Pileuleuyan, TK Kartini.

Sesuatu yang paling jauh diraih adalah waktu, dan sesuatu yang paling bisa didekap dari kepergian waktu adalah kenangan. -Eva Sri Rahayu.

 

Rasi dan sahabatnya Sofi (Foto hasil jepretan Ceu Asri Resmisari)

Rasi dan sahabatnya Sofi (Foto hasil jepretan Ceu Asri Resmisari)

 

Agustus 2014 pertama kalinya Rasi masuk sekolah TK. Ada perasaan deg-degan waktu melihat anak itu berangkat sekolah hari pertama. Apa dia bakalan betah, apa bisa bergaul dengan teman-temannya, dan apa bisa menikmati sekolahnya. Namun di sisi lain, saya pun punya kekhawatiran pada diri sendiri, apa saya bisa berbaur dengan ibu-ibu temannya Rasi? Soalnya saya perlu waktu lama untuk menyatu dengan suatu lingkungan–dan hiksnya ini menurun sama Rasi.

Tanpa saya duga, ternyata anak-anak beserta para emaknya dengan cepat mengenal Rasi si murid baru dan papanya yang bertugas mengantar jemput. Sedang saya awalnya hanya sesekali mengantar atau menjemput kalau-kalau papanya berhalangan. Pertemuan-pertemuan singkat itu menghasilkan pertukaran pin BBM dan dengan baik hatinya Mama Manda–ibu koordinator kelas Rasi–memasukkan saya ke grup BBM-nya. Meskipun jaraaang sekali ikut ngobrol di sana, tapi sangat bersyukur karena jadi enggak ketinggalan info-info seputar sekolah, dan ehm… bisa tanya-tanya soal lain semisal nyari tempat di Bogor dan lainnya. Pokoknya para ibu di sana ramah-ramah meskipun saya seringnya muncul di grup kalau ada perlunya *plaaak!

Btw, ini bagian pengakuan dosa. Berhubung jarang bergaul tiap ketemu ibu-ibu saya selalu bingung manggil namanya. Karena biasanya para ibu saling memanggil dengan nama anak-anaknya, misalnya Mama Fia, Mama Arkin, dll. Saat menjawab pertanyaan salah satu ibu, saya jadi enggak enak sendiri kalau manggil pakai nama aslinya yang tertera di kontaknya.Akhirnya supaya aman saya panggil “Mam” aja yang umum XD Tapi hal itu menjawab satu pertanyaan: kenapa emak-emak selalu mencantumkan nama anak mereka. Kayak “Nurning (Bunda Rayhan)”, hohoho Mama Ean maafin dijadiin contoh. Dulu saya suka sebel kalau teman sudah mengubah nama BBM-nya dengan nama anaknya, soalnya saya jadi susah mencarinya di kontak saat mau menyapa. Manalah saya hafal nama-nama anak mereka. Mengingat nama memang kelemahan saya 😥 Maafkaaan. Berkat berteman di BBM juga, ibu-ibu teman Rasi mengetahui kalau profesi saya penulis. Soalnya isi update status kebanyakan soal nulis. Ngeksis banget ya XD *plaaak!

 

Bersama Bunda Tini, wali kelas Rasi (Foto diambil oleh Ceu Asri Resmisari).

Bersama Bunda Tini, wali kelas Rasi (Foto diambil oleh Ceu Asri Resmisari).

 

Kemudian datanglah kesempatan mengenal para ibu lebih dekat. Waktu itu ada acara piknik di sekolah. Saya dan Mas Fuan ikut ke sana mendampingi Rasi. Terharunya mereka sangat ramah-ramah, selalu menyapa saya dan siap membantu apa saja. Sayangnya hari itu saya masih sangat minder, jadilah enggak begitu banyak interaksi dengan para ibu. Bahkan sekadar minta foto bareng aja malu. 😥 Bagian senangnya, saya jadi mengenal teman-teman Rasi. Salah satu yang paling sering disebutnya itu Arkin dan Nanda, sayangnya Nanda enggak ikut.

 

Rasi dan Arkin. Lucu banget deh ekspresi mereka.

Rasi dan Arkin. Lucu banget deh ekspresi mereka.

