[Review + Giveaway] Novel Rooftop Buddies: SickLit Padat Konflik

Sudah lama rasanya tidak membaca SickLit alias cerita tentang orang yang memiliki penyakit berat. Bahkan kalau diingat-ingat, Novel debutan Honey Dee merupakan yang pertama di tahun ini.

DATA BUKU

Judul: Rooftop Buddies
Penulis: Honey Dee
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 264 Halaman
Penyunting : Anastasia Aemilia
ISBN : 9786020395111

Blurb :

Buat Rie, mengidap kanker itu kutukan. Daripada berjuang menahan sakitnya proses pengobatan, dia mempertimbangkan pilihan lain. Karena toh kalau akhirnya akan mati, kenapa harus menunggu lama?

Saat memutuskan untuk melompat dari atap gedung apartemen, tiba-tiba ada cowok ganteng berseru dan menghentikan langkah Rie di tepian. Rie mengira cowok itu, Bree, ingin berlagak pahlawan dengan menghalangi niatnya, tapi ternyata dia punya niat yang sama dengan Rie di atap itu.

Mereka pun sepakat untuk melakukannya bersama-sama. Jika masuk ke dunia kematian berdua, mungkin semua jadi terasa lebih baik. Tetapi, sebelum itu, mereka setuju membantu menyelesaikan β€œutang” satu sama lain, melihat kegelapan hidup masing-masing… Namun, saat Rie mulai mempertanyakan keinginannya untuk mati, Bree malah kehilangan satu-satunya harapan hidup.

ULASAN

Rooftop Buddies memiliki kover yang menarik, blurb yang membuat penasaran, dan judul yang menggemaskan. Paduan ketiganya menimbulkan minat saya untuk membacanya. Secara tema, sesungguhnya penyakit kanker sudah sering diangkat. Namun tetap saja, setiap kisah memilki keistimewaannya masing-masing.

Bab-bab awal Rooftop Buddies sesara menyihir saya, membuat terpaku dan betah membacanya. Novel dibuka dengan peristiwa kemoterapi tokoh utamanya, Rie. Penulis dapat mendeskripsikan dengan baik bagaimana perasaan, rasa kemoterapi, sampai suasana rumah sakit. Meskipun Honey tidak menjelaskan secara detail proses kemoterapinya. Secara pengetahuan, penulis menyodorkan edukasi pada pembaca mengenai penyakit kanker beserta istilah-istilah kedokterannya. Disampaikan mengalir bersama cerita, terasa lembut dan tidak dipaksakan. Perkenalan antara dua tokoh utama, yaitu Rie dan Bree merupakan daya tarik paling besar di bab-bab awal novel ini.

Ada 3 hal yang membuat saya tak bisa lepas membacanya: Pertama, karakter Bree. Karakter tokoh utama satu ini sesungguhnya biasa saya temui di novel remaja. Cool, misterius, cerdas, tapi hangat. Namun, tipe ini memang selalu membuat saya tertarik. Kedua, ini berhubungan dengan pengalaman saya pribadi. Rie diceritakan memiliki fisik yang dianggap jelek di masa kecil. Dia jerawatan sehingga dirundung teman-teman sekolahnya. Saya pernah di posisi itu. Saat kecil saya jerawatan parah, faktor genetik. Saya sampai selalu menunduk, merasa jelek sekali, dan sangat tidak percaya diri. Dan yah, saya juga menjadi bully-an teman-teman. Hal itu membuat saya bersimpati pada Rie. Ketiga, Bree dan Rie melakukan perjalanan berdua ke Alawera–tempat ini tampaknya fiktif. Mereka baru kenal, bisa dibilang itu perjalanan dengan orang asing. Sejak remaja saya punya fantasi seperti itu. Travelling ke satu tempat dengan cowok asing.

Kedua tokoh utamanya sama-sama sinis memandang kehidupan. Wajar saja jika menilik dari pengalaman hidup yang mereka lalui. Keduanya cerdas dan keras kepala. Mereka mirip, tapi berbeda. Tokoh-tokoh yang lain sesungguhnya digambarkan tipikal karakter yang ada di novel-novel remaja. Tidak istimewa, tapi didesain sesuai untuk menggerakan cerita. Saya bisa menebak siapa mantan kekasih Bree. Yah, meski saya agak kecewa karena karakternya tidak sepadan dengan Rie. Timpang, pembaca digiring langsung untuk tidak menyukainya. Sehingga persaingan mereka jadi tidak menarik lagi.

