[Blogtour + Giveaway] Novel Jodoh Untuk Naina

Novel Jodoh Untuk Naina

Novel Jodoh Untuk Naina

Masa lalu tidak bisa diubah, termasuk masa lalu yang kelam. Tetapi masa kini ada dalam genggaman kita, di waktu inilah kita bisa membuat segalanya lebih baik. Sayangnya, saat kita telah berdamai dengan masa lalu, terkadang orang-orang di sekitar kitalah yang tetap tidak menerima. Seperti dalam novel “Jodoh Untuk Naina” ini.

***

Judul: Jodoh Untuk Naina

Penulis: Nima Mumtaz

Penerbit: Elex Media Komputindo

Tebal: 252 Halaman

ISBN: 978-602-02-6348-9

Blurb:

Jodoh untuk Naina, Abah yang pilih. Naina ikhlas.

Tapi, kenapa Abah pilih dia?

Dia yang punya masa lalu kelam. Dia yang pernah diarak keliling kampung karena berzina.

Dia yang tidak sempurna.

Mengapa Abah begitu yakin dia mampu menjadi imam Naina?

Bagaimana Naina harus menjalani kehidupan rumah tangga bersama pria yang tidak dia sukai, bahkan sebelum akad nikah?

Apakah dia adalah jodoh untuk Naina?

***

Naina tidak bisa menolak ketika Abah menjodohkannya dengan Rizal, pria yang diketahuinya pernah memiliki skandal dengan perempuan bersuami di kampungnya. Namun demi membahagiakan Abah, Naina berusaha ikhlas menerima perjodohan itu. Pernikahan pun digelar. Setelahnya Naina langsung diboyong ke rumah Rizal. Hidup Naina sebagai seorang istri pun dimulai.

Selama berbulan-bulan Naina dan Rizal terlibat perkawinan yang canggung. Namun sedikit demi sedikit Naina mulai membuka hatinya melihat ketulusan dan kesholehan Rizal. Dia menjadi bertanya-tanya, benarkah Rizal telah berubah sepenuhnya? Sayangnya, ketika Naina akan menerima Rizal sepenuhnya, badai hebat melanda rumah tangganya. Latifah–perempuan yang dulu terlibat skandal dengan Rizal–kembali dalam hidup mereka. Naina kembali bertanya, benarkah Rizal jodoh untuknya?

REVIEW

Jodoh Untuk Nima, eh, Naina, merupakan novel Mbak Nima Mumtaz ketiga yang saya baca. Setelah sebelumnya melahap Akulah Arjuna dan Cinta Masa Lalu. Meskipun kali ini nuansanya religi, tapi sentuhan ciri khas Mbak Nima masih sangat kental. Salah satunya adalah penuturannya yang mengalir, renyah, dan lincah. Jelas saja membuat saya betah membacanya, dan enggak butuh waktu lama buat namatin novel ini.

Satu diksi yang selalu saya temui dalam karya-karya Mbak Nima, mau itu si penceritanya perempuan atau laki-laki.

Satu isakan lolos….

Dalam novel dengan nuansa religi ini, Mbak Nima enggak kehilangan selera humornya yang ngegemesin. Selalu berhasil bikin saya senyum-senyum sendiri.

Apa pun yang kubuat di dapur selalu dia habiskan dengan lahap. Hingga aku berkesimpulan kalau rasa yang dia punya di saraf lidah hanyalah ‘enak dan enak banget’ karena hanya itu jawaban yang dia berikan kalau aku bertanya selama ini. –Halaman 58.

Mbak Nima seperti biasanya, selalu berhasil menciptakan tokoh-tokoh yang membumi, manusiawi, dan realistis sehingga rasanya mereka benar-benar ada, bukan fiktif. Ini berlaku untuk semua tokohnya, bahkan tokoh selewat pun terasa hidup. Hati-hati ya buat para cewek yang baca ini, takutnya jadi melting kepenging punya suami kayak Rizal XD Selain itu Mbak Nima memang jago membuat dialog renyah dan enggak kaku. Beneran deh, saya berasa seperti melihat dan mendengar mereka berceloteh.

Jangan suka berandai-andai, karena itu adalah pintu masuk setan. –Halaman 80.

Setting tempat digambarkan dengan pas sehingga terbayang. Disampaikan dalam beberapa adegan sehingga informasinya enggak bertumpuk. Saya berasa diajak menjelajah kampung yang adem. Konflik di Naina ini enggak banyak tapi penjabaran dan penyebarannya bikin perasaan naik turun. Berhasil bikin larut. Sayangnya konflik puncaknya masih kurang tajam. Karena sebenarnya kalau saja Naina mau bersikap sedikit lebih dewasa, masalah enggak akan berlarut-larut.