Para ibu ini punya acara rutin seru-seruan, mereka menyebutnya Cucurak. Mama Rayhan–ketua komite yang keren–pernah meminta saya untuk sharing penulisan di acara itu. Saya mau banget, serius. Tapi saat itu waktunya bentrok dengan panggilan kerja ke Jakarta, jadilah batal. Selanjut-selanjutnya para mama masih selalu mengajak, tapi sampai terakhir pun saya enggak pernah hadir. Terakhir kemarin saya lagi pindahan ke Bandung. Sedih banget 😥

 

Ibu-ibu di acara cucurak yang enggak sempat saya hadiri (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Ibu-ibu di acara cucurak yang enggak sempat saya hadiri (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

 

Satu waktu, kesehatan saya menurun. Dada sering sesak, mudah capek, dan perut sakit banget. Mas menyarankan supaya saya rajin olah raga. Jadilah waktu itu saya mengubah jam kerja dari tengah malam ke dini hari. Sehabis menulis, saya menyiapkan Rasi ke sekolah lalu mengantarnya. Bolak-balik jalan kaki dari rumah ke sekolah menghabiskan waktu setengah jam, saya pikir bisalah dihitung olahraga XD Rasi seneng banget karena saya yang mengantar, katanya petualangan pagi. Saat itu saya jadi sering ketemu ibu-ibu. Terus terang saya selalu cepat-cepat pulang, bukannya enggak betah ngobrol sama mereka–yang enggak mungin karena mereka selalu super ramah–tapi karena saya belum kinclong seperti mereka. Duuh malu banget deh berdiri di antara para bidadari sementara saya masih bau *eh.

Momen berikutnya yang berkesan adalah pas kartinian. Waktu itu anak-anak perempuan harus memakai baju adat dan berdandan. Lagi-lagi para ibu jadi pahlawan saya. Mama Rayhan menawarkan paketan baju adat dan make up-nya. Yang merias Mama Rayhan, sedang hair do dan baju dari Ceu Lely. Yang berkesan banget adalah satu momen saat saya nongrong pertama kali dan satu-satu kalinya warung deket sekolah. Warung itu tempat ibu-ibu sering berkumpul. Sambil memilih-milih baju adat, kami mengobrol ngalor-ngidul. Pulangnya saya malah dianter sama Mama Rayhan. Terharunya :’)

 

Rasi dan teman-temannya di acara kartinian.

Rasi dan teman-temannya di acara kartinian.

 

Waktu kelulusan makin dekat, saya mulai mencari-cari sekolah untuk Rasi. Ternyata untuk masuk ke SD favorit di Bandung, untuk anak yang kurang dari enam tahun, harus menyertakan hasil psikotes yang menyatakan bahwa si anak siap untuk belajar. Karena pekerjaan saya, Rasi melewatkan hari psikotes yang diadakan sekolah. Maka saya mencari tempat psikotes lain. Untungnya saya bertanya pada orang yang tepat. Mama Fia salah satu mamanya teman Rasi ternyata membuka lembaga psikotes bersama teman-temannya. Jadi Rasi bisa ikut psikotes di sana. Mama Fia akhirnya jadi tempat saya konsultasi macam-macam soal perkembangan Rasi. Terharu lagi :’)

Kemudian waktu berlalu semakin cepat. Saat perpisahan tiba. Gladi bersih, pelepasan, hari pembagian raport menjadi saat-saat yang paling emosional. Rasi selalu berceloteh tentang latihan drama dimana dia berperan sebagai bunga. Waktu saya tanya, “Bunga ngapain aja, Rachan?” Jawabnya, “Bunga diem aja, Michan, kan diiket.” Oooh…. Ternyata pas ngeliat dia lagi gladi bersih, dia meranin lebah menari. Menarinya cukup lincah, saya senang melihatnya. Saya berkomentar, “Rachan narinya bagus, tapi besok sambil senyum ya. Eh tapi kok Rachan jadi lebah? Bukannya bunga?” Dia menjawab dengan polos, “Aku narinya bagus kali.” -___-”

 

Para lebah cantik (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Para lebah cantik (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

 

Di hari pelepasan itu, malah saya yang ngerasa sedih banget. Bahkan saya udah nangis diem-diem dari gladi bersih. Satu lagi perpisahan 😥 Sedihnya lagi, hape saya mati total karena rusak, lagi-lagi saya beruntung, Ceu Rati mamanya Arkin tanpa diminta mengambilkan foto-foto Rasi. Belum lagi Ceu Asri mamanya Sofi yang sebagian besar foto di postingan ini saya ambil darinya. Terharu lima kuadrat :’)

