Review Dan Giveaway Novel Akulah Arjuna

IMG_185570315318416

 

 

Pernah jatuh cinta pada lelaki idola banyak perempuan? Bingung bagaimana mendekatinya sementara kamu sudah tidak percaya diri duluan? Atau sedang jatuh cinta pada seseorang yang usianya terpaut jauh? Capek terus-teran dianggap anak kecil olehnya? Secara ajaib novel ini bisa kamu jadikan referensi, ada tips untuk menaklukannya 😀

 

Pernah bingung memilih pasangan terbaik, ketika dihadapkan pada dua pilihan yang sama-sama baik? Pernah merasa jatuh cinta pada orang yang rasanya salah?  Atau … pernah merasa kesal setengah mati karena digantung seorang wanita? Cinta tanpa kejelasan itu, uhm, rasanya bikin pengin ternak piranha buat mengancamnya supaya memberi kepastian XD Kalau kamu sedang dalam keadaan itu, kamu harus baca novel ini.

 

***

Judul: Akulah Arjuna

Penulis: Nima Mumtaz

Penerbit: Elex Media Komputindo

Tebal: 452 Halaman

Harga: Rp. 74.800

Blurb:

Oke, inilah masalah pelik yang membelitku. Aku beristri dua! Upss … punya pacar dua, tepatnya. Eehhh, enggak juga. Yang pasti saya punya dua pasangan tapiii … gak tepat juga ini, jadi apa istilah yang pas, ya?

 

Dalam khayalanku yang terliar pun gak akan pernah aku bayangin dapet nasib kayak gini. Aku adalah tipe lelaki setia yang tak akan pernah mempunyai dua pasangan dalam satu waktu bersamaan. Itu pantangan buat aku. Tapi sialnya itulah yang terjadi sekarang ini. Walaupun ini bukan mauku dan gak pernah kusengaja. Suer!

 

Di satu sisi aku udah punya Nina—walaupun dia gak secara langsung mengiyakan permintaanku, tapi boleh, dong aku kepedean nyebut dia pacar. Secara dia juga memperlakukan aku seperti pacarnya. Tapi di sisi lain ada anak bos, si setan cilik yang nyebelin itu, yang memproklamirkan diri sebagai pasanganku di kantor.

 

Indah, bukan? Banget! Bahkan terlalu indah untuk playboy terganteng seperti aku sekalipun.

***

 

Arjuna Narendra Ruslan dihadapkan pada situasi aneh. Saat dia baru saja resmi punya pacar, tiba-tiba gadis lain malah menembaknya dan secara sepihak menganggapnya kekasih. Karena gadis itu—Ayana Gabrielle—anak bosnya, Juna tidak bisa menolak meski tetap mencari cara menegaskan hubungan mereka pada Ayana yang umurnya terpaut 11 tahun. Tentu saja hal itu membuat hubungan Juna dan Ana Karenina—pacar resminya—menjadi renggang. Apalagi untuk mengakali Ayana, Juna menyebarkan fotonya dengan Via sang keponakan supaya dianggap sudah punya anak. Sialnya, bukannya Ayana yang kena, malah Nina yang blingsatan.

Juna menjadi gamang harus memilih siapa, ketika Ayana yang polos terus saja memberinya perhatian, sedangkan Nina seperti mulai menjaga jarak padanya. Ketika Juna mantap memilih, dia dihadapkan pada rahasia-rahasia kelam para gadisnya. Ayana dan Nina sama-sama menyimpan sesuatu darinya. Rahasia yang siap memporakporadakan hati sang Arjuna. Akankah Juna patah hati berulangkali? Bisakah Juna mendapatkan gadis impiannya?

 

Review

Sudah lama rasanya saya enggak baca novel lokal yang penuturannya lincah. Sehingga rasanya menyenangkan sekali membaca kisah Arjuna ini. Tokoh yang super narsis, tengil, baik hati, labil, dan kocak. Hampir sepanjang novel saya senyum-senyum sendiri dengan pemikiran ‘miring’ si Juna.

 

Misalnya seperti di halaman 291: “Hai, Mi, kenapa?” Kuhampiri mereka yang masih seperti adegan syuting ibu tiri dan pembantunya.

