Dear Stiletto Book, Kalau Bukan Karenamu, Hampir Saja Aku Berhenti Bermimpi

Dear Stillo, kamu bukan penerbit pertama yang menerbitkan novelku, tapi kamulah yang membuatku yang hampir saja berhenti bermimpi untuk bangkit lagi.

 

trisa

Dulu, aku selalu menyebut diri sebagai “wanita dengan sejuta impian.” Bukan sekadar impian, tapi impian yang membuat setiap kali aku bercerita tentang impian itu pada orang-orang, mereka akan ikut bersemangat dan yakin, suatu hari apa yang kumimpikan akan tercapai.

Aku ingin menjadi seorang sutradara film, penulis, menjadi produser di radio, penyiar dan menjadi-jadi yang lainnya. Begitu banyak yang kuimpikan. Dari kecil, aku tidak pernah absen mengikuti banyak kegiatan, berdiam diri di rumah membuatku merasa tidak hidup. Hanya sesekali, ketika liburan, aku menghabiskan banyak waktu untuk membaca buku, komik, atau menonton film. Tapi semua itu malah menawarkan semakin banyak mimpi padaku. Seperti memberiku amunisi untuk menjadi apa yang kuinginkan.

Saat sudah memiliki anak, aku akhirnya memutuskan untuk full menjadi ibu rumah tangga, melepaskan pekerjaanku sebagai kreatif asisten dan reporter di suatu radio dewasa muda. Keputusan itu salah satunya terpicu karena mendengar ayah dan ibuku berkata, “Rasi anak yatim piatu, gak ada Ibu dan Bapaknya,” membuat hatiku sakit teriris-iris. Apakah salah ketika aku ingin menggapai mimpiku sendiri, toh aku tetap mengurus anakku, aku tidak menelatarkannya. Ketika malam datang, saat waktu telah beranjak menunjukan waktu tidur untuk anakku, aku akan mendongengkannya. Menjaganya dalam tidur. Menatap wajah mungilnya sambil merenung “Sayang, apakah aku Ibu yang seburuk itu?” lalu diam-diam aku akan menangis.

Sejak itu, aku menjadi Ibu rumah tangga sepenuhnya. Dari pagi hingga pagi tinggal di rumah. Sungguh, aku selalu merasa kagum pada para Ibu rumah tangga. Didedikasikannya seluruh hidup untuk keluarga. Tapi aku merasa ada yang kurang dalam hidupku. Karena itu aku selalu merasa kecewa ketika Mama, masih saja berkata, “Rasi sering ditinggal ibunya.” Padahal itu hanya kulakukan sesekali saja, ketika aku memaksakan diri untuk hadir di acara reuni sekolah, atau buka puasa bersama. Mama, memang seperti apa menjadi seorang Ibu itu? Telah kubuang semua impianku, apa itu belum cukup?

Dari rasa kecewa itu, aku berusaha mentransporfasikan impianku pada anak, demi terus mendengar suara tawanya yang lucu, dan merasakan pelukan tulusnya. Aku berusaha menikmati, walaupun kadang jenuh melanda, kadang mimpi-mimpi yang telah kubuang datang menyambangi, dan kadang ada passion untuk melakukan hal-hal  lain yang harus kukendalikan. Saat bercermin, mataku sudah tidak memperlihatkan binar-binar penuh impian yang selalu membuat orang percaya, bahwa aku mampu mewujudkannya. Tapi lama-lama aku mulai terbiasa, dan akhirnya, akupun berhenti bermimpi.

Suatu malam, saat aku mengdongeng untuk Rasi, aku merasa bahagia sekali, cerita seperti keluar begitu saja, mengalir, dan membuat Rasi tertawa menikmatinya. Tiba-tiba saja aku melamun, jika suatu hari aku bisa membawanya berkeliling dunia dengan tulisan-tulisanku. Aku lalu tersentak, seperti ada sebuah kesadaran yang merasuk. Ya, aku ingin kembali bermimpi, dan mimpi itu tidak memisahkanku dengan anak. Impian yang lebih indah dari semua impian yang pernah kumiliki dulu. Hatiku terasa hangat, aku ingin menulis. Sangat ingin. Dulu memang aku sudah pernah menerbitkan sebuah novel, tapi sudah lama sekali.

