[Blogtour + Giveaway] Novel Morning Breeze

Kaver novel Morning Breeze

Kaver novel Morning Breeze

 

Siapa yang tidak pernah patah hati? Saat mencintai seseorang, detik itu juga hati kita harus siap terluka. Cinta dan luka sepaket candu yang tidak bisa ditolak. Ketika mencintai, menunggu bukan pilihan, tapi menunggu sudah pasti dijalani. Menunggu seseorang yang dicintai membalas, menunggunya kembali saat dia pergi, dan menunggu-menunggu lainnya. Seperti kisah Dinasty dan Fabian ini, mereka yang sama-sama menunggu.

***

Judul: Morning Breeze

Penulis: Viera Fitani

Penerbit: Elex Media Komputindo

Tebal: 257 Halaman

Editor: Afrianty P. Pardede

ISBN: 978-602-02-5983-3

Blurb:

Fabian Aganta, dokter tampan yang kelebihan hormon ramah dan baik hati sukses membuat suster Dinasty–yang baru saja menjadi asistennya–sebal setengah mati. Tapi sungguh tak disangka, di balik kelakuannya yang menyebalkan, doktr ganteng itu ternyata menyukai Dinasty yang selalu cemberut dan mengeluhkan setiap pekerjaan yang disuruhnya. Dirga, seseorang dari masa lalu Dinasty datang tepat ketika Fabian menyatakan perasaannya pada wanita itu. Seseorang yang sangat Dinasty cintai dan dinanti-nantikan karena kepergiannya yang tiba-tiba. Mungkinkah Dinasty akan menyukai Fabian dan meninggalkan orang dari masa lalunya? Atau Fabian-lah yang dipilih Dinasty untuk menemaninya seumur hidup?

“Dinasty, angin pagi adalah favoritku. Dia bisa berembus begitu kencang, menyjukkan, namun terasa hangat karena sinar matahari yang mulai muncul. Begitulah kamu bagiku. Menyejukkan dan menghangatkan di saat bersamaan. And whatever happens, you’ll always be ny morning breeze….”

 

***

Dinasty Syafrina merasa dikutuk karena harus menjadi asisten dokter Fabian Aganta Roeslan yang terkenal tampan dan baik hati. Konon, tidak ada yang lolos dari pesonanya, kecuali Dinasty. Gadis itu sudah mengunci hatinya untuk kekasih yang meninggalkannya selama setahun tanpa kabar dengan hanya meninggalkan secarik kertas berisi pesan agar dia menunggu. Karena cintanya, Dinasty tidak punya pilihan selain menunggu. Namun siapa sangka ternyata Fabian memiliki hati untuk Dinasty. Saat mengetahui gadis itu telah memiliki kekasih, dia memilih untuk menjadi penghapus air mata dan rela menunggu sampai hati Dinasty terbuka untuknya.

Mereka berdua tidak pernah menyangka akan dihadapkan pada satu situasi rumit ketika kekasih Dinasty–Dirgantara–yang ternyata mengenal Fabian kembali. Ketiganya larut dalam dilema, tercabik oleh rasa cinta. Apakah Dinasty bisa memilih salah satu dari kedua pria itu? Atau justru dia yang pergi.

Review

Morning Breeze novel yang memiliki penuturan lembut dengan konflik yang sudah dibangun dari awal. Konfliknya sendiri terbilang fokus, tidak dibuat berlapis-lapis. Berlatar dunia kedokteran sehingga di beberapa bagian diselipkan istilah kedokteran yang mudah dipahami.

Tokoh-tokohnya tergambar jelas, baik fisik maupun karakter. Viera menuliskan ciri-ciri fisik tiga tokoh utamanya dengan cukup detail dan disebar dalam beberapa bab, sehingga pembaca tidak langsung dijejali informasi. Dua tokoh utama prianya meskipun mainstream karena digambarkan ganteng, kaya, dan baik hati, tetap bisa dengan mudah meraih simpati pembaca. Saya pun menyukai Dinasty yang tampak kuat dari luar padahal rapuh di dalam.

Novel ini menggunakan pov 1 dari tiga tokoh sekaligus. Meskipun penyampaiannya kurang mulus karena terasa sedikit mirip, yaituย kemiripan “suara” pada diksi yang dipakai. Namun dengan teknik ini konflik batin ketiganya terasa sekali dan diberi porsi yang cukup berimbang sehingga pembaca dapat bersimpati pada ketiganya. Saya ikut terhanyut dengan dilema mereka. Merasakan pedihnya berada di posisi ketiganya.

Bagi saya, novel yang tokoh antagonisnya tidak menyebalkan adalah nilai lebih. Dan itu dimiliki novel ini. Konflik demi konflik terjadi karena keadaan, sehingga lebih terasa menghujam. Misalnya, alasan kepergian Dirga yang kuat. Sayangnya twist-nya terasa seperti kebetulan, sehingga menjadi faktor kelebihan dan kekurangan sekaligus. Rentang waktu yang terjadi dalam novel ini kurang panjang sehingga rasanya Dinasty terlalu cepat memilih.

