10 Buku Paling Berpengaruh Buat Saya


Bulan lalu Facebook memberi saya notif kenangan. Tiap hari sih sebenernya. Facebook sepertinya mendukung gerakan #NetizenGagalMoveOn karena selalu berusaha mengingatkan penggunanya pada kenangan-kenangan. Sebagai warganet yang baik, saya membuka notifikasi itu dong. Dari sekian banyak status alay dan galau di masanya, saya menemukan satu postingan berfaedah. Status itu bercerita tentang 10 buku paling berpengaruh buat saya. Adapun sebabnya saya bikin status panjang itu karena di-tag oleh Reza Nufa. Saat itu rupanya lagi ngehits postingan berantai. Semacam yang kena tag mesti menerima tantangan. 

Saya membayangkan, waktu menulisnya, saya pasti berpikir keras. Soalnya judulnya itu loh ada kata ‘berpengaruh’. Sebelum memutuskan untuk memposting di blog ini, saya baca baik-baik dulu. Itu kan versi tahun-tahun lalu, saya sudah banyak baca buku-buku baru. Kali aja ada yang posisinya tergeser. Ternyata… Enggak. Isi list-nya masih sama. 

Baiklah, mungkin ada yang kepengin tahu list saya. Ini dia list-nya:

1. Gone With The Wind – Margaret Mitchell. 

(sumber gambar fanpage Gone With The Wind)

Novel dan film paling menginspirasi sepanjang hidup saya. Buat saya novel ini sempurna. Cerita, karakter, teknik penulisan, dan semua di sini begitu berkesan. Terutama tokoh Scarlet-nya. Karena novel inilah saya yakin dengan jalan saya di dunia penulisan. Sejak awal membaca hingga kini, saya masih bermimpi ingin bisa membuat karya seperti itu. 

2. The Litle Vampire – Angela Sommer – Bodenburg

                               (sumber gambar Goodreads.com)

Buku ini saya pinjam dari teman SD, artinya sampai saat ini saya enggak memiliki bukunya. Ceritanya tentang vampir kecil bernama Rudy. Seingat saya, tata bahasanya sederhana tapi memikat. Buku anak pertama yang bikin jatuh cinta. Gara-gara buku ini saya jadi tergila-gila membaca buku. Entah berapa kali saya baca ulang. Karena buku ini imajinasi saya melambung-lambung. Kepengin tinggal di kastil-kastil kuno, sampai bertualang bersama vampir.

3. Candy-Candy – Kyoko Mizuki & Yumiko Igarashi

(sumber gambar Goodreads.com)

Gara-gara kartunnya dihentikan penayangannya di TV, saya akhirnya bikin terusannya sendiri–habis gimana lagi, waktu itu nyari komiknya sesusah nyari kucing di planet Saturnus. Kalau zaman sekarang disebutnya nulis fan fiction. Itu pengalaman menulis saya yang pertama, tapi komik ini berhasil membuat saya menelurkan karya original pertama yaitu komik dengan tokoh imajinasi sendiri Fredy si robot XD Kabar baik lainnya, setelah bertahun-tahun mencari, akhirnya saya menemukan seri lengkapnya. Candy-candy selalu bikin mata saya bengkak tiap baca. 

4. 20th Century Boy – Naoki Urasawa. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Teman saya bernama Wildan, memaksa saya untuk membaca komik ini. Atas rekomendasi dia yang memberi jaminan tinggi akhirnya saya baca juga. Awalnya enggak berekspektasi melangit, tapi ternyata memang komik ini keren banget! Pembuatnya jenius! Gara-gara baca komik ini muncul sebuah konsep komik yang sampai detik ini belum berhasil dieksekusi. Sedih banget ya. Berharap suatu hari ada komikus yang mau berkolaborasi sama saya XD 

Sejak baca 20th Century Boy, saya ketagihan baca komik-komik Naoki yang lain. Dan semuanya… bagus! 

5. Monster The Series – Naoki Urasawa (lagi). 

(sumber gambar Goodreads.com)

Ini bukti kalau Naoki memang komikus jempolan. Karyanya Monster The Series berhasil mempengaruhi hidup saya lagi. Pasalnya komik ini memberi saya perenungan dan kesadaran baru. Ceritanya stres dari awal sampai akhir. Keren banget thriller-nya. Bikin saya jetlag cukup lama.

Terus terang saya suka gimana gitu sama orang yang meremehkan komik. Komik dianggap kurang bermutu dan semata hiburan aja. Padahal konten dan bobot komik itu beda-beda. Ada yang berat banget kontennya. Kayak komik ini. 

Rating pembacanya komik dibagi-bagi. Ada yang buat anak-anak, ada bacaan remaja, ada yang dewasa. Komik-komik Urasawa termasuk rating 21+ kalau gak salah.

6. On Writing: A Memoir of the Craft – Stephen King. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Buku kisah pribadi yang memotivasi sekaligus ngasih pembekalan teknik menulis. Sejujurnya baru ini buku Stephen yang saya baca sampai habis. Dan ingin saya baca berulang-ulang ketika saya kehilangan motivasi di jalan penulisan.

7. Percy Jackson the series – Rick Riordan. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Pada dasarnya dari kecil suka tentang mitologi Yunani dan Romawi kuno. Rick membuat kisah mereka di zaman modern dengan petualangan seru dan humor yang menghibur. Seri Percylah yang menemani saya menyelesaikan novel Parade Para Monster.

8. Nice Summer – Emiko Yachi. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Komik ringan yang menghibur. Bacaan wajib selama bulan puasa. Karakternya manusiawi. Lucu banget dan romance-nya juga dapet. Cocok buat yang suka bacaan baper tapi kocak dan berisi. Menginspirasi buat bikin cerpen dan novel romance. Pengaruhnya dalam hidup saya, tiap baca ini selalu merasa bahagia.

9. Popcorn series – Yoko Shoji. 

Komik yang kisahnya kaya. Lengkap ada cinta, keluarga, persahabatan, pem-bully-an, perkosaan, sampai kematian. Setiap baca saya pasti nangis sesenggukan. Menurut saya Popcorn adalah karya yang memberi pandangan seimbang tentang anak kembar. Si kembar enggak digambarkan sebagai tokoh jahat dan baik. Btw, komik ini juga jadi salah satu inspirasi Dee buat nulis Perahu Kertas loh.

10. Goosebump the series – R.L Stine. 

Saya baca dari SD kelas 3. Dari buku-buku inilah saya kepengin ngalamin banyak petualangan dan percaya semuanya bisa dicapai dalam tulisan. Stine menemani masa kanak-kanak saya. Memupuk impian saya untuk menjadi penulis produktif seperti dia.

Dari list tadi, ternyata kebanyakan komik ya. Memang saya dibesarkan oleh komik sih. Komik yang mengajarkan saya kecintaan membaca. 

Kalau kamu, apa 10 buku paling berpengaruh dalam hidupmu? 

