[Blog Tour] Review + Giveaway Novel “Searching My Husband” Karya Octya Celline

cover-smh

Searching My Husband merupakan novel kelahiran dari Wattpad kesekian yang saya baca versi cetaknya. Buat saya, membaca novel ini serupa dengan menonton serial drama Korea. Menghibur dan bikin baper.

Sebelum sesi kupas mengupas novelnya, kita kenalan dulu sama sosok di balik terciptanya novel SMH yang merupakan pegiat Wattpad.

Siapa Octya Celline?

octya2

Octya Celline, biasa dipanggil Selin atau Line. Lahir di Surabaya, 19 Oktober 1996, anak ketiga dari tiga bersaudara, berzodiak Libra dan pecinta olah raga. Saat ini sedang mengenyam pendidikan sebagai mahasiswa di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia Konsentrasi Teknologi Proses Pangan Universitas Surabaya semester 5. Menulis adalah salah satu dari sekian banyak hobi yang digelutinya sejak tahun 2015. Searching My Husband adalah novel pertamanya yang dicetak dalam bentuk buku, dan novel keempat yang ditulisnya di Wattpad.

Mau ngobrol langsung sama Celline? Hubungi di media sosialnya

Instagram: @octyacelline

Facebook: Octya Celline

Wattpad: @OctyaCelline

Line: yoshikuni_tsubaki

Sesi Kepoin Octya Celline

1. Apa sih bedanya novel Searching My Husband di Wattpad dan versi cetak?

Octya: Bedanya Novel SMH di versi cetak dan Wattpad tentu saja di penyusunan cerita dan alur yang lebih teratur. Ada tokoh barunya, yaitu William. Lalu di novel cetak juga ada tambahan beberapa bab yang tidak ada di Wattpad, rasanya ada kira-kira 5 bab baru.

2. Dari semua tokoh di novel Searching My Husband, mana yang favoritmu? Kenapa?

Octya: Dari semua tokoh di novel SMHΒ  yang menjadi favorit saya adalahΒ  R. Mengapa bisa R? Karena tanpa R, cerita ini tidak akan tercipta. R adalah sosok lelaki yang saya idamkan sebagai seorang suami. Figur itu muncul setelah saya memikirkan memiliki seorang suami yang begitu setia dan hanya bisa melihat ke arah saya seperti layaknya setangkai bunga matahari yang hanya bisa menoleh ke arah matahari.

3. Apa arti Wattpad buatmu?

Octya: Wattpad adalah tempat pertama saya menumpahkan kebosanan dan keisengan saya. Mulai dari coba-coba menulis untuk ikut GiveAway sampai akhirnya saya menjadi juara 1, dan jadi ketagihan menulis sampai buku saya bisa terbit. Walau baru bergabung kurang dari setahun di Wattpad, tapi saya sudah mendapatkan banyak ilmu dari sana. Bulan ini genap satu tahun saya gabung di Wattpad, dan saya baru menulis SMH di bulan-bulan Oktober, tepatnya tanggal 18, sehari sebelum saya ultah.

Masih penasaran tentang proses kreatif Octya? Tenaang, misteri tentang penulis satu ini bakalan terkuak sama blog host lain di postingan blog tour tiap minggunya πŸ˜€ Yuk, mariii sekarang kita mulai bahas novelnya.

Data Buku

Judul : Searching My Husband
Penulis : Octya Celline
Penyunting : Kudo
Penerbit : LovRizn Publishing
Cetakan : Pertama, Oktober 2016
Halaman : x + 394 hlm
ISBN : 978-602-6330-25-3

Blurb:

Dicari orang berinisial β€œR”. Tak terlihat sejak satu tahun yang lalu,
mulai 19 Oktober 2015.
Ciri-ciri fisik:
1. Jenis kelamin: Pria tulen (saya yakin)
2. Tinggi badan sekitar 180 cm dan berumur 32 tahun.
3. Memiliki rambut yang berdiri alami dan terasa halus, sepertinya berwajah tampan, bibirnya tipis, memiliki lesung pipi, dan badannya berotot.
4. Menggunakan jas Armani dengan merek ternama.
5. Memiliki suara yang lembut dan berbadan wangi.

