Tiga Minggu – Surat Untuk Rasi Kautsar

Image

Rasi anak kucing Mama, akhir Januari sampai pertengahan Februari adalah waktu-waktu yang sangat menyiksa karena kamu tidak di samping Mama. Saat itu Mama berdoa dari jauh, semoga kamu bahagia dan mendapat pengalaman sebuah petualangan seru di sana. Maafkan Mama ya, karena hampir tiga minggu tidak menemanimu. Tapi Mama harap, liburanmu di sana menyenangkan.

Setiap hari, Mama sering tidak berani masuk ke kamar. Takut air mata terus tumpah saat mencium aromamu. Nyatanya, dari detik pertama kamu menghilang di tikungan jalan, separuh nyawaku terasa ikut pergi. Dan aku gagal menahan tetesan pertama malam itu hingga berlanjut ke malam-malam setelahnya. Sesak karena tidak mendengar gelak tawa sampai rengekanmu yang padahal biasanya membuat Mama kesal. Sungguh, Mama sangat rindu mendengarmu memanggilku. Kangen nyanyianmu, suara lantangmu memanggil bayi-bayi burung yang sering mampir di atap rumah depan kita. Katamu, “Oh, baby bird, where are you?” Kalimat-kalimat yang kamu lontarkan seringkali membuatku terkejut, dari mana asalnya? Putri Mama bermata bening bulat, kamu memang cerdas, banyak hal yang kamu pelajari sendiri. Nak, rumah begitu senyap. Mama serasa berada di dunia drama, kombinasi dramatisasi dari hujan dan gigilnya sepi.

Hanya tiga minggu, tapi rindu ini membadai lantas menjadi tsunami.

Pagi Mama menjadi sangat berbeda, tidak ada kamu yang membangunkanku, tidak ada eonganmu menirukan Miura kucing kita, tidak ada desakanmu meminta susu, dan tidak ada pelukan hangat disertai kecupan lembut. Rasi anak kucing Mama, apa kamu di sana merindukanku juga? Kudengar kamu tidak menangis, hanya beberapa kali merengek meminta bertemu Mama. Rupanya kamu memang anak pemberani. Lalu saat Mama meneleponmu, kamu meminta Mama untuk datang dan ikut bertualang di sana.

Hari-hari itu, Mama pakai untuk mengerjakan banyak hal. Sebanyak dan semampu Mama, juga sebisa Mama berkonsentrasi karena ingatanku selalu jatuh padamu. Bukan hanya karena Mama memang harus dan ingin mengerjakannya, tetapi karena Mama pun ingin menghalau rasa bersalah. Mama menjadi ambigu, apakah membiarkanmu di sana adalah perbuatan tak berhati atau justru karena punya hati. Mungkin juga adalah keharusan. Di sana tinggal juga orang-orang yang mencintaimu setulus hati, yang menanti dengan sabar waktu-waktu sisa untuk bersamamu. Mama tidak mengharap kamu mengerti dan memahami, karena keadaan kita memang sedikit rumit. Sekali lagi, Mama hanya berharap kamu menikmati waktumu di sana. Ah, Mama memang ambigu, karena di balik itu Mama menginginkanmu selalu mengingatku.

Hari-hari berlalu, tiga minggu yang menyiksa akan berakhir. Timbul perasaan lain. Mama takut, Nak. Sangat gelisah! Mama tidak memiliki rasa percaya diri menyambut kedatanganmu. Apakah kamu yang telah bertualang mau kembali menghabiskan hari-hari membosankan berdua bersama Mama? Maukah tangan kecilmu itu menggenggam erat tanganku lagi seperti tak mau melepaskan untuk selamanya. Apakah Mama bisa menjagamu lebih baik dari sebelumnya?

