Bikin Seru Mudik Dengan 5 Hal Ala #4GinAja Andromax E2+

Andromax E2+Apa kata yang terbesit di pikiranmu saat mendengar kata MUDIK? Silaturahmi, pulang kampung, ketemu keluarga besar, perjalanan jauh, macet-macetan, bosan, capek, pegel-pegel, ditanya ‘Kapan nikah?’ *bekep yang nanya*

Dipikir-pikir, mudik memang kayak dua sisi mata uang. Ada dua sisi berbeda. Hal yang nyenengin, dan hal yang nyebelin. Bagian bagusnya, mudik seperti menyimpan energi luar biasa, dimana kekuatan itu datang dari kehangatan kumpul keluarga setelah selama berbulan-bulan tenggelam dalam kesibukan pekerjaan. Pulang kampung serasa kembali jadi bocah dengan hari-hari indahnya. Tapi baru aja masuk ke jalan, pemandangan mobil-mobil yang mengular udah menguras tenaga duluan, hadeuuh. Udahlah ya jangan ditanya efek pegel, capek, dan belum lagi kalau anak rewel karena perjalanan jauh. Rasa-rasanya tuh pengin ngerengek-rengek kayak Nobita, “Doraemoooon, keluarkan pintu ke mana sajaaaa.” Tapi tetep gak rela kan kalau hanya karena berbagai persoalan kecil itu bikin acara mudikmu batal? Langsung kebayang wajah sedih keluarga di seberang sana, hiks.

Tapi-tapi-tapi, ada gak sih cara supaya mudik jadi seru? Ada, ada banget! Caranya bikin mudik seru tuh ya… #4GinAja sama Andromax E2+

PicsArt_06-29-08.35.01

Kayak gimana sih mudik seru ala #4GinAja itu?

  1. Video call-an dengan teknologi canggih VoLTE

Saat macet, stuck, mobil enggak bisa jalan sama sekali, jangan mati gaya duluuu. Kamu bisa video call-an dengan memanfaatkan teknologi VoLTE dari Smartfren di Andromax E2+ Suaranya jernih, Guys, soalnya berkualitas HD. Serunya, Andromax E2+ ini dirancang buat multitasking, jadi… sambil video call-an, download-an kamu tetep jalan. dan kalau lagi di-tethering internet kamu enggak keputus. Enggak akan ada yang sebel karena hapenya dipake video call-an, selama tethering jalan XD

Yang pasangannya LDR-an dan belum jadi sekampung halaman (eh), komunikasi enggak akan terputus dong. Seger banget gitu kan bisa ngeliat tampang pasangan di tengah kemacetan, serasa nemu oase di gurun sahara.

Buat yang belum jelas apa itu teknologi VoLTE bisa dibaca di sini.

2. Berbagi info via sosial media

Nah ini… bisa jadi ajang beramal juga, Pake Andromax E2+ kegiatan bermedia sosial jadi double sosial-nya dengan berbagi info-info terbaru seputar suasana mudik. Kamu bisa share foto titik-titik kemacetan dengan hasil foto oke. Soalnya kamera depan dan belakangnya sama-sama 5 MPix w/LED Flash. Foto-foto selfie-welfie mudik kamu bakalan kinclong! Terus, kamu juga bisa share video keadaan mudik yang juga dengan kamera Andromax E2+ hasilnya kece. Apalagi kalau kamu nemu jalan-jalan alternatif yang lumayan lancar. Share deh. Mungkin, banyak pemudik yang bisa tertolong oleh aksimu ini.

3. Games online dan offline

Kalau kamu atau mungkin anak mulai rewel karena bosan di jalan. Hilangkan kebosanannya dengan bermain games. Apalagi salah satu unggulan Andromax E2+ ini memang di gamming-nya. Buat anak-anak, bisa pilih games edukasi yang pilihannya udah variatif banget. Buatmu dan anggota keluarga lain, bisa battle main games online. Kan Andromax E2+ bisa tethering sampai 5 pengguna. Semobil bisa pake tuh wifi-nya πŸ˜€

