3 Tempat Nongkrong di Lembang Bandung yang Bernuansa Alam dan Instagramable

3 Tempat Nongkrong di Lembang Bandung yang Bernuansa Alam dan Instagramable—Saat diserbu deadline, dalam kepala yang terpikir adalah kepengin jalan-jalan ke tempat yang asri, sejuk, alami, dan tempatnya cakep untuk latar foto. Bukan buat lari dari deadline loh ya XD Sekali dateng ke satu tempat, dapet beberapa keuntungan sekaligus—ya ampun, kedengeran itungan banget ya. Penat karena deadline hilang, seru-seruan, dapet bahan buat postingan pula, eh! Maklumlah ya, sebagai pekerja media sosial, mubazir banget rasanya kalau dapet bahan seksi buat postingan tapi disia-siakan. Istilah kerennya sharing is caring.

Tampang jutek pas lagi dikejar deadline

Selain mencari inspirasi dan menenangkan pikiran, saya juga suka berburu tempat nongkrong untuk suatu hari kalau ada temen dari luar kota ke Bandung, saya sudah punya list tempat untuk mereka kunjungi. Biasanya sih mereka juga sudah ngincer tempat-tempat yang lagi hits di Instagram. Dan memang tempat nongkrong pilihan memenuhi persyaratan instagramable. 3 tempat nongkrong teratas dalam list saya ada di daerah Lembang – Bandung. Tempat-tempat wisata bernuansa alam ini cocok buat:

Nongkrong bareng keluarga, cek!

Nongkrong bareng para sahabat, cek!

Nongkrong sama laptop dan smartphone, cek!

Nongkrong bareng pasangan buat kencan romantis, cek!

Jadi, mau sama siapa pun dateng ke sana, tetep bakalan seru dong. Pastinya juga, tempat-tempat itu ada di aplikasi pencarian tempat: CariAja. Dengan begitu, saya terhindar dari beberapa hal yang tidak diinginkan, kayak nyasar dan enggak tahu kapan tempatnya buka dan tutup. Nyasar itu seriusan deh bener-bener buang waktu dan mengirimkan mood ke belahan bumi paling dasar. Kebayang kan ya, berkat nyasar yang tadinya mau senang-senang seharian, tinggallah mengais-ngais waktu yang tersisa. Tragis sodara-sodara! Tentunya tujuan buat refreshing dari tekanan deadline malah jadi berasa ditabok kiri-kanan sama sang deadline.

Aplikasi pencarian tempat CariAja

3 Tempat Nongkrong di Lembang Bandung yang Bernuansa Alam dan Instagramable

Lembang memang terkenal dengan tempatnya yang masih alami. Saat sampai ke sana, kita langsung disambut oleh hawa pegunungan yang sejuk dan pemandangan alam yang bikin mata betah memandang.

Ini dia 3 tempat wisatanya….

  1. Farmhouse Lembang

Tempat ini terkenal banget dengan Rumah Hobbit-nya. Memang, tempat nongkrong satu ini memiliki nuansa peternakan gaya Eropa. Bangunannya cakep banget. Sejak dari tempat parkir saja, kita udah bisa foto-fotoan karena tatanannya udah bagus. Tiket masuknya pun terjangkau, hanya Rp20.000 per orang, mana tiketnya bisa dituker sama susu murni pula.

Waktu Farmhouse Lembang tahun 2016 lalu, kangen ke sana lagi

Farmhouse Lembang cukup luas dengan pembagian beberapa area. Ada rumah bergaya Eropa, taman bunga, air terjun mini, Rumah Hobbit, Kota Koboy, gift shop, kafe dan restoran, sampai gembok cinta. Lengkap dan semua tempat itu asli instagramable!

Gembok Cinta

Buat pasangan, jangan ngelewatin gembok cinta. Romantis gimana… gitu. Kamu dan pasangan bisa beli gembok dengan pilihan warna di gift shop, harganya sekitar 25-30 ribuan. Tulis deh namamu dan pasangan, terus pasang gemboknya di area yang dikelilingi pagar khusus buat menyimpan gembok-gembok. Kuncinya dibuang ke sumur berisi ribuan kunci. Katanya sih, cinta pasangan tersebut bakalan abadi. Iya sih itu cuman semacam mitos aja, tapi seru juga ngeliat gembok bertuliskan nama kita dan dia terpasang di sana.

Saya pernah bayangin, gimana kalau justru tempat itu yang mempertemukan jodoh ya…. Nyari jodoh memang susah, enggak kayak nyari tempat, soalnya tinggal pakai aplikasi pencarian tempat CariAja, hehe…

Peternakan

Namanya juga farmhouse ya pastinya punya keunggulan di peternakannya. Area peternakan ini paling menyenangkan dinikmati bareng keluarga. Anak-anak bakalan seneng banget ngasih makan kelinci, domba, dan binatang lainnya yang bersih, lucu, dan gemesin.

Kelincinya gemesin banget!

Spot Foto Unik

Spot foto paling unik di Farmhouse Lembang adalah Kota Koboy dan Rumah Hobbit. Kota Koboy ini memang didesain biar kita berasa berada di film-film koboy dan Indian 😀 Ada penjara-penjaraan sampai rumah klasik gaya Indian. Pengunjung bisa menyewa baju ala koboy dan noni-noni biar sempurna rasa koboynya.

Rumah Hobbit di Farmhouse berasa ada nuansa ajaibnya

Rumah Hobbit ini bikin saya berasa terlempar ke dunia buku The Lord of the Ring karya J.R.R. Tolkin. Ada beberapa Rumah Hobbit buat spot foto, yang kecil-kecil sampai rumah paling utama. Saat lagi weekend dan musim liburan, antrean buat foto di sana panjaaaang. Siapin aja camilan buat nunggunya.

Farmhouse Lembang buka tiap hari dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Letaknya enggak jauh dari dari Terminal Ledeng, tepatnya di Jalan Raya Lembang No. 108. Buat guide ke sana, kamu bisa pake aplikasi pencarian tempat CariAja.

2. De’Ranch Lembang

De’Ranch Lembang tempat nongkrong yang punya suasana peternakan yang kental. Tiketnya sama kayak Farmhouse Lembang Rp20.000 per orang dan juga bisa dituker susu murni dalam kemasan cup. Memang katanya masih satu manajemen sih.

Pengunjung bisa menunggang kuda sambil memakai baju koboy mengelilingi area khusus berkuda. Cocok buat bawa liburan keluarga. Selain itu, ada taman dengan bunga-bunga cantik buat bikin foto romantis. Area ini juga pas buat nongkrong menikmati suasana alami sambil ngobrol-ngobrol.

Foto dulu depan papan De’Ranch Lembang Bandung

Ada juga area taman bermain luas dengan berbagai permainan untuk anak-anak dan dewasa. Jadinya enggak cuman anak-anak yang bisa ngerasain serunya permainan. Waktu bawa Rasi—anak saya—ke sana, dia girang banget main balon udara yang mengambang di atas air. Buat bonding, bisa juga naik sepeda pasangan 😀 Nah, saat udah ngerasa lapar karena kecapean bertualang, kita bisa milih berbagai macam makanan di area kulinernya.

