[Review] Novel Islah Cinta: Mencari Hakikat Cinta di India

Ada tiga kesulitan menulis novel bernuansa Islami menurut saya. Pertama, membutuhkan riset yang matang. Karena berhubungan dengan agama, tidak boleh ada satu kandungan atau ajaran yang melenceng dari agama Islam. Kedua, bagaimana meramu pesan moral tanpa penyampaian yang menggurui. Ketiga, membuat karakter yang manusiawi namun tetap mencerminkan perilaku ke-Islamannya atau minimal tidak mencemarkan agama. Buat saya ketiga hal itu merupakan kunci penulisan novel Islami. Maka ketika saya mendapat novel Islah Cinta, saya penasaran dan menduga-duga, akan seperti apakah tulisan Mbak Dini Fitria ini.

Saya mengenal Mbak Dini Fitria sebagai presenter acara Jazirah Islam beberapa tahun lalu, dan penulis novel seri Scapa Per Amore. Namun baru kali ini saya berkesempatan membaca karyanya.

Penulis Islah Cinta: Mbak Dini Fitria (sumber gambar google)

DATA BUKU

Judul: Islah Cinta

Penulis: Dini Fitria

Penerbit: Falcon Publishing

Tebal: 307 Halaman

Cetakan: I, 2017

ULASAN ISLAH CINTA

Novel Islah Cinta menceritakan tentang Diva, seorang presenter acara Oase Ramadhan. Diva dengan rekannya, Jay, bertugas meliput Islam di India. Tujuan liputan tersebut adalah untuk mengangkat Islam yang rahmatan lil alamin yaitu Islam yang penuh cinta, membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh semesta. Berbagai masalah muncul sejak Diva sampai ke India. Salah satu yang menohoknya adalah penggantian guide akibat tour guide lama mendapat musibah. Bencana pula bagi Diva, karena penggantinya adalah sang mantan yang menorehkan luka dalam di hatinya. Sementara Diva tengah dekat dengan Maher yang ditemuinya di liputan sebelumnya di negara lain. Apakah Diva mendapat bahan liputan yang memberinya pencerahan? Apakah Diva mendapat jawaban hakikat cinta di India? Lalu ke mana hati Diva dilabuhkan?

Pertemuan yang tak pernah kuharapkan itu telah membuat kacau pikiran dan perasaanku. Bagaimana bisa aku menemukan kaidah Islam yang penuh cinta di tengah kebencian yang makin menyeruak dengan munculnya wajah dan luka lama? –Halaman 11

Cerita dibuka dengan cuplikan berita mengenai teror bom yang dilakukan teroris. Menyentil tentang isu Islam sebagai agama yang dituduh penebar teror. Saya seperti menemukan triger mengapa acara Oase Ramadhan yang dipresenteri Diva mengambil topik Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Maju ke bab pertama, konflik baru muncul dengan kehadiran Andrean, mantan Diva yang telah menikah. Di sini, Mbak Dini sudah langsung memancing emosi pembaca. Lika-liku masa lalu Diva dan Andrea memang menjadi konflik yang mengaduk-aduk perasaan, pembaca turut larut ke dalam dinamika hati Diva. Seolah dibawa mengalir ke air terjun yang deras, kemudian mengambang di sungai, lalu merasakan pasang surut ombak di lautan.

Aku ingat semuanya seolah baru saja kualami kemarin. Rasanya seperti memasuki sebuah tabula waktu yang membawaku ke angkasa, lalu menjatuhkan tubuhku begitu saja ke tanah kemudian membusuk seiring musim.  –Halaman 26

