iSiaga EcoCash: Sampah Bersih, Dapat Uang Sekaligus Beramal

EcoCash by iSiaga

EcoCash by iSiaga

“Kiri-kiri…. Hmm… kanan dikit deh, eh, udah pas tadi. Tapi kok enggak bagus. Pindahin sebelah sana aja deh,” pinta saya yang membuat alis suami naik sebelah. Dia lalu berjalan menjauh dari mesin cuci yang sudah tua dan sudah sering ngadat—mana di atasnya saya taruh komputer jadul zaman kuliah dulu—kemudian berdiri di sebelah saya. Matanya menyapu seluruh ruangan. “Kenapa?” tanya saya sewot karena dia tampak enggan membantu merapikan rumah.

Beberapa hari ini saya kebingungan melihat keadaan rumah yang penuh sesak oleh barang-barang elektronik bekas dan rusak. Rumah jadi kelihatan sumpek. Rasanya pengin banget teriak, “Toloooong … rumah saya penuh sampah …!”

“Barang sebanyak ini mendingan dijual atau dibuang ajalah, menuh-menuhin rumah,” ucap suami dengan ekspresi muka datar.

“Ya kalau ada yang mau beli udah dari dulu dijual kali, Mas,” kata saya enggak mau kalah. Mendengar perkataan suami, saya jadi teringat ucapan saya pada Mama tempo hari waktu menjenguk ke rumah beliau. Saat itu kami sedang menonton acara lomba memasak. Tepat ketika juri akan mengumumkan siapa yang dieliminasi, TV mati sendiri, sukses membuat kami gendok. Cepat-cepat dong saya nyalakan, tapi baru beberapa detik, TV-nya mati lagi.

“Sudah-sudah, biarkan dulu, nanti kalau sudah dingin TV-nya normal lagi,” ujar Mama.

“Ma, kenapa enggak dijual aja sih TV-nya? Udah sering begini, kan?” tanya saya,

“Kalau dijual memang siapa yang mau beli? Lagipula TV ini banyak kenangannya, Mama jadi sayang mau jualnya,” jawab Mama dengan mata berkaca-kaca. Saya mengerti sih alasan emosional seperti itu, soalnya saya juga pernah mengalaminya. Kadang saya menyimpan barang-barang kenangan yang sudah rusak di kotak kenangan.

“Malah ngelamun, aku berangkat kerja dulu ya,” ucap suami yang langsung membuyarkan lamunan tentang Mama dan TV-nya.

Setelah suami pergi, saya membuka hape yang berbunyi sedari tadi. Ternyata saya mendapat surel undangan acara peluncuran layanan EcoCash bertajuk “Media & Blogger Sharing: iSiaga ECOCASH – Turn Your e-Trash into Cash”. Langsung saja mata saya membulat, tagline iSiaga EcoCash-nya itu loh, sesuai banget dengan kebutuhan saya. Sayapun bertanya-tanya, “Ini beneran?” Jadi bersemangat datang ke acaranya.

Pak Armit Gurbani selaku Co-Founder PT. Mitra Kersa Artha, perusahaan yang menaungi iSiaga

Pak Muhammad Farhan dari Yayasan Cinta Anak Bangsa bersebelahan dengan Pak Armit Gurbani selaku Co-Founder PT. Mitra Kersa Artha, perusahaan yang menaungi iSiaga, mereka menjelaskan mengenai kerjasama EcoCash dan YCAB

Pagi Senin 16 Maret kemarin saya berangkat dari Bogor menuju Kebayoran Jakarta Selatan. Di sana saya bertemu dengan teman-teman media dan blogger. Kami mendengarkan penuturan Pak Armit Gurbani selaku Co-Founder PT. Mitra Kersa Artha, perusahaan yang menaungi iSiaga.

EcoCash iSiaga

Para peserta blogger menyimak dan berdiskusi

Kemajuan teknologi yang pesat saat ini membuat laju tren elektronik pun bergerak cepat. Hal ini menyebabkan banyak barang elektronik bekas yang tidak lagi terpakai dan dianggap sudah tidak lagi berharga. Banyak orang kesulitan membuang barang elektronik bekas ini. Beberapa bahkan harus mengeluarkan uang untuk jasa pengangkutan. Semua itulah yang melatarbelakangi iSiaga untuk meluncurkan ECOCASH.

Benar juga, pikir saya. Karena sudah dianggap sampah, rasanya enggak enak barang-barang itu diberikan pada orang lain, apalagi kalau sudah rusak, jangan-jangan biaya perbaikannya lebih mahal dari harga jualnya. Saya juga teringat dengan barang-barang di rumah. Alasan lainnya saya kesulitan menjual memang persoalan angkut mengangkut ini. Duh, menghitung harus mengeluarkan biaya lagi rasanya berat. Maklumlah, emak-emak hitungan dan doyan ngirit ^_^ Sayapun makin semangat menyimak.