Novel ini menggunakan bahasa yang diksinya manis dan pas, berada pada tengah-tengah sehingga bagi pembaca yang kurang menyukai penggunaan bahasa yang mendayu-dayu pun akan bisa menyukai penuturannya. Editing novelnya cukup rapi, hanya belum konsisten dalam pemakaian tanda baca. Viera memasukan pelajaran cinta dengan soft dan pemilihan kata yang mengena sekaligus indah. Terkadang saya berhenti membaca untuk menikmati kata-katanya.

Quotes favorit saya:

ย Andaikan cinta bisa memilih, aku pasti tidak akan memilih wanita yang sudah punya hubungan dengan seseorang. Tapi cinta selalu seperti ini bukan? Datang tak terduga, tanpa pernah kita tahu kapan waktunya, atau bahkan dengan siapa hati kita memilih untuk berdebar lebih cepat. –Halaman 84.

 

Kamu nggak pernah sekalipun berjuang untuk hubungan kita. Laki-laki sejati berdiri menghadapi masalah dan bukan malah lari seperti kebiasaanmu selama ini. –Halaman 152.

 

Kamu pernah kehilanganku sekali, dan aku rasa kamu bisa melewatinya lagi. –Halaman169.

 

Aku hanya ingin dia tahu, bahwa aku akan belajar mencintainya. Hanya mencintainya. –Halaman 171.

 

Cinta tidak bisa diarahkan ma, dia punya arahnya sendiri. –Halaman 213.

 

Mencintai tapi meninggalkan. Cinta macam apa itu? –Halaman 245.

 

Mug Morning Breeze

Mug Morning Breeze

 

***

Karena ini puncak blogtour dan giveaway Morning Breeze, hadiahnya pun spesial. Ada novel Morning Breeze bertanda tangan dan mug cantik XD Yuk, ikutan giveaway spesial ini. Caranya:

1. Follow twitter penulisnya @vierafitani

2. Twit-kan info giveaway ini dengan format bebas yang penting memberitahukan giveaway-nya. Pakai tagar #MorningBreez dan mention penulisnya juga saya di @evasrirahayu (kalau kurang karakter bisa dipecah dalam dua twit).

3. Jawab pertanyaan ini di kolom komentar postingan: Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang kamu cintai saat dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar? Berikan alasannya. Lalu cantumkan akun twitter-mu di bawah jawaban.

Giveaway ini berlangsung dari tanggal 24 April sampai 3 Mei 2015. Pengumuman satu pemenang tanggal 4 Mei di akun twitter saya @evasrirahayu

Ditunggu partisipasinya ya ^_^

 

Hadiah mug cantik

Hadiah mug cantik

Advertisements

43 thoughts on “[Blogtour + Giveaway] Novel Morning Breeze

  1. Aku tidak tau seberapa lamanya aku sanggup menunggu kamu sang pemilik hati ini kembali ke pelukanku lagi. Mungkin saja aku sanggup menunggumu bertahun2 lamanya sampai rasa itu hilang bersama angin pagi yang berhembus, mungkin juga aku hanya sanggup menunggumu beberapa hari saja atau mungkin aku hanya sanggup menunggumu beberapa detik setelah kepergianmu karena aku tak pernah tahu seberapa lama rasa itu hilang dari hatiku. Karena yang aku tau aku mencintaimu dan ketika kamu pergi, aku merasa tak lagi sama karena kamu telah membawa separuh hati ini. Yang kutahu pasti, kalau kita memang berjodoh kamu pasti akan kembali kepelukanku lagi walaupun ada beribu rintangan yang menghampiri.

    Hehe maaf ya jawabanku dangdut banget๐Ÿ˜

  2. Selama ini saya menunggu dia sudah lima tahun,dan mungkin akan terus berlanjut sampai saat dimana saya lelah menunggu.. Kenapa saya menunggu nya begitu lama? Karena saya juga butuh waktu yang lama untuk bisa menjadikan dia sebagai kekasih, hal memalukan juga yang membuat saya terus menunggunya ‘saya yang menyatakan cinta terlebih dahulu’ saya menjatuhkan harga diri saya demi menyatakan isi hati padanya. Saya rasa hati saya telah kebal jika disuruh menunggu.. Banyak yang mendekati tapi hati ini tetap tidak dapat berpindah kelain hati selain dirinya..,

    jadi curhat deh .. Twitter @onlylfinite

  3. Ikutan ya, kak ^^ Review kakak selalu apik! ๐Ÿ˜€

    Aku akan menunggunya hingga aku punya fokus lain yang disebut cinta. Cinta bisa apa aja dan siapa saja, kan? Tumpukan novel misalnya, hehe xD

    Karena apa? Karena aku ‘sangat’ setuju dengan salah satu quotes di novel ini;
    “Mencintai tapi meninggalkan. Cinta macam apa itu? -halaman 245”
    Ya, menurutku tidak ada cinta jika dia meninggalkan begitu saja–tanpa kabar. Karena cinta ada ketika ‘dia’ sering disebut dalam memori dan hati. Jadi, gak ada alasan lain. Sesibuk-sibuknya pun, kalau memang cinta, pasti terselip sosok ‘dia’ di pikiran dan hatinya. Dengan begitu, pasti memberi kabar. ^^

