulis buku ini tentu  mencoba menafsirkan apa yang buah hati rasakan sehingga bisa menjadi penggalan-penggalan surat yang seolah-olah berasal dari suara hati buah hati. Bagaimana caranya menafsirkan suara janin yang masih di dalam kandungan misalnya? Hehehe…Tapi, yang menjadi inti dari penggalan-penggalan surat itu bukanlah itu benar-benar merupakan suara hati buah hati, tapi bagaimana saya mengubah sudut pandang orangtua yang terkadang berpikir tentang dirinya, keluhannya, rasa sakitnya, letihnya, menjadi hal-hal yang positif. Misalnya : Keluhan-keluhan saat kehamilan tentu menyebalkan, tapi dengan Bunda berpikir bahwa ini adalah cara tubuh untuk mempersiapkan diri menjadi tempat terbaik bagi buah hati selama 9 bulan ke depan, semoga itu menjadi tidak terlalu menyebalkan lagi.
4. Sebagai orang tua, fase apa yang paling sulit ketika mendidik anak?
Sebagai orangtua, setiap fase memiliki kesulitannya tersendiri dalam mendidik anak. Tapi fase saat anak masih belum bisa berkomunikasi selain dengan tangis adalah fase yg membutuhkan kesabaran cukup besar. Membedakan tangisan anak juga butuh waktu yang tidak bisa saya sambi-sambi dengan hal lain. Ada waktunya dia menangis karena lapar, gendongan yang tidak nyaman , suhu yang tidak pas, tempat yang terlalu berisik, dan bahkan ada waktunya dia menangis hanya karena ingin menangis. Ini biasanya kesimpulan yang saya buat saat saya tidak bisa menafsirkan tangisnya.
5. Ceritakan proses menulis buku ini.
Proses penulisan buku ini kurang lebih dua sampai tiga bulan. Saya membagi fasenya menjadi 5 periode di mana tiap fasenya adalah perkembangan anak sejak ia masih di dalam kandungan hingga usianya 5 tahun. Kebetulan saya terbiasa mencatat setiap fase perkembangan buah hati mulai dari kemampuan motorik, kemampuan bicara dan juga perubahan-perubahan perilakunya. Saya juga sering mendokumentasikan pertanyaan-pertanyaan yang biasa ia lontarkan sejak ia mulai banyak bertanya dalam #celotehzahir di instagram. Catatan-catatan itu banyak membantu saya dalam proses penulisan buku ini selain tentu saja buku-buku parenting yang saya baca, seminar-seminar parenting yang saya hadiri, termasuk juga nasehat, masukan, cerita-cerita dari keluarga dan teman-teman saya.

DATA BUKU

Judul: Dear, Ayah dan Bunda

Penulis: Yenita Anggraini

Penyunting: Ayuniverse

Penerbit: Diva Press

Cetakan: Pertama, Desember 2017

Halaman: 256 Halaman

ISBN: 9786023914838

Blurb:

Dear, Ayah Bunda

Hari ini aku kesal sekali. Aku tahu kita akan pergi ke rumah nenek. Bunda sudah mengatakan itu sejak kemarin, tapi aku tadi sedang bermain, lalu Bunda tanpa bilang apa-apa langsung membereskan mainanku. Bunda harusnya bilang dulu kepadaku bahwa kita akan berangkat.

Seorang anak, meskipun masih kecil, ia tetaplah manusia yang memiliki perasaan. Dengan dalih melakukan yang tebaik–menurut orang tua, terkadang Ayah Bunda justru mengabaikan perasaannya. Padahal perasaan diabaikan akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya ke depan.

Nah, buku ini hadir untuk menemani Ayah Bunda mendampingi tumbuh kembang buah hati sejak ia masih dalam kandungan hingga usia lima tahun. Setiap bagian dibuka oleh narasi dengan sudut pandang anak, sehingga Ayah Bunda seolah diajak membaca curahan hati si kecil.

Berkomunikasi dengan bayi, menghadapi anak tantrum, mengajarinya berbagi, saat anak mengadu, dan lain-lain, dibahas di buku ini. Dengan perspektif baru, Ayah Bunda akan lebih peka terhadap apa yang dirasakan oleh buah hati.

Selamat membaca!

REVIEW BUKU

Awalnya saya mengira bakalan butuh waktu lama untuk menghabiskan buku nonfiksi ini. Maklum, buku jenis nonfiksi bukan tipe bacaan favorit saya. Nyatanya, saya betaaaah sekali membacanya bahkan sampai rela bergadang.

