Ramadan: Moment Premium Mendekatkan Ibu Dan Anak

Ketika saya memutar ingatan ke masa kecil, banyak moment paling berkesan ternyata terjadi di bulan ramadan. Mulai dari cerita sahur kesiangan, dipaksa buka puasa setengah hari, nakal buka puasa padahal masih kuat, sampai ngabuburit seru. Biasanya setelah sahur, kami sekeluarga akan bermain monopoli atau ular tangga. Nah, kalau acara ngabuburit, lebih beragam kegiatannya. Kadang kami menunggu buka puasa dengan belajar mengaji, bermain kartu, membantu Mama membuat makanan minuman untuk buka, sampai main ke toko buku. Tiap kali mengingat momen-momen itu selalu bikin senyum-senyum sendiri. Ramadan ini memang bulan istimewa. Moment berharga untuk membangun kedekatan keluarga, terutama ibu dan anak.

Main ular tangga bikinan Prajurit Rumput

Saat Rasi umur 5 tahun, saya sudah mengajaknya belajar puasa meskipun hanya setengah hari. Dari buku bacaan saya menerangkan secara sederhana apa itu bulan ramadan. Tahun berikutnya, ketika Rasi berusia 6 tahun, dia saya ajak mulai berpuasa seharian penuh. Alhamdulillah dapat 2 hari. Saya waktu itu memang enggak memaksanya untuk menamatkan puasa sebulanan, sekuat Rasi saja. Tahun ini beda lagi.

Pada hari pertama puasa, saya menargetkan Rasi puasa penuh. Tapi hari-hari selanjutnya sih kalau Rasi memang enggak kuat saya enggak akan memaksa, yang penting dia merasakan perjuangan puasa sejak hari pertama. Sahur pertama Rasi semangatnya luar biasa, dibangunkan sekali saja langsung melek. Makan sahurnya pun banyak. Namun, belum juga siang hari, anak itu sudah merengek lapar. Sedari awal memintanya untuk belajar puasa penuh saya memang sudah memperkirakan harus mendampinginya seharian. Saya lalu bilang, “Coba pikirannya jangan ingetin makanan terus supaya enggak lapar.” Saya ajak dia membaca, kemudian menonton. Berhasil membuat Rasi berhenti merengek sampai jam 2 siang. Setelah itu dia kembali minta makan. Saya minta Rasi supaya menulis diary ramadan agar dia selalu mengingat kejadian-kejadian apa saja yang dialami selama ramadan, nantinya dia bisa memetik hikmahnya lagi. Untuk menulis selembar saja Rasi butuh waktu satu jam setengah. Segitu juga udah Alhamdulillah. Sorenya rengekan terdengar lagi dari mulut Rasi. Untungnya Prajurit Rumput punya ide, dia membuat ular tangga sendiri lengkap dengan peraturan unik. Saya mengajak Rasi main ular tangga itu. Akhirnya sampai waktu berbuka dia lupa sama laparnya. Ketika mendengar azan, Rasi langsung berteriak girang. Berbuka pertama dengan yang manis. Pas banget memang memilih camilan favorit Lotte Choco Pie. Hari keduanya ajaib, Rasi enggak mengeluh lapar sekali pun. Tapi tetap saya ajak ngabuburit di taman biar dia senang.

Malam harinya sambil memeluk Rasi, saya mengajaknya mengingat hari pertama puasa. Kami belajar memaknai puasa bersama. Saya tanya, “Lapar itu enggak enak ya, Neng?” Dia jawab iya. Saya katakan supaya ketika kami mendapat rezeki banyak makanan jangan dibuang-buang, tiap kali makan harus dihabiskan. Rasi memang suka enggak abis makannya. Jadi saya ngeliat celah buat dia mau belajar enggak lagi menyia-nyiakan makanan. Saya lihat dia mulai mengerti tujuan puasa. Tentang berbagi pada sesama, dan lainnya.

Ramadan Togethermore Lotte Choco Pie

 

Pada bulan ramadan penuh berkah ini banyak yang memanfaatkannya untuk mengajarkan anak-anak kebaikan. Karakter memang nomor satu yang harus diperhatikan pada diri anak sebagai fondasi pendidikan. Tentunya cara mendidik anak meski disiplin haruslah dengan penuh kasih sayang. Dan tentunya mengajarkan anak kebaikan akan lebih dipahami bila disampaikan dengan cara yang seru. Seperti yang dilakukan Lotte Choco Pie ini.

Selama tiga minggu berturut-turut, Lotte Choco Pie mengadakan acara ngabuburit dan buka bersama #RamadantogetherLotteChocoPie di beberapa masjid. Tujuan diadakannya acara ini menurut Mbak Oci C. Maharani, Brand Manager Lotte Indonesia, adalah dapat membantu para ibu untuk mewujudkan together more moment bersama anak dan mempererat hubungan dan meningkatkan kualitas kebersamaan keluarga.

