Review dan Giveaway Novel “In (De) Kos” Karya Swasmita Buwana

PicsArt_04-08-12.01.58

Ini kali kedua saya membaca novel karya Swasmita Buwana. Saya mendapat kejutan darinya. Tentunya kejutan yang bagus. Sebelum membahas hal itu, saya mau memperkenalkan dulu siapa itu Swasmita Buwana.

Mita

Siapa Swasmita Buwana?

Biasa dipanggil Mita. Penyuka segala sesuatu berbau unyu, drama unyu, film unyu, komik unyu, novel unyu, terlebih pria unyu. Katanya kalau ketemu, kesan orang-orang padanya adalah kalem dan pendiam, tetapi setelah mengenalnya ternyata anaknya kelam dan tidak bisa diam.

Mau kenalan lebih jauh? Follow aja IG @swasmitabuwana dan atau Twitter @smasmitabuwana

Balik lagi ke novel In (De) Kos.

Data Buku

Judul : In (De) Kos

Penulis : Swasmita Buwana

Penerbit : Elex Media Komputindo

Tebal : 256 Halaman

Editor : Afrianty P. Pardede

ISBN : 9786020278520

Blurb :

Sadewo Subagja, cowok ganteng yang sok cool ini harus mengubur cita-citanya di ibu kota karena wajib mengemban amanah mulia dari sang eyang yang baru saja meninggal. Dewo, diberikan warisan berupa rumah kosan yang berisi perempuan-perempuan ‘ajaib’ se-Yogyakarta. Dewo harus menjalankan tugas sebagai bapak kosan dan bertanggung jawab dengan segala hal yang terjadi di kosan. Hidup Dewo menjadi sangat berwarna, tapi terkadang seperti berada di neraka. Ulah perempuan-perempuan ajaib itu membuat Dewo kewalahan. Panggilan-panggilan ‘ajaib’ pun ditujukan padanya: De, Wo, Dewo, Mas De, Pak De, Pak Kos, Pak Kos Ganteng, Mas Rangga, dan lain-lain. Belum lagi, Dewo harus meninggalkan pujaan hatinya yang berada di Jakarta. Rasanya Dewo tidak sanggup lagi menjalankan tugas yang hampir mirip kutukan ini.

Review Buku

Cover novel In (De) Kos ini unyu, dengan pemakaian warna-warna pastel dan gambar yang imut. Cukup menarik untuk membuat pembaca remaja berkeinginan membawa bukunya ke kasir ^_^ Judul yang dipilih sangat mewakili isi bukunya, Buat yang sedang atau pernah merasakan hidup kos-kosan, judul ini membangkitkan kepenasaran. Blurb novelnya sudah menggambarkan masalah-masalah yang dihadirkan dalam cerita, meskipun ada satu konflik penting tidak dituliskan di sana, padahal bagian itu paling menarik menurut saya.

Dari blurbnya, sudah terbayang kalau novel ini melibatkan banyak tokoh, meski dengan satu tokoh sentral. Tapi terbayangkah bagaimana menghidupkan banyak sekali tokoh dalam novel, dengan memberi para tokoh itu porsi pas sehingga tidak hadir untuk menjadi sekadar tempelan? Itu bukan perkara mudah. Membuat satu tokoh ‘memorable‘ bagi pembaca saja sudah sulit. Memorable di sini bukan saja membuat pembaca ‘ngeuh’ dengan keunikan atau kekhasan satu karakter, tetapi membuat pembaca mengingat si tokoh sampai jauh ketika satu buku selesai dibaca. Jangankan membuat yang memorable, yang ‘jelas’ saja karakternya sudah peer banget.

Dalam In (De) Kos, yang ceritanya sudah mengambil kisah anak kos-kosan, mau tidak mau tentunya penulis ‘harus’ menghadirkan banyak karakter. Karena jelas beda rasanya kalau cerita tentang kosan dengan anak kos dua orang saja, mungkin lebih tepat jadi kisah di kontrakan dengan sentral konflik yang berfokus bukan pada interaksi anak-anak kos dan bapak kosnya.

Cinta? Ah, itu hanya alasan klasik pria yang menginginkan sesuatu tanpa ingin memberikan sesuatu. – Halaman 126 –

Lalu bagaimana dengan tokoh-tokoh dalam In (De) Kos? Tokoh-tokoh dalam In (De) Kos ini hampir seluruhnya komikal. Namun Mita berhasil memberikan perbedaan yang ‘jelas’ bagi 11 tokohnya. Masing-masing tokoh memiliki ciri khas sehingga pembaca tidak akan tertukar antara satu dan lainnya, apalagi ditambah dengan adanya ilustrasi beserta penjabaran karakter tiap tokohnya. Namun tokoh utama Sadewo dan Dini, masih terasa sekali ‘mirip’ dengan kedua tokoh utama dalam novel Mita sebelumnya: Pasangan Labil. Sepertinya Mita harus lebih mengeksplor lagi karakter-karakter tokoh utamanya, sehingga tidak membuat novel berikutnya menjadi kisah berbeda untuk tokoh yang ‘sama’. Kesamaan ini bukan hanya dari segi karakter, tapi juga tata bahasanya. Saya yakin Mita punya potensi lebih untuk menciptakan tokoh-tokoh di luar kotak-nya, tanpa meninggalkan ciri khas penulisannya. Karena terbukti Mita berhasil memberikan nuansa-nuansa berbeda pada tokoh-tokoh lain di luar Dewo dan Dini dalam novel ini.