Aku mulai mengikuti grup penulisan di internet, karena aku tidak bisa keluar rumah. Sampai suatu hari, aku membaca tulisan para ibu-ibu dalam sebuah grup penulisan. Tiba-tiba dadaku bergetar. Tulisan-tulisan itu tulus, sederhana, ditulis dengan hati, dan bahkan mereka adalah ibu-ibu yang super sibuk. Kalau mereka bisa, aku tentu juga bisa. Lalu aku mulai mencari-cari lomba menulis, hanya agar aku bersemangat menulis.

Akhirnya aku mengikuti sebuah lomba true story. Aku mencoba menulis dengan komputer pinjaman, di malam hari, saat anakku telah terlelap. Mengawali ternyata sulit, aku lupa, bagaimana menulis itu. Saat berada di depan komputer, aku hanya bisa terdiam, walaupun huruf-huruf yang dicetak di atas keyboard  itu seakan memanggil-manggil untuk ditulis. Aku memaksakan diri, dan akhirnya, setelah satu minggu, selesai juga tulisan tiga lembar itu. Aku mengirimkannya, menunggu pengumumannya, dan aku… gagal! Aku terpukul, apakah benar aku bisa menjadi seorang penulis. Tapi aku tidak ingin kembali kehilangan impian. Aku tidak mau menyerah.

Aku mencari-cari lagi lomba, dan mencari penerbitan-penerbitan. Aku menemukan sebuah penerbitan yang mengkhususkan diri untuk menerbitkan buku-buku bertema perempuan bernama Stiletto Book. Entah kenapa, aku merasakan adanya chemistry yang hebat. Aku merasa harus mengirimkan karya ke sana. Aku mencari file-file lama draft novel-ku yang belum selesai. Lalu aku kirimkan beberapa bab awalnya.

Satu bulan aku menunggu, ketika aku membuka email, aku mendapat konfirmasi bahwa novelku lolos seleksi tahap satu. Entah rasa bahagia seperti apa yang kurasakan saat itu, rasanya semua huruf yang dibingkai menjadi kata tidak akan bisa mengungkapkannya. Lalu aku meminta waktu satu bulan untuk menyelesaikan novel itu.

Aku menyelesaikan novel itu dengan penuh perjuangan. Aku tidak mungkin menulis di warnet, karena anakku yang masih kecil tidak bisa lama-lama kubawa ke sana, dia akan menangis meminta pulang. Maka aku meminjam komputer adikku. Menunggu Rasi tertidur, menunggu adikku selesai memakai komputernya, yang terkadang baru selesai pukul dua atau tiga pagi. Aku menunggu tanpa tidur, karena waktunya tidak tentu. Karena pernah aku tertidur, dan baru terbangun paginya. Sedih sekali, seharian itu aku tidak menulis selembar pun.

Novel itu bercerita tentang menggapai impian, seperti sebuah harapan yang kutitipkan pada tulisan. Pada tokohnya, aku menuliskan impian yang tidak mungkin kucapai. Lewat tulisanlah aku bisa menjadi siapa saja, di mana saja, dan mengalami apapun. Akhirnya, sesuai komitmenku pada diri sendiri, novelku selesai dalam waktu satu bulan. Novel setebal 152 halaman itu aku kirimkan dengan penuh harapan. Satu bulan kemudian, aku menerima kabar gembira, novelku katanya akan diterbitkan! Ya, olehmu Stillo! Lebih menyenangkannya lagi, novel itu terpilih menjadi “Chicklit” pertama yang kamu terbitkan. Seandainya bukan karena syarat pengiriman naskahmu yang memperbolehkan mengirimkan 30 halaman pertama, sepertinya sampai sekarang novelnya belum selesai kutulis. Karena dorongan Stillolah “Dunia Trisa” bisa benar-benar lahir ke dunia.

