[Blog Tour] Review + Giveaway Novel Anak Pohon Karya Haditha

12368999_10205155733241583_3809306404907955656_n

Cover E-book Anak Pohon

Pertama kali saya tertarik membaca novel “Anak Pohon” karena mengandung kampanye lingkungan di dalamnya. Hadhita penulisnya bercerita sedang giat mengkampanyekan #SaveTheTreeSaveTheWorld salah satunya dengan pemilihan bentuk e-book yang paperless sebagai langkah nyata. Meskipun saya belum terbiasa baca e-book dan lebih suka menghirup bau kertas buku, novel “Anak Pohon” ini jadi e-book pertama yang selesai saya baca.

pin

Siapa Haditha?

Mari kita berkenalan dengan penulis yang aktivis lingkungan ini. Biodatanya bisa kamu baca di pict ini:

1620514_10153609052167872_9203523654857272019_n

Nah kalau yang ini penampakan penulisnya 😀

10329120_10153622649442872_8408494800430820531_n

Fun Fact Novel “Anak Pohon”

  1. Kenapa Handitha nulis Anak Pohon?
    Karena melaluinya saya bernostalgia terhadap desa tempat saya tinggal dulu. Setting ceritanya bertempat di desa Kebonagung. Which is adalah tempat saya 12 tahun pernah tinggal bersama Pakdhe.
  2.  Selain setting, apalagi yang diambil dari kenyataan?
    Memang banyak elemen-elemen dalam cerita yang saya masukkan itu asli. Beneran ada. Seperti sumur dan legendanya, itu betulan ada.
    Sumur itu sendiri…. di samping rumah saya persis. Cuma ya dipoleslah cerita besarnya.
    Sedang karakter yang asli ada itu Laskun, Djabrik, Kamiyadi, Waras, Bowo, Pak Karno, Mas Yulis, dan Ustad Tajir.
    Tapi ya diedit sedikit pembawaan karakter dan umurnya. Menyesuaikan kebutuhan cerita.
  3.  Novel “Anak Pohon” ini berapa kali revisi sebelum drafnya final?
    Dua kali revisi. Draf kasarnya ada konten vulgarnya. Nah, bagian itu yang dipangkas.

Sekarang kita masuk ke pembahasan novelnya.

Data Buku

Judul : Anak Pohon

Penulis : Handitha

Penerbit : Fantasious

Tebal : 208 Halaman

Editor : Dini Novita Sari

ISBN : 9786026922014

Blurb :

Satu kisah misteri mencuat dari keberadaan sebuah pohon angker di bekas runtuhan sumur. Satu misteri yang memberi kehidupan bagi makhluk lain. Misteri yang tak bisa dipecahkan oleh warga sekitar. Misteri yang dibiarkan menjadi legenda menyeramkan. Ini tentang hidup seorang gadis bernama Nuansa Aruna. Seorang gadis anomali yang menyingkir dari pergaulan normal.
Menghilangnya anak-anak perempuan dengan pola yang sama, usia delapan tahun, sore hari, dan pohon keramat. Mengingatkan warga desa terhadap peristiwa yang pernah terjadi bertahun silam. Kabarnya peristiwa itu pernah menimpa Nuansa.
Nuansa yang penasaran semakin terjerumus ke dunia lain ketika berulang tahun ke-16. Bertemu dengan makhluk-makhluk halus penghias mimpi-mimpinya. Semakin ia terlibat, semakin ia menjadi bagiannya. Pada saat tulang belulang ditemukan di dekat pohon angker, luka-luka lama terbangkitkan. Desa Kebonagung bersiap menyaksikan peristiwa yang tak akan dilupakan seumur hidup.

Review

Buat saya, cover Anak Pohon ini menarik, karena mata sosok lelaki yang sepertinya gambaran anak pohon itu menyorotkan kekosongan. Ditambah gambar pohon dalam tubuhnya, memberikan kesan misterius sekaligus horor. Serasi dengan font penulisan judulnya. Cover-nya juga sudah berhasil menggiring gambaran pembaca tentang lokalitas yang cukup pekat di dalamnya. Seandainya judul “Anak Pohon” bukan berwarna merah. dan saya belum membaca blurbnya, saya sepertinya akan mengira novel ini antara novel kisah anak pedalaman atau novel horor. Blurbnya cukup menggambarkan isi novel, tapi masih kurang nendang. Namun sudah cukup membuat pembaca horor penasaran.