Konflik novel ini padat, penuh, dan berlapis. Sebagai pembaca saya hampir tidak diberi waktu bernapas. Mulai dari konflik keluarga, perjuangan menghadapi penyakit, percintaan, trauma masa lalu, kematian, hingga perundungan. Penekanannya memang pada konflik psikologis dan bagaimana badai masalah itu mendewasakan mereka. Ada konflik-konflik yang terasa pas dramatisasinya sehingga membuat Rooftop Buddies menjadi bacaan yang menarik dan bermakna, ada juga yang terasa berlebihan. Namun, secara general novel ini memang seru dan mengharukan. Ada satu bagian yang berhasil membuat saya menangis. Kisah cinta Rie dan Bree bikin saya larut, ikut berbunga-bunga dan berdebar-debar. Saya suka bagaimana Bree memperlakukan dan menjaga Rie. Bagian favorit saya adalah kisah perjalanan sehari mereka. Romantismenya tidak berlebihan tapi mengena. Novel ini juga punya twist berlapis, penulis memyodorkan kejutan demi kejutan hingga menuju akhir.

Tata bahasa Honey ini segar, mengalir, juga bermakna. Sesuai dengan target pembacanya. Dialog-dialognya pun terasa hidup. Emosi para tokohnya tersampaikan dengan baik. Rooftop Buddies memiliki value untuk pembacanya, ada banyak nilai yang bisa diserap dan direnungkan, seperti mengenai perjuangan, keberanian, dan cinta di sekeliling kita. Meskipun ada beberapa hal atau gagasan yang tidak saya sepakati. Rooftop Buddies juga memberi kita saran bagaimana bila menghadapi orang yang sedang sakit.

Kalau harus menjaga seseorang yang sedang sakit, usahakan jangan pernah menangis di depannya. Tangisanmu hanya terbaca sebagai ungkapan belasungkawa prematur. –Halaman 13

3 dari 5 bintang.

GIVEAWAY TIME

Mau novel Rooftop Buddies? Ikutan giveaway-nya yuk. Caranya:

1. Follow akun IG @honeydee1710 dan @perpustakaaneva

2. Repost/regran postingan pengumuman giveaway di akun @perpustakaaneva (link: https://www.instagram.com/p/BqOSapvhWpR/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=h4zjrv4eu88z ) Tambahkan caption ajakan untuk mengikuti giveaway ini, dan tag akun perpustakaaneva juga Honey Dee ya.

3. Peserta harus memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

4. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun IG kamu.

Seandainya kamu bertualang sehari dengan orang yang baru kamu kenal, kamu mau ke mana dan ngelakuin apa?

5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 16-20 November 2018. Satu pemenang akan mendapat novel Rooftop Buddies. Pengumuman pemenang pada tanggal 21 November 2018 jam delapan malam di akun IG saya.

Ditunggu partisipasinya ^_^

Advertisements

15 thoughts on “[Review + Giveaway] Novel Rooftop Buddies: SickLit Padat Konflik

  1. Akun Instagram: @reading.slump

    Jika suatu hari aku bertabrakan dengan kesempatan seperti itu, menghabiskan hari dengan orang asing…
    Aku memilih kota Jogja sebagai lokasinya.
    Kami bisa berkeliling wisata candi bersama, mendaki puncak Borobudur, makan nasi gudeg pinggir jalan, kopi batu bara menjelang malam dan menyanyi2 seperti orang gila di sepanjang malioboro.

    Di penghujung hari kami baru berkisah sedikit ttng hidup masing2, dan kemana tujuan setelah ini. Saling memberikan kenang2an yang dibeli sembunyi2 dan dibungkus seadannya dengan ucapan terimakasih. Terakhir, berpisah di lorong gerbong kereta dengan tersenyum. Saling menepuk bahu dan kembali pada realita masing2.