Sepertinya masih ada banyak sunah Rasul yang bisa membawa kita mencapai rida Ilahi. Nggak cuman dengan poligami. Kenapa nggak sempurnakan saja salatnya, zakatnya, puasanya, sedekahnya juga amalan-amalan lainnya daripada sibuk memikirkan istri kedua. — Halaman 200.

Bisa dibilang di antara semua novel Elex yang saya baca, editing Jodoh Untuk Naina ini paling rapi. Saya enggak menemukan typo. Kemajuan yang pesat ^_^ Sebagai pembaca, saya jadi sangat menikmati novelnya. Apalagi bertebaran pesan moral yang disampaikan dengan halus, juga sisipan pengetahuan Islami. Cocok banget dibaca di bulan puasa seperti ini. Membaca pesan-pesan moralnya bikin saya berkali-kali mengalami jleb moment. Uhm, memang sih ada sedikiiit banget adegan mesranya, tapi sama sekali enggak bikin pembaca kegerahan kok XD Malah kerasanya romantiiiis bangeeeet.

WAWANCARA

Blogtour kali ini disertai wawancara dengan Mbak Nima yang disebar dalam empat posting, dua pertanyaan untuk satu bloghost. Wawancara sebelumnya bisa kamu baca di blog Luckty, Mbak Sari, dan Teh Efi. Silakan klik nama-nama bloghost untuk membaca postingan sebelumnya ya ^_^

1. Apa pengalaman paling luar biasa dari nulis?

Mbak Nima: Agak susah menjawab pertanyaan ini. Karena sepertinya sejak menulis banyak sekali pengalaman luar biasa yang saya alami. Salah satunya saya masih suka terharu dengan penghargaan yang begitu besar dari teman-teman yang membaca karya saya walau saya tahu karya saya jauh dari kata sempurna. Saya juga banyak bertemu teman baru, juga orang-orang yang luar biasa, berbagi pengalaman dengan senior di dunia menulis juga belajar banyak ilmu dari mereka. Itu semua pengalaman luar biasa yang tidak pernah saya bayangkan bisa didapat dari kegiatan menulis ini.

2. Siapa orang yang paling mendorong kemajuan karier menulis Mbak Nima?

Mbak Nima: Suami. Dia memberikan kebebasan waktu yang seluas-luasnya untuk saya menulis. Bahkan di awal kegiatan saya menulis dulu, jauh sebelum tulisan saya diterbitkan. Dia juga yang memberi semangat ketika saya down oleh komentar pedas pembaca. Menegur saya ketika mulai malas menulis. Dia juga siap mendengar ketika saya berkeluh kesah dengan semua masalah yang saya hadapi, stres karena dikejar deadline, ataupun bersedia mencarikan bahan tulisan jika saya sedang stuck. Dia juga yang selalu mengingatkan kalau dulu tujuan utama saya nulis cuma buat fun, jadi jangan sampai tujuan itu berubah dengan yang lain.

GIVEAWAY

Hadiah giveaway

Hadiah giveaway

Kamu pasti mau dong dapetin novelnya. Bukan cuman itu, karena ini puncak blogtour “Jodoh Untuk Naina” jadi hadiahnya spesial XD Ada dua hadiah untuk dua pemenang:

1. Tas Le Mariage + novel “Cinta Rasa Mie Instan”

2. Novel “Jodoh Untuk Naina”

Cara ikutannya:

1. Follow twitter Mbak Nima di @nima_saleem dan @elexmedia

2. Share info giveaway ini di twitter atau Facebook (pilih salah satu) dengan tagar #JodohUntukNaina

3. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar dengan mencantumkan nama dan akun twittermu: Dari delapan pertanyaan wawancara untuk Mbak Nima, pertanyaan dan jawaban mana yang menurutmu paling menarik? Beri alasannya.

Silakan ya wawancara enam pertanyaan sebelumnya dibaca dulu di postingan-postingan sebelumnya yang sudah saya link-in tadi 😀

4. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 27 Juni sampai 4 Juli. Akan saya umumkan pemenangnya tanggal 5 Juli 2015 di akun twitter saya @evasrirahayu

 

<span data-sociabuzz-verification=”a877737a” style=”display: none;”></span>

LangitMusik = Mood Booster

162755_490473902871_5274800_n (2)

 

Saat menulis, saya seringkali butuh menumbuhkan mood dulu. Ritual itu biasanya membutuhkan waktu lebih lama dari menulisnya sendiri XD Awalnya saya suka buka media sosial dulu yang akhirnya selalu berakhir kebablasan, semacam malah lupa nulisnya. Sayangnya kadang mood yang terbangun enggak sesuai dengan yang saya harapkan. Misalnya saya butuh mood galau buat menulis kisah romance sedih, malah dapatnya mood ceria karena bercandaan di postingan orang ^^V Akhirnya saya mencoba metode lain, yaitu dengan musik. Ketika menulis cerita thriller, saya akan mendengar lagu-lagu dengan suasana dark seperti Bring Me To Life-nya Evanescence. Atau saat menulis komedi, saya mengisi playlist dengan lagu-lagu Project Pop.

