[Blog Tour] Review + Giveaway Novel Beat Of The Second Chance: Read And Feel The Beat

picsart_11-02-03-45-35

Cover novel Beat Of The Second Chance (diambil di studio mini artisticinside)

Bicara tentang kesempatan, kadang kala ada yang tak percaya bahwa kesempatan kedua benar-benar bisa datang dalam kehidupan. Seperti judulnya, Beat of the Second Chance membahas tentang kesempatan kedua, bukan serupa keajaiban, tetapi diraih secara sadar. Novel ini bukan menjual mimpi kosong, tapi dikemas dengan mengkombinasikannya realitas.

Seperti biasa dalam postingan blog tour, sebelum membahas novel dari pembacaan saya, kita kenalan dulu dengan penulisnya.

Siapa Zachira Indah?

img-20160416-wa0034

Zachira Indah mengaku sebagai perempuan introvert kelahiran Tegal yang sangat cuek dengan banyak hal. Tapi seriusannya, bagi orang yang sudah mengenalnya, Zachira ini punya karakter yang pedulian, ramah, dan enggak keberatan berbagi ilmu. Ibu dari dua malaikat unyu, penggila Game of Throne dan pecinta makanan manis yang selalu gagal diet. Sedikit terobsesi dengan minuman cokelat panas.

Ini list novelnya yang sudah terbit, Diamond Sky In Edinburgh (Diva Press), Kimi no Hitomi ni Hikari (Grasindo), The Wedding Storm (Grasindo), Dearest (Grasindo), Homeless (Grasindo), Beat of Second Chance (Grasindo).

Zachira bisa dihubungi melalui akun twitter @zachira, IG @zachira.indah dan email zachira.indah@gmail.com. Sekadar kenalan atau curhat akan ditanggapi dengan senang hati.

Sesi Kepoin Zachira Indah

1. Novel Beat of the Second Chance berlatar musik yang kuat, bagaimana riset Zachira untuk menghidupkan musik di novel ini? Apa memang secara pribadi Zachira memang pernah terjun di dunia musik?

Secara pengalaman, saya memang pernah bersentuhan dengan alat musik drum, sejak SMP hingga kuliah. Karenanya selain alasan personal, menurut saya memainkan drum itu menyenangkan. Begitu pula dengan menuliskannya sebagai sebuah novel.

Bedanya, saya dulu belajar drum hanya otodidak dan nggak menerima teori-teori bahkan nggak bisa baca not drum. Baru saat riset saya pelajari sedikit-sedikit, karena kemudahan akses informasi, membaca not balok (drum khususnya) bukan hal yang rumit. Thanks to youtube, majalah musik, dan situs online drummer lesson, membuat saya sangat enjoy menggabungkan pengalaman pribadi dan riset ke dalam sebuah tulisan. Oh ya, saya bahkan sampai menyewa studio sendiri untuk benar-benar merasakan atmosfer duduk di belakang drumset dan mengayunkan stik drum. Selain untuk nostalgia, juga untuk kepentingan riset di mana saya mencoba bermacam variasi drum fills. Hehe… Seru pokoknya.

2. Kenapa memilih membahas drum?

Karena drum itu menyenangkan. Preferensi musik yang saya sukai memang dekat dengan genre musik rock, alternatif, pop rock, slow rock, hip metal dan segala hal yang berbau gebukan drum yang atraktif. Secara otomatis, dari alat musik dan genre itu sendiri sudah mengesankan dekat dengan kehidupan anak muda khususnya generasi modern musik. Jadi temanya pun otomatis menyesuaikan.

Selain itu, ini untuk membedakan tema dan tone cerita dari novel saya sebelumnya. Kebetulan di novel Diamond Sky in Edinburgh saya mengambil setting musik klasik pula dengan piano dan celo sebagai instrumennya. Singkatnya, untuk memberikan variasi pada pembaca. Alasan lain, karena saya sendiri pun jarang menemukan novel bertema tentang drum sebagai alat musik.

3. Ceritakan pengalaman luar biasa di dunia menulis.

Pertanyaan berat nih… Hehe karena saat ini saya masih merasa nggak tenar-tenar amat di kalangan pembaca. Dari dulu penyakit kronis saya ada di rasa minder dan kurang pede yang kadang suka kumat dikombinasikan dengan sifat introvert bawaan. Tapi ada satu wadah yang lumayan ‘menyelamatkan’ penyakit kronis itu biar ga jadi parah-parah bingit gitu.

Saya bergabung dalam komunitas kampus fiksi dan mendapatkan apresiasi pada satu cerpen lama di dalam acara kampus fiksi itu (yang menjadi cikal bakal novel Diamond Sky in Edinburgh). Mungkin ini kedengaran biasa, tapi Pak Edi yang menjadi CEO penerbit yang membentuk wadah kampus fiksi itu–yang hari itu bertindak sebagai pembedah–memberikan apresiasi yang tinggi untuk cerita yang waktu itu saya anggap biasa-biasa saja. Saya terharu, dan merasa diri sendiri yang saat itu semangat nulisnya lagi tiarap karena kesibukan kerja mendadak punya rasa percaya diri. Dan dari sanalah semua berawal akhirnya saya konsisten terus menulis.

Ditambah pula,Β  sejak itu saya jadi pede ikut lomba, thanks untuk komunitas KF yang juga jadi kompor penyemangat hingga sekarang. Ditambah tahun kemarin dan beberapa waktu lalu saya menjadi pemenang kedua di satu lomba penulisan novel berhadiah trip ke Korea dan menjadi pemenang kedua juga di lomba penulisan novel Young Adult. Hanya pemenang kedua tapi itu sesuatu banget untuk penulis minderan kayak saya….

Beuuuh, total banget ya risetnya, sampai nyewa studio segala πŸ˜€

img_20161101_154338
Data Buku

Judul : Beat of the Second Chance
Penulis : Zachira Indah
Penyunting : Cicilia Prima
Penerbit : Grasindo
Cetakan : Pertama, September 2016
Halaman : vi + 250 hlm
ISBN : 978-602-375-6896

Blurb:

Galang, mantan drummer Three Notes sebuah band terkenal terpaksa berhenti dari dunia musik karena kehilangan satu kakinya dalam kecelakaan. Dunianya kini adalah pertaruhan untuk survive dalam hidup dan pekerjaan yang tidak mengizinkannya, memiliki kesempatan karena statusnya kini adalah ‘orang cacat’.

Di satu sisi, Nessa dokter muda yang di ambang kesuksesan karena mewarisi rumah sakit keluarga di Melbourne mulai ragu dengan keputusannya. Pertemuannya dengan Galang membangkitkan mimpi lama tentang menjadi drummer saat dirinya masih mengidolakan laki-laki itu.

Dulu, mereka tidak percaya lagi pada mimpi.
Dulu mereka menyerah dengan keadaan.
Tapi sebuah pertemuan memercikkan harapan keduanya untuk membalikkan keadaan.
Yang mereka butuhkan hanya kesempatan.
Sebuah kesempatan kedua.

