Serba-Serbi Buku Antologi

Bareng buku-buku antologi yang memuat karya saya.

Bareng buku-buku antologi yang memuat karya saya.

Beberapa tahun lalu, sekitar 2011-2013, buku antologi sempat nge-hits banget. Meskipun buku-buku antologi sudah ada jauh sekali sebelumnya, seperti salah satu yang paling terkenal adalah antologi Cerpen Pilihan Kompas yang mulai diterbitkan dari tahun 1992. Kala itu, saya perhatikan setiap bulan ada saja “audisi penulisan buku antologi” berbagai tema. Baik itu diadakan oleh penerbit mayor, penerbit indie, komunitas atau grup penulisan, maupun pribadi perorangan. Di media sosial bertebaran promosi buku-buku antologi cerpen, puisi, flash fiction, hingga campuran ketiganya. Benefit buat para penulisnya pun beragam, mulai dari diberi royalti, fee jual putus, dikasih beberapa eksemplar bukunya, sampai hanya diberi diskon untuk pembelian buku antologinya.

Saya sendiri pun ikut dalam keriaan tersebut, dan sampai sekarang masih menjadi salah satu yang rajin ikut proyek antologi. Sampai-sampai teman saya menjuluki saya sebagai pejuang antologi. Tapi belum sih kalau ada yang memanggil “Ratu Antologi”, soalnya masih banyak penulis lain yang jumlah antologinya lebih banyak dari saya ๐Ÿ˜„ Sebutan pejuang itu muncul selain karena rajin ikutan audisi antologi, juga karena saya pernah dua kali–bersama kedua saudara perempuan saya yang juga penulis–membuat seleksi cerpen untuk buku antologi. Waktu itu peminatnya masih sangat banyak, kami dibajiri naskah yang jumlahnya mencapai ratusan.

Sebenarnya apa sih antologi itu?

Kalau menurut KBBIย daring (dalam jaringan)ย Versi 1.5 (Oktober 2015) kbbi.web.id,ย  antologi adalah kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang.

Sedang menurut Wikipedia, antologi secara harfiah diturunkan dari kata bahasa Yunani yang berarti “karangan bunga” atau “kumpulan bunga”, adalah sebuah kumpulan dari karya-karya sastra. Awalnya, definisi ini hanya mencakup kumpulan puisi (termasuk syair dan pantun) yang dicetak dalam satu volume. Namun, antologi juga dapat berarti kumpulan karya sastra lain seperti cerita pendek, novel pendek, prosa, dan lain-lain.

Buku-buku antologi saya

Buku-buku antologi saya

Mengapa saat itu buku antologi sangat diminati?

Menurut pengamatan saya, merebaknya buku antologi waktu itu disebabkan beberapa faktor. Pertama, profesi penulis yang makin dilirik banyak orang. Tentu ini merupakan perkembangan yang baik, apalagi didukung oleh kemajuan teknologi sehingga mendukung geliat dunia literasi. Misalnya saja dengan bermunculan grup-grup penulisan online. Di sana anggotanya mendapat pelatihan menulis–gratis maupun berbayar–mulai dari dasar seperti pemakaian tanda baca, teknik menulis, bedah karya, dan masih banyak lagi.

Kedua, masih berhubungan dengan grup atau komunitas online menulis tadi, grup-grup itu kebanyakan membukukan hasil karya para anggotanya dalam bentuk antologi agar bisa memasukkan banyak karya anggota ke dalam satu buku. Selain untuk menyemangati anggota untuk terus berkarya, juga bisa dijual dan menjadi bahan pembelajaran untuk yang pembacanya. Sehingga waktu itu grup-grup penulisan berlomba-lomba membuat buku antologi.

Ketiga, bermunculannya penerbit-penerbit baru, baik mayor maupun indie, sehingga membuka peluang besar untuk menerbitkan buku antologi.