Musik buat saya selain jadi mood booster dalam berkarya, juga membantu mengekspresikan diri. Ketika perasaan saya lagi nyesek tapi enggak bisa nangis, saya akan memutar lagu-lagu sedih. Akhirnya saya bisa nangis, dan setelahnya merasa lega. Saat bermain bersama si kecil, kami akan mendengarkan lagu-lagu ceria sambil ikut menyanyi dengan gaya ala-ala lagi konser gitu *eh. Sehingga seharian itu kami melakukan berbagai aktivitas dengan perasaan senang. Yeaay! Musik memang punya sihir ajaib ya.

Sayangnya stok lagu-lagu saya terbatas banget, jadinya suka enggak nemu lagu yang sesuai buat ningkatin mood itu. Dulu, dikit-dikit saya minta ke temen, minta ke saudara. Ribet deh pokoknya. Sampai saya menemukan aplikasi musik paling seru, namanya LangitMusik. Mau nyari lagu buat bikin mood apa aja ada. Keren deh. LangitMusik sama dengan mood booster buat saya 😀

Buat mengaktifkannya, kamu harus menggunakan Telkomsel. Bisa dipakai oleh pengguna Android, Blackberry, dan iOs. Buat kamu pemakai android, unduh aja aplikasinya dari Google Play Store. Tenaaang, enggak ngabisin banyak tempat kok ^_^ Pilih aja paket sesuai kebutuhanmu. Bisa ambil LangitMusik Basic yang gratis buat 7 hari, atau LangitMusik Premium 7 hari dan LangitMusik Premium buat 30 hari.

Apa aja sih yang bisa kamu nikmati di LangitMusik?

Banyaaak bangeeet. Ada LM’s Playlist, Highlights, New Releases, LM’s Pick, Popular Tracks, Popular Artists, Social Playlist, dan Mood.

Tuh, kaaan. Pas banget pilihannya aja ada “Mood“, beranak cucu pula pilihannya. Sesuain aja sama mood yang kepengin dibangun: party, happy, angry, dan galau. Ups, pilihan terakhir itu sesuatu banget deh XD

 

Screenshot_2015-06-27-16-18-50 (2)Kita juga bisa berbagi playlist ke temen-temen loh dengan memasukkan playlist kita ke Social Playlist. Jadi buat temen-temen yang lagi galau dan berniat–baru niat aja sih biasanya, eh–kepengin move on, dan si temen minta rekomendasi lagu penyemangat misi move on-nya itu, rekomendasiin aja playlist kita.

Screenshot_2015-06-27-16-19-01 (2)

Find

Mau nyari musik apa? Enggak usah bingung-bingung, langsung aja ketik di “Find“. Kata kuncinya bisa track, album, atau nama artist.

Screenshot_2015-06-27-15-31-13

My Stream

Isinya lagu-lagu yang udah kita dengarkan. LangitMusik juga bisa ngereferensiian lagu-lagu yang kira-kira cocok buat kita

Catalog

Betah banget deh ngejelajah catalog-nya. Soalnya super lengkap. Isinya kumpulan lagu-lagu berbagai genre musik dan asal musik tersebut. Kayak lagu-lagu Indonesia, Korea, Barat, dan lain-lain.

Screenshot_2015-06-27-15-38-50

Promo

Di menu ini, kamu bisa menemukan lagu-lagu yang lagi dipromosikan oleh LangitMusik.

My Profile

Berisi profile kita. Simpen deh foto paling kece di sana *eh. Ada juga history download, dan antrian download, atau untuk logout.

Karaoke

Buat kamu yang hobi karaoke, tersedia juga aplikasinya. Unduh aja LangitMusik Karaoke, terus nyanyi deh. Dudududu.

Screenshot_2015-06-27-14-46-10 (2)

Sekarang, jadi gampang banget kan bikin mood kita naik. Tinggal buka LangitMusik, beres deh. Mau bikin mood ceria sepanjang hari, bisa. Bikin suasana adem dengan dengerin musik religi, bisa. Bikin mood apa aja, bisaaa. Mood cepet terbangun, jadi semangat terus berkarya ^_^

Postingan ini diikutkan dalam Lomba Blog Review

kerjasama LangitMusik dan Warung Blogger

BKLM-585x595-3.0

 

Tips Membuat Skenario Komik

10256953_10152168626702872_7153836028652604349_n

Buku TwiRies yang di dalamnya ada komiknya.