    @falfanyfitri

  4. Berapa lama aku sanggup menunggu? Jawabannya aku tidak tahu. Dua tahun berlalu, aku kira itu sudah cukup membuatku berhenti menunggu. Tapi setiap ingin berhenti dan melupakannya saja, rasanya sungguh sulit. Kejadiannya seperti baru terjadi kemarin. Dan tanpa sadar aku semakin berharap dia akan kembali esok harinya. Setiap hari
    begitu. Aku berharap dia kembali,
    membayar rasa lelahku karena
    menunggunya. Nyatanya hingga saat
    ini, tak ada satu kabarpun yang mampir ke telingaku tentangnya. Dia menghilang dan dengan bodohnya aku masih menunggunya. Hal yang sia-sia mungkin? Entahlah. Yang pasti, aku masih terus menunggunya hingga tahun ke tahun. Jodoh tidak akan kemana.

    Itu aja sih, hehe… makasih…

    twitt @nhasniindriani

  5. Ehem, aku termasuk cewek yang setia kok, yang nggak mudah melirik pada sosok lain *ciyeeelah* tapi lihat sikonnya dulu. Kalo cowoknya pergi lama, udah ada kesepakatan di awal kalau dia bakal balik lagi ke sini dan aku udah janji untuk nunggu dia, ya aku tunggu sampai kapan pun dia akan pulang. ^^’
    Lain cerita kalau dia pergi gitu aja apalagi tanpa kabar dan nggak tau kapan baliknya. Aku nggak bisa sebut nominalnya berapa lama aku bisa nungguin dia, tapi patokannya cuma sampe sebelum akhirnya ada orang lain yang datang di hidupku dan mampu menggantikan posisi dia di hatiku selama dia pergi (selama dia belum kembali), bukan nggak mungkin aku jadi berpaling hati. Karena kupikir nggak guna juga kalo terus-terusan nunggu dia yang nggak pasti kan? Salah dia sendiri kenapa perginya tanpa kabar. ๐Ÿ˜†

    Twitter: @murniaya

  6. Aku tipe cewek setia. Mungkin kalau dihitung waktu …
    sama kayak masa iddah. Aku akan tunggu 4 bulan.
    Tapi …. kita juga harus realistis.
    Kalau sampai setelah 4 bulan ada laki-laki soleh lain yang datang melamarku, akan terima lamaran itu. #eaaa
    Kan, kita nggak boleh nolak jodoh yang datang. Itu kan rejeki. Ha ha
    Lebih baik aku menerima sebentuk cinta yang ditawarkan calon imam yang di depan mata. Daripada mengharapkan sebentuk cinta yang entah di mana.
    Jangan sampai nasibku seperti pepatah
    Harapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan.
    Jadi terima yang pasti-pasti aja deh!

    Twitter: @ayuniadesty

  7. menunggu. kata itu pasti kata paling membosankan untuk kita para wanita. kenapa wanita ? karena wanita lah yang paling sering sekali menunggu. namun wanita yang berprinsip pada cintanya nggak akan letih menunggu walau tiada kabar sama sekali. dan bila ditanya berapa lama sanggupnya itu lama sekali, sanggup untuk lima tahun atau sepuluh tahun atau bahkan seratus tahun lagi. itu bagi aku sebagai wanita. tapi di kalangan masyarakat sekarang kan rata rata orang tuanya lah yang bermasalah, yang ga akan mau anak gadisnya menunggu sesuatu yang ga pasti. dan memang anak kan harus patuh apa kata orang tua. walau hati nggak bisa dipaksa, walau hati bilang nggak letih menunggu. tapi omongan orang tua ini yang akan buat keyakinan kita akan memudar. ditambah lagi ada cap jelek dimasyarakat bahwa wanita yang belum menikah menikah disebutnya perawan tua lah. itu pasti akan jadi pikiran juga buat orang tua dan diri kita sendiri. dan aku sebagai anak tunggal dalam keluarga nggak akan mungkin harus terus egois nunggu seseorang itu dengan beban bahwa hanya akulah yang satu satunya bisa meneruskan silsilah keluarga. perjodohan lah yang pada akhirnya akan menghentikan usahaku dalam menunggu seseorang itu.

    twitter : @rainyveefauza

  8. Ditanya sanggup atau tidak, pastinya aku ga tau. Karena aku belum merasakannya. Secara logika pasti kita akan berfikir ‘ngapain nungguin seseorang yg belum tentu masih mencintaimu. Udah ga ada kabar, mungkin dia udah bahagia sama pasangan barunya meninggalkan kita nangis ga jelas dipojok kamar *inilebay* kata pepatah sih “life must go on” . Tapi itu secara logika, hati emang siapa yg tau.
    Emm,,balik lagi ke pertanyaan, Seberapa lama aku sanggup nungguin doi yg ga pulang2 itu sih terserah hati dan takdir kali yaah. Walau nunggu sampai ajal menjemputpun bisa aja terjadi. Buat HATI DAN TAKDIR, jgn biarin gue nangis dipojok kamar terlalu lama yaa,, kalo ada yg lebih baik dari doi, segera datangkan secepat mungkin *kokmaksa* .udah itu aja, Sekiaaannn^^
    Twitter: @MayaMai_29