Bagi yang menemukan seseorang yang mirip, atau terlihat seperti ciri-ciri di atas, tolong langsung hubungi:

– Telepon : 19101996 (Sisilia)
– E-mail : sisiliapricilia@gmail.com
– Alamat : Jl. Cintaku Kepadanya. No 19

*Keuntungan jika menemukan pria tersebut:
– Diberikan uang cash dengan nominal besar.
– Diberikan keuntungan khusus seperti jalan-jalan ke luar negeri selama 1 bulan.


** Perhatian:
Entah karena alasan apa, ia tidak ingin wajahnya terlihat. Jadi jangan pernah menghubungi saya untuk menanyakan bagaimana wajah orang yang dicari, karena tidak mengetahui wajahnya makanya saya mencarinya.

Dunia rasanya semakin gila, ketika aku melihat koran pagi ini dan terpampang iklan mencari orang hilang dengan wajah yang tidak terlihat, bahkan orang yang memasang iklan itu juga tidak tahu bagaimana wajah orang yang dicari. Ternyata orang yang memasang iklan itu adalah istriku sendiri. Dan lucunya lagi, orang yang selama ini ia cari adalah diriku.

Review Buku

Searching My Husband bercerita tentang pernikahan aneh Sisilia dengan suami yang menyembunyikan wajahnya. Mereka menikah ketika Sisilia sedang koma di rumah sakit akibat kecelakaan. Setelah bangun dari tujuh tahun tidur panjangnya, Sisilia kehilangan ingatan. Itu pula yang membuat Mr. R memutuskan menyembunyikan identitasnya, karena takut Sisilia akan meninggalkannya. Selama satu tahun, mereka hanya berinteraksi dalam gelap. Berbagai cara ditempuh Sisilia untuk mengetahui wajah Mr. R, tapi seberapa pun pandainya dia mengatur strategi, suaminya selalu bisa berkelit. Seperti apa sebenarnya masa lalu Sisilia dan Mr. R? Apakah akhirnya Mr. R menunjukkan wajahnya pada Sisilia?

Hidup ini terbagi menjadi Masa lalu; Masa sekarang; dan Masa Depan. Masa lalu yang membentukku, masa sekarang adalah hidupku, dan masa depan adalah impianku. Kamu harus tahu, semua masa itu akan selalu diisi olehmu, karena kamulah hidupku. — Halaman 109

Enggak nyangka novel bantal ber-cover cantik ini bisa saya lahap sekali duduk. Seperti saya bilang tadi, membaca novel ini berasa seperti menonton drama Korea. Mengejutkan, lucu, menghibur, dan bikin baper. Prolog dibuka dengan tiga perempat isi blurb yang menurut saya memang menjual. Paaas bikin penasarannya. Hanya saja setelah masuk ke bab-bab berikutnya, ketahuanlah kalau ternyata prolog mengandung spoiler. Atau lebih tepatnya, memaparkan satu fakta yang “ternyata” belum diketahui oleh tokoh utama, yaitu nama suaminya berawalan huruf “R”. Karena jauh setelah prolog, ada bagian yang menceritakan betapa Sisilia bahagia mendapat satu kepingan puzzle, mengetahui inisial suaminya.

Apalah artinya kamu melihat wajahku atau tidak. Yang penting aku selalu ada untukmu dan kamu selalu ada untukku. Bukankah cinta tidak memandang fisik? –Halaman 13

Konflik-konflik yang dikedepankan langsung menyedot saya, terikat untuk terus membuka lembar demi lembar. Saya ikut gemas dengan penyelidikan Sisilia untuk mengungkap kemisteriusan tokoh R beserta alasannya untuk menyembunyikan wajah dan identitas. Apalagi disebutkan kalau Sisilia mengetahui jati diri R, Sisilia akan membencinya. Dramanya gereget banget. Butuh kepiawaian untuk menempatkan waktu yang tepat membuka sedikit demi sedikit misterinya. Karena penulis mesti menjaga supaya pembaca terus penasaran dan bertanya-tanya tanpa berubah mood menjadi kebosanan ketika isi cerita hanya berputar-putar tanpa memberi clue-clue yang makin membakar penasaran tersebut. Saya berpikir, “Ini buku tebel banget, apa bakalan bertele-tele ya ceritanya?” Ternyata enggak, saya menikmati tiap babnya tanpa merasa penulis mengulur-ulur waktu untuk menyingkap misteri.