Dari kecil saya hobi banget baca komik. Mulai dari komik strip di koran Kompas, dan kebanyakan komik-komik Jepang seperti Doraemon, Candy-candy, dan tentunya serial cantik, hohoho. Bisa dibilang saya merasa bertumbuh dengan pelajaran-pelajaran kehidupan dari komik-komik itu. Yang bilang enggak dapet apa-apa dari komik pasti kurang piknik *eh. Makin besar, komik yang saya baca pun makin berat. Kayak komik-komik karya Naoki Urasawa. Makanya salah satu cita-cita saya kepengin jadi komikus. Alhamdulillah belum kesampean XD Berhubung saya enggak bisa gambar, uhm… kalau niru aja sih bisa *plaak. Tapi ternyata akhirnya kesampean juga kolaborasi sama ilustrator buat bikin komik. Saya bikin skenario alias naskah komiknya, ilustrator bikin gambarnya 😀

Kesempatan itu datang pertama kali pada tahun 2013. Waktu itu saya menjadi salah satu tim penulis untuk komik pembelajaran pelajaran Bahasa Indonesia. Bikin komik pembelajaran beda sama komik bebas. Tapi di postingan ini kita bahas pembuatan skenario komik bebas dulu ya. Nanti saya bikin postingan terpisah untuk bahas komik pembelajaran. Skenario komik bebas (selanjutnya disebut komik) yang pertama saya buat itu tahun 2013 juga, waktu itu saya punya ide untuk membuat book trailer novel saya yang berjudul Love Puzzle berbentuk komik. Karena bentuknya book trailer, jadinya motion comic. Buat yang belum lihat, bisa ditonton di sini ya:

Sebenarnya apa sih komik itu? Kalau kata Wikipedia sih komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dalam strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk dalam buku tersendiri.

Naskah komik ini agak mirip dengan skenario film atau sinetron, karena bisa memakai istilah-istilah skenario film seperti close up, voice over, dan lainnya. Kotak gambarnya disebut panel, jadi satu gambar itu satu panel. Contohnya ini:

Salah satu adegan dalam komik Love Puzzle. Di sini ada dua kotak yang artinya dua panel. (Ilustrator Sukma Ramadhan).

Salah satu adegan dalam komik Love Puzzle. Di sini ada dua kotak yang artinya dua panel. (Ilustrator Sukma Ramadhan).

Dalam satu lembar komik, bisa terdiri dari satu sampai maksimal 8 panel. Bingkai satu gambar enggak harus melulu berbentuk kotak, kita bisa mengkreasikannya. Misalnya seperti komik Love Puzzle di atas, bentuknya seperti potongan puzzle.

Gimana step-step pembuatan skenario komik?

1. Seperti membuat cerita lainnya, pertama kali yang kita buat adalah sinopsis. Sinopsis menggambarkan keseluruhan cerita dari awal sampai akhir.

2. Tuliskan seperti apa karakter tokohmu. Baik itu fisik dan sifat. Terutama fisiknya, agar ilustrator dapat menggambarkan dengan tepat tokohmu. Misalnya:

Jack Brown : Blasteran Indonesia – Amerika. Pemalas, hobi bolos sekolah, suka mengoleksi berbagai aksesoris Jack O’latern. Cara bicaranya malas-malasan. Berambut keriting, tinggi, putih, atletis, hidungnya mancung, bermata coklat maple.

3. Setelah memiliki sinopsis dan gambaran tokoh, barulah kita bagi-bagi adegannya ke dalam panel-panel. Bentuk penulisannya biasanya:

Nomor panel. Gambar: keterangan gambar atau adegan.

Di bawahnya.

Narasi:

Dialog:

Sound:

Pemakaian narasi, dialog, dan sound dipakai sesuai kebutuhan. Kalau memang di panel itu enggak ada narasinya ya enggak usah pakai narasi. Oh iya, sound itu adalah suara atau bunyi-bunyian. Misalnya suara cuitan burung, atau bunyi pintu dibuka.

4. Tuliskan secara mendetail keadaan yang ingin tergambar. Kenapa sebaiknya mendetail? Agar memudahkan ilustrator untuk menggambar komiknya, sehingga apa yang ada dalam imajinasimu bisa ditangkap oleh ilustrator.

Contohnya:

1. Gambar: Establish sebuah kota kecil pagi hari. Terlihat bunga-bunga bermekaran karena sedang musim semi. Di gambar tampak satu rumah tidak begitu besar yang menonjol dari rumah-rumah lainnya yang digambarkan lebih kecil-kecil. Rumah itu berpagar.