 

 

Awalnya saya merasa tokoh Juna ini terlalu cerewet sebagai tokoh laki-laki. Namun setelah saya ingat-ingat, banyak juga teman-teman lelaki saya yang memang cerewet. Setelah menyadari itu saya merasa jadi lebih mudah related dengan tokoh Juna. Meskipun cerewet, saya tetap merasa Juna ini enggak keperempuan-perempuanan, lebih merasa dia ini termasuk tipe pria tengil-jahil yang ekspresif saja, jadi apa-apa dikomentari. Belakangan saya merasa mendapat angin segar dengan tokoh utama laki-laki seperti Arjuna, di tengah gempuran tokoh-tokoh yang setipe: dingin tapi ganteng.

 

Tokoh-tokoh di novel ini karakternya terasa kuat-kuat dan membumi. Semuanya enggak sempurna, punya kelebihan dan kekurangan yang mencolok, membuat saya berasa novel ini benar-benar terjadi dengan tokoh yang benar-benar ada. Bukan hanya tokoh-tokoh utamanya, tapi sampai figuran seperti gengan pantry semacam Pak Parno, Mas Edi, dan Jono.

 

Lalu dialognya ituuuu … serruuu …! Dialognya renyah dan enggak kaku. Hidup banget deh. Baca obrolannya serasa lagi ikutan ngerumpi dengan mereka.

 

Selain itu chemistry antara Juna dan Ayana sangat kuat. Chemistry antara Juna dan seluruh keluarga besarnya juga. Dan ajaibnya, chemistry itu ditularkan pada pembaca. Saking kuatnya, saya merasa mereka itu tetangga saya, dan sedari kecil saya sering main ke sana sehingga saya merasa mengenal mereka luar dalam XD Tapi saya enggak punya tokoh favorit di sini. Juna enggak berhasil bikin saya jatuh cinta karena terlalu kekanakan.

 

Oh, iya, seperti yang sudah saya singgung di awal. Dengan membaca novel ini, pembaca perempuan bisa mendapat tips cara menaklukan lelaki playboy baik hati. Namun diragukan untuk diaplikasikan pada playboy enggak baik hati :p Sedang untuk pembaca pria bisa mendapat pencerahan agar berhenti digantung oleh pujaan hatinya 😀

 

Saya suka bagaimana Nima hampir mulus menyampaikan pesannya tanpa menggurui. Melakukan hal itu cukup sulit XD Meskipun kisah cinta, tapi sarat dengan nilai-nilai kekeluargaan. Saya suka gaya penceritaannya yang mengalir. Dan Nima juga pinter menyisip-nyisipkan, ehm … adegan hot-nya. Deskripsinya sedikit bikin mupeng *eh XD

 

Sayangnya, banyak kesalahan tulis dalam novel ini. Sepertinya banyak yang luput dari suntingan. Seperti penulisan “Di” dan “Ke” yang menunjukkan tempat tetapi disatukan, yang tidak menunjukkan tempat justru dipisah. Lalu penulisan “Ku” yang dipisah juga cukup mengganggu. Ada juga kata yang enggak konsisten. Memang pasti butuh ketelitian tinggi untuk menyunting naskah yang panjang dengan spasi rapat dan font kecil ini. Kemudian pada awalnya saya menganggap beberapa kata merupakan typo, seperti “Nafas”, “Fikir”, “Kalo”, dan “Tau” yang ditulis dalam narasi. Kalau dalam dialog saya pikir wajar-wajar saja karena merupakan bahasa lisan, tapi dalam narasi sepanjang novel, sepertinya itu bukan lagi masuk typo. Saya menyimpulkan itu merupakan pemilihan tata bahasa yang disengaja. Seperti pemakaian kata “Gak” alih-alih yang baku seperti “Enggak” atau “Tidak”. Mungkin agar narasinya terasa lebih mengalir seperti dialognya. Namun mungkin bisa dipertimbangkan untuk memakai kata yang baku tanpa mengurangi kelincahan tata bahasanya di novel selanjutnya ^_^ Selain itu yang sedikit mengganggu saya adalah konflik cinta berseginya. Seandainya Juna enggak kelihatan condong sebelah dan lebih menggali kebingungan arah hatinya, pasti lebih greget. Mungkin memang karena pada akhirnya puncak konflik ada pada rahasia Ayana, sehingga Nima enggak terlalu ngotot soal ini.