Keempat, selain penerbitan, muncul juga percetakan-percetakan yang memberikan pilihan paket Print On Demand (POD) dimana customer dapat mencetak buku dengan jumlah sesuai kebutuhan. Dengan POD, customer bahkan dapat memesan mulai dari mencetak hanya satu buku.

Serba-serbi antologi

Membukukan karya dalam bentuk antologi dengan menyatukan banyak penulis memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan buku antologi bersama:

  1. Waktu untuk membuat buku antologi bersama lebih cepat dibandingkan mengumpulkan karya dengan satu penulis, karena setiap orang hanya perlu memberikan satu atau beberapa karyanya saja.
  2. Pembaca mendapat cita rasa tulisan yang beragam meski dalam satu tema, karena setiap penulis memiliki gaya sendiri.
  3. Dengan membuat buku antologi bersama, bisa mengumpulkan karya dari banyak genre dan penulisnya bahkan bisa lintas zaman. Misalnya buku “Cerita Cinta Indonesia: 45 Cerpen Terpilih” yang ditulis oleh 45 penulis GPU.
  4. Promosi buku antologi bersama dilakukan oleh banyak penulis sekaligus, sehingga promosinya tidak berat dan banyak jenis promonya juga dengan berbagai macam gaya sesuai dengan gaya masing-masing penulis. Saya akui, masa promo ini salah satu bagian yang cukup berat dan membutuhkan banyak energi. Tentunya dengan adanya promo bersama masa promo buku ini lebih terasa ringan dan dapat mengeratkan kekompakkan sesama penulis buku antologi tersebut.
  5. Terkadang dalam proses menulis satu karya, ada masa jenuh, kebuntuan, dan hilang semangat. Biasanya selama proses berkarya, para penulis buku antologi bersama akan saling menyemangati, sehingga menarik satu sama lain untuk segera menyelesaikan karya terbaiknya.
Cover buku Cerita Cinta Indonesia: 45 Cerpen Terpilih (Sumber gambar Goodreads dot com)

Cover buku Cerita Cinta Indonesia: 45 Cerpen Terpilih (Sumber gambar Goodreads dot com)

Kekurangan buku antologi bersama:

  1. Rentan konflik antar penulis. Yang namanya proses tidak terlepas dari masalah. Kalau satu kepala saja masalah penulis bisa begitu banyak mulai dari kurang bahan, mood, sampai writer’s block, apalagi kalau banyak kepala. Memang proses menulis karyanya tetap sendiri-sendiri, tetapi persoalan bisa muncul dari misalnya penentuan tema sampai nama siapa yang disimpan di cover depan.
  2. Kualitas tulisan yang beragam terkadang membuat pembaca kurang puas. Ada yang bagus sekali, sampai kurang baik. Apalagi kalau meskipun satu tema tetapi beda genre. Pembaca enggak suka dengan genre yang dipilih beberapa penulis sangat mungkin terjadi.
  3. Royalti. Karena terdiri dari banyak penulis, tentunya fee harus dibagi-bagi sehingga setiap penulismendapat jatah sedikit.
  4. Meskipun yang mempromokan buku antologi hampir sebanyak jumlah penulisnya, tapi biasanya hanya kencang di awal saja, kemudian cepat hilang. Enggak kayak karya solo yang lebih stabil. Memang semangat dan daya promo penulis buku antologi berbeda-beda. Dan kadang ada penulis yang enggak mau ikut mempromosikan, itu juga bisa jadi bibit konflik.
  5. Susah mencari penerbit mayor yang menerima buku antologi karya bersama.

Penyebab turunnya popularitas buku antologi bersama

Menurut saya, awalnya ini karena pasar sudah jenuh. Kemudian karena waktu itu banyak buku antologi yang dicetak tanpa editing yang memadai. Lalu seperti disinggung di atas, kualitas karyanya tidak merata. Lagipula waktu itu menerbitkan buku antologi tampak mudah sehingga pembaca jadi kurang percaya pada kualitas karya dalam buku antologi. Beberapa kasus mengenai lomba antologi juga turut menyumbang turunnya popularitas. Dan pada akhirnya persoalan penjualannya yang tidak sebagus karya solo.

