4 Cara Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan

Mungkin ketika kita melihat sampah bertebaran di mana-mana, kita menganggap itu hal biasa. Namun bagaimana kalau sampah yang makin menggunung itu suatu hari menutupi sebagian besar muka bumi? Akankah kita rela hidup di tengah-tengah sampah?

walle2

Sampah-sampah yang menggunung membentuk gedung-gedung pencakar langit dalam film animasi Wall-E.

Menyampah sepertinya kini sudah bisa dikategorikan sebagai gaya hidup. Kita terbiasa membuang sampah sembarangan sehingga terbiasa juga membiarkan orang lain melakukan hal yang sama. Masalah klasik sampah ini hanya dapat ditanggulangi oleh kepedulian lingkungan.

Kepedulian terhadap lingkungan tentunya harus diperlihatkan oleh aksi nyata. Sama halnya seperti kepedulian kita pada orang-orang terkasih. Seperti keluarga, semesta ini telah lebih dulu memberikan cintanya dengan memberi. Memberi hasil bumi, memberi udara yang kita hirup, dan begitu banyak bukti kecintaannya pada kita. Sudah saatnya kita membalas hal itu dengan tindakan, meski terlihat lebih sepele seperti mengurangi penggunaan kantong plastik. Kalau kita sudah melakukan hal itu, waktunya kita menularkan virus kepedulian lingkungan pada sekitar.

4  Cara Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan:

 Cara Pertama, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Peraturan.

Cara pertama ini digunakan oleh pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan. Seperti salah satunya kampanye peduli lingkungan lewat kebijakan kantong plastik berbayar yang tertuang dalam surat edaran bernomor s.1230/ tertanggal 17 Februari 2016 yang diterbitkan Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

IMG_20160303_104515

Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. membahas kebijakan pemerintah mengenai pemakaian kantong plastik.

Lewat cara ini diharapkan kita menjadi “aware” pada penggunaan kantong plastik. Yang asalnya tidak “ngeuh” sama sekali dengan keberadaan si kantong plastik ketika berbelanja—karena serasa sudah satu paket dengan belanjaan—kini mulai memperhatikan. Itu dibantu juga oleh Mbak-Mas penjaga toko yang setia bertanya, “Mau pakai kantong plastik, Mbak? Dikenai biaya dua ratus rupiah ya.” Banyaknya pembahasan mengenai peraturan baru ini di dunia nyata maupun maya, menurut saya sudah satu indikasi bagus “penularan virus kepedulian lingkungan” tersebut.

 

IMG_20160303_103616

Dirut PT. Sido Muncul Tbk. Pak Irwan Hidayat memaparkan tentang iklan terbaru mereka yang merupakan support kampanye peduli lingkungan.

Cara Kedua, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Iklan.

Cara kedua ini digunakan oleh pengusaha dan perusahaan. Hal ini dilakukan oleh PT. Sido Muncul Tbk. lewat iklan terbaru mereka.

Bisakah Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Lewat Iklan?

Saat ini iklan produk bukan hanya dipakai sebagai kampanye komersil, tapi juga dipakai untuk gerakan-gerakan positif seperti kepedulian lingkungan. Seperti dalam iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal terbaru bertajuk “Ayo Peduli Lingkungan”. Di iklan tersebut diperlihatkan Tantri Kotak mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik demi masa depan generasi penerus. Iklan ini memiliki tagline “Ayo Peduli Lingkungan. Hidup bijak peduli lingkungan. Orang bijak minum Tolak Linu Herbal”.

Kampanye kepedulian lingkungan yang diusung bukan tempelan, tapi memang benar-benar ditujukan mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan dengan tindakan nyata. Untuk itu, disampaikan Dirut PT. Sido Muncul Tbk. Pak Irwan Hidayat, bahwa Tolak Linu Herbal secara konsisten akan terus mengusung tema kepedulian lingkungan dalam iklan-iklannya. Sejak sebelum-sebelumnya PT. Sido Muncul Tbk. memang selalu memastikan produksi mereka ramah lingkungan, terbukti dengan mengantongi ISO 14000.

