Pengalaman Laser Pertama di Karadenta Clinic

Muka saya sudah berjerawat sejak umur 12 tahun. Bahkan ada fase di mana jerawat yang tumbuh adalah jerawat batu. Besar dan bernanah. Waktu itu saya yang belum paham bagaimana merawat muka, sering memencet-mencet jerawat sehingga berefek meninggalkan bekas. Setelah besar, saya sering juga berganti-ganti kosmetik. Selain itu pola hidup saya pun enggak sehat, kayak keseringan bergadang. Efek negatifnya adalah pori-pori muka saya menjadi besar. Kalau memakai fondation-nya kurang rapi, kelihatan banget deh jadinya titik-titik porinya. Kadang bikin gak pede kalau foto close up gitu XD

Dari informasi yang terkumpul, ternyata mengecilkan pori dan menghilangkan bekas jerawat itu jalan keluarnya ya mesti dilaser. Tapi… saya ragu untuk menjalankannya. Soalnya kan tindakan laser muka itu muahaaal. Sampai saya dapet info Karadenda Clinic punya perawatan ini dengan harga yang terjangkau. Karadenta Clinic ini merupakan klinik yang baru membuka cabang di Bandung. Sebelumnya Karadenta Clinic sudah punya cabang di Malang, Samarinda, dan Surabaya.

Berangkatlah saya ke Karadenta Clinic yang berada di daerah Cikutra. Tanpa menunggu lama, saya yang ditemani Evi (kembaran) menemui Dokter Heni untuk konsultasi. Buat mengetahui tindakan apa yang tepat untuk kulit, mesti diperiksa dulu keadaan mukanya, dicari tahu masalahnya. Duh, saya udah deg-degan aja πŸ˜€

Magic Mirror

Awalnya, muka dibersihkan dulu supaya ketika diperiksa, enggak kehalang sama make up. Pas berangkat ke Karadenta Clinic, saya memang sengaja enggak pakai make up, cuman pakai pelembap buka aja. Jadinya cukup dibersihkan pakai air. Lalu muka dimasukkan sebentar saja ke lubang satu alat bernama magic mirror. Alat ini dengan cepat melakukan pemeriksaan keadaan kulit. Semacam di-scan gitulah. Lalu, taraaaa… kita bisa melihat hasilnya di layar laptop Dokter Heni. Duh, sayang, waktu itu saya kelupaan ngambil foto hasilnya. Tapi biar kebayang kayak apa hasil analisisnya saya sertakan foto punya Evi.

Kayak gini nih:

Terus terang, ini pengalaman pertama saya diperiksa kulit sedemikian detail. Jadinya excited banget sekaligus takut. Foto itu memperlihatkan analisa keadaan kulit muka secara menyeluruh. Mulai dari pore, roughness, wrinkle, spot, UV Acne, UV Spot, dan UV moisture. Kece ya!

Ternyata oh ternyata, kata Dokter Heni, kulit saya ini kombinasi. Dan… dan… agak bikin syok juga pas dikasih tahu ternyata kulit saya lebih tua dua tahun dari usia sebenarnya. Dokter Heni menunjuk menjelaskan sambil menunjuk ke gambar diagram batang di layar. Tentang area-area age spot-nya, kerutan, bibit jerawatnya di mana saja, sampai daerah lembapnya. Area kerutannya itu loh… liatnya bikin merinding πŸ˜₯ Sebelumnya saya sudah merasa kalau kulit saya ini sensitif banget, tapi ternyata dilihat dari diagram ini sensitifnya agak kebangetan. Sudah sampai 61%. Menurut Dokter Heni, kulit yang baik itu adalah yang tingkat sensitifitasnya mendekati 0%. Huaaa… jadinya kepengin nangis guling-guling. Tapi tenang, kayaknya itu tindakan terlalu ekstrem, karena saya kan bakalan dirawat Karadenta Clinic. Sepertinya saya mesti ekstra kerja keras nih merawat kulit muka. Udah gak bisa cuek-cuekan lagi.

Obat Racikan, Nay or Yay?