  9. @jiahjava

    seberapa lama saya bisa menunggu?
    Errr ini statusnya apa? Kalau cuma kekasih, saya tidak akan menunggu lama. Kalau ada yg menawarkan cinta baru, hayuk kita jalani. Bagaimanapun saya harus maju, bkn mundur. Tapi, kalau pasangan hidup, suami. Saya akan menunggu dia kembali. Walaupun ya dalam menikah itu ada yg namanya janji nikah, jk tidak memberi nafkah sekian bln jatuh talak. Tetep deh saya nunggu dia untuk memperjelas status saya.

  10. Twitter: @imahrena

    Klw ditanya seberapa kuat menunggu dia yg di cintai pasti ku jawab ‘tidak tau’. Soalnya apa, kita engga bakalan tau yg akan terjadi di kedepan hari. Yg namanya wktu pasti terus berputar, hari terus berganti, bulan pasti berlalu, tanggal dan tahun juga pasti berganti. Bisa jdi di tengah jalan kita ketemu sosok lain yg bisa menggantinya, membuatmu lebih dihargai tanpa kamu harus menunggu lagi. Membuang waktumu untuk sesuatu yg tidak penting, sesuatu yg belum tentu jadi milik kamu.

  11. Twitter: @bungaoktober_

    Berapa lama, ya?

    Sejujurnya, saya tidak tahu. Saya belum pernah menunggu “seseorang yang saya cintai”, meski saya terbiasa menunggu orang-orang yang memiliki janji dengan saya (dan memutuskan datang terlambat entah karena apa). Menunggu ketika ada janji itu jelas lebih mudah. Saya bisa menghubungi mereka dan menunggu sambil membaca buku.

    Menunggu seseorang pergi begitu saja? Saya rasa saya akan cukup lama sanggup menunggu (jika saya benar-benar mencintainya). Seberapa lama? Mungkin sampai tubuh saya yang lebih dulu rusak atau jiwa saya yang lebih dulu lelah atau hati saya yang lebih dulu diraih orang lain. Apa pun bisa terjadi di masa depan, kan?

    Namun, apa pun pilihan yang saya ambil nantinya, saya akan benar-benar memikirkannya dan memilihnya sendiri. Supaya saya tidak perlu kecewa pada masa depan yang saya pilih atau berusaha menyalahkan orang lain. Lagi pula, dia pergi pun dengan pilihannya sendiri, kan? Saya pun harus tetap menjalani hidup dengan pilihan saya sendiri.

    Akan tetapi, jika diminta jawaban pasti. Saya tidak akan bisa memberikan angka. Saya bahkan belum menemukan “seseorang yang saya cintai dan akan rela saya tunggu” hingga detik ini. Dan saya tidak ingin mengingkari apa yang telah saya katakan (meski hanya untuk mengikuti GA). Jadi, saya tidak bisa memberikan jawaban pasti, kecuali jawaban: “Saya akan menunggu sesanggupnya saya menunggu”.

  12. aku tipe yang komitmennya lumayan tinggi. aku berani menunggu berapa lama pun, asal sebelumnya sudah terjadi kesepakatan di antara kami, aku yakin dengan perasaannya, dan sudah tahu dia orangnya seperti apa. ehm zaman sekarang sih kalau pergi tanpa kabar kayaknya sedikit impossible ya. habisnya gadget mempermudah komunikasi :p tapi kalau pun dia sibuk, komunikasi kurang, atau apalah hambatannya sehingga gak ada kabar sama sekali dari dia, aku tetap mau menunggu kok. karena aku cinta dia, aku rela menanti dia datang kembali. itu sebagai bukti perasaanku ke dia ๐Ÿ™‚

    @dust_pain

  13. Seberapa lama aku sanggup menunggu ? hingga aku lelah

    Karena hingga saat ini pun aku gak tau siapa orang yang ku tunggu heheh jombloo dari lahir sih aku *abaikan, bisakah menunggu jodoh dari tuhan saja ?

    Tapi jika suatu saat nanti ada yang memintaku menunggu, kemungkinan aku akan terus menunggu sampai aku lelah. Karena aku yakin ketika suatu saat nanti aku menunggu itu karena hatiku yang memilih untuk menunggunya dan hatinya yang menyakinkanku untuk menunggunya. Seberapa banyak kata lelah dan bosan itu akan lenyap jika hatiku masih memilihnya.

    Dan ketika nanti aku lelah, mungkin disitulah titik pasrahkuu pada jodoh yang dikirim tuhan untukku, batas akhir dari rasa penantian cintaku padanya yang tak kunjungi kembali .