Narasi: Suatu hari di Bandung tahun 2009.

2. Gambar: Tampak depan rumah tadi dengan pekarangan yang asri dan bersih. Di luar pagar rumah terdapat sebuah plang bertuliskan “Drg. Indah Mawarni”.

3. Gambar: Di ruang tunggu praktek Drg. Indah tampak dua pasien bocah lelaki yang mengantre ditemani ibu-ibunya. Pipi kedua bocah itu mengembung sebelah karena giginya sakit. Anak 1 terlihat ketakutan karena mau diperiksa. Ibu 1 mengusap-usap kepala anaknya. Mereka duduk di sofa panjang yang di depannya terdapat meja. Di atas meja tersebut ada beberapa majalah.

Dialog:

Ibu 1: Jangan takut…. Enggak akan sakit kok.

Narasi: Di ruang tunggu praktek dokter gigi Indah Mawarni.

5. Usahakan dialog enggak panjang-panjang, apalagi kalau sampai dibuat semua tokohnya ngomong semua. Bisa-bisa satu panel malah isinya teks semua XD Kamu bisa menyiasatinya dengan membagi-bagi dialog dalam beberapa panel.

Selanjutnya, skenario yang sudah jadi akan digambar oleh ilustrator dalam bentuk sketsa dulu seperti ini:

Sketsa satu halaman dalam komik Love Puzzle (ilustrator Sukma Ramadhan).

Sketsa satu halaman dalam komik Love Puzzle (ilustrator Sukma Ramadhan).

Kamu bisa memberi revisi pada ilustrator di tahap itu jika ada gambar yang enggak sesuai.

Itu dia cara membuat skenario komik. Enggak susah, kan?  ^_^ Kamu bisa langsung mempraktikkannya. Selamat membuat komikmu ya XD

 

Salah satu komik dalam buku TwiRies: The Freaky Twins Diaries (ilustrator Zamal Martian).

Salah satu komik dalam buku TwiRies: The Freaky Twins Diaries (ilustrator Zamal Martian).

*Dilarang mengopas materi dan mengambil gambar-gambar dalam postingan ini tanpa seizin saya, apalagi tanpa menyebutkan sumbernya*

Buat Momen Berkesan Dengan Bakmi GM

Bakmi ayam saus thai

Bakmi ayam saus Thai

Beberapa bulan ini saya rajin main ke Jakarta. Sebenernya bukan main sih, lebih tepatnya kerja, tapi berhubung saya jarang keluar rumah, semua kerjaan yang mengharuskan saya keluar kandang saya sebut liburan alias main XD Satu kali tugas menghabiskan beberapa hari. Hari terakhir kerja rasanya legaaa bangeeet. Sehabis itu saya dan teman-teman jadi bernafsu banget pengin ngerayain kebebasan kami dari setan deadline. Jiaaah, nyelesein kerjaan aja kayak abis merebut kemerdekaan *plaaak!* Perayaan itu bukan sejenis snorkeling di Raja Ampat, atau naik gunung Semeru, bukan, bukan… soalnya kejauhan. Tapi perayaan sederhana yang seru dan berkesan. Apalagi kalau bukan… makan-makan. Yeaay!

Entah gimana awalnya, malam itu saya dan teman-teman kebayang-bayang makan mie bakso yang enak. Ngebayanginnya aja udah bikin iler netes-netes XD Masalahnya, nyari di mana? Mau makan di mana? Salah satu teman saya merekomendasikan Bakmi GM. Meskipun sering denger, tapi waktu itu saya belum pernah nyoba, jadilah saya penasaran dan mengiyakan ajakan si teman. Kami langsung ke sana deh. Daaan ternyataaa, asli, bakminya enaaak bangeeet. Bakminya lembut dan gurih, harumnya enak, terus pangsitnya pas banget garingnya. Ini saya enggak lagi lebay loh. Acara makan malam itu jadi kerasa berkesan banget. Makanan enak tuh memang ajaib. Jadi pengin bikin pantun makanan:

Dari mulut turun ke perut, naik lagi ke muka. Makanan yang kerasa enak di mulut, seudah bikin kenyang, pasti bikin gembira.

Bakmi spesial GM pangsit goreng favorit saya.

Bakmi spesial GM pangsit goreng favorit saya.