Secerdik apa pun diriku, tetap saja kau selalu bisa kabur dari jebakanku. –Halaman 49

Tetapi, tidak bisa ditampik bahwa saya merasa ada banyak keganjilan yang perlu ditambal dari segi logika dalam penyembunyian rahasia wajah tokoh R. Seperti, sempat disebutkan kalau ada cahaya dari kamar mandi yang sedikit menerangi wajah. Ataupun, rasanya aneh sekali seorang perempuan mau melakukan ‘hubungan’ dengan seseorang yang tidak dikenalnya, tidak pernah dilihatnya, tidak dia ketahui sama sekali apa-apanya. Karena butuh chemistry kuat untuk ‘melakukan’ itu. Keganjilan tersebut muncul karena tidak diceritakan misalnya ada satu kejadian yang membuat Sisilia merasa sangat membutuhkan R, satu kejadian mengentak yang membuat Sisilia mempercayai R sepenuhnya. Sehingga dia yakin mencintai pria itu dan mau menyerahkan segalanya. Lalu soal iklan yang dipasang Sisilia ke koran, kalau di dunia nyata, sudah pasti yang terjadi padanya akan lebih parah dari sekadar didatangi cowok-cowok iseng. Soalnya Sisilia terlampau ceroboh memberikan e-mail aslinya.

Aku juga sangat mencintaimu bahkan tanpa aku melihat wajahmu aku tetap bisa mencintaimu. Itu berarti aku mencintaimu berkali-kali lipat daripada cintamu kepadaku. –Halaman 308

Kemudian kisah lain yang saling berkaitan adalah konflik tokoh Airin yang mencintai Rio diam-diam dengan mengirimi cowok itu foto bertuliskan puisi. Sedang Rio sendiri tergila-gila pada Sisilia. Hingga suatu hari, sebuah insiden mendekatkan mereka. Awalnya saya merasa munculnya konflik Airin ini kurang menarik. Tetapi seiring porsinya yang bertambah, perkembangannya berhasil membuat saya bersimpati pada Airin. Jalinan kisah yang seperti terpisah tetapi memiliki benang merah, tidak mengganggu sama sekali. Saya kembali menemukan keganjilan. Pada saat Rio menolong Airin dari preman, waktu itu setting waktunya pagi hari, tepatnya jam 7. Di jam seperti itu Jakarta tengah sibuk-sibuknya. Sesepi apa pun gang, pada pagi hari Airin bisa berteriak minta tolong. Beda lagi kalau memang kejadiannya dini hari. Meskipun Jakarta seperti tak pernah tidur, tapi logikanya sampai. Di luar beberapa ganjalan itu, ceritanya seru dari awal sampai akhir. Saya sangat menikmati membacanya.

Aku bisa mencintaimu selama tujuh tahun kamu terbaring koma dan tiada satu pun yang percaya kamu bisa bangun kembali. Tapi aku masih percaya kamu bisa kembali membuka kedua matamu. Jadi, siapa yang lebih mencintai siapa?” –Halaman 308