Sebagian besar latar tempat di Islah Cinta adalah India. Merupakan salah satu bagian terbaik dari novel ini. Islah Cinta bukan termasuk novel bertema jalan-jalan kemudian menemukan cinta dalam perantuan. Lebih dari itu, latar tempat diangkat sangat menyatu dengan cerita dan memiliki alasan fundamental. Pemilihan India sama sekali tak mubazir atau sekadar gaya-gayaan mengangkat latar luar negeri. Apalagi dieksplorasi dengan baik. Pembaca diajak mengenal jejak-jejak sejarah Islam di India, hingga perkembangan Islam saat ini. Mbak Dini dapat dengan baik mendeskripsikan tempat hingga pembaca dapat melihat jelas dalam benaknya. Simak deskripsi berikut ini:

Dari lantai atas minaret di sisi sebelah kiri pintu timur ini aku bisa melihat ke arah dua sisi, ke arah depan mimbar yang berhadapan lurus dengan tempatku berdiri, juga ke arah luar masjid. Aku bisa melihat dengan jelas pemandangan kawasan jama masjid di sela-sela lilitan kabel-kabel listrik yang berselang seling tak beraturan. Jalanan begitu padat, tidak hanya dipenuhi kendaraan tetapi juga gerombolan manusia yang menyemut hampir di semua sudut jalan. Kedai-kedai dengan beraneka rupa barang pun berserakan menawarkan kebutuhan sandang pangan. –Halaman 47

Banyak pengetahuan mengenai kebudayaan India yang bisa diambil dari Islah cinta. Mbak Fitria menceritakan kulturnya, makanan khasnya, karakter penduduknya, sampai kebudayaannya. Termasuk ke dalamnya bagaimana perilaku umat yang gandrung melakukan ziarah ke makam. Menariknya, meskipun banyak menggunakan sempalan bahasa asing dan mengenalkan istilah-istilah asing, pembaca tak akan menemukan catatan kaki. Semua hal berbau asing itu dijelaskan dalam narasi dan dialog. Satu teknik yang sulit diterapkan. Mbak Dini sukses menggunakan teknik ini.

Musik itu namanya qawwali, musik sufi muslim tradisional yang berakar dari Persia dan populer di Asia Selatan. Tujuannya tak jauh beda dengan whirling dervishes, tarian Turki, yang berupaya berhubungan langsung dengan illahi dan mencapai ekstase spiritual. –Halaman 16

Misalnya bahwa India yang memiliki keberagaman suku, agama, dan budaya dapat lebur dalam satu bingkai ‘toleransi’. Bagi saya yang jarang menonton film dan membaca buku India juga hanya tahu Taj Mahal, banyak informasi yang bisa saya dapat dari novel ini.

India memberiku sebuah perspektif yang berbeda dalam memandang sebuah perbedaan. Negeri hindustan yang mayoritas warganya Hindu ini tidaklah memproklamirkan dirinya sebagai negara Hindu. Bahkan memberi tempat untuk agama lain tinggal dan beribadah sesuai dengan kepercayaan mereka. Di sinilah aku merasakan bagaimana sebuah toleransi itu bukan sekadar label yang diagung-agungkan, tetapi ruh yang dihidupkan di dalam setiap hati manusianya. –Halaman 204

Saya terkesan membaca sejarah Islam di India dalam novel ini. Teknik penyampaian informasinya pun tidak bertumpuk dan membuat pusing. Informasi dibagi-bagi dari beberapa sumber. Tour guide, saat liputan, hingga orang-orang yang ditemui Diva selama perjalanan. Sebagian dinarasikan, sebagian dalam dialog, dengan pembagian yang proporsional. Tampak bahwa Mbak Dini telah melakukan riset yang matang. Kalau melihat latar belakang Mbak Dini sebagai presenter acara Islam, saya yakin pengetahuan yang dibagi dalam novel ini juga hasil riset turun ke lapangan.