Tuhan begitu baik, diberinya aku impian, diberinya aku kekuatan untuk mewujudkannya. Karena aku menyadari betul, impianku kali ini bukan hanya bentuk aktualisasi diri, tapi sebentuk cinta bagi diriku sebagai manusia yang berhak memiliki mimpi, dan bagi anakku sebagai wujud cinta seorang ibu, yang ingin membuat anaknya bangga sekaligus bahagia.

Selama proses editing, naskah itu kuberikan pada pembaca pertama, seorang sahabat yang kudapatkan darimu, Stillo. Namanya Mpok Mercy, kami dipertemukan olehmu dalam salah satu seri A Cup of Tea.  Kamu telah memberiku banyak hal, Stillo. *terharu* Dia memberikan pandangan yang membuatku harus merevisi beberapa bagian. Dengan baik hatinya, kamu memberiku kelonggaran waktu dari DL yang sudah ditentukan.

Ketika novelnya sudah masuk ke toko buku, perasaan haru membanjiriku saat Rasi dengan mata berminar-binarnya mengatakan, “Itu buku Mama!”

Kamu telah memberiku jalan menggapai impian, memberi kesempatan pada Dunia Trisa untuk membagi kisahnya pada dunia. Seperti tagline yang Mbak Dewi berikan untuk novelnya: Pergilah Ke Mana Mimpi Membawamu.

Mie Roemah : Segarnya Masakan Olahan Sendiri

logomieroemah

 

Berburu tempat makan mie yang enak itu salah satu hal yang menyenangkan. Kalau udah punya list tempat yang banyak, di mana pun dan kapan pun mau makan mie langsung nyari yang terdekat. Tapi tempat yang mengolah mie sendiri sih baru kali ini saya dapatkan. Enak? Sudah pasti. Sehat? Iyalah. Rasa? Wuiiih, bikin nagih! Di mana lagi kalau bukan Mie Roemah. Tempat makan yang berlokasi di Jl. Pasir Luyu 5 No 4 Bandung ini enggak susah dicari kok, apalagi dari rumah saya. Secara deket. Heuheu….

Pertama kali datang ke sana, saya memesan yamin asin ayam rica yang pedasnya berlevel-level. Rasanya yummy banget dan porsinya bikin perut kenyang. Padahal harganya terjangkau, cuman 15 sampai 20 ribu aja, tergantung sama isi kuahnya. Ada baso, pangsit, atau kombinasi keduanya. Ternyata rahasia kelezatannya karena semua menu Mie Roemah ini olahan sendiri, katanya resepnya milik keluarga. Setelah ngobrol lama dengan Evi, saya memesan lagi sosisnya yang dalam sekejap habis dengan cara rebutan antara kami. Duh!

 

yaminasinrica

Yamin Asin Ayam Rica

Masih belum puas menjelajah menu-menu Mie Roemah, kami ke sana lagi. Kali ini memesan yamin asin ayam jamur dan bakso gorengnya. Bakso yang baru ditaruh ke atas meja dan masih panas  itu pun tandas dalam hitungan menit. Segera saja saya minum lemon tea yang segar karena bukan dari sachetan.

macam2

Macam-macam menu makanan Mie Roemah

Buat penggemar nasi-nasian, di Mie Roemah juga tersedia berbagai macam menu nasi. Seperti Nasi Ayam Bakar, Nasi Ayam Goreng Kremes, dll.

Udah ngiler liat foto-fotonya? Pesen aja dari rumah, tinggal telepon ke 022-5227295

Smartfren Luncurkan Andromax G, Sahabat Pintarmu

Andromax G-01

Komitmen dari tagline “We Care, We Listen, We provide” selalu dibuktikan oleh PT Smartfren Telecom, Tbk. (Smartfren), penyedia layanan telekomunikasi berbasis teknologi canggih CDMA EV-DO Rev. B Phase 2 dengan terus menghadirkan perangkat berkualitas dengan harga terjangkau. Kali ini Smartfren merilis produk smartphone terbarunya, yaitu Andromax G. Smartphone tersebut diluncurkan sebagai jawaban dari harapan konsumen atas sebuah perangkat selular dengan harga terjangkau dan didukung dengan fitur terkini di kelasnya, serta dukungan paket data dan konektivitas internet yang andal dari Smartfren.

