[Blogtour + Giveaway] Novel Jodoh Untuk Naina

Novel Jodoh Untuk Naina

Novel Jodoh Untuk Naina

Masa lalu tidak bisa diubah, termasuk masa lalu yang kelam. Tetapi masa kini ada dalam genggaman kita, di waktu inilah kita bisa membuat segalanya lebih baik. Sayangnya, saat kita telah berdamai dengan masa lalu, terkadang orang-orang di sekitar kitalah yang tetap tidak menerima. Seperti dalam novel “Jodoh Untuk Naina” ini.

***

Judul: Jodoh Untuk Naina

Penulis: Nima Mumtaz

Penerbit: Elex Media Komputindo

Tebal: 252 Halaman

ISBN: 978-602-02-6348-9

Blurb:

Jodoh untuk Naina, Abah yang pilih. Naina ikhlas.

Tapi, kenapa Abah pilih dia?

Dia yang punya masa lalu kelam. Dia yang pernah diarak keliling kampung karena berzina.

Dia yang tidak sempurna.

Mengapa Abah begitu yakin dia mampu menjadi imam Naina?

Bagaimana Naina harus menjalani kehidupan rumah tangga bersama pria yang tidak dia sukai, bahkan sebelum akad nikah?

Apakah dia adalah jodoh untuk Naina?

***

Naina tidak bisa menolak ketika Abah menjodohkannya dengan Rizal, pria yang diketahuinya pernah memiliki skandal dengan perempuan bersuami di kampungnya. Namun demi membahagiakan Abah, Naina berusaha ikhlas menerima perjodohan itu. Pernikahan pun digelar. Setelahnya Naina langsung diboyong ke rumah Rizal. Hidup Naina sebagai seorang istri pun dimulai.

Selama berbulan-bulan Naina dan Rizal terlibat perkawinan yang canggung. Namun sedikit demi sedikit Naina mulai membuka hatinya melihat ketulusan dan kesholehan Rizal. Dia menjadi bertanya-tanya, benarkah Rizal telah berubah sepenuhnya? Sayangnya, ketika Naina akan menerima Rizal sepenuhnya, badai hebat melanda rumah tangganya. Latifah–perempuan yang dulu terlibat skandal dengan Rizal–kembali dalam hidup mereka. Naina kembali bertanya, benarkah Rizal jodoh untuknya?

REVIEW

Jodoh Untuk Nima, eh, Naina, merupakan novel Mbak Nima Mumtaz ketiga yang saya baca. Setelah sebelumnya melahap Akulah Arjuna dan Cinta Masa Lalu. Meskipun kali ini nuansanya religi, tapi sentuhan ciri khas Mbak Nima masih sangat kental. Salah satunya adalah penuturannya yang mengalir, renyah, dan lincah. Jelas saja membuat saya betah membacanya, dan enggak butuh waktu lama buat namatin novel ini.

Satu diksi yang selalu saya temui dalam karya-karya Mbak Nima, mau itu si penceritanya perempuan atau laki-laki.

Satu isakan lolos….

Dalam novel dengan nuansa religi ini, Mbak Nima enggak kehilangan selera humornya yang ngegemesin. Selalu berhasil bikin saya senyum-senyum sendiri.

Apa pun yang kubuat di dapur selalu dia habiskan dengan lahap. Hingga aku berkesimpulan kalau rasa yang dia punya di saraf lidah hanyalah ‘enak dan enak banget’ karena hanya itu jawaban yang dia berikan kalau aku bertanya selama ini. –Halaman 58.

Mbak Nima seperti biasanya, selalu berhasil menciptakan tokoh-tokoh yang membumi, manusiawi, dan realistis sehingga rasanya mereka benar-benar ada, bukan fiktif. Ini berlaku untuk semua tokohnya, bahkan tokoh selewat pun terasa hidup. Hati-hati ya buat para cewek yang baca ini, takutnya jadi melting kepenging punya suami kayak Rizal XD Selain itu Mbak Nima memang jago membuat dialog renyah dan enggak kaku. Beneran deh, saya berasa seperti melihat dan mendengar mereka berceloteh.

Jangan suka berandai-andai, karena itu adalah pintu masuk setan. –Halaman 80.

Setting tempat digambarkan dengan pas sehingga terbayang. Disampaikan dalam beberapa adegan sehingga informasinya enggak bertumpuk. Saya berasa diajak menjelajah kampung yang adem. Konflik di Naina ini enggak banyak tapi penjabaran dan penyebarannya bikin perasaan naik turun. Berhasil bikin larut. Sayangnya konflik puncaknya masih kurang tajam. Karena sebenarnya kalau saja Naina mau bersikap sedikit lebih dewasa, masalah enggak akan berlarut-larut.

Sepertinya masih ada banyak sunah Rasul yang bisa membawa kita mencapai rida Ilahi. Nggak cuman dengan poligami. Kenapa nggak sempurnakan saja salatnya, zakatnya, puasanya, sedekahnya juga amalan-amalan lainnya daripada sibuk memikirkan istri kedua. — Halaman 200.

Bisa dibilang di antara semua novel Elex yang saya baca, editing Jodoh Untuk Naina ini paling rapi. Saya enggak menemukan typo. Kemajuan yang pesat ^_^ Sebagai pembaca, saya jadi sangat menikmati novelnya. Apalagi bertebaran pesan moral yang disampaikan dengan halus, juga sisipan pengetahuan Islami. Cocok banget dibaca di bulan puasa seperti ini. Membaca pesan-pesan moralnya bikin saya berkali-kali mengalami jleb moment. Uhm, memang sih ada sedikiiit banget adegan mesranya, tapi sama sekali enggak bikin pembaca kegerahan kok XD Malah kerasanya romantiiiis bangeeeet.

WAWANCARA

Blogtour kali ini disertai wawancara dengan Mbak Nima yang disebar dalam empat posting, dua pertanyaan untuk satu bloghost. Wawancara sebelumnya bisa kamu baca di blog Luckty, Mbak Sari, dan Teh Efi. Silakan klik nama-nama bloghost untuk membaca postingan sebelumnya ya ^_^

1. Apa pengalaman paling luar biasa dari nulis?

Mbak Nima: Agak susah menjawab pertanyaan ini. Karena sepertinya sejak menulis banyak sekali pengalaman luar biasa yang saya alami. Salah satunya saya masih suka terharu dengan penghargaan yang begitu besar dari teman-teman yang membaca karya saya walau saya tahu karya saya jauh dari kata sempurna. Saya juga banyak bertemu teman baru, juga orang-orang yang luar biasa, berbagi pengalaman dengan senior di dunia menulis juga belajar banyak ilmu dari mereka. Itu semua pengalaman luar biasa yang tidak pernah saya bayangkan bisa didapat dari kegiatan menulis ini.

2. Siapa orang yang paling mendorong kemajuan karier menulis Mbak Nima?

Mbak Nima: Suami. Dia memberikan kebebasan waktu yang seluas-luasnya untuk saya menulis. Bahkan di awal kegiatan saya menulis dulu, jauh sebelum tulisan saya diterbitkan. Dia juga yang memberi semangat ketika saya down oleh komentar pedas pembaca. Menegur saya ketika mulai malas menulis. Dia juga siap mendengar ketika saya berkeluh kesah dengan semua masalah yang saya hadapi, stres karena dikejar deadline, ataupun bersedia mencarikan bahan tulisan jika saya sedang stuck. Dia juga yang selalu mengingatkan kalau dulu tujuan utama saya nulis cuma buat fun, jadi jangan sampai tujuan itu berubah dengan yang lain.

GIVEAWAY

Hadiah giveaway

Hadiah giveaway

Kamu pasti mau dong dapetin novelnya. Bukan cuman itu, karena ini puncak blogtour “Jodoh Untuk Naina” jadi hadiahnya spesial XD Ada dua hadiah untuk dua pemenang:

1. Tas Le Mariage + novel “Cinta Rasa Mie Instan”

2. Novel “Jodoh Untuk Naina”

Cara ikutannya:

1. Follow twitter Mbak Nima di @nima_saleem dan @elexmedia

2. Share info giveaway ini di twitter atau Facebook (pilih salah satu) dengan tagar #JodohUntukNaina

3. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar dengan mencantumkan nama dan akun twittermu: Dari delapan pertanyaan wawancara untuk Mbak Nima, pertanyaan dan jawaban mana yang menurutmu paling menarik? Beri alasannya.

