Tips Membuat Program Video (Vlog) Anak

screenshot_20170214_111213

Seringkali teman yang denger atau liat anak saya Rasi ngomong bahasa Inggris, bertanya pada saya, “Diajarin siapa? Kok bahasa Inggrisnya lancar gitu.” Dengan malu-malu saya selalu menjawab jujur, kalau bukan saya yang mengajarinya. Terang aja, bahasa Inggris saya di bawah pas-pasan. Mana bisa saya ngajarin, ada juga menyesatkan 😄 Justru karena Rasi sering ngajak ngobrol bahasa Inggris, saya jadi mulai mau belajar lagi. Mengais-ngais lagi kosakata yang terbang-terbang entah ke mana itu. Selain itu, Rasi juga seneng banget bikin origami. Mulai dari sederhana kayak bikin bookmark, sampai yang rumit sejenis Pikachu. Diajarin saya? Bukan… jelas bukan. Boro-boro bikin seribu bangau kertas, bikin satu aja enggak kelar-kelar meskipun udah lewat ratusan purnama. Jadi, sebenernya Rasi belajar dari mana? Jawabannya, Rasi belajar dari… youtube. Yep, di zaman serba digital kayak gini, ada guru yang bisa ngajarin setiap saat di channel-channel Youtube. Tinggal bagaimana orangtua mengarahkan ke tontonan yang mengembangkan kreativitas anak.

Dari situlah saya kepikiran buat bikin channel youtube anak sendiri. Saya pikir, anak-anak perlu makin banyak disodorkan tontonan yang sesuai dengan usianya. Saya pun bertanya pada Rasi, apakah dia mau bikin program sendiri? Ternyata dia tertarik. Dia mau divideoin. Itu kejutan buat saya. Soalnya, sebelum-sebelumnya Rasi itu anaknya pemalu. Saya minta foto aja susahnya setengah mati. Tapi sejak sering melihat anak-anak nge-host di video, pelan-pelan keberanian dan rasa percaya dirinya terbangun. Saya dan Rasi berharap semoga program video Rasi bisa ngasih inspirasi juga buat penonton.

Tips Membuat Program Video Anak

 screenshot_20170214_111301

Mungkin ada di antara teman-teman yang tertarik untuk membuat program video anak juga. Saya mau berbagi pengalaman dan sedikit tips.

  1. Libatkan anak dalam merancang program video

Karena program ini anak yang menjalankan, kita mesti melibatkannya dalam merancang program. Ajak anak berdiskusi tentang segala hal mengenai programnya. Mulai dari nama program, waktu pembuatan video, waktu tayang program—seperti berapa kali dalam sebulan, memilih tempat pengambilan gambar, sampai baju apa yang mau dipakai. Dengan begitu, anak merasa benar-benar memiliki programnya. Kalau sudah merasa memiliki, dia belajar bertanggung jawab untuk konsisten mengurus program videonya.

img_20170214_214450

Pengalaman saya, waktu mau nentuin nama channel dan judul acara, saya ajak Rasi ngasih pendapat. Eh, ternyata dia malah ngasih nama sendiri. Jadi nama channel “Rasi Cutie Mark” itu dia kasih karena terinspirasi dari kartun kuda poni. Artinya bakat-bakat yang dimiliki Rasi.

  1. Cari hal yang disukai anak

Anak-anak biasanya masih moody banget. Kalau lagi semangat mengerjakan sesuatu bakalan teruuuus aja nguplek di bidang itu. Tapi bosennya juga cepet, dan mudah ke-distract hal lain. Maka dari itu kita sebagai orangtua yang kepenginnya program video ini terus berjalan mesti mencari hal-hal yang disukai si anak untuk meminimalisir kebosanan. Misalnya anak sukanya melukis, ya bikin program video belajar lukis atau proses berkaryanya. Rasi sendiri seperti yang saya ceritakan di awal hobinya berorigami ria. Dia kepengin berbagi dan ngajarin anak-anak lain yang kepengin belajar origami juga.

img_20170214_214543

Program acara video di satu channel enggak mesti dipatok satu. Kalau anaknya memang suka bermacam-macam hal, bisa banget dibikin beberapa program. Kalau Rasi sih baru dua. Selain program origami, ada juga video-video jalan-jalan untuk menampung hasrat petualangnya. Dia seneng banget kalau berhasil mengenalkan satu destinasi wisata ke penontonnya.

  1. Syuting yang menyenangkan

Kunci dari berjalannya program video anak ini adalah proses pengambilan gambar yang menyenangkan. Anak sebagai talent enggak bisa kita perlakukan dengan kaku. Ada treatment khusus buat mereka saat syuting. Bangun suasana yang menyenangkan sehingga mood mereka terjaga. Misalnya syuting di tempat yang didekorasi sesuai dengan tokoh favorit anak, ajak mendongeng dulu, atau bernyanyi-nyanyi untuk menghilangkan ketegangan. Jangan sampai karena bete, anak jadi ngambek dan ujung-ujungnya berenti di tengah proses pengambilan gambar. Hati-hati juga saat meminta anak mengulang satu adegan. Itu juga bisa membuat si anak jadi ngerasa enggak percaya diri karena merasa sering melakukan kesalahan. Sebisa mungkin kita cuman mengarahkan bukan mendikte, sehingga anak memunculkan potensi terbaiknya.