 

Simak penuturan Djoko Tata Ibrahim, Deputi CEO Smartfren Telecom:

Kami melihat bahwa kini kebutuhan masyarakat untuk terhubung dengan internet semakin besar. Kini pun konsumen semakin cerdas bahwa untuk mendapatkan fitur yang mumpuni di smartphone mereka tidak perlu mengeluarkan biaya mahal. Karenanya sebagai jawaban dan pemenuhan kebutuhan tersebut, Smartfren menghadirkan smartphone Andromax G yang telah didukung dengan paket Smart Plan yang dapat menunjang gaya hidup mobile pelanggan kami.
Andromax G, meski diproyeksi menjadi sebuah smartphone entry level namun kemampuan ponsel yang memiliki ketebalan 9.9mm ini, mampu menghadirkan pengalaman berbeda ketika bermain game, multi-tasking, ataupun sekadar berselancar di internet karena sudah dilengkapi dengan Prosesor Dual Core 1.2GHz Qualcomm Snapdragon, perangkat grafis Adreno 203, layar sebesar 4 Inci, dan memori internal 512RAM dan 4GB ROM. Memanjakan pencinta audio Smartfren juga membenamkan teknologi DolbyTM Digital Plus yang dapat menghadirkan suara berkualitas surround serta kamera utama 3.2MP dengan LED Flash dan kamera kedua 1.3MP. Kecepatan koneksi khas Smartfren juga dapat dinikmati secara bersama sama melalui Andromax G karena dilengkapi kemampuan hotspot tethering hingga 5 pengguna.

Dengan segala keunggulan tersebut paket Smartfren Andromax G ditawarkan dengan harga Rp 949.000,- (termasuk PPN). Pembeli akan langsung mendapatkan Kartu Smartfren serta paket Smart Plan Rp 50.000,- yang terdiri dari 1.5GB volume data, 60 SMS, Gratis menelepon 20 menit ke operator lain, dan Gratis menelepon sepuasnya ke semua nomor Smartfren.

 

Spesifikasi Andromax G :

  • CDMA 2000-1X EV-DO Rev A (3.5G) + GSM
  • Download Speed up to 3.1 Mbps (EVDO Rev.A)
  • Dual Mode – Dual On Active EVDO + GSM
  • Snapdragon Dual Core 1.2GHz Processor
  • Adreno 203 Graphic Processor Unit
  • 512MB RAM + 4GB ROM
  • Only 9.9 mm in Thickness
  • OS Android 4.1 Jelly Bean
  • Dual Camera, 3.2MP(FF) Main Camera withLED Flash + 1.3MPFront Camera
  • DolbyTM Digital Plus Audio Enhancer
  • 4.0” LCD  with WVGA Resolution
  • Capacitive Multi Touch Screen with Multi Gesture
  • Built-in GPS support A-GPS
  • WiFi with Hotspot Capability
  • Bluetooth 3.0
  • Accelerometer, Proximity, Ambient Light Sensor
  • 3.5mm Audio Port Stereo
  • Micro-USB  port Interface
  • Multimedia
  • FM Radio
  • Support Micro-SDHC external memory up to 32GB
  • Battery 1500mAh

 

Tentang PT Smartfren Telecom Tbk

PT Smartfren Telecom Tbk adalah operator penyedia jasa telekomunikasi berbasis teknologi CDMA yang memiliki lisensi selular dan mobilitas terbatas (fixed wireless access), serta memiliki cakupan jaringan CDMA EV-DO yang terluas di Indonesia. Smartfren juga merupakan operator telekomunikasi pertama di dunia yang menyediakan layanan CDMA EV-DO Rev. B (dengan kecepatan unduh s.d. 14,7 Mbps) dan operator CDMA pertama yang menyediakan layanan Blackberry. Jasa dan layanan Smartfren memiliki nilai-nilai (values) yaitu sebagai mitra yang terbaik bagi pelanggan dengan menawarkan solusi yang cerdas dalam layanan-layanan telekomunikasi untuk meningkatkan pengalaman hidup pelanggan dalam berkomunikasi dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia pada umumnya. Sebagai operator CDMA Smartfren berkomitmen untuk menjadi penyedia layanan telekomunikasi yang terjangkau bagi masyarakat dengan kualitas terbaik.