4. Videoin acara mudik

Mudik adalah salah satu kenangan indah bersama keluarga. Seru deh kalau kamu bikin video dokumentasi perjalan mudik. Biar enggak sumpek, coba deh bikin film pendek tentang acara mudikmu. Salah satu cara “mengekalkan kenangan”. Mulai dari persiapan keberangkatan, perjalanan, macet-macetnya, canda tawa bareng keluarga selama perjalanan, sampai jahilin yang tidur di mobil, eh. Dokumentasiinnya tentu aja pakai Andromax E2+ Buat kamu anak kos yang mudik sendirian, tetep bisa bikin film pendek mudik loh. Kece tuh bikin film “Perjuangan mudik anak kos”. Sesampainya di kampung, liatin hasilnya ke orangtua, dijamin mereka bakalan terharu ^_^ Percaya deh, video kamu suatu hari bakalan sangat berharga dan bersejarah.

5. Youtube-an dan Streaming

Dengan teknologi 4G VoLTE-nya, Andromax E2+ bikin acara nonton youtube tanpa kendala buffering. Sambil mudik, kamu tetep bisa belajar bermacam-macam hal dari Vlog dan channel youtube langganan. Atau bisa banget kamu nonton streaming. Enggak ada lagi tuh alesan karena mudik ketinggalan serial Korea kesayangan. Yeee… itu mah saya XD

PicsArt_06-29-08.29.33

Itu dia 5 hal 4Gin aja yang bisa bikin mudikmu seru. Semuanya bisa dilakuin memakai Andromax E2+ Kalau hati senang, rintangan mudik enggak jadi penghalang ^_^ Apalagi buat dapetin Andromax E2+ ini kamu enggak mesti mengeluarkan uang banyak, karena harganya terjangkau: Rp.1.199.000.

Masih belum yakin sama kecanggihan dan manfaat Andromax E2+ ini? Saya kasih tahu jelasnya kelebihan dan spesifikasi Andromax E2+

  1. New Technology Voice Over LTE
  2. Large Memory 2GB RAM + 16 GB ROM
  3. Dual Camera (Main Camera 5.0 MPix (AF) BSI w/LED Flash and Front Wide Angle Camera 5.0 MPix (FF) w/LED Flash)
  4. 1.3 GHz Quad Core Cortex A7 (Snapdragon 212 Quad Core 1.3 GHz Processor Cortex A7)
  5. Dolby Digital Sound
  6. 4G Phone Dual On
  7. Smart Screen Feature
  8. Wi-Fi Hotspot (tethering) up to 5 users
  9. Battery Capacity 1.900 mAh
  10. Ergonomic Design Comfortably Fit Your Hand Grip
Advertisements

Review Novel “Wrecking Eleven” Karya Haris Firmansyah

Novel Wrecking Eleven

Novel Wrecking Eleven

Sebagai pecandu sepak bola kambuhan di ‘hanya’ musim Piala Dunia, saya cukup penasaran dengan novel “Wrecking Eleven” karya Haris Firmansyah ini, selain karena sejak personal literature “Date Note” keluar dan booming, saya memang udah kepoin tulisan Haris di blognya. Bisa dibilang saya suka humor-humor Haris.

Haris-Firmansyah

Siapakah Haris Firmansyah?

Cowok penyuka mie instan dan bergolongan darah A–sama seperti saya–ini merasa wajahnya ganteng di mata tukang parkir. Hobinya makan, tidur, dan bernapas. Kurang percaya diri memfoto diri sendiri, karena itu lebih suka memfoto buku-bukunya yang bertebaran di toko buku, seperti Date Note, 3 Koplak Mengejar Cinta, Cireng Forever, Good Hobby vs Bad Habit, All About Teens Idols, Nyengir Ketupat, dan Wrecking Eleven.

Silakan kalau masih pengin tahu segokil apa orangnya, bisa follow twitter-nya @harishirawling dan baca tulisannya di blog www (dot) harisfirmansyah (dot) com

Data Buku

Judul : Wrecking Eleven

Penulis : Haris Firmansyah

Penerbit : Ping!!! (Diva Press Group)

Tebal : 180 Halaman

Editor : Dyas

ISBN : 9786022791799

Blurb :

Sepak bola menjadi titik balik kemampuanku setelah entah sudah berapa ratus kali kalah dalam pertarungan Tazos, Bayblade, maupun Tamiya. Setelah menemukan passion itu, aku harus berjuang untuk bersama Bang Jep demi mencairkan tim sepak bola Garuda Baja yang sudah setahun dibekukan. Jatuh bangun kami menghidupkan tim kembali….