Semua keraguan kamu halau saat kudengar suara lucumu meneriakan nama Mama di depan gerbang. Mama langsung bergegas ke luar dengan degup jantung yang tak beraturan. Di sanalah Mama melihatmu yang kini menghitam karena sering berlari di bawah terik matahari, memandang Mama penuh sayang. Lalu dengan antusias kamu memelukku, pelukan yang menentramkan. Kemudian kini, hari-hari Mama kembali lengkap. Pagi yang ramai, siang yang gempita, dan malam yang berpesta. Terima kasih atas cintamu pada Mama yang hingga detik ini belum bisa memberi yang terbaik, namun selalu menerima hal-hal terbaik darimu. Teruslah ajari Mama tentang  ketulusan dari cinta.

Sekarang, kita mau bertualang di mana? Di rimba, angkasa, atau pusat kota? Di mana pun, bersamamu tak ada lagi kekosongan.

 

 

Advertisements

7 Hari Sebelum – Surat Cinta Untuk Evi Sri Rezeki

IMG01845-20130217-1449

Vi, sebelumnya aku sudah membayangkan dan mengangankan ingin membuat surat cinta yang indah untukmu. Tampaknya keinginan itu gagal! Kenapa? Saat menulis surat ini aku sudah nyesek duluan, seperti KBBI yang kehilangan jutaan kata di dalamnya, menyisakan kosakata yang minim. Jadi, maaf, kalau surat ini seadanya dan agak random. Tuh, kan, belum apa-apa mataku sudah berkabut.

 

Perjalanan Surat Cinta

 

Vi, kalau ingat tahun lalu lucu ya. Kamu marah karena tidak mendapat surat pertama dariku. Padahal dua tahun berturut-turut Evi selalu menjadikanku yang pertama. Lebih mengesankan lagi posting pertama blog Evi itu surat untukku. Terus saking marahnya Evi curhat di twitter, membuat kita berdrama-drama di sosmed, hihihi.

Serius, aku selalu terharu membaca surat Evi. Kata-kata yang datang dari hati, dan pasti selalu ditulis sambil nangis. Aku tahu, Vi, karena kita sama. Dan tahun ini aku menulis surat pertama untuk Vi. Meskipun ini sudah hari ke-23.

Semoga surat-surat kita menjadi jejak jujur yang bisa kita kenangkan.

 

7 Hari Sebelum

 

Vi, tahun 2014 ini sangat spesial untukmu. Setelah penantian panjang dengan segala terjalnya, akhirnya kamu menemukan Seseorang yang 7 hari lagi menjadi Seorang. Satu-satunya lelaki dalam hidupmu.  Aku masih ingat pertama kali kamu meceritakannya, awal mula bagaimana lelaki itu memasuki hidupmu. Ternyata dialah orangnya yang berani menjadikanmu wanita terakhir dalam hidupnya. Aku sangat bahagia, sebesar takut kehilangan. Rasa bodoh yang selalu kutampik tapi gigih berjuang ke permukaan, meskipun telah kuredam. Mungkin itu juga yang dirasakan oleh rumah kembar kita. Rumah yang sebenarnya baru satu setengah tahun kita tempati, tapi telah merekam jejak beberapa momen paling mengubah hidup kita.

Vi, dulu, sepertinya perasaan ini yang kamu rasakan ya. Kamu dulu bahkan tak mau repot-repot membantuku dalam prosesnya. Mungkin karena dulu kamu masih terlalu muda untuk memahami, tetapi terus mencoba mengerti.

Vi, aku tahu, kamu tetaplah kamu. Menikah pastilah sebuah jalan menambah lingkaran manusia yang menorehkan sejarah bersama kita. Seperti bidadari kita Rasi yang saat ini seakan menjadi kembaran ketiga kita. Kelak, lingkaran itu akan semakin membesar, menambah lagi orang-orang baru. Dan kita akan melihat, ternyata kita selalu menjadi kita. Dua anak kembar yang saling menyayangi dan memiliki.  Tapi percayalah Vi, aku benar-benar akan menjadi orang yang paling bahagia di hari pernikahanmu. Pada saat itu, akan kulihat pengantin tercantik di dunia. Berjalanlah lurus dan tegak nanti, dunia baru siap menyambutmu.