Β Review Buku
Novel berjudul seksi “Beat of the Second Chance” merupakan novel music series terbitan Grasindo, menceritakan tentang Nessa yang punya kebiasaan meninggalkan semua hobinya sebelum melewati waktu tiga bulan. Sebagai kutu loncat, dia selalu menemukan ketertarikan pada banyak hal. Termasuk pada drum. Awalnya karena dia bertemu dengan Galang si drummer beken yang memberi Nessa stik sebagai hadiah. Sayangnya, tekadnya untuk bisa bermain drum ikut hancur saat Galang mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya diamputasi. Selang dua tahun mereka bertemu lagi. Akankah Nessa menerima sosok Galang yang berubah total?
“Rim, lo tahu kan role model gue belajar main drum itu Galang sendiri? Gimana bisa dia terus jadi role model gue kalau ternyata sekarang dia udah nggak berhubungan dengan drum lagi karena kakinya diamputasi?” –Halaman 26
Karakter Nessa ini mengingatkan saya pada diri sendiri yang persis seperti Nessa. Saya pernah kepengin bisa nge-dance, pengin jadi penyiar radio, bahkan sampai kepengin juga bisa jadi drummer perempuan. Jadinya membaca novel ini saya serasa diajak bernostalgia pada masa SMA di mana saya pernah minta diajari main drum oleh sahabat saya. Waktu itu saya pun menyewa studio khusus buat belajar, tapi baru dua kali saja saya sudah menyerah karena ternyata menjadi drummer itu susah. Saya belajar nge-dance cuman satu kali pertemuan, dan hanya bertahan sebulan saja jadi penyiar radio XD
Let me guess. Kamu pasti masih SMA.”
Tanpa diduga, seorang pria yang tengah duduk di kursi bar di sampingku mengajak bicara. Aku sempat menengok kanan kiri, memastikan bahwa “anak SMA” yang dimaksudnya adalah aku. Sesaat aku berpikir, apa ini jenis rayuan terbaru yang sedang populer? –Halaman 39
Saya dan Nessa tentu saja dua pribadi yang berbeda, karena kalau saya punya alasan se-shalow itu untuk berhenti menekuni satu bidang, Nessa punya satu trauma yang membuatnya tanpa sadar jadi kutu loncat. Dan itu merupakan twist yang bikin saya tercengang. Rapi sekali Zachira menutupinya hingga tiba saat membuka di akhir tanpa menjadikannya twist yang maksa.
Aku tetap berjalan dan tidak memedulikan dua orang yang kuanggap hina karena telah memakai kata ‘cacat’ sebagai atribut untuk menghina orang lain. –Halaman 43
Penceritaan novel ini terbagi menjadi dua suara. POV Nessa dan sudut pandang Galang. Zachira berhasil membuat kedua suara itu punya bunyi yang berbeda. Suara Galang tetaplah maskulin meski ditulis oleh perempuan. Karakter keduanya tergambar jelas, bahkan hampir tak terasa intervensi pada masing-masing karakter. Selain kedua tokoh utamanya, semua tokoh di novel ini memang kuat dengan deskripsi yang ditebar lewat narasi dan dialog yang luwes. Tidak ada deh bagian yang menjejalkan deskripsi karakter hingga pembaca sesak karena menerima informasi yang bertubi-tubi. Karakter favorit saya jatuh pada Lola second lead female novel ini. Bukannya saya tidak simpati pada Nessa, tapi tokoh dengan kepolosan seperti dia kurang menarik di mata saya. Chemistry semua tokohnya terjalin sangat baik. Apalagi saat mereka berdialog. Dialog-dialog di novel ini sangat hidup, mengimbangi narasinya yang cantik dan rapi. Ada pun hal yang mengganggu saya adalah pemakaian kata “cacat” yang terlalu sering, tanpa diimbangi dengan pemilihan kata “difabel” yang lebih terhormat.
Berikutnya, semua orang seolah bersatu untuk mengejeknya dan mengucapkan “Huuu…!” yang panjang. Seolah mereka terkena penyakit yang sama. Krisis kemanusiaan. –Halaman 44
Pada mulanya, saya sulit mempertahankan kesadaran ketika membaca Beat of the Second Chance. Terus terang bab prolognya membuat saya mengantuk, dan akhirnya menyerah untuk membesokan saja ritual baca. Tentu saja hal ini tidak pernah terjadi pada pengalaman baca saya pada karya-karya Zachira sebelumnya. Padahal tema novel ini seksi banget: drum dan impian. Jangan salah sangka bahwa yang membuat perilaku anomali saya itu karena bab prolognya membosankan. Bab pembuka novel ini sesungguhnya sudah nendang dengan cuatan konflik yang tinggi. Setelah saya ingat-ingat, hal ini disebabkan oleh cara penulisan Zachira yang pada awalnya kurang luwes, padahal biasanya gaya bahasa penulis lancar mengalir menghanyutkan. Tapi Zachira ini memang penulis yang lihai, karena mulai bab selanjutnya sampai ending, saya dibuat terkesan dengan cerita dan teknik penulisannya yang kembali prima. Deskripsi tempatnya yang cukup detail pun sangat membantu menggambarkan suasana. Zachira memiliki kosakata yang kaya dan diksi menarik. Apalagi humor cerdas meski terkadang agak sarkasnya selalu berhasil membuat saya tertawa. Zachira ini memang selalu fresh dalam tiap karyanya.
Aku memutuskan belajar drum karena ingin jadi sepertimu, berharap kita bakal ketemu lagi saat aku udah cukup mahir untuk membuatmu menyadari bahwa kamu berhasil mengubah hidupku. –Halaman 62
Novel ini kaya akan konflik, didominasi oleh konflik realistis, meski tetep ada sentuhan melangit. Konflik keluarga, impian, beratnya berlatih musik, intrik band, dan tentu saja cinta. Dunia musik tidak digambarkan gemerlap dan menyilaukan, justru novel ini memperlihatkan masalah apa adanya yang terjadi di balik industri musik. Menariknya lagi, Zachira juga menyertakan strategi mengangkat popularitas dari berbagai hal. Hubungan, bumbu drama, hingga peranan media sosial. Bahwa untuk menjadi profesional, banyak hal harus dikorbankan. Butuh mental dan kecintaan besar untuk bertahan di industri musik. Ketika telah rasanya mencapai puncak pun rentang jatuh dalam sekejap. Di sinilah makin menariknya cerita, bagaimana proses meraih impian untuk ‘kedua’ kalinya.
Namun, dibandingkan kisah antara Galang dan Nessa di masa kini, saya paling menikmati bagian masa lalu Galang dengan band Three Notes serta cinta pertamanya. Saya selalu menunggu-nunggu flash back hidup Galang.Β  Saya beri dua jempol untuk kisah cintanya yang disampaikan dengan lembut, perlahan tapi kuat, dengan pengadegan yang tidak terasa klise. Dan ya, saya selalu ikut terbawa suasana. Dada ikut berdebar-debar, dan tanpa sadar wajah saya memerah. Konflik keluarganya pun memikat sekaligus membuat miris.
Porsi pembagian konflik besar yaitu impian, cinta, dan keluarga dalam novel ini terbagi dengan rata. Dan suprise-nya lagi, setiap konflik itu memiliki twist-nya masing-masing. Saya menyukai ending dari setiap konfliknya yang diselesaikan juga dengan cukup realistis.
Masa-masa keemasan dalam hidupku, meskipun menjadi musisi indie bukan perkara mudah, mengingat waktu, biaya, dan pengorbanan yang tidak sedikit. Tapi tak ada yang bisa menggantikan sensasi bahagia dan adrenalin yang meluncur deras saat beraksi di depan ratusan penonton…
–Halaman 81
Keunggulan novel ini juga terletak di pembahasan drum-nya yang jauh dari tempelan. Saya bahkan berpikir bisa belajar teori nge-drum dari novel ini. Pembaca akan menemukan berlembar-lembar bagian novel yang menerangkan tentang teori dan deskripsi praktik nge-drum. Saya diajak berkenalan dengan tempo, snare, tom, cymbal, dan istilah-istilah lainnya. Selain itu Zachira dapat mentransferkan perasaan musisi saat tampil di atas panggung dengan baik, hingga saya tersihir seakan ikut menjadi penampil. Seolah penulisnya memang benar-benar seorang drummer, dan ternyata memang Zachira melakukan riset yang amat mumpuni. Proses penulisan memang tak akan menipu πŸ˜€ Jangan khawatir pembaca akan bosan membaca bagian ini, karena Zachira menulisnya dengan cantik sehingga rentetan teori itu enak dan nyaman dibaca. Beat of the Second Chance memiliki tempo penceritaan yang pas. Kalau buat saya ini seperti musik easy listening dengan lirik dalam yang tersebar dalam pesan-pesan mode non ceramah. Kata-kata quotable-nya serupa lirik lagu yang menghanyutkan.
Dunia emang sakit, tapi jangan ikut-ikutan sakit sebelum lo ngerasain gimana rasanya bangkit lagi setelah lo jatuh tersungkur. –Halaman 82
3,5 Bintang untuk novel ini. Saya sarankan saat membaca novel ber-cover cantik ini kamu memutar lagu-lagu yang judulnya tertera di setiap bab. Yup, judul tiap bab novel ini diambil dari judul lagu. Kamu akan lebih menghayati isi novelnya πŸ˜€ Saya rekomendasikan Beat of the Second Chance untukmu yang menyukai musik dan romance.
blog-tour-zachira-edit

Giveaway

Mau novel Beat of the Second Chance? Ikutan giveaway-nya yuk. Caranya:

1.Β Follow akun twitterΒ @zachira dan @evasrirahayu

2. Twit info giveaway ini dengan tagar #GABOTSC dan mention akun twitter saya dan Zachira.

3. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun twitter kamu.

Pernahkah kamu mengidolakan seseorang? Tindakan paling gila apa yang kamu lakukan untuk memperlihatkan kecintaan terhadap idola itu?

4. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 2 sampai 8 November 2016. Pemenang akan dipilih sendiri oleh penulisnya dan diumumkan tanggal 9 November jam 8 malam di akun twitter saya @evasrirahayu

5. Ada satu novel Beat Of The Second Chance bertanda tangan penulis sebagai hadiah.

Ditunggu partisipasinya ya ^_^

Advertisements

44 thoughts on “[Blog Tour] Review + Giveaway Novel Beat Of The Second Chance: Read And Feel The Beat

  1. Twitter: @rohaenah1
    Jawaban: pernah banget,cuma saya tipe yg ikutan trend gitu deh. Tapi ada seorang idola yg tetap bertahan lama, suara dan karismanya yg membuat saya suka ama dia. Yg pasti koleksi MP3 banyak lagunya*oow,ketauan deh idolanya vokalis bandπŸ˜†. Untungnya saya juga bukan penggila yg ekstrim,jadi segila-gilanya saya adalah berargumen dengan teman sekantor kalo udah ngobrol saya sangat ngotot ngebelain idola saya itu,secara memang diantara kita cuma saya yg ngefans ama dia itu. Apapun kata orang,sejelek apa pandangan orang bagi saya dia tetap idola yg terbaik😊😍. Tapi sefanatiknya saya ngga pernah sampai yg ikut nonton sana sini,cukup liat di tv jadi sikon selalu aman.

  2. Nama: Ahmad Azwar Avisin Alhaidar
    Twitter: @azwaravisin
    Domisili: Sidoarjo
    Jawaban: pernah mengidolakan band Slank sampai rela kehujanan dan naik truk tebu di lapangan Rampal Malang. Kejadian itu pas saya kos di Malang dulu sebelum kuliah.
    Lalu esoknya sampai salaman cium tangan ke Kaka Slank dan personil Slank lain. Gak peduli dikatain kampungan yang jelas saya waktu itu benar – benar menganggap harus memanfaatkan momen yang menurut saya terlalu manis jika dilewatkan. Karena belum tentu ada kesempatan ketemu langsung sama personil Slank.
    Kini ketika saya sudah gede saya jadi ingat jika saya tak sepenuhnya introvert dan kutu buku ya?.

  3. @san_fairydevil

    Pernahkah kamu mengidolakan seseorang? Tindakan paling gila apa yang kamu lakukan untuk memperlihatkan kecintaan terhadap idola itu?

    Pernah. YUI. Paling gila? Enggak juga sih. Aku cuma nyari majalah jejepangan yang jarang banget ada. Masukin setiap minimarket buat cari majalahnya, ke agen majalah tapi enggak pernahbada. Dan akhirnya setelah berniat mau beli online majalahnya, saudara bawain. Terus beli gantungan kunci dari yang bergambar sampai yang bentuknya duplikasi tanda tangannya. Cari semua lagu, video pv/mv, konsernya juga. Ngafalin lirik-lirik lagunya walaupun enggak bisa nyanyi. Terus beli buku belajar gitar, karenan dia bernyanyi dengan gitar. Tapi karena pekak nada jadi sulit. Gitu-gitu aja sih.

    Aku lebih gila ke anime. Lebih-lebih ke anime Naruto tokohnya Sasuke. Dari semua episode shippuden naruto aku punya, movienya, komiknya, gambar-gambarnya, poster, gambar tangan, gantungan kunci, dan aku pernah nangis glundung-glundung waktu naruto sempet enggak tayang di tv. Temen-temen sampai bilang kalo aku ini udah pakarnya 😝😝

  4. @emmanoer22
    jawaban: ada satu tindakan paling gila menurut aku waktu mengidolakan seseorang yaitu nekat nonton konser Bondan Prakoso and the band sampai tengah malam, hujan-hujanan sampai manjat mobil polisi dan nonton bareng mereka (lebih aman, takut kejepit penonton lain) sampai mata berkaca-kaca karena akhirnya bisa lihat idola manggung secara live, padahal besoknya aku masih harus sekolah tapi aku nonton sampai habis. Waktu itu aslinya aku masih dapat larangan keluar sampai larut malam dari orangtua, tapi demi yang satu itu aku sampai janji-janji ke Mama nggak akan keluar malam lagi selama sebulan asalkan kali itu di bolehin pergi. Aku puas banget waktu itu akhirnya bisa nonton live idolaku manggung nggak cuma dengar lagu mereka dari tv, radio atau album mereka. Yang paling berkesan tentu waktu intro, semua penonton nyanyi bareng-bareng sama Bondan Prakoso dan suara paduan mereka menggema sampai bikin merinding gitu rasanya, wow banget pokoknya. πŸ™‚

  5. Twitter : @hervayulyanti
    Jawaban : Cerita ini waktu aku SMA kelas 1, aku ngefans sama kaka kelas 3 gara-gara ikutan eskul. Setiap ada dia lewat aku langsung salting, dan kegilaan yang aku lakuin adalah aku bikin sepucuk surat dan menaruhnya di kolong meja pas dia mau ujian akhir nasional, posisi duduknya aku tahu karena ada info dikertas yang ditempel klo posisinya di meja itu tanpa fikir panjang apapun aku taruh itu.
    Selepas ujian dan kelulusan dia nyamperin dan kasih surat balesannya lalu dia pergi. surat balesannya isinya klo suratku itu bikin dy diincer pengawas karena disangkain contekan. Lemes Hayati bacanya hahahaha..maafkeun daku yang kelewat ngefans pengen banget ngobrol tapi ga bisa :p

  6. Twitter: @Taqya1999
    Jawaban: Pernah. Aku natap dia intens banget. Bahkan pas dia udah lihat aku, aku tetep lanjutin natap dia. Mungkin dia risih atau bahkan jijik kali ya, lol :v
    Tapi entah kenapa aku tetap ngeliatin dia terus. Gemes, bikin bahagia kalo lihat dia :3 gak peduli dia atau yang lain nganggep aku gimana

  7. @dreravios

    Paling inget banget dulu lagi ngefans banget sama Sheila On 7, masih smp waktu itu trus diajakin sama abang nonton konsernya di ICE BSD. Seneng banget bisa liat Om Duta nyanyi didepan mata tapi waktu banyak banget halangannya, tiketnya ilang lah, motor abang bocor dijalanan. Udah nangis aku disitu, pengen pulang aja rasanya.
    Tapi abang nyemangatin aku, akhirnya kita dateng tapi udah telat 1 jam, sebel banget hari itu pokoknya.
    Yang pas pulang aku liat mobil yang dipake SO7 masih diparkiran, aku nunggu sama abang. Pengen foto bareng gitu, abang pasrah aja soalnya aku keras kepala.
    Yang pas ketemu aku langsung teriak histeris, diliatin banyak orang malu banget disitu tapi tetep minta foto sama tanda tanggan lah hehe.
    trus aku masih inget om duta bilang gini, “wah ada anak kecil yang suka sama kita.”
    aku balesnya, “aku nggak suka sama om suka sama lagunya aja,” wkwk pada diem semua. emang ya aku kurang ajar banget wkwk

  8. @dreravios

    Paling inget banget dulu lagi ngefans banget sama Sheila On 7, masih smp waktu itu trus diajakin sama abang nonton konsernya di ICE BSD. Seneng banget bisa liat Om Duta nyanyi didepan mata tapi waktu banyak banget halangannya, tiketnya ilang lah, motor abang bocor dijalanan. Udah nangis aku disitu, pengen pulang aja rasanya.
    Tapi abang nyemangatin aku, akhirnya kita dateng tapi udah telat 1 jam, sebel banget hari itu pokoknya.
    Yang pas pulang aku liat mobil yang dipake SO7 masih diparkiran, aku nunggu sama abang. Pengen foto bareng gitu, abang pasrah aja soalnya aku keras kepala.
    Yang pas ketemu aku langsung teriak histeris, diliatin banyak orang malu banget disitu tapi tetep minta foto sama tanda tanggan lah hehe.
    trus aku masih inget om duta bilang gini, “wah ada anak kecil yang suka sama kita.”
    aku balesnya, “aku nggak suka sama om suka sama lagunya aja,” wkwk pada diem semua. emang ya aku kurang ajar banget wkwk

  9. Akun Twitter: @RinitAvyy

    Pernahkah kamu mengidolakan
    seseorang? Tindakan paling gila apa yang kamu lakukan untuk memperlihatkan kecintaan terhadap
    idola itu?