  2. Saya akan memberikan pilihan kepadanya atau menanyakan dia mau kemana? Dengan cara itu setidaknya saya tau hal yang dia mau atau disukainya, tanpa memaksakan kehendak saya. Nah, tapi kalau dia tidak ada ide baru saya akan mengajaknya ke kineruku (salah satu cafe buku di kota Bandung). Selain tempatnya yang cozy banget, disana juga tersedia makanan dan minuman yang bisa kita beli dengan harga yang realistis, selain itu kita bisa menyewa buku. Dan juga membeli buku (baru atau second good condition) dengan harga yang sama dengan toko buku. Seharian disana sepertinya menyenangkan juga. IG : yuniasih_warjui

  3. Aku akan pergi ke tempat tempat yang ingin aku kunjungi sejak dulu. Menikmati hidup tanpa beban, tertawa tanpa mengingat kesedihan, bertekad tanpa memikirkan akan menyesal. Mungkin kita baru kenal, setidaknya aku punya teman. Sejujurnya, aku lebih suka pergi berdua daripada dengan banyak orang. Jadi kita berdua akan pergi ke taman bermain, seperti dufan misalnya. Main sepuasnya (apalagi kalo gratis) trus berakhir nonton bioskop di malam hari. Yaa… Kira-kira seperti itu petualangan yang saya inginkan @luna_rkind

  4. Jujur, aku orangnya nggak terlalu terbuka sama orang lain, apalagi itu orang yang baru aku kenal. Aku anti banget sama yang namanya pergi ke tempat-tempat yang entah itu; taman, pantai, dan tempat-tempat wisata lainnya tanpa ada orang terdekat yang benar-benar aku kenal ikut bersama aku. Dan bepergian dengan orang yang baru aku kenal sepertinya bukan pilihan yang baik. Buat aku pribadi tentunya. Tapi, karena pertanyaan nya masih mengandung unsur “seandainya” jadi mungkin aku akan menarik sedikit dari penjelasan diatas. Ehehe. Jadi, jika SEANDAINYA aku bertuangan sehari dengan orang yang BARU aku KENAL:
    pertama: aku ingin mengajaknya berpetuang di gunung, pantai, desa-desa penuh sejarah di lombok seperti Sade Village, dan tempat-tempat yang belum pernah di kunjungi sebelumnya. πŸ™‚

  5. Akun instagram : @via_noviapermatasari
    Seandainya ya, jd gini aku kan gak pernah liburan jauh” tuh paling kalau liburan jauh sama mamah, jd seandainya aku dikasih kesempatan itu aku mau ngajak keliling Lampung aja, karena jujur aja aku tinggal di kota Lampung tp sama sekali belum tau seperti apa kota yg aku tinggalin selama hampir 15 tahun ini.

  6. akun instagram : @sucirputri
    saya termasuk orang yang introvert, terkadang memang sering suka menyendiri dengan merenungi setiap hal apapun yang telah saya lalui. menuangkan ide yang ada di dalam pikiran dengan mengalir ketika saya sendiri dengan suasana yang hening. saya termasuk orang yang tidak mudah bergaul dengan orang baru. tetapi kalau dengan orang baru yang mempunyai visi misi sama seperti di komunitas saya bisa berbaur dan sepertinya sudah kenal lama.
    memang saya pernah membaca bahwa jiwa-jiwa kita dengan orang yang baru kenal tapi mempunyai tujuan yang sama, maka jiwa itu akan bersatu dan seakan-akan sudah kenal lama dan lekat.
    Seandainya saya berpetualang sehari dengan orang yang baru saya kenal, untuk di komunitas. saya akan mengajaknya untuk menimba ilmu bersama dengan menghadiri workshop yang meningkatkan kualitas diri seperti di Bandung, Solo, Malang, Surabaya dan Jogja. Karena tempat tersebut sangatlah istimewa bagi saya dan sangat berkesan. di sepanjang perjalanna kami akan banyak ngobrol dan sharing tentang ilmu yang di dapat.
    seandainya saya berpetualang sehari dengan orang yang baru saya kenal di luar komunitas saya akan mengajaknya ke pantai dan ke toko buku. Kami akan sama2 bercerita tentang hal-hal yang membuat bahagia dan buku apa saja yang pernah dibaca. Ketika kami pergi ke pantai, kami akan merasakan ketentraman dengan menikmati keindahan laut berserta ciptaanNya. Ketika kami ke toko buku kami berdua saling memberi saran buku yang bagus untuk dibaca.