Sesudah itu, saya malah ketagihan. Sekarang-sekarang kalau ada acara-acara spesial maunya ngehidangin Bakmi GM aja ^_^ Enaknya lagi, enggak mesti dateng langsung ke tempat. Soalnya ada BAKMI GM DELIVERY. Tinggal telepon ke (021) 1.500.677 abis itu duduk cantik sambil twitteran. Btw, itu nomor terbaru delivery-nya Bakmi GM. Apalagi momen-momen bulan puasa kayak gini. Udah pas banget deh makan bakmi-bakmi yang enak ini sama seluruh keluarga, buka jadi makin berkesan. Tapi tanggung sendiri loh kalau ketagihan XD Jangan lupa yang traktir giliran *eh

Varian menunya juga banyaaak. Enggak melulu mie kok. Buat pecinta nasi ada nasi ayam saus Thai, nasi ayam cah cabai, dan lainnya. Ada juga menu lain semisal daging sapi cah cabai, ayam goreng, cap cay, dan lainnya.

Saya jadi kepikiran buat jadiin bakmi spesial GM pangsit goreng favorit saya itu buat nemenin nulis, kali aja ide-ide jadi berdatangan XD Makan pangsit dan makan bakmi. Perut bebas melilit dan dapat wangsit. Kyaaa, pantunnya maksa. XD

 

Tahu bakso

Tahu bakso

Pangsit goreng

Pangsit goreng

Nasi ayam cah jamur

Nasi ayam cah jamur

*Semua foto diambil dari web Bakmi GM.

Pileuleuyan, TK Kartini.

Sesuatu yang paling jauh diraih adalah waktu, dan sesuatu yang paling bisa didekap dari kepergian waktu adalah kenangan. -Eva Sri Rahayu.

 

Rasi dan sahabatnya Sofi (Foto hasil jepretan Ceu Asri Resmisari)

Rasi dan sahabatnya Sofi (Foto hasil jepretan Ceu Asri Resmisari)

 

Agustus 2014 pertama kalinya Rasi masuk sekolah TK. Ada perasaan deg-degan waktu melihat anak itu berangkat sekolah hari pertama. Apa dia bakalan betah, apa bisa bergaul dengan teman-temannya, dan apa bisa menikmati sekolahnya. Namun di sisi lain, saya pun punya kekhawatiran pada diri sendiri, apa saya bisa berbaur dengan ibu-ibu temannya Rasi? Soalnya saya perlu waktu lama untuk menyatu dengan suatu lingkungan–dan hiksnya ini menurun sama Rasi.

Tanpa saya duga, ternyata anak-anak beserta para emaknya dengan cepat mengenal Rasi si murid baru dan papanya yang bertugas mengantar jemput. Sedang saya awalnya hanya sesekali mengantar atau menjemput kalau-kalau papanya berhalangan. Pertemuan-pertemuan singkat itu menghasilkan pertukaran pin BBM dan dengan baik hatinya Mama Manda–ibu koordinator kelas Rasi–memasukkan saya ke grup BBM-nya. Meskipun jaraaang sekali ikut ngobrol di sana, tapi sangat bersyukur karena jadi enggak ketinggalan info-info seputar sekolah, dan ehm… bisa tanya-tanya soal lain semisal nyari tempat di Bogor dan lainnya. Pokoknya para ibu di sana ramah-ramah meskipun saya seringnya muncul di grup kalau ada perlunya *plaaak!

Btw, ini bagian pengakuan dosa. Berhubung jarang bergaul tiap ketemu ibu-ibu saya selalu bingung manggil namanya. Karena biasanya para ibu saling memanggil dengan nama anak-anaknya, misalnya Mama Fia, Mama Arkin, dll. Saat menjawab pertanyaan salah satu ibu, saya jadi enggak enak sendiri kalau manggil pakai nama aslinya yang tertera di kontaknya.Akhirnya supaya aman saya panggil “Mam” aja yang umum XD Tapi hal itu menjawab satu pertanyaan: kenapa emak-emak selalu mencantumkan nama anak mereka. Kayak “Nurning (Bunda Rayhan)”, hohoho Mama Ean maafin dijadiin contoh. Dulu saya suka sebel kalau teman sudah mengubah nama BBM-nya dengan nama anaknya, soalnya saya jadi susah mencarinya di kontak saat mau menyapa. Manalah saya hafal nama-nama anak mereka. Mengingat nama memang kelemahan saya 😥 Maafkaaan. Berkat berteman di BBM juga, ibu-ibu teman Rasi mengetahui kalau profesi saya penulis. Soalnya isi update status kebanyakan soal nulis. Ngeksis banget ya XD *plaaak!

 

Bersama Bunda Tini, wali kelas Rasi (Foto diambil oleh Ceu Asri Resmisari).

Bersama Bunda Tini, wali kelas Rasi (Foto diambil oleh Ceu Asri Resmisari).