Saya tipe pembaca yang membaca seluruh bagian buku, termasuk kata pengantar. Surprise, pengantar penulis ternyata jadi salah satu part favorit saya. Terus terang, pengantarnya touchy :’) Di luar bahwa saya mengenal sosok Yenita, setelah membaca pengatarnya saya merasa penulis adalah seseorang yang dengan tangan terbuka ingin menjadi sahabat pembaca yang tulus.

Cover buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ ini berwarna-warni dengan ornamen gambar-gambar yang mencirikan isinya. Cover-nya cukup menarik perhatian ^^ Blurb bukunya mencerminkan isinya, jadi pembaca enggak akan misleading.

Dari yang saya tangkap, buku ini berisi tentang proses belajar memahami anak bahkan sejak buah hati masih dalam kandungan. Isinya detail sekali dari mulai periode kehamilan sampai usia anak 5 tahun. Setiap bab dibuka dengan dari sudut pandang anak yang menceritakan perasaannya. Pembaca diajak menyelami dulu respon anak pada setiap fase hidupnya. Seringkali tulisan POV anak berupa diary itu menyentuh saya.

Dear, Ayah Bunda

Maafkan aku ya, jika beberapa minggu ke depan atau malah selama kehamilan akan menjadi hari yang berat untukmu.

–Halaman 14.

 

Disampaikan dengan kata-kata yang mudah dimengerti dan renyah, buku ini dilengkapi tips-tips yang sangat bermanfaat. Misalnya tips asupan makanan untuk masa kehamilan, bagaimana cara mengelola stres, posisi menyusi yang nyaman bagi anak dan ibu, dan masih banyak lagi.

Pembaca ‘Dear, Ayah dan Bunda’ dibekali banyak pengetahuan biologis sampai psikologis. Misalnya mengenai perubahan tubuh di masa kehamilan, perubahan hormon ibu, manfaat inisiasi menyusui dini, makanan pendamping ASI, cara menstimulasi perkembangan anak, sampai bagaimana menjalin kedekatan antara orang tua dan anak.  Jangan khawatir mati kebosanan saat mebacanya, karena pengetahuan itu ditebar sedikit-sedikit sesuai fase tumbuh kembang anak. Pembaca tidak dijejali berbagai informasi sekaligus. Lagipula tata bahasa penulis yang seakan menjadi ‘sahabat’ pembaca membuat buku ini justru sangat menyenangkan dibaca.

Buku ini memberi saya kesan betapa menyenangkannya menjadi orang tua dengan segala dinamikanya. Bahwa segala tantangan bisa diselesaikan dan dilalui bersama. Benar-benar diajak menjadi orang tua bahagia, bukan pasangan yang terpaksa menjadi orang tua. Penyampaiannya jauh dari kesan menggurui. Penulis begitu mengerti psikologis pembacanya. Saya seperti sedang melakukan konsultasi privat dengan seseorang yang sangat ‘memahami’ keadaan saya. Saya dan anak seperti sedang mencurahkan perasaan tanpa harus berkata apa-apa. Sampai-sampai beberapa kali meneteskan air mata membacanya. Saya jatuh cinta pada cara penulis memaparkan materinya.

Buku ini bukan hanya saya rekomendasikan bagi pasangan yang bersiap menjadi orang tua atau pasangan yang telah memiliki anak usia 0-5 tahun, tapi bagi semua orang tua. Nyata, meski anak saya telah berusia 8 tahun lebih, buku ini tetap sangat related buat saya. Bahkan memberi motivasi untuk terus berusaha menjadi orang tua yang baik.

Rating 5 dari 5 bintang.

Giveaway Time

Ada satu buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ untuk pemenang beruntung. Cara ikutannya gampang kok:

1. Like Fanpage Diva Press

2. Follow akun Instagram @penerbitdivapress dan @eva.srirahayu

3. Bagikan info giveaway ini dengan tagar #DearAyahBunda di Insta story-mu dengan  mention akun saya dan Diva Press

4. Pastikan alamatmu di Indonesia.

5. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun Instagram kamu.

Kamu kepengin jadi orang tua seperti apa?

6. Jawaban ditunggu sampai tanggal 31 Desember 2017.

7. Pemenang diumumkan tanggal 1 Januari 2018.

Ditunggu partisipasinya ^^

[Blog Tour] Review + Giveaway Novel My Fortune Is You: Terbukanya Rahasia

My Fortune Is You merupakan novel bagian kedua dari trilogi “Searching My Husband” namun bisa dibaca secara terpisah.  Jadi enggak usah khawatir kalau langsung baca dari novel keduanya.