Duh, kok jadi kayak lagu.

Persatuan dan kesatuan kami diuji ketika kekalahan dan hal lain menghampiri. Rupanya, strategi dan kemampuan saja tidak cukup. Kerja sama sangat dibutuhkan. Apalagi setelah sebagian besar anggota ada yang dapat kontrak iklan sosis dan kacang atom, kumat main PS, milih nemenin ceweknya, piala Wali Kota makin berat didapat. Kami adalah sekumpulan pejuang di lapangan.

“Di lapangan, kita satu tim. Di luar lapangan, kita sahabat!”

Eva membaca wrecking eleven

Review Buku

Kisah-kisah perjuangan ekskul SMA selalu membuat saya tertarik, pasalnya bagi saya masa SMA itu super indah, jadinya saya suka banget bernostalgia dengan membaca buku-buku remaja. Ditambah lagi menceritakan jatuh bangunnya memenangkan perlombaan. Penasaran bagaimana penulis mengisahkan perjuangan dari nol, semacam from zero to hero. Apakah akan terlalu cepat menang atau sabar menjalin cerita dengan membuat grupnya baru bisa menuai kemenangan setelah lama berusaha.

Baik, kita mulai dengan cover novelnya. Cover-nya buat saya cukup menarik. Pemilihan warnanya seger di mata. Makin ke sini cover Diva Press Group memang makin kece. Blurbnya berkesinambungan dengan cover dan juga menarik. Kemudian di cover ada semacam tagline bertuliskan “Novel romance komedi gokil campur sepak bola”. Karena membaca tagline itu ekspektasi saya bergeser, dari awalnya setelah membaca blurb berpikir novel bakalan didominasi sama cerita bola, menjadi berpikir isi novel berisi kebanyakan kisah cintanya. Ternyata ekspektasi pertama saya yang benar. Bisa dibilang kisah cintanya terasa tempelan, dan saya agak kecewa karena ‘perempuan’ tampak sebagai pemanis. Standar cerita-cerita yang tokohnya didominasi cowok.

Selanjutnya, seorang bocah berambut berantakan dan berkacamata berdiri dengan punggung bengkok. Sekilas, gayanya mirip kakek-kakek narsis. Tapi, kalau diperhatiin lagi, dia niruin habis-habisan tokoh anime L alias Ryuzaki “Death Note”. –Halaman 68

Tokoh dalam Wrecking Eleven semuanya kuat sehingga mudah diingat, dan karakternya unik-unik. Tokoh utamanya, Seto, digambarkan seperti pecundang pada awalnya, yang kemudian perkembangan karakternya ditulis dengan baik. Seto tidak sekonyong-konyong berubah dari si kasat mata, menjadi pusat perhatian. Penyampaiannya halus sehingga pembaca diajak merasakan perjuangan Seto untuk berkembang. Tokoh antagonis masa kecil Seto, Rahmet, juga kuat. Haris membuat Rahmet menyebalkan tapi enggak bikin pembaca benci. Begitu juga dengan lawan-lawan Seto yang lain. Saya suka ketika tokoh antagonis dibuat seperti itu, jadinya enggak hitam putih, dan menulis begitu memiliki tingkat kesulitan tinggi. Kemudian tokoh satu tim Seto di Garuda Baja (Bang Jep, Sion, Tian, Irman, Cakra, dan si kembar Awan-Adi) digambarkan semua memiliki keunikan sendiri, yang meski kadang maksa tapi termaafkan karena karakter-karakter itu memiliki poin penting dalam cerita. Jadi enggak asal unik biar lucu, tapi memiliki tujuan sendiri. Buat saya tokoh-tokohnya lovable.

Setting novel ini cukup tergambar jelas. Saya bisa membayangkan tempat seperti sekolah dan lapangan bolanya, juga nuansa atau keadaan tiap kejadiannya. Namun ada yang ganjil di setting waktunya. Haris memilihan permainan yang oldies, semacam tazos. Novel ini lahir di tahun 2015 dengan tokoh utama masih SMA, jadi kurang tepat dan kekinian ketika memilih permainan itu. Pembaca remaja kita mungkin tak mengenal tazos di masa kecil mereka. Jadi kurang related ^^ Kecuali kalau memang Seto SMA di tahun 2000-2006an. Tentu itu enggak mungkin, melihat Haris memasukan unsur kekinian kentara yang booming di masa sekarang, yaitu meme dan media sosial. Atau masa kejayaan tazos pernah kembali ya? Mungkin saya yang kurang update.