 

Kemudian datanglah kesempatan mengenal para ibu lebih dekat. Waktu itu ada acara piknik di sekolah. Saya dan Mas Fuan ikut ke sana mendampingi Rasi. Terharunya mereka sangat ramah-ramah, selalu menyapa saya dan siap membantu apa saja. Sayangnya hari itu saya masih sangat minder, jadilah enggak begitu banyak interaksi dengan para ibu. Bahkan sekadar minta foto bareng aja malu. 😥 Bagian senangnya, saya jadi mengenal teman-teman Rasi. Salah satu yang paling sering disebutnya itu Arkin dan Nanda, sayangnya Nanda enggak ikut.

 

Rasi dan Arkin. Lucu banget deh ekspresi mereka.

Rasi dan Arkin. Lucu banget deh ekspresi mereka.

Para ibu ini punya acara rutin seru-seruan, mereka menyebutnya Cucurak. Mama Rayhan–ketua komite yang keren–pernah meminta saya untuk sharing penulisan di acara itu. Saya mau banget, serius. Tapi saat itu waktunya bentrok dengan panggilan kerja ke Jakarta, jadilah batal. Selanjut-selanjutnya para mama masih selalu mengajak, tapi sampai terakhir pun saya enggak pernah hadir. Terakhir kemarin saya lagi pindahan ke Bandung. Sedih banget 😥

 

Ibu-ibu di acara cucurak yang enggak sempat saya hadiri (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Ibu-ibu di acara cucurak yang enggak sempat saya hadiri (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

 

Satu waktu, kesehatan saya menurun. Dada sering sesak, mudah capek, dan perut sakit banget. Mas menyarankan supaya saya rajin olah raga. Jadilah waktu itu saya mengubah jam kerja dari tengah malam ke dini hari. Sehabis menulis, saya menyiapkan Rasi ke sekolah lalu mengantarnya. Bolak-balik jalan kaki dari rumah ke sekolah menghabiskan waktu setengah jam, saya pikir bisalah dihitung olahraga XD Rasi seneng banget karena saya yang mengantar, katanya petualangan pagi. Saat itu saya jadi sering ketemu ibu-ibu. Terus terang saya selalu cepat-cepat pulang, bukannya enggak betah ngobrol sama mereka–yang enggak mungin karena mereka selalu super ramah–tapi karena saya belum kinclong seperti mereka. Duuh malu banget deh berdiri di antara para bidadari sementara saya masih bau *eh.

Momen berikutnya yang berkesan adalah pas kartinian. Waktu itu anak-anak perempuan harus memakai baju adat dan berdandan. Lagi-lagi para ibu jadi pahlawan saya. Mama Rayhan menawarkan paketan baju adat dan make up-nya. Yang merias Mama Rayhan, sedang hair do dan baju dari Ceu Lely. Yang berkesan banget adalah satu momen saat saya nongrong pertama kali dan satu-satu kalinya warung deket sekolah. Warung itu tempat ibu-ibu sering berkumpul. Sambil memilih-milih baju adat, kami mengobrol ngalor-ngidul. Pulangnya saya malah dianter sama Mama Rayhan. Terharunya :’)

 

Rasi dan teman-temannya di acara kartinian.

Rasi dan teman-temannya di acara kartinian.

 

Waktu kelulusan makin dekat, saya mulai mencari-cari sekolah untuk Rasi. Ternyata untuk masuk ke SD favorit di Bandung, untuk anak yang kurang dari enam tahun, harus menyertakan hasil psikotes yang menyatakan bahwa si anak siap untuk belajar. Karena pekerjaan saya, Rasi melewatkan hari psikotes yang diadakan sekolah. Maka saya mencari tempat psikotes lain. Untungnya saya bertanya pada orang yang tepat. Mama Fia salah satu mamanya teman Rasi ternyata membuka lembaga psikotes bersama teman-temannya. Jadi Rasi bisa ikut psikotes di sana. Mama Fia akhirnya jadi tempat saya konsultasi macam-macam soal perkembangan Rasi. Terharu lagi :’)

Kemudian waktu berlalu semakin cepat. Saat perpisahan tiba. Gladi bersih, pelepasan, hari pembagian raport menjadi saat-saat yang paling emosional. Rasi selalu berceloteh tentang latihan drama dimana dia berperan sebagai bunga. Waktu saya tanya, “Bunga ngapain aja, Rachan?” Jawabnya, “Bunga diem aja, Michan, kan diiket.” Oooh…. Ternyata pas ngeliat dia lagi gladi bersih, dia meranin lebah menari. Menarinya cukup lincah, saya senang melihatnya. Saya berkomentar, “Rachan narinya bagus, tapi besok sambil senyum ya. Eh tapi kok Rachan jadi lebah? Bukannya bunga?” Dia menjawab dengan polos, “Aku narinya bagus kali.” -___-”