    Punya idola, Setiap orang pasti punya. Begitu pula Aku. Dari SMP aku menjadi K-pop. aku mengidolakan SNSD, SUJU, EXO. dan tindakan yg paling banter yg ku lakukan demi idolaku, yaitu: Stalker media sosialnya, Mengumbar komentar kata2 semangat dan cinta seorang fans kebanyakan. Mengoleksi Albumnya, tentu saja. Serta kalau ada kesempatan emas, aku mau mendukung mereka dengan menonton konsernya jika mereka berkunjung ke Indonesia. Kalau aksi yg gila2an, aku gak pernah. Karena aku ingin mendukung mereka lewat cara yg positif dan sopan.

  10. Twitter @rinicipta

    Inget banget sekitar awal 2010-an , boyband sama girlband lagi booming banget di Indonesia. Dengan format baru, yang belum pernah aku temukan sebelumnya *halah* akhirnya aku jadi suka banget sama salah satu boyband. Semenjak itu jadi sangat alay di jamannya, kak. Pokoknya ngikutin update mereka lewat sosmed trus mantengin setiap perform mereka di TV.
    Suatu hari aku dapat info lewat sosmed kalo mereka ternyata ada tapping konser gitu di daerah Denpasar. Aku bilang sama orang tua, minta biar dianterin kesana karena jaraknya cukup jauh dari rumah. Tapi pas itu kebetulan ortu nggak bisa. Aku tetap maksa nonton live langsung, ortu akhirnya ngasi ijin. Aku bawa motor kesana ditemenin sama tanteku. Sumpah! Itu pertama kalinya aku bawa motor dengan jarak yang jauh, dari siang berangkat sampai malem baru pulang. Laper, capek, kepanasan dan sempet kehujanan dijalan, tapi syukurnya nggak nyasar sih. Semua perasaan itu terbayar waktu melihat mereka dari dekat, bisa ikut nyanyi bareng dan lihat mereka berinteraksi langsung.
    Cinta bener-bener mengalahkan rasa takut. Kalo sekarang dipikir-pikir, waktu itu aku nekat juga ya? Haha

  11. Ok aku ph ya dua idola satu anime dan band…
    Yang anime aku ngoleksi movienya,komiknya,baca manga di internet. Pokonya pengi. Update banget soal anime itu. Beli miniatur tokoh idolaku… Baca hal2 yg berkaitan dg dia…sampe ngeprint foto trus taruh dompet…aku pernah dilayani udah gede masih baca komik… Ampe ngoleksi banyak… Tapi aku tak peduli.. Hehe…sampe bljr bahasa Jepang ya karna suka nonton itu…laptopku juga banyak lagu ost anime terus anime dan movienya…sampe setiap dia ulang tahun aku ngucapin kayak orang gila di depan fotonya…
    Yang kedua band… Aku beli gantungan kunci dan diukir namaku sama band itu terus beli kaos yg ada nama band itu dan malah kekecilan 😭😭😭….terus ngeprint fotonya dan laptopku ada folder khusus itu lagu band itu hehe…

  12. Akun Twitter: @nurulastrirmdn

    Pernah. Dulu pas zaman SD suka banget sama Michelle Ziudith. Mukanya imut, baby face, terus nggak ngebosenin, jadi kan enak diliat gitu ya. Sampai di setiap sosial media pajangnya foto dia terus.

    Dan waktu itu, ada satu kejadian lucu. Sepupuku tiba-tiba ngeping di bbm. Aku kira ada urusan penting kan, ya. Eh taunya dia nanya, “Kamu tinggal di mana?” Lah kan aku bingung ya. Maksudku, dia emg sepupu jauh, tapi masa nggak kenal aku sampai nanya tempat tinggalku segala?

    Beberapa menit aku mikir, dan baru sadar kalau nama profilku cuman “Nurul A”. Dia pasti nggak tahu nama panjangku, tahunya cuman Nurul aja. Apalagi, foto profilku Michelle, ya ampun jadi makin salah ngira diaπŸ˜‚

    Yang aku bingungin, dia ini ga punya tv apa ya? Walaupun foto profilku cuman Michelle yang tampak dari samping, tapi kan tetep aja ketahuan banget muka artisnyaπŸ˜… Semenjak saat itu aku kapok masang foto artisπŸ˜‚πŸ˜‚

  13. @hensus91

    Hal tergila yang pernah kulakukan saat ngfans dengan idolaku adalah memberinya nama panggilan kesayangan yang kubuat sendiri. Bahkan saat membicarakannya dengan orang lain aku akan menyebutnya dengan nama panggilanku bukan nama aslinya, jadi kadang orang justru mikir kalau aku membicarakan orang yang memang ada disekitarku dan bukannya kupandangi dalam kekaguman dalam layar TV atau laptop saja πŸ˜€

    Alasannya sih karena aku ingin lebih intim dengan idolaku secara pribadi, jadi berasa dia itu milikku sendiri dan bukannya bisa dikonsumsi umum. πŸ˜›

    Demikian dan terima kasih πŸ™‚

  14. Bismillah Jum’at barokah semoga beruntung
    Twitter : NhisaMinoz75

    pernahkah kamu mengidolakan seseorang? Dulu waktu SMA saya penyuka K-pop tergila-gila sama Suju, Lee Minho dan aktor lainnya tiap hari ngebahasa tentang K-pop, ngefangirl dengerin lagunya pokoknya ngeidolain mereka bnget. tpi semua berubah pas kuliah ketemu teman baru dan pergaulan baru, perlahan2 sya mulai lupa sama kecintaan saya sama K-pop. Pas ikut kegiatan mentoring dikampus materinya selalu ngebahas tentang Nabi Muhammad SAW. Saya tertarik dgan kisahnya dan mulai mengidolakan dia sampai sekarang, walaupun begitu saya tidak sepenuhnya meninggalkan dunia k-pop.
    Tindakan paling gila apa untuk memperlihatkan kecintaan saya kepadanya? Saya selalu Shalat 5 waktu, Membaca Al-qur’an, Membaca kisah kisahnya yg di share di blog. Sebenarnya ini bukan suatu tindakan gila tpi ini bentuk kecintaan dan kesetian saya kepadanya. Terima kasih

  15. twitter: @nunaalia

    Pernahkah kamu mengidolakan seseorang? Tindakan paling gila apa yang kamu lakukan untuk memperlihatkan kecintaan terhadap idola itu?

    Pernah, dulu waktu jamannya Meteor Garden dan F4 lagi booming. πŸ˜€
    Aku suka banget sama serial itu, sampai bela-belain beli semua DVD serialnya, walaupun udah nonton pas tayang di TV. Bahkan aku juga bikin versi bukunya, sama dengan cerita versi serialnya itu. Ngumpulin artikel tentang serial itu, juga para pemainnya. Tiap minggu selalu beli tabloid yg mengulas tentang mereka. Duh, pokoknya kalau dipikir sekarang, aku tuh dulu konyol banget hahahaaa πŸ˜€
    Dan dari cowok F4 itu, aku suka banget sama Jerry Yan. Sampai aku kebetulan dapat paper bag gambar Jerry Yan, dan aku gantung di kamar. Dan kalau lagi ‘gila’-ku kumat, itu gambar Jerry Yan sampai diciumin! Iyuuuh….sekarang kalau ngingetnya malah geli sendiri wkwkwkwkwkkk πŸ˜€

    Itu pengalamanku paling konyol ttg mengidolakan seseorang, untungnya cuma sekali itu. πŸ˜€

  16. Assalamualaikum

    @widyaneva2

    Pernahkah kamu mengidolakan seseorang? Tindakan paling gila apa yang kamu lakukan untuk memperlihatkan kecintaan terhadap idola itu?

    Pernah.Tindakan paling gilanya : Saat itu orang yang kuidolakan tiba-tiba hilang dari jagad maya. Sedih pastinya. Kucari kemana-mana, tak ada. Akhirnya kutulis beberapa puisi betapa aku sangat mengidolakannya. Juga alangkah rindunya hati dan begitu kehilangannya. Posting sebagai catatan di media sosial. Tak lupa menyertakan namanya di penghujung puisi. Tak disangka ia datang sekitar dua tahun kemudian dengan akun baru. Aku bilang “Kenapa dulu memblokirku?”
    “Bukan diblokir kok. Yang dulu ditutup akunnya. Ini akun baru” jawabnya.
    Malam-malam setelah itu, ternyata ia buka catatan-catatanku.

    Aku jadi begitu salah tingkah. Kalau saja berada di hadapannya, mungkin ia bisa melihat mukaku yang merah padam. Kemudian ia bertanya perihal puisiku. “Puisi untukku?”
    Aku berkata “Hmm..kak, itu bukan seperti yang kakak pikirkan”
    Padahal sangat jelas namanya tertera di sana ^_^

    Itu kisahku, kak Eva dan kak Zachira. Sukses GA dan novelnya ya aamiin.