Silakan ya wawancara enam pertanyaan sebelumnya dibaca dulu di postingan-postingan sebelumnya yang sudah saya link-in tadi ๐Ÿ˜€

4. Giveaway ini berlangsung dari tanggal 27 Juni sampai 4 Juli. Akan saya umumkan pemenangnya tanggal 5 Juli 2015 di akun twitter saya @evasrirahayu

 

<span data-sociabuzz-verification=”a877737a” style=”display: none;”></span>

Advertisements

75 thoughts on “[Blogtour + Giveaway] Novel Jodoh Untuk Naina

  1. Nama : Nisa Maulan Shofa
    Akun twitter : @Nisa_MS_
    Jawaban:
    Aaaakkk, ada dua pertanyaan yang menurutku menarik dari wawancara bloghost-bloghost sebenernya. Yang satu dari pertanyaan di blog Mbak Efi: Siapa tokoh di novel ini yang bikin gemes Mba Nima? gemes maksudnya kalau ketemu dia di dunia nyata pengen ngomel2in dia. <> Kenapa menarik? Ya karena ini tentang takdir-Tuhan-yang-ngasih-pasangan-yang-mengerti-kita. Siapa yang nggak senyum-senyum sendiri baca jawaban Mbak Nima itu sambil nyeletuk, “Mbak Nima beruntung yah punya suami gitu yang pengertian banget sama impian istrinya.” :”)

    Yah, karena pertanyaan Mbak Eva adalah “pilih satu jawaban paling menarik”, walaupun tetap nggak rela cuma milih satu, aku milih yang dari pertanyaan Mbak Eva ini :3 Karena–apakah kebetulan ini novel temanya juga tentang jodoh? Heheheh–aku juga berharap kelak Allah memberiku pasangan seperti suami Mbak Nima yang mengerti gimana memahami impianku ๐Ÿ™‚ Tentang “semoga kelak pasanganku nggak marah saat aku tiba-tiba gampang ngambek padahal nggak lagi PMS karena dikejar DL padahal lagi writer’s block”. Tentang “Semoga kelak pasanganku bisa memberiku semangat saat kepalaku udah pening sampai rasanya pingin dicopot dan diistirahatin di freezer supaya adem karena dikejar editor terus nanya kapan naskahku kelar”. Adakah yang mau mengamini doaku? :”) ehehehe ๐Ÿ˜€

    Sukses terus Mbak Nima dengan “Jodoh untuk Naina”-nya dan Mbak Eva :)))) Makasih semoga aku menang (giveaway ini maupun jodoh yang kuimpikan hehe):)

  2. nama : Mardiah Eka Putri
    twitter : diah_ekaputri

    Menurut aku yang paling menarik meskipun agak mainstream adalah

    pertanyaan : “Di buku ini, tokoh siapa sih yang paling menantang untuk diulik risetnya paling lama dibanding yang lain?”

    Jawaban : “Tokoh yang paling lama riset, Rizal sepertinya.
    Karena aku ingin membuat Rizal itu seperti lelaki pada umumnya.
    Gak banyak omong, dan lebih simple dalam berpikir.
    Tapi itu susah. Karena aku berpikir dengan cara perempuan makanya refleksi dari tokohku umumnya seperti perempuan juga”

    Karena menurut aku meskipun terkesan biasa pertanyaan ini tapi pertanyaan ini menghasilkan jawaban yang menarik bagi aku, sebab aku kira karena Rizal itu biasa aja jadi bikinnya mudah eh ternyata menciptakan seorang Rizal itu lebih sulit dari yang aku kira, dan menariknya ternyata Kak Nima membuat karakter Rizal itu melalui sudut pandang dia sebagai perempuan, karena yang aku tau selama ini jika kita ingin menciptakan karakter harus melalui sudut pandang karakter yang kita buat agar kita tau bagaimana ketika menjadi karakter itu, misalnya kita ingin membuat karakter lelaki dingin maka kita harus menjadi lelaki yang dingin. Tapi uniknya kak Nima malah membuatnya dengan cara berpikir melalui pihak perempuan bukan karakter tersebut. itu yang membuat ini terlihat menarik bagi aku, sesuatu yang simpel ternyata sulit untuk di buat. sekain ๐Ÿ™‚

  3. Nama : Khairunnisa Fauzatul Azkiya
    Akun Twitter : @Rainyveefauza
    Pertanyaan dan jawaban yang paling menarik adalah Mba Efi di blog Akunbuku.com tentang tokoh siapa sih yang paling menantang untuk diulik risetnya paling lama. alasannya karna setiap penulis sebelum menulis cerita pastilah harus punya gambaran bagaimana sifat tokoh yang akan dibikinnya dan bagaimana tingkah laku tokohnya dan itu pastilah ada aja yang perlu risetnya lama. dan aku akui kalo Mba Nima mampu buat pembaca suka bahkan jatuh cinta dengan Rizal, termasuk aku :* dan alasan lainnya karna aku juga merasakannya sebagai penulis, bahwa riset tokoh itu perlu meski makan waktu, ya walau cerita yang ku tulis belum bisa jadi bacaan khalayak umum.

  4. Nama : Dias Shinta Devi
    Twitter : @diasshinta

    Buat aku, aku tertarik sama pertanyaan kak Evi yang mengatakan, “Siapa orang yang paling mendorong kemajuan karier menulis Mbak Nima?”
    Kerennya, jawaban Mbak Nima adalah suaminya. Enak ya Mbak Nima didukung sama suami untuk melakukan sesuatu yang diinginkannya ๐Ÿ˜€ ditambah lagi dengan pernyataan, “Dia memberikan kebebasan waktu yang seluas-luasnya untuk saya menulis. Bahkan di awal kegiatan saya menulis dulu, jauh sebelum tulisan saya diterbitkan. Dia juga yang memberi semangat ketika saya down oleh komentar pedas pembaca. Menegur saya ketika mulai malas menulis. Dia juga siap mendengar ketika saya berkeluh kesah dengan semua masalah yang saya hadapi, stres karena dikejar deadline, ataupun bersedia mencarikan bahan tulisan jika saya sedang stuck. Dia juga yang selalu mengingatkan kalau dulu tujuan utama saya nulis cuma buat fun, jadi jangan sampai tujuan itu berubah dengan yang lain.”
    Waw! Berarti sosok suami mbak nima ini bener-bener jadi alarm pengingat sekaligus jadi suluh semangat ya? Ih keren banget sih! :3 kan so sweet gitu pasangannya mau ikut terlibat dalam proses pembuatan karya walaupun bukan pada karyanya tapi lebih pada kenyamanan sosok kreatornya agar bisa berkreasi. mbak nima bener-bener punya sandaran dan pendukung banget dalam berkarya… Semangat mbak! ๐Ÿ˜€

  5. Sebenarnya setelah baca wawancara para bloghost dengan mbak Nima, ada 2 pertanyaan+jawaban yg menurutku bagus dan bermanfaat buat pewawancara, yg diwawancara, bahkan yg baca hasil wawancara.
    Tapi setelah menimbang sampai merenungkannya (ceilah…), menurutku paling ‘kena’ di aku adalah pertanyaan terakhir di blog kak Eva, mengenai sosok orang yg berjasa dalam mendukung karier mbak Nima di dunia tulis menulis.

    Aku bilang bagus, bermanfaat, dan ‘kena’ banget karena ada beberapa hal yg aku lihat dari pertanyaan bloghost (kak Eva) dan jawaban mbak Nima sekaligus..
    Pertama, kak Eva sebagai pewawancara seolah mengajak mbak Nima untuk menengok ke belakang di masa perjuangannya sebelum akhirnya karyanya ini diterbitkan. Dari pertanyaan tersebut, mau tak mau mbak Nima harus mengingat kembali proses perjuangannya dan menilik kembali siapa-siapa yg telah berjasa mendukung usahanya sampai berbuah. Ini sama saja dengan belajar kerendahan hati. Penting, apalagi ketika karya kita sudah membuahkan hasil, jangan sampai kita kelewat bangga sampai lupa siapa-siapa yg juga mendukung kita sampai berhasil di titik tersebut.