Advertisements

12 Cara Mempromosikan Buku [Bagian Pertama]

12 Cara Mempromosikan Buku [Bagian Pertama]

Setelah rangkaian riset-menulis-revisi-editing-revisi-editing melelahkan yang bikin Naruto yang punya energi melimpah ruah sekalipun ingin mengibarkan bendera putih, satu karya masih harus melewati proses panjang penerbitan. Sesudah buku cetak dan disebarkan, apakah selesai di sana? Tentu saja tidak, masih ada satu lagi perjalanan terjal setara berenang gaya koprol di Samudera Atlantik yang mesti diperjuangkan: Promosi Buku. Sebagai penulis, saat ini lebih baik untuk berperan aktif dalam mempromosikan buku. Tidak pasif saja menyerahkan semuanya pada penerbit dan berharap buku langsung best seller lalu difilmkan. Apalagi kalau buku kita diterbitkan secara indie, sudah pasti penulis harus siap menjadi garda terdepan dalam mempromosikan bukunya. Tentu saja pilar pertama yang akan mempromosikan adalah kualitas karya itu sendiri. Jadi ketika kamu menulis penuh cinta dan sebaik mungkin, itu sudah satu langkah mempromosikan karyamu. Karena itu menulislah sebaik-baiknya, Karena karya akan lebih banyak bicara. Kebanyakan penulis pemula sering bingung harus melakukan apa saja dalam kegiatan promosi ini. Jangan sedih dulu dan tebar-tebar drama, kamu mungkin bisa menerapkan 12 cara mempromosikan buku ini.

12 Cara Mempromosikan Buku:

  1. Buat Book Trailer

Kamu pasti sering menonton trailer film kan? Book trailer tidak jauh beda dengan trailer film, hanya produk yang dipromosikannya berbeda, Jangan memikirkan kalau membuat book trailer itu jelimet. Tenang, rambut keritingmu tidak akan berubah lurus, atau rambut lurusmu tidak akan tiba-tiba keriting karena saking mumetnya memikirkan pembuatan book trailer. Ada bermacam-macam book trailer dari yang simpel sampai yang rumit, dari yang biaya pembuatannya murah meriah sampai yang memerlukan budget tinggi. Paling penting adalah membuat book trailer semenarik mungkin. Seperti juga deadline, percaya deh kepepet dan keterbatasan akan mengasah kreativitasmu.

Book trailer bisa berupa video pendek yang diperankan oleh manusia, dapat berbentuk motion comic, atau kumpulan slide-slide gambar. Usahakan hak cipta semua materi yang dipakai adalah milikmu. Bisa menggunakan karya orang lain yang bebas dipakai untuk segala kepentingan. Atau kamu dapat menghubungi pemilik karyanya dan bekerja sama dalam satu kolaborasi. Misalnya kamu memakai musik band indie, mintalah baik-baik pada mereka untuk menggunakannya bukan menodong dengan mode senggol bacok, sehingga ketika book trailer-mu diunggah di Youtube, book trailer-mu tidak akan di-banned .

  • Book trailer berupa film pendek manusia. Kalau kamu memilih bentuk seperti ini, kamu harus membuat skenarionya dulu berdasar bukumu. Ambil satu atau beberapa adegan menarik yang menggambarkan bukumu. Hati-hati spoiler ya. Contoh proses pembuatan book trailer yang saya buat dengan metode ini bisa kamu baca di Behind The Book Trailer – TwiRies contoh hasilnya bisa kamu tonton di

Namun tidak mesti melulu orang- orang yang berperan. Kamu juga dapat membuat video berupa pemandangan, jalan, kesibukan orang-orang, scrapbook, atau apa saja yang sesuai dengan cerita bukumu, padukan dengan narasi yang dibacakan narator. Cara ini lebih simpel, murah, dan bisa kamu lakukan sendiri. Kamu dapat mengambil video menggunakan kamera ponse, dan mengedit sendiri dengan mengisi narasi yang juga kamu bacakan sendiri.

  • Book trailer berupa motion comic. Pembuatannya sama saja, yaitu menuliskan skenario komiknya dulu, kemudian digambar sendiri atau meminta bantuan ilustrator. Cara membuat skenario komik bisa kamu baca di Tips Membuat Skenario Komik. Karena saya tidak bisa menggambar komik, saya bekerja sama dengan ilustrator. Tapi kalau kamu suka bereksperimen dan suka menggambar, buat saja sendiri, lumayan memangkas budget. Komik yang dibuat harus ber-layer-layer, supaya bisa dianimasikan. Selain gambar, musiknya mesti diperhatikan. Pengalaman saya sih, dulu berkolaborasi dengan penyanyi indie. Saya diberi izin menggunakannya, tentu dengan mencantumkan pemilik hak ciptanya. Contoh book trailer motion comic yang pernah saya buat bisa ditonton di
  • Book trailer berupa slide gambar. Slide-slide-nya bisa kamu isi dengan blurb bukumu, dan quotes-nya. Gambar yang digunakan sebaiknya milikmu, bisa berupa gambar kreasimu sendiri atau foto yang kamu ambil. Bila tidak memungkinkan, kamu bisa meminta bantuan teman, atau memakai foto/gambar yang hak ciptanya telah dibebaskan. Book trailer model ini pembuatannya sangat simpel dan tidak memerlukan budget tinggi.

2. Bagikan Teaser Bukumu.

Posting satu sampai dua bab karyamu di blog atau Wattpad agar bisa dibaca secara bebas. Sebelumnya kamu harus meminta izin dulu pada penerbit, karena sangat memungkinkan penerbit tidak memperbolehkannya. Cara ini lazim dilakukan pada penjualan e-book. Coba saja kamu buka google play book, kamu bisa mengakses beberapa bab pertama buku dengan gratis. Dengan begitu, Pembaca bisa menentukan apakah akan membeli karyamu atau tidak. Memang membutuhkan kepercayaan diri tinggi untuk menggunakan promosi cara ini.

3. Sebarkan Photo Quotes di Media Sosial

Kalau kamu termasuk penulis yang memilih personal branding aktif di media sosial, kamu bisa menyebarkan photo quotes bukumu di semua akun. Buat foto sebagus mungkin atau memakai foto yang bebas digunakan–tentu saja yang sesuai dengan quotes-nya, lalu sebarkan di Instagram, Twitter, Facebook, dan lainnya. Pilih quotes yang jleb sehingga pembaca tertarik pada bukumu.

kutipan foto contoh

Contoh photoquotes

4. Buat Behind The Book

Proses menelurkan karya selalu menarik dan berwarna-warni, tidak kalah seru dengan isi buku itu sendiri. Buat satu artikel curhat tentang proses pembuatan bukumu. Ceritakan bagaimana jatuh bangunnya riset yang kamu lakukan, pencarian penerbit–kalau ada drama penolakan bisa banget kamu masukkan, proses revisi yang membuatmu bermimpi buruk, sampai pemilihan cover yang bikin sedilema memilih pasangan. Bentuknya bisa juga dikreasikan. Misalnya saya mengkreasikannya menjadi fun fact.

Contohnya bisa kamu baca di Behind The Book: Di Balik Pelit dan Kisah Di Balik Cerpen Saya.

5. Bekerja Sama dengan Blogger Buku.

Supaya bukumu dari awal sudah ada gaungnya, bekerja samalah dengan para blogger buku untuk diresensi. Harap dicatat, kamu tidak bisa menyetir resensor untuk ‘hanya’ memberikan review bagus tanpa memasukkan kritikan. Itu terjadi secara alamiah, kalau karyamu memang matang, mereka sudah pasti akan memberikan apresiasi berbentuk pujian. Para resensor ini punya standar kualitas review yang sudah ditetapkan masing-masing, ketika mereka merekomendasikan buku, mereka juga sedang mempertaruhkan penilaiannya. Lebay? Tidak. Itu faktanya. Supaya kamu tidak drop ketika membaca masukan atau kritikan dalam ulasannya, ada baiknya kamu stalking dulu blog-blog para blogger buku itu. Kamu bisa memilih gaya review mana yang sesuai dengan karaktermu. Kalau kamu baperan, pilihlah resensor yang menyampaikan kritikan dengan halus. Para blogger buku itu bukan kepengin dapet buku gratisan, mereka membantu promosi buku karena murni atas kecintaan terhadap dunia literasi. Kalau bukumu dibaca banyak orang, mereka ikut bahagia.

