Sesungguhnya Aku Takut

PicsArt_05-01-07.53.50

Bertahun-tahun saya memiliki pikiran aneh. Tiap kali hidup ini melelahkan, saya akan berpikir, “Tuhan, beri saya sakit. Saya ingin istirahat di rumah sakit.” Percayalah, tak lama dari itu saya akan benar-benar sakit dan dirawat. Buat saya kamar RS begitu damai. Saya bisa tidur dengan lelap, sejenak benar-benar lepas dari beban hidup.

Saya menyukai banyak hal dari rumah sakit. Bau karbol, bau obat, para dokter, suster, dan banyak lagi. Bisa dibilang bukan sekali dua kali saya menginap di RS, begitu pula mengunjunginya. Rasi anak saya lahir di sana, waktu kecil dia seringkali sakit-sakitan hingga saya sudah merasa akrab dengan RS. Belum lagi riwayat saya yang pernah caesar, DBD, dan lainnya.

Namun kali ini, tak terbayangkan untuk saya. RS menjadi momok menakutkan. Seminggu yang lalu, ketika saya pergi ke Jogja untuk menghadiri satu acara, belum lagi acara berakhir, tubuh saya sudah menggigil. Saya pikir mungkin karena efek begadang dan perjalanan panjang. Apalagi sebelumnya pekerjaan saya padat sekali dua bulan terakhir. Saya pikir pasti kelelahan. Sambil menunggu kereta malam, saya dan Evi singgah di rumah sahabat kami, Rara. Di sana saya muntah hingga tak ada yang tersisa, ditambah migrain dan sakit perut kanan atas. Saya minum obat dua kali hingga akhirnya agak kuat untuk melakukan perjalanan ke Bandung.

Di Bandung, saya bedrest dua hari. Migrain menghilang, tapi sakit di perut tak mau hengkang. Saya tetap memaksakan bekerja di rumah sebisa mungkin untuk mengurangi tumpukan peer. Setelah hari kelima, sakitnya malah makin menjadi. Saya pikir, tak bisa dibiarkan. Harus diperiksa. Maka saya pun pergi ke dokter diantar Prajurit Rumput.

Betapa saya tak menyangka, bila ternyata ada kista di ginjal saya. Iya betul, kamu tak salah baca. Kista itu letaknya di ginjal. Saya pun baru tahu ada kista di ginjal. Sudah besar, dan tampak terinfeksi. Maka itu dokter menyarankan saya untuk operasi. Begitu diagnosa dokter Sabtu kemarin. Ya, secepat itu saya harus dioperasi. Hanya berselang dua hari sejak mendapat diagnosa dokter.

Maka di sinilah saya hari ini. Di rumah sakit. Tempat yang biasanya membuat saya damai, terasa begitu menakutkan. Tak usahlah saya jabarkan dengan detail apa-apa yang menjadi ketakutan saya. Saya yakin kamu pun telah paham. Perasaan saya menggigil. Namun sebisa mungkin saya tetap mencoba tersenyum. Sesungguhnya saya takut menghadapi besok. Tapi saya serahkan segalanya pada Dia sang pencipta saya. Pada Allah, tempat satu-satunya berserah. Semoga RS menjadi seterusnya apa yang ada dalam memori saya: Rumah Harapan.

Saya beruntung dikelilingi keluarga yang perhatian. Dikelilingi cinta yang begitu indah. Dipeluk hangatnya persahabatan para sahabat. Akan saya ingat gelombang kehidupan itu.

Bagi kamu yang membaca postingan ini, saya minta doa untuk kelancaran operasi besok. Terima kasih. Semoga Allah mendengar doa-doa kita. Amiin.

IMG_20160420_163048

Advertisements

41 thoughts on “Sesungguhnya Aku Takut

  1. Allah bersamamu epoy..
    insya Allah dikuatkan, dimudahkan, dilancarkan… aamiin..
    sesungguhnya penyakit dalam tubuh itu adalah peluruh dosa dalam tubuh..
    aku bersama juta juta doa untuk kebaikanmu kotak pandora..

  2. Eva… kuncinya tenang. Biarkan semua bergerak untuk menolongmu, percaya pada sekelilingmu mereka bergerak untuk menyelamatkan kita dari itu. Bebaskan fikiran, atur nafas, dengar, rasa, lemaskan segala otot dan syaraf. Bismillah, niatkan berobat dan operasi karena Allah.
    Semangat, ya, Va. Semua proses pasti bisa dilewati satu persatu lalu selesai. :*

  3. Allah… tempat kita bernaung. Semoga Allah… mengabulkan doa kita semua yang mendoakanmu Va :* semoga cepat sembuh kembar kesayanganku… love you Eva dan Evi.

  4. Hold on to Allah ya, Teteh sayang….
    You’re stronger than you’ve ever thought πŸ˜‰
    Doa yang deras dan peluk hangat dari jauh….

  5. Hold on to Allah, Teteh Sayang….
    You’re stronger than you’ve ever thought.
    Doa yang deras dan peluk hangat dari jauh….

  6. Eva alhamdulillah operasinya sudah ya , maaf belum bisa menjenguk, cepet pulih eva, sehat kembali agar bisa terus berkarya lagi aamiin peluuukkk eva

  7. Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya.jadi selalu berfikir positif saja.semoga Allah cepat memberi kesembuhan

  8. Pingback: Kista Ginjal Mengantarkan Saya Pasa Salah Satu Momen Luar Biasa dalam Hidup | Taman Bermain Drop Dead Fred

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s