  7. Kalau seandainya aku bertualang menghabiskan satu hari dengan orang asing, orang yang belum aku kenal sama sekali. Aku tidak akan bertualang jauh-jauh sih kak, paling aku ajak seputaran taman dekat kota ku, Kota Tegal. Mengenalkan berbagai tempat-tempat yang bagus di Tegal, makan-makanan khas Tegal dan seharian mengelilingi Kota Tegal. Walau sejatinya berpetualang dengan orang asing itu mungkin canggung yaa kak, maka dari itu sambil berpetualang sambil berbagi cerita. Ngobrol apa aja biar gak jadi orang asing lagi. Biar berpetualangnya juga asik, bisa menikmati dan gak ada jarak sama si orang asing itu lagi. Dan juga biar menambah pengalaman, seharian berpetualangan dengan orang asing yang asik πŸ™‚

    Instagram: @rikaoktvnn

  8. Akun IG : @cinthya.reads
    jika aku bertualang sehari dengan orang yang baru aku kenal, aku bakal nanya dulu dia suka kemana atau lagi mau kemana. siapa tau kan kesukaan tempat aku dengan dia bisa sama, jadi aku dan dia entarnya ga canggung gitu, kalau berada di tempat yang sama-sama kesukaan kita. jika misalnya dia mengalah, dan tergantung dengan aku, aku mau ke gunung. gunung apa aja deh. dan disana aku mau juga mendaki untuk mencapai gunung tersebut. aku ingin mencoba hal baru yang belum aku coba, siapa tau kan aku bisa ketagihan hahaπŸ˜‚ sekalian selama mendaki, aku bisa ngobrol-ngobrol gitu sama dia. mencoba mengenal dia lebih jauh, biar kedepannya kita bisa lebih saling mengenal, gak salah kan membangun suatu hubungan pertemanan dengan orang yang belum dikenal? itu aja si kalau dari aku❀

  9. Akun IG : @difaou
    Jawaban :
    Berasa anak ilang kalau akhir2nya keluyuran sama orang asing wkwk.
    Kalau aku dengan sangat beraninya pergi bersama orang asing, aku anggap dia adalah laki-laki yang tampangnya mirip thomas brodie-sangster πŸ˜‚ Karena aku nggak bakal takut lihat wajahnya. Dan aku akan memilih hilang bareng dia di Kota Tua Jakarta. Karena memahami seni kalau itu bersama orang asing rasanya luar biasa. Bermain kalimat sama Thomas, menelusuri konblok demi konblok tempat itu πŸ€— Tapi kalau itu di Surabaya, aku akan menunjukkan sisi Timur Surabaya yang sangat rapi dan manusiawi. Tempat lahirku dan segala cerita lahir serta bermuara ☺

  10. Akun ig: @eksindrianii
    Berpetualang dalam sehari bersama orang yang baru dikenal alias asing, kemana dan ngelakuin apa aja? Kalo aku sih bakalan ngajak dia untuk KulCur bareng (Kuliner+Curhat), kurang afdol kalo makan-makan kuliner tanpa curhat yang berasa-berasa colongan eaakk… Disini dengan curhat justru dapat membuat aku dan dia alias yuhhuu strangers menjadi akrab karena dapat mengetahui tentang dia walaupun nggk dalam skala besar. Nah, awalnya curhat lama-lama kan jadi teman. Lalu, aku akan bawa dia ketempat tinggi entah itu di atap gedung, atau bisa jadi tempat yang asik untuk liat sunset. Disana sambil ngeliatin sunset kita mungkin bisa sambil ngobrol, ketawa bareng, ngemil kulineran yang diborong tadi hihi. Aku sih, kalo masalah tempat gak neko-neko, asalkan tempatnya nyaman, enak dan seger di pandang. Gak menuntut untuk pergi sama siapa, kapan aja dan dimana aja, yang penting momen kebersamaannya. Xoxo….