 

 

Inilah foto-foto acara peluncuran ponsel Andromax G:

#1

(Ki – Ka) : Djoko Tata Ibrahim (Deputy CEO Commercial Smartfren), Sukaca Purwokardjono (Head of Smartphone) & Roberto Saputra (Head of Brand and Marketing Communication Smartfren) saat peluncuran produk terbaru Smartfren Andromax I2 dan Smartfren Andromax G (16/12).

 

#2

Para model memperagakan Smartfren Andromax I2 dan Smartfren Andromax G.

Ponsel pintar sekarang ibarat sahabat terbaik, paling mengerti kebutuhan kita. Lagi nyari sahabat ponsel pintar harga terjangkau dengan kualitas terbaik? Ya, jawabannya hanya satu: Ponsel Smartfren!

Bonni Rambatan, Paket Komplit – Kepingan 3

Buat pembaca novel Cosplay dan Kebanggan Mereka dan menonton web series-nya yang lebih dulu muncul, nama Bonni Rambatan pasti enggak asing. Dalam book trailer Love Puzzle, Bonni berperan sebagai editing dan animatornya.

Tahun 2008-2009 Bonni aktif menulis blog filsafat dan memberikan kuliah di berbagai negara mengenai teori-teorinya. Pemikirannya tentang filsafat dibukukan dalam antologi filsafat Cyborg Subjects yang terbit tahun 2013. Wah, masih muda tapi udah berprestasi ya. Eits, tapi bukan berarti Bonni enggak pernah mengalami kegagalan dong. Tahun 2009-2012 dia pernah membuka bisnis bersama seorang rekan di California yang berakhir dengan kegagalan. Bonni enggak menyerah untuk terus mengeksplorasi kemampuannya. Dia kembali eksis dengan menekuni dunia J-Pop dan membuat serial web Cosplay: The Series tahun 2010-2012. Di tahun 2012 juga dia menerbitkan novelnya yang diangkat dari web series itu, sekaligus menjadi editor di penerbit yang sama. Bonni, Dennis, dan CJ lalu mendirikan Komunitas Web Series Indonesia. Di antara kesibukannya yang segudang itu, Bonni tetap menambah kegiatannya dengan aktif berlatih dan mengajar tari berbagai genre. Wow, Bonni ini memang paket komplit ya, segala bisa!

Enggak ngerti juga sih kenapa energinya enggak habis-habis. Mungkin energi yang enggak terbatas itu bersumber dari kecintaan dan passion!

Ini dia penampakan Bonni Rambatan:

Bonni Rambatan

Ah, enggak jelas banget ya fotonya. Bonni sok-sok misterius nih. #KemudianDikeplakBonni

Saya pertama kali ketemu Bonni dalam sebuah proyek pembuatan film animasi, dari obrolan kami, ternyata ada beberapa kesamaan yaitu suka bertualang. Bonni juga sempat memperlihatkan gambar-gambar komiknya yang keren. Ah, sungguh envy nih. Tanpa basa-basi, saya pun menceritakan keinginan untuk membuat book trailer dengan konsep full komik dan memintanya untuk jadi komikusnya, sayangnya Bonni lagi sibuk-sibuknya waktu itu. Untungnya Bonni mau jadi editingnya. Obrolan tentang pembuatan book trailer pun berkembang, Bonni mencari-cari referensi dan menyarankan untuk membuat motion comic.

Gimana cerita pengalaman Bonni menganimasi book trailer Love Puzzle, simak ya:

Saya senang kalau bisa bantu orang dalam berkarya dan mewujudkan impian mereka, dan sangat suka kalau diberi kesempatan mencoba hal-hal baru dalam berkreasi. Book trailer ini adalah salah satu praktek wujud kebaruan itu, dan saya senang telah terlibat di dalamnya.