Serunya main balon air

De’Ranch ini buka dari Selasa sampai Minggu, jadi jangan nekad ke sana pas hari Senin, karena… enggak akan bisa masuk. Kayak pengalaman saya dulu XD Bukanya dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, kecuali weekend buka lebih cepet dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore.  De’Ranch Lembang beralamat di Jalan Maribaya No. 17 Lembang. Kalau berniat ke sana tanpa takut kesasar, bisa pakai aplikasi pencarian tempat CariAja ya.

3. Dusun Bambu Leisure Park

Di antara 3 tempat nongkrong bernuansa alami dan instagramable pilihan saya, Dusun Bambu Leisure Park ini yang paling luas dan paling banyak sub pilihan tempatnya. Mulai dari taman bunga, gift shop, sampai taman bermain. Saking luasnya, disediain mobil khusus yang membawa pengunjung ke berbagai tempat di Dusun Bambu ini. Salah satu ciri khas tempat ini adalah bambu-bambu yang dijadikan hiasan di berbagai sisi.

Foto waktu pertama kali ke dusun bambu tahun 2016

Taman Bunga

Tamannya luaaaas dan cantik bangeeeet! Tapi tenaaang… meskipun luas, kita enggak akan kesasar kalau pakai aplikasi pencarian tempat CariAja. Bakalan puas deh menjelajahnya sambil foto-foto. Pemandangannya asli asri dan indah. Bunga-bunga warna-warni, bahkan kita bisa melihat sungai-sungai yang airnya mengalir jernih.

Di antara bunga-bunga yang cantik

Taman Bermain

Ada 2 taman bermain di Dusun Bambu, untuk anak-anak dan dewasa. Pilihan wahananya banyak dan menarik. Mulai dari Di bagian permainan buat dewasa ada permainan yang memacu adrenalin juga. Kalau saya sendiri, paling suka terapi ikan 😀

Taman bermain yang bikin anak-anak betah

Lutung Kasarung

Salah satu yang paling unik dan terkenal di Dusun Bambu ini adalah restoran yang disebut Lutung Kasarung. Pengunjung bisa menikmati makanan di tempat tinggi semacam konsep makan di atas pohon dengan bentuk tempat seperti kandang burung. Kalau mau nikmatin sensasi makan yang beda, bisa coba makan di sini.

Tempat makan berbentuk sarang burung

Dusun Bambu Leisure Park buka tiap hari dengan jam operasional 8 pagi sampai 9 malam. Tapi buat area bermainnya sendiri sih jam 5 sore udah tutup. Silakan datang ke alamat Kolonel Masturi KM 11 Cisarua buat seru-seruan bareng keluarga. Belum pernah ke sana? Tenaaang… ada aplikasi pencarian tempat CariAja kok ^^

Itu dia 3 tempat nongkrong di Lembang Bandung yang bernuansa alam dan instagramable rekomendasi saya.

Advertisements

Bertualang ke Museum di Bandung Tanpa Takut Tersasar

Bertualang ke Museum di Bandung Tanpa Takut Tersasar—Ketika merancang suatu perjalanan, saya biasanya menetapkan empat tujuan (banyak ya). Kepenginnya sekali jalan-jalan bisa membangun bonding, menambah wawasan, mengalami petualangan yang terkenang, sekaligus belajar ngevlog. Maklum, enggak bisa seminggu sekali saya dan keluarga bisa jalan-jalan. Waktu dan budget-nya mesti dibagi-bagi, hehe…. Berdasar berbagai pertimbangan itu, saya membuat rencana petualangan mengelilingi 4 museum di Bandung. 4 museum dalam list saya itu Museum Sri Baduga, Museum Asia Afrika, Museum Mandala Wangsit Siliwangi, dan Museum Geologi Bandung. Dan… baru kesampean ke Museum Geologi Bandung aja ^^

Manfaat Mengunjungi Museum Untuk Anak

Selain karena saya suka hal-hal berbau sejarah dan waktu kecil pernah bercita-cita jadi penemu fosil, mengunjungi museum punya banyak manfaat buat anak. Seperti:

1. Menambah Pengetahuan

Dengan mengajak anak ke museum, pastinya menambah wawasan anak. Anak-anak bisa belajar tentang sejarah dan sains tanpa merasa bosen. Kayak mempelajari tentang detail-detail dinosaurus, karena ngeliat langsung, anak jadi mau baca tentang keterangan mengenai jenis-jenis, tinggi, dan hal lainnya. Atau belajar tentang berbagai teknologi di masa lampau. Ini sekaligus menambah referensi visual mereka, karena hal-hal yang awalnya cuman bisa diliat di buku dan tayangan, terbentang nyata di hadapan. Dan, bukan cuman si kecil yang bertambah pengetahuannya, orang tua juga. Saat si kecil bertanya ini itu, jawabannya ada di museum, saya jadi enggak pusing nyari jawabannya, eh.

2. Si Kecil Jadi Ingin Tahu Lebih Dalam

Saat melihat banyak hal baru, anak jadi tumbuh rasa penasarannya pada ilmu pengetahuan dan sejarah. Tanpa harus memaksa anak untuk mempelajari sejarah dan pengetahuan, dia sudah curious sendiri ketika banyak ngeliat hal baru.

Kunjungan ke Museum Sri Baduga (Sumber gambar http://museumsribaduga.jabarprov.go.id)

3. Meluaskan Imajinasi

Masuk ke museum, seperti masuk ke dalam dunia petualangan masa lampau. Hal-hal baru yang anak temukan bisa jadi tak terbayangkan sebelumnya, Tentunya ini akan meluaskan imajinasi dan nantinya membuat mereka lebih kreatif.

Bertualang ke Museum di Bandung

Buat memuluskan rencana menjelajah dari museum ke museum di Bandung, saya mesti melewati dua rintangan. Untungnya bukan disuruh meruntuhkan Benteng Takeshi. Tsah! Tantangan pertama adalah bikin si kecil ‘mau’ ke museum. Tiap memilih tempat wisata memang biasanya saya diskusi juga dengan si kecil, dia kepenginnya ke mana. Soalnya saya enggak kepengin pas sampai tempat, anaknya malah bete dan enggak enjoy. Awalnya dia enggak kepengin ke museum. Belum kebayang kali ya kayak apa museum itu. Saya inget kalau dia pernah cerita pengin liat dinosaurus secara langsung setelah nonton film animasi tentang dinosaurus. Tring! Muncul solusi dalam kepala. Saya langsung mengiming-imingi pertemuan dengan dinosaurus. Trik saya berhasil, maka terpilihlah Museum Geologi Bandung sebagai tempat yang pertama kami kunjungi dari rangkaian petualangan museum.

Ternyata-ternyata… di sana dia enggak cuman betah melototin dinosaurus, malahan seneng banget nonton pemutaran film tentang pembentukan bumi, liat kerangka manusia zaman purba, dan… yang paling bikin dia happy adalah mencoba simulator gempa. Dalam petualangan ke museum di Bandung pertama kami itu, jadilah satu vlog.

