Tips Menulis Kisah yang Terinspirasi Dari Internet

Berselancar di internet saat kamu sedang atau ingin mulai menulis biasanya akan mengganggu fokus. Tapi kita bisa mengubah “gangguan” itu dengan menjadikannya lumbung inspirasi.

Internet merupakan dunia tanpa batas yang menyediakan berbagai informasi, baik berita, gosip, fiksi, maupun sharing keilmuan. Berbagai hal itu dapat mematik inspirasi untuk dieksekusi menjadi karya fiksi. Harus digarisbawahi, maksudnya di sini adalah mengambil inspirasi dari kisah nyata atau berita, bukan dari karya fiksi orang lain. Jadi jelas ya batasannya terinspirasi, bukan plagiat!

Meski inspirasinya datang dari konten yang kita baca atau tonton di internet, tetap saja gagasan yang ingin kita suarakan dalam cerita merupakan “kegelisahan diri”. Karena sesuatu tidak akan menjadi “pematik” karya jika tidak menggelitik nurani penulisnya,

Apa saja yang dapat kita lakukan untuk mendulang inspirasi dan kiat mewujudkannya dalam karya fiksi? Berikut beberapa tips yang dapat kamu praktikkan.

Tips Menulis Kisah yang Terinspirasi Dari Internet

  1. Ikuti Berbagai Akun

Untuk mendapat ide/inspirasi cerita dari internet, tentunya kamu mesti aktif di berbagai media sosial. Kemudian ikutilah berbagai akun nasional maupun mancanegara. Bisa kanal berita, aktris-aktor, seniman, musisi, akun lembaga pemerintah, penyair, akun budaya, psikolog, sampai para selebritas medsos.

2. Buka Trending Topic

Tips mencari informasi menarik untuk kebanyakan netizen dengan cepat adalah dengan search trending topic di berbagai media sosial.

Saya sertakan contohnya ya:

Contoh hasil pencarian trending topic dari YouTube

 

Contoh hasil pencarian dari trending topic di Twitter

Informasi-informasi itu bisa menginspirasi untuk ditulis sebagai karya fiksi berbagai genre. Artikel tentang kisah cinta, bisa diracik jadi genre fantasi, thriller, atau fiksi sains, tak mesti genre romansa. Begitu pula dengan berita kriminal, bisa dibuat cerita bergenre drama atau romansa. Tergantung pada kisah seperti apa yang terlintas di benakmu saat inspirasi itu muncul.

3. Arsipkan Informasi

Biasanya ketika kamu membaca satu informasi yang mematik inspirasi, kamu langsung terbayang gambaran cerita yang ingin kamu tulis. Langsung tulis idenya ke dalam bank idemu. Lalu kumpulkan atau arsipkan artikel/utas/informasi apa pun yang mematik inspirasi tersebut. Jangan saat dibutuhkan, kamu kehilangan datanya. Ini penting untuk pengembangan idemu saat akan dieksekusi.

4. Mengawinkan Ide dari Beberapa Artikel

Kita mengambil inspirasi dari kejadian nyata/opini/berita/utas Twitter itu hanya ide dasarnya saja. Bisa jadi ide/inspirasi yang kamu dapat dari internet tak melulu berbentuk cerita, bisa jadi hanya tokoh utamanya saja, atau seting tempatnya saja. Hal itu membuatmu bebas ‘mengawinkan’ beberapa informasi/artikel/utas menjadi satu cerita. Beberapa konflik disatukan bisa bikin tulisan makin gereget! Yang mesti digarisbawahi adalah semuanya harus diikat oleh satu tema atau benang merah sehingga merangkai satu cerita utuh. Tapi ide-ide yang nggak bisa disatukan dan malah bikin logika cerita jadi ngawur, kita pisahkan untuk tulisan yang lain.
Ciri-ciri ide-ide bisa disatukan yaitu ketika sudah berbentuk sinopsis, ceritanya tetap fokus/solid meskipun banyak tokoh dan konfliknya berlapis. Misalnya novel Playing Victim yang saya tulis, menggabungkan cerita 2 karakter selebritas media sosial Indonesia dan mancanegara dalam satu cerita.