Konflik dalam novel ini terbagi ke dalam dua bahasan besar. Pertama, konflik Sadewo dengan anak-anak kosannya. Kedua, konflik Sadewo dengan Dini. Meskipun konflik yang diketengahkan ‘banyak’ tetapi semuanya sama-sama ringan. Pembaca tidak membutuhkan energi besar untuk menyelami konflik-konfliknya saking ringannya. Mita memberikan keenam anak kos Sadewo masing-masing konflik yang dibahas dalam satu bab khusus untuk satu tokoh. Mulai dari masalah masakan yang membuat sakit perut, sampai mengangkat isu perjodohan. Di bagian-bagian inilah kelucuan banyak bertebaran, membuat saya senyum-senyum sendiri. Kemudian di bagian terpisah, dikisahkan bagaimana Sadewo mengejar cintanya. Bagian ini yang paling menarik buat saya. Terutama bagian prolog yang mengisahkan bagaimana Sadewo dan Dini berkenalan.

Lagi pula keseriusan lelaki juga dinilai dari saat mereka mencoba mendekati wanita tersebut, kan? – Halaman 206 –

Namun karena konfliknya diceritakan dengan cara hampir menyerupai sketsa-sketsa yang selesai saat itu juga, tidak ada kedalaman dalam semua konflik yang disuguhkan. Tapi bukan berarti pembaca tidak mendapat amanat dari sana. Tentu saja selalu ada yang bisa dipetik dari tiap kasus. Ada yang saya sayangkan, tokoh Sadewo ini kan lulusan S2 Manajemen UI,tapi latar pendidikannya itu tidak dijadikan konflik atau memberi warna berbeda pada cerita. Begini, apa gunanya Sadewo lulusan S2 dengan keluaran S1? Toh, tidak mengubah dan tidak berpengaruh apa pun dalam jalinan cerita. Sadewo tetap bapak kos yang sehari-harinya hanya melakukan rutinitas tidur-makan-nonton TV. Warna di sini semisal Sadewo mengelola kosannya dengan dasar pemikiran manajemen yang ketat, atau bagaimanalah ada sentuhannya. Karena sebagai lulusan S2, seharusnya Sadewo punya ‘impian’ yang ingin dia kejar, atau mungkin passion yang membuat kesehariannya lebih semarak. Mungkin kalau Mita membuat kelanjutan cerita In (De) Kos, itu bisa jadi pertimbangan untuk membangun konflik lebih dalam.

Kejutan yang saya mention di awal posting adalah kerapian tulisan Mita. Ada kemajuan beberapa tingkat dari segi teknik dibandingkan novel Mita terdahulu. Editing In (De) Kos pun rapi, hanya saya temukan dua typo dan penempatan tanda baca yang double.

Saya merekomendasikan novel ini bagi kamu yang suka bacaan super ringan dan kocak ^_^

ilustrasi indekos

Salah satu ilustrasi dalam novel In (De) Kos

Giveaway

Mau novel In (De) Kos? Ikutan giveaway-nya yuk. Caranya:

1. Follow akun twitter @swasmitabuwana dan @evasrirahayu

2. Twit info giveaway ini dengan tagar #GAInDeKos dan mention akun twitter saya dan Mita.

3. Jawab pertanyaan saya di kolom komentar dengan menyertakan akun twitter kamu.

Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?

4. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 8 sampai 14 April 2016. Pemenang akan dipilih sendiri oleh penulisnya dan diumumkan tanggal 15 April jam 8 malam di akun twitter saya @evasrirahayu

 

Advertisements

62 thoughts on “Review dan Giveaway Novel “In (De) Kos” Karya Swasmita Buwana

  1. Halo Mba Eva mau ikutan GA-nya y
    Akun twitter : @hervayulyanti
    Berhubung sekian lama pernah ngekost maka saya tentu akan milih tmn kosan itu :
    1. yang beda jurusan jd klo ada konflik aman ga lucu kan klo sekelas yg biasanya deket jd jauh
    2. truz klo dh beda jurusan plg seneng lg klo doi anak tajir di kampungnya pasalnya klo saya uda bokek bisa kasbon sama doi hahaha. 3. Dan yg paling penting dri itu semua saya plg demen pny tmn kosan yg ga neko2, yg bisa saling ingetin, slg berbagi satu sama lain, yg bisa saling mengisi aplg kita jauh dr keluarga.
    itu aza si mba salam kenal mba Eva & mb Mita ^^

  2. Ikut GAnya ya mbak…
    Akun twitter @trisulis98

    Seandainya ngekos, saya memilih ditengah teman- teman yang berbeda latar belakang ilmu, jenis pekerjaan, bahkan mungkin berbeda status sosial-ekonomi. Sepintas, mungkin akan terlihat sulit dan juga rawan konflik. Tapi sebenarnya, asal kita bisa membaur dan membawa diri dalam keberagaman tersebut, justru kita bisa banyak belajar dari suasana yang “penuh warna”.

  3. Halo mbak MIta dan Mbak Eva yang selalu bisa bikin ketawa 😀
    Kebetulan banget nih ada giveaway novel berbau anak kos, dan saya merasa terpanggil karena akan menjadi (calon) anak kos. Ahahah

    Kalau ditanya soal: “Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?” aku bakal jawab, punya temen yang satu pemikiran dan gak mengenal kata jaim entah itu lebih tua ataupun lebih muda, tapi pastinya tetep punya prinsip “yang tua menyayangi, yang muda menghormati”. Yah bisa disebut dia itu partner in crime hehe bisa diajak kerjasama, tapi dalam artian bukan kerjasama dalam hal kriminal loh. ahaha. Dan tentunya bukan penikung ulung. Sedih kan ya kalo punya temen suka makan temen sendiri? Huhu bisa-bisa ada spesies baru ditemukan bernama “temenovora”. ;’3;’3

    Yang dimaksud satu kost-an gak harus satu kamar kan, mbak? Aku rasa itu jawabanku mbak. Terimakasih^^

    Twitter: @2isnaif

  4. Ikutan ya, Mbak 🙂
    aku twitter: @anaphalisia

    Seandainya harus ngekos (lagi), saya berharap bisa punya teman kayak teman sekos saya dulu. Saling mengerti pribadi masing-masing. Enak diajak ngobrol, tidak nyebelin, dan tidak egois. Beda jurusan tidak masalah. Atau beda tabiat. Wajar, kok. Yang penting, kita nyaman satu sama lain. Dan yang terpenting, kita bisa hidup layaknya keluarga. 🙂