DATA BUKU

Judul: My Fortune Is You

Penulis: Octya Celline

Penyunting: Octya Celline

Penerbit: LovRinz Publishing

Cetakan: Pertama, Januari 2017

Halaman: viii + 414 Halaman

ISBN: 9786026526441

Blurb:

WANTED

“Mencari pacar untuk mamaku yang cantik Kalo bisa yang pirang. boleh pacaran sama mama sampai punya dede terus harus Putus soalnya nanti Papa marah! Mau? Hubungi Sun di TK masa depan Gemilang tanya saja Bu Nancy nanti di anterin ketemu Sun. Makasih. Hadiah 1 bungkus permen dan coklat.”

Refan membaca tulisan itu dan tanpa sadar tertawa sendiri karena mengingat iklan yang dulu pernah dipajang Sisilia di koran, kemudian tawanya sirna saat sebuah suara menyapanya.

“Om belminat jadi pacal mamaku?”

Dia menunduk dan melihat sepasang anak kembar yang tengah menatapnya serius.

“Tadi kamu ngomong apa?”

“Om baca postelku, belminat jadi pacal mamaku”

“Hah?”

REVIEW BUKU

My Fortune Is You terbagi menjadi dua kisah utama. Cerita pertama tentang Sisilia dan Refan, lalu kisah kedua tentang Airin dan Rio. Kedua cerita itu memiliki benang merah karena mereka satu sama lain saling mengenal. Menariknya keempat tokoh utamanya diceritakan pula dalam bentuk dongeng fabel dengan sebutan bunglon, kancil, merpati, dan merak. Setiap perumpaan memiliki arti sesuai dengan karakter tokoh-tokohnya.

Saya mau komentari cover-nya dulu. Seperti buku pertamanya, novel kedua ini juga punya cover yang cantik. Saya memang selalu suka tipe gambar seperti itu ^^ Full color, gambarnya penuh, tapi menarik.

Lalu tentang ceritanya. Kisah bergerak dari keterpurukan Refan kehilangan Sisilia. Bagaimana dia berjuang untuk menerima kehilangan. Bab selanjutnya cerita berganti ke sudut pandang Airin. Terus begitu tiap bab bergantian. Meskipun kadang ada satu bab yang terselip juga kisah Refannya. Tapi enggak membingungkan karena dikasih keterangan nama dulu sebelum cerita dilanjutkan. Konflik di novel pertama banyak yang dibiarkan menggantung karena akan dijawab di buku kedua ini. Menurut saya konfliknya makin tajam dan menarik.

Kalau di buku pertama saya kurang begitu suka membaca bagian Airin, justru di novel ini sebaliknya. Saya lebih menikmati bagian kisah Airin dan Rio. Karena konfliknya pun enggak sejelimet kisah Refan dan Sisilia. Sub konflik MFIY memang banyak, tapi semuanya terselesaikan dan terjawab kok. Kisah cinta keempatnya mendebarkan dan romantis, seperti serial drama Korea. Namun, seperti novel Searching My Husband, MFIY pun banyak yang logikanya luput. Tapi kalau kita enggak memikirkan soal logika cerita, novel ini seru dan menghibur. Bahkan ada bagian-bagian yang cukup mengharukan.  Lupakan juga typo yang masih bertebaran karena akan capek sendiri mengeceknya.

Seperti yang pernah saya bilang di review novel SMH, tokoh-tokohnya memiliki karakter yang cukup kuat. Dalam MFIY pun ada perkembangan karakter. Yang paling menonjol di tokoh Airin dan Sisilia. Kelihatan bagaimana banyak kejadian mengubah sikap dan pandangan mereka. Sayangnya karakter tokoh-tokoh anak-anak di novel ini kurang mencerminkan sifat dan sikap anak-anak. Mungkin dibuat seperti itu karena kebutuhan cerita. Karena kehadiran mereka menjadi penggerak penting dalam cerita.

Gaya bahasa Octya yang mengalir membuat novel ini enak diikuti. Banyak juga kata-kata quotable yang jleb. Pesan moralnya disampaikan secara halus dan mudah dicerna. Cukup lengkap sih, hiburannya dapet, pesannya juga dapet. Meskipun tebal, kadang saya merasa ada bagian yang terlalu cepat diceritakan. Seharusnya disampaikan dengan pengadegan tapi hanya diceritakan lewat narasi. Mungkin karena sudah terlalu tebal ya.

Saya rekomendasikan novel ini untuk kamu penyuka novel romantis.