Sampai kelupaan soal rintangan keduanya. Tantangan kedua ini datang dari saya sendiri. Saya beberapa kali membuat pengakuan memalukan tentang kegagapan saya soal Bandung XD Meskipun sudah puluhan tahun hidup di kota tersayang ini, saya masih setia dengan ketidakhafalan saya akan jalan-jalan di Bandung. Sungguh bukan sebuah prestasi yang membanggakan, apalagi harus diganjar award 😥 Sudah berulang kali saya membuat teman-teman yang melancong ke Bandung ikut tersasar bersama saya. Kasian-kasian-kasian XD Begitu juga dengan perjalanan menuju Museum Geologi Bandung waktu itu. Sempat putar-putar kota dulu sebelum berhasil menemukan tempatnya.

Itu bukan pengalaman terburuk. Saya pernah dua kali ke tempat wisata yang ternyata… sedang tutup! Kebayang kan mangkelnya? Sudah jauh-jauh, eh ternyata enggak bisa menikmati tempat wisatanya 😦 Untungnya teknologi internet dan aplikasi datang sebagai dewa penolong. Dari berbagai pengalaman tragis itu, saya jadi mulai membuat rancangan perjalanan menuju tempat wisata. Bertemulah saya dengan aplikasi CariAja di google play store. Awalnya tertarik dengan slogannya yang berbunyi: What You Are Looking For, Just Right At Your Palm.

CariAja ini aplikasi pencarian tempat wisata, hotel, kuliner, bank, ATM, minimarket, sampai transportasi. Aplikasi ini pengertian sekali pada orang-orang semodel saya yang sulit menghafal jalan, sesusah menemukan teori-teori fisika. Kecenya lagi, aplikasi CariAja ini bikinan lokal loh.

Semudah apa sih jadinya bertualang ke museum di Bandung dengan aplikasi CariAja? Semudah mengerjakan soal matematika anak TK ^^

Fitur-fitur dalam aplikasi CariAja yang memudahkan menikmati petualangan museum di Bandung

  1. Temukan Tempat

Di ‘Beranda’ CariAja ada berbagai pilihan pencarian. Seperti tempat belanja, kesehatan, sampai otomotif. Karena tujuan saya adalah mencari museum, saya mencarinya di ‘Hotel & Wisata’. Nantinya di layar bakal dikasih pilihan lagi sub-sub kategori. Museum ini punya sub kategori sendiri, jadi gampang banget menemukannya.

Berbagai keterangan bakal kita dapatkan ketika mengeklik satu tempat. Bukan hanya alamat lengkap, tapi ada juga nomor telepon yang bisa dihubungi, keterangan mengenai tempatnya, dan jam buka tempat tersebut. Jadinya enggak bakalan deh ada kejadian pas sampai lokasi ternyata tempatnya tutup.

2. Terdekat

Ketika mengeklik pilihan di sub kategori, yang dalam kasus saya adalah ‘Museum’, langsung keluar deh daftar museum dimulai dari yang posisinya paling dekat dengan tempat kita berada. Begitu juga kalau kamu mengeklik ‘Minimarket’, muncul deh berbagai minimarket terdekat dari rumah. Berguna banget untuk menghemat waktu, kan?


3. Dapatkan Arahan

Nah… ini dia koentji supaya tidak tersesat. Malu buka aplikasi CariAja sesat di jalan, eh. CariAja ini ngasih arahan ke tempat yang kita tuju melalui Google Maps atau Waze. Satu langkah supaya perjalanan kita menuju museum-museum di Bandung lepas dari drama sasar menyasar.


4. Tambah Favorit

Punya tempat favorit atau museum favorit? Masukan saja dalam list favorit. Keuntungannya kita bakalan dapet akses cepat dan dapet pemberitahuan promo, diskon, atau acara seputar tempat favorit. Misalnya nih, kalau memasukkan Museum Geologi Bandung ke dalam favorit, kalau ada acara ‘Night at Museum’ nanti kita dapet notifikasinya.


Selain keempat fitur tadi, ada 2 fitur seru lainnya di CariAja. Kamu bisa memakai fitur-fitur ini untuk membantu orang lain. 2 fitur itu ‘Tambah Tempat’ dan ‘Bagikan’. Jadi, kalau nemu tempat-tempat seru di sekitarmu, masukin aja ke CariAja, bisa jadi loh tempat yang kamu tambahkan itu dicari dan dibutuhkan orang-orang. Atau nih, kalau kamu punya tempat usaha juga bisa didaftarin dan ditambahkan sendiri lewat fitur ini. Update terus info tentang tempat usahamu itu ya, kali aja jadi bikin banyak orang berminat. Terus, kita juga bisa membagikan tempat favorit lewat fitur ‘bagikan’ itu, membantu orang buat mengenal tempat-tempat baru. Oh iya, kamu bisa mengunduh CariAja di sini.

Setelah tahu tentang CariAja, saya enggak lagi takut tersasar saat mau bertualang ke museum di Bandung dong. Mau ikut bertualang bareng?

[Blog Tour] Review + Giveaway Buku Dear, Ayah dan Bunda: Diary Pertumbuhan Buah Hati Usia 0-5 Tahun

Kehadiran anak merupakan fase perubahan signifikan dalam kehidupan pasangan. Anak merupakan pribadi lain yang mengubah berbagai rutinitas dan pola pikir pasangan menjadi pola pikir dan peran lain dalam kehidupan yaitu peran sebagai ‘orang tua’. Butuh adaptasi bagi ketiganya dalam menjalani kehidupan. Setiap fase perkembangan anak bukan hanya merupakan hal baru baginya tetapi juga penemuan baru bagi orang tuanya. Anak memiliki karakter dan perasaannya sendiri, karena itu orang tua mesti belajar memahaminya.

Buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ ini bisa menjadi referensi bagi orang tua untuk mencoba memahami dan menyelami cara pandang anak.

Berkenalan dengan Yenita Anggraini

Yenita Anggraini merupakan ibu dari seorang putra. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran tahun 2009. Setelah berkarier selama empat tahun di bidang kesehatan dan pelayanan, kini penulis bekerja di sebuah instansi pemerintahan daerah. Selain itu ia aktif menulis cerpen, artikel kepenulisan, cerita anak, serta kisah inspiratif yang dimuat di media cetak maupun online, seperti NOVA, Lampung Post, dan basabasi.co.