    Kedua, dari jawaban mbak Nima untuk pertanyaan tersebut (yg semoga saja benar-benar sebenarnya, hehe..), bahwa suaminyalah yg paling mendukungnya dengan sepenuh hati sampai melahirkan karya ‘Jodoh untuk Naina’ ini, sangat manis, menginspirasi, dan melengkapi novel karyanya mbak Nima ini, ya kayak behind the scene gitu, nambah bumbu penyedap saat baca karya mbak Nima nanti, hihii..
    Kubilang manis dan menginspirasi karena sebuah karya, sesederhana apapun itu, namun bila dalam prosesnya kita mendapat dukungan penuh kasih dari orang terkasih, apalagi dari pasangan kita, pasti hasilnya akan lebih menakjubkan dan lahir dengan atmosfer penuh kasih, bukan dengan tergesa atau paksaan & tuntutan..
    Menginspirasi juga buat pasangan yg membaca wawancara ini, karena mereka pasti ingin juga mendapat dan memberikan dukungan penuh kasih dalam proses kerja pasangannya kan..? Jadi mesti dimulai dari diri sendiri dulu, dari hal kecil..

    Dan pertanyaan+jawaban ini cocok melengkapi kelahiran novel ‘Jodoh untuk Naina’nya mbak Nima yg bernuansa pernikahan, karena sosok pendukung mbak Nima adalah sang suami, pasangan hidup yg disatukan dalam Tuhan melalui cinta, akan sangat manis menambah bumbu rasa buat novel kak Nima yg juga bernuansa pernikahan, karena bisa memberi wejangan ga langsung bahkan, bahwa keberhasilan setiap pernikahan tidak (selalu) ditentukan ‘dengan siapa’ kita menikah, tapi lebih kepada ‘bagaimana’ kita mengisi dan mempertahankan pernikahan yg kita bangun (nantinya).

    ^-^
    Athalia Jessica
    @jessicaquamarin

  6. Aya Murning
    @murniaya

    Pertanyaan dan jawaban yang paling menarik menurutku dari 8 poin wawancara yang sudah dilakukan adalah wawancara poin ke-2 dari blog ini. ๐Ÿ™‚

    Siapa yang paling mendorong karir menulis Mbak Nima? Jawabannya adalah suami yang begini dan begitu.

    Yang menariknya itu di jawabannya sih sebenanrnya. ๐Ÿ˜€
    Alangkah beruntungnya Mbak Nima mempunyai suami yang begitu mendukung hobby-nya. Bahkan tidak sungkan mengingatkan jika Mbak Nima sedang ‘loyo’ menulis. Mempunyai suami yang begitu perhatian dan pengertian adalah keinginan setiap wanita tentunya, termasuk saya. XD Tapi wajarlah jika suami Mbak begitu mendukung karena menulis adalah kegiatan yang sangat positif dan tidak terlalu mengganggu urusan rumah tangga, bukan? Apalagi sekarang beberapa karya Mbak Nima sudah bisa terbit. ๐Ÿ˜‰ Semangat itu tidak akan pernah mati jika tetap ada yang setia mendukung kita bagaimana pun keadaannya.

    Hmm, saya jadi menerka-nerka apakah karakter Rizal di dalam novel ini juga sepengertian suaminya Mbak Nima meski dalam konten yang berbeda? Atau jangan-jangan malah suami Mbak Nima yang juga rada mirip dengan karakter Rizal yang pendiam dan simple mindset-nya? Karena biasanya karya penulis itu tidak jauh berkaca dari apa yang ada di sekitarnya. Biasanya loh ya. Hehehe ^^’

  7. Kalau aku sih paling suka question tokoh favorit. Kenapa?
    Pertama sih, karna mbak nima sama seperti aku suka tokoh muthia, yang namanya sama persis juga seperti aku juga*elahhh, aku juga jadi penasaran dapet nama muthia dari mana? Hihi,

    Kedua sih, karna pastinya penulis punya tantangan sendiri untuk nulis karakter muthia yang notabennya adalah kakak tapi bisa dibilang ibu tapi tetep juga gak boleh juga keliatan tua karna harus tetep keliatan soft gimana gitu, dan walaupun aku belum baca ceritanya aku yakin penulis berhasil membangun karakter itu buktinya jadi tokoh favoritnya. Padahal biasanya tokoh favorit pada umumnya ya pemeran utamanya berarti ya begitulah

    Yang jelas jujur aku penasaran dengan jalan ceritanya apalagi aku emang lagi suka fiksi pernikahan gitu padahal masih jauh kepikiran nikah*apaini

  8. Kalau aku sih paling suka question tokoh favorit. Kenapa?
    Pertama sih, karna mbak nima sama seperti aku suka tokoh muthia, yang namanya sama persis juga seperti aku juga*elahhh, aku juga jadi penasaran dapet nama muthia dari mana? Hihi,

    Kedua sih, karna pastinya penulis punya tantangan sendiri untuk nulis karakter muthia yang notabennya adalah kakak tapi bisa dibilang ibu tapi tetep juga gak boleh juga keliatan tua karna harus tetep keliatan soft gimana gitu, dan walaupun aku belum baca ceritanya aku yakin penulis berhasil membangun karakter itu buktinya jadi tokoh favoritnya. Padahal biasanya tokoh favorit pada umumnya ya pemeran utamanya berarti ya begitulah

    Yang jelas jujur aku penasaran dengan jalan ceritanya apalagi aku emang lagi suka fiksi pernikahan gitu padahal masih jauh kepikiran nikah*apainiii

    • Nama: Muthia Khansa Pratiwi
      Twitter : @muthiaNRG

      Kalau aku sih paling suka question tokoh favorit. Kenapa?
      Pertama sih, karna mbak nima sama seperti aku suka tokoh muthia, yang namanya sama persis juga seperti aku juga*elahhh, aku juga jadi penasaran dapet nama muthia dari mana? Hihi,

      Kedua sih, karna pastinya penulis punya tantangan sendiri untuk nulis karakter muthia yang notabennya adalah kakak tapi bisa dibilang ibu tapi tetep juga gak boleh juga keliatan tua karna harus tetep keliatan soft gimana gitu, dan walaupun aku belum baca ceritanya aku yakin penulis berhasil membangun karakter itu buktinya jadi tokoh favoritnya. Padahal biasanya tokoh favorit pada umumnya ya pemeran utamanya berarti ya begitulah

      Yang jelas jujur aku penasaran dengan jalan ceritanya apalagi aku emang lagi suka fiksi pernikahan gitu padahal masih jauh kepikiran nikah*apaini

  9. nama : Mardiah Eka Putri
    twitter : diah_ekaputri

    Menurut aku yang paling menarik meskipun agak mainstream adalah

    pertanyaan : โ€œDi buku ini, tokoh siapa sih yang paling menantang untuk diulik risetnya paling lama dibanding yang lain?โ€

    Jawaban : โ€œTokoh yang paling lama riset, Rizal sepertinya.
    Karena aku ingin membuat Rizal itu seperti lelaki pada umumnya.
    Gak banyak omong, dan lebih simple dalam berpikir.
    Tapi itu susah. Karena aku berpikir dengan cara perempuan makanya refleksi dari tokohku umumnya seperti perempuan jugaโ€