  17. @widyaneva2

    Pernahkah kamu mengidolakan seseorang? Tindakan paling gila apa yang kamu lakukan untuk memperlihatkan kecintaan terhadap idola itu?

    Pernah.Tindakan paling gilanya : Saat itu orang yang kuidolakan tiba-tiba hilang dari jagad maya. Sedih pastinya. Kucari kemana-mana, tak ada. Akhirnya kutulis beberapa puisi betapa aku sangat mengidolakannya. Juga alangkah rindunya hati dan begitu kehilangannya. Posting sebagai catatan di media sosial. Tak lupa menyertakan namanya di penghujung puisi. Tak disangka ia datang sekitar dua tahun kemudian dengan akun baru. Aku bilang “Kenapa dulu memblokirku?”
    “Bukan diblokir kok. Yang dulu ditutup akunnya. Ini akun baru” jawabnya.
    Malam-malam setelah itu, ternyata ia buka catatan-catatanku.

    Aku jadi begitu salah tingkah. Kalau saja berada di hadapannya, mungkin ia bisa melihat mukaku yang merah padam. Kemudian ia bertanya perihal puisiku. “Puisi untukku?”
    Aku berkata “Hmm..kak, itu bukan seperti yang kakak pikirkan”
    Padahal sangat jelas namanya tertera di sana ^_^

    Itu kisahku, kak Eva dan kak Zachira. Sukses GA dan novelnya ya aamiin.

  18. Assalamualaikum Kak

    Saya @widyaneva2

    Pernah mengidolakan seseorang di masa sekolah dulu. Ia berasal dari keluarga pencinta musik. Setiap saat gerak geriknya sering kuamati. Apalagi saat ia bermain musik di panggung saat perayaan hari besar atau acara sekolah lainnya, sepertinya akulah orang paling bahagia melihatnya memegang gitar. Namun aku tak berani menyapanya. Bahkan saat saling bertatapan, aku segera menghindar. Dan hal paling gilanya adalah, nekat ke rumahnya saat lebaran diantar kakak sepupu. Jika diingat-ingat, gila sekali saat itu πŸ˜€ Juga pernah ke ruang TU hanya untuk cari tahu nomor teleponnya.

    Tiba saat perpisahan tiba, aku mempersiapkan kamera. Meminta temanku agar memotretnya saat di panggung. Kebetulan ia menyanyikan sebuah lagu, bukan hanya memainkan gitar seperti biasa. Aku membayangkan…ia berkata seperti ini di atas sana “Lagu ini kupersembahkan untuk Widya kelas …” haha. Itu tidak pernah terjadi. Oh ya dulu saat sekolah, hampir setiap siswa punya idola dan dialah idolaku :))

    Itulah kisahku, kak. Sukses ya kak GA dan novelnya πŸ™‚

  19. Twitter : @ainekayul

    Pernah. Saya begitu mengidolakan Calum Chambers ketika itu. Pemain sepakbola asal Inggris. Semua yang berhubungan dengan Chambers saya kepoin, akun instagram adiknya, mamanya, sepupunya, tantenya… semua saya follow saking fanatiknya. Terus di Twitter, saya berencana 300 hari berturut-turut ngetweet ke Chambers biar dapat respon. Tapi di hari ke 167 saya di RT dan di-mention oleh kesayangan, “Hi, sorry I didn’t saw your tweets. Thankyou for tweeting me everyday :)”
    Awuuuuuuu langsung jejumplitan. Tapi itu dulu pas jaman sekolah sih. Sekarang nggak terlalu suka lagi sama Chambers πŸ˜‚πŸ˜‚

  20. Kalau idolanya semacam artis, jujur aja nggak ada. Kalau atlet sih ada, tapi sekedar suka, nggak terlalu menggilai sampe yang gimana-gimana banget. Kalau mengidolakan seseorang, one and only Nabi Muhammad SAW. Dia sosok idola yang nggak akan pernah mengecewakan penggemarnya karena akhlaknya luar dalem memang akhlak Al-Qur’an.
    Kalau ditanya soal hal tergila apa yang pernah dilakukan untuk memperlihatkan kecintaan itu ya palingan yang bisa saya lakukan adalah bersolawat untuknya. No need to show it off in front of other people kan? Yang penting kecintaan saya kepadanya bisa dapat berkah dan pahala dari sana. Hehe πŸ™‚

    Twitter @btgmr

  21. @Kimol12

    Ada sih dulu waktu zaman masih alay pas Justin Bieber baru muncul masih imut-imut dengan rambut berponi dan lagu “Baby-nya”. Hal tergila apa yang pernah aku lakuin? Sebenernya sih gak gila-gila amat seperti datang ke tiap konsernya walaupun pengen tapi berat di ongkos, hiks.
    Jadi, aku cuma download semua video klipnya di Youtube, semua lagu-lagunya sampe bela-belain telat pulang ke rumah karena numpang wifi di kampus buat mantengin JB doang. Temen-temen juga pada gak habis pikir sama kesemsemnya aku sm JB karena setiap mereka buka laptop ku isinya photo2 JB semua, sampe temen cowok pada mau muntah liatnya, haaa…

    Tapi sekarang udah gak terlalu ngefans, karena yah gimana ya banyak kontroversialnya sih tuh anak, biasalah ya udah tenar dan kaya.

    Terima kasih.

  22. @RaaChoco

    Pernahkah kamu mengidolakan seseorang? Tindakan paling gila apa yang kamu lakukan untuk memperlihatkan kecintaan terhadap idola itu?

    Pernah. Tapi ga segila orang-orang yang maniak. Cukup tau data diri, kesukaannya apa, berita terbaru, dan foto-fotonya aja, udah cukup buatku. Mungkin yang paling gila itu pas ada Adam Levine di tv, pas video klipnya diputer aku tunjuk-tunjuk dia pake senyum-senyum ga jelas dan adikku bilang “iya tahu, emangnya kenapa sih”, dan tau Adam Levine-nya udah nikah aja, syedih tapi dikit.

    Aku ga segila sampe harus teriak-teriak, lompat-lompatan atau pasang poster di kamar. Menurutku ga berlebihan dan masih dalam batas kewajaran. Karena masih ada yang lebih dan harus diidolakan olehku, Nabi Muhammad SAW.

  23. @ccchhy

    Ada, Kak. Tahu sama Debby Susanto nggak? Dia pemain bulutangkis spesialis ganda campuran. Dia salah satu pemain yang selalu aku support abis-abisan deh kalau lagi tanding di sebuah turnamen ehehe.

    Dia itu salah satu atlet putri berprestasi di Indonesia. Dia langganan peraih medali di beberapa ajang multi event, seperti PON (2012 gold with Tontowi), SEA Games (2011 bronze with Rijal, 2013 gold with Rijal, 2015 gold with Jordan), dan Asian Games (2014 bronze with Jordan). Nggak cuma multi event, banyak juga turnamen reguler internasional lainnya yang pernah dia menangin. Terus bulan Maret 2016 yang lalu dia juara All England bareng Jordan. Turnamen badminton tertua di dunia. Prestisius banget bisa menang di sana. Itu salah satu prestasi tertinggi dia sejauh ini. Kalau Kak Eva ngikutin berita, pasti bulan Maret yang lalu sering nemu berita atau acara yang ngewawancara bahkan ngundang mereka sebagai tamu.

    Yang aku suka dari Ci Debby itu ya dia itu orangnya konsisten, Kak. Pandai me-manage kesehatan dan kebugarannya. Jarang kena cidera. Terus orangnya komitmen banget sama bulutangkis. Dia bilang pacarnya itu sering banget dia cuekin demi fokusnya dia buat latihan menjelang sebuah turnamen. Ci Debby juga orangnya pantang menyerah. Dulu sering kena bully oleh seniornya. Dia kan imut-imut gitu ya orangnya. Kecil & pendek. Sering diejek dan diremehin, “halah elu badan kecil kayak gini bisa apa?” Tapi dia buktiin kalau tubuh kecil itu nggak jadi masalah, yang penting punya skill dan semangat yang tinggi. Terbukti kan sekarang dengan pencapaian dia bisa membungkam mulut orang-orang yang dulu pesimis sama dia.

