[Review] Novel “False Beat” Karya Vie Asano

False Beat yang merupakan novel debut Vie Asano sudah mencuri perhatian saya sejak pertama kali melihat cover novelnya.  Tema musik dipadu kisah anak kembar menjadi magnet tersendiri.

DATA BUKU

Judul: False Beat
Penulis: Vie Asano
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020382265
Tebal: 294 Halaman
Terbit: Maret 2018

Blurb:

”Nggak usah lihat-lihat. Gawat kalau lo nanti suka sama gue.”

Gara-gara terlilit utang dengan om-nya, Aya harus rela menjadi manajer Keanu & the Squad. Sebenarnya pekerjaan itu tak seburuk yang dia bayangkan, kalau saja bukan Keanu yang harus dihadapinya. Vokalis sekaligus pentolan band itu mungkin punya banyak fans. Dan harus dicatat, Keanu tuh punya wajah ganteng, bibir seksi, penampilannya keren, dan suara yang bagus banget. Tapi, Keanu punya segudang kelakuan ajaib yang membuat Aya tak bisa berkutik, juga membuat jadwal roadshow band itu berantakan!

Aya pun mencari cara untuk mengendalikan Keanu agar roadshow berjalan lancar. Baru saja merasa menemukan jawaban, Aya malah terjerumus dalam masalah baru: mengetahui rahasia besar yang disimpan Keanu yang membuatnya terperangkap dalam drama tak berujung.

ULASAN BUKU

Cover novel ini kece banget. Seorang cowok lagi nyanyi dengan atraktif. Mukanya enggak diliatin, jadi pembaca bisa membayangkan sendiri seperti apa wajahnya. Dari cover-nya udah kebayang tema besar yang diangkat: dunia hiburan dengan dramanya. Blurb alias sinopsis belakang cover, menarik, menggambarkan konflik, dan bikin penasaran buat baca

Pembagian babnya unik, nyesuain sama tema musiknya. Prolog disebut sebagai ‘intro’ sedang babnya dinamai ‘verse’, ‘Chorus’ dan istilah musik lainnya. Suka deh!
Ini saya jadi tahu istilah verse. Bab prolog alias intro dibuka dengan tokoh Aya yang terkejut saat menonton berita tentang skandal Keanu dari band Keanu & the Squad yang akan dimanajerinya. Wajarlah Aya syok karena cewek itu belum berpengalaman di industri hiburan, dan secara baru pulang dari Jepang setelah kerja di sana selama 3 tahun. Prolognya cukup menarik karena sudah disuguhi konflik.

Kemudian bab-bab awal novel ini berjalan dengan tempo cepat yang pas. Perkenalan para tokoh langsung dibalut dengan mengemukanya masalah demi masalah antara Aya dan Keanu, membuat cerita jadi langsung seru! Penulis seperti enggak mau buang-buang waktu sehingga emosi pembaca sudah diaduk-aduk sedari awal.

Baca novel ini betah, soalnya bahasanya renyah, dan dialognya hidup.
Juga… kocak!
Humornya dapet. Terhibur deh bacanya.
Obrolan antara Aya dan Keanu berhasil bikin saya senyum-senyum sendiri.
Dialog Aya dengan band the Squad dan sahabat-sahabatnya juga terasa natural.

Dalam novel ini banyak istilah musik dan dunia hiburan. Kayak misalnya road manager, stage manager, chorus, kunci-kunci nada, dan lainnya. Jangan khawatir enggak ngerti, karena ada catatan kaki buat penjelasannya. Untungnya gak begitu banyak, jadi enggak pusing sering-sering liat ke bawah. Sebagian istilah dijelasin sama narasi dan dialog soalnya. Lumayan nambah pengetahuan 😎
Keliatannya penulis cukup melakukan riset, sehingga dunia hiburan dan musik jauh dari tempelan. Pembaca beneran diajak memasuki dunia musik yang ajaib. Vie juga memberi selipan-selipan tentang Jepang. Pembaca dibuat percaya kalau Aya memang beneran abis magang di Jepang. Penulis kalau gak salah memang menyukai hal-hal berbau Jepang.