Kalaupun Haditha tidak bercerita kalau kebanyakan tokoh-tokoh dalam Anak Pohon diambil dari karakter nyata, membaca novel ini saya sudah bisa membayangkan seandainya tokoh-tokoh itu benar ada, karena memang dituliskan dengan sangat hidup. Selain dari segi fisik, perwatakannya pun sangat jelas. Antara satu tokoh dengan tokoh lain memiliki kekhasan dan tidak saya temukan stereotipe, kecuali tokoh tiga cewek pesolek di kelas Nuansa. Yang meskipun karakter standar teenlit, tapi toh memang selalu ada yang berwatak begitu dalam satu sekolah. Tokoh favorit saya adalah Djabrik dan Laskun yang sebagai anak muda zaman sekarang cukup digambarkan kekinian namun kental kelokalannya.

Kenapa orang harus menghakimi orang lain, sebelum mengenal mereka? -Halaman 54-

Lokalitas dalam novel Anak Pohon saya baca cukup total. Mulai dari pemilihan tempat, legenda, kebiasaan masyarakat, sampai bahasa. Bahasa Jawa bertebaran di setiap bab, membuat saya merasa berwisata ke Jawa. Teknik memberi pengertian pada pembacanya pun tidak menggunakan footnote, sehingga saya tidak sedikit-sedikit mesti melihat ke bawah. Tetapi langsung diartikan di pinggir, kadang dalam satu kalimat. Saya menemukan teknik ini dalam novel Tabula Rasa karya Ratih Kumala. Kalau peletakannya tidak tepat, bisa jadi aneh. Namun menurut saya di novel ini berhasil. Saya berharap Handhita bakal menulis novel bernuansa lokalitas lagi, tapi bukan horor. Karena kebanyakan novel lokalitas yang saya baca memang mengambil unsur legenda mistiknya sebagai unsur lokalitas terbesarnya.

Konflik novel ini sudah disuguhkan dari awal. Bab per bab menyajikan ketegangan dan misteri. Meskipun tidak begitu rapat. Namun naik turunnya terasa mengalir. Karena tegang, saya beberapa kali berhenti untuk mengambil napas. Novel ini berhasil membuat saya penasaran sampai akhir. Apalagi soal angka “8” yang begitu keramat. Selain masalah mistis, ada juga masalah persahabatan dan cinta. Saya suka bagaimana Haditha menjalin chemistry antar tokohnya. Namun ada satu bab yang saya rasa dragging, yaitu bab Nuansa dan teman-teman band Djabrik. Kelewat panjang sehingga jatuhnya membosankan. Mungkin penulis ingin memperlihatkan keseruan dan warna-warni masa muda. Namun ya menurut saya kebanyakan. Seperti satu halaman untuk lirik lagu, ketimbang memilih lagu barat, akan menjadi nilai tambah jika justru yang ditulis adalah lirik lagu daerah. Lalu satu masalah tentang persahabatan Nuansa-Eka-Nanda diselesaikan dengan mudah sehingga jatuhnya kurang berkesan.

Kata-kata indah adalah seni tertinggi. Bisa sekaligus bermakna juga hampa, tergantung kepada siapakah kata-kata itu dilontarkan. -Halaman 98-

Pemilihan tokoh remaja menurut saya menarik. Karena bisa merangkul pembaca remaja. Memberikan mereka bacaan lokalitas tapi cukup kekinian, sehingga mudah diserap.

Pemaparan setting-nya tergambar jelas, detail tapi tidak kebanyakan. Ending novel ini realistis, sehingga rasanya sangat pas. (Mungkin spoiler)Tidak utopis, tidak juga tragis karena memberikan pengharapan.  Editan novelnya juga rapi, bikin nyaman dibaca. Terakhir, pesan yang disampaikan novel ini sangat menonjol, meskipun penyampaiannya terasa menggurui.
Secara keseluruhan, saya menyukai novel ini. 3,5 Bintang untuk Anak Pohon.

GIVEAWAY

Ebook Tour

Mau e-book Anak Pohon? Ikutan giveaway-nya yuk. Caranya:

1. Follow akun twitter @hahahaditha dan @evasrirahayu

2. Twit info giveaway ini dengan tagar #AnakPohon dan mention akun twitter saya dan Haditha.

3. Peserta harus memiliki akun gmail

4. Like FP Anak Pohon di Facebook

5. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun twitter kamu.