Menurut saya, cara ini brilian, karena iklan ditayangkan berulang-ulang, kemungkinan transfer pesannya tinggi. Sehingga penonton yang sering melihat iklannya, lama-lama bisa terinspirasi untuk menjaga lingkungan.

Penayangan perdana iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal bertajuk "Ayo, Peduli Lingkungan".

Penayangan perdana iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal bertajuk “Ayo, Peduli Lingkungan”.

 

Peluncuran Iklan Layanan Masyarakat Tolak Linu Herbal dan Talkshow.

Peluncuran iklan terbaru Tolak Linu Herbal itu diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. pada hari Kamis, tanggal 3 Maret lalu. Dalam peluncuran itu juga ada talk show bertema “Peduli Lingkungan untuk Indonesia Lebih Baik” yang menghadirkan beberapa pembicara, selain Ibu Siti, ada Menteri Perindustrian RI Saleh Husin, SE, M.Si, Meteri Pariwisata Indonesia Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Tantri Kotak Brand Ambassador Tolak Linu Herbal, dan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Drs. Isnawa Adji. Pak Isnawa memaparkan tentang banyaknya sampah di DKI Jakarta dan langkah penanggulangannya. Sedangkan Bu Siti Nurbaya menggaris bawahi bahwa jika lingkungan terjaga, maka masyarakat pun akan sehat.

Peresmian iklan terbaru Tolak Linu Herbal

Peresmian iklan terbaru Tolak Linu Herbal (Foto milik Febriyan Lukito)

Menurut Pak Irwan Hidayat, ide pembuatan iklan terbaru ini juga terinspirasi dari kebijakan baru pemerintah. Terbukti kan bahwa ternyata cara yang dilakukan pemerintah berhasil menularkan virus kepedulian lingkungan. Pak Irwan berharap, iklan Tolak Linu Herbal juga bisa menghasilkan efek yang sama, menginspirasi masyarakat untuk melakukan gerakan kepedulian lingkungan. Minimal masyarakat luas mendapat pengetahuan tentang lingkungan dari iklan ini. Bahkan Pak Irwan Hidayat sedang mempersiapkan sekuel iklannya, dimana konsepnya adalah memberi penonton bimbingan cara memisahkan sampah organik dan non-organik dan memaparkan bahwa sampah bisa menolong sesama.

Para pembicara talkshow bertema peduli lingkungan

Para pembicara talkshow bertema peduli lingkungan

Bukan hanya itu, setiap pembelian satu kotak Tolak Linu Herbal, pembeli akan mendapat kantong kain hasil daur ulang yang dapat dipakai terus menerus serta praktis dibawa ke mana-mana, sehingga pembeli dapat mengurangi pemakaian kantong plastik.

Di akhir talkshow, para pembicara me-launching kantong daur ulang dari PT. Sido Muncul Tbk.

Di akhir talkshow, para pembicara me-launching kantong daur ulang dari PT. Sido Muncul Tbk.

 

Cara Ketiga, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Profesi atau Passion.

Setiap profesi punya cara tersendiri yang unik, kreatif, dan inovatif untuk mengajak banyak orang menjaga lingkungan. Misalnya dokter menularkan kepedulian lingkungan lewat penyuluhan pasien, pembuat game dengan membuat game tentang cara memelihara lingkungan, penyanyi dengan lagu-lagunya, dan lain-lainnya.

Tantri Kotak, salah satu penyanyi yang peduli lingkungan.

Tantri Kotak, salah satu penyanyi yang peduli lingkungan.

Atau melalui passion. Teman saya yang menyukai kerajinan tangan, membuat pot tanaman dengan botol minuman plastik. Pot-pot botol plastik itu dia tempel di dinding luar rumah, sehingga banyak orang yang melihat. Tidak lama berselang, para tetangga mengikuti kreativitas teman saya itu.