PicsArt_08-10-06.26.09

Contoh review saya untuk novel Me Vs Daddy

6. Membuat Blog Tour

Ada kemiripan dengan meminta review dari blogger buku–salah satunya karena blog host biasanya memang blogger buku juga, dalam blog tour juga bukumu akan diulas. Bedanya, blog tour sepaket dengan giveaway, dan ada jadwal postingan berantai di beberapa blog. Kalau di-review saja oleh blogger buku, jadwalnya tidak pasti kapan-kapannya. Postingan blog tour juga bisa dipecah menjadi beberapa artikel. Misalnya artikel review, artikel wawancara penulis, dan postingan giveaway-nya. Biasanya penerbit sudah mengakomodir promosi model ini. Penulis dan editor bisa berdiskusi mengenai pemilihan blog-blog yang akan diajak dalam blog tour bukumu. Ada beberapa kriteria memilih host blog, kualitas ulasannya, banyaknya followers akun media sosialnya, sampai seberapa ramai blognya. Sama seperti bentuk kerja sama dengan blogger buku, kamu bisa stalking dulu blog-blognya untuk menentukan blog host yang sesuai.

Contoh Blog Tour ketika saya menjadi blog host Blog Tour Novel Anak Pohon, Blog Tour Novel Tiger On My Bed [Review] , dan Blog Tour Novel Tiger On My Bed [Giveaway] .

Itu baru enam dari 12 cara mempromosikan buku. Artikelnya saya bagi menjadi dua postingan karena panjang-panjang. Akan saya sambung di artikel berikutnya. Semoga bermanfaat ya ^ _ ^ Boleh banget kamu share cara promosi bukumu di komentar, atau kirim buntelan buku ke rumah saya XD

Serba-Serbi Buku Antologi

Bareng buku-buku antologi yang memuat karya saya.

Bareng buku-buku antologi yang memuat karya saya.

Beberapa tahun lalu, sekitar 2011-2013, buku antologi sempat nge-hits banget. Meskipun buku-buku antologi sudah ada jauh sekali sebelumnya, seperti salah satu yang paling terkenal adalah antologi Cerpen Pilihan Kompas yang mulai diterbitkan dari tahun 1992. Kala itu, saya perhatikan setiap bulan ada saja “audisi penulisan buku antologi” berbagai tema. Baik itu diadakan oleh penerbit mayor, penerbit indie, komunitas atau grup penulisan, maupun pribadi perorangan. Di media sosial bertebaran promosi buku-buku antologi cerpen, puisi, flash fiction, hingga campuran ketiganya. Benefit buat para penulisnya pun beragam, mulai dari diberi royalti, fee jual putus, dikasih beberapa eksemplar bukunya, sampai hanya diberi diskon untuk pembelian buku antologinya.

Saya sendiri pun ikut dalam keriaan tersebut, dan sampai sekarang masih menjadi salah satu yang rajin ikut proyek antologi. Sampai-sampai teman saya menjuluki saya sebagai pejuang antologi. Tapi belum sih kalau ada yang memanggil “Ratu Antologi”, soalnya masih banyak penulis lain yang jumlah antologinya lebih banyak dari saya XD Sebutan pejuang itu muncul selain karena rajin ikutan audisi antologi, juga karena saya pernah dua kali–bersama kedua saudara perempuan saya yang juga penulis–membuat seleksi cerpen untuk buku antologi. Waktu itu peminatnya masih sangat banyak, kami dibajiri naskah yang jumlahnya mencapai ratusan.

Sebenarnya apa sih antologi itu?

Kalau menurut KBBI daring (dalam jaringan) Versi 1.5 (Oktober 2015) kbbi.web.id,  antologi adalah kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang.

Sedang menurut Wikipedia, antologi secara harfiah diturunkan dari kata bahasa Yunani yang berarti “karangan bunga” atau “kumpulan bunga”, adalah sebuah kumpulan dari karya-karya sastra. Awalnya, definisi ini hanya mencakup kumpulan puisi (termasuk syair dan pantun) yang dicetak dalam satu volume. Namun, antologi juga dapat berarti kumpulan karya sastra lain seperti cerita pendek, novel pendek, prosa, dan lain-lain.

Buku-buku antologi saya

Buku-buku antologi saya

Mengapa saat itu buku antologi sangat diminati?

Menurut pengamatan saya, merebaknya buku antologi waktu itu disebabkan beberapa faktor. Pertama, profesi penulis yang makin dilirik banyak orang. Tentu ini merupakan perkembangan yang baik, apalagi didukung oleh kemajuan teknologi sehingga mendukung geliat dunia literasi. Misalnya saja dengan bermunculan grup-grup penulisan online. Di sana anggotanya mendapat pelatihan menulis–gratis maupun berbayar–mulai dari dasar seperti pemakaian tanda baca, teknik menulis, bedah karya, dan masih banyak lagi.

Kedua, masih berhubungan dengan grup atau komunitas online menulis tadi, grup-grup itu kebanyakan membukukan hasil karya para anggotanya dalam bentuk antologi agar bisa memasukkan banyak karya anggota ke dalam satu buku. Selain untuk menyemangati anggota untuk terus berkarya, juga bisa dijual dan menjadi bahan pembelajaran untuk yang pembacanya. Sehingga waktu itu grup-grup penulisan berlomba-lomba membuat buku antologi.

Ketiga, bermunculannya penerbit-penerbit baru, baik mayor maupun indie, sehingga membuka peluang besar untuk menerbitkan buku antologi.

Keempat, selain penerbitan, muncul juga percetakan-percetakan yang memberikan pilihan paket Print On Demand (POD) dimana customer dapat mencetak buku dengan jumlah sesuai kebutuhan. Dengan POD, customer bahkan dapat memesan mulai dari mencetak hanya satu buku.

Serba-serbi antologi

Membukukan karya dalam bentuk antologi dengan menyatukan banyak penulis memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan buku antologi bersama:

  1. Waktu untuk membuat buku antologi bersama lebih cepat dibandingkan mengumpulkan karya dengan satu penulis, karena setiap orang hanya perlu memberikan satu atau beberapa karyanya saja.
  2. Pembaca mendapat cita rasa tulisan yang beragam meski dalam satu tema, karena setiap penulis memiliki gaya sendiri.
  3. Dengan membuat buku antologi bersama, bisa mengumpulkan karya dari banyak genre dan penulisnya bahkan bisa lintas zaman. Misalnya buku “Cerita Cinta Indonesia: 45 Cerpen Terpilih” yang ditulis oleh 45 penulis GPU.
  4. Promosi buku antologi bersama dilakukan oleh banyak penulis sekaligus, sehingga promosinya tidak berat dan banyak jenis promonya juga dengan berbagai macam gaya sesuai dengan gaya masing-masing penulis. Saya akui, masa promo ini salah satu bagian yang cukup berat dan membutuhkan banyak energi. Tentunya dengan adanya promo bersama masa promo buku ini lebih terasa ringan dan dapat mengeratkan kekompakkan sesama penulis buku antologi tersebut.
  5. Terkadang dalam proses menulis satu karya, ada masa jenuh, kebuntuan, dan hilang semangat. Biasanya selama proses berkarya, para penulis buku antologi bersama akan saling menyemangati, sehingga menarik satu sama lain untuk segera menyelesaikan karya terbaiknya.
Cover buku Cerita Cinta Indonesia: 45 Cerpen Terpilih (Sumber gambar Goodreads dot com)

Cover buku Cerita Cinta Indonesia: 45 Cerpen Terpilih (Sumber gambar Goodreads dot com)

Kekurangan buku antologi bersama:

