[Blogtour] Review + Giveaway Novel Horor Klenik ‘Karung Nyawa’ Karya Haditha

Ini kali kedua saya membaca novel karya Haditha, setelah sebelumnya membaca Anak Pohon dua tahun lalu. Cukup penasaran dengan perkembangan penulis.

Data Buku

Judul : Karung Nyawa

Penulis : Handitha

Penerbit : Bukune

Tebal : 220 Halaman

Penyunting : MB Winata

ISBN : 97860222202653

 

Blurb :

Johan Oman, Pemilik Konter Pulsa

Ah, kejadian lagi, padahal belum juga hilang ingatanku akan kejadian mengerikan itu! Udahlah, tutup konter saja!

 

Janet Masayu, Pemandu Karaoke

Pacarku memang benar-benar trauma akan kejadian itu. Sekarang dia nggak mau keluar sama sekali dari konter pulsa kecilnya. Harus bagaimana ya kalau sudah begini…

 

Zan Zabil Tom Tomi, Penjaga Warnet

Menarik! Polisi saja tidak sanggup memecahkan misteri ini.

Sepertinya sudah perlu detektif partikelir yang lama nganggur ini turun tangan.

 

Tarom Gawat, Cucu Dukun

Gawat… gawat… GAWAT!

 

Empat pemuda bekerja sama menyelidiki kasus ganjil yang menggegerkan desa. Mereka tidak pernah menyangka akan berada di ranah klenik nan mistik yang membuka rahasia masa lalu kelam Purwosari.

Bukan hanya soal pesugihan dengan tumbal, tapi jauh lebih mengerikan lagi, perihal legenda Toklu—Pemulung pemburu kepala manusia yang mungkin benar adanya.

 

Kini mereka harus menghadapi tantangan terbesar ketika mendapati bahwa pemburu dan mangsa terakhir dari semua ini lebih dekat dari yang mereka kira.

Review

Saya tidak menyangka, kover novel “Karung Nyawa” yang menarik itu buatan penulis sendiri. Gambar seorang pemulung dilatari jalan setapak sewarna darah bertuliskan judul dan nama penulis sangat eye catchy karena background-nya warna kuning polos. Simpel, misterius, dan warnanya mencuri perhatian. Ketika melihatnya di display di toko buku, mata akan mudah menemukan buku ini.

Kemudian, desain sampul belakangnya pun bagus. Sebelum blurb, tampak sobekan kertas berita acara pemeriksaan kepolisian. Kata-kata yang dipilih dalam blurbnya pun memancing rasa penasaran. Sudah memberi gambaran mengenai 4 tokoh utama dalam novel ini beserta dengan kasus yang mereka hadapi.

Sejak membaca bab-bab awal novel ini, saya dibuat jatuh cinta dengan teknik penulisan Haditha. Teknik penulisannya berbeda dengan novel Anak Pohon. Saya mendapati perkembangan Haditha cukup pesat. Penulisan Haditha enerjik, lugas, kaya kosakata, diksinya menarik, memiliki humor samar, dan kental lokalitas. Nuansa lokalitasnya bahkan sudah dibangun dari pemilihan judul babnya, memakai bahasa Jawa. Dialog para tokohnya pun sering memakai bahasa Jawa, pembaca diberi footnote terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Karena tidak begitu banyak, jadi saya tidak merasa terganggu. Namun cukup memberi aksen lokalitas dan penguatan untuk para karakternya. Kemudian, di antara kata-kata yang saya sukai, ini kutipan favorit saya:

Hidup mandiri itu ya jangan sembunyi kalau ketemu cobaan. Harus bangkit. Harus hadapi masalah. –halaman 40

Sejak bab pertama saya langsung larut dalam cerita. Pengenalan tokoh dan sungguhan konflik berjalan beriringan. 4 tokoh utama diperkenalkan satu per satu tanpa basa-basi, lengkap dengan latar belakang masa lalunya. Tokoh di novel ini bertebaran, tapi saya tidak dibuat pusing karena masing-masing tokoh memiliki ciri khas pembeda. Seperti novel sebelumnya, karakter-karakter yang dibangun penulis sangat kuat dan chemistry antara mereka terasa sekali. Bisa dibilang saya menyukai seluruh tokoh dalam Karung Nyawa. Mereka lovable dan menyedot perhatian dengan caranya sendiri. Tokoh favorit saya Simbah nenek Johan Oman. Yang menarik lagi, di novel ini sempat disinggung tokoh Nuansa yang merupakan tokoh utama di Anak Pohon.