Tokoh-tokoh dalam novel ini memiliki karakter yang khas. Sehingga mudah mengidentifikasinya. Sisilia yang manis, Airin yang pendiam, Mr. R yang seksi, Rio yang baik. Lagi-lagi tokoh utamanya mengingatkan saya pada drama Korea. Stereotype cantik-cakep-kaya-romantis. Saya menyukai keempat karakter utama dan tokoh Siti yang memiliki gaya bicara unik. Saya juga dapat merasakan chemistry yang kuat di antara para tokohnya. Hal itu jugalah yang berhasil membuat perasaan saya naik turun diajak melayang kemudian terempas ke tanah. Namun meskipun begitu, ketika semuanya muncul dengan sudut pandang orang pertama dalam satu bab, saya menjadi kebingungan. Ini siapa yang sedang bicara? Memang, ada narasi dengan font yang diitalic untuk memberi keterangan pada pembaca, siapa yang sedang bicara. Tapi tetap saja membingungkan. Lebih praktis kalau langsung saja beri keterangan nama tokoh sebagai petunjuk pada pembaca. Misalnya:

Sisilia

Aku menunggu….

Ketimbang

Rio tampak berjalan ke arah mobilnya.

Dasar dosen gila, bisa-bisanya…

Pembaca lebih mudah menangkap maksud penulis bila dituturkan memakai teknik pertama. Ternyata, konsep itu sudah dipakai penulis ketika mempublish novel SMH ini di Wattpad, tapi sepertinya da pertimbangan lain dari editornya. Percampuran sudut pandang dalam satu bab juga kurang mulus karena ada satu dua bagian yang tercampur pov 1 dan 3.

Di saat pertanyaan tentang mencintainya terlontar, aku tak bisa menjawab dengan pasti, mungkin aku sudah mencintainya, mungkin aku hanya terbiasa dengannya, mungkin aku hanya penasaran dengannya dan mungkin aku menyayanginya dan mungkin juga tidak, yang pasti aku tidak tahu ini cinta atau bukan, tetapi satu hal yang bisa kujawab dengan mantap, aku tidak takut dengannya dan terbiasa dengan kehadirannya dalam keadaan gelap. — Halaman 15

Gaya penuturan Octya mengalir lancar sehingga enak dibaca. Memakai bahasa baku di bagian narasi dan dialog. Hanya dialog tokoh Siti saja yang berbeda sendiri yaitu memakai bahasa campur sari karena karakter tokohnya yang dibuat unik. Rasanya tetap pas karena digunakan dengan tepat. Dalam novel ini ada beberapa kali adegan panas dingin yang semua selalu jadi favorit saya sehingga tidak cocok dibaca pembaca yang belum 17 tahun ke atas. Walaupun sampai bablas, tapi deskripsinya digambarkan cukup manis sehingga tidak membuat mual. Sepanjang novel, Octya juga banyak membuat kalimat-kalimat quotable yang manis. Menurut saya, penulisannya cukup rapi dan saya bisa merasakan karya ini ditulis dengan fun dan sepenuh hati. Hanya saja, typo-nya lumayan bertebaran. Belum lagi kata yang salah digunakan, seperti ‘acuh’ yang artinya ‘peduli’ tetapi di novel ini menjadi ‘cuek’. Atau kata ‘bergeming’ yang artinya ‘diam’ menjadi ‘tidak diam’. Namun penulis memiliki semangat untuk terus belajar, sehingga saya yakin karya-karya selanjutnya akan jauh lebih baik.

Terakhir, ending-nya. Ya ampuuun, nyeseeeek. Ketika tinggal satu bab lagi, saya bertanya-tanya, “Ini beneran mau tamat? Kok bisa? Kan masih ada beberapa misteri yang belum dipecahkan?” ternyata… ada buku sambungannya :’) Karena ceritanya menarik, saya jadi ingin membaca buku lanjutannya. I want more… i want more! Duh, Octya berhasil meracuni saya nih.

Saya rekomendasikan novel ini bagi pecinta drama romantis bertokoh-tokoh pria-wanita cakep-cantik sempurna ala-ala dongeng dengan cerita bitter sweet.

picsart_09-14-11-18-03

Giveaway

Mau novel Searching My Husband? Ikutan giveaway-nya yuk. Caranya:

1.Β Follow akun twitterΒ @CeL___LiNe dan @evasrirahayu

2. Twit info giveaway ini dengan tagar #GASMH dan mention akun twitter saya dan Octya.

3. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun twitter kamu.

