12 Cara Mempromosikan Buku [Bagian Pertama]

12 Cara Mempromosikan Buku [Bagian Pertama]

Setelah rangkaian riset-menulis-revisi-editing-revisi-editing melelahkan yang bikin Naruto yang punya energi melimpah ruah sekalipun ingin mengibarkan bendera putih, satu karya masih harus melewati proses panjang penerbitan. Sesudah buku cetak dan disebarkan, apakah selesai di sana? Tentu saja tidak, masih ada satu lagi perjalanan terjal setara berenang gaya koprol di Samudera Atlantik yang mesti diperjuangkan: Promosi Buku. Sebagai penulis, saat ini lebih baik untuk berperan aktif dalam mempromosikan buku. Tidak pasif saja menyerahkan semuanya pada penerbit dan berharap buku langsung best seller lalu difilmkan. Apalagi kalau buku kita diterbitkan secara indie, sudah pasti penulis harus siap menjadi garda terdepan dalam mempromosikan bukunya. Tentu saja pilar pertama yang akan mempromosikan adalah kualitas karya itu sendiri. Jadi ketika kamu menulis penuh cinta dan sebaik mungkin, itu sudah satu langkah mempromosikan karyamu. Karena itu menulislah sebaik-baiknya, Karena karya akan lebih banyak bicara. Kebanyakan penulis pemula sering bingung harus melakukan apa saja dalam kegiatan promosi ini. Jangan sedih dulu dan tebar-tebar drama, kamu mungkin bisa menerapkan 12 cara mempromosikan buku ini.

12 Cara Mempromosikan Buku:

  1. Buat Book Trailer

Kamu pasti sering menonton trailer film kan? Book trailer tidak jauh beda dengan trailer film, hanya produk yang dipromosikannya berbeda, Jangan memikirkan kalau membuat book trailer itu jelimet. Tenang, rambut keritingmu tidak akan berubah lurus, atau rambut lurusmu tidak akan tiba-tiba keriting karena saking mumetnya memikirkan pembuatan book trailer. Ada bermacam-macam book trailer dari yang simpel sampai yang rumit, dari yang biaya pembuatannya murah meriah sampai yang memerlukan budget tinggi. Paling penting adalah membuat book trailer semenarik mungkin. Seperti juga deadline, percaya deh kepepet dan keterbatasan akan mengasah kreativitasmu.

Book trailerย bisa berupa video pendek yang diperankan oleh manusia, dapat berbentuk motion comic, atau kumpulan slide-slide gambar. Usahakan hak cipta semua materi yang dipakai adalah milikmu. Bisa menggunakan karya orang lain yang bebas dipakai untuk segala kepentingan. Atau kamu dapat menghubungi pemilik karyanya dan bekerja sama dalam satu kolaborasi. Misalnya kamu memakai musik band indie, mintalah baik-baik pada mereka untuk menggunakannya bukan menodong dengan mode senggol bacok, sehingga ketika book trailer-mu diunggah di Youtube, book trailer-mu tidak akan di-banned .

  • Book trailer berupa film pendek manusia. Kalau kamu memilih bentuk seperti ini, kamu harus membuat skenarionya dulu berdasar bukumu. Ambil satu atau beberapa adegan menarik yang menggambarkan bukumu. Hati-hati spoiler ya. Contoh proses pembuatan book trailer yang saya buat dengan metode ini bisa kamu baca di Behind The Book Trailer – TwiRies contoh hasilnya bisa kamu tonton di

Namun tidak mesti melulu orang- orang yang berperan. Kamu juga dapat membuat video berupa pemandangan, jalan, kesibukan orang-orang, scrapbook, atau apa saja yang sesuai dengan cerita bukumu, padukan dengan narasi yang dibacakan narator. Cara ini lebih simpel, murah, dan bisa kamu lakukan sendiri. Kamu dapat mengambil video menggunakan kamera ponse, dan mengedit sendiri dengan mengisi narasi yang juga kamu bacakan sendiri.

  • Book trailer berupa motion comic. Pembuatannya sama saja, yaitu menuliskan skenario komiknya dulu, kemudian digambar sendiri atau meminta bantuan ilustrator. Cara membuat skenario komik bisa kamu baca di Tips Membuat Skenario Komik. Karena saya tidak bisa menggambar komik, saya bekerja sama dengan ilustrator. Tapi kalau kamu suka bereksperimen dan suka menggambar, buat saja sendiri, lumayan memangkas budget. Komik yang dibuat harus ber-layer-layer, supaya bisa dianimasikan. Selain gambar, musiknya mesti diperhatikan. Pengalaman saya sih, dulu berkolaborasi dengan penyanyi indie. Saya diberi izin menggunakannya, tentu dengan mencantumkan pemilik hak ciptanya. Contoh book trailer motion comic yang pernah saya buat bisa ditonton di
  • Book trailer berupa slide gambar. Slide-slide-nya bisa kamu isi dengan blurb bukumu, dan quotes-nya. Gambar yang digunakan sebaiknya milikmu, bisa berupa gambar kreasimu sendiri atau foto yang kamu ambil. Bila tidak memungkinkan, kamu bisa meminta bantuan teman, atau memakai foto/gambar yang hak ciptanya telah dibebaskan. Book trailer model ini pembuatannya sangat simpel dan tidak memerlukan budget tinggi.

