Dari Fun Blogging 6: Belajar Jadi Blogger Peduli

Dokumentasi milik Mbak Shinta Ries

Dokumentasi milik Mbak Shinta Ries

Dulu waktu zamannya kuliah, saya pernah punya blog merana. Kenapa saya sebut blog merana? Karena kelahirannya atas dasar “terpaksa” bukan karena saya menginginkannya. Blog itu saya buat untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah, dosen mewajibkan menyetor tugas lewat postingan blog. Kata beliau, mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan dilarang gaptek. Saking terpaksanya, begitu lulus saya bahkan sampai lupa nama blognya πŸ˜₯

Kemudian waktu booming media sosial bernama F*******r yang menyediakan fasilitas blog, barulah di sana saya memulai hobi nge-blog. Itupun masih menjadi blogger moody alias update suka-suka 😦 Isinya curhat, puisi, dan cerpen gak jelas XD Saya berhenti nge-blog ketika akunnya tutup.

Lama bangeeeet saya berhenti nge-blog. Sampai suatu waktu baca surat-suratan Evi–kembaran saya–dengan teman-temannya di blog dalam program menulis surat cinta via blog. Saya pikir seru ya… lalu mulai tanya-tanya sama Evi. Dia dengan bersemangat menyeret-nyeret saya untuk mulai nge-blog lagi. Sempet mikir tar disangka ikut-ikutan Evi lagi. Tar dianggap bayangan yang kerjaannya nguntit-nguntit Evi. Apa Evi memang maunya di-fangirling-in sama saya? *dilirik galak sama Evi* Tapi pada dasarnya saya ini memang fangirling Evi sejati sih, akhirnya… saya pun tergoda XD Oktober 2012 masih dengan niat iseng saya membuat blog ini. Evi masih dengan getol seperti penyu penggigit mengajak saya jadi blogger aktif. Namun saya si pemalas ini masiiih aja angin-anginan. Pasalnya saya juga jadi bingung sendiri mau ngisi apa di blog *gubraaag* Baru deh tahun 2013 saya baru benar-benar melirik blog secara serius. Sampai pada titik ketika rezeki mulai menghampiri dari blog ini, kebawelan Evi tentang harus rajin blogwalking, harus ninggalin komentar di blog lain, belajar desain, dan sebagainya yang dulu saya biarkan keluar kuping kiri setelah sebelumnya masuk lewat kuping kanan itu terperangkap di otak saya yang kecil, dan berhasil bikin susah tidur malam *padahal memang tukang bergadang aja sih*

Ada pertanyaan paling puncak yang memaksa dicari jawabannya: Mau jadi blogger seperti apa saya?

Namun saya belum paham secara mendalam dunia blogger itu seperti apa. Makanya ketika Mbak Shinta Ries mempublikasikan pembukaan kelas Fun BloggingΒ  angkatan 6 dengan tema sexy “Dari Hobi Menjadi Profesi”, tanpa ragu saya pun mendaftar.

Tanggal 5 September pun tiba, dengan tergopoh-gopoh karena kesiangan, saya menuju Grapari Digilife Dago tempat acara berlangsung. Sudah dipastikan acara udah dimulai, dan saya ketinggalan sesi perkenalan πŸ˜₯ Duduklah saya di belakang, langsung menyimak materi pertama.

Pelajaran Peduli Pertama

Mbak Haya sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki)

Mbak Haya sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki)

Mbak Haya Alia Zaki mengajarkan tentang peduli pada konten blog. Mulai dari pelajaran EYD, isi yang bermanfaat, menulis posting yang powerfull, sampai dengan jangan plagiat.