Alasan apa yang membuatmu terpaksa “harus” menyembunyikan identitas pada pasangan?

4. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 17 sampai 23 September 2016. Pemenang akan dipilih sendiri oleh penulisnya dan diumumkan tanggal 24 September jam 8 malam di akun twitter saya @evasrirahayu

5. Giveaway ini hanya boleh diikuti oleh kamu yang sudah berumur 17 tahun ke atas.

Ditunggu partisipasinya ya ^_^

Advertisements

Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber

Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber

Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber

Bagi si penakut seperti saya, mengendarai sepeda motor dan mobil sendiri ada di daftar paliiiiiing bawah dalam list kehidupan. Beberapa kali belajar motor, sebanyak itu pula saya gagal. Hiks. Pasalnya, baru ngeliat kepadetan jalan aja saya udah ngeper, apalagi pas di perempatan dan lewat jalan layang, mana berani saya bersaing dengan pengendara lain. Udahlah saya menjelma si Kabayan yang tiap papasan kendaraan lain malah “pupuntenan”. Fatalnya bisa bikin pengendara lain jengkel, dan saya sport jantung akibat konser klakson. Duh! Maka dari itu saya setia sama kendaraan umum. Tapi masih seringkali saya pusing ketika bepergian bersama anak pas banget hujan datang. Sebagai pecinta hujan, saya sih enggak keberatan main air, tapi sebagai ibu yang membawa anak, dalam hati saya menyanyikan satu lagu jagoan Dora the eksplorer. Begini liriknya, “Hujan-hujan pergilah, datanglah lain kali.” Kebayang kan kalau pergi-pergian sama anak gimana repotnya, bawa barang udah kayak mindahin gudang, padahal isinya mainan sama baju ganti. Yang paling epic tuh, kalau bepergian berdua, saat anak ketiduran dan saya mesti gendong sekaligus bawa barang sekuali. Pegelnya tuh… di sini *tunjuk kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki* Deritanya enggak sampe di sana, saya pun dilanda was-was takut terjadi apa-apa. Bermacam pikiran buruk nyangkut di kepala. Semacam dijabret, anak jatuh dari gendongan, barang hilang, dan kekhawatiran lain yang lebih serem dari Valak. Sampai akhirnya saya dapet solusi dari masalah-masalah tadi: aplikasi Uber.

Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber

Pengalaman saya menggunakan aplikasi Uber yang bikin ngerasa aman dan nyaman dalam perjalanan

Sebelumnya saya udah sering denger soal aplikasi Uber, tapi baru jadi pemakai bulan ini. Terus terang, saya ngerasa aman dan nyaman. Kayak pengalaman saya kemarin. Pulang acara bersama kembaran dan anak, saya memesan Uber. Enggak lama, satu kendaraan datang menjemput kami. Ternyata ada sesuatu yang bikin kami mesti ini itu dulu yang mengakibatkan driver Uber mesti menunggu agak lama. Tapi pas ketemu, driver-nya menyambut kami dengan ramah yang tulus, enggak tercetak sama sekali kekesalan di wajahnya. Bikin ‘nyeees’ di hati liatnya. Tepat waktu itu juga hujan turun deras, dua kelegaan datang sekaligus, karena kami terhindar dari basah kuyup. Di perjalanan, kami sempat minta berhenti di mini market. Driver Uber dengan sabar mengantar kami. Meskipun jalanan lengang karena sudah malam, sopir Uber enggak menjalankan mobil dengan ugal-ugalan supaya cepat sampai. Saya jadi teringat sore harinya ketika berangkat, kami juga diantar sopir Uber yang menyetir dengan sabar walaupun berhadapan dengan macetnya lalu lintas. Enggak ada tuh umpatan kekesalan, membunyikan klakson dengan brutal, atau selip sana selip sini. Enggak lama kami sampai ke rumah dengan selamat.

Gimana sih cara menggunakan aplikasi Uber?