Mungkin kamu juga akan jatuh, karena untuk mencapai mimpi dan citamu, tidak pernah semudah mengedipkan matamu. Akan ada hal-hal keras yang menghantamu. Tidak apa. Apa pun yang terjadi kamu hanya harus bangun dan berjalan lagi. Karena kalau kamu belum mati, berarti kamu masih baik-baik saja. Kamu masih bisa berjalan, berpikir, melihat, mendengar, dan banyak hal lainnya. Lihat kan? Kamu baik-baik saja. Kamu hanya jatuh. Melukaimu, tapi tidak membunuhmu.

Gunakan semua kekuatanmu untuk bangun dan berjalan lagi. Karena yang harus kamu lakukan untuk berbahagia hanya berjalan lagi. Selama kamu terus berjalan, pasti akan ada suatu titik dimana hatimu mengatakan, “Ini. Di sini penuh kebahagiaan.”

–Halaman 118-119

 

GIVEAWAY

Mau novel My Fortune Is You? Ikutan giveaway-nya yuk. Caranya:

1. Follow akun twitter @CeL___LiNe dan @evasrirahayu

2. Twit info giveaway ini dengan tagar #GAMFIY dan mention akun twitter saya dan Octya.

3. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun twitter kamu.

Kalau pasanganmu membuat kesalahan fatal, apakah kamu akan menerimanya kembali? Alasannya?

4. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 9 sampai 15 Juli 2017. Pemenang akan dipilih sendiri oleh penulisnya dan diumumkan tanggal 16 Juli jam 8 malam di akun twitter saya @evasrirahayu

5. Giveaway ini hanya boleh diikuti oleh kamu yang sudah berumur 17 tahun ke atas.

Ditunggu partisipasinya ya ^_^

 

[Review] Novel Islah Cinta: Mencari Hakikat Cinta di India

Ada tiga kesulitan menulis novel bernuansa Islami menurut saya. Pertama, membutuhkan riset yang matang. Karena berhubungan dengan agama, tidak boleh ada satu kandungan atau ajaran yang melenceng dari agama Islam. Kedua, bagaimana meramu pesan moral tanpa penyampaian yang menggurui. Ketiga, membuat karakter yang manusiawi namun tetap mencerminkan perilaku ke-Islamannya atau minimal tidak mencemarkan agama. Buat saya ketiga hal itu merupakan kunci penulisan novel Islami. Maka ketika saya mendapat novel Islah Cinta, saya penasaran dan menduga-duga, akan seperti apakah tulisan Mbak Dini Fitria ini.

Saya mengenal Mbak Dini Fitria sebagai presenter acara Jazirah Islam beberapa tahun lalu, dan penulis novel seri Scapa Per Amore. Namun baru kali ini saya berkesempatan membaca karyanya.

Penulis Islah Cinta: Mbak Dini Fitria (sumber gambar google)

DATA BUKU

Judul: Islah Cinta

Penulis: Dini Fitria

Penerbit: Falcon Publishing

Tebal: 307 Halaman

Cetakan: I, 2017

ULASAN ISLAH CINTA

Novel Islah Cinta menceritakan tentang Diva, seorang presenter acara Oase Ramadhan. Diva dengan rekannya, Jay, bertugas meliput Islam di India. Tujuan liputan tersebut adalah untuk mengangkat Islam yang rahmatan lil alamin yaitu Islam yang penuh cinta, membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh semesta. Berbagai masalah muncul sejak Diva sampai ke India. Salah satu yang menohoknya adalah penggantian guide akibat tour guide lama mendapat musibah. Bencana pula bagi Diva, karena penggantinya adalah sang mantan yang menorehkan luka dalam di hatinya. Sementara Diva tengah dekat dengan Maher yang ditemuinya di liputan sebelumnya di negara lain. Apakah Diva mendapat bahan liputan yang memberinya pencerahan? Apakah Diva mendapat jawaban hakikat cinta di India? Lalu ke mana hati Diva dilabuhkan?

Pertemuan yang tak pernah kuharapkan itu telah membuat kacau pikiran dan perasaanku. Bagaimana bisa aku menemukan kaidah Islam yang penuh cinta di tengah kebencian yang makin menyeruak dengan munculnya wajah dan luka lama? –Halaman 11

Cerita dibuka dengan cuplikan berita mengenai teror bom yang dilakukan teroris. Menyentil tentang isu Islam sebagai agama yang dituduh penebar teror. Saya seperti menemukan triger mengapa acara Oase Ramadhan yang dipresenteri Diva mengambil topik Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Maju ke bab pertama, konflik baru muncul dengan kehadiran Andrean, mantan Diva yang telah menikah. Di sini, Mbak Dini sudah langsung memancing emosi pembaca. Lika-liku masa lalu Diva dan Andrea memang menjadi konflik yang mengaduk-aduk perasaan, pembaca turut larut ke dalam dinamika hati Diva. Seolah dibawa mengalir ke air terjun yang deras, kemudian mengambang di sungai, lalu merasakan pasang surut ombak di lautan.