    Ini mungkin catatan seorang jomblo mengharapkan jodoh hehe

    twitter : @risadewita

  14. Berdasarkan pengalamanku, Aku telah menunggunya yang tanpa kabar selama 2 bulan. Alasanku bertahan untuk menunggu adalah karena aku yakin dia pasti akan memberiku kabar entah itu kapan, entah dia datang dengan beribu alasan yang pasti dia akan menghubungiku lagi. Aku yakini itu, dia pasti akan menghubungiku lagi. Ternyata dua bulan kemudian dia menghubungiku tapi kemudian menghilang lagi. Sudah berkali-kali dia seperti itu dan aku masih meyakini kalo aku memang memiliki arti untuknya. @nurul_rizqa

  15. Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang kamu cintai saat dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar?
    Jawaban :
    Aku akan memberikan sebuah jawaban yang realistis, tidak ada sebuah waktu yang pasti kapan seseorang sanggup menunggu saat orang yang ia cintai pergi.
    Mungkin bisa 1 bulan, 2 bulan, 1 tahun, entahlah.
    Namun yang pasti, aku akan tetap menunggunya hingga ia kembali kesisiku.
    Sebelum ia pergi, ia telah berjanji bahwa ia akan kembali.
    Akan kupegang janjinya tersebut. Aku menunggunya karena aku mencintainya.
    Ibarat sebuah takdir yang saling bercabang ke segala arah, berputar dari sisi satu ke sisi yang lain, tapi pada akhirnya takdir tersebut akan kembali ke titik yang telah ditentukan.
    Begitu juga dengan dirinya yang pergi jauh. Aku yakin suatu hari nanti ia pasti akan kembali untuk bersama denganku.
    Di saat aku bosan menunggu, aku tidak akan mencari cinta yang lain, namun aku akan mencari tahu keberadaannya lewat orang-orang terdekatnya dan mendatanginya.
    Prinsipku adalah sekali aku sudah mencintainya, maka aku akan selalu mencintainya sampai kapanpun.

    twitter : @angels_rutherfo

  16. Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang kamu cintai saat dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar?

    Selama perasaanku padanya masih ada. Karena menurut aku, kalo kita masih ada perasaan sama dia, ya otomatis kita akan nungguin dia. Dan kalo kita udah ga ada perasaan sama dia, otomatis juga kita akan berenti nungguin dia.

    Kalo kita milih cari pengganti tapi masih cinta sama orang itu, ya percuma aja, karena akhirnya kita akan tetap memikirkan dia yang kita cintai.

    Jadi menurut aku menunggu itu ga ada kaitannya dengan ‘seberapa sanggup’ nya kita, karena cinta itu bukan sesuatu yang dapat kita kontrol. Walaupun kita sudah capek, namun cinta tidak pernah membiarkan kita untuk berhenti. Tapi cinta juga bisa terkikis oleh waktu, karena waktu dan hati manusia itu sejalan. Semakin lama pergi, semakin pergi jauh. Jawabanku pakai perasaan banget ya hihihi ^^

    @anandanf07

  17. Menurutku, yang namanya cinta tidak mengenal waktu.
    Mungkin menunggu adalah waktu yang membosankan, namun bagi cinta sejati, menunggu itu adalah hal yang mengesankan.

    Di setiap malam, saat semua orang terlelap dalam mimpi. Aku basuh diri ini dengan air wudhu yang dingin dan terkadang terasa menyayat kulit. Sholat Istiqarah kutunaikan selama 3 bulan. Melalu sholat itu, aku akan mendapat sebuah petunjuk dari Allah.

    “Ya Allah, jika memang dia jodohku tolong dekatkanlah, satukanlah kami. Namun jika dia bukan jodohku, hilangkanlah rasa cinta ini kepadanya”, begitulah doaku.

    Dengan begitu, berapa lama aku sanggup menunggu seseorang yang aku cintai adalah 3 bulan. Dan 3 bulan tersebut adalah waktuku melalui sholah Istiqarah mencari petunjuk Allah. Biarlah Allah yang menentukan semuanya.

    @anispsari

  18. berapa lama aku menunggu? aku tidak tahu, jika saja aku memang benar-benar mencintainya maka aku akan menunggunya sampai waktu yang bisa menjawabnya, hati tak bisa dipaksakan untuk berhenti mencintai, tapi jika keadaannya dia pergi tanpa kabar apa boleh buat, aku harus segera memperbaiki semuanya. hati,perasaan,fikiran,rasa cinta kepada dia harus perlahan di tiadakan memang melupakan itu sulit, caranya melupakan adalah membuka hati untuk seseorang lagi.jangan menunggu yang tidak pasti itu hanya akan menyakitkan perasaan.

    @AnbariahR

  19. Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang kamu cintai saat dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar?

    – Selama cinta itu masih ada, maka saya akan terus menunggunya. Tak peduli meski cinta yang tersisa hanyalah sedikit. Saya akan terus menunggu. Karena dari sisa-sisa cinta itulah saya bisa yakin, mungkin suatu hari nanti dia akan kembali dan dia juga akan bisa mencintai saya.
    Saya tidak mungkin tidak menunggu dia yang saya cinta. Karena sesungguhnya cinta adalah pengorbanan dan keikhlasan. Saya tidak punya apa-apa selain waktu. Jadi saya berikan waktu saya untuk cinta itu.