  5. Ikutan ya, Mbak 🙂

    Seandainya harus ngekos (lagi), saya berharap bisa punya teman kayak teman sekos saya dulu. Saling mengerti pribadi masing-masing. Enak diajak ngobrol, tidak nyebelin, dan tidak egois. Beda jurusan tidak masalah. Atau beda tabiat. Wajar, kok. Yang penting, kita nyaman satu sama lain. Dan yang terpenting, kita bisa hidup layaknya keluarga

  6. Ikutan ya, Mbak 🙂
    akun twitter: @anaphalisia
    Seandainya harus ngekos (lagi), saya berharap bisa punya teman kayak teman sekos saya dulu. Saling mengerti pribadi masing-masing. Enak diajak ngobrol, tidak nyebelin, dan tidak egois. Beda jurusan tidak masalah. Atau beda tabiat. Wajar, kok. Yang penting, kita nyaman satu sama lain. Dan yang terpenting, kita bisa hidup layaknya keluarga 🙂

  7. Twitter: @imahreana

    Yg seumuran, biar bisa diajakin ngeceng bareng, semisal mepetin cowok2 ganteng yg cuma bisa diliatin doang tanpa bisa di milikkin #eaaakkk haha
    Yg gampang nrimo, semisal saya berangkat pagi dan dia siang dan gk sempat nyuci baju dan bersih2 kosan, bisa nitip sekalian dan dia hayuk aja begitupun sebaliknya *barter haha 😂
    Yg engga pelit, mulai dri barang ataupun duit haha. Semisal pas akhir bulan, yg duit tinggal menipis dan kadang gk ada sama sekali, dia nraktir makan ya walaupun cuma mie instan sama telur doang yg penting kenyang. Sama pas tiba2 tamu bulanan datang dan persediaan pembalut kagak ada, mana harus buru2 berangkat, mau ke toko depan gk sempet jadi bisa minta dengan berdalih ntar gw ganti wkwk *ini bener bnget aseli haha 😝
    Yg seiman juga, biar bisa sahur bareng, puasa bareng, ngabuburit bareng, buka puasa bareng dan merayakan idul fitri masing2 *iyalah orang pulang kampung sendiri2 haha 😂
    Dan juga yg enak di ajakin curhat, dalam hal apapun. Yg gk cuma kok gitu? Masa sih? Ya udah sabar yah! *duuhhh please deh, dunia ini sudah panggung sandiwara dan kamu juga jangan ikutan juga 😌
    Kasih saran, nasehat ataupun pelukan, karna apa? Dikota ini kita hanya sendiri, mudah sekali terhuyung angin klw pegangannya kurang erat *bahasanya haha ✌

  8. Twitter: @imahreana

    Yg seumuran, biar bisa diajakin ngeceng bareng, semisal mepetin cowok2 ganteng yg cuma bisa diliatin doang tanpa bisa di milikkin #eaaakkk haha
    Yg gampang nrimo, semisal saya berangkat pagi dan dia siang dan gk sempat nyuci baju dan bersih2 kosan, bisa nitip sekalian dan dia hayuk aja begitupun sebaliknya *barter haha 😂
    Yg engga pelit, mulai dri barang ataupun duit haha. Semisal pas akhir bulan, yg duit tinggal menipis dan kadang gk ada sama sekali, dia nraktir makan ya walaupun cuma mie instan sama telur doang yg penting kenyang. Sama pas tiba2 tamu bulanan datang dan persediaan pembalut kagak ada, mana harus buru2 berangkat, mau ke toko depan gk sempet jadi bisa minta dengan berdalih ntar gw ganti wkwk *ini bener bnget aseli haha 😝
    Yg seiman juga, biar bisa sahur bareng, puasa bareng, ngabuburit bareng, buka puasa bareng dan merayakan idul fitri masing2 *iyalah orang pulang kampung sendiri2 haha 😂
    Dan juga yg enak di ajakin curhat, dalam hal apapun. Yg gk cuma kok gitu? Masa sih? Ya udah sabar yah! *duuhhh please deh, dunia ini sudah panggung sandiwara dan kamu juga jangan ikutan juga 😌
    Kasih saran, nasehat ataupun pelukan, karna apa? Dikota ini kita hanya sendiri, mudah sekali terhuyung angin klw pegangannya kurang erat *bahasanya haha ✌😍

  9. @ten_alten

    “Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?”
    –>>
    aku anak kosan, dan temen-temenku sesuai harapanku.. ^^/
    mereka gila–dalam artian nggak jaim, mereka berbagai macam semester, mereka berbagai macam jurusan, mereka macem-macem sifatnya tapi sama-sama care sama sesama penghuni kos, mereka punya kesukaan yang berbeda, kami saling berbagi–bahkan kamar kos pun jadi kamar bersama :D, walau sebebas apapun tapi tetep tau batas dan kesopanan tentang privasi ^^, mereka bisa diajak serius dan juga bisa diajak santai dan menggila bersama, yang pasti adalah mereka itu temen suka-duka ketika jauh dari rumah.. mereka keluarga kedua.. ^^
    ketika nyari aku dan aku nggak ada di kamarku, bisa jadi aku lagi tidur di kamar lain, begitu pula yang lain (masih tetap jaga privasi kok, nggak pada nritik).. 😀

    proud of you, guys.. as good as my expectation.. ^^/

  10. Twitter: @hananydubu_babo

    Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?