Sebagai pekerja kreatif, ide itu memang mahal karena seringkali susah didapat tapi paling gampang dicuri. Saya sendiri suka sedih kalau ide yang saya pikirkan berhari-hari tiba-tiba dicontek begitu saja oleh orang lain. Menurut saya, hal ini disebabkan salah satunya karena keinginan untuk menyamaiΒ  dan mengejar orang lain, jadinya mengambil langkah shortcut dengan plagiasi. Sayangnya justru hal itu membuat kita tidak akan berkembang. Padahal dengan keinginan itu, justru kita bisa fokus menggali kebaikan diri. Kekuatan dan potensi diri orisinal sebagai blogger.

Perkataan-perkataan Mbak Haya membuat saya bercermin, jangan-jangan selama ini saya pun tanpa sadar telah melakukannya. Dari materi itupun saya belajar untuk menulis postingan yang bermutu dengan lebih memperhatikan apa “tujuan” saya menulis sebuah postingan, dan mempedulikan pembaca blog saya. Bahwa saya ingin mereka “mendapat” sesuatu ketika berkunjung ke blog saya. Saya mendapat pencerahan untuk lebih “tulus” dan “jujur” dalam menulis. Hal ini berlaku juga untuk postingan job review. Tentunya pembaca akan mendapat informasi yang benar, dan perusahaan akan puas dengan tulisan kita.

11934948_10153223951602872_2828450384297314595_nPelajaran Peduli Kedua

Materi kedua disampaikan oleh Mbak Shinta Ries mengenai desain blog, SEO, dan memanfaatkan secara maksimal media sosial yang blogger miliki.

Terus terang, saya termasuk blogger yang super cuek dengan tampilan blog, foto, dan gambar-gambar yang dimasukkan dalam postingan. Boro-borolah bikin desain gambar sendiri, seringkali malah postingan saya isinya cuman tulisan aja, bikin bosen yang baca XD

Mbak Shinta Ries sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Mbak Shinta Ries sedang memberikan materi (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Di sini saya diajak peduli tentang blog yang ramah pembaca. Bagaimana membuat blog tidak berat saat dibuka, mata pembaca dimanjakan dengan gambar cantik, dan lagi-lagi peduli pada karya orang lain yaitu foto dokumentasi dan gambar. Saya disadarkan untuk belajar mendesain sendiri. Enggak mesti desain rumit kok. Apalagi sekarang banyak aplikasi desain android super praktis dan mudah dipakai. Buat yang mau belajar sendiri cara mendesain, bisa cari-cari video tutorialnya di youtube. Biar belajarnya lancar jaya, nontonnya di hape android jaringan Smartfren yang sudah berteknologi 4G aja. Aslinya tanpa buffering loh.

Karena penuturannya yang mudah dicerna, sedikit-sedikit akhirnya saya ngerti juga soal SEO dan keyword-keyword yang rumit itu XD

Pelajaran Peduli Ketiga

Sampai juga ke materi terakhir tentang memaksimalkan benefit dari media sosial dari Teh Ani Berta. Awalnya Teh Ani menjelaskan tentang kelebihan blogspot dan wordpress, juga domain sendiri dan gratisan. Kalau dalam komik, mulut saya sudah menganga sampai kena lantai mendengarnya. Aslinya saya baru paham soal itu. Soalnya waktu bikin dulu saya enggak pakai pertimbangan apa-apa, buat blog ya bikin aja XD

Teh Ani Berta ngasih materi soal benefit media sosial (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Teh Ani Berta ngasih materi soal benefit media sosial (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Teh Ani menyinggung soal harus mau rajin blogwalking. Kyaaa… langsung jleb dengernya. Pasalnya meskipun sering diingetin Evi soal ini, saya teteeeep aja anaknya harus dijadiin peserta Hunger games karena enggak juga mau melakukan advice itu. Menurut Teh Ani, blogwalking ini penting karena selain silaturahmi juga untuk menanam link di semua blog yang kita kunjungi. Saya yang dulu berpikir, “Blogwalking? Makhluk apa itu? Jangan-jangan meteor yang mau menabrak bumi. ” Langsung berubah pikiran jadi, “Blogwalking? Ooh… makhluk alien ganteng yang harus diakrabin warga bumi nih.” XD Mulai saat itu saya janji sama diri sendiri untuk mulai peduli pada blog teman-teman blogger.