    Wujud kecintaanku sama Ci Debby dulu itu di tahun 2012 ada turnamen Indonesia Open level GrandPrix Gold diadakan di kotaku. Jadi ya aku nonton langsung dong ke stadion. Beruntungnya Ci Debby (yang waktu itu masih berpasangan sama Bang Rijal) masuk babak final. Aku nggak punya pentungan dungdungdungdung itu, kalau beli ya mahal. Jadi aku pake 2 botol bekas minuman plastik sebagai kentungan sambil teriak-teriak sampe serak, “ayo Ci Debby kalahkan Ci Butet!” Padahal Butet/Owi waktu itu kan superior banget dan kebanyakan penonton lain 90% dukung Butet/Owi daripada Rijal/Debby hahaha. Tapi sayangnya Ci Debby kalah 😦

    Setelah podium ceremony nya selesai, aku nekatin pokoknya sebelum Ci Debby cabut dari GOR itu aku harus bisa foto bareng dulu sama Ci Debby. Akhirnya aku dan 2 temenku nungguin di backstage. Eh nggak lama setelah dia pendinginan pasca maen, dia nongol dari mixed zone. Disambut sama keluarganya. Nggak ada yang nyadar lho kalau itu Debby Susanto, si runner-up yang barusan ada di podium tadi. Memang sih dulu nama Debby Susanto belum banyak dikenal masyarakat. Masih kalah pamor sama Butet a.k.a Liliyana Natsir. Jadi cuma ada aku dan 2 temenku yang nungguin dia selesai ngobrol sama keluarganya. Biasanya kalau atlet nongol kan sering dikerubungi buat minta foto. Ini malah nggak ada hahaha.

    Pas ada sela mereka berhenti ngobrol, ternyata mereka langsung jalan mau pulang. Woot! Tunggu dulu. Kami langsung panggil aja, “Ci Debby tunggu! Boleh foto bareng nggak?” Terus dia jawab dengan suara lembut dan senyum nan menawannya itu, “boleh…” kyaaaaakkkk! Senangnya! Setelah 3x jepret, kami salaman, ucapin makasih, ucapin selamat juga. Bentar doang sih. Nggak enak lama-lama karena keluarganya udah nungguin di depan mau pulang. Gara-gara kami nyamperin Ci Debby, eh datanglah 2 cewek tomboy yang masih saling wondering “eh itu bener Debby Susanto kan?!” Yaelaaaah kuper deh lu. Kalo bukan Ci Debby ya ngapain juga kami tadi minta foto hahaha πŸ˜›

    Udah, Kak. Itu aja cerita dariku. Maaf ya kalau nggak segila yang Kak Eva harapkan hihi tapi itu jadi salah satu pengalaman yang berkesan banget buatku bisa ketemu dan foto bareng sama orang yang dijagokan πŸ˜‰

  24. Twitter : @keyminoz

    Pernahkah kamu mengidolakan seseorang? Tindakan paling gila apa yang kamu lakukan untuk memperlihatkan kecintaan terhadap idola itu?

    Jawaban : Pernah banget, dulu pas jaman SMA lagi suka-suka nya Band Vierra, suka sama lagu-lagunya, trus dapat kabar kalo Vierra ini mau manggung di Surabaya jadilah cari barengan buat nonton saking kepingin ketemu Widi & Kevin. Dapat barengan nonton udah, jaman itu masih belum punya sim C jadi ya bondo nekat aja secara domisili di Gresik trus Vierra manggung di Sby kebayang jauhnya dan takut ada oprasi mendadak dari pak polisi hhehe. Berangkat siang trus nyampe lokasi acaranya agak sore pas waktu itu belum punya smartphone jd kesasar heheh, udah nungguin blm mulai juga acara kata panitia si Vierra manggung abis Isya, nungguin lagi sampe bedak luntur kumus-kumus yaudah ditungguin lah untuk idola jaman itu apa si yg enggak, semua lelah dan kumus-kumus itu terbayar lunas saat Vierra mulai nyanyi dan reflek ini mulut mulai ikutan nyanyi. Gak sempat foto bareng waktu itu hape masih jadul trus kumus-kumus ini wajah πŸ™‚

  25. @wawha_cuza

    Untuk jawaban dari pertanyaannya. Nggak, aku nggak pernah begitu tergila-gila pada seseorang hingga melakukan hal-hal nekat. Jika aku menyukai seseorang tokoh atau idola, aku membeli dan menikmati karyanya, juga membaca-baca artikel tentangnya supaya aku lebih mengenal pribadinya.

  26. @Octannow_
    Pernahkah kamu mengidolakan seseorang? Tindakan paling gila apa yang kamu lakukan untuk memperlihatkan kecintaan terhadap idola itu?

    Pernaaah..Awal kelas X aku mulai mengidolakan jkt48 akb48 ketularan temen sebangku. Hal paling gila sih gak ada, paling cuma nontonin mv nya akb48, terus apapun yang berkaitan sama jkt48/akb48 selalu ditonton, ngoleksi foto sama lagu-lagunya sampe lepi penuh gara-gara data jkt48 akb48. Paling banter itu ngapalin lagu-lagunya sama koreo nya. Haha :v susah sih ngapalin lirik akb48. Terus sempet beli pocky-pocky yang berhadiah stiker jkt48, beli terus tuh sampe akhirnya ngoleksi stikernya. Terus suka mention2 member jkt48..stalk akun media sosialnya. Eh sempet nggambar2 member akb48 yang versi anime juga. Ah pokoknya waktu itu update bgt soal jkt48 dan akb48.
    Sempet juga tergila-gila sama member ske48, sampe kalo istirahat malah ke lab buat googling foto member. Yampun -,-

  27. Hai Eva…aku ikutan yaa
    Twitter ku: @ifaavianty

    Pernaaah. Waktu SMP, idolaku seorang aktor senior. Waktu itu masih zaman telpon umum. Aku nekad telpon dia dan pas dia yang angkat. Dia udah halo-halo gitu, akunya keburu lemesss. Jadi dianya sampai nyanyi “Halo-halo Bandung” gitu…dan aku bengong. Aihhh. Akhirnya dia tutup tuh telpon sampai aku kecewa sendiri dengan kebodohanku. Kenapa gitu aku gak jawab aja ya? Sadar-sadar kok ribut banget di belakangku. Ternyata ada musuhku…anjing yang menggonggong gak jauh dari tempatku menelpon. Terus ngapain? Ya kabur lah meski aku tau itu anjing dirantai. Ya elaah lemesnya dua kali deh πŸ™‚

  28. @sitasiska95

    Pernah. Idolain bintang Korea, part of boyband named SHINee, salah satu personel paling ‘ngondek’ haha yang ada disana, namanya Kim Kibum alias Key. Sebenarnya apa yang aku lakukan belum bisa dibilang gila juga sih karena yah aku yang nggak tinggal di Ibukota jakarta sehingga nggak bisa ikut-ikutan dempet-dempetan megang spanduk bertuliskan nama SHINee gede-gede sambil teriak-teriak do bandara, dan nggak bisa juga ikutan mewek cuma karena lihat idola manggung pake keringetan sexy sambil bawain lagu Lucifer atau Noona Neomu Yeppo. Yang bisa aku lakukan hanya berbatas pada mengoleksi lagu-lagunya dalam bentuk mp3, video clipnya, nonton youtube dengan keyword funny things about Key, download realitiy show atau talk show dimana Key nongol sebagai bintang tamu, follow fanbase SHINee atau Key khususnya, like foto-foto IGnya dan bahkan sampai berangan ke Korea dan meluk-melukin Key sampe sesak napas haha. Tapi dari semua kegilaan yang hanya bisa aku tumpahkan lewat internet itu, hal paling gila yang aku lakukan adalah berhenti jadi fansnya (fans Key) hanya karena dia ikuta program virtual marriage named We Got Married dimana doi berperan sebagai suami Yagi Arisa, salah satu model unyu jebolan Jepun. Haha bener-bener deh aku kalo inget jaman masih berusia belasan tahun suka ketawa sendiri. Gimana bisa aku berhenti jadi fans Key hanya karena hal sesepele reality show yang ke-real-annya bisa saja dipertanyakan πŸ˜€

  29. Twitter: @ulvanov

    Kalo ditanya soal mengidolakan seseorang langsung deh inget jaman SMA 😁
    Sebenernya gak sampe melakukan hal gila gimana gitu sih. Cuma waktu itu lagi booming”nya boyband di Indonesia dan ya gitu deh aku mengidolakan salah satu boyband. Saking ngefansnya dulu bela”in beli majalah apapun yg berhubungan sama mereka, follow semua media sosial personil mereka, gabung jadi member official juga, bela”in tidur sampe tgh mlm biar bisa nonton mereka, dan yg paling keinget sih dulu itu pas jamannya UN aku bela”in belajar lbh awal supaya bisa nonton sinetron mereka pdhal bsok msh ada jdwal UN πŸ˜‚
    Lulus SMA masih juga suka mereka, sampe bela”in download semua teleseri yg ada mereka, kalo ada mereka di acara musik pasti bela”in nonton mereka walau lewat tv hp.