  1. Rentan konflik antar penulis. Yang namanya proses tidak terlepas dari masalah. Kalau satu kepala saja masalah penulis bisa begitu banyak mulai dari kurang bahan, mood, sampai writer’s block, apalagi kalau banyak kepala. Memang proses menulis karyanya tetap sendiri-sendiri, tetapi persoalan bisa muncul dari misalnya penentuan tema sampai nama siapa yang disimpan di cover depan.
  2. Kualitas tulisan yang beragam terkadang membuat pembaca kurang puas. Ada yang bagus sekali, sampai kurang baik. Apalagi kalau meskipun satu tema tetapi beda genre. Pembaca enggak suka dengan genre yang dipilih beberapa penulis sangat mungkin terjadi.
  3. Royalti. Karena terdiri dari banyak penulis, tentunya fee harus dibagi-bagi sehingga setiap penulismendapat jatah sedikit.
  4. Meskipun yang mempromokan buku antologi hampir sebanyak jumlah penulisnya, tapi biasanya hanya kencang di awal saja, kemudian cepat hilang. Enggak kayak karya solo yang lebih stabil. Memang semangat dan daya promo penulis buku antologi berbeda-beda. Dan kadang ada penulis yang enggak mau ikut mempromosikan, itu juga bisa jadi bibit konflik.
  5. Susah mencari penerbit mayor yang menerima buku antologi karya bersama.

Penyebab turunnya popularitas buku antologi bersama

Menurut saya, awalnya ini karena pasar sudah jenuh. Kemudian karena waktu itu banyak buku antologi yang dicetak tanpa editing yang memadai. Lalu seperti disinggung di atas, kualitas karyanya tidak merata. Lagipula waktu itu menerbitkan buku antologi tampak mudah sehingga pembaca jadi kurang percaya pada kualitas karya dalam buku antologi. Beberapa kasus mengenai lomba antologi juga turut menyumbang turunnya popularitas. Dan pada akhirnya persoalan penjualannya yang tidak sebagus karya solo.

Namun jangan berkecil hati, kalau karya kita bagus dan sudah berusaha mempromokannya dengan maksimal, pasti akan selalu ada kemungkinan mendapat apresiasi yang besar dari pembaca. Persiapkan saja karya terbaik dan tema menarik untuk buku-buku antologi bersamamu ke depannya. Lagipula apa pun namanya tren pasti naik turun dan berulang. Akan ada masanya buku antologi kembali bersinar.

Perihal penanggung jawab buku antologi bersama

Di awal saya menyinggung soal lomba-lomba buku antologi bersama. Dari pengamatan, banyak juga kasus kurang enak mengenai lomba-lomba ini. Seperti karya yang tidak jadi terbit, dijanjikan terbit di mayor tetapi malah jadinya indie, dan lain sebagainya. Untuk itu, teman-teman apabila mengikuti lomba apa pun sebaiknya memperhatikan penyelenggara lomba atau penanggung jawabnya. Ikutilah lomba yang penyelenggaranya sudah terpercaya. Karena tentunya kita tidak ingin karya yang sudah kita buat sepenuh hati itu tidak jelas nasibnya.

Beda lagi kalau yang mengajak adalah teman sendiri. Misalnya si teman menjanjikan untuk “mengusahakan” agar antologi bersama kita akan diterbitkan oleh penerbit mayor. Ternyata setelah memasukkan ke beberapa penerbit, kumpulan karya kita itu tidak diterima juga, maka semua yang terlibat bisa bermusyawarah untuk memutuskan apakah karyanya akan ditarik atau diterbitkan sendiri saja. Memang tidak mudah menembuskan naskah antologi bersama ke penerbit mayor saat ini.

Buku-buku saya lainnya.

Buku-buku saya lainnya.

Penerbit mayor yang menerima naskah antologi bersama dan ketentuan pengiriman naskahnya:

  1. Stiletto Book.

Ketentuan pengiriman naskahnya:

Naskah ditulis dalam kertas ukuran A4, Font Times New Roman 12, Spasi 1 ½, Format MS Word atau PDF. Panjang keseluruhan naskah antara 100 – 200 halaman. Kirimkan dulu sampel naskah berupa 30 halaman pertama melalui surel, ke: redaksi@stilettobook.com, dengan subjek: naskah fiksi – nama penulis. Lengkapi dengan biodata penulis yang bisa di-download di website Stiletto Book.

Kalau Stiletto Book tertarik untuk mengetahui keseluruhan naskahmu, kamu akan diminta mengirimkan naskah lengkap ke alamat redaksi dalam jangka waktu satu bulan. Dalam waktu satu bulan penulis akan mendapatkan konfirmasi naskahnya layak diterbitkan atau tidak. (Sumber informasi web Stiletto Book)

2. Grasindo

Ketentuan pengiriman naskahnya:

Naskah diketik rapi menggunakan font Times New Roman (atau yang sejenis) dengan ukuran font 12 pt. Panjang naskah 70 – 150 halaman A4. Lengkapi naskah dengan sinopsis yang panjangnya tidak lebih dari dua halaman, proposal yang menjelaskan mengapa naskah kita layak terbit, dan data diri. Satukan empat file (naskah, simopsis, proposal, dan data diri) dalam satu satu folder .rar (winrar).

Naskah dikirim melalui web Grasindo dengan mengeklik KIRIM NASKAH di sana. (Sumber informasi web Grasindo)

Itu dia sekelumit mengenai serba-serbi buku antologi. Semoga bermanfaat ^_^

Behind The Book: Di Balik PeLit

Bareng sama buku 19 JMPS

Bareng sama buku 19 JMPS

Tenang, saya bukan ingin membahas gimana caranya biar jadi orang pelit, atau ngomongin orang pelit, bukan juga menjabarkan akibatnya kalau jadi orang pelit. Ini kisah saya saat menulis tips Personal Literature yang disingkat PeLit di buku 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres kok ^_^

Universal Nikko Reborn

Universal Nikko Reborn

Bulan Mei lalu grup tempat saya belajar menulis–Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokO aikO) disingkat CENDOL–mendiskusikan keinginan untuk berbagi ilmu penulisan hasil belajar dan praktik kami di dunia menulis. Muncullah ide untuk menuangkannya ke dalam satu buku yang memuat tips menulis berbagai genre. Memang di CENDOL-lah saya banyak belajar ilmu menulis, mulai dari hal dasar seperti titik koma, EYD, sampai teknik menulis.  Sehingga saya sangat bersemangat menyambut gagasan ini. Kami  berpikir untuk sharing ilmu lebih luas, bukan hanya untuk anggota grup.

Komunitas menulis CENDOL ini punya penerbitan sendiri, jadi dengan menerbitkan buku ini sekaligus untuk mengaktifkan lagi penerbitannya. Kami yang berjumlah 19 sepakat menyetor tips menulisnya. Iya 19, enggak salah baca kok. Kebanyakan? Enggak, malah kurang banyak, penginnya sih sepuluh kompi biar tipsnya makin banyak ^_^ Balik lagi ke setoran utang, eh, setoran judul. Satu demi satu teman-teman penulis memberikan judul tulisannya. Ada tips menulis romance, TeenLit, memoar, horor, komedi, dan lainnya. Saya menimang-nimang tips menulis apa yang akan saya bagi. Saya sendiri pernah menulis romance, TeenLit, ChickLit, thriller, dan PeLit. Akhirnya setelah melihat list tips tulisan dari teman-teman, saya memilih menulis tips PeLit, karena belum ada yang memilihnya.