Buat kita yang memiliki passion menulis atau menyukai dunia tulis menulis, misalnya blogger, penulis novel, atau penulis skenario film, bisa menularkan virus kepedulian lingkungan lewat tulisan. Bisa dalam bentuk cerpen, novel, artikel di blog, atau skenario film. Biasanya kalau dalam bentuk tulisan fiksi, orang akan lebih mudah menyerapnya karena disampaikan lewat cerita. Kisah fiksi juga bisa membangkitkan simpati sampai empati pembacanya karena pembaca seakan mengalami sendiri apa yang terjadi dalam cerita. Misalnya ketika tulisannya bercerita tentang bumi yang tertutup sampah, pembaca diajak membayangkan bagaimana bila hal itu terjadi, disisipkanlah ajakan untuk menjaga lingkungan untuk menghindari hal itu. Efektif juga untuk menanamkan kepedulian lingkungan pada anak-anak. Sedangkan artikel diserta tips praktis juga sangat bermanfaat untuk pembaca sehingga bisa mempraktikkan langsung. Apa pun pilihannya, baik fiksi maupun nonfiksi, yang penting keduanya mentransferkan pengetahuan, pemahaman, serta menanamkan kecintaan juga kepedulian pada lingkungan.

Tina Talisa (tengah), salah satu presenter yang peduli lingkungan.

Tina Talisa (tengah), salah satu presenter yang peduli lingkungan.

 

 Keempat, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Keteladan.

Cara keempat ini bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Caranya adalah dengan memberikan keteladanan. Bisa kita mulai dari rumah sendiri sebagai sekup kecil. Memberi contoh berarti kitalah yang pertama kali bergerak dan berbuat menjaga lingkungan tersebut. Karena tindakan itu jauh lebih efektif ketimbang perkataan. Lambat laun orang-orang di sekitar kita akan tertular dan melakukan hal yang sama.

Lalu, tindakan nyata seperti apa yang bisa kita contohkan?

  1. Reduce, yaitu mengurangi produksi sampah. Misalnya dengan membawa kantong sendiri ketika berbelanja, sehingga tidak membeli kantong plastik dari toko.
  2. Reuse, yaitu memanfaatkan kembali barang-barang untuk tujuan yang sama. Seperti memakai galon air minum berkali-kali.
  3. Recycle, yaitu mendaur ulang sampah. Misalnya membuat pot tanaman dari botol plastik.
  4. Replace, yaitu mengganti pemakaian bahan tidak ramah lingkungan dengan bahan ramah lingkungan. Misalnya tidak lagi menggunakan styrofoam yang tidak bisa diurai.

 

Kelima?

Loh, katanya empat cara, kok ada yang kelima? Selalu ada banyak cara menularkan virus kepedulian lingkungan. Karena setiap manusia tidak sama, punya keunikan sendiri, pasti punya cara masing-masing yang khas untuk menularkan virus kepedulian lingkungan. Nah, bagaimana caramu? Sharing, yuk.

Para blogger bersama Pak Irwan Hidayat dan Tina Talisa.

Para blogger bersama Pak Irwan Hidayat dan Tina Talisa (Foto milik Febriyan Lukito).

Saya selalu percaya, semangat, kebaikan, dan kepedulian itu menular. Semoga apa pun yang kita lakukan, inspirasinya sampai dan menyentuh hati orang lain untuk tergerak melakukan tindakan nyata. Namun memang, ketika berniat menularkan virus kepedulian lingkungan, langkah pertama yang kita lakukan adalah menjadi pionir, menjadi orang di garis depan sebagai pejuang kepedulian lingkungan. Seperti kata Pak Irwan Hidayat, yang penting kita berusaha berbuat walau sesedikit apa pun, yang penting kita bisa memberikan inspirasi sekecil apa pun.

Advertisements

16 thoughts on “4 Cara Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan

  1. memang menurut saya kepedulian lingkungan harus dikenalkan sejak anak usia dini, jangan sampai lingkungan di bumi ini berubah akibat kurang sadarnya seseorang, mulai dari sekarang, dari diri sendiri ! 🙂
    salam kenal

  2. Aku biasanya nge-recycle barang-barang yang nggak terpakai untuk dijadikan karya seni. Sobekan kertas, potongan plat logo, serpihan- serpihan sampah di jalan. Apa pun yang aku temui di jalan menurutku menarik berpotensi menjelma menjadi sesuatu yang bermakna, i Will take Go home.

  3. : 4 cara yang bagus! Setuju juga dengan konsep 4R-nya.. Mudahmudahan tulisan ini makin membuka pengetahuan pembaca ya untuk lebih perduli lingkungan.. Good job Va!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s