Ceritakan pengalaman paling berkesan kamu yang berhubungan dengan pohon. Bisa pengalaman seram, menyenangkan, menyedihkan, pokoknya yang berkesan.

 6. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 15-20 Maret 2016. Satu pemenang akan mendapat e-book Anak Pohon. Pengumuman pemenang pada tanggal 21 Maret 2016 jam delapan malam di akun twitter saya.
Ditunggu partisipasinya ^_^

 

Tips Kreatif Generasi 4G

PicsArt_03-10-12.06.56

Ada enggak yang suka nyalahin kurangnya fasilitas atau keterbatasan dalam berkreativitas? Saya dulu iya. Kadang suka ngeluh begini “Seandainya ada ini”, “Coba kalau punya itu”, dan lain-lain lagi. Tanpa sadar menyalahkan keterbatasan sehingga kreativitas jadi tumpul. Padahal keterbatasan justru bisa jadi pemicu munculnya ide-ide brilian.

Kreativitas berarti keterbatasan -Austin Kleon-

Kalau terbatas aja bisa kreatif, apalagi kalau ada fasilitas, kan? 😀

Belum lagi, setelah menghasilkan karya, saya juga bingung, mau gimana mempublikasikannya? Ternyata bukan hanya saya mengalami itu. Banyak teman-teman yang belum tahu dan malu “mempromosikan diri”.

Agar ditemukan, kamu harus mudah ditemukan -Austin Kleon-

Begini loh, ketika karyamu hanya disimpan rapat dalam komputer, atau diletakkan di kardus, siapa yang tahu kalau kamu sudah menghasilkan karya? Padahal jangan-jangan, di luar sana banyak orang membutuhkan hasil karyamu.

BDG4(1)

Tiga Tahapan Generasi Kreatif  4G

Buat jadi generasi kreatif, ada tiga tahapan, yaitu proses, berkarya, dan mempublikasikan karya. Tapi di sini saya hanya memaparkan tips untuk dua tahapan saja: proses berkarya dan mempublikasikan karya.

Lalu kenapa generasi 4G? Karena kedua tahapan itu bisa didukung oleh teknologi 4G. Salah satunya tentu saja teknologi canggihnya 4G LTE Advanced-nya Smartfren. Buat lebih jelas apa itu teknologi 4G LTE Advanced bisa dibaca di sini. Sekarang teknologi itupun makin disempurnakan dengan teknologi 4G VoLTE. Diharapkan, dengan memakai teknologi terdepan, kreativitas kita pun makin cemerlang.

Sebelum masuk ke tipsnya, saya jelasin dulu sedikit tentang teknologi 4G VoLTE.

Apa sih teknologi 4G VoLTE itu?

Teknologi VoLTE atau Voice over LTE adalah layanan berbasis data yang mengandalkan teknologi LTE dari jaringan 4G LTE. VoLTE memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan telepon maupun video call dengan kualitas suara yang lebih baik, stabil, dan jernih namun tetap hemat baterai. VoLTE menyajikan kualitas suara yang sangat jernih dan juga memungkinkan pengguna untuk dapat menikmati video call hanya dengan mengaktifkan opsi video pada layar.

Pak Munir dari Smartfren sedang menjelaskan tentang teknologi VoLTE

Pak Munir dari Smartfren sedang menjelaskan tentang teknologi VoLTE

Apakah menggunaan VoLTE ini memakan data? Jadi begini VoLTE ini enggak makan data karena menggunakan voice tarif. Gimana tuh? Misalnya, Waktu kamu isi Smartplan paket 100rb, kan dapat SMS tuh yang isinya: 4GB data, 1500 mnt on free, 20 mnt off net free, dan 200 sms free. Nah, VoLTE dibebankan pada 1500 mnt on free ini.

Dengan menggunakan teknologi ini, saat kita sedang menerima telepon, kita bisa sambil chat atau main game. Siapa tahu, kan, kita harus menerima telepon penting saat sedang nanggung main game 😀

Tips Kreatif Generasi 4G:

Ada banyak cara menjadi orang kreatif. Yang mau saya bahas ini menjadi kreatif dengan memanfaatkan teknologi 4G VoLTE dari Smartfren.