PeLit alias Personal Literature sendiri adalah genre tulisan curhat kehidupan pribadi yang termasuk ke dalam jenis nonfiksi. Tampaknya memang belum ada buku yang mengangkat tips menulis genre satu ini, padahal peminatnya cukup banyak. Saya pun memberanikan diri menuliskan tips yang disaripatikan dari pengalaman menulis pribadi itu. Alasannya ada dua. Pertama, agar para penulis yang ingin menulis PeLit bisa belajar dari sana. Kedua, satu hal penting lain menurut pandangan saya, dibutuhkan pencatatan dalam bentuk buku untuk genre ini. Meskipun hanya berupa teori praktis yang mudah dipraktikkan. Karena bagaimanapun genre ini telah menjadi salah satu keragaman genre menulis pop. Penting sekali adanya pencatatan sehingga bisa dikaji secara literature.

Butuh waktu dua minggu untuk menuliskannya. Maklum ya, saya memang termasuk penulis supeer lelet. Mau nulis fiksi atau nonfiksi sama aja. Euuung… lelet dalam segala hal sih. Kalau kata Mama, Eva kalau ngapa-ngapain itu lamanya setara orang hamil sembilan bulan. Eva baru niat, orang udah lahiran. Atuhlah, Ma…. XD Sebelum menulis, saya riset dulu, selain mengingat-ingat proses kreatif saya saat menulis PeLit dulu. Akhirnya setelah mendaki gunung lewati lembah nemenin Ninja Hatori, dan bertualang ke seluruh Indonesia pakai pintu ke mana sajanya Doraemon, tulisan tipsnya selesaaaiii…. *rebahan di dada Naruto*

12096574_10153299733912872_8100854888846364589_n

Mungkin ada yang berpikir menulis PeLit ini gampaaang, kayak nulis diary aja. Namun kenyataannya, menulis PeLit tetap dibutuhkan teknik. Soalnya penulis tidak sekadar menulis kisahnya buat dikonsumsi pribadi, tetapi harus memikirkan bagaimana pembaca menikmati tulisannya. Dulu waktu saya menulis PeLit, saya banyak mengalami kesulitan, seperti “Bagaimana sih supaya tulisan saya lucu?” atau “Bagaimana sih memilih bagian-bagian hidup saya yang pas untuk diceritakan?” Semua pengalaman itu saya tuangkan dalam jurus menulis PeLit, sehingga–harapannya sih–pembaca enggak lagi mengalami kebingungan seperti saya dulu.

Apa sih kelebihan buku 19 Jurus Menulis Sukstres?

Buku 19 JMPS ini sangat bisa membantu penulis pemula karena tips menulisnya mulai dari dasar sampai spesifik genre, sehingga bisa mempelajari bermacam genre tulisan. Buat yang suka banyak alesan sampai nulisnya enggak jadi-jadi juga ada tips menghadap seribu alesan itu. Stt…Selain itu disampaikan dengan bahasa yang gampang dicerna, dan tipsnya pun mudah dipraktikkan. Jadi buat yang masih bingung ingin berkarier sebagai penulis di genre apa, buku ini bisa jadi referensi.

Data buku 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres

Cover depan belakang buku 19 JMPS

Cover depan belakang buku 19 JMPS

Penulis: Mayoko Aiko, Ceko Spy, Andhika Wandana, Ari Keling, Arniyati Shaleh, Arista Devi, Astuti Parengkuh, Ayu Marpaung, Cem Acem, Eva Sri Rahayu, Hadi Kurniawan, Lonyenk Rap, Monica Anggen, Ocuz Wina, Pilo Poly, Richa Miskiyya, Sorayya Usman, Vivie Hardika, Zya Verani

Jenis kertas: paperback

Jumlah halaman: 285

ISBN: 9786029458213

Cetakan 1, September 2015

Blurb:

Mau jadi penulis tapi bingung mulai dari mana? Belum menulis sudah pusing duluan. Sudah menulis tapi tata caranya tak beraturan.

Tetapi seribu alasan yang bisa meruntuhkan impianmu menjadi penulis akan terpatahkan dengan mudah sekarang. Buku 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres–alias sukses tanpa stres–akan menjawab tuntas semua pertanyaanmu.

19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres memuat jurus menulis beragam genre, fiksi maupun nonfiksi, sehingga kamu bisa mempelajari semua jenis tulisan hanya dalam satu buku.

Jadi, jika kamu ingin menjadi penulis serba bisa, buku inilah jawabannya!

Giveaway

Mau bukunya gratis? Ikutan aja giveaway-nya di Goodreads. Klik di sini aja>> https://www.goodreads.com/book/show/26140751-19-jurus-mabuk-penulis-sukstres

Tips Memilih dan Menembus Penerbit

11902235_10153210362017872_3587458947720536337_n

Pernahkah bertanya-tanya bagaimana memilih penerbit yang sesuai dengan naskah kita? Setelah perjuangan berdarah-darah menyelesaikan naskah selama berbulan-bulan bahkan tahunan, riset ke mana-mana, sampai bergadang tiap malam. Ibarat menikahkan anak tersayang, kita harus menjodohkannya dengan seseorang yang terbaik. Sama dengan naskah kita, kita bisa memilih penerbit yang paling pas untuk naskah itu.

Ini ada sedikit tips memilih penerbit untuk naskahmu:

  1. Stalking. Kalau kamu punya waktu buat stalking, bisa kamu pakai untuk stalking akun-akun penerbit. Dari sana kamu akan tahu tipe-tipe naskah yang mereka terbitkan dan butuhkan. Jadi kamu bisa memutuskan naskahmu sesuai untuk penerbit mana. Stalking bisa ke akun fanpage FB, Twitter, sampai website. Jangan sampai kamu memasukkan novel romance dewasa ke penerbit yang hanya menerbitkan buku anak.
  2. Display Buku. Saat ke toko buku, lihat display-nya. Apa buku-buku terbitan penerbit incaranmu ter-display dengan baik. Ini nilai plus, berarti pemasarannya bagus. Buku akan dipasarkan dengan baik. Meski tetap belum tentu  jadi best seller. Lalu carilah tahu apakah distribusinya merata ke toko-toko buku seluruh Indonesia.
  3. Promosi. Stalking ke medsos penerbit selain untuk melihat kebutuhan naskah mereka, kamu juga bisa menilai apakah penerbit tersebut aktif mempromosikan buku-buku terbitannya. Misalnya dengan mengadakan twittalk dengan penulisnya atau bikin kuis-kuis. Selain itu kamu juga bisa melihat dari berbagai blogtour, penerbit biasanya mengadakan blogtour dengan para bloghost. Lihat juga jenis-jenis promo mereka, semakin beragam dan kreatif semakin baik, berarti mereka mempersiakan dengan baik promosi buku terbitannya.
  4. Sistem Pembayaran. Ketahui sistem pembayarannya. Apa naskahmu dihargai dengan royalti, jual putus, atau keduanya. Pilih sesuai dengan kebutuhanmu.
  5. Editan. Baca buku-buku terbitan mereka, selain mengetahui karakter naskahnya, kamu juga bisa melihat apakah buku-buku itu diedit dengan baik. Semakin rapi editannya, semakin yakinlah naskahmu diperhatikan dengan baik.

Semoga tips di atas bisa sedikit mengobati kebingunganmu ya ^_^

11895947_10153210730112872_4030374479035884936_n

Apa kamu juga bertanya-tanya bagaimana caranya menembus penerbit mayor? Kok sepertinya susah ya. Kamu takut naskahmu ditolak, atau bahkan memang sudah mengalaminya.