  11. Akun ig : booklover_70
    Aku akan memilih daerah pantai seperti Bali. Selain pantai adalah tempat favoritku, juga karena berjalan berdua dengan orang yg baru kita kenal di pinggir akan memudahkan obrolan sehingga obrolan menjadi ringan dan bisa lebih jujur kali ya. Karena kan sambil menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan. Jadi bisa saling tukar pendapat. Dan akan membuat aku dan dia menjadi lebih dekat karena bisa saling memahami.

  12. Sebelumnya ku pernah ngalamin itu tapi bersama anak kecil umur 12 thn dan yg aku lakuin itu balapan bersepeda. Dia terima tantanganku dan aku yg menang haha *iyalah dia 12 thn kamu 20thn πŸ˜‚. Tapi, jika ia aku dapat kesempatan untuk yg ke2 kali seperti itu. Mungkin aku akan mengajaknya untuk bermain di taman bermain, seperti pasar malam yg banyaknya wahana permainan *ku sukakk sama permainan. eits bukan permainan cinta yak πŸ˜‚ Dan jika dia orangnya bisa easy going maka akan lebih mudah untuk berpetualang menjelajahi wahana permainan bersamaku. Tak pula juga aku bakalan ajak ngobrol tentang dia dan aku a.k.a shareing2 gitu lah … ya ngobrol2 gitu biar rada akrab. Terus terus aku ini *org nya lumayan bertipe suka tantangan πŸ˜ƒ nah jika dirasa merasa puas tahap selanjutnya kita kenalan barang kali kedepannya ketemu terus ngajak main lagi syukur-syukur bisa jadi teman atau sahabat haha *aduh maap yak ngomongnya ko jdi kemana2 πŸ˜‚ *

  13. Seandainya kamu bertualang sehari dengan orang yang baru kamu kenal, kamu mau ke mana dan ngelakuin apa?

    Well, kak Deva. Saya sering banget begini. Baru kenal dan saya selalu menanyakan apa yang ingin dia ketahui. Karena saya termasuk tipe orang yang ‘easy going’ dalam artian mudah beradaptasi. Saya tidak memasalahkan orang yang baru saya kenal tersebut. Saya ada pengalaman, waktu itu saya kenal dia sewaktu saya solo traveling ke Medan. Kami baru pertama kali kenal dan bertemu, karena dia pun ramah, saya pun juga demikian. Kami banyak ngobrol, dan malah kami akhirnya memutuskan untuk explore Medan bersama.

    Jadi jika saya dapat kesempatan itu lagi, saya akan berkenalan lebih jauh, menanyakan ingin kemana dan mau apa? Kalau misal dia tidak ada ide, saya akan mengajaknya explore tempat-tempat keren dan bersejarah yang artistik, karena saya suka dunia fotografi. Dan satu lagi, saya adalah tipe doyan makan. Otomatis saya akan mengajaknya kulineran! 😬

    Instagram @hanatfutuh

  14. Akun : @indachrahma

    Aku pernah berpetualang bersama bersama orang asing itupun beberapa kali aku lakukan dan tepatnya di Surakarta (Solo), tempat domisiku. Dan hal paling utama yang aku lakukan adalah menanyakan nama, tempat asal dan hobi. Kita saling mengobrol dan ternyata kita mempunyai hobi sama yaitu membaca, kuliner dan traveling. Setelah itu, aku mengajak dia ketempat-tempat untuk memuaskan hobi kita yaitu ke Sriwedari dan Alun-alun Utara Surakarta, dia sana merupakan surga bagi pecinta buku. Setelah terpuaskan, kita berkeliling lagi untuk berwisata kuliner dan aku mengajaknya dia ke alun-alun Selatan Surakarta, di sana kita membeli bakso bakar, nasi kucing, dan berbagai makanan khas angkringan yang merupakan maskot populer di sana. Setelah perut kenyang aku akan mengajak dia ke Kerator Surakarta dan ke pusat pasar barang antik di Surakarta. Dan itu adalah pengalaman nyataku hehehe karena berpetualangan dengan orang asing itu sangat menyenangkan, karena saling berbagi informasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s