Kita bisa menjual barang-barang elektronik bekas itu dengan iSiaga EcoCash melalui layanan online di www.isiaga.com/ecocash. Untuk yang tinggal di daerah Jakarta dan Tanggerang, enggak tanggung-tanggung, cukup check out via web atau telepon ke call center iSiaga lalu duduk manis, petugas iSiaga bakalan datang ke lokasi untuk mengambil barangnya. Jadi dalam transaksi, kita enggak perlu ke mana-mana, bahkan bisa sambil nonton serial drama kesayangan. Selain enggak mesti repot dan capek mengangkut barang, layanan ini juga gratis. Sayangnya baru menjangkau daerah Jakarta dan Tanggerang, untuk daerah lain layanan penjemputan ini bisa tetap dinikmati dengan dikenai biaya. Namun jangan khawatir, karena biayanya supeeer terjangkau 😀

“Kami menerima sampah elektronik mulai dari handphone berbasis GSM, laptop, komputer, hingga elektronik rumah tangga seperti telvisi, AC, kulkas dengan segala kondisi. Mau rusak atau matipun tetap ada harganya,” jelas Pak Armit lagi.

Eh, waaah, terima yang mati juga? Berarti handphone jadul yang mati total di rumah bisa saya jual juga dong. Harganya? Seperti membaca pikiran saya, Pak Amrit menjelaskan bahwa untuk perangkat mobile seperti handphone dan tablet yang sudah mati harga pembeliannya mulai dari lima puluh ribu rupiah. Lengkapnya, harga setiap barang bisa langsung dicek di website-nya.  Diam-diam saya bertanya-tanya buat apa ya iSiaga mengumpulkan barang bekas elektronik sebanyak itu? Beberapa saat kemudian pertanyaan saya terjawab. Menurut Pak Amrit, barang-barang bekas ini akan mereka recycle. Saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan tiga pengepul barang elektronik besar di Jakarta dan Bekasi.

Pak Amrit juga menyinggung soal menyumbangkan uang hasil penjualan ke Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) yang bekerja sama dengan pihaknya. iSiaga lewat EcoCash-nya ingin menjadi salah satu wadah berdonasi. Hasilnya akan dipakai untuk program HOPE YCAB yaitu program pengembangan wirausaha untuk perempuan daerah miskin. Kita bahkan bisa menyumbang hanya dengan memberikan barang rusak dan mati. Ini benar-benar menarik 😀

Hadir juga di acara, Sekjen YCAB Foundation, Muhammad Farhan. Pak Farhan menjelaskan sedikit tentang YCAB. Yayasan ini merupakan salah satu organisasi non-profit yang pada awalnya berfokus pada narkoba dan HIV/AIDS. YCAB kemudian memperluas konsentrasinya pada bidang pindidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu. Mudah-mudahan dengan bekerjasama dengan iSiaga dan para pengguna layanan EcoCash, semakin banyak manfaat yang ditebar YCAB. Untuk mengetahui lebih dalam tentang YCAB, kita bisa mengunjungi www.ycabfoundation.org.

Para Blogger bersama seluruh punggawa EcoCash iSiaga

Para Blogger bersama seluruh punggawa EcoCash iSiaga

Jadi, kalau kamu seperti saya yang rasanya sudah pengin banget teriak sambil tebar-tebar kode SOS ke mana-mana karena masalah sampah elektronik, saatnya kamu melakukan tiga tahapan ini:

Pertama, Check Prices Online: buka web www.isiaga.com/ecocash untuk memeriksa harga jual barang.

Kedua, Confirm Items: chekout barang secara online. Nantinya petugas iSiaga akan menghubungimu lewat telepon untuk menentukan waktu penjemputan.

Ketiga, Get paid or Donate: Setelah barang diperiksa, iSiga bakalan mengirimkan uang ke rekeningmu, atau kamu bisa mendonasikannya ke YCAB.

Selain dari web-nya, kamu juga bisa mendapat informasi lengkap dengan menghubungi call center iSiaga di 081290090069 dan surel info@isiaga.com.

Wuiiih, ternyata semudah itu menyingkirkan barang-barang bekas dan rusak di rumah. Benar-benar solusi yang mantap. Saya segera membayangkan ruang kosong yang bisa dimanfaatkan hal lain. Menambah rak buku, misalnya. Sepulang dari acara, saya langsung menelepon Mama untuk memberi info tentang iSiaga EcoCash ini.

“Tapi Mama masih sayang buat jualnya. Kan TV itu banyak kenangannya. Rasanya enggak ada harga yang pantas untuk menggantikannya,” kata Mama. Saya membayangkan mata beliau yang berkabut dengan hanya membayangkan TV kesayangannya itu dijual.

“Kalau Mama menukarnya dengan bantuan buat orang-orang yang membutuhkan, gimana? Itu juga hal yang enggak ternilai, kan?” tanya saya.

Saya mendengar di seberang sana Mama berkata “iya” dengan yakin.

Advertisements

12 thoughts on “iSiaga EcoCash: Sampah Bersih, Dapat Uang Sekaligus Beramal

  1. Yg begini nih yg seharusnya dibikin bombastis oleh media, jangan carut marut pilitik saja. Terbukti kan di negeri ini masih banyak yg mempunyai itikad baik untuk mensejahterakan masyarakat.

  2. salah satu solusi cerdas untuk mensiasati permasalahan sampah elektronik. aku juga sudah mulai memilah-milah sampah elektronik di rumah untuk dijual ke iSiaga 😀

  3. Pingback: aksararaska

  4. Pingback: Pengalaman Saya Bersama EcoCash iSiaga: Cepatnya Membersihkan Sampah Elektronik | Taman Bermain Drop Dead Fred

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s