    @TataNandhita

  20. SELAMA AKU BISA krn Aku akan menunggu sampai cinta tergerus oleh waktu dan zaman. Biarkan cinta mengalir seperti air. Cinta itu adalah belajar, belajar menanti walau tak ada kepastian. Jika nanti ketika waktu telah beralih dia tak ada kabar dan cinta mulai terkikis sedikit demi sedikit maka aku akan move on. Hidup harus realistis. Untuk apa menanti pria yang tak ada kabar? Maka move on lah yang tepat walau mungkin sedikit patah hati.

    Btw, sepertinya aku pernah tau cerita novel ini. Kaya di wattpad, benarkah?

    my twitter @kikyazza_f

  21. Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang kamu cintai saat dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar?

    Mungkin…. sampai dia kembali ๐Ÿ™‚
    selama apapun dia pergi, aku akan menunggu. Sejauh manapun dia pergi, aku akan menanti. Pertanyaannya adalah, apakah hati ini sanggup menunggu?
    Allah bisa karena biasa.
    Pun sama dengan cinta ๐Ÿ™‚
    Aku terbiasa dengan sosoknya. Sosok yang selalu ada bersamaku.
    ketika dia pergi, aku sanggup menunggu. Tapi hati ini…..
    sanggupkah engkau hati jikalau sang pujaan tak datang, tak memberi kabar…..
    jawabannya… tidak…
    aku akan melepaskan dia. Dia yg pergi. Dia yg tak memberi kabar. Dia yg tak kunjung kembali.

    aku akan tetap menunggu. Menunggu sampai dia kembali. berapa lamapun itu. Tapi, maafkan jika hati ini tak lagi sama. Sama seperti kau dan aku ketika masih bersama. bersama-sama saling tersenyum. Bersama-sama saling menguatkan. Bersama-sama saling bergandengan.

    @psrmsls

  22. Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang jamu cintai saat dia pergi meninggalkan kamu cintai saat dia pergi meningalkanmu tanpa kabar? Berikan alasannya.

    Jawaban: Kalau disuruh menghitung berapa lama, yang pasti semua orang ga bakalan tau berapa lama dia bakalan ngelupain seseorang, apalagi yang dia cintai. Dan juga, ga bakal ada orang yang bisa menghilangkan rasa cinta mereka untuk orang yang pergi gitu aja, kenapa? Karena ada satu kata, yaitu berharap, berharap dia bakalan balik lagi, berharap dia bakalan ngasih kabar. Cuma kata berharap yang bisa ngehibur mereka ketika orang yg dicintai mereka pergi, dan kata itu juga yang jadi kekuatan buat mereka ngehadapin dunia meskipun ga ada orang yang kita cintai. Dan, kalau ditanya berapa lama kata berharap itu akan bekerja, itu sih yang susah. Seperti waktu kecil, kamu pengen jadi superman, dan keadaan itu akan terus ada sampai kamu dikasih pelajaran yang berikutnya lagi oleh keadaan sekitar dan orang-orang bahwa ga akan pernah ada orang yang akan menjadi superman. Jadi intinya, aku ga tau kapan bakalan bisa ngelupain orang itu, hanya bisa berharap, dengan jangka waktu yang mungkin lama, dan belajar memahami keadaan bahwa dia ga ada lagi di sisi aku ๐Ÿ˜€

    Id twitter: @thiamelia

  23. Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang kamu cintai saat dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar?

    Jika dia pergi meninggalkanku tanpa ada pemberitahuan sedikitpun, jangan langsung berpikiran negatif bahwa ia hendak mengakhiri hubungan atau tidak ingin bersama lagi. Siapa tahu dia memiliki kepentingan mendadak yg mengharuskannya pergi. Aku akan langsung menanyakan pada keluarganya alasan kepergiannya. Dari jawaban tersebut, aku akan memutuskan apa yang hendak dilakukan selanjutnya. Jika memang ia pergi untuk meninggalkanku, aku akan menyusulnya untuk langsung menanyakan alasan kenapa ia hendak meninggalkanku. Namun jika alasannya adalah karena sesuatu hal yg mendesak (karena pekerjaan mungkin), aku akan menunggunya, tidak peduli kapanpun, karena aku yakin dirinya pasti kembali.

  24. hai kak, ikutan ya ๐Ÿ˜€

    kalau ditanya sanggup menunggu hingga kapan…
    berarti aku jawab aku akan menunggu hingga waktu dan hatiku tak lagi ingin menunggu. sekuat aku mencoba untuk tetap menunggu, akan aku perjuangkan apa pun untuk menunggunya kembali ke pelukkanku. namun ketika hati ini menyerah untuk menunggu, aku akan melepas dia dengan kehidupannya seberat apa pun itu.
    biar aku yang menanggung dan waktu yang menjawab hingga kapan aku sanggup menunggu.
    tak ingin naif bila memang ternyata hati tak ingin lagi menunggu dan waktu ternyata mendukung, aku akan melepaskannya.
    sukses ya kak! thanks GA-nya ๐Ÿ™‚