    Karena menurut aku meskipun terkesan biasa pertanyaan ini tapi pertanyaan ini menghasilkan jawaban yang menarik bagi aku, sebab aku kira karena Rizal itu biasa aja jadi bikinnya mudah eh ternyata menciptakan seorang Rizal itu lebih sulit dari yang aku kira, dan menariknya ternyata Kak Nima membuat karakter Rizal itu melalui sudut pandang dia sebagai perempuan, karena yang aku tau selama ini jika kita ingin menciptakan karakter harus melalui sudut pandang karakter yang kita buat agar kita tau bagaimana ketika menjadi karakter itu, misalnya kita ingin membuat karakter lelaki dingin maka kita harus menjadi lelaki yang dingin. Tapi uniknya kak Nima malah membuatnya dengan cara berpikir melalui pihak perempuan bukan karakter tersebut. itu yang membuat ini terlihat menarik bagi aku, sesuatu yang simpel ternyata sulit untuk di buat. sekain ๐Ÿ™‚

  10. nama: khusnul
    twitter: @imahreana

    . Siapa orang yang paling mendorong kemajuan karier menulis Mbak Nima?

    pas baca langsung tertarik sama jawaban pertanyaan itu. pertama saya engga nyangka, pakek banget malahan. klw mbak nima itu udh punya suami *ini seriusan :p
    aku lihatnya dri dulu mbk nima masih single ekh, ekh taunya sudah ada yg punya hhee
    terus mbk nima juga menjelaskan bahwa suaminya yg mensupport ia buat nulis, mengitkannya sama tujuaan awalnya nulis, jadi penasaran deh sama suaminya haha ๐Ÿ˜€
    suka sama kataยฒ dibawah ini, sederhana tapi maknanya dalem ,
    Dia juga yang selalu mengingatkan kalau dulu tujuan utama saya nulis cuma buat fun, jadi jangan sampai tujuan itu berubah dengan yang lain.

  11. nama : Mardiah Eka Putri
    twitter : diah_ekaputri

    Menurut aku yang paling menarik meskipun agak mainstream adalah

    pertanyaan : โ€œDi buku ini, tokoh siapa sih yang paling menantang untuk diulik risetnya paling lama dibanding yang lain?โ€

    Jawaban : โ€œTokoh yang paling lama riset, Rizal sepertinya.
    Karena aku ingin membuat Rizal itu seperti lelaki pada umumnya.
    Gak banyak omong, dan lebih simple dalam berpikir.
    Tapi itu susah. Karena aku berpikir dengan cara perempuan makanya refleksi dari tokohku umumnya seperti perempuan jugaโ€

    Karena menurut aku meskipun terkesan biasa pertanyaan ini tapi pertanyaan ini menghasilkan jawaban yang menarik bagi aku, sebab aku kira karena Rizal itu biasa aja jadi bikinnya mudah eh ternyata menciptakan seorang Rizal itu lebih sulit dari yang aku kira, dan menariknya ternyata Kak Nima membuat karakter Rizal itu melalui sudut pandang dia sebagai perempuan, karena yang aku tau selama ini jika kita ingin menciptakan karakter harus melalui sudut pandang karakter yang kita buat agar kita tau bagaimana ketika menjadi karakter itu, misalnya kita ingin membuat karakter lelaki dingin maka kita harus menjadi lelaki yang dingin. Tapi uniknya kak Nima malah membuatnya dengan cara berpikir melalui pihak perempuan bukan karakter tersebut. itu yang membuat ini terlihat menarik bagi aku, sesuatu yang simpel ternyata sulit untuk di buat. sekain terima kasih ๐Ÿ™‚

  12. p.s maaf kak sebelumnya mungkin ada komentar aku yang gak muncul soalnya di moderasi jadi aku komentar ulang lagi deh

    nama : Mardiah Eka Putri
    twitter : diah_ekaputri

    Menurut aku yang paling menarik meskipun agak mainstream adalah

    pertanyaan : โ€œDi buku ini, tokoh siapa sih yang paling menantang untuk diulik risetnya paling lama dibanding yang lain?โ€

    Jawaban : โ€œTokoh yang paling lama riset, Rizal sepertinya.
    Karena aku ingin membuat Rizal itu seperti lelaki pada umumnya.
    Gak banyak omong, dan lebih simple dalam berpikir.
    Tapi itu susah. Karena aku berpikir dengan cara perempuan makanya refleksi dari tokohku umumnya seperti perempuan jugaโ€

    Karena menurut aku meskipun terkesan biasa pertanyaan ini tapi pertanyaan ini menghasilkan jawaban yang menarik bagi aku, sebab aku kira karena Rizal itu biasa aja jadi bikinnya mudah eh ternyata menciptakan seorang Rizal itu lebih sulit dari yang aku kira, dan menariknya ternyata Kak Nima membuat karakter Rizal itu melalui sudut pandang dia sebagai perempuan, karena yang aku tau selama ini jika kita ingin menciptakan karakter harus melalui sudut pandang karakter yang kita buat agar kita tau bagaimana ketika menjadi karakter itu, misalnya kita ingin membuat karakter lelaki dingin maka kita harus menjadi lelaki yang dingin. Tapi uniknya kak Nima malah membuatnya dengan cara berpikir melalui pihak perempuan bukan karakter tersebut. itu yang membuat ini terlihat menarik bagi aku, sesuatu yang simpel ternyata sulit untuk di buat. sekain terima kasih ๐Ÿ™‚

  13. Nama : Veny
    Twitter : @yutakaNoYuki

    Pertanyaan dan jawaban yang menurut saya paling menarik itu adalah siapa orang yang paling mendorong karir menulis mbk Nima dan jawabannya adalah suami dari mbk Nima.
    Kenapa menarik ? Dari yang dituturkan mbk Nima saya bisa membayangkan kalau suami mbk Nima itu pengertian sekali ya ^_^ Bahkan mau repot-repot untuk mencarikan bahan buat tulisan mbk Nima. Mendukung pekerjaan istri sebagai penulis yang gak ada waktu kerja yang tetap, yang kadang perlu waktu sendirian buat menulis dengan tenang, yang perlu menjaga mood biar tulisan rampung sesuai jadwal, itu kan perlu pengertian yang besar sekali. Mungkin inspirasi tokoh Rizal dari suami mbk Nima ya ? Hehehe.
    Saya jadi pingin nih mendapat suami yang pengertian seperti suami mbk Nima ๐Ÿ˜€

  14. nama : Mardiah Eka Putri
    twitter : diah_ekaputri
    Menurut aku yang paling menarik meskipun agak mainstream adalah
    pertanyaan : โ€œDi buku ini, tokoh siapa sih yang paling menantang untuk diulik risetnya paling lama dibanding yang lain?โ€
    Jawaban : โ€œTokoh yang paling lama riset, Rizal sepertinya.
    Karena aku ingin membuat Rizal itu seperti lelaki pada umumnya.
    Gak banyak omong, dan lebih simple dalam berpikir.
    Tapi itu susah. Karena aku berpikir dengan cara perempuan makanya refleksi dari tokohku umumnya seperti perempuan jugaโ€
    Karena menurut aku meskipun terkesan biasa pertanyaan ini tapi pertanyaan ini menghasilkan jawaban yang menarik bagi aku, sebab aku kira karena Rizal itu biasa aja jadi bikinnya mudah eh ternyata menciptakan seorang Rizal itu lebih sulit dari yang aku kira, dan menariknya ternyata Kak Nima membuat karakter Rizal itu melalui sudut pandang dia sebagai perempuan, karena yang aku tau selama ini jika kita ingin menciptakan karakter harus melalui sudut pandang karakter yang kita buat agar kita tau bagaimana ketika menjadi karakter itu, misalnya kita ingin membuat karakter lelaki dingin maka kita harus menjadi lelaki yang dingin. Tapi uniknya kak Nima malah membuatnya dengan cara berpikir melalui pihak perempuan bukan karakter tersebut. itu yang membuat ini terlihat menarik bagi aku, sesuatu yang simpel ternyata sulit untuk di buat. sekain

  15. Nama: Thia Amelia
    Akun twitter: @Thia198
    Link: https://twitter.com/Thia1498/status/615020990876139520

    Dari delapan pertanyaan wawancara untuk Mbak Nima, pertanyaan dan jawaban mana yang menurutmu paling menarik? Beri alasannya.