Konfliknya Karung Nyawa disampaikan langsung dari bab pertama dengan lugas. Sejak awal novel ini beritme cepat, sehingga saya tidak diberi waktu merasa bosan. Berbeda dengn saat membaca Anak Pohon yang konfliknya tak begitu rapat, Karung Nyawa menyajikan misteri yang padat. Meski begitu, saya cukup terkejut ketika membaca bab-bab awal novel ini karena di antara berbagai konflik ketegangan saya masih bisa tenang dan senyum-senyum sendiri. Pemilihan kata Haditha yang mengandung humor samar inilah penyebabnya. Semakin lama, tensi konflik makin tinggi dan kemunculan serta deskripsi hantu dan sebangsanya dalam novel ini makin detail sehingga saya jadi panas dingin. Horor klenik, pesugihan, dan topik Toklu (pemulung pemburu kepala manusia) yang diusung Haditha ini begitu mudah related dengan kehidupan sehari-hari. Sewaktu kecil saya juga mendengar desas-desus mengenai Toklu ini, padahal saya dan Haditha secara geografis berbeda, karena itu isu Toklu ini menjangkau luas sekali. Terus terang saja, saya ini penakut sekali, sehingga membaca Karung Nyawa dibutuhkan ketabahan level tinggi saking mencekam dan meneror. Satu kata untuk buku ini: GAWAT! Seperti kata favorit tokoh Tarom Gawat yang memiliki kemampuan khusus dapat melihat makhluk gaib. Namun ada satu hal yang ganjil buat saya, kenapa polisi tidak bisa menemukan identitas korban melalui sidik jari?

Ngger, anak muda penerus generasi jangan sempit pikirannya, yo.”

–Halaman 51

Nilai tambah lain dari novel ini adalah pesan moral yang disisipkan dengan baik dalam banyak bab.  Di akhir kisah, Haditha menyiapkan twist ending yang cukup nendang. Pembaca yang tidak mengendus pelakunya akan terperenyak.

4 bintang untuk novel Karung Nyawa. Saya rekomendasikan untuk para pencinta horor dan siapa saja yang menginginkan sensasi adrenaline rush.

Giveaway Time!

Mau novel Karung Nyawa? Ikutan giveaway-nya yuk. Caranya:

1. Follow akun IG @haditha_m dan @perpustakaaneva

2. Sebar info giveaway ini dengan tagar #KarungNyawa dan mention saya. Boleh di insta story atau twitter. Untuk twitter silakan mention saya di @evasrirahayu

3. Peserta harus memiliki alamat pengiriman di Indonesia.

4. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun IG atau twitter kamu.

Ketika membaca novel horor, sensasi apa yang kamu harapkan dan apa yang ingin kamu dapat dari bacaan itu?

5. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 8-12 Juni 2018. Satu pemenang akan mendapat novel Karung Nyawa. Pengumuman pemenang pada tanggal 13 Juni 2018 jam delapan malam di akun twitter dan IG saya.
Ditunggu partisipasinya ^_^
Advertisements

14 thoughts on “[Blogtour] Review + Giveaway Novel Horor Klenik ‘Karung Nyawa’ Karya Haditha

  1. Pernah baca Karung Nyawa karya Haditha ini di Storial.co tapi belum selesai. Sekarang dikomporin lagi sama Teh Eva, jadi makin penasaran sama novel ini.
    Membaca novel horor pastinya menguji nyali, apalagi saya gampang parno. Namun, makin takut justru makin seru, itu tujuan utamanya. Yang ingin saya dapatkan dari membaca buku ini adalah sebuah pencerahan terhadap mitos atau dunia pesugihan yang diangkat. Solusi dan pesan moral yang disampaikan penulis.
    Salam sukses untuk penulisnya dan terima kasih kepada Teh Eva yang sudah mengingatkan saya lagi dengan karya luar biasa ini. Semoga esok bisa mendekap buku ini meski diteror rasa was-was. Haha ….