    Duh sekarang kalo inget pasti ketawa sendiri, kok bisa y dulu aku segitunya suka sama mereka πŸ˜„

  30. Twitter: @Aim_La27

    Pernah. Masih inget betul gimana dulu waktu kelas 7 lagi hits-hitsnya group band geisha bersama lagu-lagu mellownya. Jadi waktu itu kayak ada semacam jumpa fans gitu dan kebetulan itu jaraknya jauh banget dengan rumah aku. Tapi tetep bela-belain dateng sampek berhari-hari gak jajan gara-gara nabung buat itu. Padahal pada hari itu juga sekolah lagi ujian semester 2 yang jelas-jelas kalau aku gak masuk. Aku akan ujian sendiri di ruang guru tanpa temen. Gila gak tuh!! Yah, tapi tetep lah.. Kenangan tetep kenangan dan tetep indah walaupun harus rela ngerjain soal ujian sendiri di ruang guru.

  31. Twitter: @imeldasb

    Idola saya jaman SMP adalah New Kids on The Block, boyband paling fenomenal di tahun 80an. Saya ngefans gila sama Jordan Knight, the most gorgeous member of NKOTB. Saking ngefansnya, saya ikutan pasang kawat gigi (dulu namanya bukan behel) persis seperti yang Jordan pakai. Padahal gigi saya gak butuh such a kind of that treatment. Ndilalah ortu kok yo manut wae sama keinginan anaknya ini, dan seminggu sekali menyambangi dokter gigi untuk kontrol itu kawat gigi yg “entah sebenernya buat apaan tau”. Menghabis-habiskan uang ortu banget bukaaaan? Hehehehe…..
    Kalo inget soal itu lagi saya antara malu dan nyesel karena udah nyusahin ortu demi kegilaan saya pada Jordan Knight.

  32. twitter: @Kikii_Rye

    Mengidolakan seseorang merupakan hal wajar yg menjadi kebiasaan bahkan kebutuhan. bahkan tak jarang sering beralih idola karena bosan dan ingin mencoba hal yg baru, begitupun yg terjadi pada saya.

    mengidolakan seseorang? iya pernah, sering bahkan. idola saya mulai dari guru disekolah, keluarga besar yg menjabat sbg sepupu saya, teman seangkatan disekolah, senior saya disekolah bahkan idola yg memang sbg sosok ‘idola’ yg sering disebut artis. tak hanya artis, saya cukup banyak mengidolakan sosok ilmuwan, bahkan bbrpa penulis novel maupun film..

    hal gila? apa ya? menguntit senior disekolah hanya utk mencari hal hal yg menyangkut ttg senior baik hal personal sampai silsilah keluarga:v mengikuti kegiatan, ekskul sampai tempat tongkrongan doi. kata temen2 sih kelakuan saya menjurus ke obsesi, tp stelah dia lulus kegiatan saya yg menyangkut senior berhenti.

    pernah satu kali karena saya saking ngefansnya sama yg namanya Mac H. seorang utuber dan filmmaker asal kanada, saya sempat menstalk akun ignya yg memiliki post lebih dari 2k. men tap setiap postingan mulai dari terbaru hingga yg paling lama alias his first posting, bahkan setiap postan dia yg sudah saya beri hati saya hapus dan saya beri lagi ,agar supaya dia dpt menotice saya. seandainya satu posting bisa diberi hati berkali2, saya rela memberi hati jutaan kali disetiap potsnya
    dan klimaksnya ketika dia ngadain tour di indonesia. saya udah nabung, beli tiket tp karena izin orangtua yg tidak membolehkan, saya nekat pergi tanpa izin ortu.. namanya juga ridho ortu juga ridho allah, diperjalanan saya mengalami kecelakaan. yg membuat saya gak bisa berjalan slm 2hari. yah sampai sekarang saya masih memendam keinginan bertemu sang idola, pdhal dia udh ngadain tour ketiga kalinya diindonesia.

    dulu juga pernah pas masih jamannya saya masih baru smp th 2012an suka ngoleksi accessoris dan album kpop. sampai2 pernah mau menghadiri konser tp apa mau dibuat uang aja gak punya. dan herannya lagi pas indonesia lagi boomingnya dg budaya kpop yg naik turun, saya berganti haluan jenis musik+ idola karena bosan:D

    Lahkok malah curhat. maaf duh gabisa berhenti. mungkin sih gak gila2 banget. tp hal diatas membuat saya membuat prinsip ketika menyukai sesuatu harus memiliki batas, takut malah terobsesi dan itu hal yg gak terlalu bagus

  33. twitter: @Kikii_Rye

    Mengidolakan seseorang merupakan hal wajar yg menjadi kebiasaan bahkan kebutuhan. bahkan tak jarang sering beralih idola karena bosan dan ingin mencoba hal yg baru, begitupun yg terjadi pada saya.

    mengidolakan seseorang? iya pernah, sering bahkan. idola saya mulai dari guru disekolah, keluarga besar yg menjabat sbg sepupu saya, teman seangkatan disekolah, senior saya disekolah bahkan idola yg memang sbg sosok ‘idola’ yg sering disebut artis. tak hanya artis, saya cukup banyak mengidolakan sosok ilmuwan, bahkan bbrpa penulis novel maupun film..

    hal gila? apa ya? menguntit senior disekolah hanya utk mencari hal hal yg menyangkut ttg senior baik hal personal sampai silsilah keluarga:v mengikuti kegiatan, ekskul sampai tempat tongkrongan doi. kata temen2 sih kelakuan saya menjurus ke obsesi, tp stelah dia lulus kegiatan saya yg menyangkut senior berhenti.

    pernah satu kali karena saya saking ngefansnya sama yg namanya Mac H. seorang utuber dan filmmaker asal kanada, saya sempat menstalk akun ignya yg memiliki post lebih dari 2k. men tap setiap postingan mulai dari terbaru hingga yg paling lama alias his first posting, bahkan setiap postan dia yg sudah saya beri hati saya hapus dan saya beri lagi ,agar supaya dia dpt menotice saya. seandainya satu posting bisa diberi hati berkali2, saya rela memberi hati jutaan kali disetiap potsnya
    dan klimaksnya ketika dia ngadain tour di indonesia. saya udah nabung, beli tiket tp karena izin orangtua yg tidak membolehkan, saya nekat pergi tanpa izin ortu.. namanya juga ridho ortu juga ridho allah, diperjalanan saya mengalami kecelakaan. yg membuat saya gak bisa berjalan slm 2hari. yah sampai sekarang saya masih memendam keinginan bertemu sang idola, pdhal dia udh ngadain tour ketiga kalinya diindonesia.

    dulu juga pernah pas masih jamannya saya masih baru smp th 2012an suka ngoleksi accessoris dan album kpop. sampai2 pernah mau menghadiri konser tp apa mau dibuat uang aja gak punya. dan herannya lagi pas indonesia lagi boomingnya dg budaya kpop yg naik turun, saya berganti haluan jenis musik+ idola karena bosan:D

    Lahkok malah curhat. maaf duh gabisa berhenti. mungkin sih gak gila2 banget. tp hal diatas membuat saya membuat prinsip ketika menyukai sesuatu harus memiliki batas, takut malah terobsesi dan itu hal yg gak terlalu bagus:v

  34. twitter: @Kikii_Rye

    Mengidolakan seseorang merupakan hal wajar yg menjadi kebiasaan bahkan kebutuhan. bahkan tak jarang sering beralih idola karena bosan dan ingin mencoba hal yg baru, begitupun yg terjadi pada saya.

    mengidolakan seseorang? iya pernah, sering bahkan. idola saya mulai dari guru disekolah, keluarga besar yg menjabat sbg sepupu saya, teman seangkatan disekolah, senior saya disekolah bahkan idola yg memang sbg sosok ‘idola’ yg sering disebut artis. tak hanya artis, saya cukup banyak mengidolakan sosok ilmuwan, bahkan bbrpa penulis novel maupun film..

    hal gila? apa ya? menguntit senior disekolah hanya utk mencari hal hal yg menyangkut ttg senior baik hal personal sampai silsilah keluarga:v mengikuti kegiatan, ekskul sampai tempat tongkrongan doi. kata temen2 sih kelakuan saya menjurus ke obsesi, tp stelah dia lulus kegiatan saya yg menyangkut senior berhenti.