    Menurut saya yang paling menarik adalah pertanyaan dan jawaban dari wawancara dengan Mbak Nima yang paling menarik adalah di blog Luckty. Seperti ini:
    Apa tantangan terberat dari Mbak Nima saat menulis buku ini?
    Tantangan terbesar mungkin karena ini banyak menyentuh sisi religi, jadi aku harus banyak baca buku fiqih pernikahan dan nanya ke orang yang lebih paham. Walaupun muatan religinya nggak terlalu besar, tapi tetap saja banyak yang nggak aku tau dan harus banyak baca daripada nanti ada kesalahan.
    Saya ini sudah banyak membaca novel, termasuk novel di wattpad โ€“saya pembaca setia wattpad-, ketika banyak orang yang membuat cerita tentang cinta anak zaman sekarang, one night stand, kisah cinta antara sekretaris dan bosnya, sahabat dengan sahabat, bahkan antar saudara, tapi Mbak Nima justru mengusung tema Religi. Sebuah tema yang sangat sulit menurut saya, karena ketika kita menuliskan sesuatu, maka sesuatu itu harus benar adanya dan harus dicocokkan dengan Al-quran dan Hadist. Mbak Nima membuat tema perjodohan dalam islam dengan berani, karena jika kita salah dalam sedikit hal, maka itu akan mempengaruhi pembaca juga, apalagi orang yang belum tentu paham dengan Islam bisa saja terjerumus dengan tulisan yang salah, tapi Mbak Nima ini berani mengambil resiko.

    Mbak Nima harus belajar banyak ketika menulis novel ini, harus melalui beberapa riset dan menanyakan kepada orang yang memang benar-benar ahli, dan itu yang membuat buku ini menarik, selain karena perjuangan Mbak Nima yang gigih, buku ini juga pasti bisa memberikan kita banyak ilmu, baik tentang Islam, maupun tentang jodoh. Bukan berarti buku lain tidak memberikan banyak ilmu, hanya saja, dengan buku bernuansa Islami ini, saya sebagai orang yang beragama islam, tentu saja dapat mengambil banyak manfaat untuk bagaimana menghadapi tantangan kedepannya. Itu yang dapat saya ambil dari wawancara diatas.

  16. Nama : Azzah Hanifah
    akun twitter : @azhanifa

    Pertanyaan terfavorite : Apa tantangan terberat dari Mbak Nima saat menulis buku ini? (blognya Mba Luckty)
    jawabannya itu bikin antara terharu, kesengsem, gemesh, mlongo dan ngakak.
    “Tantangan terbesar mungkin karena ini banyak menyentuh sisi religi, jadi aku harus banyak baca buku fiqih pernikahan dan nanya ke orang yang lebih paham. Walaupun muatan religinya nggak terlalu besar, tapi tetap saja banyak yang nggak aku tau dan harus banyak baca daripada nanti ada kesalahan.” kata Mba Nima
    bayangin aja ya mba Nima lebih sering nulis ala-ala serial harlequin tiba-tiba Jodoh Untuk Naina lumayan religinya…Harlequin kan jauuuuuhhh. Menurutku itu keren banget, soalnya Mba Nima berani melakukan hal baru yang (bisa saja) belum pernah dilakuin dan secara enggak langsung udah ambil resiko dengan apa yang dia lakuin.Terus bagaimana cara dia mendapatkan informasi…niat gitu loh baca buku fiqih pernikahan dan mau loh nanya ke orang kebanyakan orang biasanya malu bahkan gengsi untuk sekedar tanya. Waktu blogtour kan banyak adegan ala Naina-Rizal nah di situ sebeenarnya banyak cuplikan tentang rumah tangga islami dan aku seneng banget soalnya bisa belajar banyak…Mungkin bagi sebagian orang perilaku ala “rumah tangga islami” itu agak kolot. Gimana sih masa seluruh uang suami milik istri dan suami padahal uang milik istri ya haknya tetap milik istri nah di islam kan emang ketentuannya begitu namun di novel ini, cara menjelaskan bahwa ketentuan “rumah tangga islami” buatku sangat romantis. Gimana Rizal mempercayakan seluruh hartanya kepada istri menurutku bentuk cinta luar biasa (bukan dalam pandangan material atau matre) tetapi laki-laki yang menyerahkan harta pada istrinya tanda bahwa lelaki itu sudah sepenuhnya prcaya pada istri dan dalam kamus cintaku, kepercayaan menurutku hal paling penting pada komitmen. hehehe… menurutku Mba Nima sudah sukses menyelesaikan tantangan “menyentuh sisi religi” bukan sekedar tahu tapi juga menerapkan pada novel yang bikin pembaca klepek-klepek.

  17. Nama : Lois Ninawati
    Twitter : @_loisninawati

    Aku suka wawancara yg di blog ini ๐Ÿ˜€
    Yang pertanyaannya : Apa pengalaman paling luar biasa dari nulis?

    Yang jawabannya : Apa pengalaman paling luar biasa dari nulis?

    Mbak Nima: Agak susah menjawab pertanyaan ini. Karena sepertinya sejak menulis banyak sekali pengalaman luar biasa yang saya alami. Salah satunya saya masih suka terharu dengan penghargaan yang begitu besar dari teman-teman yang membaca karya saya walau saya tahu karya saya jauh dari kata sempurna. Saya juga banyak bertemu teman baru, juga orang-orang yang luar biasa, berbagi pengalaman dengan senior di dunia menulis juga belajar banyak ilmu dari mereka. Itu semua pengalaman luar biasa yang tidak pernah saya bayangkan bisa didapat dari kegiatan menulis ini.

    Pengalamannya kak Nima banyak banget ya waktu nulis ๐Ÿ˜€ aku suka deh pokoknya sama jawabannya kak Nima ๐Ÿ˜€

  18. Nama : Nisa Maulan Shofa
    Akun twitter : @Nisa_MS_
    Jawaban:
    Aaaakkk, ada dua pertanyaan yang menurutku menarik dari wawancara bloghost-bloghost sebenernya. Yang satu dari pertanyaan di blog Mbak Efi: Siapa tokoh di novel ini yang bikin gemes Mba Nima? gemes maksudnya kalau ketemu dia di dunia nyata pengen ngomel2in dia. Kenapa menarik? Ya karena ini tentang takdir-Tuhan-yang-ngasih-pasangan-yang-mengerti-kita. Siapa yang nggak senyum-senyum sendiri baca jawaban Mbak Nima itu sambil nyeletuk, โ€œMbak Nima beruntung yah punya suami gitu yang pengertian banget sama impian istrinya.โ€ :โ€)

    Yah, karena pertanyaan Mbak Eva adalah โ€œpilih satu jawaban paling menarikโ€, walaupun tetap nggak rela cuma milih satu, aku milih yang dari pertanyaan Mbak Eva ini :3 Karenaโ€“apakah kebetulan ini novel temanya juga tentang jodoh? Hehehehโ€“aku juga berharap kelak Allah memberiku pasangan seperti suami Mbak Nima yang mengerti gimana memahami impianku ๐Ÿ™‚ Tentang โ€œsemoga kelak pasanganku nggak marah saat aku tiba-tiba gampang ngambek padahal nggak lagi PMS karena dikejar DL padahal lagi writerโ€™s blockโ€. Tentang โ€œSemoga kelak pasanganku bisa memberiku semangat saat kepalaku udah pening sampai rasanya pingin dicopot dan diistirahatin di freezer supaya adem karena dikejar editor terus nanya kapan naskahku kelarโ€. Adakah yang mau mengamini doaku? :โ€) ehehehe ๐Ÿ˜€

    Sukses terus Mbak Nima dengan โ€œJodoh untuk Nainaโ€-nya dan Mbak Eva :)))) Makasih semoga aku menang (giveaway ini maupun jodoh yang kuimpikan hehe):)

  19. Nama : Wahyu Triyani
    Twitter : @Witri_nduz
    Link : https://twitter.com/witri_nduz/status/615134275650752512

    Pertanyaan paling aku suka dari 8 pertanyaan :
    “Siapa orang yang paling mendorong kemajuan karier menulis Mbak Nima?”
    Jawabannya : SUAMI.
    Pas banget, sama kayak aku,orang yang paling mendukung yaa suami. Suami yang sudah memberikan izin, memberikan waktu dan selalu ngasih semangat. Nggak jarang, suamiku juga beliin novel yang katanya buat referensi. Kalau karyaku dimuat, suami juga ngasih selamat dan nggak malu mamerin ketemen2nya. ๐Ÿ™‚

  20. nama : zulaikhah
    twitter : @kimzujonghee

    Siapa orang yang paling mendorong kemajuan karier menulis Mbak Nima?

    ah jawabanya bikin meleleh.
    suami mbak nima seperti pria idaman. kenapa tidak?
    selalu mendukung apapun keputusannya mbak nima
    selalu menyemangati di saat bimbang

    suami mbak nima juga bisa menjadi contoh, agar kita bisa benar-benar bisa memilih suami yang selalu ada di samping kita

  21. Nama: Agnes Budianto
    Twitter: @agnesb0702
    Jawaban: Pertanyaan yang bagi aku paling menarik adalah pertanyaan dari Mbak Sari.
    Pertanyaan: Siapa sih tokoh favorit Mbak Nima di dalam novel “Jodoh untuk Naina?”