Hubungi penulis lewat surel: yenitaanggrainianggi@gmail.com

Mengenal Lebih Jauh Yenita Anggraini di Sesi Wawancara

Penasaran enggak sih kayak apa sih penulis ini orangnya? Sampai gimana cerita di balik penulisan buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ ini… Saya udah ngasih list pertanyaan ke penulis yang saya panggil dengan sebutan akrab ‘Tante Anggi’ ini. Berikut wawancaranya:

1. Apa motivasi Tante Anggi menulis buku ini?
Motivasi saya menulis buku Dear, Ayah dan Bunda ini sebenarnya sederhana sekali. Saya mau setiap orangtua bisa lebih berpikir dan bersikap positif dalam mengamati dunia buah hati yang penuh kejutan, perubahan perilaku, dan juga loncatan-loncatan perasaan. Perasaan positif itu akan menghadirkan rasa nyaman dan bahagia di dalam diri Ayah dan Bunda. Dan saya yakin, hadiah paling besar bagi buah hati adalah orangtua yang selalu berbahagia atas kehadiran mereka.
2. Mengapa di awal bab selalu dibuka dengan cerita dari sudut pandang anak?
Buku ini memang memiliki konsep yang berbeda dengan buku-buku lain. Di buku ini setiap awal bab selalu dibuka dengan cerita dari sudut pandang anak. Ini menarik, karena dengan mencoba bicara dari sudut pandang anak, Ayah dan Bunda perlahan-lahan diantarkan menuju sebuah pemahaman tentang apa yang buah hati rasakan dan apa yang harus Ayah dan Bunda lakukan. Belajar memahami semua itu tentu akan meminimalisir kekeliruan-kekeliruan tidak perlu yang mungkin saja Ayah dan Bunda lakukan melalui rangkaian perkataan, tindakan, dan stumulasi untuk buah hati.
3. Apa kesulitan menulis buku ini?
Kesulitan menulis buku ini tentu  mencoba menafsirkan apa yang buah hati rasakan sehingga bisa menjadi penggalan-penggalan surat yang seolah-olah berasal dari suara hati buah hati. Bagaimana caranya menafsirkan suara janin yang masih di dalam kandungan misalnya? Hehehe…Tapi, yang menjadi inti dari penggalan-penggalan surat itu bukanlah itu benar-benar merupakan suara hati buah hati, tapi bagaimana saya mengubah sudut pandang orangtua yang terkadang berpikir tentang dirinya, keluhannya, rasa sakitnya, letihnya, menjadi hal-hal yang positif. Misalnya : Keluhan-keluhan saat kehamilan tentu menyebalkan, tapi dengan Bunda berpikir bahwa ini adalah cara tubuh untuk mempersiapkan diri menjadi tempat terbaik bagi buah hati selama 9 bulan ke depan, semoga itu menjadi tidak terlalu menyebalkan lagi.
4. Sebagai orang tua, fase apa yang paling sulit ketika mendidik anak?
Sebagai orangtua, setiap fase memiliki kesulitannya tersendiri dalam mendidik anak. Tapi fase saat anak masih belum bisa berkomunikasi selain dengan tangis adalah fase yg membutuhkan kesabaran cukup besar. Membedakan tangisan anak juga butuh waktu yang tidak bisa saya sambi-sambi dengan hal lain. Ada waktunya dia menangis karena lapar, gendongan yang tidak nyaman , suhu yang tidak pas, tempat yang terlalu berisik, dan bahkan ada waktunya dia menangis hanya karena ingin menangis. Ini biasanya kesimpulan yang saya buat saat saya tidak bisa menafsirkan tangisnya.
5. Ceritakan proses menulis buku ini.
Proses penulisan buku ini kurang lebih dua sampai tiga bulan. Saya membagi fasenya menjadi 5 periode di mana tiap fasenya adalah perkembangan anak sejak ia masih di dalam kandungan hingga usianya 5 tahun. Kebetulan saya terbiasa mencatat setiap fase perkembangan buah hati mulai dari kemampuan motorik, kemampuan bicara dan juga perubahan-perubahan perilakunya. Saya juga sering mendokumentasikan pertanyaan-pertanyaan yang biasa ia lontarkan sejak ia mulai banyak bertanya dalam #celotehzahir di instagram. Catatan-catatan itu banyak membantu saya dalam proses penulisan buku ini selain tentu saja buku-buku parenting yang saya baca, seminar-seminar parenting yang saya hadiri, termasuk juga nasehat, masukan, cerita-cerita dari keluarga dan teman-teman saya.

DATA BUKU

Judul: Dear, Ayah dan Bunda

Penulis: Yenita Anggraini

Penyunting: Ayuniverse

Penerbit: Diva Press

Cetakan: Pertama, Desember 2017

Halaman: 256 Halaman

ISBN: 9786023914838

Blurb:

Dear, Ayah Bunda

Hari ini aku kesal sekali. Aku tahu kita akan pergi ke rumah nenek. Bunda sudah mengatakan itu sejak kemarin, tapi aku tadi sedang bermain, lalu Bunda tanpa bilang apa-apa langsung membereskan mainanku. Bunda harusnya bilang dulu kepadaku bahwa kita akan berangkat.

Seorang anak, meskipun masih kecil, ia tetaplah manusia yang memiliki perasaan. Dengan dalih melakukan yang tebaik–menurut orang tua, terkadang Ayah Bunda justru mengabaikan perasaannya. Padahal perasaan diabaikan akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya ke depan.

Nah, buku ini hadir untuk menemani Ayah Bunda mendampingi tumbuh kembang buah hati sejak ia masih dalam kandungan hingga usia lima tahun. Setiap bagian dibuka oleh narasi dengan sudut pandang anak, sehingga Ayah Bunda seolah diajak membaca curahan hati si kecil.

Berkomunikasi dengan bayi, menghadapi anak tantrum, mengajarinya berbagi, saat anak mengadu, dan lain-lain, dibahas di buku ini. Dengan perspektif baru, Ayah Bunda akan lebih peka terhadap apa yang dirasakan oleh buah hati.

Selamat membaca!

REVIEW BUKU

Awalnya saya mengira bakalan butuh waktu lama untuk menghabiskan buku nonfiksi ini. Maklum, buku jenis nonfiksi bukan tipe bacaan favorit saya. Nyatanya, saya betaaaah sekali membacanya bahkan sampai rela bergadang.

Saya tipe pembaca yang membaca seluruh bagian buku, termasuk kata pengantar. Surprise, pengantar penulis ternyata jadi salah satu part favorit saya. Terus terang, pengantarnya touchy :’) Di luar bahwa saya mengenal sosok Yenita, setelah membaca pengatarnya saya merasa penulis adalah seseorang yang dengan tangan terbuka ingin menjadi sahabat pembaca yang tulus.

Cover buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ ini berwarna-warni dengan ornamen gambar-gambar yang mencirikan isinya. Cover-nya cukup menarik perhatian ^^ Blurb bukunya mencerminkan isinya, jadi pembaca enggak akan misleading.

Dari yang saya tangkap, buku ini berisi tentang proses belajar memahami anak bahkan sejak buah hati masih dalam kandungan. Isinya detail sekali dari mulai periode kehamilan sampai usia anak 5 tahun. Setiap bab dibuka dengan dari sudut pandang anak yang menceritakan perasaannya. Pembaca diajak menyelami dulu respon anak pada setiap fase hidupnya. Seringkali tulisan POV anak berupa diary itu menyentuh saya.

Dear, Ayah Bunda

Maafkan aku ya, jika beberapa minggu ke depan atau malah selama kehamilan akan menjadi hari yang berat untukmu.

–Halaman 14.

 

Disampaikan dengan kata-kata yang mudah dimengerti dan renyah, buku ini dilengkapi tips-tips yang sangat bermanfaat. Misalnya tips asupan makanan untuk masa kehamilan, bagaimana cara mengelola stres, posisi menyusi yang nyaman bagi anak dan ibu, dan masih banyak lagi.