2. Bagikan Teaser Bukumu.

Posting satu sampai dua bab karyamu di blog atau Wattpad agar bisa dibaca secara bebas. Sebelumnya kamu harus meminta izin dulu pada penerbit, karena sangat memungkinkan penerbit tidak memperbolehkannya. Cara ini lazim dilakukan pada penjualan e-book. Coba saja kamu buka google play book, kamu bisa mengakses beberapa bab pertama buku dengan gratis. Dengan begitu, Pembaca bisa menentukan apakah akan membeli karyamu atau tidak. Memang membutuhkan kepercayaan diri tinggi untuk menggunakan promosi cara ini.

3. Sebarkan Photo Quotes di Media Sosial

Kalau kamu termasuk penulis yang memilih personal branding aktif di media sosial, kamu bisa menyebarkan photo quotes bukumu di semua akun. Buat foto sebagus mungkin atau memakai foto yang bebas digunakan–tentu saja yang sesuai dengan quotes-nya, lalu sebarkan di Instagram, Twitter, Facebook, dan lainnya. Pilih quotes yang jleb sehingga pembaca tertarik pada bukumu.

kutipan foto contoh

Contoh photoquotes

4. Buat Behind The Book

Proses menelurkan karya selalu menarik dan berwarna-warni, tidak kalah seru dengan isi buku itu sendiri. Buat satu artikel curhat tentang proses pembuatan bukumu. Ceritakan bagaimana jatuh bangunnya riset yang kamu lakukan, pencarian penerbit–kalau ada drama penolakan bisa banget kamu masukkan, proses revisi yang membuatmu bermimpi buruk, sampai pemilihan cover yang bikin sedilema memilih pasangan. Bentuknya bisa juga dikreasikan. Misalnya saya mengkreasikannya menjadi fun fact.

Contohnya bisa kamu baca di Behind The Book: Di Balik Pelit dan Kisah Di Balik Cerpen Saya.

5. Bekerja Sama dengan Blogger Buku.

Supaya bukumu dari awal sudah ada gaungnya, bekerja samalah dengan para blogger buku untuk diresensi. Harap dicatat, kamu tidak bisa menyetir resensor untuk ‘hanya’ memberikan review bagus tanpa memasukkan kritikan. Itu terjadi secara alamiah, kalau karyamu memang matang, mereka sudah pasti akan memberikan apresiasi berbentuk pujian. Para resensor ini punya standar kualitas review yang sudah ditetapkan masing-masing, ketika mereka merekomendasikan buku, mereka juga sedang mempertaruhkan penilaiannya. Lebay? Tidak. Itu faktanya. Supaya kamu tidak drop ketika membaca masukan atau kritikan dalam ulasannya, ada baiknya kamu stalking dulu blog-blog para blogger buku itu. Kamu bisa memilih gaya review mana yang sesuai dengan karaktermu. Kalau kamu baperan, pilihlah resensor yang menyampaikan kritikan dengan halus. Para blogger buku itu bukan kepengin dapet buku gratisan, mereka membantu promosi buku karena murni atas kecintaan terhadap dunia literasi. Kalau bukumu dibaca banyak orang, mereka ikut bahagia.

PicsArt_08-10-06.26.09

Contoh review saya untuk novel Me Vs Daddy

6. Membuat Blog Tour

Ada kemiripan dengan meminta review dari blogger buku–salah satunya karena blog host biasanya memang blogger buku juga, dalam blog tour juga bukumu akan diulas. Bedanya, blog tour sepaket dengan giveaway, dan ada jadwal postingan berantai di beberapa blog. Kalau di-review saja oleh blogger buku, jadwalnya tidak pasti kapan-kapannya. Postingan blog tour juga bisa dipecah menjadi beberapa artikel. Misalnya artikelย review, artikel wawancara penulis, dan postingan giveaway-nya. Biasanya penerbit sudah mengakomodir promosi model ini. Penulis dan editor bisa berdiskusi mengenai pemilihan blog-blog yang akan diajak dalam blog tour bukumu. Ada beberapa kriteria memilih host blog, kualitas ulasannya, banyaknya followers akun media sosialnya, sampai seberapa ramai blognya. Sama seperti bentuk kerja sama dengan blogger buku, kamu bisa stalking dulu blog-blognya untuk menentukan blog host yang sesuai.

Contoh Blog Tour ketika saya menjadi blog host Blog Tour Novel Anak Pohon, Blog Tour Novel Tiger On My Bed [Review] , dan Blog Tour Novel Tiger On My Bed [Giveaway] .

Itu baru enam dari 12 cara mempromosikan buku. Artikelnya saya bagi menjadi dua postingan karena panjang-panjang. Akan saya sambung di artikel berikutnya. Semoga bermanfaat ya ^ _ ^ Boleh banget kamu share cara promosi bukumu di komentar, atau kirim buntelan buku ke rumah saya ๐Ÿ˜„

Advertisements

11 thoughts on “12 Cara Mempromosikan Buku [Bagian Pertama]

  1. Pertanyaan saya :

    1. Bagaimana cara membuat book trailer dengan modal minim? Apa cukup menampilkan profile penulis dengan bukunya dan testimoni dari yg sudah baca bukunya akan menarik?

    2. Apakah teknik2 yg ditulis disini bisa dilakukan buat mempromosikan blog? Atau hanya berlaku buat buku?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s