 

Rumah Kembar

 

Vi, dari sekarang aku sudah membayangkan, bagaimana sedihnya kita mengepak barang-barang, meninggalkan rumah kembar kita. Kita memang telah beberapa kali pindah rumah, tetapi bukan berarti itu menjadikan kita terbiasa. Tetap selalu ada kehilangan. Dan pada kehilangan, tak pernah ada kebas.

Vi, mari kita lihat apa saja yang pernah rumah kembar ini berikan:

Di rumah kembar ini kita menguntai kata-kata, menjadikannya novel dengan segala harapan di tiap lembarnya. Harapan untuk berbagi, harapan untuk menggapai mimpi, harapan untuk abadi. Dan di sini jugalah, buku kembar kita tercipta. Sebuah buku yang nyata dan jujur mengungkap kisah kita. Masih ingat prosesnya yang berdarah-darah kan? Semoga buku kita memberi gambaran dunia kembar pada pembaca, melarutkan mereka dalam tawa dan tangis. Kelak, mungkin tak ada kita yang duduk bersebelahan, sibuk menatap layar komputer lagi di sini.

Di rumah kembar ini, hampir selalu ada tawa dan rengekan Putri Rasi yang sibuk ingin ditemani main game. Tahun ini pun kita kembali memiliki kucing gendut lucu bernama Miura (MiunyaRasi). Miura yang setia atau terpaksa menemani Rasi bermain saat kita sibuk bergosip … err … brainstorming >.< Kucing yang setiap hari bergantian kita beri makan. Dan kamu begitu cerewet dan posesif sebagai Emak Miura, kadang berlagak terluka kalau Miura lebih memilih menghabiskan waktu dengan kucing bermuka kotak.

Rumah kembar menyimpan kenangan pahit dan manis, juga merekam proses penyembuhan depresi yang kualami. Semua itu hanya yang terjadi dalam waktu begitu singkat, sedangkan kamu, telah menjadi belahan jiwaku berpuluh tahun. Kamulah sejarah berjalan itu. Perekam kenangan yang tak pernah melupa. Oase cinta yang ada sepanjang usia. Motivator yang dalam lelah pun memberi semangat.

7 hari sebelum … selalulah tersenyum menyambut pagi. Meskipun beban dan ketakutan merajai.

7 hari sebelum … jangan gentar pada masa depan dan perubahan. Genggam erat tanganku, meskipun tanganku pun gemetar. Karena perubahan hidupmu, adalah perubahan untukku juga.

7 hari sebelum … bolehkah kami mengambil semua waktu yang tersisa.

 

Sekarang, akan kusiapkan sarapan untuk kita. Kamu, Rasi, dan Miura. Kita biarkan aroma kebahagiaan memenuhi udara rumah kembar lewat obrolan ringan tentang buku sampai game terbaru.

 

Lalu …. Geura bral, geulis …. Du’a Ceuceu aya dina unggal lengkah.

Sukma Ramadhan dan Evi Sri Rezeki, Terbiasa Lembur Sampai Pagi. Kepingan 4

sukma1sukma2sukma3

Lucu-lucu ya gambar di atas ^_^ Ilustrator yang bikinnya sama dengan yang membuat komik di book trailer novel Love Puzzle loh. Namanya Sukma Ramadhan. Ilustrator yang lahir di Bekasi 19 Agustus tanpa mau menyebutkan tahun kelahirannya (entah kenapa) itu saat ini seperti biasanya sangat sibuk. Kali ini Mas Sukma sedang menggarap komik sekaligus mengepalai film animasi 2D sebanyak 26 episode.

Katanya sih untuk pembuatan komiknya Mas Sukma hanya mengerjakan gambar saja yang meliputi sketching, inking, toning, dan text. Sementara untuk film animasi, Mas Sukma bertugas mengawasi proses pembuatannya dari pra-produksi, produksi,  pasca produksi sampai menjadi sebuah film siap tayang.