1. Proses Berkarya

Untuk menghasilkan karya, kita biasanya butuh mencari inspirasi. Inspirasi bertebaran di mana-mana, termasuk di youtube. Ketika kita butuh inspirasi tentang tema tertentu, kita bisa mencari tontonan sesuai tema itu. Dengan menulis keyword-nya, muncullah pilihan berbagai video yang di dalamnya berseliweran berbagai inspirasi. Kita tinggal memilah mana yang sesuai dan mana yang kita butuhkan. Proses pencarian inspirasimu enggak akan terganggu karena teknologi terbaru Smartfren ini menjadikan streaming youtube jadi lancar tanpa buffering.

Dalam proses melahirkan karya, kita seringkali harus melakukan riset. Bisa dengan berselancar untuk mendapat bahan artikel, bisa juga dengan membuka youtube (lagi). Pengalaman saya ketika menulis novel dengan setting luar negeri, saya meriset tempat melalui youtube. Waktu itu saya butuh gambaran tentang bagaimana festival Halloween di Manhattan, saya enggak mesti jauh-jauh meriset ke sana.

Selama proses berkarya, saya mesti banyak belajar. Karena tiap membuat satu karya, saya seperti kembali ke titik nol. Menonton video di youtube bisa jadi pilihan lagi. Misalnya menonton video-video tutorial.

Tiga proses berkarya yaitu mencari inspirasi, meriset, dan belajar, sangat terbantu dengan teknologi 4G VoLTE.

2. Mempublikasikan Karya

Bagi seorang seniman, masalah terbesar yang harus diatasi adalah bagaimana caranya menarik perhatian. -Honorede Balzac-

Setelah memiliki karya, yang harus kita lakukan adalah mempublikasikannya atau mempromosikannya. Tahapan ini sedap-sedap ngeri. Soalnya membutuhkan energi yang besar.

Menurut Austin Kleon dalam buku Show Your Work! cara yang mudah agar karya kita ditemukan adalah dengan berbagi. Kita harus memanfaatkan jaringan. Salah satunya adalah dengan cara mengikuti komunitas. Misalnya bergabung dengan Smartfren community, atau berkumpul dan berbagi ide di website www.generasi4g.com tempat para generasi muda kreatif memberikan inspirasi untuk membangun Indonesia. Dengan mengikuti komunitas, karyamu akan lebih cepat dikenal orang. Kamu juga bisa mengenal banyak orang dan memungkinkan terbukanya proyek kolaborasi.

Smartfren community

Smartfren community

Membagi karya di blog. Kita bisa membagikannya berupa tulisan atau vlog. Pengalaman saya, setelah cerpen saya dimuat di majalah, saya posting lagi di blog, sehingga lebih banyak orang lagi yang membacanya. Tentu saja teknologi 4G VoLTE ini sangat support untuk kegiatan ngeblog. Membuat postingan bisa langsung dari smartphone ataupun dari laptop, karena gawai yang menggunakan sinyal Smartfren meskipun di-tethering ke beberapa perangkat internetnya tetep kenceng.

Buat video. Kita bisa membuat video tutorial, atau membagikan proses kreatif dalam bentuk video. Setelah jadi, upload di youtube supaya bisa ditonton orang. Selain kita berbagi ilmu, orang lain pun akan mengenali karya kita. Tidak perlu memakai kamera besar untuk membuat videonya, kita bisa memanfaatkan smartphone. Gawai keluaran Smartfren seperti Andromax R2 sangat mumpuni untuk membuat video dengan kualitas gambar yang bagus karena kamera utamanya beresolusi 13 MP dengan Dual LED Flash, suaranya pun jernih. Sehingga video yang kita buat layak ditonton.

Rekomedasi Gawai untuk Kreativitasmu

Banyak keterbatasan yang kita miliki. Karena itu kita mesti pintar-pintar menyiasatinya. Salah satunya dengan memilih gawai yang tepat. Satu gawai yang memiliki teknologi dan fitur yang kita butuhkan untuk menyokong kreativitas. Saya merekomenasikan Andromax R2 dan E2 yang memiliki teknologi 4G VoLTE Smartfren. Kedua ponsel pintar itu dibandrol dengan harga terjangkau.