Pertama, unduh aplikasi Uber di Google Playstore atau Apple Appstore atau Window Store.

Kedua, buka aplikasinya, lalu tentukan lokasi penjemputan.

Menentukan lokasi penjemputan

Menentukan lokasi penjemputan

Ketiga, masukan tempat tujuan kita.

img_20160915_173018

Keempat, nah ini salah satu yang super penting. Setelah konfirmasi lokasi penjemputan dan lokasi tujuan, kita bisa melihat estimasi biaya. Mengetahui estimasi ongkos bisa menghindarkan kita dari kekurangan dana XD

Setelah itu, partner Uber alias driver-nya bakal menghubungi kita. Enggak perlu nunggu lama karena aplikasi Uber akan memanggil partner terdekat dari lokasi kita. Sudah deh, kita tinggal duduk manis selama perjalanan.

Kumpul Uber Bandung

 

Kumpul blogger dan instagramer bareng Uber

Kumpul blogger dan instagramer bareng Uber

Beberapa waktu lalu, saya diundang ke acara kumpul Uber dengan blogger dan instagramer. Dalam acara seru itu, saya mendapat banyak wawasan baru tentang aplikasi Uber. Mereka bahkan open banget sama masukan para undangan. Suka deh sama yang begini, hohoho.

Para ponggawa Uber

Para ponggawa Uber

Sejarah singkat Uber

Jadi ceritanya, Travis Kelanick di suatu malam yang dingin butuh kendaraan yang mengantarnya pulang. Tapi saat itu susah banget mendapatkannya. Travis jadi berkhayal seandainya ada transportasi yang bisa dipanggil lewat smartphone untuk mengantar orang ke mana pun, di mana pun, dan jam berapa pun. Dasar visioner, voila, jadilah itu ide dasar terwujud lewat aplikasi Uber. Memang ya kesusahan di tangan pembaca peluang selalu menjadi β€˜sesuatu’.

Rasa was-was apa sih yang dihapus Uber yang bikin kita bakal ngerasa safety di perjalanan?

  1. Memberi informasi tentang partner Uber

Ketika kamu memesan jasa Uber, di aplikasi akan muncul informasi tentang driver yang akan mengantarmu ke tujuan. Yaitu: nama, foto partner, plat nomor kendaraan, dan kontak yang bisa dihubungi. Kalau ada sesuatu yang ganjil, misalnya plat nomor mobil yang menjemputmu beda dengan yang tertera di aplikasi, kamu bisa menolak diantar atau melaporkannya ke call center Uber.

1

Terus, enggak usah khawatir nomormu dihubungi secara pribadi oleh partner, semisal diajak kencan atau apalah gitu, soalnya Uber melindungi kontak pribadimu.

Udah gak was-was dong sama partner Uber.

  1. Menghapus was-was soal kekurangan dana dengan estimasi biaya

Pernah suatu hari, sepanjang perjalanan hati ini kebat-kebit karena takut uang di dompet enggak cukup buat bayar ongkos. Kamu punya pengalaman serupa? Rasa was-was ini bakalan terhapus karena aplikasi Uber memperlihatkan estimasi biaya perjalanan. Jadinya kamu bisa tahu mesti nyediain dana berapa untuk perjalananmu. Tapi ya namanya juga perkiraan, kemungkinan bakal ada sedikit perbedaan karena dipengaruhi keadaan lalu lintas dan promo. Btw, banyak promo seru loh Uber ini. Terus lagi biaya per km Uber ramah dompet kok, cuman tiga ribu rupiah.

Estimasi biaya perjalanan

Estimasi biaya perjalanan

Metode pembayarannya pun mudah. Kamu bisa pilih bayar langsung atau pakai kartu kredit.

