Pengalaman Saya Bersama EcoCash iSiaga: Mudahnya Membersihkan Sampah Elektronik

Beberapa sampah elektronik yang ingin saya singkirkan

Beberapa sampah elektronik yang ingin saya singkirkan

 

Bulan lalu saya sempat cerita diundang ke acara peluncuran program EcoCash dari iSiaga.com bertajuk Media & Blogger Sharing: iSiaga EcoCash – Turn Your e-Trash into Cash kan. Apa itu EcoCash dan bagaimana acara peluncurannya bisa dibaca di sini https://tamanbermaindropdeadfred.wordpress.com/2015/03/19/isiaga-ecocash-sampah-bersih-dapat-uang-sekaligus-beramal/

Intinya sih EcoCash dari iSiaga itu program keren banget, karena mereka bakal ngedaur ulang sampah elektronik kita. Dan pastinya kita enggak repot sama sekali karena barangnya dijemput ke rumah, plus kita dapet uang. Atau … kalau mau, uang hasil penjualan sampah elektronik itu bisa kita sumbangkan ke YCAB Foundation. Go green sekaligus beramal. Seru, kan ^_^

Nah, karena saya punya beberapa sampah elektronik di rumah, saya jual aja ke EcoCash iSiaga. Sebagai percobaan, untuk pengalaman pertama ini saya menjual tiga ponsel yang sudah mati total. Saya ingin berbagi pengalaman ini, karena mungkin saja kamu juga mau menyingkirkan sampah-sampah elektronikmu dan masih bingung gimana caranya.

Langkah pertama, buka aja isiaga.com/ecocash/

 

Bakalan muncul tampilan seperti di bawah ini:

 

Screenshot 2015-04-09 at 21.07.04

Lalu klik “Learn Now” hingga muncul gambar di bawah ini:

3

2

Lalu klik “Start Recycling” untuk memilih sampah elektronik apa yang mau dijual. Karena sampah elektronik yang kali ini mau saya jual adalah ponsel, saya memilih gambar ponsel seperti ini:

Pilih ponsel

Pilih ponsel

Kemudian saya memasukan jumlah barang yang dijual pada kolom “Cart” lalu klik “Submit” untuk menjual. Seperti tampilan ini:

5

Setelah itu muncul deh estimasi harga yang saya dapatkan, seperti ini:

6

Kemudian isi deh bagian kontaknya, supaya petugas iSiaga EcoCash bisa menghubungi kita. Seperti ini:

form

Di bawahnya ada pilihan untuk transfer penjualan. Bisa ke rekening bank sendiri atau didonasikan ke YCAB Foundation. Setelah itu kita akan mendapat surel konfirmasi bahwa kita akan bertransaksi dengan iSiaga EcoCash. Isi surelnya data-data kita. Udah deh. Tinggal tunggu petugas iSiaga menghubungi kita. Saya mendaftar Jumat sore, tetapi sampai hari Senin belum ada petugas yang menghubungi. Ketika saya membaca lagi web mereka, ternyata ada pemberitahuan kalau petugas menghubungi dalam rentang waktu satu hari sampai paling lama lima hari. Daripada menunggu lama, hari Seninnya saya langsung menghubungi petugas iSiaga di no call center via WA mereka yaitu 081290090069. Enggak lama, mereka merespon sapaan saya. Lalu kami janjian deh.

Petugas iSiaga EcoCash yang menjemput barang

Petugas iSiaga EcoCash bernama Abi Hafizh yang menjemput barang

Nah, setelah itu barangnya dibawa sama petugas buat dicek lagi di kantor mereka. Jadi harganya bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari yang tertera di estimasi web saat pendaftaran online. Bisa juga terjadi barangnya dikembalikan lagi dan diantar langsung ke alamat penjual. Kalau barang sudah dinyatakan “oke” dan harganya sudah keluar, barulah uang pembelian ditransfer ke rekening kita atau bisa kita sumbangkan ^_^ Tapi layanan jemput gratis ini hanya berlaku untuk wilayah Jakarta dan Tanggerang. Sedangkan untuk daerah Depok, Bogor, dan Bekasi dikenai biaya 25 sampai 50 ribu.

Surat tanda terima barang

Surat tanda terima barang

Semudah itu loh menyingkirkan sampah-sampah elektronik di rumah kita. Dan pastinya, kita juga dapet uang atau beramal ^_^ Udah enggak bingung lagi, kan, gimana buang sampah elektronikmu?

Advertisements

9 thoughts on “Pengalaman Saya Bersama EcoCash iSiaga: Mudahnya Membersihkan Sampah Elektronik

  1. situsnya mudah diakses dan pelayanannya responsif 🙂
    beberapa waktu lalu saya juga melepas perangkat elektronik ke ecocash ketimbang numpuk di rumah
    kecuali ponsel yang masih disimpan buat koleksi…

    kalo program ini itung2 go green sama uang penjualannya bisa ditabung

  2. semoga layanan ECOCAS iSiaga ini bisa terus berkembang menjangkau ke seluruh pelosok Indonesia. Konsepnya sudah bagus, tinggal mengembangkannya saja yang perlu waktu dan SDM.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s