Aku ingat semuanya seolah baru saja kualami kemarin. Rasanya seperti memasuki sebuah tabula waktu yang membawaku ke angkasa, lalu menjatuhkan tubuhku begitu saja ke tanah kemudian membusuk seiring musim.  –Halaman 26

Sebagian besar latar tempat di Islah Cinta adalah India. Merupakan salah satu bagian terbaik dari novel ini. Islah Cinta bukan termasuk novel bertema jalan-jalan kemudian menemukan cinta dalam perantuan. Lebih dari itu, latar tempat diangkat sangat menyatu dengan cerita dan memiliki alasan fundamental. Pemilihan India sama sekali tak mubazir atau sekadar gaya-gayaan mengangkat latar luar negeri. Apalagi dieksplorasi dengan baik. Pembaca diajak mengenal jejak-jejak sejarah Islam di India, hingga perkembangan Islam saat ini. Mbak Dini dapat dengan baik mendeskripsikan tempat hingga pembaca dapat melihat jelas dalam benaknya. Simak deskripsi berikut ini:

Dari lantai atas minaret di sisi sebelah kiri pintu timur ini aku bisa melihat ke arah dua sisi, ke arah depan mimbar yang berhadapan lurus dengan tempatku berdiri, juga ke arah luar masjid. Aku bisa melihat dengan jelas pemandangan kawasan jama masjid di sela-sela lilitan kabel-kabel listrik yang berselang seling tak beraturan. Jalanan begitu padat, tidak hanya dipenuhi kendaraan tetapi juga gerombolan manusia yang menyemut hampir di semua sudut jalan. Kedai-kedai dengan beraneka rupa barang pun berserakan menawarkan kebutuhan sandang pangan. –Halaman 47

Banyak pengetahuan mengenai kebudayaan India yang bisa diambil dari Islah cinta. Mbak Fitria menceritakan kulturnya, makanan khasnya, karakter penduduknya, sampai kebudayaannya. Termasuk ke dalamnya bagaimana perilaku umat yang gandrung melakukan ziarah ke makam. Menariknya, meskipun banyak menggunakan sempalan bahasa asing dan mengenalkan istilah-istilah asing, pembaca tak akan menemukan catatan kaki. Semua hal berbau asing itu dijelaskan dalam narasi dan dialog. Satu teknik yang sulit diterapkan. Mbak Dini sukses menggunakan teknik ini.

Musik itu namanya qawwali, musik sufi muslim tradisional yang berakar dari Persia dan populer di Asia Selatan. Tujuannya tak jauh beda dengan whirling dervishes, tarian Turki, yang berupaya berhubungan langsung dengan illahi dan mencapai ekstase spiritual. –Halaman 16

Misalnya bahwa India yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya dapat lebur dalam satu bingkai ‘toleransi’. Bagi saya yang jarang menonton film dan membaca buku India juga hanya tahu Taj Mahal, banyak informasi yang bisa saya dapat dari novel ini.

India memberiku sebuah perspektif yang berbeda dalam memandang sebuah perbedaan. Negeri hindustan yang mayoritas warganya Hindu ini tidaklah memproklamirkan dirinya sebagai negara Hindu. Bahkan memberi tempat untuk agama lain tinggal dan beribadah sesuai dengan kepercayaan mereka. Di sinilah aku merasakan bagaimana sebuah toleransi itu bukan sekadar label yang diagung-agungkan, tetapi ruh yang dihidupkan di dalam setiap hati manusianya. –Halaman 204

Saya terkesan membaca sejarah Islam di India dalam novel ini. Teknik penyampaian informasinya pun tidak bertumpuk dan membuat pusing. Informasi dibagi-bagi dari beberapa sumber. Tour guide, saat liputan, hingga orang-orang yang ditemui Diva selama perjalanan. Sebagian dinarasikan, sebagian dalam dialog, dengan pembagian yang proporsional. Tampak bahwa Mbak Dini telah melakukan riset yang matang. Kalau melihat latar belakang Mbak Dini sebagai presenter acara Islam, saya yakin pengetahuan yang dibagi dalam novel ini juga hasil riset turun ke lapangan.