    Aku pengen punya temen sekosan yang berbeda jurusan, soalnya juga kalau sejurusan itu waktu kita ada masalah di kampus *hehehe.. saya mahasiswa* bisa kebawa sampai ke kos. Padahal kos itu ibarat rumah kedua, disana tempat para mahasiswa untuk istirahat melepas stress setelah seharian diajar oleh dosen yg seringnya killer2. Aku juga pengen punya temen yang orangnya baik hati tentunya juga kocak, bukan tukang gosip, engga munafik, orangnya bukan yang ‘didepan baik tapi dibelakang nyinyir’, suka juga temen kos yang low profile dan dianya itu down to earth banget. Intinya emang pingin punya temen sekos yang baik, selalu mengerti keadaan teman saat dalam kesusahan. Tidak apatis dan mementingkan pribadi belaka melainkan juga kepentingan bersama. Wish me luck 🙂 salam kenal ya mba

  11. Twitter: @hananydubu_babo

    Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?

    Aku pengen punya temen sekosan yang berbeda jurusan, soalnya juga kalau sejurusan itu waktu kita ada masalah di kampus *hehehe.. saya mahasiswa* bisa kebawa sampai ke kos. Padahal kos itu ibarat rumah kedua, disana tempat para mahasiswa untuk istirahat melepas stress setelah seharian diajar oleh dosen yg seringnya killer2. Aku juga pengen punya temen yang orangnya baik hati tentunya juga kocak, bukan tukang gosip, engga munafik, orangnya bukan yang ‘didepan baik tapi dibelakang nyinyir’, suka juga temen kos yang low profile dan dianya itu down to earth banget. Intinya emang pingin punya temen sekos yang baik, selalu mengerti keadaan teman saat dalam kesusahan. Tidak apatis dan mementingkan pribadi belaka melainkan juga kepentingan bersama.

    Salam kenal ya mba 🙂

  12. Twitter: @hananydubu_babo

    Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?

    Aku pengen punya temen sekosan yang berbeda jurusan, soalnya juga kalau sejurusan itu waktu kita ada masalah di kampus *hehehe.. saya mahasiswa* bisa kebawa sampai ke kos. Padahal kos itu ibarat rumah kedua, disana tempat para mahasiswa untuk istirahat melepas stress setelah seharian diajar oleh dosen yg seringnya killer2. Aku juga pengen punya temen yang orangnya baik hati tentunya juga kocak, bukan tukang gosip, engga munafik, orangnya bukan yang ‘didepan baik tapi dibelakang nyinyir’, suka juga temen kos yang low profile dan dianya itu down to earth banget. Intinya emang pingin punya temen sekos yang baik, selalu mengerti keadaan teman saat dalam kesusahan. Tidak apatis dan mementingkan pribadi belaka melainkan juga kepentingan bersama.

    Salam kenal ya mba 🙂

  13. @rinicipta

    Aku sekarang lagi jadi anak kos, mbak. Tapi sayang nggak ada bapak kos yang kayak Mas Dewo *plak* *salahfokus* Aku pengin punya temen kos
    -Yang nggak suka asal masuk pas main ke kamar dan gangguin hahaa.. Kamarku lebih sering berantakan jadi nggak enak aja kalau dia tiba-tiba nyelonong, dan aku juga pasti ngerasa malu banget.
    -Yang punya kesadaran, nggak cuek dan mau diajak kerjasama. Karena seringnya kita dibekali dapur dan kamar mandi yang harus digunakan bersama. Ada yang suka make aja, tapi nggak mau sekalian bersihin dan ngerapiin. Kalau kotor bikin nggak nyaman kan? Paling bete sama yang kayak gini!
    -Yang nggak seangkatan, sejurusan dan sekelas. Well, ini pendapat pribadi banget sih. Ada yang malah nyaman sama temen rantauan yang jadi deket karena kesehariannya ketemu terus. Tapi kalau aku sih nggak suka karena makin sering ketemu juga bisa jadi pemicu adanya konflik, biar nggak bosen juga ketemu dia lagi dia lagi ~
    Meskipun di kosan sekarang, bisa dibilang aku netral nggak terlalu deket dengan penghuni lain tapi aku ngerasa udah nyaman dan males pindah lagi. Pengalaman nge-kos bener-bener pengalaman yang mendewasakan 😀

  14. @noeranggadila

    Kepingin punya temen sekosan yang macem-macem, tapi gak terlalu berisik, supel, kadang dingin tapi konyol, baik hati dan suka menolong, mau berbagi makanan di saat-saat membutuhkan, dan enak di ajakin ngobrol. Dan juga suka mengingatkanku akan hal-hal yang sering aku lupa, kaya ngunci pintu dan lainnya

  15. Kalau kamu ngekos, pengen punya temen sekosan kayak apa sih?

    Wah, novelnya bikin ngiler pengen cepet-cepet ngekos ih! Baca pertanyaannya aja sukses bikin pikiranku mulai menghayal. Oke, kriteriaku gak muluk-muluk, kok. Ini dia;

    Yang pertama cewe tulen, ya. Amit-amit dah kalo ketemunya yang belok atau lgbt. Bisa bayangin, kan? Serem.

    Kedua, yang bisa menjelma bestie, saudara, atau bahkan jadi pengganti ibu. Lebih-lebih kalo bisa merangkap ketiga-tiganya. Wah, temen-sekostan-able banget! Ehehehe.

    Trus yang terakhir, walaupun dari latar belakang dan kepribadian yang berbeda, tapi kalo bisa punya hobi yang sama. Biar bisa ke tokbuk bareng, nobar drakor, travelling bareng, dan apapun lah. Atau minimalnya, bisa diajak ‘nge-bareng’. Pasti asik. Banget. Jadi pengen!

    Oke, mungkin cuma itu khayalan saya, Kak. Terimakasih kesempatannya! Semoga beruntung dengan novelnya, ehehe.