Pembaca ‘Dear, Ayah dan Bunda’ dibekali banyak pengetahuan biologis sampai psikologis. Misalnya mengenai perubahan tubuh di masa kehamilan, perubahan hormon ibu, manfaat inisiasi menyusui dini, makanan pendamping ASI, cara menstimulasi perkembangan anak, sampai bagaimana menjalin kedekatan antara orang tua dan anak.  Jangan khawatir mati kebosanan saat mebacanya, karena pengetahuan itu ditebar sedikit-sedikit sesuai fase tumbuh kembang anak. Pembaca tidak dijejali berbagai informasi sekaligus. Lagipula tata bahasa penulis yang seakan menjadi ‘sahabat’ pembaca membuat buku ini justru sangat menyenangkan dibaca.

Buku ini memberi saya kesan betapa menyenangkannya menjadi orang tua dengan segala dinamikanya. Bahwa segala tantangan bisa diselesaikan dan dilalui bersama. Benar-benar diajak menjadi orang tua bahagia, bukan pasangan yang terpaksa menjadi orang tua. Penyampaiannya jauh dari kesan menggurui. Penulis begitu mengerti psikologis pembacanya. Saya seperti sedang melakukan konsultasi privat dengan seseorang yang sangat ‘memahami’ keadaan saya. Saya dan anak seperti sedang mencurahkan perasaan tanpa harus berkata apa-apa. Sampai-sampai beberapa kali meneteskan air mata membacanya. Saya jatuh cinta pada cara penulis memaparkan materinya.

Buku ini bukan hanya saya rekomendasikan bagi pasangan yang bersiap menjadi orang tua atau pasangan yang telah memiliki anak usia 0-5 tahun, tapi bagi semua orang tua. Nyata, meski anak saya telah berusia 8 tahun lebih, buku ini tetap sangat related buat saya. Bahkan memberi motivasi untuk terus berusaha menjadi orang tua yang baik.

Rating 5 dari 5 bintang.

Giveaway Time

Ada satu buku ‘Dear, Ayah dan Bunda’ untuk pemenang beruntung. Cara ikutannya gampang kok:

1. Like Fanpage Diva Press

2. Follow akun Instagram @penerbitdivapress dan @eva.srirahayu

3. Bagikan info giveaway ini dengan tagar #DearAyahBunda di Insta story-mu dengan  mention akun saya dan Diva Press

4. Pastikan alamatmu di Indonesia.

5. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun Instagram kamu.

Kamu kepengin jadi orang tua seperti apa?

6. Jawaban ditunggu sampai tanggal 31 Desember 2017.

7. Pemenang diumumkan tanggal 1 Januari 2018.

Ditunggu partisipasinya ^^

Mengenal Tugas Staf di Area Penerbangan

Mengenal Tugas Staf di Area Penerbangan (sumber gambar freepik.com)

Jika kita bepergian dengan menggunakan jasa penerbangan, pasti kita tidak akan asing melihat beberapa petugas yang berpakaian rapi, yang tampak terlihat sibuk di bandara, yang melayani kita mulai dari pembelian tiket, sampai penanganan bagasi kita. Para petugas itu adalah staf penerbangan. Dan berikut ini akan dijabarkan mengenai staf di area penerbangan untuk mengenal tugas staf di area penerbangan.

Pilot

Pilot adalah sebutan profesi untuk orang yang mengemudikan pesawat udara.  Seorang pilot harus menjalani serangkaian ujian resmi atau tes yang diadakan oleh sekolah penerbangan. Jika telah dinyatakan lulus dalam tes, seorang pilot akan mendapat sertifikasi terbang. Sertifikat terbang itu adalah sebuah surat pengakuan kemampuan seorang pilot, yang sudah dianggap mampu untuk menerbangkan sebuah pesawat dengan tipe atau ukuran tertentu. Pilot biasanya disebut dengan Captain. Tugas seorang pilot adalah mengemudikan pesawat.

Co Pilot

Co Pilot adalah seseorang yang ditunjuk untuk membantu pilot dalam menerbangkan pesawat udara. Untuk menjadi co pilot syaratnya hampir sama seperti halnya menjadi pilot yaitu harus mengikuti latihan di sekolah penerbangan. Co Pilot disebut juga sebagai First Officer (FO). Ketika seorang pilot tidak dapat menerbangkan pesawat sementara pesawat masih berada dalam suatu penerbangan yang sedang berlangsung, maka saat itu pula co pilot menggantikan tugas pilot untuk melanjutkan penerbangan.

Tugas-tugas co-pilot ialah menemani captain dan menggantikan tugas captain di dalam pesawat. Pada waktu captain sedang menerbangkan pesawat, co-pilot hanya bertugas memantau jalannya mesin dan membantu pekerjaan captain untuk melakukan navigasi. Menjadi co-pilot tidak harus memiliki pangkat di bawah pangkat captain. Dengan kata lain, pangkat co-pilot dan pilot boleh saja sama-sama berpangkat empat, sebab co-pilot bukan seorang pembantu, hanya saja tetap disebut sebagai wakil captain.

Pramugari

Pramugari adalah staf penerbangan yang akan kita bahas berikutnya. Dalam posisi ini ada dua buah nama yang membedakan jenis kelamin. Untuk petugas pria biasanya disebut dengan pramugara, sedangkan untuk petugas wanita disebut dengan pramugari.

Tugas utama seorang Pramugara maupun pramugari adalah melayani apa pun yang berkaitan tentang kebutuhan penumpang, serta membantu menjaga keselamatan penumpang selama berada dalam perjalanan.

(sumber gambar freepik.com)

Selanjutnya kita akan membahas tugas dan tujuan masing-masing posisi staf penerbangan, antara lain:

Petugas Counter Check-in

Check-in adalah proses pelaporan diri yang berkaitan dengan keberangkatan saat menjadi penumpang, sebelum melakukan suatu perjalanan. Tempat untuk melakukan proses pelaporan tersebut disebut dengan check-in counter. Sesuai dengan prosedur penanganan penumpang di Bandar udara, salah satu proses yang dipandang penting untuk dilakukan oleh penumpang saat menjelang penerbangan adalah pelayanan check-in counter.

Tugas seorang petugas check-in counter yaitu melakukan pemeriksaan tiket sebelum penerbangan dilakukan dan mencocokannya dengan identitas penumpang tersebut apakah sudah sesuai atau belum. Hal ini dilakukan untuk penumpang domestik sesuai dengan KTP/SIM, sedangkan untuk penumpang turis mancanegara wajib menunjukan paspor dan dokumen-dokumen lainnya pada petugas check-in counter.

Petugas Baggage Handling

Tugas seorang petugas baggage handling, yaitu  menangani bagasi. Bagasi yang dibawa oleh penumpang akan ditimbang sebelum melakukan penerbangan. Apabila terjadi kelebihan beban, maka penumpang akan diberikan biaya tambahan.

Demikianlah tadi beberapa posisi yang ada pada penerbangan. Menjadi staf penerbangan adalah suatu impian bagi banyak orang. Dengan adanya ulasan ini semoga bisa menambah informasi untuk mengenal tugas staf di area penerbangan yang semuanya saling bersinergi untuk menjadi perjalanan udara yang selamat, aman, dan nyaman.