    Jawaban: Tokoh favorit, si Muthia.
    Mungkin karena menciptakan karakter Muthia ini agak susah-susah gampang.
    Dia harus bisa jadi ibu buat Naina, kakak tapi sekaligus juga teman. Tapi dia nggak boleh kelihatan terlalu “tua” ataupun terlalu menggurui.

    Pas di naskah awal editorku juga minta si Muthia ini karakternya sedikit dibikin soft dan diubah sedikit lebih gaul.
    Karena beliau menangkap, si Muthia mirip Aminah Cendrakasih di film era 90-an. Hahahahaha

    Aku pilih ini sebagai pertanyaan yang menarik karena walaupun aku gak terlalu suka sama Muthia, tapi aku tahu kalau bikin Kak Muthia itu susah karena aku juga pernah mengalaminya. Pas bikin naskah buat lomba, karena aku menggunakan POV cewe dan cowo, aku harus bisa membuat karakter mereka. Dan sumpah, itu susah banget. Saya mengerti rasanya menjadi ‘Kak Nima’ disaat-saat seperti ini. Bahkan, saya sempat menanyakan teman satu kelas di les saya (cowo, 4 tahun lebih tua) tentang cowo dalam cerita saya, tentang sifatnya dsb. sampai-sampai dia tidak membuka LINE dan BBM saya sampai hari ini juga. Jadi, bagi aku ini pertanyaan yang menarik karena ini aku banget.

  22. Nama : Nurul Mutiara Sari
    Twitter : @nurul_mutiara1

    menurut aku yang menarik itu dari mba efi dengan pertanyaan : โ€œDi buku ini, tokoh siapa sih yang paling menantang untuk diulik risetnya paling lama dibanding yang lain?โ€
    Jawaban : โ€œTokoh yang paling lama riset, Rizal sepertinya.
    Karena aku ingin membuat Rizal itu seperti lelaki pada umumnya.
    Gak banyak omong, dan lebih simple dalam berpikir.
    Tapi itu susah. Karena aku berpikir dengan cara perempuan makanya refleksi dari tokohku umumnya seperti perempuan jugaโ€

    kenapa ini menarik menurut aku karena dengan pertanyaan seperti itu , aku makin penasaran dengan sosoknya rizal ini yg engga banyak omong ~ kebayang nya yaaa rizal ini cool ihhh bikin gregetttt, karna terlalu banyak baca cerita dan karakter cowok cool dan engga bnyak omong jadi suka ajh ama cowo kaya begitu , duhh kan makin penasaran ajh ama sosok rizal hehe karna pernah ketemu cowok kaya begitu pas lagi nanya2 udh panjang lebar dan dengan cool nya cuma dijawab ‘OH’ doang kan bikin gemessss.. aku bener2 penasaran ama sosok rizal ini

  23. Nama : Shiela Hartiningtyas
    Twitter : @ruth_shiela
    Link share : https://twitter.com/ruth_shiela/status/615536933830156289
    Dari delapan pertanyaan wawancara untuk Mbak Nima, pertanyaan dan jawaban mana yang menurutmu paling menarik? Beri alasannya

    Jawaban : Meskipun blognya Mba Eva ini merupakan blog yang terakhir dari rangkaian blogtour novel Jodoh Untuk Naina, tapi menurutku wawancara di blognya Mba Eva inilah yang paling the best.
    No offense ya buat wawancara-wawancara yang ada di blog peserta yang lain, menurutku bagus juga kok.
    Namun entah kenapa ketika membaca pertanyaan wawancara yang diajukan oleh Mba Eva, serasa langsung nancep di hati.
    Aku langsung suka dengan pertanyaan wawancara ini :
    Apa pengalaman paling luar biasa dari menulis?

    Banyak yang awalnya mengira bahwa orang menulis itu karena menyalurkan hobi mereka dan sekedar iseng saja.
    Namun kenyataannya, begitu banyak penulis hebat yang berhasil mengeluarkan karya-karya yang dikagumi banyak orang.
    Dari situ aku ingin mengetahui perasaan seorang penulis ketika menghasilkan sebuah karya.
    Apa saja sih suka dukanya.
    Sayangnya aku belum kesampaian melakukan wawancara langsung dengan penulis manapun.T__T
    Tapi akhirnya rasa penasaranku terjawab juga lewat pertanyaan yang diajukan oleh Mba Eva.
    Lewat jawaban yang diberikan, aku jadi lebih tahu pengalaman-pengalaman yang didapat oleh Mba Nima pada saat menulis.
    Sangat menyenangkan bahwa lewat menulis, begitu banyak manfaat yang didapat, juga ketika dapat berbagi ilmu dengan orang-orang yang lebih senior.
    Tentunya akan sangat bahagia ketika karya yang ditulis diapresiasi oleh orang lain yang membacanya.
    Semoga lewat jawaban yang diberikan oleh Mba Nima ini, mampu menjadi penyemangat bagi orang lain juga untuk mulai menulis dan membagikan ide-ide kreatif mereka kepada orang lain.
    Two tumbs buat Mba Nima.^^

  24. Nama :Dini Auliana Putri
    Twitter :https://twitter.com/Dini_AP28

    Menurutku pertanyaan dan jawaban paling menarik (di blog kak Sari)
    Meskipun berlabel fiksi “Jodoh untuk naina” apakah ada tokoh yang terinspirasi dari kehidupan nyata?

    Jawaban : Kalau tokoh sih nggak ada, cuma konflik awal yang dimasukkan ke dalam cerita, yang soal Rizal digerebeg warga, itu dulu pernah saya alami.
    Maksudnya di kampung saya dulu pernah ada kejadian seperti itu, hehhehe ..

    Menurutku menarik karena Kak Nima menulis novel yang tokohnya bukan terinspirasi dari kehidupan nyata atau pengalaman sendiri. Dan saya rasa Kak Nima begitu perhatian dengan lingkungan tempat dia tinggal, terlihat dari pernyataan Kak Nima konflik awal cerita yang menyebutkan bahwa kisah masa lalu tokoh Rizal pernah terjadi dikampung halamannya.

  25. Nama : Warastri Rezka Hardini
    Twitter : @RezkaHardini

    Menurut saya pertanyaan dan jawaban yang palinf menarik adalah pertanyaan di blog Mbak Luckty yang ini :

    Ini adalah buku ketiga yang aku baca dari tulisannya Mbak Nima. Dibandingkan dua buku sebelumnya bernuansa ala-ala serial harlequin yang banyak kandungan gingko biloba (gyahahaha..) , buku ini beda banget. Bahkan bisa dikatakan novel yang condong religius karena menyelipkan unsur agama terutama tentang pernikahan. Apa tantangan terberat dari Mbak Nima saat menulis buku ini?

    Tantangan terbesar mungkin karena ini banyak menyentuh sisi religi, jadi aku harus banyak baca buku fiqih pernikahan dan nanya ke orang yang lebih paham. Walaupun muatan religinya nggak terlalu besar, tapi tetap saja banyak yang nggak aku tau dan harus banyak baca daripada nanti ada kesalahan.