 

Novel semi bantal ini selesai saya baca tanpa skip sedikitpun saking serunya. Membacanya membuat perasaan campur aduk. Lucu, seru, kesel, gereget, dan bagian-bagian akhir bikin saya kepengin nangis sedih sekaligus haru. Bacaan yang komplit. Tahu-tahu sudah halaman terakhir saja. Saya rekomendasikan novel ini untuk kamu yang suka bacaan ringan menghibur tapi tetap bermakna dalam.

 

Beberapa quotes favorit saya:

 

Saat mencintai seseorang, kita tak akan pernah peduli dengan masa lalunya, dengan apa yang mengikutinya, bahkan dengan semua keburukan dan kebusukannya. Kita hanya akan melihat dia apa adanya dan hanya mengharapkan semua hal terbaik untuknya. Bahkan tak akan pernah peduli kalau akhirnya hanya sakit yang bisa kita terima. Kamu hanya ingin melihat dia tersenyum, hanya ingin dia bahagia. — Halaman 172-173.

 

 

Kalau ada lelaki kusut, kehilangan cahaya hidup dan seperti orang kebingungan sepanjang waktu, bisa kusimpulkan kalau dia bermasalah dengan hatinya? –Halaman 264.

 

Tidak ada yang masuk akal kalau sudah berhubungan dengan cinta. Semua hal yang di luar nalar pun bisa kamu lakukan kalau itu atas nama cinta. –Halaman 268.

 

Laki-laki itu pasti jadi kepala keluarga, itulah kenapa dia harus matang dulu sebelum berani bawa anak orang. Selain tanggung jawabnya besar, pemikiran dan emosi harus stabil karena kelak dialah yang akan membawa arah rumah tangganya. –Halaman 320.

 

***

 

Kamu pasti mau dong novel bertanda tangan penulisnya? Ikutan giveaway novel ini yang berlangsung dari tanggal 10 sampai 20 Maret 2015. Caranya, jawab pertanyaan ini, “Kamu pernah jatuh cinta pada playboy/playgirl? Ceritakan sedikit kisah membahagiakan, menyedihkan, atau mengesalkan dengannya. Kalau enggak pernah jatuh cinta pada playboy/playgirl, ceritakan kenapa kamu enggak pernah jatuh hati pada tipe ini.”

Tulis jawaban di kolom komentar postingan ini disertai akun twitter kamu. Syarat khususnya, kamu harus berumur di atas 15 tahun untuk ikutan giveaway ini, dan follow akun penulisnya @Nima_Saleem

Pengumuman pemenang tanggal 21 Maret 2015 di akun twitter saya @evasrirahayu

Ditunggu partisipasinya ya 😀

 

***

Diikutkan dalam #ReviewMaret @momo_DM @danissyamra @ridoarbain di https://bianglalakata.wordpress.com/2015/03/03/reviewmaret-ayo-me-review-buku-fiksi/

Advertisements

70 thoughts on “Review Dan Giveaway Novel Akulah Arjuna

  1. Pingback: Review Dan Giveaway Novel Akulah Arjuna | Sarangemakcatz's Blog

  2. *Uhuk
    Berasa curhat.

    Ah. Kebetulan saya mudah jatuh cinta pada pria-pria playboy. Tahu sendiri dong gimana pesona mereka.

    Cerita dikit ah.
    Jaman kuliah saya pernah jatuh cinta sama pria tipe tebar pesona ini. Dia kakak satu tingkat di atasku. Anaknya baik dan perhatian (*belakangan baru nyadar kalau dia perhatian pada semua teman wanitanya)
    Yang paling menyebalkan ketika dia tiba-tiba udah gandeng cewek lain. Huu. Rasanya sedih banget. Padahal kita yang di sampingnya ngarep banget jadi pacarnya