5. Pilih Perspektifmu Sendiri

Ketika kamu mendapat ide cerita dari salah satu artikel–baik berupa opini, berita, atau feature–selalu ingat bahwa itu merupakan perspektif dari si penulis di media bukan sudut pandang tokoh cerita ataupun perspektifmu.
Misalnya, sebuah artikel opini mengatakan bahwa selebgram A membuat sensasi dengan berpura-pura jadi korban pelecehan seksual untuk menaikkan popularitas. Padahal A sebenarnya memang benar-benar korban. Kamu sebagai penulis dapat memilih salah satu sudut pandang atau justru membuat sudut pandang lain.

Jadi perspektifnya adalah:

Artikel: A bukan korban
A: A adalah korban
Kamu sebagai penulis: ?

Artikel/utas/info yang kamu dapat dari internet hanyalah potongan-potongan informasi. Sehingga kamu harus menambahkan latar belakang tokoh, maupun logika cerita yang tidak termuat dalam info di internet tersebut. Bila sudah ada pun, tetap harus kamu racik lagi sehingga tidak plek-plekan seperti yang ada di internet. Karena bisa saja, satu info itu mematik ide dasar yang sama untuk penulis lain.
Agar menjadi unik, penting sekali memasukkan imajinasi kita.

Tips agar cerita kita beda dari kisah nyata awalnya adalah siapkan beberapa plot. Plot yang paling awal terpikir biasanya yang akan terpikir oleh orang lain juga. Maka siapkan berbagai alternatif.

6. Ikuti Kelanjutan Informasi

Ketika kamu sudah memutuskan untuk menjadikan satu informasi dari internet inspirasi cerita, kamu sebaiknya terus mengikuti kelanjutan berita itu selama proses menulis. Karena selain sumber informasi yang diperlukan, bisa jadi perkembangannya akan memberimu ide plot twist maupun ide pertumbuhan karakter tokohmu.
Stalking atau terus ikuti dan gali informasi dari akun-akun terkait.

7. Bangun Warna Karakter Tokohmu

Meski terinspirasi dari kisah yang kamu dapat dari internet, kamu tetap harus memberi ‘roh’ pada tokoh dan ceritamu. Bisa jadi karakter tokohmu sangat beda dengan orang nyatanya. Untuk menghidupkan karakter tokohmu, buat biodata lengkap. Isi biodata itu dari mulai info yang kamu dapat dari internet dan hasil imajinasimu, sehingga racikan itu membuat si tokoh mendapat roh darimu.

Tokoh yang kamu ciptakan sebaiknya memiliki kelebihan dan kekurangan. Bila di internet hanya ditulis kekurangannya saja, kamu harus menambahkan kelebihannya. Begitu pula sebaliknya.

Biasanya karena penulis hanya membuat catatan teknis. Biodata dan lainnya itu hanya jadi petunjuk teknis bila si tokoh tidak ‘diciptakan’. Roh tokoh terasa di karya kita bila tokoh itu sudah tercipta, menjelma menjadi sosok yang bagi–minimal–penulisnya benar-benar ada. Kita merasa mereka sungguh seseorang yang nyata, terbayang jelas dalam kepala kita. Benar-benar hidup dalam imajinasi kita.

8. Ide Cerita dari Internet Bisa Dipakai Untuk Naskah yang Sudah Dalam Proses Penulisan

Apakah mengambil ide dari internet mesti untuk satu kisah baru dan keseluruhan cerita? Tidak. Bisa saja untuk naskah yang sudah hampir jadi. Bila saat ini kamu sedang mengerjakan satu cerita yang idenya datang dari kisah nyatamu atau lainnya, dan kamu mengalami writers block, kamu dapat mencari inspirasi di internet untuk menambal bagian bolong dari ceritamu.

Sewaktu menulis novel Love Puzzle, di bagian 1/3 akhir saya bingung meneruskan ceritanya. Saya kemudian berselancar di internet, sewaktu membaca tentang tawuran pelajar, saya mendapat ide untuk bagian cerita yang bolong itu.

Itu dia beberapa tips untukmu yang ingin menulis cerita yang idenya terinspirasi dari informasi-informasi di internet. Semoga membantu proses penulisanmu, ya. Semangat berkarya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s