    Saya tertarik dengan pertanyaan kritis dari Mbak Luckty mengenai buku Jodoh untuk Naina yang berbeda dengan dua buku sebelumnya yang ditulis oleh Mbak Nima. Dalam penyelesaian buku ini Mbak Nima banyak belajar hal baru jadi selain menghibur pembaca buku ini juga bernas ๐Ÿ˜€
    Saya salut dengan Mbak Nima yang menantang dirinya sendiri untuk menulis sesuatu yang baru dan saya salut dengan itu. Saya juga yakin buku ini pasti sangat menarik dan menarik untuk dibaca ๐Ÿ™‚

  26. nama: Ria
    akun twitter: @goodenoughoks
    Dari delapan pertanyaan wawancara untuk Mbak Nima,
    pertanyaan dan jawaban mana yang menurutmu paling menarik?
    Beri alasannya.

    Ada dua pertanyaan dan jawaban yang menarik, yaitu nomor satu diblog Luckty
    dan nomor dua di blog ini, tapi kalau dibilang yang paling menarik
    adalah pertanyaan dan jawaban “Siapa orang yang paling mendorong
    kemajuan karier menulis Mbak Nima?”
    Karena dukungan dari suami Mbak Nima sungguh sangat luar biasa,
    kesabaran, ketelatenan dan perhatian suami Mbak Nima patut di
    acungi jempol. Ini bisa dibilang :
    Di balik istri yang sukses ada seorang suami yang hebat ๐Ÿ™‚
    Sukses terus buat Mbak Nima…

    Dan terima kasih ya atas giveaway-nya ๐Ÿ™‚

  27. Reblogged this on My ordinary story and commented:
    Nama: Ratih Permatasari
    Twitter : @ratih_darathaya

    Klo aku paling suka pertanyaan Siapa orang yang paling mendorong kemajuan karier menulis Mbak Nima? jawabannya suami…sama banget dengan aku pengalaman di ingetin klo lagi males ngebuat cerita&kadang suka sedikit diomelin…hehehehe..tapi itu pertanda suami emangsayang juga perduli sama kita istrinya..eh…kita disini mbak nima selaku istri dari suaminya dan saya selaku istri dari suami saya…hehehhe

  28. Nama : Ratih Permatasari
    Akun twitter : @ratih_darathaya

    klo aku pertanyaan yang menarik itu. Siapa orang yang paling mendorong kemajuan karier menulis Mbak Nima? jawabannya suami. kenapa menarik? karena jawaban dari mba Nima juga kualamin ama diriku sendiri yaitu kadang klo males ngebuat cerita suami langsung sedikit mengeluarkan `nyanyiannya` alias memberikan wejangan yang singkat tapi bikin jlebb di hati dan pikiranku…hehehhe… Bukunya mbak NIma biki aku penasaran&Eva yang cantiiiikkkk….maaf ya aku tadi enggak baca full tatacaranya&malah ngereblog halagh..inilah akibatnya klo gaptek…Bismillah mudah-mudahan menang

  29. nama : Wulida
    twitter : @jm_nim

    Jawaban: Dari delapan pertanyaan wawancara untuk Mbak Nima, pertanyaan dan jawaban mana yang menurutmu paling menarik?

    Jawaban saya pertanyaan “Apa pengalaman paling luar biasa dari nulis?”

    Jawaban Mbak Nima ini menginspirasi orang untuk menulis, saya saya yang super males menulis tiba-tiba ingin menulis, ingin merasakan seperti yang dirasakan Mbak Nima. Selain itu Mbak Nima ini orangnya rendah hati ya, Sudah mengeluarkan beberapa karya tapi masih rendah hati dan menganggap dirinya masih dalam tahap belajar. Jarang sekali ada penulis yang seperti ini

  30. nama: Auliyati
    twitter: @nunaalia

    Dari delapan pertanyaan wawancara untuk Mbak Nima, pertanyaan dan jawaban mana yang menurutmu paling menarik?
    Jawaban: Siapa orang yang paling mendorong kemajuan karier menulis Mbak Nima?
    Betapa beruntung dan bahagianya Mba Nima memiliki suami yang penuh pengertian dan mensupport mba nima untuk bisa menjadi penulis yg keren!

    Beharap kelak saya juga bisa memiliki pasangan hidup yg mensupport dalam suka & duka hehe…

  31. Nama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia

    Jawaban :

    Pertanyaan dan jawaban yang menurut saya menarik adalah “Siapa orang yang paling mendorong kemajuan karier menulis Mba Nima?”
    Jawaban Mba Nima adalah Suami. Suami Mba Nima memberikan waktu seluas-luasnya untuk Mba Nima menulis. Woww, bagaimana tidak senang bila diberi kebebasan kapanpun untuk menulis. Mba Nima sangat beruntung memiliki suami yang selalu mensupport hobi menulis istrinya. Suami diluaran sana belum tentu seperti itu, banyak diantaranya beranggapan “Untuk apa menulis? Membuang-buang waktu saja. Lebih baik pentingin urusan anak saja” ya tidak lebih mungkin seperti itu. Adakalanya suasana bosan sering melanda bagi istri yang pekerjaannya hanya dirumah saja mengurusi anak, melayani kebutuhan suami. Mereka tidak diberi kebebasan untuk mengeksplor kreatifitas mereka. Jadi, masih banyak yang merasa tidak beruntung, tidak seperti Mba Nima yang sangat beruntung sekali.
    Saya berpendapat bahwa suami Mba Nima ini bukan sekedar suami melainkan bisa sebagai sahabat, teman curhat, guru, mungkin editor termasuk didalamnya hehe ๐Ÿ˜€

  32. Jiah @jiahjava

    Siapa orang yang paling mendorong kemajuan karier menulis Mbak Nima?

    Suami yg memberikan kebebasan.

    Sbg wanita yg bersuami, jelas mereka mempunyai kebebasa tp terbatas. Apapun yg mereka lakukan, hrs dg persetujuan suami. Krn bagaimanapun, ridho suami itu yg membawa mereka ke surga. 3 novel mbak Nima yg berhasil terbit, berarti itu doa dan ridho suami jg.

    Seneng pastinya punya suami yg mendukung kegiatan kita, memberi smangat dan motivasi. Membebaskan kita meraih apa yg kita impikan. Tentunya saya yakin, kebebasan yg suami mbak Nima berikan dimanfaatkan dg baik dan tetap mengerjakan apa yg menjadi kewajiban seorang istri.

    Salam buat suami mbak Nima #Eh ๐Ÿ˜€

  33. Deas (@deasyds)

    Menurutku, pertanyaan yang paling menarik itu yang ini:

    Apa pengalaman paling luar biasa dari nulis?

    Rasanya aku juga pengin nanyain pertanyaan ini ke semua penulis. Karena jawaban pasti gak terduga-duga. Kayak apa sih yang dirasain penulis setelah bukunya terbit? Gimana sih rasanya lihat bukunya sendiri di toko buku? Gitu-gitu. Aku sendiri jadi bayangin kalau aku nulis dan ditanyain gitu, jawabanku bakal kayak apa nanti. Hehehehe. Apa ya, suka aja. Pertanyaan simpel, tapi mengandung makna tersendiri buat yang jawabnya. Mbak Nima aja kan sampai bilang agak susah buat jawabnya, hehehe. Tapi aku suka juga deh sama jawaban Mbak Nima.

  34. Dari delapan pertanyaan wawancara
    untuk Mbak Nima, pertanyaan dan
    jawaban mana yang menurutmu
    paling menarik? Beri alasannya.

    Pertanyaan dan jawaban dari soal “Siapa orang yang paling
    mendorong kemajuan karier
    menulis Mbak Nima?”