    @falfanyfitri

  16. @tewtri

    Sebenarnya ngekos bukan sesuatu hal yang asing buat saya. Dulu, jaman-jaman saya ngekos, rasanya nano-nano sekali. Dengan cukup banyak kepala, saya sering dibuat mendesah lelah atau tertawa girang. Ada yang kerjaannya ‘gedebuk-gedebuk’ di lantai atas saat tengah malam buta, tanpa mikirin saya yang susah tidur karenanya. Ada yang hobinya mandi ‘byur-byur’ di pagi-pagi buta. Ada yang kadang ngungsi tidur dan bikin yang punya kamar insomnia gegara suara ngorok mirip kodoknya. Ada lagi yang tiap malamnya ngegalauin cowok-cowok. Astaga, kalau inget ingin mesem-mesem gaje deh. Dan, kalau ditanya mau dapat teman ngekos yang seperti apa? Saya ingin satu paket, kosan yang sama, ibu kostan yang sama, juga teman-teman yang itu-itu lagi. Mereka kadang suka ngeselin, tapi mereka teman-teman yang hebat. Kurang lebih tiga tahun bareng-bareng, bukuan sekadar teman, satu sama lain kita sudah menganggap sebagai keluarga sendiri. Rindu.

  17. Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?

    Sebenarnya aku memang anak kosan 😂 dan teman satu kos-ku, semuanya rada-rada sableng dan ada salah satunya yang sangat misterius. Ketika malam dia keluar, namun di pagi hari dia tidak pernah keliatan-_- dan letak kamarnya itu di pojokan, makin misterius aja kan(?)

    Seandainya aku akan mendapat teman kos baru, tentu teman kos lamaku jangan sampai menghilang, karena teman itu tidak bisa tergantikan walaupun menjengkelkan setengah ubun-ubun 😅 pokoknya teman kos-ku yang baru, janganlah gila seperti yang lainnya. Tak sanggup adek bang! 😭 yang jelas teman kos-ku itu harus pandai masak, baik, suka berbagi dan perhatian. Kayanya jika punya temen kos seperti ini, aku akan menjadi anak kos yang merdeka. Aku tidak akan menjadi Daivara yang kurus kering, tetapi Daivara yang sehat dan bergizi 🙈 walaupun teman kos-ku yang sekarang merupakan orang yang baik, namun dalam hal makanan, mereka akan berubah menjadi penyihir jelek yang menyeramkan. Apalagi tanggal tua. Mereka tidak akan sudi membagi makanannya kepada diriku, manusia yang selalu kelaparan dan memiliki jutaan tempat untuk makanan di dalam perut buncit ini. Aku curiga kalau aku cacingan. Hmmmz. Jika aku punya teman yang suka berbagi, pandai memasak dan tentunya perhatian, pasti dia akan selalu membagi makanannya kepadaku 😁 aku tidak perlu mengemis makanan lagi, karena ada yang sangat perhatian padaku, uwuwuwu. Selain itu, dia harus bisa di ajak bergosip mengenai artis-artis Korea! Atau tidak anime yang hitz setiap musimnya ☺️ jangan pendiem gitu, kurang asik kayanya. Setidaknya bisa ngomong tapi ga overdosis, bisa bercanda tapi ga overdosis juga, dan jangan sampai terlalu sableng. Aku juga butuh teman yang normal, bukannya overdosis ‘normal’ karena aku takut jika aku makin gila kalau terlalu lama berkumpul dengan yang kurang waras. Hmmz. *langsung di timpuk sama satu kosan*

    Teman kos-ku yang baru juga jangan sampai takut sama hantu, setidaknya ada yang berani untuk memberantas hantu-hantu nakal di kosan-ku. Teman-temanku yang lain memang penakut, melihat kuntilanak ngambil ikan yang baru di goreng pun mereka langsung teriak. Padahal aku cuma pingsan. Dasar penakut! *kayanya jadi ngawur*

    Sekian, terima kasih:)

    @dairezuki

  18. Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?

    Pengin punya teman kos yg ibadahnya rajin biar ketularan rajin ibadah, yg pengetahuannya luas biar bisa nggak ketinggalan informasi, yg royal biar bisa dapet gratisan makan hehe…, yg humoris supaya gak bete dan galau kalau lagi sedih, dan yg bisa saling percaya supaya ada teman curhat yg bisa memberikan solusi dan bisa menjaga rahasia gak bocor seantero kosan. Pokoknya aku bisa mendapatkan pelajaran/hal-hal yg baru dan baik dari berteman dengan teman kosan itu.

    @nunaalia

  19. Ikutan yaaakkk….
    @Endah_Agustin
    Pengen punya temen kos seperti apa?

    ahahay….5 tahun ngekos, 3 kali ganti kos, 3 kali pula ganti temen kamar kos bikin saya hapal dan paham hidup ber’kosan (bukan berumah tangga yaaa, hihi) seperti apa.
    Temen kamar kos saya itu rata-rata sifat dasarnya sama, sama-sama cerewet, sama-sama santai, & sama-sama somplak, wkwkwkwk…
    Paling kangennya sama mereka itu waktu malem hari. Jadi kita itu sama-sama makhluk nocturnal, yang aktif dimalam hari…kita biasa banget tuh makan berat jam 12 malem, nyanyi-nyanyi nggak jelas jam 2 malem, atau nangis-nangis lebay lepas nonton drama korea jam 4 menjelang subuh,
    Jadi kangen sama mereka 😦
    Back to temen kos, semua pasti pengen ya dapet temen kos yang baik, pengertian, rajin bersihin kos, rajin masak, jadi hidup kita di kos sejahtera, damai, & sentosa tapi sayang yang kayak gitu cuman ada di novel aja…hahahaha…
    Intinya saya sih suka sama temen kos yang paham akan tanggung jawabnya masing-masing mulai dari urusan piket, iuran, kamar kos, sampai duit. Kalo ada waktunya lagi males piket atau nggak ada duit bayar iuran bisa saling terbuka dan dikomunikasikan bersama, tapi juga jangan terus-terusan malesnya ntr yang ada pasti terjadi konflik. Masalah sesama temen kos itu paling sering ya karna nggak paham tanggung jawabnya. Jadi aku kasih tau motto hidup per”kosan ku dulu dengan temen-temenku yaa…”Sama-sama anak kos, sama-sama perantauan, sama-sama pernah merasakan hidup “kere” harus saling membantu & dilarang saling merepotkan yang berlebihan” hihi
    eelaaahhh….aku bahasnya serius amat yaakk…hihi
    makasih udah dikasih ijin ngerusuh 🙂