  2. Jarang baca buku horor selain bukunya Risa.
    Karena membutuhkan imaji yang kuat saat membacanya.
    Saluuutt kalau penulisnya konsisten membuat genre ini.
    Pembacanya makin merinding disko lalalala…

  3. Kenapa aku lebih sulit buat baca buku horror ketimbang nonton film horror ya teh, atau kayaknya emang males berimajinasi, udah takut duluan gitu bayanginnya hahaha

  4. Twitter: @bety_19930114
    Sensasi yg aku harapkan saat membaca novel horror tentu saja sensasi seperti menaiki wahana roller coaster. Percampuran rasa penasaran untuk menilik setiap kisahnya sesaat setelah membaca sinopsis di bagian cover belakang, rasa cemas di saat memasuki bab pertengahan, rasa tegang ketika hampir di bab-bab akhir (aku selalu menebak apakah ceritanya berakhir happy/sad). Biasanya aku akan merenungkan kembali apa yg sudah aku baca. Aku memikirkan opsi-opsi lain untuk para korban agar endingnya berkakhir berbeda. Terkadang aku ingin masuk ke dalam ceritanya dan menyelamatkan korban (jadi semacam hero). Yg jelas setelah membacanya, aku akan lebih bersyukur pada hidup yg aku jalani ini karena tidak mengalami apa yg dialami oleh tokoh dalam novel.

  5. Yang aku harapkan adalah sensasi penasaran. Sensasi dimana aku kayak ada di situasi tersebut. Aku bisa takut, ikut gelisah, penasaran terus nebak siapa dalangnya gitu.
    Akun IG dan Twitter : venadwim

  6. IG: @anandanfit
    Twitter: @anandanf07

    Menurut aku, novel horor itu harus bisa memberi efek yang lebih besar kepada pembacanya. Selain bikin penasaran dan membuat pembaca ikut berpikir, novel horor juga membuat pembaca merinding ketakutan. Maka dari itu, sensasi yang aku harapkan saat baca novel horor itu rasa takutnya, yang ga bisa didapatkan di novel genre lain. Susah tidur berhari-hari dan terbayang tokoh, jalan cerita, atau bahkan sosok hantu dalam novel tersebut merupakan efek yang wajar. Novel horor juga tidak lupa menyajikan efek-efek lain, seperti penanaman nilai moral dalam jalan cerita maupun karakter tokoh. Makanya aku sukaa banget baca novel horor >.<

  7. IG: @retijiwani
    Salam kenal!
    Aku penikmat buku horror 😻
    Sensasi yang selalu aku tunggu kalau udah mulai baca genre satu ini adalah: deg-deganya itu loh, Kak! Perasaan lagi diliatin dan tengok-tengok sendiri. Perasaan mencekam seolah kita tokoh utama cerita itu. Perasaan dilibatkan dan kelegaan pas udah tutup buku halaman terakhir.
    Apa yang mau didapat? Hm , aku paling suka kalau buku itu punya plot twist yang ketjeh. Nampol banget kayaknya bacanya! Dari review Kak Eva sih kayaknya ini bakal memenuhi semuanya itu ya. Heheh. Semoga aku beruntung sama giveaway ini 😻. Baru banget tau, jd baru bisa ikutan last day gini. Hihihi.

  8. Tidak bisa diidentifikasi dari sidik jari karena mayat sudah membusuk? Bila mayat membusuk akan terjadi fenomena ‘gloving’/ kulit di kedua tangan terkelupas seperti sarung tangan, sehingga pola sidik jari akan sulit dilihat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s