Aku dan Bang Jep ngobrol di kantin sekolah. Kami makan mi ayam berhadap-hadapan. Di meja sebelah kanan, ada dua sejoli yang makan bakso berhadap-hadapan. Sesekali dua sejoli itu suap-suapan. Di meja sebelah kiri, ada sepasang kekasih yang makan batagor berhadap-hadapan. Sesekali ceweknya ngelap mulut cowoknya yang belepotan sambel kacang. –Halaman 49-50

Kemudian masuk ke cerita. Diawali dengan kumpulan anak yang sedang bermain, pembukaan novel ini cukup mengambil perhatian saya, apalagi sejak awal kelucuan sudah dibangun, meski terasa satir. Mungkin terasa remeh ketika konflik awal yang diketengahkan adalah masalah antara anak-anak, tapi justru terasa kuat karena di masa kanak-kanak itulah tokoh utama kita diperlihatkan menjadi pecundang. Untuk anak-anak, masalah mendapat pengakuan dari teman-teman lewat permainan adalah masalah berat. Pengenalan Seto pada passionnya punΒ  menjadi terasa halus. Salah satu bagian yang paling saya suka adalah saat Seno pertama kali bermain sepak bola di masa kecilnya. Unik aja gitu adegan itu pake gambaran theme song. Ini juga terasa dekat dengan kehidupan karena diam-diam banyak orang suka memberi soundtrack pada kejadian penting dalam hidupnya πŸ˜€ Bahasa dan diksi yang dipakai Haris ini sederhana tapi kreatif dan cukup kaya.

Mulyadi gagal karena beerapa halaman rapornya hangus terbakar nilai-nilai merah. –Halaman 26

Konflik demi konflik diberikan bertubi-tubi, tetapi enggak menyesakkan pembaca karena dibalut humor. Terus terang, ini novel komedi pertama yang membuat saya tertawa terbahak-bahak, biasanya saya hanya senyum-senyum saja. Kelucuan yang dibangun Haris dalam tiap babnya enggak terasa maksa, cukup natural dalam penyisipan berbagai masalah. Kocaknya ini bikin betah baca novelnya. Kalau kamu belum pernah tertawa membaca novel komedi, bisa dicoba loh Wrecking Eleven ini, siapa tahu kita sehati, eh. XD

“Kami jagonya main kode dan sandi,” ucap sang ketua dengan muka prasejarah. “Bagi Anda yang mau memahami kode-kode yang diberikan pasangan, kami akan mengajari Anda. Kami akan ajari Anda sampai mahir. Tidak mahir, uang kembali.” –Halaman 43

Namun, seperti yang saya kemukakan di awal tadi, masalah romance-nya kerasa tempelan banget. Jadinya tagline novel lebih tepat diubah menjadi “novel komedi gokil sepak bola campur sedikit romance“. Lalu keberhasilan klub sepak bolanya kerasa agak cepat, meskipun memang di awal-awal pertandingan piala Wali Kota digambarkan kemenangan Garuda Baja adalah murni keberuntungan. Saya mengharapkan perjuangan yang lebih berdarah-darah soalnya *Plaak!* Kelebihan lain novel ini terletak di deskripsi pertandingan bolanya. Membacanya, saya serasa sedang menonton langsung pertandingan, atau minimal, lagi nonton di TV. Buat kamu yang pecinta bola, enggak akan kecewa membaca novelnya, karena kamu akan mendapat suguhan pertandingan yang banyak dan enggak monoton. Ada pengetahuan tentang istilah-istilah bolanya juga, saya jadi sekalian belajar.

Setelah bola berada di kakiku, Rahmet melakukan sliding tackle yang dia pelajari dari Hyuga. Tapi sliding tackle Rahmet bener-bener kurang ajar. Yang diembat bukan bola, tapi kakiku. -Halaman 20

Selain itu unsur persahabatannya pun cukup menyentuh. Apalagi di bagian akhir. Meskipun pekat unsur komedi, novel ini berisi. Pesannya disampaikan tanpa mengkhutbahi dan ringan diserap.