Iya, naskah saya juga pernah ditolak. Sedih sediiih bangeet…. KZL! Ups, maaf capslock, biar kekinian XD Rasanya kepengin jadi Elsa biar bisa mendatangkan musim salju sambil nyanyi, “Let it go! Let it go!” Err… serem banget ya sedihnya. Ada banyak kemungkinan kenapa naskah kita ditolak. Bisa jadi karena enggak sesuai dengan kriteria penerbit, jenis naskah kita sulit menembus pasar pembaca, atau bahkan kita enggak mengirimkan naskah sesuai dengan ketentuan teknis seperti panjang halaman yang kurang. Namun jangan kelamaan ya sedihnya. Terus berkarya yang terbaik pokoknya.

Tips menembus penerbit impianmu:

  1. Konten. Isi naskah tentu yang paling utama. Sajikan cerita menarik, berisi dan dengan teknik yang mumpuni. Isi dan teknik naskah yang bagus didapat dari banyak membaca buku dan berlatih menulis. Membaca ini sudah harga mati buat penulis. Makin banyak membaca kamu akan makin kaya kosakata, meluaskan imajinasi, bisa mempelajari banyak teknik menulis, dan pastinya pengetahuan dan dirimu akan berkembang. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, membaca buku-buku terbitan penerbit impianmu jelas membuatmu mengetahui kebutuhan dan karakteristik naskah penerbit tersebut. Banyak berlatih menulis. Banyak menulis akan membuat kualitas naskahmu menjadi bagus secara teknik dan konten. Dan pastinya menulislah sepenuh hati. Naskah bagus tentu saja lebih mudah diterima penerbit.
  2. Mengikuti Tren. Perhatikan apa yang sedang “In” di pasaran. Kalau kamu ingin naskahmu cepat terbit, tulis naskah yang sedang tren. Namun kalau kamu membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan satu naskah, tidak disarankan untuk mengikuti tren, karena bisa-bisa saat naskahmu selesai, trennya sudah berubah lagi. Bisa juga kamu membuat naskah dengan melihat momen ke depan, buat naskah sesuai momen. Biasanya penerbit juga akan mau meng-acc. Contoh kasus yang pernah saya alami adalah kumpulan cerpen “Before The Last Day”. Waktu itu di tahun 2012 beredar isu kiamat, buku itu mengedapkan isu yang sedang hangat yaitu tema kiamat tadi.
  3. Rapi. Menulis dengan EYD dan tanda baca rapi adalah modal awal naskah kamu dibaca editor. Editor akan senang membaca naskah yang rapi. Setelah menulis, endapkan lalu lakukan self editing. Bisa juga kamu minta teman jadi first reader untuk memberi masukan cerita sekaligus membantu menunjukkan tanda baca dan kalimat yang enggak tepat. Catatan, ketika kamu meminta seseorang untuk menjadi first reader, pastikan dia bisa menjaga kerahasiaan naskahmu, jangan sampai sebelum naskahmu terbit, naskahmu sudah tersebar di mana-mana. Lalu sebaiknya kamu memilih yang bisa memahami gaya tulismu juga mengerti pakem tanda baca juga EYD.
  4. Sinopsis yang Menarik. Buat sinopsis yaitu isi naskah lengkap dari awal hingga akhir. Membuat sinopsis ini seperti mudah padahal susah juga. Kalau sinopsisnya saja sudah tidak menarik, bisa-bisa editor malas baca keseluruhan naskahmu.
  5. Bab Awal yang Menohok. Buat bab awal yang menohok. Langsung saja buat konflik di awal. Kalau bab awalmu masih pengenalan, buatlah prolog yang nendang. Soal bagaimana sebaiknya prolog ini masih berbeda-beda pendapat. Kalau menurut saya sih prolog sebaiknya enggak nyambung sama bab 1, tapi ambil dari adegan klimaks. Karena banyak juga editor yang hanya baca 2-3 bab awal.
  6. Beri Proposal Naskah. Proposal naskah ini berisi naskah, sinopsis, data diri, program promosimu, dan info lain. Program promosi berisi rancangan promosi yang akan kamu laksanakan kalau naskahmu diterbitkan, misalnya kamu akan membuat giveaway di Instagram, blogtour, dan lainnya. Makin kreatif dan memungkinkan untuk dijalankan makin baik. Penerbit menyukai penulis yang aktif dalam mempromosikan karyanya, bukan hanya pasif saja. Dengan membuat rancangan promo, kamu juga memperlihatkan sejauh mana keseriusanmu dalam menggarap naskah, karena kamu sudah memikirkan pembaca dan bagaimana agar bukumu sukses di pasar. Kalau kamu sudah memiliki buku sebelumnya dan aktif mempromosikannya, sertakan juga portofolio promo yang dulu kamu jalankan. Misalnya book trailer yang kamu buat sendiri. Info lain berisi misalnya informasi komunitas yang kamu ikuti, dan informasi penting lainnya.
  7. Workshop Menulis. Ikutan workshop yang diadakan oleh penerbit. Dengan begitu kalian bisa punya akses langsung untuk berdiskusi dengan editor. Apalagi kalau workshop itu memang salah satu tujuannya menjaring penulis. Perlihatkan kemampuan terbaikmu saat workshop ya. Jalan menuju terbit InsyaAlloh di depan mata. Misalnya workshop penulisan yang diadakan oleh Diva Press lewat Kampus Fiksinya.
  8. Lomba Menulis. Ikutan lomba menulis novel. Ini salah satu cara agar naskahmu “cepat” dibaca editor, tanpa harus mengantre panjang. Dan pastinya kamu pun akan cepat mendapat berita diterbitkan atau ditolak. Dan biasanya, selain pemenang, naskah bagus akan diterbitkan juga ^_^ Jangan lupa untuk memperhatikan persyaratan teknisnya, seperti panjang halaman. Jangan sampai gara-gara kurang halaman, naskahmu sudah gugur duluan sebelum dinilai. Mengirimkan sesuai persyaratan teknis penerbit ini juga berlaku untuk pengiriman reguler ya.
  9. Posting Karya di Portal Naskah. Sekarang penerbit membuat portal untuk memasukkan naskahmu. Misalnya Gramedia dengan Gramedia Writing Project-nya, atau Elex Media yang baru meluncurkan portal naskah juga. Naskah-naskah yang masuk ke sana dibaca langsung oleh editor, naskah-naskah yang mampu mengambil hati editor akan dihubungi untuk diterbitkan. Selain itu ada juga Wattpad, naskah di sana juga banyak yang dilamar penerbit. Namun hati-hati ya, enggak semua penerbit mau menerima naskah yang pernah sebagian isinya sudah di-publish.

Saya yakin masih banyak cara untuk menembuskan naskahmu ke penerbit. Bagaimana pengalaman kalian? Yuk, kita sharing.

*Sebagian tips pernah saya share di kelas KOBIMO tanggal 16 Juni 2013

Tips Membuat Skenario Komik

10256953_10152168626702872_7153836028652604349_n

Buku TwiRies yang di dalamnya ada komiknya.