  20. @yutakaNoYuki

    Haloo mbk, ikutan GA-nya ya …
    Kalau aku ingin punya temen se-kost yang bisa diajak menggila bersama 😀
    Bisa jadi partner in crime, tapi bisa juga saling ngingetin kalau kegilaan kita udah terlampau jauh. Kalau bisa sih temen se-kost ini juga jadi sahabat gitu.
    Terus baik aku atau temen se-kost itu bisa deket tapi tetep saling menghargai atau menghormati privasi masing-masing, artiny sedeket apapu n kita gak boleh ada yang melanggar daerah pribadi masing-masing 🙂

  21. Ikutan yaaakkk….
    @Endah_Agustin
    Pengen punya temen kos seperti apa?

    ahahay….5 tahun ngekos, 3 kali ganti kos, 3 kali pula ganti temen kamar kos bikin saya hapal dan paham hidup ber’kosan (bukan berumah tangga yaaa, hihi) seperti apa.
    Temen kamar kos saya itu rata-rata sifat dasarnya sama, sama-sama cerewet, sama-sama santai, & sama-sama somplak, wkwkwkwk…
    Paling kangennya sama mereka itu waktu malem hari. Jadi kita itu sama-sama makhluk nocturnal, yang aktif dimalam hari…kita biasa banget tuh makan berat jam 12 malem, nyanyi-nyanyi nggak jelas jam 2 malem, atau nangis-nangis lebay lepas nonton drama korea jam 4 menjelang subuh,
    Jadi kangen sama mereka😦
    Back to temen kos, semua pasti pengen ya dapet temen kos yang baik, pengertian, rajin bersihin kos, rajin masak, jadi hidup kita di kos sejahtera, damai, & sentosa tapi sayang yang kayak gitu cuman ada di novel aja…hahahaha…
    Intinya saya sih suka sama temen kos yang paham akan tanggung jawabnya masing-masing mulai dari urusan piket, iuran, kamar kos, sampai duit. Kalo ada waktunya lagi males piket atau nggak ada duit bayar iuran bisa saling terbuka dan dikomunikasikan bersama, tapi juga jangan terus-terusan malesnya ntr yang ada pasti terjadi konflik. Masalah sesama temen kos itu paling sering ya karna nggak paham tanggung jawabnya. Jadi aku kasih tau motto hidup per”kosan ku dulu dengan temen-temenku yaa…”Sama-sama anak kos, sama-sama perantauan, sama-sama pernah merasakan hidup “kere” harus saling membantu & dilarang saling merepotkan yang berlebihan” hihi
    eelaaahhh….aku bahasnya serius amat yaakk…hihi
    makasih udah dikasih ijin ngerusuh:)

  22. @aauliaf
    Kalau aku ngekos, aku kepengennya punya temen sekosan sperti apa?

    Jujur,,.. cita rasa sperti manis, pahit, asin, dan asemnya jadi anak kos2an jd hal yg sulit untuk kucicipi. Katakan saja orangtuaku merupakan ortu yg overprotective… jadi tidak heran mereka gak bakalan pernah ngizinin aku untuk tinggal di kos2an, berhubung rumahku juga gak jauh2 amat dari kampus. Setiap aku mampir di kosan temenku, pasti bayangan diriku lagi ngekos slalu terlintas dibenakku, dan diantara bayang2 itu yang paling sering muncul ialah karakter orng2 yg bakalan jadi temen kos aku. Kalau mau dirinci sih mereka seperti ini:
    1. Mereka adalah orang2 yang trustworthy dengan karakter yang berbeda2.
    Jadi walaupun karakter mreka berbeda2 mereka orangnya dapat dipercaya. Ada yang baik, judes, serius, pemarah, pemalu, supel, nyentrik, rocknroll, clumsy etc. Dan kurasa setiap perbedaan inilah yg akan mewarnai hidupku dalam kosan tersebut. Walaupun perbedaan seringkali menyebabkan intrik/konflik tapi disinilah aku dapat bersosial, mengenal segala bentuk jenis karakter manusia sebelum keluar ke dunia yang lebih luas lagi, belajar bagaimana cara menghadapi, bersikap serta berinteraksi dengan mereka.
    2. Mereka cewek dan cowok. Seringkali kos cewek dan cowok dipisah demi mencegah terjadinya hal yg ‘tidak2’, Kita, indonesian people, tentu masih memegang norma dan nilai2 mengenai hal ini. Tapi kembali ke point satu tadi ‘penghuni kos ini merupakan orang yang trustworthy’… dalam hal ini mereka juga dapat dipercaya akan sikap&kelakuannya untuk tidak melanggar norma2 tersebut. Soo I choose to have different genders in my kos(but still underline the point 1).. alasannya? Agar kita para cewe punya pihak yang bisa diandalkan.. semisalnya saja terjadi sesuatu dikosan dan katakanlah hanya para kaum adam yang dapat menyelesaikannya, tentu saja keberadaan mereka bakalan jadi hal yang akan sangat2 kami syukuri. Dann msih banyak lg yang mau aku rinci dari statement tsb, tapi secara garis besar seperti itulah. Oh! Masih ada satu lagi, akan lebih bagus lagi kalau selain dapat diandalkan mereka juga gentle dan tamvan2 gituu *evillaugh.
    3. Asal mereka berbeda2. Sperti, Kota asal berbeda2.. jadi disini kita juga bisa saling sharing tentang kebudayaan atau bahasa masing2 (kan ‘keren’ tuh kalau kita pada bicara dengan bahasa dan logat masing2 😀 ). Lalu, Fakultas yg berbeda2, nah disini kita juga bisa memperluas jaringan kita, kita nggak cuman stuck dalam fakultas kita doang, “teman ‘teman kita’ bisa jd teman kita”..
    ehem kira2 sperti itulah bayanganku mengenai teman kos idaman yang ingin kumiliki. 😁😁 penasaran sm isi novel ini.
    Jika ada salah kata mohon dimaafkan. Wassalam 🙂

  23. @aauliaf
    Kalau aku ngekos, aku kepengennya punya temen sekosan seperti apa?