Andromax R2

Andromax R2

Berikut spesifikasi Andromax R2:

1. Stylist Design With Premium Metal Frame

2. Dual Camera With Triple Flash

3. New Technology Voice Over LTE (VoLTE)* With True HD Voice & Video Call

4. 4G Phone Dual On

5. 1,4GHz Octa Core 64, Snapdragon 415

6. Dolby Digital Plus

Harga ponsel pintar ini Rp.1.699.000

 

Spesifiksasi Andromax E2

Andromax E2

Andromax E2

1. New Technology Voice Over LTE (VoLTE)

2. Ergonomic Design

3. Dual Camera

4. 1.3 GHz Quad Core Cortex A7

5. DTS SOUND

6. 4G Phone Dual ON

7. Smart Screen Feature

8. Available in 3 Colors: Black, Grey, White

Harga Andromax E2 Rp.899.000

Teknologi diciptakan dari kreativitas, dan teknologi tercipta untuk terus memekarkan kreativitas. Semoga tipsnya bermanfaat ^_^

4 Cara Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan

Mungkin ketika kita melihat sampah bertebaran di mana-mana, kita menganggap itu hal biasa. Namun bagaimana kalau sampah yang makin menggunung itu suatu hari menutupi sebagian besar muka bumi? Akankah kita rela hidup di tengah-tengah sampah?

walle2

Sampah-sampah yang menggunung membentuk gedung-gedung pencakar langit dalam film animasi Wall-E.

Menyampah sepertinya kini sudah bisa dikategorikan sebagai gaya hidup. Kita terbiasa membuang sampah sembarangan sehingga terbiasa juga membiarkan orang lain melakukan hal yang sama. Masalah klasik sampah ini hanya dapat ditanggulangi oleh kepedulian lingkungan.

Kepedulian terhadap lingkungan tentunya harus diperlihatkan oleh aksi nyata. Sama halnya seperti kepedulian kita pada orang-orang terkasih. Seperti keluarga, semesta ini telah lebih dulu memberikan cintanya dengan memberi. Memberi hasil bumi, memberi udara yang kita hirup, dan begitu banyak bukti kecintaannya pada kita. Sudah saatnya kita membalas hal itu dengan tindakan, meski terlihat lebih sepele seperti mengurangi penggunaan kantong plastik. Kalau kita sudah melakukan hal itu, waktunya kita menularkan virus kepedulian lingkungan pada sekitar.

4  Cara Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan:

 Cara Pertama, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Peraturan.

Cara pertama ini digunakan oleh pemerintah, yaitu dengan membuat peraturan. Seperti salah satunya kampanye peduli lingkungan lewat kebijakan kantong plastik berbayar yang tertuang dalam surat edaran bernomor s.1230/ tertanggal 17 Februari 2016 yang diterbitkan Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

IMG_20160303_104515

Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. membahas kebijakan pemerintah mengenai pemakaian kantong plastik.

Lewat cara ini diharapkan kita menjadi “aware” pada penggunaan kantong plastik. Yang asalnya tidak “ngeuh” sama sekali dengan keberadaan si kantong plastik ketika berbelanja—karena serasa sudah satu paket dengan belanjaan—kini mulai memperhatikan. Itu dibantu juga oleh Mbak-Mas penjaga toko yang setia bertanya, “Mau pakai kantong plastik, Mbak? Dikenai biaya dua ratus rupiah ya.” Banyaknya pembahasan mengenai peraturan baru ini di dunia nyata maupun maya, menurut saya sudah satu indikasi bagus “penularan virus kepedulian lingkungan” tersebut.

 

IMG_20160303_103616

Dirut PT. Sido Muncul Tbk. Pak Irwan Hidayat memaparkan tentang iklan terbaru mereka yang merupakan support kampanye peduli lingkungan.

Cara Kedua, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Iklan.

Cara kedua ini digunakan oleh pengusaha dan perusahaan. Hal ini dilakukan oleh PT. Sido Muncul Tbk. lewat iklan terbaru mereka.

Bisakah Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Lewat Iklan?