Cinta dan agama adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Islam adalah agama yang lahir dari zat yang penuh cinta untuk disebarkan ke seluruh penjuru dunia, karena Tuhan menciptakan manusia tidak hanya dari satu jenis dan suku saja. –Halaman 78

Tokoh sentral dalam Islah Cinta ada empat orang, yaitu Diva, Andrean, Jay, dan Maher. Keempatnya digambarkan dengan manusiawi. Memiliki kekurangan yang cukup banyak, tapi tetap berhasil mendapat simpati pembaca. Misalnya Diva yang mudah terpancing emosi dan bisa melakukan kesalahan besar, sifat itu tak lantas membuat saya sebal padanya. Tapi justru maklum dan related. Meskipun saya tak memiliki tokoh favorit. Diva pun diperlihatkan sebagai perempuan mandiri, terbukti dengan cara kerjanya yang profesional sebagai seorang presenter. Mbak Dini luwes menjelaskan suka duka presenter yang bertugas liputan di luar negeri. Secara tidak langsung, Mbak Dini sedang membagi pengalaman pribadinya sebagai presenter. Kemudian, pemilihan karakter saingan cinta Diva yang digambarkan hampir sempurna justru menambah empati saya. Senang rasanya kembali menemukan novel yang tidak memasang antagonis dengan sifat buruk. Justru ketika saingan protagonis ini sepadan, konflik cinta menjadi gereget. Perang batin tokoh utamanya menjadi hidup.

Masa muda itu tidak pernah bisa diulang jadi gunakan untuk benar-benar mencari cinta sejatimu yang nanti bisa kau banggakan dan kenang hingga tua. –Halaman 149

Novel ini menggunakan tata bahasa yang renyah. Mudah dicerna, namun kaya kosakata, dan memiliki diksi indah. Kalimat-kalimat puitis ditebar dalam porsi yang pas. Banyak kalimat yang quotable juga. Seperti petikan-petikan berikut ini:

Jika kekuatan cinta sudah menyentuh kalbu, semua manusia akan berubah menjadi pujangga. –Halaman 185

 

Cinta adalah udara yang terus berembus meski kau tak pernah memilikinya. –Halaman 150

 

Manusia tidak akan bisa bahagia tanpa adanya cinta. Cinta itu ibarat garam. Cinta itu ibarat bintang. Cinta itu juga yang akan selalu meremajakan hasrat, setua apa pun kita nanti. –Halaman 230

 

Dalam cinta tidak cukup hanya hasrat tapi juga pengorbanan dan rasa maaf. Tugas cinta itu adalah memberi dan membahagiakan tanpa perlu berharap dengan hitungan yang sama. –Halaman 292-293

Islah Cinta kaya akan konflik. Banyak topik diangkat tanpa tumpang tindih. Tentu sorotan utamanya adalah kehidupan umat Islam di India yang mayoritasnya beragama Hindu lewat pencarian hakikat cinta Diva. Jangan membayangkan isu-isu dan ajaran Islam dijejalkan ke benak pembaca dengan cara menggurui. Penyampaian pesan Islah Cinta begitu halus. Pembaca diajak bertualang dalam benak Diva yang penuh pertanyaan-pertanyaan. Di mana jawabannya selalu tak disimpulkan begitu saja, tetapi mengajak pembaca ikut menyusun konklusinya sesuai dengan proses pikir masing-masing. Begitu pula dengan hakikat cinta yang dicari Diva. Islah Cinta menanamkan perspektif tanpa melabeli bahwa persepktifnya paling benar.

Jika kita sudah memahami rasa cinta terhadap Tuhan kita tidak akan kesusahan menyayangi sesama. –Halaman 78

Selesai membaca novel ini, saya puas, karena tiga kesulitan menulis novel Islami dapat dilewati oleh Mbak Dini.  4 Bintang untuk buku ini. Saya rekomendasikan novel Islah Cinta bagi kamu yang ingin mengetahui seperti apakah wajah Islam di India.

If you can survive in India, you can survive in any part of the world. –Halaman 167

[Blog Tour] Review + Giveaway Novel Carlos: Persahabatan Lintas Perbedaan

img_20170221_232414

Kisah persahabatan antara manusia dengan hewan ini menarik perhatian saya, karena saya sendiri mengalaminya. Bersahabat dengan kucing. Yang menggelitik kemudian adalah bagaimana penulis mengeksekusinya.

Sebelum membahas lebih jauh tentang novel Carlos, mari kita kupas dulu tentang penulisnya.

erin-cipta

Kenalan Dengan Erin Cipta

Erin Cipta, ibu dua anak gadis kelahiran Cilacap, 16 April 1979. Tinggal di desa, bertani, dan mengelola perpustakaan umum di lingkungannya.  Kesehariannya mengurus anak dan kucing-kucing piaraan sambil menulis. Hindarilah memintanya bernyanyi, demi kesehatan telinga Anda. Namun jangan sungkan untuk minta dibuatkan mendoan  dan teh sereh jika Anda berkunjung ke rumahnya. Dengan senang hati ia kan membuatkannya.