Menganimasikan book trailer Love Puzzle itu seru! Aku rasa baru kali ini ada novel yang trailernya bentuk komik, karena tokohnya komikus. Aku dapat ilustrasi Mas Sukma dari Eva, lalu aku animasikan sesuai cara baca atau nonton yang kira-kira enak. Semoga hasilnya memuaskan, ya!

Bekerjasama dengan Eva itu juga asik Dia tahu apa yang dia mau, dan nggak ragu buat kasih pendapat dan masukin revisi, tapi dia juga bakal dengar pendapat kamu. Masalah konsep, timing, dsb. itu selalu kami diskusikan bersama. Karena saling percaya dengan visi dan kemampuan kami berdua, maka book trailer itu bisa terwujud.

Hasil kolaborasi kami:

Kabar-kabar terbaru dari Bonni, saat ini dia dan rekan-rekannya sedang aktif membangun perusahaan bernama Mimiria. Awalnya kenapa dia mendirikan perusahaan itu karena banyak orang yang melihatnya membuat proyek-proyek seperti web series, music video, dan banyak lagi. Bonni pun sering ditanya, “Gimana, sih, caranya? Gimana mulainya? Kok bisa dapat kolaborator? Kok bisa dapat sponsor?” Nah, intinya Mimiria adalah perusahaan agensi kreator yang mereka bangun untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Di sana, siapapun bisa gabung, ngobrol, dan kirim karya untuk dibantu penggarapannya dan diajari teknik-teknik bikin konsep dan memasarkan karyanya. Seru, kan?

Mau berkolaborasi dengan Mimiria dan Bonni? Langsung aja cek mimiria.co.id

Jejaring sosial:

Twitter:    @bonni07 dan @MimiriaMix

Camelia Jonathan “CJ” Keterbatasan Menjadi Eksperimen – Kepingan 2

Saya ingin menceritakan Camelia Jonathan a.k.a CJ yang menjadi music director dan scoring untuk book trailer novel Love Puzzle di bagian kedua ini.

Penasaran dengan wajah CJ yang suaranya keren itu? Ini dia ….

CJ DESIGN (2)

CJ, memulai debutnya sebagai musisi independen lewat media Youtube pada tahun 2012. Cewek kelahiran 23 Agustus 1988 ini telah melahirkan tiga karya yang dirilis secara eksklusif di YouTube dengan channel YouTube.com/CJcamjoe yaitu “Pengabdianku (Melebihi Kisah Cintaku)”, “These Simple Notices”, dan “Bahagia Adinda”.

Lagu Pengabdianku (Melebihi Kisah Cintaku) pada tahun 2013 dijadikan soundtrack book trailer Love Puzzle. Bukan hanya itu, CJ sendiri yang menjadi music director-nya. Ini pengalaman pertamanya loh, tapi hasilnya “Wow!”

Ini cerita CJ ketika menggarapnya:

“Sangat menyenangkan, terutama karena ini bisa dibilang debut saya, ya. Ini memang pertama kalinya saya dilibatkan sebagai music director sebuah video book trailer seperti ini. Terima kasih kepada Eva untuk melibatkan saya di proyek ini. Saya kenal Eva dari saudara kembarnya, Evi, yang juga seorang penulis yang berkolaborasi dengan saya sebelum Love Puzzle. Waktu itu, Eva datang kepada saya, meminta kesediaan saya untuk membantunya menggarap video book trailer untuk buku barunya, Love Puzzle. Eva mengirimkan naskah sebagai bayangan awal saya, akan seperti apa video book trailer-nya. Begitu saya membaca sinopsis cerita Love Puzzle, saya langsung mengirim lagu Pengabdianku (Melebihi Kisah Cintaku) karena menurut saya, lagu ini cukup cocok untuk memberi sentuhan khusus di intrik dan polemik cinta yang terdapat di dalamnya. Untungnya Eva suka, lalu saya melanjutkan dan ada beberapa sound effect yang saya tambahkan untuk menghidupkan suasana dan cerita di dalam video.”