    Suka sekali dengan jawabannya, karena tanpa adanya dorongan kuat dari orang terdekat, seperti suami, orang tua, kakak/adik, kita bukanlah siapa-siapa. Jika down gara-gara komentar pedas pembaca dan tidak ada yang mau menampung keluh kesah kita, pasti beban hidup juga makin berat. Ucapan semangat saja pasti sangat berharga bagi para penulis untuk bisa bangkit dan bisa berkarya lebih baik lagi. Salut juga dengan suami mbak Nima yang mau mengerti dan mendukung karir istrinya, apalagi kadang menegur dan mau menjadi pendengar baik kala mbak Nima berkeluh kesah. Mungkin itu hanya hal-hal kecil yang bisa dilakukan, tapi bagi orang lain itu menyuntik motivasi untuk bergerak maju dan menjadi semakin baik lagi. Dorongan dan dukurang orang yang kita sayang kadang juga berpengaruh pada karya-karya yang akan dihasilkan. tanpa restu, dorongan + semangat dri suami, istri tdak bisa melakukan hal-hal yg ia senangi dan kalau suami sudah memberikan ijin bahkan menyemangati kita dlm melakukan sesuatu yg kita inginkan otomatis kita akan semakin senang dalam menjalaninya, semakin giat pula karena utk membuktikan pada suami bhwa ijinnya tidak akan sia2. dan kalaupun kita down, orang yang pertama kali menyemangati kita kembali adalah suami yang tau akan kegiatan tersebut.

    Nama : Rina Eko Wati
    Twitter ; @HikariMio

  35. Nama : Tasya Permata Sanjaya
    Twitter : @tasyatasa_

    Aku paling suka sama pertanyaan “Tokoh mana yang paling nggemesin?”
    Jawabanny aku pun juga suka,jawabannya juga lucu..Masa kalau ada Naina didunia nyata kepalanya mau digetokin trus diomelin. Waduhhh itu namanya bullying tuh :D. Kalau ketemu tokoh Naina didunia nyata jangan diginiin mbak. Ntar yang ada ditangkep polisi lho. Aku juga setuju sama jawabannya Mbak Nima soalnya aku baca sinopsisnya aja udah pengen banget ngomel-ngomelin Naina. Karena mau-maunya dijodohkan. Tapi kalau ceritanya gitu sih yaudah..tapi jujur aku pengen hadiah puncak blogtour nya itu loh..

  36. Nama: Tia
    Akun twitter: @thiamelia
    Link: https://twitter.com/thiamelia/status/617188553185857536

    Dari delapan pertanyaan wawancara untuk Mbak Nima, pertanyaan dan jawaban mana yang menurutmu paling menarik? Beri alasannya.

    Wawancara yg paling menarik menurutku adalah ini:
    Apa pengalaman paling luar biasa dari nulis?
    Mbak Nima: Agak susah menjawab pertanyaan ini. Karena sepertinya sejak menulis banyak sekali pengalaman luar biasa yang saya alami. Salah satunya saya masih suka terharu dengan penghargaan yang begitu besar dari teman-teman yang membaca karya saya walau saya tahu karya saya jauh dari kata sempurna. Saya juga banyak bertemu teman baru, juga orang-orang yang luar biasa, berbagi pengalaman dengan senior di dunia menulis juga belajar banyak ilmu dari mereka. Itu semua pengalaman luar biasa yang tidak pernah saya bayangkan bisa didapat dari kegiatan menulis ini.
    Menjadi penulis berarti mempunyai banyak pengalaman, bahkan tidak sedikit penulis yg menceritakan pengalaman hidupnya dalam sebuah novel. Menjadi penulis juga mempunyai banyak ilmu, karena tidak mungkin kita hanya asal menulis, harus ada observasi dulu baru bisa menulis dengan benar. Dan dari wawancara itu, saya setuju dengan apa yg dikatakan oleh Mbak Nima. Memiliki bayak teman, ilmu dan penghargaan adalah poin plus untuk seorang penulis. Hanya bekerja di depan laptop dan menggerakkan jari saja sudah memiliki pengalaman yg banyak. Dan yg lebih membuat ku tertarik adalah, memiliki bagitu banyak teman-teman yang membaca karya nya, dan penghargaan-penghargaan yg diberikan. Meskipun kita tidak pernah melihat langsung atau berkontak langsung dengan penulis, tapi dari novel yg dia buat dan kita baca, kita seolah telah mengenal ia sedari lama. Begitupun dengan penulis, seolah penulis itu sudah mengenal kita dari lama, karena adanya sesuatu yg kita bahasa itu, novel. Selain itu pengalaman dengan senior-senior penulis seperti yg disebutkan oleh Mbak Nima juga pengalaman yg menarik, sama dengan teman-teman yg membaca karya Mbak Nima, mereka juga pasti akan satu pemikiran karena sama-sama seorang penulis.
    Dan yg dapat saya simpulkan dari wawancara Mbak Nima adalah, dengan menulis, berarti menambah pengalaman hidup yang baik.

  37. Ananda Nur Fitriani
    @anandanf07

    Menurut saya, pertanyaan dan jawaban yang paling menarik yaitu pertanyaan nomor 1 di blog nya mbak luckty! “Apa tantangan terberat dari mbak Nima saat menulis buku ini?” Pertanyaan seperti itu memang sangat mainstream, tapi saya tetap tidak bosan untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan itu. Karena setelah mendengar jawabannya, saya bisa ikut merasakan bagaimana tantangan (suka-dukanya) menjadi seorang penulis (cita-cita saya lho itu mbak, hehe). Dan jawaban Mbak Nima mengesankan sekali! Di dua novel sebelumnya, mbak Nima memakai nuansa ala-ala harlequin, tapi novel ini bernuansa religi dengan tema pernikahan๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜ temanya cukup beda jauh, dan mbak Nima perlu membaca buku-buku fiqih pernikahan dan bertanya pada orang yang lebih paham, jadi pantas lah mbak Nima menganggap hal itu suatu tantangan yang besar. Pertanyaan dan jawaban yang menarik!๐Ÿ˜๐Ÿ˜โ™ฅ saya bersedia kok mbak, untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengalaman barunya itu๐Ÿ˜๐Ÿ˜

  38. Nama: uya
    Akun Twitter: @uyacarooe
    Pertanyaan yang paling menarik itu di blog ini yang pertama. Kenapa? Karena yang namanya menulis itu pasti adalah sebuah pengalaman yang luar biasa, bukan hanya pengalaman-pengalaman saat menulis tapi pas nulis aja sudah termasuk pengalaman yang luar biasa. Mau nulis make’ pensil atau bolpen plus kertas, nulis di lappy, nulis di tembok tetangga make’ buah liar, pokoknya dimanapun itu pasti kerennya luar biasa. Apalagi Mbak Nima jawabnya pas banget hihi make’ terharu-terharu lagi katanya ๐Ÿ˜€ gak peduli apapun yang terjadi, menulis adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Yeaaaaaah semangkaaaa nulisnya ya mbak Nima dan mbak Eva ๐Ÿ˜€

  39. Nama : Hary Gimulya
    Twitter : @angels_rutherfo
    Link share : https://twitter.com/angels_rutherfo/status/617349813424664576

    Dari 8 pertanyaan wawancara untuk Mba Nima, paling suka dengan pertanyaan ke-8 yang ada di blognya Mbak Eva ini, yaitu siapa orang yang paling mendorong kemajuan karir menulis Mbak Nima?
    Ada beberapa alasan kenapa aku suka banget dengan pertanyaan ini, yaitu :
    1. Lewat pertanyaan ini, jadi tahu bahwa suaminya Mbak Nima sangatlah mendukung profesinya sebagai penulis (pasti senang banget nih Mbak Nima punya suami seperti dirinya.^^)
    2. Saya pribadi senang pada saat membaca jawaban Mbak Nima terhadap pertanyaan ke-8 ini. Serasa membaca curhatan di buku diary.:)
    3. Jawaban Mbak Nima menandakan bahwa penulis juga manusia. Ada saat-saat dimana penulis juga bisa merasa down dan sedang stuck terhadap karyanya. Namun Mbak Nima juga menyiratkan agar di saat seperti itu,
    kita jangan terus-menerus down dan harus bisa bangkit semangat mengejar apa yang kita cita-citakan. Terima kasih Mbak Nima.:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s