Alumni Kampus Fiksi ankatan 14 ini kadang menulis untuk media massa, baik di Indonesia maupun di Taiwan. Tentu pula, lebih sering di sosial media. Jika sedang sangat santai, ia akan menulis di storial.co dan blognya.

Bisa dikunjungi di Desa Karangjati, Kec. Sampang, Kab. Cilacap. Atau melalui akun media sosial yang dimilikinya. FB: Erin Cipta, Twitter: @erin_cipta, IG: @erincipta, dan Email: erincipta@gmail.com.

Mengenal Lebih Jauh Erin Cipta Di Sesi Wawancara

Seperti biasa, saya selalu kepengin nanya-nanya sama penulis novel yang saya review bukunya. Berikut wawancaranya:

  1.  Selama proses menulis Carlos, apakah ada kesulitan yang sempat membuat ingin menyerah?
Ketika mencoba menambah jumlah halaman agar memenuhi kouta minimal yang disyaratkan penerbit, aku tak pernah berhasil dengan baik. Dari 3x percobaan, 3x pula naskah ditolak karena jelek sekali. Cerita melebar dan lepas dari rel.
Naskah baru diterima justru ketika kembali ke awal yang hanya berjumlah 102 halaman saja. Itulah mengapa novel ini jadinya tipis sekali

Mau novel Carlos bertanda tangan Mbak Erin Cipta dari Penerbit Diva Press? Mau dong ngikutin kisah sahabat sejati Ye Feng dan anjingnya yang bernama Carlos yang menggetarkan hati.

2. Apa impian Mbak Erin dalam dunia penulisan?

Aku ingin melihat buku yang kutulis diterjemahkan dalam bahasa asing

3. Ceritakan pengalaman pahit dan paling luar biasa sebagai penulis.

Pengalaman menulisku selalu menyenangkan. Bahkan ketika ditolak atau dikritik pedas pun, aku masih bisa bersenang-senang 😀

carlos

Data Buku

Judul : Carlos

Penulis : Erin Cipta

Penerbit : Diva Press

Tebal : 152 Halaman

Editor : Gunawan Tri Atmojo

ISBN : 9786023913664

Blurb :

CARLOS adalah anjing ras Akita yang diadopsi oleh Ye Feng semenjak masih bayi. Anjing itu bukan sekadar hewan piaraan di rumah ini. Ia adalah anggota keluarga. Sejak tiga belas tahun yang lalu Carlos menemani Ye Feng tumbuh dan melalui hari-harinya. Kedekatan Ye Feng dengan anjingnya melebihi kedekatannya dengan anggota keluarga yang lain. Mereka adalah sepasang sahabat baik yang saling tergantung. Cinta melampaui segala sekat antar keduanya.

Anda bayangkan!

Maka sungguh tak masuk di akal bila disuatu hari, dalam papah dan lelahnya, ada anggota keluarga yang mengusulkan supaya Carlos dieuthanasia. Sungguh kejam, jahat –seperti tidak muncul dari lidah manusia yang disebut-sebut menyimpan hati!

Cerita anjing ini bukan sekadar novel tentang kehidupan seekor anjing, tetapi adalah kehidupan itu sesungguhnya. Sebuah cinta, sebuah hubungan batin tak tepermanai, sebuah keagungan yang denyar-denyarnya sungguh mengharukan dan mengguncang jiwa manusia-manusia yang masih merawat kelembutan hatinya.
Bacalah, tahanlah air mata Anda bila mampu!

Review Buku

Tak salah jika dibilang novel Carlos memiliki gaya penceritaan yang sederhana. Namun bukan dalam artian tak memiliki kosakata yang kaya. Erin Cipta menceritakan kisah Carlos dengan lugu, apa adanya, tapi sarat emosi. Begitu memasuki halaman pertama, pembaca belum disuguhkan konflik, tapi bangunan suasana yang langsung menghangatkan hati. Sebagai pembaca, saya langsung dapat merasakan ikatan kuat antara Ye Feng dan anjingnya yang bernama Carlos.

Ia punya cinta yang sangat besar pada sahabat anjingnya. Cinta yang membuatnya mampu menerobos batas-batas kemampuan diri. Cinta yang membuatnya mampu melakukan hal-hal yang tak terbayangkan. –Halaman 58

Novel ber-cover yang juga menarik oleh kesederhanaannya ini, dibangun oleh banyak sekali narasi. Sehingga dialog yang tercipta, meski tanpa tambahan keterangan bagaimana si tokohnya berekspresi, ditulis dengan kuat dan terbayang jelas di benak pembaca. Bagi pencinta narasi seperti saya, menyenangkan sekali membacanya, tapi untuk yang lebih menyukai banyak dialog pun, novel ini tidak membuat lelah.