“Music directing tidak sekadar memasukkan musik ke dalam video atau film. Seorang music director juga harus tahu kapan ia perlu bermain dengan suara dan audio untuk menghidupkan suasana dalam cerita yang ada. Uniknya di video book trailer Love Puzzle, gambar dan tata layout yang bercerita, bukan visual atau dialog seperti video pada umumnya, dan menurut saya ini menarik, dan semakin menambah peran musik dan audio untuk membantu penulis untuk menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan ke penontonnya.”

Lagu CJ yang lain, yaitu These Simple Notices lebih dulu diangkat menjadi soundtrack book trailer untuk novel CineUs karya Evi Sri Rezeki. Uniknya, lagu ini pada awalnya adalah karya dadakan yang dibuat CJ untuk tampil pada acara gathering komunitas kreatif di Indonesia tahun 2012. Pembuatannya sendiri dari mulai menulis lirik sampai selesai video klip hanya kurang lebih 30 hari. Hebatnya lagi karena CJ enggak punya band pengiring, dia akhirnya berakapela.  Keterbatasan justru menantangnya untuk bereksperimen. Inilah hasil harmoniasai dari gabungan humming, suara napas, sampai batuk dalam These Simple Notices. Keren banget!

Saya jadi penasaran dengan eksperimen CJ selanjutnya. Katanya CJ ini sedang mempersiapkan produksi video klip untuk lagu terbarunya ang berjudul “Underneath Your Skin”. Januari ini teaser videonya akan rilis di www.youtube.com/CJcamjoe yang kepengin tahu lagunya seperti apa, bisa dapat bocoran sedikit dari videonya nanti.

Lagu-lagunya CJ bisa diunduh secara gratis di www.rollingstone.co.id untuk lagu Pengabdianku (Melebihi Kisah Cintaku) bisa kamu unduh di http://is.gd/freePM Masukin lagu itu dalam playlist-mu ya ^_^

Jadi kepengin kenal CJ lebih jauh? Sapa aja CJ di jejaring sosialnya.

Youtube Channel: YouTube.com/CJcamjoe
Twitter: @CJcamjoe
Facebook Fanpage: CJ Camelia Jonathan
CJ juga terbuka untuk berkolaborasi loh. Bener-bener menginspirasi ya cewek yang satu ini.

Cerita Di Balik Book Trailer Love Puzzle – Kepingan 1

Bikin book trailer… hmm… sebelumnya enggak kepikiran itu bakalan bener-bener jadi nyata.

Awalnya saya ngebayangin betapa ribetnya mengerjakannya sendirian. Apalagi saya enggak bisa editing, musik, dan … belum-belum kening udah berlipat-lipat. Tapi saya bertekad agar keinginan itu jadi nyata.

Sebagai langkah awal saya pun membuat konsepnya dulu. Yang terpikir adalah book trailer yang pengerjaannya simple, dalam artian saya enggak harus pergi-pergian buat ngerjainnya, tapi juga unik. Saat membaca novelnya untuk kesekian kali, muncul ide untuk membuat book trailer berbentuk komik! Impian saya sejak kecil memang jadi komikus. Bahkan karangan pertama saya waktu SD memang komik. Komik sederhana dengan tokoh-tokoh robot berbentuk kotak-kotak. Lalu saya mencari referensi book trailer di youtube, dan ternyata konsep ini belum pernah diterapkan dalam book trailer di Indonesia. Yeay, senangnya jadi yang pertama! Alasan lainnya karena dalam novel Love Puzzle ada komik yang menjadi salah satu kunci untuk menguak misteri. Saya pikir pas banget. Panel komiknya pun dibikin bentuk kepingan-kepingan agar lebih sesuai dengan judulnya.

Melihat saya kebingungan, Evi–kembaran saya–mengatakan: Jangan dikerjain sendiri, Va. Kalau dikerjain bareng pasti terwujud! So sweet banget ya dia. Dari situ saya membuka diri untuk bekerja sama.