Pengalaman saya sih, biasanya anak saya biarkan saja nge-host ala-ala sebisanya dia. Kalau saya ngerasa kurang puas, saya ajak anak untuk menonton preview, biasanya kalau Rasi juga ngerasa enggak maksimal, dia sendiri yang minta diulang. Ngasih referensi tontonan juga bisa membuka wawasan anak, dia belajar sendiri mengeksplore kemampuan.

img_20170214_214408

Buat tempat syuting sendiri, saya memakai rumah. Simpelnya, kalau anak lagi enggak mood, banyak amunisi di rumah yang bisa saya pergunakan untuk mengembalikan semangatnya. Sedang untuk program jalan-jalan, saya baru membawa anak ke tempat-tempat wisata terdekat dulu. Waktu yang dibutuhkan buat perjalanannya pendek, anak jadi enggak kecapean di jalan. Yang penting destinasi itu pertama kali dia datangi sehingga selalu semangat tiap diajak syuting.

  1. Buat program yang simpel

Buat awal-awal, baiknya kita bikin program video yang simpel aja dulu. Simpel dalam artian enggak membutuhkan ruang khusus dan bahan-bahan baku yang sulit dicari. Misalkan nih, kita kepenginnya bikin program video dengan konsep memasak ala chef kecil, tapi peralatan dapur rumah kita enggak support buat hal itu. Daripada bikin susah sendiri, mendingan pilih konsep lain yang lebih memungkinkan dieksekusi. Program simpel juga berarti secara pengetahuan dikuasai oleh anak, atau anak bisa belajar sedikit demi sedikit meningkat kemampuannya tanpa harus memaksakan diri menjejali pikirannya dengan pengetahuan yang harus dikuasi secara cepat. Soalnya saya pernah ngalamin sendiri. Satu ketika saya mengajak anak jalan-jalan ke museum, saking banyaknya informasi yang saya berikan, Rasi bukannya paham, dia malah pusing. Ujung-ujungnya pas direkam, Rasi bingung mau ngomong apa.

screenshot_20170214_111201

  1. Siapkan alat tempur

Bikin program video anak di channel youtube tentu aja harus siap alat tempurnya. Yang dimaksud alat temput itu peralatan membuat video. Bukan berarti mesti pakai kamera yang mahal loh. Minimal banget pakai smartphone aja. Yang penting hasil gambarnya jelas, enggak burem. Kalau punya tripod lebih bagus lagi, tapi kalau enggak punya, masih bisa diakalin sama barang-barang lain seperti tumpukan buku, pokoknya gimana caranya supaya si kamera enggak goyang-goyang. Lampu merupakan elemen penting juga, tapi enggak ada, baiknya pengambilan gambar selalu di tempat terang dan siang hari. Selain smartphone, yang mesti dimiliki sebagai harga mati itu kartu memori. Soalnya video itu ngabisin memori banget kan. Apalagi kalau ngedit videonya juga langsung di hape pakai aplikasi, butuh ruang penyimpanan besar. Karena itu, selalu pakai memory card ya. Enggak mahal kok. Coba cek deh harga micro sd Sandisk, banyak yang terjangkau kok.

Satu lagi peralatan yang bisa kamu sediakan, cuman ini sifatnya pelengkap, yaitu background. Background disesuaikan dengan tema videonya. Fungsinya untuk memanjakan mata penonton. Kan enak ya kalau latarnya rapi, bukan tumpukan cucian yang enggak sengaja masuk ke dalam frame 😄 Hati-hati juga memilih latar. Kalau bisa pilih yang bahannya enggak memantulkan cahaya.

  1. Lengkapi keahlian

Dalam pembuatan video anak ini, kita punya banyak jabatan sekaligus. Ya produser, kreatif, penulis skrip, bahkan sampai editing video. Syukur-syukur kalau punya partner, bisa bagi tugas. Kalau semuanya dikerjain sendirian? Nah loh… ngebul ya 😄 Jangan panik dulu. Serencengan tugas-tugas itu bisa banget kok dikerjain, cuman kita mesti membekali diri dengan keahlian. Belajar step by step aja, enggak usah ngoyo. Kayak ngedit video misalnya. Kesannya kok susaah banget. Padahal sekarang banyak aplikasi editing video yang mudah cara pakainya.

Membuat program video anak itu seru-seru gemesin deh. Kalau udah dijalanin bikin ketagihan. Selain membuat kita dan anak makin kreatif, mendekatkan juga hubungan orangtua dan anak. Semoga tipsnya membuat kamu bersemangat mewujudkan ide-ide video anak ^_^

Advertisements

10 thoughts on “Tips Membuat Program Video (Vlog) Anak

  1. Wah bermanfaat bgt ini buat saya yg mulai aktif ngevlog n rencana bikin vlog ttg anak jg.. btw mbak klo boleh tau kameranya pake apa n aplikasi video editornya pake apa? Thanks in advance yaa.. salam kenal jg.. 😊

  2. so proud of you mom! jangan lupa sharing ke anak kak tentang hal2 yang bisa dibuat vlog dan yg nggak perlu di buat vlog. Supaya nanti kalo dewasa ngga jadi anak yang “over sharing”. Pendidikan sosial media di era sekarang yang paling bagus dimulai dari keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s