Giveaway Parade Para Monster Berhadiah Total Jutaan 

Berkarya Bareng, Yuk!

Ketika saya merancang lomba ini, dalam kepala saya adalah ingin mengajak pembaca “Parade Para Monster” untuk berkarya bersama.
Meskipun karya yang dihasilkan pembaca adalah merespon novel saya.
Saya ingin mengajak pembaca untuk turut bersenang-senang dalam petualangan Weena dan Jack. Pembaca melakukan interaksi dalam bentuk lain dengan tokoh-tokoh novelnya.
Adapun kenapa disebut Festival Halloween, karena tema novel ini mengangkat hal tersebut.

Saya mengundang kalian untuk berkarya bersama.
Yuk, tunjukkan karya terbaikmu 😀

Dewan Tetua Mengundangmu Bergabung Dalam Festival Halloween Halloween Kami 😈

Ikut Festival Halloween di Instagram dengan:

1. Buat karya berupa sketsa/ilustrasi, makeup wajah, atau cosplay sesuai dengan tokoh di novel “Parade Para Monster” menurut versimu. Ilustrasi bisa juga menggambarkan satu adegan atau tempat di dalam novel.

2. Posting karyamu ke akun Instagrammu menggunakan fitur multiple photos dengan menyertakan ‘undangan’ ini dan kover novel.

3. Tag @penerbitclover @Smartfrenworld @eva.srirahayu @NaoBunProject dan @arcadiatreasure

4. Follow 5 akun penyelenggara.

5. Beri caption penjelasan tentang karyamu, dan kenapa kamu memilih tokoh itu (jangan spoiler cerita).

6. Mention 3 temanmu dalam caption.
Sertakan tagar #ParadeParaMonster  #Festival HalloweendiInstagram dan #BaruTahuKan

7. Festival Halloween berlangsung dari tanggal 30 Oktober sampai 15 November 2017.

8. Pemenang diumumkan tanggal  20 November 2017.

9. Hadiah untuk peserta Festival Halloween terbaik:

Juara 1: Andromax B SE dan voucher Arcadiatreasure sebesar 400 ribu.

Juara 2: Andromax B SE dan voucher Arcadiatreasure sebesar 200 ribu.

Juara 3: Andromax M3Y dan voucher Arcadiatreasure sebesar 200 ribu.

2 juara favorit (berdasar banyaknya like) masing-masing mendapat Andromax M3Y dan voucher Arcadiatreasure sebesar 100 ribu.

Intinya sih, di tantangan ini kita bersenang-senang, seru-seruan, dan berkarya bareng 😆😆

Berani bergabung dengan kami dan menerima tantangan ini? 😈

Lomba ini mendapat support dari:

Smartfren #juaranyainternet

dan

D’Arcadiatreasure

Vivo V7 Plus: Abadikan Moment Sempurna dengan 24 MP Perfect Camera

Siapa yang paling mengenal aku? Dia yang berjalan bersamaku. Dia yang merekam semua moment-ku. Dia yang melihatku bersinar. Dia yang menyaksikanku jatuh. Siapa yang paling mengenal aku? Dia yang mengabadikan dengan jelas semua kebahagiaanku. Dia yang mengerti dengan jelas perjuanganku. Siapa yang paling mengenal aku? Hanya dia yang paling mengerti aku.

— Agnez Mo

 

Saya terkesan dengan kalimat-kalimat dalam script iklan Vivo V7 Plus yang dibawakan Agnez Mo tersebut. Kalimat-kalimat yang merepresentasikan dengan tepat kehidupan warganet kekinian. Siapa atau apa yang selalu kita pastikan keberadaannya menemani? Gawai pintar. Seandainya benda itu dapat bicara, tentulah bisa bercerita dengan lancar bagaimana karakter, sifat, keseharian, suka, dan duka pemiliknya. Gawai bukan sekadar benda mati yang dipakai untuk kebutuhan pemiliknya, lebih dari itu, kini gawai adalah sahabat yang menerima diri apa adanya.

Ketika senang, smartphone akan dipakai untuk mengabadikan senyum kita dalam foto dan video. Ketika sedih, gawai akan melantunkan musik-musik galau peneman duka. Bahkan smartphone merupakan partner dalam bekerja, berkarya, dan belajar. Mencari informasi yang dibutuhkan, mengirimkan brief ke klien, sampai memposting karya berupa tulisan, foto, dan video. Karena itu, mencari smartphone seperti mencari jodoh. Dicari yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan, hingga kondisi keuangan. Yes, Dear, pakailah gawai yang paling mengerti dan memahamimu ^^

Melihat fenomena itu Vivo senantiasa membuat inovasi untuk memanjakan para penggunanya. Kali ini Vivo meluncurkan Vivo V7 Plus yang memiliki the World’s 1st 24MP Clearer Selfie dengan fullview display. Grand launching-nya digelar besar-besaran untuk memanjakan Vivo fans dan seluruh masyarakat Indonesia dengan membuat kolaborasi media terbesar yang melibatkan 9 stasiun televisi Indonesia dan 9 digital media flatform. Masyarakat dapat memilih mau menonton di TV atau secara streaming online.

Grand Launch Vivo V7 Plus

Sejak beberapa hari sebelumnya, saya mendapat undangan untuk hadir di acara Grand Launch Vivo V7 Plus.  Excited dong bisa hadir ke acara sebesar itu yang mengusung konsep konser dan drama musikal. Apalagi pengisinya para product ambassador Vivo dan artis-artis yang pada ngehits itu, seperti Agnez Mo, Prilly Latuconsina, Al Ghazali, Tulus, Demian, Zaskia Gotik, Giring Nidji, Shireen Sungkar, dan Pevita Pearce.

Si Kembar di grand launch Vivo V7 Plus

Tanggal 28 September siang, saya dan Evi (kembaran saya) berangkat ke Jakarta dari Bandung memakai travel. Kami sampai di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, jam 6 magrib. Setelah mengisi registrasi, kami mencicipi hidangan yummy yang disediakan pihak Vivo. Kami melihat banyak artis, selebgram, hingga youtuber papan atas semacam Raditya Dhika, Dion Wiyoko, Aurel, dan banyak lagi.

Pukul 7 malam, kami memasuki area pertunjukan. Kami bersama para blogger memilih area festival supaya bisa mengabadikan dengan jelas moment sempurna ini. Kami bergabung dengan jajaran Vivo fans dan Agnez Mo fans yang aura semangatnya terasa sekali dari. Di area tribun ada undangan VVIP, VIP, KOL, dan media.

Satu jam kemudian, grand launching dimulai. Visual permainan lampu yang spektakuler memanjakan mata kami. Pertunjukan dibuka oleh penampilan para penari. Langsung disambut penonton dengan histeris. Dilanjut Giring menyanyikan lagu “Di Atas Awan” yang membuat para penonton ikut bernyanyi, termasuk saya 😀 Energinya Giring ini berhasil menyeret saya dan penonton lain lompat-lompat girang.