    Nama : Dias Shinta Devi
    id twitter : @diasshinta

  25. Menunggu adalah hal yang paling aku benci. Menunggu apapun, tapi jika menunggu orang yg aku cintai itu pengecualian. Jika aku di tanya berapa lama aku akan menunggu seseorang aku tidak akan bisa menjawab, karena aku adalah orang yg tidak mudah berpaling untuk orang lain. Rasa cinta, sayang itu tidak ada ukurannya. Sampai bertahun-tahun pun walau dia tidak bersama kita tapi kalau rasa cinta itu masih ada, masih bersisa kita pasti sulit menemukan orang yang baru. Namun ketika rasa itu sudah hilang dan seseorang yang lain datang membawa sejuta harapan, serta mampu menggetarkan rasa itu kembali aku yakin dialah jodohku yang di kirimkan Allah kepadaku. Bagaimana tidak? Dia sosok yang begitu hebat, dia mampu membuatku berpaling dari orang yang dulu. Bahkan aku yakin jika orang yg ku cintai dulu kembali lagi disaat aku sudah bersama yang lain, rasaku cintaku padanya sudah hilang tak berbekas. Yang ada hanyalah sepenggal kenangan yang hanya di simpan di sudut hati. Aku percaya sama quote ini “Cinta itu bukan kepada dia yang paling dulu datang, melainkan kepada dia yang paling akhir bertahan” :)))
    Intinya kalo menurut aku menunggu orang yang kita cintai itu memang harus, terlebih jika sudah mempunyai komitmen. Namun jika pada akhir penantian kita tak berujung, kita berhak menemukan cinta yang baru :))

    Twitter : @irmaa_waati

  26. Berapa lama aku sanggup menunggu? Aku akan menjawab dengan mantap. Aku akan selalu menunggu jika hatiku masih ingin menunggu. Aku akan berhenti menunggu hija hatiku sudah lelah. Karena yang aku tahu dihatilah tempat kasih sayang, cinta, kebahagiaan dan harapan ada. Aku akan selalu menuruti kata hati karena hati yang menentukan segalanya.

    Wulida N
    @jm_nim

  27. Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang kamu cintai saat dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar? Berikan alasannya!

    Bisa sangat lama. Bertahun-tahun, karena memang saya pernah merasakan hal itu. Saya tipe orang yang bisa dibilang setia dengan pasangan dan sulit untuk berpindah hati. Oleh karena itu, walaupun ditinggal lama, saya akan selalu menanti *agak klise mungkin, tapi memang itulah sifat saya. Kalau sudah mantap dengan satu hati, maka saya akan menjalaninya dengan serius, karena saya bukan tipe orang yang hanya mempermainkan cinta. Tapi tentu saja dalam hal menunggu itu juga ada batasannya. Terlalu lama menunggu tanpa kepastian juga menyakitkan lho! Kalo nggak percaya coba aja (hehe). Saya pernah mengalami hal itu, dua kali. Menunggu lama tanpa kepastian. Saya cukup bersabar waktu itu, tapi lama-kelamaan capek juga, apalagi ada orang terdekat yang mulai memberikan perhatian lebih. Jadi, daripada nunggu yang nggak pasti, mending melanjutkan hidup dengan memilih yang memang pasti ada depan mata.

    @HikariMio

  28. Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang kamu cintai saat dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar?

    Cinta yang benar benar sejati itu adalah cinta yang berlandaskan rasa kesetiaan yang amat sangat kuat. Namun, setia itu bukan formalin, setia bukan bahan pengawet kimia. Setia tidak selamanya akan kuat bertahan apabila tanpa adanya kepastian. Kepastian sangat berpengaruh terhadap kesetiaan. Kepastianlah yang akan menentukan seberapa lama dan kuat kesetiaan itu akan bertahan. Namun, apabila tdk ada kepastian yang datang sama sekali, jangan harap kesetiaan akan tetap bertahan.
    Kita boleh saja berharap dan setia trhdap seseorang yg kita cintai. Namun apabila org itu tdk memberi kita kpastian dan mningglkan kita bgitu sj tanpa kabar, apa arti kesetiaan itu? semuanya percuma, hanya rugi yang kita dapatkan, bukan cinta sejati. Memang benar, cinta sjati itu brlandaskan kesetiaan, tp kesetiaan dr sepasang insan yg sdh ada kepastian. Bukan dr satu orang yang berharap kepastian, blm tentu kepastian itu akan datang nantinya kan ?. Jadi untuk berapa lama saya akan menunggu seseorang yang sy cintai, sy hny menjawab : sampai kesetiaanku hilang, sudah itu saja.

  29. Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang kamu cintai saat dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar?