Mas Sukma ngasih bocoran trailernya nih di link ini: http://www.tpianimation.com/#work

Nah, kalau tadi karyanya sekarang foto orangnya

sukma

Mas Sukma ini memang luar biasa, di tengah kesibukannya masih mau menyempatkan diri membantu saya membuat book trailer Love Puzzle. Komik Love Puzzle dibuatnya sepulang kerja lembur. Jadi double lembur deh XD

Ini sedikit ceritanya waktu proses pembuatan book trailer Love Puzzle:

Waktu ditawari buat garap gambar book trailer Love Puzzle, kerjaan yang aku pegang sebetulnya lagi numpuk banget, ga heran kalo dalam proses penggarapannya cukup memakan waktu, karena dikerjakan dengan mengandalkan sisasisa tenaga. Alhasil kerjaan inipun jadi molor dari deadline yang udah disepakati.

Untungnya Eva bisa mengerti dan tetap sabar menunggu, juga memberi masukan ide-ide baru yang sangat membantu proses pembuatannya.

Ada kejadian lucu, saat empat hari menjelang batas penggarapan, biasanya sebelum gambar aku finishing di rumah, dari tempat kerja selalu aku persiapkan buat sket-sketnya dulu lalu di email untuk dikoreksi. Beruhubung kerjaan dikantor lagi bejibun akhirnya gambar sketnya ga sempet dibuat. Sepulang dari tempat kerja sampai di rumah hampir jam 11 malam, biasanya paling telat jam 10, karena tiap hari harus lembur sampai jam 8 malam, langsung siapin peralatan gambar di meja plus nyalain komputer, karena semangat niat ngebut 2 halaman terakhir.

Ga heran, malam itu target menyelesaikan dua halaman, dengan ajaib bisa kelar empat halaman. Anehnya seperti ga ada hal yang ganjil, yang ada cuma perasaan senang dan puas. Sampai terdengar adzan subuh, baru sadar kalau semuanya cuma mimpi karena kertas gambar yang dah disiapin masih bersih dari coretan dan game Diamondash yang aku mainin udah game over sendiri dilevel 3, karna ketiduran.

Hihihi, ada-ada aja Mas Sukma ini, Saking berdedikasi sama kerjaan sampai kebawa mimpi ^_^

Ingin ngobrol sama Mas Sukma secara langsung soal komik dan animasi 2D? Sapa aja di jejaring sosial dan blognya:

Facebook https://www.facebook.com/sukma.ramadhan.31

Blog http://romabijak.blogspot.com/

 

 

Lahirnya book trailer Love Puzzle enggak akan lepas dari peranan seorang produser. Dia kembaran saya, Evi Sri Rezeki. Saya kasih fotonya yang mirip saya (ngaku-ngaku).

 

evi

 

Evi baru tahun kemarin lahiran novel keduanya, setelah jeda 5 tahun. lama ya. Tapi bukan berarti Evi enggak nulis, dia aktif banget ngeblog. Intip aja blognya. Isinya seru-seru deh, banyak tips menulis. http://myfairytalemytale.blogspot.com/

Evi juga aktif di berbagai komunitas tulis. Katanya sih dia menulis ingin supaya karyanya bisa mengubah dunia. Wow banget! Bulan lalu Evi diundang sebuah TV lokal di Bandung untuk sharing tentang menulis.

 

DSC_1344

 

Selain nulis, Evi juga suka bikin desain. Contoh desainnya bisa diintip di blognya juga. Dan ngomong-ngomong soal book trailer, Evilah yang meinspirasi saya untuk membuat book trailer Love Puzzle karena dia sudah lebih dulu membuat book trailer novelnya yang berjudul Cine Us. Kembaran yang baik? Hmm, agak gaak dikit sih, hehehe *Dipentung Evi*

Saat ini Evi dan kembarannya (kayak ngomongin orang lain aja XD) sedang mempersiapkan buku baru berupa personal literature, kisah nyata tentang pengalamannya menjadi anak kembar. Salah satu tujuannya sih kata Evi biar kalau ada yang nanya-nanya tentang kekembarannya bisa langsung baca bukunya.

Kalau mau ngobrol sama Evi, sapa aja lini masanya:

Twitter: @EviSriRezeki

 

Lalu apa kesamaan Evi dan Mas Sukma? Kedua sama-sama suka lembur sampai pagi. Sama-sama total sama kerjaan ^_^