Sehabis itu drama musikal berhasil membuat penonton baper. Ceritanya tentang friendzone antara Prilly dan Al. Keruwetan ditambahkan ketika hadir Pevita di antara mereka. Melibatkan permainan apik dari Zaskia Sungkar dan artis-artis lainnya yang berperan sebagai para sahabat Prilly. Lagu-lagu yang dinyanyikan dalam drama itu bikin jleb-jleb penonton. Saya juga, hehehe. Tapi ya itu… ending-nya gantung, bikin gereget dan gemeees!

Drama musikal di acara grand launch V7 Plus

Tibalah saatnya memperkenalkan Vivo V7 Plus dengan kemunculan para penari yang mengelilingi Demian. Smartphone V7 Plus dihadirkan ke atas panggung lewat atraksi sulap Demian. Tanpa sadar saya bertepuk tangan saking menikmati pertunjukan itu.

Setelah sulap berakhir, para Product Ambassador and Selfi Icon bersama-sama berjalan ke tengah panggung dengan V7 Plus masing-masing. Agnez, Shireen, Prilly, dan Pevita memakai dress cantik, sedang Al dan Afgan menggunakan setelan tuxedo. Penonton histeris lagi karena melihat Agnez Mo. Agnez pun menyapa para penggemarnya dengan senyum semringah.

Penampilan Afgan yang bikin penonton ikut bernyanyi

Tulus dan Afgan kemudian berkolaborasi dengan menyanyikan penggalan-penggalan lagu mereka masing-masing. Ajaibnya, nuasanya pas banget. Potongan satu lagu Tulus dengan sebagian lagu Afgan bersinergi dengan indah, seperti saling menjawab. Membuat perasaan naik turun kayak roller coaster, kadang mellow, lalu bersemangat. Sebelum Afgan menghilang ke belakang panggung, MC Daniel sempet tanya apa yang disukai Afgan dari Vivo. Afgan bilang seneng dengerin musik memakai gawai Vivo karena suaranya bening.

Datanglah saat paling ditunggu… performance-nya Agnez! Semua fans langsung meneriakkan nama Agnez sepenuh hati. Terutama waktu Agenz nyanyiin single terbarunya di album internasional pertamanya: Long as I Get Paid. Saya ikut nyanyi di bagian tertentu aja berhubung belum hafal liriknya. Tapi abis nonton penampilan emejing Agnez malam itu, aslinya itu lagu jadi stuck in my head XD

Performance amazing Agnez Mo

Selain semua lagu yang dibawain Agnez berbahasa Inggris, penari latar Agnez semuanya bule bo. Dance mereka kece tornado. Paling suka 2 moment di penampilan Agnez ini. Pertama, waktu Agnez ngelilingin stage pakai kereta sederhana, sama waktu Agnez manasin penonton dengan pertanyaan berulang, “Udah segini aja tepuk tangannya? Udah segini aja?” Penonton langsung kebakar gitu, tepuk tangannya jadi tiga kali lipat kencengnya XD Agnez ini memang gemesin….

Yuk, goyang bareng Zaskia Gotik

Sebelum acara ditutup oleh penampilan Zaskia Gotik, Daniel mengumumkan harga Vivo V7 Plus, yaitu 4,699 juta. Sekalian bilang kalau gawainya bisa di-PO per tanggal 6 Oktober. Lalu Zaskia pun menggoyang penonton dengan lagu hitsnya.

Buat saya sih, malam grand launch Vivo V7 Plus itu memorable. Saya bikin video ala-ala, ini loh kalau kalian mau nonton ^^

Vivo V7 Plus: Abadikan Moment Sempurna dengan 24 MP Perfect Camera

Seperti yang saya mention tadi, gawai yang kita miliki sebaiknya mampu mengabadikan moment-moment penting atau sempurna di hidup dalam bentuk foto dan video, selain tentunya dalam kenangan. Ehm…. Saat melihat foto dan video yang menangkap sempurna moment, bakal terasa hangat di hati. Pokoknya semua rasa yang ada di waktu kejadian itu. Kalau istilah Vivo sih perfect moment-nya dapat tetap hidup.

Spesifikasi Vivo V7 Plus

Ini dia kelebihan Vivo V7 Plus yang bakal memenuhi kebutuhan penggunanya sebagai partner menyenangkan.

Pertama, V7 Plus ini memiliki CPU octa-core Qualcomm 450 dan RAM 4GB. Performanya jadi lebih cepat dong. Ukurannya tipiiis, yaitu 2,15mm. Desainnya elegan dan enak diliat, dengan 2 pilihan warna:  hitam dan emas.

24 MP Front Camera + Fitur Beauty Face

Yang paling menonjol tentunya kamera depannya yang didesain untuk hasil selfie sempurna dengan 24MP Clearer Selfie Perfect Camera-nya. Membuat hasil selfie lebih clear, karena warna dan kontras sesuai aslinya, meskipun memakai efek selfie softlight. Fitur beauty face-nya versi 7.0 jadi makin keliatan alami.

Pernah ngalamin kan, pede sih kalau kirim-kirim foto, tapi kalau ngobrol langsung lewat video chatting kok… rasanya jadi ciut karena gak pede. Menariknya, fitur beauty face di V7 Plus ini bisa dipakai di aplikasi Whatsapp, Line, BBM, Viber, Zalo, dan Messenger saat video call-an. Come… come… percaya diri.

16MP Rear Camera

Untuk kamera belakangnya, V7 Plus punya 16MP dengan teknologi PDAF. Teknologi ini memastikan gambar yang diambil berkualitas tinggi.  Kualitasnya 64MP Ultra HD. Foto-fotoan pakai kamera belakangnya juga seru!

Pengalaman Sinematik Memakai Full View Display

Layar V7 Plus ini 5,99 inci dengan full view display 18:9. Jadi tampilan visualnya 12,5% lebih besar dari layar tradisional yang hanya 16:9. Dipakai apa pun lebih puas, mau buat main game, foto-fotoan, dan nonton video. Tambah lagi, pas main games, enggak akan keinterupsi sama telepon atau chat, karena dilengkapi “game mode“.

Smart Split 3.0

Buat yang mesti atau memang seneng multitasking, Smart Split 3.0 di V7 Plus ini sesuai banget. Karena bikin penggunanya menonton streaming sekaligus chat atau buka media sosial semacam Facebook, Line, Messages, Viber, WeChat, WhatsApp, dan lainnya, tanpa perlu mem-pause tontonan.

Keamanan Tinggi menggunakan Face Access.

Face Access ini membuat penggunanya lebih cepet ngebuka kunci keamanan, karena cukup dengan setor muka XD Sekaligus bikin orang lain gak bisa ngintip-ngintip isi ponsel ya. Rahasia aman terkendali 😀 Buat ngebuka kunci pakai sidik jari, sekarang sensornya ada di belakang.

Hi-Fi Music

Inget kan kata Afgan tadi yang seneng dengerin musik di Vivo V7 Plus? Audio yang bening itu karena V7 Plus dilengkapi chip audio Hi-Fi AK4376A. Selain bening, detail musiknya juga kedengeran. Vivo yang punya tagline Camera and Music pastinya kepengin membuktikan tagline itu memang pantes disematkan ke produk-produknya.