    pernah satu kali karena saya saking ngefansnya sama yg namanya Mac H. seorang utuber dan filmmaker asal kanada, saya sempat menstalk akun ignya yg memiliki post lebih dari 2k. men tap setiap postingan mulai dari terbaru hingga yg paling lama alias his first posting, bahkan setiap postan dia yg sudah saya beri hati saya hapus dan saya beri lagi ,agar supaya dia dpt menotice saya. seandainya satu posting bisa diberi hati berkali2, saya rela memberi hati jutaan kali disetiap potsnya
    dan klimaksnya ketika dia ngadain tour di indonesia. saya udah nabung, beli tiket tp karena izin orangtua yg tidak membolehkan, saya nekat pergi tanpa izin ortu.. namanya juga ridho ortu juga ridho allah, diperjalanan saya mengalami kecelakaan. yg membuat saya gak bisa berjalan slm 2hari. yah sampai sekarang saya masih memendam keinginan bertemu sang idola, pdhal dia udh ngadain tour ketiga kalinya diindonesia.

    dulu juga pernah pas masih jamannya saya masih baru smp th 2012an suka ngoleksi accessoris dan album kpop. sampai2 pernah mau menghadiri konser tp apa mau dibuat uang aja gak punya. dan herannya lagi pas indonesia lagi boomingnya dg budaya kpop yg naik turun, saya berganti haluan jenis musik+ idola karena bosan:D

    Lahkok malah curhat. maaf duh gabisa berhenti. mungkin sih gak gila2 banget. tp hal diatas membuat saya membuat prinsip ketika menyukai sesuatu harus memiliki batas, takut malah terobsesi dan itu hal yg gak terlalu bagus

  35. Twitter: @magnolia2498
    Pernah pastinya πŸ˜€
    Hal tergila yang pernah aku lakukan untuk idola adalah ngorbanin waktu tidur hanya untuk nyari info sana-sini browsingan di mbah google demi update terus informasi terkini tentang dia. Tapi aku nggak pernah nyesel sekalipun semua itu kadang membuat nilai sekolahku agak melorot. Aku cukup berterimakasih karena dengan adanya mereka aku bisa lebih semangat saat aku down. Mereka jadi motivasi yang cukup kuat untuk bangkit lagi. Sampai bela-belain belajar bahasa lain supaya paham apa yang mereka omongin. Yang penting ambil positifnya buang negatifnya aja. Nggak melulu jadi pengidola itu negatif kan?

  36. Twitter: @p_ambangsari

    Jadi dulu waktu aku masih SD, ada seorang pemain sepakbola nasional yang berwajah rupawa dan digemari banyak orang πŸ˜‚. Dia blasteran Indonesia dan mana aku lupa. Waktu itu mungkin bisa dibilang mendekati masa puber, aku jadi tergila-gila dengan pesepakbola itu.

    Suatu hari di buku pelajaranku, pesepakbola itu disebut-sebut dan aku heboh. Ternyata kehebohanku itu membuat dua sahabatku risih. Sampai-sampai mereka menjelek-jelekan si pesepakbola itu, mereka menggodaku yg menyukai pesepakbola tsb, mereka mengolok-olok sepatu sang pesepakbola (hei! Ini gila kan, emang penting banget harus diolok-olok dan marah?). Walau sebenarnya aku tahu mereka bercanda, tetap aja aku marah.

    Sampai berhari-hari aku mendiamkan mereka tanpa mereka sadari kalau itu semua hanya karena si pesepakbola yg bahkan nggak tahu ada fansnya kayak aku di dunia ini.

    Semakin lama aku semakin lelah marahan. Aku jadi nggak punya teman, kerjaannya diam mulu. Maka kuputuskan untuk membuat surat. Surat yang berisi perminta-maafanku yang kutulis di selembar kertas dan kubentuk origami dompet (pelajaran anak TK).

    Surat itu kuletakan di meja kami. Tepat di hadapan kursi salah satu sahabatku. Dia bertanya “Apaan?” aku menahan gengsi dan malu yang akhirnya cuma jawab, “baca nanti kalau Karin udah datang.”

    Setelah sahabatku yg satu datang, mereka baca suratku dan entah bagaimana kita bisa temenan lagi. Dan surat itu kusimpan sampai sekarang (kok bisa? Aku lupa)

    Itu dia (salah satu) tindakan gila yang pernah kulakukan. Sepele tapi membuat masalah dalam persahabatanku. Tapi dari sini aku sadar, menhidolakan seseorang juga nggak boleh berlebihan, itu namanya obsesi dan kebutaan. Hehehe

    Terimakasih kak Eva dan kak Zach πŸ™‚

  37. Akun twitter: @ayucalista
    Pernah.
    Hal tergila yang pernah aku lakukan adalah les bahasa inggris! Padahal dari SD sampai kelas 2 SMP itu benci banget sama itu pelajaran. Bahkan selalu dapet nilai paling jelek se-angkatan. Tapi, menjelang kelas 3, aku enggak sengaja denger orang nyanyiin lagu Numb-Linkin Park dan itu asik banget. Sejak itu aku jadi tertarik dan ngefans Linkin Park. Apalagi tahun 2014, Linkin Park mau ke Jakarta. Wah, aku nabung dikit-dikit. Karena, jaman SMP itu di kasih uang jajan cuma lima ribu. Konser minimal waktu itu 500ribuan. Eh, pas hari-H ternyata aku enggak diijinin. Padahal udah enggak jajan di sekolah, pulang jalan kaki. Sedih banget 😦 Tapi, kabar baiknya tahun awal 2015 mau konser. Aku semakin giat tuh belajar bahasa inggris supaya bisa ngajak ngobrol (kalau bisa). Sialnya, konser Linkin Park dibatalkan karena vokalis sakit. Sedih banget kalau diceritain mah -_-

    • Akun twitter: @ayucalista18
      Pernah.
      Hal tergila yang pernah aku lakukan adalah les bahasa inggris! Padahal dari SD sampai kelas 2 SMP itu benci banget sama itu pelajaran. Bahkan selalu dapet nilai paling jelek se-angkatan. Tapi, menjelang kelas 3, aku enggak sengaja denger orang nyanyiin lagu Numb-Linkin Park dan itu asik banget. Sejak itu aku jadi tertarik dan ngefans Linkin Park. Apalagi tahun 2014, Linkin Park mau ke Jakarta. Wah, aku nabung dikit-dikit. Karena, jaman SMP itu di kasih uang jajan cuma lima ribu. Konser minimal waktu itu 500ribuan. Eh, pas hari-H ternyata aku enggak diijinin. Padahal udah enggak jajan di sekolah, pulang jalan kaki. Sedih banget. 😦 Tapi, kabar baiknya tahun awal 2015 ada kabar Linkin Park mau konser untuk tour album. Aku semakin giat tuh belajar bahasa inggris supaya bisa ngajak ngobrol (kalau bisa). Sialnya, konser Linkin Park dibatalkan karena vokalis sakit. Sedih banget kalau diceritain mah -_

  38. @vadiamendes98

    Pernah, aku suka banget sama Taylor swift,aku pernah pake lipstik yang merah banget pas acara sama sahabat aku, berharap bisa kaya taylor yang selalu memukau pake lipstik yang merah banget itu, tapi nyatanya aku malah diketawain:’v dibilang malah mirip kek bibir yang dikasih gincu dan aku pernah beli banyak Cornetto berhadiah tiket konsernya waktu itu. Aku sampe tiap hari makan es krim cuman biar bisa menyelam sambil minum air berharap setelah menikmati es krim yang enak aku bisa menikmati konsernya juga:’v tapi ya namanya juga bukan rezeki, es krim ke beli, tiket gak dapet:’v lagipula dari awal kesempatan buat dapet tiket gratisnya terlalu kecil, sekian banyak pabrik Cornetto bikin es krim, ya mungkin tempat aku beli es krim bukan tempat munculnya keajaiban dari sebuah es krim:’3
    Aku juga pernah pirangin rambut sampe dimarahin guru sama ortu, temen-temen aku aja bilang rambut emang sok amerika tapi tetep aja muka masih tai kuda:’3 yang pada akhirnya rambut ku kembali hitam karena aku nyadar dimirip2in pun cantiknya Taylor gak bakal nyiprat sama aku:’v
    Aku juga suka ngabisin kuota cuman buat youtube’an, searching gosip Taylor dan fangirl di sosmed sampe bejibun di timeline orang. Ya,semua kegilaan itu cuman karena aku hanyalah seorang fans fanatik yang cuman bisa gila sampe sana:’v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s