Carlos tipe buku yang lebih banyak menceritakan kisah lewat teknik tell, bukan menggambarkan kejadian. Namun saya dibuat terkejut karena itu bukan ganjalan sama sekali, meskipun kebanyakan kejadian hanya diceritakan saja, saya merasa itu pas-pas saja.  Meski memang ada adegan yang berpotensi menyumbangkan dramitasi lebih jika didetailkan dalam satu kejadian.

Perselisihan mereka bukan untuk perkara yang membuat hati masing-masing terkoyak. Betapa pun beberapa kali mereka tak saling sepakat pada satu hal namun ikatan cinta mereka sudah terlalu kuat untuk memupuk rindu. –Halaman 75

Penokohan dalam novel ini dijelaskan cukup terperinci, termasuk bagaimana fisik anjing Carlos. Terkadang penjelasannya padat dalam beberapa paragraf, lain waktu ditebar ke dalam beberapa bagian. Hubungan emosi antar tokohnya pun terasa kuat. Pembaca dapat merasakan seperti apa kedekatan Ye Feng dengan Carlos, dan bagaimana hubungannya dengan setiap anggota keluarganya. Begitu pula dengan latar tempat kejadian, lewat tugas A Ling, pembantu rumah tangga mereka, pembaca diajak mengenal sudut-sudut rumah. Suasana kejadian pun seringkali diceritakan melalui penalaran panca indera A Ling. Atau dari rasa takutnya pada badai Soudelor, pembaca diberi pengetahuan bagaimana keadaan di Taiwan  sana, mulai dari kerusakan hingga reaksi warga. Kemunculan A Ling ini sempat mendominasi di beberapa bab, tapi saya tak merasa sedikit pun tokoh ini mencuri adegan alias mengambil alih posisi tokoh utama.

Carlos dikisahkan dengan jalinan kata yang baik. Rapi secara penulisan, enak dibaca, dan untaian kata yang bagus. Meski masih ditemukan beberapa kali penjelasan yang berulang. Antara bermaksud memberi ‘penegasan’ atau luput dari editan. Namun yang pasti, kalimat-kalimatnya menyihir karena terasa ber-roh sehingga sampai ke hati pembaca. Saya memang menemukan kata yang typo di beberapa bagian, yaitu kata-kata yang seharusnya dipisah spasi, tapi jadinya berdempetan. Namun tidak mengurangi keasyikan membaca.

Nada lagunya tak teratur,, syairnya pun terbata-bata. Namun sangat jelas terasa itu adalah senandung dari kedalaman hatinya yang paling pingit. Senandung tulus seorang pencinta. –Halaman 81

Konflik dalam novel Carlos, tidak hanya berkutat antara persahabatan Carlos dan Ye Feng, ada pula konflik kuat antara orangtua Ye Feng dalam membesarkannya. Carlos memang bukan novel yang menyampaikan konfliknya dengan ambisius. Konflik tidak disajikan dengan runcing, tapi halus namun mengena. Terus terang novel Carlos berhasil membuat saya menangis sesenggukan. Mulai dari pertengahan hingga akhir. Emosi saya diaduk-aduk, dibawa naik turun. Saya dapat merasakan ketulusan dari cinta lintas perbedaan. Cinta yang memupus keterbatasan, dan membuat percaya cinta memang penuh keajaiban. Seperti juga konfliknya yang halus, penyampaian pesan moralnya pun tersampaikan tanpa membuat pembaca digurui. Dan novel ini memberikan saya pengetahuan tentang anjing.

Saya rekomendasikan novel ini bagi kamu pecinta novel bertema persahabatan dan keluarga. 4 dari 5 bintang untuk novel ini.

picsart_02-06-01-29-43

Giveaway Time

Cara ikutannya gampang kok:

1. Follow akun twitter @erin_cipta dan @evasrirahayu

2. Twit info giveaway ini dengan tagar #GACarlos dan mention akun twitter saya dan Mbak Erin.

3. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun twitter dan goodreads kamu.

Ceritakan kisahmu yang paling berkesan dengan binatang peliharaanmu

4. Giveaway ini berlangsung dari tanggal sampai 22– 28 Februari 2017. Pemenang akan dipilih sendiri oleh penulisnya dan diumumkan tanggal 1 Maret jam 8 malam di akun twitter saya @evasrirahayu

5. Ada satu novel Carlos bertanda tangan penulis sebagai hadiah

Ditunggu partisipasinya 😀