Cinta dan agama adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Islam adalah agama yang lahir dari zat yang penuh cinta untuk disebarkan ke seluruh penjuru dunia, karena Tuhan menciptakan manusia tidak hanya dari satu jenis dan suku saja. –Halaman 78

Tokoh sentral dalam Islah Cinta ada empat orang, yaitu Diva, Andrean, Jay, dan Maher. Keempatnya digambarkan dengan manusiawi. Memiliki kekurangan yang cukup banyak, tapi tetap berhasil mendapat simpati pembaca. Misalnya Diva yang mudah terpancing emosi dan bisa melakukan kesalahan besar, sifat itu tak lantas membuat saya sebal padanya. Tapi justru maklum dan related. Meskipun saya tak memiliki tokoh favorit. Diva pun diperlihatkan sebagai perempuan mandiri, terbukti dengan cara kerjanya yang profesional sebagai seorang presenter. Mbak Dini luwes menjelaskan suka duka presenter yang bertugas liputan di luar negeri. Secara tidak langsung, Mbak Dini sedang membagi pengalaman pribadinya sebagai presenter. Kemudian, pemilihan karakter saingan cinta Diva yang digambarkan hampir sempurna justru menambah empati saya. Senang rasanya kembali menemukan novel yang tidak memasang antagonis dengan sifat buruk. Justru ketika saingan protagonis ini sepadan, konflik cinta menjadi gereget. Perang batin tokoh utamanya menjadi hidup.

Masa muda itu tidak pernah bisa diulang jadi gunakan untuk benar-benar mencari cinta sejatimu yang nanti bisa kau banggakan dan kenang hingga tua. –Halaman 149

Novel ini menggunakan tata bahasa yang renyah. Mudah dicerna, namun kaya kosakata, dan memiliki diksi indah. Kalimat-kalimat puitis ditebar dalam porsi yang pas. Banyak kalimat yang quotable juga. Seperti petikan-petikan berikut ini:

Jika kekuatan cinta sudah menyentuh kalbu, semua manusia akan berubah menjadi pujangga. –Halaman 185

 

Cinta adalah udara yang terus berembus meski kau tak pernah memilikinya. –Halaman 150

 

Manusia tidak akan bisa bahagia tanpa adanya cinta. Cinta itu ibarat garam. Cinta itu ibarat bintang. Cinta itu juga yang akan selalu meremajakan hasrat, setua apa pun kita nanti. –Halaman 230

 

Dalam cinta tidak cukup hanya hasrat tapi juga pengorbanan dan rasa maaf. Tugas cinta itu adalah memberi dan membahagiakan tanpa perlu berharap dengan hitungan yang sama. –Halaman 292-293

Islah Cinta kaya akan konflik. Banyak topik diangkat tanpa tumpang tindih. Tentu sorotan utamanya adalah kehidupan umat Islam di India yang mayoritasnya beragama Hindu lewat pencarian hakikat cinta Diva. Jangan membayangkan isu-isu dan ajaran Islam dijejalkan ke benak pembaca dengan cara menggurui. Penyampaian pesan Islah Cinta begitu halus. Pembaca diajak bertualang dalam benak Diva yang penuh pertanyaan-pertanyaan. Di mana jawabannya selalu tak disimpulkan begitu saja, tetapi mengajak pembaca ikut menyusun konklusinya sesuai dengan proses pikir masing-masing. Begitu pula dengan hakikat cinta yang dicari Diva. Islah Cinta menanamkan perspektif tanpa melabeli bahwa persepktifnya paling benar.

Jika kita sudah memahami rasa cinta terhadap Tuhan kita tidak akan kesusahan menyayangi sesama. –Halaman 78

Selesai membaca novel ini, saya puas, karena tiga kesulitan menulis novel Islami dapat dilewati oleh Mbak Dini.  4 Bintang untuk buku ini. Saya rekomendasikan novel Islah Cinta bagi kamu yang ingin mengetahui seperti apakah wajah Islam di India.

If you can survive in India, you can survive in any part of the world. –Halaman 167

Advertisements

4 thoughts on “[Review] Novel Islah Cinta: Mencari Hakikat Cinta di India

  1. Aku tak putus kagum membaca kalimat demi kalimat penulis yang mendeskripsikan situasi dan kondisi. Piawai sangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s