    Cinta yang benar benar sejati itu adalah cinta yang berlandaskan rasa kesetiaan yang amat sangat kuat. Namun, setia itu bukan formalin, setia bukan bahan pengawet kimia. Setia tidak selamanya akan kuat bertahan apabila tanpa adanya kepastian. Kepastian sangat berpengaruh terhadap kesetiaan. Kepastianlah yang akan menentukan seberapa lama dan kuat kesetiaan itu akan bertahan. Namun, apabila tdk ada kepastian yang datang sama sekali, jangan harap kesetiaan akan tetap bertahan.
    Kita boleh saja berharap dan setia trhdap seseorang yg kita cintai. Namun apabila org itu tdk memberi kita kpastian dan mningglkan kita bgitu sj tanpa kabar, apa arti kesetiaan itu? semuanya percuma, hanya rugi yang kita dapatkan, bukan cinta sejati. Memang benar, cinta sjati itu brlandaskan kesetiaan, tp kesetiaan dr sepasang insan yg sdh ada kepastian. Bukan dr satu orang yang berharap kepastian, blm tentu kepastian itu akan datang nantinya kan ?. Jadi untuk berapa lama saya akan menunggu seseorang yang sy cintai, sy hny menjawab : sampai kesetiaanku hilang, sudah itu saja.

    Twitter: @Bintang_Ach

  30. Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang kamu cintai saat dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar?

    Sampai aku temukan pengganti dirinya. walau itu hanya sehari saja, tapi bila ada orang yang lebih pantas daripada dirinya, kenapa aku harus menolak. untuk apa menunggu saat dia sendiri sudah melupakan aku? Untuk apa aku setia, bila dia tanpa kabar disana? Untuk apa aku menahan rindu kalau dia menemukan penggantiku?

    Jadi tidak butuh alasan lama bagiku untuk menunggunya, walaupun hanya sedetik.

    @ntarienovrizal

  31. aaaaaa ada ga lagi, pas ga kemarin aku udah ngetik panjang-panjang ehnpas komen gabisa karna hape masih keramat . sedih si tapi rela bagi-bagi ๐Ÿ˜ญ /duh iklan

    bismillah, moga menang GAnya walopun baru ikutan . orang baru tau kak///

    kak jujur aja ini udah jadi pengalaman, menunggu yang ga pasti yang gatau endingnya sampe mana dan gatau juga berakhir bahagia atau berundung duka /apadah
    dari pengalaman yang udah-udah aku bisa lewatin masa-masa ditinggal orang yang disayang tanpa kabar. /sosok uang setia kan aku kak ๐Ÿ˜Š
    nyesek sih nyesek banget, disaat tu orang dibutuhin eh kaga ada disamping kita. tapi coba sok strong aja, padahal mah hati lemah. kuncinya satu, KEPERCAYAAN . kalo ga ada rasa percaya mah bakal pusing sendiri kak. jadi beban fikiran yang gatau harus diolah kek mana///
    kalo ditanya sampe kapan, aku jawab sampe timbul kepermukaan itu rasa jenuh. atau ada sosok yang lebih baik dari dia. yang penting kita udah usaha yang terbaik buat mertahanin hubungan itu. satu hubungan kan dijalani sama dua orang, ya kalo yang jalanin satu doang mah timpang atu . ibarat kapal di tengah laut kalo berat sebelah ya tenggelem// sekarang teknologi udah canghih, masih aja ga ngabarin ya kebangetan. demo aja dah kak rumahnyabiar tu orang tobat—
    udah kak segini aja, moga menang amin ya allah ๐Ÿ˜‡

  32. seberapa lama aku menunggu? sebenernya aku tipe orang yang sama sekali gak bisa menunggu. aku ngga peduli sama orang yang bilang kalau ada “manusia yang ngga sanggup dengan kata tunggu, berati dia itu nggak sabaran”. sejujurnya, ngga ada yang bisa dinikmati dari kata tunggu kecuali kita sudah tau hasil pasti dari apa yang kita tunggu. mungkin aku bakal melepaskannya, dari pada menunggu yang gakpasti mending melanjutkan hidup dengan pilihan yang ada di depan mata.

    ini nama twitter ku : @Dinnaaa_27

  33. Untuk pertanyaan satu ini, aku jadi ingat lagu Sheila on7 ‘Seberapa Pantas’.. Hehe.
    Berapa lama aku sanggup menunggu, mungkin nggak bisa diukur waktu.. Aku pasrah sama Allah.. Mungkin aku akan bertanya, pantaskah dia untuk aku tunggu dan pantaskah aku untuk dia? Jika dia bukan jodohku, selama apapun aku tunggu, dia juga tetep bukan untukku. Walaupun, setelah dia menghilang, aku tetap akan berusaha cari tau dia di mana dan kenapa pergi tanpa kabar. Tapi aku nggak akan menutup hati. Kalau ada pria lain yang datang menawarkan cinta dan surga Allah untukku, lebih baik dan dia jelas nyata ada, aku akan berusaha mencintai ‘hati’ yang baru ini dan berhenti menunggu.
    Sekian. Terima kasih.

    @dishirein

  34. Berapa lama kamu sanggup menunggu seseorang yang kamu cintai saat dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar?

    Aku bisa menunggu seseorang, namun tak akan lama. Jika dia berbuat seperti itu, mungkin dia sedang mencari cara untuk pergi. Lebih baik melangkah, melanjutkan hidup. Kelak akan ada yang pasti.

    @widyaneva2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s