    Jujur,,.. cita rasa manis, pahit, asin, dan asemnya jadi anak kos2an merupakan hal yg terasa imposible tuk kucicipi. Katakan saja orangtuaku merupakan ortu yg overprotective… jadi tidak heran mereka gak bakalan pernah ngizinin aku tinggal di kos2an, berhubung rumahku juga gak jauh2 amat dari kampus. Setiap aku mampir ke kosan tmen, pasti bayangan mengenai diriku ngekos selalu terlintas dibenakku, dan diantara bayang2 itu yg paling sring muncul ialah karakter dr orng2 yg bakalan jd temen kosku. Kalau mau dirinci mereka sperti ini:
    1. Mereka adalah orang2 yang trustworthy dengan karakter yang berbeda2.
    Jd walaupun karakter mreka berbeda2 mereka orgnya dapat dipercaya. Ada yang baik, judes, serius, pemarah, pemalu, supel, nyentrik, rocknroll, clumsy etc. Kurasa perbedaan inilah yang akan mewarnai hidupku dalam kosan tersebut. Walaupun perbedaan seringkali menyebabkan intrik/konflik tapi disini aku juga dapat bersosial, mengenal segala bentuk jenis karakter manusia sebelum keluar ke dunia yg lebih luas lagi, belajar bagaimana cara menghadapi, bersikap serta berinteraksi dgn mereka.
    2. Mereka cewek dan cowok.
    Seringkali kos cewek dan cowok dipisah demi mencegah terjadinya hal yg ‘tidak2’, Kita, Indonesian people, tentu msih memegang norma dan nilai2 mengenai hal ini. Tp kembali ke point satu tadi ‘penghuni kos ini merupakan orang yang trustworthy’… dalam hal ini mereka juga dapat dipercaya akan sikap&kelakuannya untuk tidak melanggar norma2 tersebut. Soo I choose to have different genders in my kos(but still underline the point 1).. alasannya? Agar kita para cewe punya pihak yg bs diandalkan.. semisalnya saja terjadi sesuatu di kos dan hanya para kaum adam yg dpt menyelesaikannya, tentu saja keberadaan mereka akan menjadi hal yg sangat2 kami syukuri. Dann msih banyak lagi yabg ingin aku rinci dari statement tsb, tp secara garis besar sperti itulah. Oh! Masih ada satu lg, akn lebihh bagus lg kalau selain dpt diandalkan mreka juga gentle dan tamvan2 gituu *evillaugh.
    3. Asal mereka berbeda2.
    Seperti Kota asal berbeda2.. jadi disini kita juga bisa saling sharing tentang kebudayaan atau bahasa masing2 (kan ‘keren’ tuh kalau kita pada bicara dengan bahasa dan logat masing2 :D). Lalu, Fakultas yg berbeda2, nah disini kita jg bisa memperluas jaringan kita, kita nggak cuman stuck dalam fakultas kita doang, “teman ‘teman kita’ bisa jd teman kita”..

    Hm.. itulah bayangan mengenai teman kos yang ingin kumiliki. 😁😁 penasaran banget dngan isi novel in(de)kos ini. Jika ad salah kata mohon dimaafkan. Wassalaam 🙂

  24. @hensus91

    Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?
    Kebetulan aku alumni anak kos. Dan selama 4 tahun ngkos ada banyak macam teman kos yang aku temui. Dan kos tersetia adalah
    1. Bisa jadi teman cerita. Jaman ngekos aku bisa dibilang juru dongeng untuk teman-temanku, jadi aku suka kalau punya teman kos yang bisa mengimbangi dan bukan sekedar menjadi pendengar. Ada timbal baliknya gitu.
    2. Bisa jadi teman insomnia. Dulu aku susah tidur sebelum lewat jam 12, jadi suka kalau ada teman yang bisa menemani selama menunggu kantuk itu datang pastinya sangat bersyukur.
    3. Teman menggila. Jadi dia bisa mengimbangiku saat melakukan hal-hal aneh, lucu dan memalukan. Pernah suatu malam saat aku sedang banyak pikiran mereka menemaniku ke tengah lapangan dekat kosan dan kami bernyanyi gila-gilaan di sana. Walaupun sempat dimarahi Pak RT tapi senang karena aku bisa melepaskan beban pikiran sejenak.
    4. Tidak jaim. Dengan begitu kami bisa melakukan Point 3 tanpa sungkan.
    5. Bisa diajak berbagi. Kebiasaan anak kos adalah saling berbagi makanan, minuman, perlengkapan mandi bahkan bertukar pakaian. Jadi kami saling bantu, terutama kalau salah satu kekurangan uang bulanan atau belum dikirimi. Bayangkan gimana nasib anak kos kalau tidak ada yang bisa membantu saat kanker melanda 😀
    6. Perhatian dan pengertian. Mereka bisa menjaga perasaan sesama anak kos. Menjaga ucapan dan tindakan. Bukan hal yang menyenangkan kalau tinggal seatap dan tidak ada perhatian dan rasa saling mengerti. Kaya dipaksa tinggal seatap sama musuh gitu. Canggung. Sering salah paham. Ada satu temanku yang mengalami ini, dan aku yang cuma nonton rasanya jadi canggung juga.
    7. Sopan dan tahu diri. Ini wajib. Jadi dia bisa menjaga sikap dan paham mana-mana dari barangku yang bisa dia manfaatkan, dan mana yang tidak.