Saat ini iklan produk bukan hanya dipakai sebagai kampanye komersil, tapi juga dipakai untuk gerakan-gerakan positif seperti kepedulian lingkungan. Seperti dalam iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal terbaru bertajuk “Ayo Peduli Lingkungan”. Di iklan tersebut diperlihatkan Tantri Kotak mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik demi masa depan generasi penerus. Iklan ini memiliki tagline “Ayo Peduli Lingkungan. Hidup bijak peduli lingkungan. Orang bijak minum Tolak Linu Herbal”.

Kampanye kepedulian lingkungan yang diusung bukan tempelan, tapi memang benar-benar ditujukan mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan dengan tindakan nyata. Untuk itu, disampaikan Dirut PT. Sido Muncul Tbk. Pak Irwan Hidayat, bahwa Tolak Linu Herbal secara konsisten akan terus mengusung tema kepedulian lingkungan dalam iklan-iklannya. Sejak sebelum-sebelumnya PT. Sido Muncul Tbk. memang selalu memastikan produksi mereka ramah lingkungan, terbukti dengan mengantongi ISO 14000.

Menurut saya, cara ini brilian, karena iklan ditayangkan berulang-ulang, kemungkinan transfer pesannya tinggi. Sehingga penonton yang sering melihat iklannya, lama-lama bisa terinspirasi untuk menjaga lingkungan.

Penayangan perdana iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal bertajuk "Ayo, Peduli Lingkungan".

Penayangan perdana iklan layanan masyarakat Tolak Linu Herbal bertajuk “Ayo, Peduli Lingkungan”.

 

Peluncuran Iklan Layanan Masyarakat Tolak Linu Herbal dan Talkshow.

Peluncuran iklan terbaru Tolak Linu Herbal itu diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. pada hari Kamis, tanggal 3 Maret lalu. Dalam peluncuran itu juga ada talk show bertema “Peduli Lingkungan untuk Indonesia Lebih Baik” yang menghadirkan beberapa pembicara, selain Ibu Siti, ada Menteri Perindustrian RI Saleh Husin, SE, M.Si, Meteri Pariwisata Indonesia Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Tantri Kotak Brand Ambassador Tolak Linu Herbal, dan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Drs. Isnawa Adji. Pak Isnawa memaparkan tentang banyaknya sampah di DKI Jakarta dan langkah penanggulangannya. Sedangkan Bu Siti Nurbaya menggaris bawahi bahwa jika lingkungan terjaga, maka masyarakat pun akan sehat.

Peresmian iklan terbaru Tolak Linu Herbal

Peresmian iklan terbaru Tolak Linu Herbal (Foto milik Febriyan Lukito)

Menurut Pak Irwan Hidayat, ide pembuatan iklan terbaru ini juga terinspirasi dari kebijakan baru pemerintah. Terbukti kan bahwa ternyata cara yang dilakukan pemerintah berhasil menularkan virus kepedulian lingkungan. Pak Irwan berharap, iklan Tolak Linu Herbal juga bisa menghasilkan efek yang sama, menginspirasi masyarakat untuk melakukan gerakan kepedulian lingkungan. Minimal masyarakat luas mendapat pengetahuan tentang lingkungan dari iklan ini. Bahkan Pak Irwan Hidayat sedang mempersiapkan sekuel iklannya, dimana konsepnya adalah memberi penonton bimbingan cara memisahkan sampah organik dan non-organik dan memaparkan bahwa sampah bisa menolong sesama.

Para pembicara talkshow bertema peduli lingkungan

Para pembicara talkshow bertema peduli lingkungan

Bukan hanya itu, setiap pembelian satu kotak Tolak Linu Herbal, pembeli akan mendapat kantong kain hasil daur ulang yang dapat dipakai terus menerus serta praktis dibawa ke mana-mana, sehingga pembeli dapat mengurangi pemakaian kantong plastik.

Di akhir talkshow, para pembicara me-launching kantong daur ulang dari PT. Sido Muncul Tbk.

Di akhir talkshow, para pembicara me-launching kantong daur ulang dari PT. Sido Muncul Tbk.

 

Cara Ketiga, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Profesi atau Passion.

Setiap profesi punya cara tersendiri yang unik, kreatif, dan inovatif untuk mengajak banyak orang menjaga lingkungan. Misalnya dokter menularkan kepedulian lingkungan lewat penyuluhan pasien, pembuat game dengan membuat game tentang cara memelihara lingkungan, penyanyi dengan lagu-lagunya, dan lain-lainnya.

Tantri Kotak, salah satu penyanyi yang peduli lingkungan.