Kalau dibandingkan sama keadaan muka Evi, ternyata dia tingkat sensitifitasnya di bawah saya. Usia kulit wajahnya pun hanya lebih tua setahun dari usia kulit sebenarnya. Cuman Evi punya masalah jerawat batu. Saya juga suka muncul-muncul sih, tapi satu-dua. Saya jadi ikut nyimak penjelasan Dokter Heni juga saat menjelaskan keadaan kulit Evi. Buat bekal merawat kulit saya juga.

Dokter Heni menanyakan apakah Evi sempat memakai obat racikan? Evi menjawab memakai cukup lama tahun lalu. Sebelumnya dari remaja saya juga pernah beberapa kali memakai obat racikan. Bahkan yang banyak dijual bebas. Efeknya memang bikin muka putih dan kinclong dengan cepat. Tapi pas abis, dalam waktu cepat pula muka saya jadi kusam. Anehnya, ketika pakai lagi, keadaan muka enggak balik lagi secerah waktu pemakaian pertama. Tahun lalu, saya juga sempat pakai sebentar. Setelah habis, tidak saya teruskan. Jadi efeknya di muka enggak sampai break out.

Dari penjelasan Dokter Heni, saya jadi tahu bahayanya memakai obat racikan. Begini, biasanya obat racikan mengandung tretinoin, hydroquinone, dan steroid. Ketiga zat itu mengakibatkan kulit menipis, mengelupas, sampai sensitif. Jangan-jangan nih, tingkat kesensitifan kulit saya yang tinggi akibat dulunya sering pakai obat racikan juga. Luar biasanya ya, obat racikan ini sekali dioles bakalan bertahan di kulit selama tiga hari. Oke aja sih kalau cuman pakai seminggu sekali, karena bisa jadi merangsang mood kulit. Itu pun ada jangka waktunya loh, cuman buat tiga bulan. Yang bahaya itu kalau dipakai tiap hari, soalnya jadi ada penumpukan zat aktif. Bukannya bikin kulit sehat, malah kulit jatuhnya enggak sehat πŸ˜₯ Saat berhenti, muka memebri reaksi yang cukup ekstrem, kayak berflek, kusam, bahkan jerawatan. Ada loh yang seumur hidup gak pernah jerawatan, jadi jerawatan setelah berhenti pakai obat racikan. Kalau saya sendiri reaksinya jadi kusam, berflek, dan sensitif banget.

Terus gimana dong buat kita-kita yang udah terlanjur pernah pakai obat racikan? Dokter Heni bilang solusinya adalah pola hidup sehat dan perawatan biasa, kalau bisa alami. Apalagi buat yang sudah berusia 30 tahun ke atas. Jadi-jadi-jadi kayak gimana itu? Pola hidup sehat ya seperti tidur cukup, menjaga pola makan, dan olahraga. Kalau pakai yang alami misalnya pakai masker tomat tiap hari, itu loh bagian berair dari tomat.

Tapi nih kata Dokter Heni lagi, sebenernya produk apa pun kalau dipakai terlalu lama akan selalu menyebabkan kejenuhan kulit. Solusinya, kulit mesti dikasih treatment. Di Karadenta Clinic sendiri ada paket treatment yang enaknya, cuman dilakukan dalam waktu setengah jam! Efisien banget kan waktunya. Buat kita-kita yang cuman bisa menyisihkan sedikit waktu buat treatment, ini pilihan paling oke. Treatment-nya pun lengkap loh, yaitu laser black doll, laser IPL, mikrodemabrasi, masker, lalu terakhir diberi serum dan sunblock. Lengkap banget ya.

Pengalaman Laser Pertama di Karadenta Clinic

Sebelemu sesi konsultasi berakhir dengan Dokter Heni yang ramah, saya bertanya apakah rangkaian treatment itu bisa mengecilkan pori-pori dan menghilangkan bekas jerawat serta flek hitam? Katanya bisa setelah beberapa kali treatment. Huuft leganya, saya jadi semangat menjalani seluruh proses tindakan.