Namun jangan berkecil hati, kalau karya kita bagus dan sudah berusaha mempromokannya dengan maksimal, pasti akan selalu ada kemungkinan mendapat apresiasi yang besar dari pembaca. Persiapkan saja karya terbaik dan tema menarik untuk buku-buku antologi bersamamu ke depannya. Lagipula apa pun namanya tren pasti naik turun dan berulang. Akan ada masanya buku antologi kembali bersinar.

Perihal penanggung jawab buku antologi bersama

Di awal saya menyinggung soal lomba-lomba buku antologi bersama. Dari pengamatan, banyak juga kasus kurang enak mengenai lomba-lomba ini. Seperti karya yang tidak jadi terbit, dijanjikan terbit di mayor tetapi malah jadinya indie, dan lain sebagainya. Untuk itu, teman-teman apabila mengikuti lomba apa pun sebaiknya memperhatikan penyelenggara lomba atau penanggung jawabnya. Ikutilah lomba yang penyelenggaranya sudah terpercaya. Karena tentunya kita tidak ingin karya yang sudah kita buat sepenuh hati itu tidak jelas nasibnya.

Beda lagi kalau yang mengajak adalah teman sendiri. Misalnya si teman menjanjikan untuk “mengusahakan” agar antologi bersama kita akan diterbitkan oleh penerbit mayor. Ternyata setelah memasukkan ke beberapa penerbit, kumpulan karya kita itu tidak diterima juga, maka semua yang terlibat bisa bermusyawarah untuk memutuskan apakah karyanya akan ditarik atau diterbitkan sendiri saja. Memang tidak mudah menembuskan naskah antologi bersama ke penerbit mayor saat ini.

Buku-buku saya lainnya.

Buku-buku saya lainnya.

Penerbit mayor yang menerima naskah antologi bersama dan ketentuan pengiriman naskahnya:

  1. Stiletto Book.

Ketentuan pengiriman naskahnya:

Naskah ditulis dalam kertas ukuran A4, Font Times New Roman 12, Spasi 1 ยฝ, Format MS Word atau PDF. Panjang keseluruhan naskah antara 100 – 200 halaman. Kirimkan dulu sampel naskah berupa 30 halaman pertama melalui surel, ke: redaksi@stilettobook.com, dengan subjek: naskah fiksi โ€“ nama penulis. Lengkapi dengan biodata penulis yang bisa di-download di website Stiletto Book.

Kalau Stiletto Book tertarik untuk mengetahui keseluruhan naskahmu, kamu akan diminta mengirimkan naskah lengkap ke alamat redaksi dalam jangka waktu satu bulan. Dalam waktu satu bulan penulis akan mendapatkan konfirmasi naskahnya layak diterbitkan atau tidak. (Sumber informasi web Stiletto Book)

2. Grasindo

Ketentuan pengiriman naskahnya:

Naskah diketik rapi menggunakan font Times New Roman (atau yang sejenis) dengan ukuran font 12 pt. Panjang naskah 70 โ€“ 150 halaman A4. Lengkapi naskah dengan sinopsis yang panjangnya tidak lebih dari dua halaman, proposal yang menjelaskan mengapa naskah kita layak terbit, dan data diri. Satukan empat file (naskah, simopsis, proposal, dan data diri) dalam satu satu folder .rar (winrar).

Naskah dikirim melalui web Grasindo dengan mengeklik KIRIM NASKAH di sana. (Sumber informasi web Grasindo)

Itu dia sekelumit mengenai serba-serbi buku antologi. Semoga bermanfaat ^_^

Advertisements

14 thoughts on “Serba-Serbi Buku Antologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s