 

Para lebah cantik (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Para lebah cantik (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

 

Di hari pelepasan itu, malah saya yang ngerasa sedih banget. Bahkan saya udah nangis diem-diem dari gladi bersih. Satu lagi perpisahan 😥 Sedihnya lagi, hape saya mati total karena rusak, lagi-lagi saya beruntung, Ceu Rati mamanya Arkin tanpa diminta mengambilkan foto-foto Rasi. Belum lagi Ceu Asri mamanya Sofi yang sebagian besar foto di postingan ini saya ambil darinya. Terharu lima kuadrat :’)

Ada satu kejutan hari itu. Saat nama-nama para ibu yang suka membantu sekolah dipanggil, Rasi bertanya, “Michan, kenapa itu mama-mamanya disuruh ke depan?” Saya jawab, “Oh, itu mama-mama yang suka bantuin sekolah.” Lalu katanya, “Kalau Mama?” Saya diam dulu berpikir sebelum menjawab, “Mama sih enggak, soalnya kan mama enggak suka bantu sekolah.” Mendengar itu Rasi mau menangis, tapi sebelum air matanya tumpah, nama saya dipanggil ke depan. Saya sempat melongo beberapa saat. Ini saya enggak salah denger apa ya. Kalau enggak karena Bunda Dwi–salah satu guru Rasi–menyuruh ke depan, saya pasti enggak naik ke panggung. Saya sangat berterima kasih kepada sekolah, karena dengan itu bisa membuat Rasi senang. Ini terharu enggak berhenti-henti :’)

 

Ibu-ibu dan para pengurus yayasan (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Ibu-ibu dan para pengurus yayasan (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

 

Dua hari kemudian pembagian raport. Semua buku-buku belajar Rasi diberikan sekolah termasuk foto kelas dan buku tahunannya. Rasanya bergetar sekali melihat jejak-jejak Rasi di sana :’) Semoga langkah pertama sekolahmu ini membahagiakan, Nak.

Enggak pengin melepas kesempatan, hari itu seharian saya ngerepotin Ceu Asri yang baik hati. Minta tolong difoto-foto terus. Maafkan, Ceu XD Melihat wajah-wajah anak-anak dan para ibu membuat saya bertanya-tanya: kapan lagi kita bisa bertemu? Semoga tali silaturahim terjaga, semua kenangan menorehkan senyum cerah.

 

Bersama Ceu Asri si ibu hebat.

Bersama Ceu Asri si ibu hebat.

Bersama mama Rayhan ketua komite keren.

Bersama mama Rayhan ketua komite keren.

Bersama Ceu Ratie mamanya Arkin (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Bersama Ceu Ratie mamanya Arkin (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Bersama para mama yang ramah-ramah (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Bersama para mama yang ramah-ramah (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Bersama para bunda TK Kartini yang sudah mendidik Ras (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Bersama para bunda TK Kartini yang sudah mendidik Ras (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

 

Terima kasih ibu-ibu. Ceu Asri yang selalu saya repotin dengan nanya ini itu, Mama Reyhan, Mama Fia, Mama Eva, Mama Manda, Mama Diandra, Mama Ayesh, Ceu Ratie, Mama Yasmin, Mama Riska, dan semua mama, terima kasih sudah menerima saya di tengah kalian.

Terima kasih Bunda Tini yang sudah mendidik Rasi setahun ini. Terima kasih semua Bunda yang mengajarkan banyak hal pada Rasi, terutama mengajarkan mencintai sekolah. Ketika menuliskan ini, di kepala saya terngiang-ngiang lagu yang dinyanyikan anak-anak.

Terima kasih, Bunda. Untuk semua cinta, yang kau berikan pada diriku.

Tak akan terbalas, budi dan jasamu. Yang kamu berikan pada diriku.

Lembut belaimu, jernih cintamu, putih kasihmu, seputih melati putih. Harum mewangi.

Terima kasih anak-anakku kelas B1, Sofi yang sudah menjadi sahabat terbaik Rasi, Nadya, Alby, Fia, Eva, Yasmin, Riska, Manda, Azka, Alkayra, Belvania, Bunga, Haikal, Khalisa, Maulidya, Zidane, Daffa, Ofel, Arkin dan Nanda teman segerombol XD Semoga kalian selalu menjadi anak-anak yang berbahagia.

 

Anak-anak TK Kartini 1 (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Anak-anak TK Kartini 1 (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Terbanglah, Nak. gapai semua impianmu dengan pribadi yang bersahaja.

Pileuleuyan, TK Kartini. Kita berpisah untuk berjumpa kembali. Suatu hari, di hari cerah yang dipenuhi obrolan indahnya masa lalu.