Acara #RamadantogetherLotteChocoPie pertama kali diadakan di Masjid Raya Cinere tanggal 3-4 Juni 2017 lalu. Kemudian di Masjid Baitussalam Billy & Moon Kalimalang tanggal 10-11 Juni 2017. Terakhir, di Masjid Al-Ikhlas BSD tanggal 17-18 Juni 2017. Di antara ketiga tempat itu saya menghadiri yang di Kalimalang. Sayangnya saya enggak bisa mengajak Rasi karena dia lagi sakit.

Saya datang ke Masjid Baitussalam sekitar jam 2 siang. Ngadem dulu di dalam masjid sambil bertukar kabar dan chit-chat dengan peserta lain. Pastinya atuh enggak ketinggalam selfie-selfie XD Pertama kali ketemu sama Mak Gaoel di sana. Pas denger saya ngomong, katanya ‘sundanis’ pisan XD

Acara dimulai sehabis selesai salat asar, sekitar jam setengah 4 sore. Dibuka dengan sesi Kids Pastry Classes. Ini cooking class buat anak-anak yang dipandu sama Chef Nanda Young. Anak-anak diajarin bikin dessert berbahan dasar Lotte Choco Pie dengan menghiasinya memakai fondant warna-warni yang bisa dikreasikan jadi banyak bentuk. Ngeliat anak-anak kok ya semangat banget belajarnya. Pada cepet gitu nyerap ilmunya. Mereka tampak uplek happy gitu berkreasi. Mana hasilnya lucu-lucu banget. Jadi berasa enggak tega makannya juga :’) Keluarlah tiga pemenang, yaitu Safina, MazKa, dan Lintang. Congratz kids!

Sesi berikutnya Lotte Choco Pie Creative Competition. Nah iniiii seru juga. Soalnya ibu dan anak berpasangan buat menghias Lotte Choco Pie, berkompetisi dengan yang lain. Lomba kayak gini bisa jadi premium bonding moment karena mempererat chemistry ibu dan anak, gimana mereka bekerja sama, menikmati kebersamaan, mengeluarkan ide, dan menekan ego masing-masing.

Waktu menuju buka semakin dekat. Kami kemudian masuk ke masjid untuk mengikuti tausiyah interaktif duet Kak Muiz dan Ustaz Wildan. Di dalam masjid sudah ada anak-anak yatim piatu yang duduk berjajar dengan rapi. Semuanya keliatan seneng banget menyimak tausiyahnya. Soalnya Kak Muiz ini kocak deh. Selain pinter mengubah-ubah suara, bonekanya juga lucu. Ditambah dengan ceramah mengenai keutamaan sahur oleh Ustaz Wildan, membuat anak-anak  terhibur sekaligus mendapat maknanya.

Setelah itu, Lotte Choco Pie membagi-bagikan bingkisan untuk semua anak yatim piatu yang hadir. Sehingga anak-anak lain juga belajar pentingnya berbagi pada sesama. Semoga senyum indah anak-anak yatim piatu itu akan terus terkembang. Sehabis itu, azan magrib berkumandang. Saatnya buat berbuka. Setelah makan takjil, salat magrib berjamaah, baru deh makan makanan berat bareng-bareng teman-teman dari Kumpulan Emak-Emak Blogger.

Oh iya, di sana ada lomba fotonya juga. Iseng-iseng saya ikutan, sekalian karena jiwa narsis berfoto ria terpanggil karena photo booth-nya Lotte Choco Pie 3D ini kece banget. Ternyata saya menang, yeaay! Alhamdulilah dapet hadiah uang seratus ribu rupiah dari Lotte Choco Pie. Berkah ramadan banget.

Ada lomba foto yang bisa Mama dan si kecil ikuti. Hadiahnya? Trip sekeluarga ke Bali. Online Photo Contest Lotte Choco Pie ini gampang ikutannya. Beli 2 kemasan Lotte Choco Pie isi 6 buah, simpan struknya ya buat bukti kalau menang nanti. Lalu upload foto kebersamaan dengan si kecil beserta Lotte Choco Pie-nya di instagram atau facebook. Sertakan tagar #Ramadantogether dan #TogethermoreLotteChocoPie cepetan yaaa karena periode perlombaannya hanya sampai 24 Juni 2017. Detailnya bisa diliat di poster atau media sosial @lottechocopie.id

Silaturahmi udah, seneng liat kreasi anak-anak udah, foto bareng Chef Nanda udah, kenyang buka udah. Waktunya pulang ke Bandung dengan hati riang sambil bawa oleh-oleh goodie bag berbentu Choco Pie yang pastinya bikin Rasi bahagia.

Para pemenang Lotte Choco Pie Creative Competition