  1. Transparansi real time menghapus kekhawatiran waktu

Buat saya yang sering mepet-mepet waktu, transparansi ini bikin ngerasa safety. Soalnya aplikasi Uber membuat kita bisa mengetahui dan mengikuti perjalanan partner dalam waktu yang sebenarnya. Dilengkapi juga sama estimasi waktu tempuh kita ke lokasi tujuan. Jadi buat yang senasib suka mepet-mepetin waktu kayak saya, bantu banget bikin kepala tenang dari pertanyaan, β€œDriver-nya udah sampe mana sih? Kapan sih sampainya?”

  1. Hapus ketakutan kejahatan dengan share My ETA

Buat kamu yang parnoan kalau melakukan perjalanan sendiri atau punya pasangan yang saking sayangnya tiap semenit sekali nanya β€˜Kamu di mana? Sama siapa? Dan lagi berbuat apa?’, fitur My ETA ini bisa jadi solusi. Karena fitur ini membuat kamu bisa berbagi perkiraan waktu tiba alias PWT pada keluarga, pasangan, atau teman melalui WhatsApp, Twitter, Snapchat, dan lainnya. Dengan begitu kamu enggak akan was-was lagi saat perjalanan karena ada anggota keluargamu yang mengikuti perjalananmu secara virtual. Jauh-jauh deh kekhawatiran diculik. Pasanganmu pun enggak mesti ngabisin pulsa buat telepon melulu.

Share My ETA

Share My ETA

  1. Kalau ada apa-apa lapor ke customer support

Alasan safety kelima adalah adanya CS yang bersedia mendengar keluhan atau masukanmu selama 24 jam, 7 hari seminggu, bahkan setahun full enggak ada libur buat kamu. Misalnya nih dompet kamu tertinggal di kendaraan, CS akan menghubungi partner untuk mengembalikan dompetmu itu. Tapi kalau hati kamu yang tertinggal di masa lalu sih CS Uber gak akan bisa bantu apa-apa, eh.

Adanya rating juga membantu CS Uber buat meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Kata Mas Gia dari Uber sih, jangan ragu ngasih rating berapa pun. Kasih komentar juga. Biar mereka bisa ningkatin terus kualitas. Tapi jangan salaaah. Enggak cuman partner driver loh yang bisa di-rating. Kita sebagai konsumen juga dikasih rating sama partner driver. Gunanya buat menyeimbangkan, sehingga kita sebagai konsumen enggak berbuat semena-mena atau memanfaatkan pelayanan Uber dalam kejahatan.

Apa sih keuntungan lain menggunakan aplikasi Uber?

Hapus Was-was Perjalanan Dengan Uber

Saya yakin, kamu pasti kayak saya, suka gratisan. Dih, apalah saya ini, men-judge bahkan tanpa ngeliat cover-nya dulu. Tolong dimaafkan ya, anaknya memang begini. Nah, soal gratisan ini, Uber nyediain tumpangan gratis. Saya ulangin sekali lagi ya. Tumpangan gratis! Caranya gampang bangeet. Kamu cukup tebar-tebar kode undangan khususmu yang dikasih Uber ke orang-orang. Inget, kode Uber loh ya yang disebar, bukan kode-kode pengin balikan sama mantan. Kalau kamu pakai kode Uber orang, kamu bisa dapetin tumpangan gratis sebesar 30 ribu rupiah buat penggunaan pertama. Mau dong? Sok, coba pakai kode saya β€œEW529697UE”. Hohoho. Kamu yang kodenya dipakai juga bakalan dapetin tumpangan gratis dengan nilai yang sama.

Aplikasi Uber ini bisa kamu gunakan di 58 negara dan lebih dari 300 kota. Kalau kata Mr. Travis bilang sih, selama ada Uber, di mana pun kamu berada di dunia ini, kamu bakalan aman. Kamu enggak mesti ngubah setting apa pun. Kalau berbahasa Indonesia, di Amerika sana pun aplikasi Uber kamu masih memakai bahasa yang sama. Di Indonesia sendiri sudah ada di empat kota: Bandung, Jakarta, Bali, dan Surabaya.

Si kembar di acara tukang ngUber

Si kembar di acara tukang ngUber

Gimana, siap keliling Bandung bareng saya? Eh, bareng Uber maksudnya.