Laser Black Doll

Ini adalah pengalaman laser pertama buat saya. Saya udah ngebayangin aja prosesnya bakalan sakit, dan keribetan yang bakal saya hadapi sesudahnya. Menjaga enggak kena sinar matahari atau sejenis itulah. Ternyata enggak loh. Oke, saya ceritain kronologisnya ya.

Masuk ruangan saya disambut Mbak terapis dengan suara yang merdu. Saya dipersilakan untu tiduran di atas tempat tidur. Kemudian muka saya dibersihkan menggunakan spon. Lalu muka diolesi milk cleanser. Di proses ini, saya diminta untuk memegang alat yang tersambung ke mesin. Selesai itu, wajah dibersihkan lagi, baru diolesi astringent. Seluruh proses itu menggunakan alat mesin. Sehingga terjamin higienis dan cepat. Berikutnya mata saya ditutup oleh kacamata karet, kemudian muka diolesi krim karbon. Barulah laser black doll ditekan ke muka. Ternyata dilaser ini enggak sakit sama sekali. Hangat saja ke muka, hanya saja sensasi hangat itu terasanya seperti sengatan. Fungsi laser pertama ini buat mencerahkan kulit, bikin pori-pori muka mengecil, sampai merangsang produksi kolagen kulit yang bikin kulit kelihatan awet muda. Kerennya, laser black doll bekerja sampai lapisan kulit dalam loh.

Laser IPL

Setelah muka dibersihkan dari sisa krim karbon, selanjutnya wajah diberi gel yang terasa dingin di kulit. Barulah laser IPL beraksi di muka. Ditekan-tekan dengan pola memutari wajah sebanyak dua kali. Rasanya laser ini juga hangat, dan enggak sakit sama sekali juga. Saya jadi ngerasa istilah ‘buat cantik itu sakit’ ternyata enggak selalu berlaku. Cuman kalau ‘buat cantik itu harus selalu ada usaha’ mah ya teteeep. Oh iya, fungsi dari laser IPL ini juga bisa ngecilin pori dan ngilangin flek muka. Dua itu mah sih masalah saya banget.

Mikrodemabrasi Plus Masker

Lagi, muka saya dibersihkan. Sehabis itu barulah muka diangkat sel-sel kulit matinya dengan proses mikrodemabrasi. Ini memakai alat yang menyedot sel-sel kulit mati di permukaan kulit. Rasanya kayak muka disedot gitu pakai vacuum. Prosesnya cepet banget. Tahu-tahu udah beres. Mbak Terapisnya lalu memijat muka, kemudian memakaikan masker. Setelah maskernya kering, muka dibersihkan kembali.

Serum dan Sunblock

Terakhir nih muka dikasih serum dan sunblock. Biasanya meskipun urutan treatment-nya sama, yang bikin beda tiap orang dikasih serum yang sesuai sama masalah kulitnya.

Dan… selesai deh semua treatment-nya. Beneran loh, cuman setengah jam aja. Muka jadi kerasa bersih, ringan, dan seger. Dan yang penting lagi, abis itu muka enggak merah-merah atau ada sejuta pantangan buat jaga hasil treatment-nya.

Serangkaian treatment yang bikin muka sehat itu terjangkau loh, cuman 500 ribu. Kalau mau pilih single laser IPL harganya 150 ribuan. Jadi enggak ragu kan mencoba pengalaman pertama buat laser muka kayak saya? Silakan loh dateng ke Karadenta Clinic.

Karadenta Clinic

Jl. Rereng Wulung No. 27, Cikutra, Bandung.

Telepon 022-20455887 / 082130156699

Website: http://www.karadentaclinic.com

Instagram dan Twitter : @karadentaclinic

Facebook Page: Karadenta Clinic

Jam buka: Pk. 10.00 – 18.00 WIB

Advertisements

6 thoughts on “Pengalaman Laser Pertama di Karadenta Clinic

  1. Pingback: Karadenta Clinic: Klinik Kecantikan Senyaman Di Rumah | Taman Bermain Drop Dead Fred

  2. Pingback: Review Produk Paket Perawatan Untuk Kulit Bejerawat Dari PB Skin-nya Karadenta Clinic | Taman Bermain Drop Dead Fred

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s