Teh Ani mengajarkan tentang etika menjadi buzzer, karena kita harus menjaga kepercayaan perusahaan yang memberi job. Saya jadi teringat kalimat yang saya baca di komik Kungfu Boy: Kepercayaan bukan diciptakan, tapi dilahirkan. Artinya kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk mempercayai kita, dengan sikap, attitude, dan pemikiran kitalah kepercayaan itu terlahir dari mereka.

Pada sesi saat Teh Ani menceritakan perjalanannya selama menjadi blogger, saya tersentuh. Bagaimana kerja keras, kerja cerdas, dan ketulusan menghasilkan hidup yang luar biasa. Mau tidak mau kita memang harus sabar pada proses, tidak ada yang instan di dunia untuk mendapat kesuksesan.

12039218_10153258887922872_550019292757090376_nPada akhir acara, diumumkan peserta yang mendapat door prize, lomba live twit CNI, dan lomba live twit Fun Blogging 6. Dan… saya mendapat kejutan dengan mendapatkan dua hadiah pertama saya. Hadiah door prize pertama dan hadiah pemenang lomba live twit CNI ^_^

Kejutan banget jadi pemenang lomba live twit CNI (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Kejutan banget jadi pemenang lomba live twit CNI (dokumentasi milik Evi Sri Rezeki).

Acara yang disponsori oleh Smartfren, Grapari, dan CNI ini seru dan cair. Bikin betah peserta meskipun berlangsung seharian.

Saya yakin, Mbak Haya, Mbak Shinta, dan Teh Ani membuat Fun Blogging ini atas dasar kepedulian, peduli untuk membagi ilmunya. Karena inti kepedulian adalah berbagi. Sedang intinya ilmu adalah perubahan karakter, perubahan menuju segala yang lebih baik. Lihat saja bagaimana perubahan saya setelah pulang dari Fun Blogging 6, saya belajar banyak menjadi blogger yang peduli. Semoga rantai kepedulian dan ilmu ini terus mengalir.

Advertisements

67 thoughts on “Dari Fun Blogging 6: Belajar Jadi Blogger Peduli

  1. Evaaaaa….
    Mau atuhlaaah di-fangirling-in juga biar sama kayak Evi dan berasa kembar jugaaa hehehe.

    Ih, iya pisan sih Vaaaa, BW mah emang sebaiknya dilakukan biar kita bisa semakin akraaab…

    Asyik banget bisa dapet berbagai ilmu penuh manfaat plus kopdar juga bareng si kembar :))

  2. Wuiiiih.. udah Fun Blogging 6 ajaaa…. Kapanlaaaaah mereka mau main ke Aceh ya.
    TFS mbak Eva, postingan ini pun banyak ilmunyaaaa

  3. Blog aku udah lima tahun lebih tapi isinya ya gitu gitu aja. Masih males buat ngapa ngapain. Masih seneng nulis asal asalan. Hahahahaha. Mudah2an suatu saat bisa memaksimalkan blog juga aaahhh. Makin kesini blogger makin dianggap profesi soalnya. Aku seneng. πŸ˜†

  4. Hehe jadi ingat dulu awal bikin blog juga buat tugas sekolah. Blogwalking yang meninggalkan komentar itu seru karena nanti pasti dapat komentar balik. Soalnya kalau blog cuma penuh silent reader, kadang gimana gitu rasanya… kaya ngomong sendiri haha

  5. musti rajin2 blogwalking nih habis baca postingan mbak eva, setelah kupikir pikir ternyata blogwalking emang berguna juga ya mbak^^ tanpa sadar selama ini aku udah ngelakuin blogwalking lho mbak, yah meskipun jaraaaaang nulis komentar alias silent reader hehe πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s