    Demikian dan terima kasih kesempatannya 🙂

  25. Akun twitter: @choco_ba_nana

    Mau ikutaaaaaaaannnn….

    Saya sih simpel aja, mau temen kos yang jago dan suka beres-beres 🙂
    (tadinya mau sekos sama Doraemon gitu biar bisa pake pintu ajaib supaya enggak telat kuliah, tapi nanti saya disangka sinting)

    Dulu pernah punya temen satu kos yang hobi banget bersih-bersih dan beres-beres. Wiiih…. berasa ratu banget saya :DD Bangun tidur, kasur langsung diberesin. Selesai belajar, buku langsung dirapihin. Selesai makan, sampahnya langsung dibuangin dan lantai langsung dipel kalau ada sisa makanan yang jatuh ke lantai. Pulang ke kosan, pasti selalu kinclong 😀

    [Na, situ nyari temen kosan apa pembantu?]

  26. Hai kak, nyoba ikutan 🙂
    twitter : @bahrul_xp

    -Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?

    Aku sendiri belum pernah ngkos sih, tapi kalo ngebayangin ngkos, kepengen punya temen yang alim pastinya, biar bisa ngajak saya kalo tledor ibadah :3, terus yang humoris tentunya. Temen yang bisa diajak diskusi juga kerja bakti membangun kos yang asyik :D. Selain itu temen kos idaman itu yang mau ngasih pinjeman utang kalo lagi krisis moneter, hehe.

    Itu kak temen kos yang saya pingin. Terima kasih.

  27. twitter: @bahrul_xp

    -Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?

    Sebenarnya saya belum pernah merasakan serunya jadi anak kos sih, tapi kalo bayang-bayang teman yang saya inginkan buat jadi teman sekosan sih ada.

    Yang pertama itu dia alim, soalnya kalo dianya taat ibadah pasti saya jadi ikut-ikutan semangat buat ibadah.

    Kedua dianya humoris. Pastinya kalo ini banyak orang yang suka.

    Ketiga, bisa diajak berdiskusi, dan kerja bareng. Karena kalo ngkos terus temennya pemalas kan gak asyik beres-beres kosan sendiri.

    Dan yang terakhir dia mau ngutangin kalo saya lagi krisis duit. 😀

    Segitu aja lah keinginan saya. Terima kasih.

  28. twitter: @bahrul_xp

    -Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?

    Sebenarnya saya belum pernah merasakan serunya jadi anak kos sih, tapi kalo bayang-bayang teman yang saya inginkan buat jadi teman sekosan sih ada.

    Yang pertama itu dia alim, soalnya kalo dianya taat ibadah pasti saya jadi ikut-ikutan semangat buat ibadah.

    Kedua dianya humoris. Pastinya kalo ini banyak orang yang suka.

    Ketiga, bisa diajak berdiskusi, dan kerja bareng. Karena kalo ngkos terus temennya pemalas kan gak asyik beres-beres kosan sendiri.

    Dan yang terakhir dia mau ngutangin kalo saya lagi krisis duit. 😀

    Segitu aja lah keinginan saya. Terima kasih.

  29. twitter: @bahrul_xp

    -Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?

    Sebenarnya saya belum pernah merasakan serunya jadi anak kos sih, tapi kalo bayang-bayang teman yang saya inginkan buat jadi teman sekosan sih ada.

    Yang pertama itu dia alim, soalnya kalo dianya taat ibadah pasti saya jadi ikut-ikutan semangat buat ibadah.

    Kedua dianya humoris. Pastinya kalo ini banyak orang yang suka.

    Ketiga, bisa diajak berdiskusi, dan kerja bareng. Karena kalo ngkos terus temennya pemalas kan gak asyik beres-beres kosan sendiri.

    Dan yang terakhir dia mau ngutangin kalo saya lagi krisis duit. grin emotikon

    Segitu aja lah keinginan saya. Terima kasih

  30. twitter: @bahrul_xp

    -Kalau kamu ngekos, kepengin punya temen sekosan kayak apa sih?

    Sebenarnya saya belum pernah merasakan serunya jadi anak kos sih, tapi kalo bayang-bayang teman yang saya inginkan buat jadi teman sekosan sih ada.

    Yang pertama itu dia alim, soalnya kalo dianya taat ibadah pasti saya jadi ikut-ikutan semangat buat ibadah. Beruntung juga kan, kalo tiap hari dapet kultum 😀

    Kedua, humoris. Lumayan, bisa dijadiin hiburan gratis dikala gundah, galau, merana :v

    Ketiga, bisa diajak berdiskusi dan kerja bareng. Bayangin kalo ngekos terus temennya pemales, kan gak asyik beres-beres kosan sendiri, nyapu sendiri, ngapa-ngapain sendiri. *eettt… dikira angka 1 ya, sendiri mulu :P*

    Dan yang terakhir, dia mau ngutangin kalo saya lagi krisis duit :v amit-amit punya temen kosan pelit.

    Segitu aja lah keinginan saya. Terima kasih.

  31. @amifamia

    kalo aku ngekos aku pengen punya teman yang bisa membuat aku menjadi lebih baik lagi, yang bisa menerima kekurangan aku, yang humoris supaya ada yang menghiburku kalo lagi galau, dan yang terakhir tidak melupakan ku meskipun udah punya cowok ataupun punya teman baru.

  32. Twitter @kyoungsaeng

    Ingin punya teman kos yang :
    1. Sejenis haha
    2. No curang, apalagi panjang tangan
    3. Easy going

    Itu ja, kalau kita jujur dan baik insya Allah terhindar dari keburukan. Kalau kita baik teman pun bisa baik ke kita ^^

  33. Huwaaaa. Telaaat. Hahaha. Tapi tetep follow twitternya dan komen juga. Kalo ngekos pengen punya temen kos yang bisa diajakin ngobrol soal segala macem. Hahahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s