Kemudian, saya pernah cerita berharap baca adegan konser yang epic. Dan saya cukup terpuaskan dengan adegan konsernya. Sebagai pembaca saya dapat membayangkan seperti apa merindingnya berada di konser itu 😎

Ada satu hal lagi yang mencuri perhatian saya. False Beat menceritakan tokoh kembar! Kembar cowok, tokohnya Keanu kembar dengan Kevin. Mereka digambarkan sebagai kembar yang hubungannya kurang baik.
Bukan hal aneh memang, berdasar pengamatan, anak kembar cowok memang cenderung gak seakrab kembar cewek atau kembar cewek-cowok.
Tapi… hubungan Keanu dengan Kevin ini bisa dibilang rumit! Nah, apa kerumitannya? Mesti baca sendiri deh.

Lalu para tokohnya….
Pertama, tokoh si kembar Keanu dan Kevin ini combo keren! Keduanya sama-sama bikin jatuh cinta. Penulis pinter aja nih bikin pembaca kayak saya meleleh.
Keanu dan Kevin wajahnya identik, suaranya persis, yang bedain secara fisik cuman Kevin berkacamata.
Kalau sifatnya? Keduanya punya kekurangan yang jelas. Yes, saya suka nih tokoh kayak gini.
Kedua, Aya. Tokoh ini tipe karakter komikal dan ekspresif. Kelakuannya lucu, meskipun enggak sampai bisa disebut ajaib.
Ketiga, Key. Dia adalah teman Keanu dan Kevin yang cantik dan baik hati. Pembaca enggak akan sulit menebak hubungan apa yang terjadi antara ketiga tokoh itu. Kabar baiknya, Key ini saingan yang sepadan buat Aya. Bukan tipe bitchy soalnya. Yang begini lebih mengaduk emosi saya sebagai pembaca.

Romansa Aya dan tokoh utama cowok ‘False Beat’ terjalin dengan natural. Perkembangan emosi di antara mereka berjalan sedikit-sedikit sehingga terasa gereget! Saya menikmati adegan demi adegan yang terus terang bikin saya ikut-ikutan ngerasa deg-degan.

Di blurb disebutkan kalau Aya mengetahui rahasia kelam Keanu yang bikin hidupnya sebagai manajer makin dramaaaa!
Bisa dibilang, saya enggak menyangka ini rahasianya begitu. Dapetlah twist-nya.
Rahasia ini bikin saya makin bersimpati pada Keanu.
Apa rahasianya? Baca sendiri ya.

Makin ke belakang, kisah di False Beat ini makin seru, kompleks, dan menyentuh.
Dramanya gereget 😍 Klimaksnya dapet. Saya berhasil dibikin nangis. Huaaaa 😭😭😭
Hampir seluruh pertanyaan terjawab tuntas. Termasuk pertanyaan yang langsung terpikir saat membaca betapa ngototnya Om Putra–omnya Aya–untuk menjadikan keponakannya itu manajer Keanu and the Squad. Padahal Aya itu kan enggak punya pengalaman banget.

Berhubung ini novelnya ngebahas anak kembar, jadi kepancing buat komentar dikit soal itu. Kalau kata Evi, anak kembar akan cenderung memihak tokoh yang paling mirip dirinya. Tapi kami sih sebenernya akan memihak siapa pun anak kembar yang kami rasa mendapat ruang kurang dalam satu cerita. Di novel ini sebenernya penulis sudah cukup memberi porsi seimbang antara Keanu dan Kevin, tapi ada satu yang menggantung. Kisah percintaan salah satunya.
Kisah si kembar Keanu dan Kevin termasuk yang nyesek-nyesek gimana…. Cerita tentang anak kembar memang suka bikin kebawa baper 😆

Kalimat yang paling saya suka di novel ini:

Setiap orang pasti punya dua wajah yang saling bertolak belakang (halaman 267).

Kesimpulannya…. Novel ini menghibur, bikin senyum-senyum, baper, deg-degan, gemes, dan ngasih pengetahuan soal dunia hiburan juga.

4 dari 5 bintang

Advertisements

12 thoughts on “[Review] Novel “False Beat” Karya Vie Asano

  1. Wah teteh suka baca novel ya 🙂 aku lebih suka baca buku-buku non-novel hihi. Buat yang suka baca, kegiatan baca buku baik novel/bukan itu menyenangkan, bisa membawa kita ke dunia lain dan bikin rileks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s