Tantri Kotak, salah satu penyanyi yang peduli lingkungan.

Atau melalui passion. Teman saya yang menyukai kerajinan tangan, membuat pot tanaman dengan botol minuman plastik. Pot-pot botol plastik itu dia tempel di dinding luar rumah, sehingga banyak orang yang melihat. Tidak lama berselang, para tetangga mengikuti kreativitas teman saya itu.

Buat kita yang memiliki passion menulis atau menyukai dunia tulis menulis, misalnya blogger, penulis novel, atau penulis skenario film, bisa menularkan virus kepedulian lingkungan lewat tulisan. Bisa dalam bentuk cerpen, novel, artikel di blog, atau skenario film. Biasanya kalau dalam bentuk tulisan fiksi, orang akan lebih mudah menyerapnya karena disampaikan lewat cerita. Kisah fiksi juga bisa membangkitkan simpati sampai empati pembacanya karena pembaca seakan mengalami sendiri apa yang terjadi dalam cerita. Misalnya ketika tulisannya bercerita tentang bumi yang tertutup sampah, pembaca diajak membayangkan bagaimana bila hal itu terjadi, disisipkanlah ajakan untuk menjaga lingkungan untuk menghindari hal itu. Efektif juga untuk menanamkan kepedulian lingkungan pada anak-anak. Sedangkan artikel diserta tips praktis juga sangat bermanfaat untuk pembaca sehingga bisa mempraktikkan langsung. Apa pun pilihannya, baik fiksi maupun nonfiksi, yang penting keduanya mentransferkan pengetahuan, pemahaman, serta menanamkan kecintaan juga kepedulian pada lingkungan.

Tina Talisa (tengah), salah satu presenter yang peduli lingkungan.

Tina Talisa (tengah), salah satu presenter yang peduli lingkungan.

 

 Keempat, Menularkan Virus Kepedulian Lingkungan Melalui Keteladan.

Cara keempat ini bisa dilakukan siapa saja dan di mana saja. Caranya adalah dengan memberikan keteladanan. Bisa kita mulai dari rumah sendiri sebagai sekup kecil. Memberi contoh berarti kitalah yang pertama kali bergerak dan berbuat menjaga lingkungan tersebut. Karena tindakan itu jauh lebih efektif ketimbang perkataan. Lambat laun orang-orang di sekitar kita akan tertular dan melakukan hal yang sama.

Lalu, tindakan nyata seperti apa yang bisa kita contohkan?

  1. Reduce, yaitu mengurangi produksi sampah. Misalnya dengan membawa kantong sendiri ketika berbelanja, sehingga tidak membeli kantong plastik dari toko.
  2. Reuse, yaitu memanfaatkan kembali barang-barang untuk tujuan yang sama. Seperti memakai galon air minum berkali-kali.
  3. Recycle, yaitu mendaur ulang sampah. Misalnya membuat pot tanaman dari botol plastik.
  4. Replace, yaitu mengganti pemakaian bahan tidak ramah lingkungan dengan bahan ramah lingkungan. Misalnya tidak lagi menggunakan styrofoam yang tidak bisa diurai.

 

Kelima?

Loh, katanya empat cara, kok ada yang kelima? Selalu ada banyak cara menularkan virus kepedulian lingkungan. Karena setiap manusia tidak sama, punya keunikan sendiri, pasti punya cara masing-masing yang khas untuk menularkan virus kepedulian lingkungan. Nah, bagaimana caramu? Sharing, yuk.

Para blogger bersama Pak Irwan Hidayat dan Tina Talisa.

Para blogger bersama Pak Irwan Hidayat dan Tina Talisa (Foto milik Febriyan Lukito).

Saya selalu percaya, semangat, kebaikan, dan kepedulian itu menular. Semoga apa pun yang kita lakukan, inspirasinya sampai dan menyentuh hati orang lain untuk tergerak melakukan tindakan nyata. Namun memang, ketika berniat menularkan virus kepedulian lingkungan, langkah pertama yang kita lakukan adalah menjadi pionir, menjadi orang di garis depan sebagai pejuang kepedulian lingkungan. Seperti kata Pak Irwan Hidayat, yang penting kita berusaha berbuat walau sesedikit apa pun, yang penting kita bisa memberikan inspirasi sekecil apa pun.