Pengalaman masa kecilku mengajarkan begitu. Mengikuti arus nggak selamanya bikin kita gaul. Bisa jadi, kita malah hanyut dan tersisihkan. –Halaman 46

Sehabis membaca Wrecking Eleven, saya makin kepengin membaca buku-buku Haris lainnya. Saya rekomendasikan buku ini untuk kamu pecinta bola dan penyuka bacaan komedi.

5 Alasan Mengapa Harus Menginap di House of Chandra 5 Saat Ke Yogjakarta

House of Chandra 5

Pulang ke kotamu

Ada setangkup haru dalam rindu

Masih seperti dulu

Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna

Β 

*Lirik lagu Yogyakarta yang dinyanyikan Katon Bagaskara

 

Buat saya, Yogja udah kerasa jadi rumah kedua. Jogjakarta memang punya magnet yang luar biasa. Bikin betah dan rindu untuk terus kembali ke sana. Selain punya banyak tempat wisata, Jogja juga memiliki kuliner khas yang memanjakan lidah, dan pastinya orang-orangnya yang ramah bersahabat. Jadi meskipun udah sering ke sana, rasanya masiiih aja ada tempat-tempat yang belum dieksplorasi. Pokoknya selalu ada alasan buat ke Jogja.

1

Saya inget banget waktu pertama kali menginjakkan kaki ke Jogja, waktu itu saya masih SD. Saya sekeluarga liburan ke sana. Saat itulah saya langsung jatuh cinta pada Jogja. Syukurnya saya merasa chemistry dengan Jogja bersambut, karena setelah itu entah sudah berapa kali saya datang ke Jogja dengan berbagai kepentingan, termasuk buat berlibur. Di antara semua petualangan saya ke Jogja, perjalanan bulan Juni ini termasuk yang paling berkesan. Salah satu alasan terbesarnya karena saya menemukan tempat penginapan yang sangat nyaman di sana.

Halaman dan tempat parkir di HOC 5

Halaman dan tempat parkir di HOC 5

Terus terang, saya bukan tipe yang rewel soal penginapan tiap melakukan perjalanan. Pokoknya yang penting saya bisa tidur dan mandi, enggak punya kriteria sempurna ini itu. Tapi beda soal ketika saya berlibur dengan keluarga. Karena saya mesti memikirkan kenyaman seluruh anggota keluarga termasuk anak saya yang masih kecil, jangan sampai karena persoalan penginapan liburan yang dalam bayangan menyenangkan berubah jadi mimpi buruk, hohoho. Tapi masalah penginapan nyaman biasanya berbanding lurus dengan budget. Ya… kepengin nyaman sih, tapi gimana kalau budget yang tersedia minim. Huuft. Dilema berat kan ya. Bisa dibilang persoalan itu terpecahkan ketika saya menemukan penginapan House of Chandra 5. Serius! Gimana sih ngerasain nyamannya hotel berbintang dengan sewa terjangkau. Rasanya seneng banget.

Pintu utama HOC 5

Pintu utama HOC 5

5 Alasan Mengapa Harus Menginap di House of Chandra 5 Saat Berlibur Ke Yogjakarta

Kesan pertama saya saat melihat bangunan HOC 5 dari luar adalah elegan. Saya memang menyukai tipe-tipe desain rumah minimalis. Ketika sampai di sana, kami disambut oleh Pak Wahono yang dengan cekatan membukakan pintu. Terlihatlah halaman yang bersih tertata dan tempat parkir yang cukup luas untuk dua buah mobil. Halamannya cukup asri oleh tumbuhan. Ternyata HOC 5 dibagi menjadi 2 bagian. HOC depan dan belakang. Kedua bagian itu disewakan terpisah. Saat masuk ke rumah, kami diperkenalkan pada dua mbak penjaga rumah, yaitu Mbak Tari dan Bu Sari. Saya langsung tersentuh oleh kehangatan dan keramahan ketiga penjaga HOC 5 itu. Memang pelayanannya juara!

Ada lima alasan kuat kenapa saya merekomendasikan House of Chandra buat penginapanmu ketika berlibur ke Yogyakarta.