Dari kecil saya hobi banget baca komik. Mulai dari komik strip di koran Kompas, dan kebanyakan komik-komik Jepang seperti Doraemon, Candy-candy, dan tentunya serial cantik, hohoho. Bisa dibilang saya merasa bertumbuh dengan pelajaran-pelajaran kehidupan dari komik-komik itu. Yang bilang enggak dapet apa-apa dari komik pasti kurang piknik *eh. Makin besar, komik yang saya baca pun makin berat. Kayak komik-komik karya Naoki Urasawa. Makanya salah satu cita-cita saya kepengin jadi komikus. Alhamdulillah belum kesampean XD Berhubung saya enggak bisa gambar, uhm… kalau niru aja sih bisa *plaak. Tapi ternyata akhirnya kesampean juga kolaborasi sama ilustrator buat bikin komik. Saya bikin skenario alias naskah komiknya, ilustrator bikin gambarnya 😀

Kesempatan itu datang pertama kali pada tahun 2013. Waktu itu saya menjadi salah satu tim penulis untuk komik pembelajaran pelajaran Bahasa Indonesia. Bikin komik pembelajaran beda sama komik bebas. Tapi di postingan ini kita bahas pembuatan skenario komik bebas dulu ya. Nanti saya bikin postingan terpisah untuk bahas komik pembelajaran. Skenario komik bebas (selanjutnya disebut komik) yang pertama saya buat itu tahun 2013 juga, waktu itu saya punya ide untuk membuat book trailer novel saya yang berjudul Love Puzzle berbentuk komik. Karena bentuknya book trailer, jadinya motion comic. Buat yang belum lihat, bisa ditonton di sini ya:

Sebenarnya apa sih komik itu? Kalau kata Wikipedia sih komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dalam strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk dalam buku tersendiri.

Naskah komik ini agak mirip dengan skenario film atau sinetron, karena bisa memakai istilah-istilah skenario film seperti close up, voice over, dan lainnya. Kotak gambarnya disebut panel, jadi satu gambar itu satu panel. Contohnya ini:

Salah satu adegan dalam komik Love Puzzle. Di sini ada dua kotak yang artinya dua panel. (Ilustrator Sukma Ramadhan).

Salah satu adegan dalam komik Love Puzzle. Di sini ada dua kotak yang artinya dua panel. (Ilustrator Sukma Ramadhan).

Dalam satu lembar komik, bisa terdiri dari satu sampai maksimal 8 panel. Bingkai satu gambar enggak harus melulu berbentuk kotak, kita bisa mengkreasikannya. Misalnya seperti komik Love Puzzle di atas, bentuknya seperti potongan puzzle.

Gimana step-step pembuatan skenario komik?

1. Seperti membuat cerita lainnya, pertama kali yang kita buat adalah sinopsis. Sinopsis menggambarkan keseluruhan cerita dari awal sampai akhir.

2. Tuliskan seperti apa karakter tokohmu. Baik itu fisik dan sifat. Terutama fisiknya, agar ilustrator dapat menggambarkan dengan tepat tokohmu. Misalnya:

Jack Brown : Blasteran Indonesia – Amerika. Pemalas, hobi bolos sekolah, suka mengoleksi berbagai aksesoris Jack O’latern. Cara bicaranya malas-malasan. Berambut keriting, tinggi, putih, atletis, hidungnya mancung, bermata coklat maple.

3. Setelah memiliki sinopsis dan gambaran tokoh, barulah kita bagi-bagi adegannya ke dalam panel-panel. Bentuk penulisannya biasanya:

Nomor panel. Gambar: keterangan gambar atau adegan.

Di bawahnya.

Narasi:

Dialog:

Sound:

Pemakaian narasi, dialog, dan sound dipakai sesuai kebutuhan. Kalau memang di panel itu enggak ada narasinya ya enggak usah pakai narasi. Oh iya, sound itu adalah suara atau bunyi-bunyian. Misalnya suara cuitan burung, atau bunyi pintu dibuka.

4. Tuliskan secara mendetail keadaan yang ingin tergambar. Kenapa sebaiknya mendetail? Agar memudahkan ilustrator untuk menggambar komiknya, sehingga apa yang ada dalam imajinasimu bisa ditangkap oleh ilustrator.

Contohnya:

1. Gambar: Establish sebuah kota kecil pagi hari. Terlihat bunga-bunga bermekaran karena sedang musim semi. Di gambar tampak satu rumah tidak begitu besar yang menonjol dari rumah-rumah lainnya yang digambarkan lebih kecil-kecil. Rumah itu berpagar.

Narasi: Suatu hari di Bandung tahun 2009.

2. Gambar: Tampak depan rumah tadi dengan pekarangan yang asri dan bersih. Di luar pagar rumah terdapat sebuah plang bertuliskan “Drg. Indah Mawarni”.

3. Gambar: Di ruang tunggu praktek Drg. Indah tampak dua pasien bocah lelaki yang mengantre ditemani ibu-ibunya. Pipi kedua bocah itu mengembung sebelah karena giginya sakit. Anak 1 terlihat ketakutan karena mau diperiksa. Ibu 1 mengusap-usap kepala anaknya. Mereka duduk di sofa panjang yang di depannya terdapat meja. Di atas meja tersebut ada beberapa majalah.

Dialog:

Ibu 1: Jangan takut…. Enggak akan sakit kok.

Narasi: Di ruang tunggu praktek dokter gigi Indah Mawarni.

5. Usahakan dialog enggak panjang-panjang, apalagi kalau sampai dibuat semua tokohnya ngomong semua. Bisa-bisa satu panel malah isinya teks semua XD Kamu bisa menyiasatinya dengan membagi-bagi dialog dalam beberapa panel.

Selanjutnya, skenario yang sudah jadi akan digambar oleh ilustrator dalam bentuk sketsa dulu seperti ini:

Sketsa satu halaman dalam komik Love Puzzle (ilustrator Sukma Ramadhan).

Sketsa satu halaman dalam komik Love Puzzle (ilustrator Sukma Ramadhan).

Kamu bisa memberi revisi pada ilustrator di tahap itu jika ada gambar yang enggak sesuai.

Itu dia cara membuat skenario komik. Enggak susah, kan?  ^_^ Kamu bisa langsung mempraktikkannya. Selamat membuat komikmu ya XD

 

Salah satu komik dalam buku TwiRies: The Freaky Twins Diaries (ilustrator Zamal Martian).

Salah satu komik dalam buku TwiRies: The Freaky Twins Diaries (ilustrator Zamal Martian).

*Dilarang mengopas materi dan mengambil gambar-gambar dalam postingan ini tanpa seizin saya, apalagi tanpa menyebutkan sumbernya*

Komunitas Kembar Dan Audisi Menulis

Komunitas Kembar TwiVers

Komunitas Kembar TwiVers

 

Dari dulu saya dan Evi seringkali berkhayal berkumpul dengan anak-anak kembar lainnya. Tujuannya kami ingin berbagi pengalaman dan perasaan sebagai anak kembar. Apakah mereka mengalami hal yang sama seperti yang kami alami? Apakah mereka merasakan hal yang sama seperti yang kami rasakan? Sebagai manusia yang sedikit dianggap “beda” kami pun mengalami beberapa perlakuan yang istimewa. Seperti seringkali ditanya, “Apa sih bedanya kalian?” XD

Sebagai anak kembar kami mengalami banyak suka duka. Salah satu dukanya adalah sedih sampai trauma karena dibanding-bandingkan. Kelihatannya seperti sepele ya persoalannya, tapi faktanya efeknya enggak sesepele apa yang tampak dari luar 😀 Proses menuju penerimaan dan penyembuhan itu cukup lama. Berangkat dari itulah kami ingin anak-anak kembar lain yang mungkin mengalami problem-problem yang sama bisa berbagi, saling menyembuhkan, saling menguatkan, dan bahkan bersatu untuk melakukan banyak kegiatan positif.