Setelah baca spesifikasi dan kelebihannya Vivo V7 Plus tadi, tertarik gak ngejadiin gawai ini partner yang mengabadikan moment-moment hidupmu?

10 Buku Paling Berpengaruh Buat Saya


Bulan lalu Facebook memberi saya notif kenangan. Tiap hari sih sebenernya. Facebook sepertinya mendukung gerakan #NetizenGagalMoveOn karena selalu berusaha mengingatkan penggunanya pada kenangan-kenangan. Sebagai warganet yang baik, saya membuka notifikasi itu dong. Dari sekian banyak status alay dan galau di masanya, saya menemukan satu postingan berfaedah. Status itu bercerita tentang 10 buku paling berpengaruh buat saya. Adapun sebabnya saya bikin status panjang itu karena di-tag oleh Reza Nufa. Saat itu rupanya lagi ngehits postingan berantai. Semacam yang kena tag mesti menerima tantangan. 

Saya membayangkan, waktu menulisnya, saya pasti berpikir keras. Soalnya judulnya itu loh ada kata ‘berpengaruh’. Sebelum memutuskan untuk memposting di blog ini, saya baca baik-baik dulu. Itu kan versi tahun-tahun lalu, saya sudah banyak baca buku-buku baru. Kali aja ada yang posisinya tergeser. Ternyata… Enggak. Isi list-nya masih sama. 

Baiklah, mungkin ada yang kepengin tahu list saya. Ini dia list-nya:

1. Gone With The Wind – Margaret Mitchell. 

(sumber gambar fanpage Gone With The Wind)

Novel dan film paling menginspirasi sepanjang hidup saya. Buat saya novel ini sempurna. Cerita, karakter, teknik penulisan, dan semua di sini begitu berkesan. Terutama tokoh Scarlet-nya. Karena novel inilah saya yakin dengan jalan saya di dunia penulisan. Sejak awal membaca hingga kini, saya masih bermimpi ingin bisa membuat karya seperti itu. 

2. The Litle Vampire – Angela Sommer – Bodenburg

                               (sumber gambar Goodreads.com)

Buku ini saya pinjam dari teman SD, artinya sampai saat ini saya enggak memiliki bukunya. Ceritanya tentang vampir kecil bernama Rudy. Seingat saya, tata bahasanya sederhana tapi memikat. Buku anak pertama yang bikin jatuh cinta. Gara-gara buku ini saya jadi tergila-gila membaca buku. Entah berapa kali saya baca ulang. Karena buku ini imajinasi saya melambung-lambung. Kepengin tinggal di kastil-kastil kuno, sampai bertualang bersama vampir.

3. Candy-Candy – Kyoko Mizuki & Yumiko Igarashi

(sumber gambar Goodreads.com)

Gara-gara kartunnya dihentikan penayangannya di TV, saya akhirnya bikin terusannya sendiri–habis gimana lagi, waktu itu nyari komiknya sesusah nyari kucing di planet Saturnus. Kalau zaman sekarang disebutnya nulis fan fiction. Itu pengalaman menulis saya yang pertama, tapi komik ini berhasil membuat saya menelurkan karya original pertama yaitu komik dengan tokoh imajinasi sendiri Fredy si robot XD Kabar baik lainnya, setelah bertahun-tahun mencari, akhirnya saya menemukan seri lengkapnya. Candy-candy selalu bikin mata saya bengkak tiap baca. 

4. 20th Century Boy – Naoki Urasawa. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Teman saya bernama Wildan, memaksa saya untuk membaca komik ini. Atas rekomendasi dia yang memberi jaminan tinggi akhirnya saya baca juga. Awalnya enggak berekspektasi melangit, tapi ternyata memang komik ini keren banget! Pembuatnya jenius! Gara-gara baca komik ini muncul sebuah konsep komik yang sampai detik ini belum berhasil dieksekusi. Sedih banget ya. Berharap suatu hari ada komikus yang mau berkolaborasi sama saya XD 

Sejak baca 20th Century Boy, saya ketagihan baca komik-komik Naoki yang lain. Dan semuanya… bagus! 

5. Monster The Series – Naoki Urasawa (lagi). 

(sumber gambar Goodreads.com)

Ini bukti kalau Naoki memang komikus jempolan. Karyanya Monster The Series berhasil mempengaruhi hidup saya lagi. Pasalnya komik ini memberi saya perenungan dan kesadaran baru. Ceritanya stres dari awal sampai akhir. Keren banget thriller-nya. Bikin saya jetlag cukup lama.

Terus terang saya suka gimana gitu sama orang yang meremehkan komik. Komik dianggap kurang bermutu dan semata hiburan aja. Padahal konten dan bobot komik itu beda-beda. Ada yang berat banget kontennya. Kayak komik ini. 

Rating pembacanya komik dibagi-bagi. Ada yang buat anak-anak, ada bacaan remaja, ada yang dewasa. Komik-komik Urasawa termasuk rating 21+ kalau gak salah.

6. On Writing: A Memoir of the Craft – Stephen King. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Buku kisah pribadi yang memotivasi sekaligus ngasih pembekalan teknik menulis. Sejujurnya baru ini buku Stephen yang saya baca sampai habis. Dan ingin saya baca berulang-ulang ketika saya kehilangan motivasi di jalan penulisan.

7. Percy Jackson the series – Rick Riordan. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Pada dasarnya dari kecil suka tentang mitologi Yunani dan Romawi kuno. Rick membuat kisah mereka di zaman modern dengan petualangan seru dan humor yang menghibur. Seri Percylah yang menemani saya menyelesaikan novel Parade Para Monster.

8. Nice Summer – Emiko Yachi. 

(sumber gambar Goodreads.com)

Komik ringan yang menghibur. Bacaan wajib selama bulan puasa. Karakternya manusiawi. Lucu banget dan romance-nya juga dapet. Cocok buat yang suka bacaan baper tapi kocak dan berisi. Menginspirasi buat bikin cerpen dan novel romance. Pengaruhnya dalam hidup saya, tiap baca ini selalu merasa bahagia.

9. Popcorn series – Yoko Shoji. 

Komik yang kisahnya kaya. Lengkap ada cinta, keluarga, persahabatan, pem-bully-an, perkosaan, sampai kematian. Setiap baca saya pasti nangis sesenggukan. Menurut saya Popcorn adalah karya yang memberi pandangan seimbang tentang anak kembar. Si kembar enggak digambarkan sebagai tokoh jahat dan baik. Btw, komik ini juga jadi salah satu inspirasi Dee buat nulis Perahu Kertas loh.

10. Goosebump the series – R.L Stine. 

Saya baca dari SD kelas 3. Dari buku-buku inilah saya kepengin ngalamin banyak petualangan dan percaya semuanya bisa dicapai dalam tulisan. Stine menemani masa kanak-kanak saya. Memupuk impian saya untuk menjadi penulis produktif seperti dia.

Dari list tadi, ternyata kebanyakan komik ya. Memang saya dibesarkan oleh komik sih. Komik yang mengajarkan saya kecintaan membaca. 

Kalau kamu, apa 10 buku paling berpengaruh dalam hidupmu?