Salah satu kamar di HOC 5

Salah satu kamar di HOC 5

  1. Semua Kamarnya Luas, Nyaman, dan Kamar Mandi Water Heater.

Terdapat 4 kamar tidur yang setiap kamar dilengkapi TV flat, AC, lemari tempat penyimpanan pakaian, dan pastinya tempat tidur empuk yang membuat kualitas tidur bagus. Habis capek-capek jalan-jalan keliling Jogja, sesampainya di penginapan bisa tidur enak πŸ˜€

Kamar HOC tipe twin bed

Kamar HOC tipe twin bed

Selain bersih, semua kamar mandi di HOC 5 memiliki fasilitas water heater. Memandikan anak-anak jadi mudah, kita pun bisa mandi kapan saja tanpa kedinginan.

Kamar mandi water heater

Kamar mandi water heater

2. Fasilitas Ruangan yang Lengkap dan Sarapan.

HOC 5 memang di-setting untuk tamu keluarga atau rombongan. Karena itu fasilitas ruangannya sangat lengkap. Terdapat ruang tamu dan ruang keluarga yang luas. Ruang tamu letaknya di bawah, sedang ruang keluarga di lantai atas. Kedua ruangan itu dilengkapi furniture nyaman. Sofa empuk, AC, dan TV Indihome yang membuat tamu bisa memilih berbagai channel hiburan.

Ruang tamu HOC 5

Ruang tamu HOC 5

Di ruang tamu ada ruang makan bersebelahan dengan dapur yang perlengkapan memasaknya lengkap, mulai kompor gas, panci kecing sedang besar, juicer, hingga microwave. Buat kamu yang suka masak, bisa banget masak sendiri di sana.

Ruang keluarga di lantai atas HOC 5

Ruang keluarga di lantai atas HOC 5

Setiap hari tamu disediakan sarapan dengan berberapa pilihan menu. Misalnya nasi kucing, nasi goreng, soto, peyek. Yang masak makanannya Mbak Tari dan Bu Sari. Menurut saya masakan mereka enak. Mereka memang juara deh masak makanan Jawanya. Sampai-sampai saya nambah πŸ˜€

Ruang makan HOC 5

Ruang makan HOC 5

Btw, HOC 5 ini tempatnya Instagramable loh karena dekorasi dan tata letaknya yang kece. Kamu bisa foto-foto di berbagai sudut rumah dan mengunggahnya di media sosial πŸ˜€

Masakan u Sari

Masakan Bu Sari

3. Fasilitas Internet Kencang

Buat yang addict dengan media sosial dan fakir wifi, tersedia internet kenceng di HOC 5 loh. Jadi kalau kehabisan kuota saat liburan di Jogja saat mau upload foto kece-kece, jangan sediiih, ada fasilitas internet yang bisa kamu pakai di sana. Untuk saya yang memang kerjanya di dunia maya, ke mana-mana yang pertama saya pastikan harus ada adalah fasilitas internet. Jadi nilai plus banget ketika internetnya kenceng πŸ˜€

7

4. Lokasi Penginapan yang Dekat dari Berbagai Tempat Wisata

Lokasi HOC 5 ini gampang banget ditemukan karena berada di dekat pusat kota. Letak tepatnya di Jalan Taman Siswa No. 67 Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta. Kalau kamu lagi malas jalan-jalan ke tempat yang jauh dari penginapan, kamu tetap bisa datang ke berbagai tempat wisata. Misalnya De Mata Trick Eye Museum atau De Arca Museum. Dekat juga loh dengan berbagai tempat kuliner.

8

5. Harga yang Bersahabat

Awalnya pas ngeliat bangunan dan list fasilitasnya, saya pikir bakalan mahal nih biaya sewanya. Ternyata enggak loh. Rate House of Chandra 5 ini hanya 1,2 juta per hari. Buat penginapan sekelas hotel berbintang dan bisa dinikmati buat sekeluarga bahkan rombongan, serius deh harga segitu worth it banget.

Cover

Tertarik buat menginap di House of Chandra 5? Atau pengin kepoin lebih lanjut? Boleh-boleh, stalking aja media sosial mereka di Fanpage: House of Chandra atau follow akun Instagram @houseofchandra

Nah, kalau kepengin booking, langsung aja WA atau SMS ke Bu Chandra di nomor 0811874615/08161169367.

Ngomongin Yogja bikin saya jadi kangen main ke sana lagi. Kepengin nginep di HOC 5 lagi XD