Sayangnya, kami yang kuper ini kesulitan menemukan komunitas kembar. Padahal katanya cukup banyak *jewer Eva-Evi* Kemudian terbetiklah pemikiran untuk membuat komunitas sendiri yang kami namai Twins Universe alias Semesta Kembar yang memang sih arti bahasa Inggrisnya free style alias suka-suka XD

TwiVers berdiri pada tanggal 3 Desember 2014 berumah maya di http://www.twivers.com dan fanpage Twins Universe di Facebook. Bisa main juga ke twitter kami di @TwiVers

Pada perkembangannya, TwiVers enggak cuman mewadahi anak-anak kembar, tapi juga anggota non kembar yang tertarik pada dunia anak-anak kembar. Ayo kamu yang suka kepo-kepo sama anak kembar, boleh banget loh gabung di sini ^_^

Programnya sendiri ada banyak. Terbagi jadi kegiatan untuk anggota khusus kembar dan kegiatan umum. Ini dia program-programnya:

 

Kegiatan khusus untuk anggota anak kembar

a. Twin Hunt, program pencarian anak kembar berprestasi.

b. Program menulis khusus untuk anak kembar yang dibukukan dalam antologi bersama dan diterbitkan.

 

Kegiatan untuk semua anggota (anak kembar dan non kembar)

a. Sharing segala hal tentang anak kembar. Membagi pengetahuan seputaran hal-hal tentang anak kembar.

b. Latihan menulis fiksi dan non fiksi untuk anggota.

c. Menjalankan gerakan Membaca Nusantara, yaitu program menularkan virus membaca buku

d. Gathering setiap enam bulan sekali

e. Menjalankan gerakan Menonton Nusantara, yaitu program menularkan virus menonton film

f. Pengayaan buku-buku untuk perpustakaan umum yang membutuhkan. Program ini bekerjasama dengan penerbit-penerbit.

 

Tertarik ikutan program-programnya? Langsung aja main ke http://www.twivers.com ya. Setiap minggu selalu ada program yang berbeda 😀 Ditunggu loh partisipasinya.

 

Saat ini, TwiVers sedang membuka audisi menulis antologi anak kembar yang bekerja sama dengan Penerbit Diva Press. Ada dua kategori, yaitu tulisan dan komik. Keduanya harus dibuat secara kolaborasi. Kenapa? Pertama, dengan berkarya bersama kalian bakalan makin kompak. Kedua, kami enggak mau salah satu di antara anak kembar yang ikutan audisi bersedih karena karyanya enggak terpilih. Kami tahu banget rasa nyeseknya itu 😥 Makanya kalau karyanya barengan, saat lolos audisi kalian bisa ketawa dan berbagi kebahagiaan bareng, dan kalau enggak lolos pun kalian bisa berbagi sedih bersama ^^V

 

Buat kamu kembar yang suka nulis dan gambar, ayo ikutaaaaan. Ini dia persyaratannya:

 

Audisi menulis

Audisi menulis

 

Persyaratan tulisan:

  1. Usia peserta tidak dibatasi
  2. Penulis harus anak kembar. Boleh kembar berapa saja.
  3. Tulisan merupakan personal literature, yang artinya merupakan kisah nyata. Kisahnya boleh lucu, seru, mengharukan, sampai menegangkan.
  4. Panjang naskah 2500 kata, kelebihan dan kekurangan naskah tidak lebih dari 10%. Dengan aturan: kertas A4, ketik 1,5 spasi, huruf Times New Roman 12. Kirim bentuk attachment.
  5. Satu naskah ditulis oleh anak kembar. Misalnya, apabila kembar dua, maka yang menulis naskah tersebut dua orang orang. Bila kembar tiga, ditulis oleh tiga orang. Begitu seterusnya.
  6. Pembagian proporsi isi naskah dibagi sesuai jumlah anak kembar. Misalnya, apabila kembar dua, maka masing-masing menulis 1.250 kata. Namun, apabila ditulis memakai sudut pandang “Kami” atau mewakili anak kembarnya, maka boleh seluruh naskahnya ditulis bersama-sama.
  7. Belum pernah dimuat di media atau sedang diikutsertakan dalam lomba.
  8. Boleh mengirimkan lebih dari satu tulisan.
  9. Sertakan biodata naratif sepanjang satu-dua paragraf di akhir naskah, yang termasuk di dalamnya semua akun sosmed yang dimiliki.
  10. Sertakan foto bersama kembaran dalam bentuk attachment.
  11. Jangan lupa cantumkan judul tulisan dan nama penulis di awal tulisan (halaman pertama)
  12. Kirim naskah dan biodata berupa lampiran dengan Subjek : TwinsNaskah_Judul naskah_nama penulis ke alamat email: twinsuniverse@gmail.com

 

Audisi komik

Audisi komik

 

Persyaratan komik:

  1. Usia peserta tidak dibatasi
  2. Penulis harus anak kembar. Boleh kembar berapa saja.
  3. Komik merupakan personal literature, yang artinya merupakan kisah nyata. Kisahnya boleh lucu, seru, mengharukan, sampai menegangkan.
  4. Panjang komik 6 lembar A4 atau sekitar 42-48 panel, kelebihan dan kekurangan tidak lebih dari 10%. Komik hitam putih sudah dilengkapi dengan teks. Kirim bentuk attachment.
  5. Cerita dalam komik tersebut bisa satu cerita yang tidak terputus dari awal sampai akhir, berarti dari halaman pertama sampai halaman keenam. Atau dibagi menjadi beberapa cerita. Misalnya: Cerita pertama satu halaman, cerita lainnya dua halaman, lalu cerita ketiga menghabiskan tiga halaman.
  6. Satu komik dibuat oleh anak kembar. Misalnya, apabila kembar dua, maka yang membuat komik tersebut dua orang orang. Bila kembar tiga, dibuat oleh tiga orang. Begitu seterusnya.
  7. Boleh berkolaborasi, salah satu menggambar, yang lainnya membuat naskahnya.
  8. Belum pernah dimuat di media atau sedang diikutsertakan dalam lomba.
  9. Sertakan biodata naratif sepanjang satu-dua paragraf, yang termasuk di dalamnya semua akun sosmed yang dimiliki.
  10. Sertakan foto bersama kembaran dalam bentuk attachment.
  11. Jangan lupa cantumkan judul tulisan dan nama penulis di awal tulisan (halaman pertama)
  12. Kirim naskah dan biodata berupa lampiran dengan Subjek : TwinsKomik_Judul naskah_nama penulis ke alamat email: twinsuniverse@gmail.com

 

Persyaratan umum:

  1. Peserta audisi merupakan anggota komunitas Twins Universe. Kalau belum, silakan klik di bagian “Join” web twivers.com
  2. Follow twitter @TwiVers dan fanpage komunitas di FB Twins Universe
  3. Audisi Twins antologi ini dibuka dari tanggal 15 Maret sampai 15 Mei 2015 pukul 23.59 WIB
  4. Akan dipilih 10 naskah dan 8 komik yang menarik. Apabila naskah dan komik yang masuk tidak sesuai kriteria, maka bisa jadi yang terpilih tidak sebanyak kuota yang disediakan.
  5. Naskah yang terpilih akan diterbitkan oleh Diva Press.
  6. Setiap naskah dan komik yang terpilih akan mendapatkan: masing-masing uang sebesar Rp. 100.000, satu buku bukti terbit, dan paket buku berisi empat buah buku.
  7. Kontributor yang terpilih tidak akan menerima royalti lagi kecuali buku antologi ini dicetak ulang.
  8. Segala hal yang ingin ditanyakan mengenai audisi ini bisa disampaikan lewat kolom komentar di postingan pembukaan audisi di web TwiVers atau email twinsuniverse@gmail.com

 

Sebagai referensi naskah dan komik yang TwiVers cari, Twinners bisa membaca buku “TwiRies: The Freaky Twins Diaries” terbitan Diva Press.

 

Teman-teman mohon bantuan untuk menyebarkan info ini, ya ^_^ Mungkin saja di dekatmu ada anak-anak kembar berbakat.