Masalah lainnya, siapa yang gambar? Saya enggak bisa gambar, ya kalau bikin kotak-kotak enggak jelas sih bisa :p Tapi enggak ada yang gak mungkin selama kita nyari jalan, kan? Jalan keluar itu memang enggak terduga. Suatu hari (ups, kayak awalan dongeng aja) saya mendapat ajakan untuk mengerjakan naskah komik pembelajaran. Komik untuk anak SMP mata pelajaran bahasa Indonesia. Di sanalah saya berkenalan dengan Mas Sukma, salah satu ilustrator pembuatan komik di proyek itu. Dari pertama kali melihat gambarnya, saya langsung suka. Saya pun meminta Mas Sukma untuk menjadi tim pembuatan book trailer Love Puzzle. 

Naskah untuk book trailer ini saya buat sendiri. Saya memilah-milah bagian mana yang menarik, bikin penasaran, tapi enggak spoiler. Yeah, meskipun tetep aja agak bocor.

Deadline pun disepakati selama satu bulan, yaitu akhir bulan September. Tapi berhubung Mas Sukma ini orangnya sibuk (karena dia juga megang proyek pembuatan kartun) jadilah waktu pembuatannya molor dari satu bulan jadi dua bulan. Ditambah lagi saya yang cerewet banget minta revisi di sana-sini. Evi kembaran sekaligus produser pembuatan book trailer ini sampai geleng-geleng ngeliat saya. Katanya kalau dia yang jadi ilustratrornya udah stres. Hihihi. Untungnya Mas Sukma orangnya sabar menghadapi kebawelan saya.

Ini sketsa awalnya.

hal 5-2

Sketsa Halaman 6

Evi Sri Rezeki selaku produser, membantu membuat program dan mencari sponsor untuk novel Love Puzzle.  Yeah, book trailer ini memang salah satu kerja sama si kembar (sok) kompak ^_^ Evi pun berhasil menggandeng sponsor yang bukan cuman untuk bikin book trailer, tapi buat beberapa program promo. Evi berhasil menembuskannya ke Smartfren. Selain itu dapet dukungan dari Noura Books, dan seorang sahabat, Herru Damardjati. Yeay…! *cium Evi*

Dalam proyek pembuatan komik pembelajaran itu pun saya bertemu Bonni Rambatan, seorang penulis yang suka bikin komik juga. Saya mengajak Bonni berkolaborasi untuk menjadi editing. Bonni memberi ide agar book trailer ini bukan komik saja, tapi motion comic! Dari Bonnie juga saya mengenal CJ alias Camelia Jonathan, seorang musisi keren. Asli deh,  kalau dengerin lagu-lagunya langsung jatuh cinta! Saat CJ mengizinkan lagunya yang berjudul “Pengabdianku (Melebihi Kisah Cintaku)” menjadi soundtrack book trailer Love Puzzle rasanya seneng banget. Lagunya pas dan jleb! Apalagi CJ mau jadi music director-nya juga. Lengkaplah semua elemen book trailer-nya. Yeay…!

Setelah semua gambar komik selesai dibuat Mas Sukma Ramadhan, Bonni langsung mengeditnya, baru deh dikasih musik oleh CJ. Dan inilah hasil kolaborasi semuanya:

Love Puzzle Book Trailer terlahir atas kerja sama dengan SmartFren, Camelia Jonathan, dan Noura Books.

Producer: Evi Sri Rezeki
Music Director  & Scoring: Camelia Jonathan http://www.youtube.com/cjcamjoe
Suka dengan musiknya? Silakan kunjungi http://bit.ly/pengabdianku

Director & Screenplay: Eva Sri Rahayu

Illustrator: Sukma Ramadhan

Editor & Animator: Bonni Rambatan.

Terima kasih untuk semua pihak yang membantu terwujudnya book trailer ini. Terima kasih sudah menjadi bagian dari salah satu impian saya. Terima kasih banyak juga buat kamu yang menonton book trailer-nya. ^_^