Ada satu kejutan hari itu. Saat nama-nama para ibu yang suka membantu sekolah dipanggil, Rasi bertanya, “Michan, kenapa itu mama-mamanya disuruh ke depan?” Saya jawab, “Oh, itu mama-mama yang suka bantuin sekolah.” Lalu katanya, “Kalau Mama?” Saya diam dulu berpikir sebelum menjawab, “Mama sih enggak, soalnya kan mama enggak suka bantu sekolah.” Mendengar itu Rasi mau menangis, tapi sebelum air matanya tumpah, nama saya dipanggil ke depan. Saya sempat melongo beberapa saat. Ini saya enggak salah denger apa ya. Kalau enggak karena Bunda Dwi–salah satu guru Rasi–menyuruh ke depan, saya pasti enggak naik ke panggung. Saya sangat berterima kasih kepada sekolah, karena dengan itu bisa membuat Rasi senang. Ini terharu enggak berhenti-henti :’)

 

Ibu-ibu dan para pengurus yayasan (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Ibu-ibu dan para pengurus yayasan (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

 

Dua hari kemudian pembagian raport. Semua buku-buku belajar Rasi diberikan sekolah termasuk foto kelas dan buku tahunannya. Rasanya bergetar sekali melihat jejak-jejak Rasi di sana :’) Semoga langkah pertama sekolahmu ini membahagiakan, Nak.

Enggak pengin melepas kesempatan, hari itu seharian saya ngerepotin Ceu Asri yang baik hati. Minta tolong difoto-foto terus. Maafkan, Ceu XD Melihat wajah-wajah anak-anak dan para ibu membuat saya bertanya-tanya: kapan lagi kita bisa bertemu? Semoga tali silaturahim terjaga, semua kenangan menorehkan senyum cerah.

 

Bersama Ceu Asri si ibu hebat.

Bersama Ceu Asri si ibu hebat.

Bersama mama Rayhan ketua komite keren.

Bersama mama Rayhan ketua komite keren.

Bersama Ceu Ratie mamanya Arkin (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Bersama Ceu Ratie mamanya Arkin (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Bersama para mama yang ramah-ramah (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Bersama para mama yang ramah-ramah (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Bersama para bunda TK Kartini yang sudah mendidik Ras (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Bersama para bunda TK Kartini yang sudah mendidik Ras (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

 

Terima kasih ibu-ibu. Ceu Asri yang selalu saya repotin dengan nanya ini itu, Mama Reyhan, Mama Fia, Mama Eva, Mama Manda, Mama Diandra, Mama Ayesh, Ceu Ratie, Mama Yasmin, Mama Riska, dan semua mama, terima kasih sudah menerima saya di tengah kalian.

Terima kasih Bunda Tini yang sudah mendidik Rasi setahun ini. Terima kasih semua Bunda yang mengajarkan banyak hal pada Rasi, terutama mengajarkan mencintai sekolah. Ketika menuliskan ini, di kepala saya terngiang-ngiang lagu yang dinyanyikan anak-anak.

Terima kasih, Bunda. Untuk semua cinta, yang kau berikan pada diriku.

Tak akan terbalas, budi dan jasamu. Yang kamu berikan pada diriku.

Lembut belaimu, jernih cintamu, putih kasihmu, seputih melati putih. Harum mewangi.

Terima kasih anak-anakku kelas B1, Sofi yang sudah menjadi sahabat terbaik Rasi, Nadya, Alby, Fia, Eva, Yasmin, Riska, Manda, Azka, Alkayra, Belvania, Bunga, Haikal, Khalisa, Maulidya, Zidane, Daffa, Ofel, Arkin dan Nanda teman segerombol XD Semoga kalian selalu menjadi anak-anak yang berbahagia.

 

Anak-anak TK Kartini 1 (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Anak-anak TK Kartini 1 (Foto milik Ceu Asri Resmisari).

Terbanglah, Nak. gapai semua impianmu dengan pribadi yang bersahaja.

Pileuleuyan, TK Kartini. Kita berpisah untuk berjumpa kembali. Suatu hari, di hari cerah yang dipenuhi obrolan indahnya masa lalu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s