  3. Pernah jatuh cinta dengan Playboy? Hmmm… Pernah banget! Rasanya mengesalkan dan menyedihkan banget. Dia salah satu senior aku saat SMA dulu. Saat benar-benar jatuh cinta sama si doi dan sempat jadian sampai sebulan, ternyata dia diam-diam mendekati sahabatku meskipun
    sikapnya nggak berubah ke aku. Beruntung, karna sahabatku
    orangnya baik hati banget, akhirnya dia memberitahu aku semuanya.
    Lebih parahnya lagi, bukan cuma
    sahabatku aja yang dia dekati, tapi dengan adik kelasku juga sempat dia
    pacari. Bikin sakit hati banget kan? Putus. Aku nggak minta putus, tapi
    memutuskan dia secara sepihak. Dia nggak terima dan minta balik. Saat
    aku membeberkan semua
    kelakuannya, akhirnya dia mundur
    perlahan dan menghilang. Setahun
    belakangan ini, aku dengar dia nggak pernah punya pacar lagi. Lebih tepatnya, nggak ada cewek yang mau percaya lagi sama dia. Hahahaa, Rasain!! Dan sekarang aku udah trauma dengan playboy yang enggak baik hati. Kalau playboynya kayak Arjuna, bisa dicoba dulu. Hehee

    Sedikit cerita dari aku. Terima kasih.
    Twitter @nhasniindriani

  4. aku udah pikir sekeras mungkin, dan akhirnya nyadar nggak pernah jatuh cinta sama yang tipe playboy-playboy gitu sih, mbak.
    dari semua cem-ceman (ahelah) jaman sekolah sampe kuliah, aku sukanya sama yang diem-diem menghanyutkan gitu. namanya juga manusia ya, rasa penasarannya tinggi banget. kalo sm yg playboy, apalagi udah ketahuan gitu, ya eke mana mau, mbak. mbak eva juga gitu, kan? jawab iya, dong….
    klo yg ‘dingin tapi ganteng’ kan jadinya misterius dan bikin makin pengen deket gitu. apalagi kalo doi udah punya pacar dan tetep dingin ke cewe lain yg lebih menarik (oke, maafkan febri *self keplak*). kalo dilirik dikit aja tuh… aaak!!! (sedang menahan diri biar nggak histeris ngebayangin lirikan seseorang, biar nggak ditabok pacar).
    tapi kalo sama Juna, dik febri ini mau kenalan juga, kok. siapa tau akang Juna bisa jadi cowok playboy pertama yang bikin febri jatuh hati ❤
    #febrifleksibelkok #atauplinplanya #entahlah #yangpentingmauketemuakangJunabanget #plisMbakNima #pasangmatakucing #panjanganhashtag #yaudah #assalamualaikum #Junabuatakuya #ehiyainiseriusudahankok #bye

  5. Hmm, saya sudah mikir selama beberapa menit, dan akhirnya saya nyadar … saya nggak pernah suka sama cowok playboy. Tapi kalau cowok yang banyak diidolakan dan disukain itu gak termasuk playboy kan yah–jadi itu nggak saya masukkan, deh.

    Kenapa saya nggak pernah suka dengan tipe cowok playboy? Karena cowok kayak gitu, well, maaf, susah serius atau nggak pernah serius. Menurut pendapat saya sih begitu. Karena saya orangnya ingin menjalani hubungan dengan serius–saya sudah cukup dengan main-main ala anak remaja, ehe. Tapi yang sudah dewasa saja banyak yang playboy, ya? XD

    Pokoknya begitulah. Saya orangnya ingin berkomitmen dengan serius dan saya ingin cowok itu sungguh-sungguh memperhatikan saya, hanya saya yang menjadi satu-satunya dia. Ehe, saya emang keras kepala kok, maklumin aja ya. Atau semua perempuan memang ingin dijadikan satu-satunya oleh yang tercinta, ‘kan?

    By the way, saya sudah cukup umur untuk giveaway ini, kok 😀 saya sudah di atas lima belas tahun. Dan akun twitter saya, @qunnyv19

    Terima kasih banyak! ^^

  6. acc twitter: @timeya17

    Pernah jatuh cinta sama playboy? Ng.. jatuh cinta sih enggak, cuman mengagumi saja *beda kan? Awalnya aku nggak tau dia itu playboy atau enggak, ya… aku ngeliat dia unik dan “Wah… beda!” (saat itu). Seneng ketika pertama kali liat dia. Keren banget tau!
    Setelah hari berikutnya, aku tahu kalau dia itu kakak kelas aku. Beda dua tahun pula! Sebelumnya aku nggak pernah berani suka *mengagumi sih, sama kakak kelas. Ya, aku nganggep “Paling cuma ngefans aja. Lah wong itu kakak kelas kok.”
    Aku masih bisa ngerasain perbedaan saat aku suka sama orang seumuranku yang aku pikir itu se-mentok-mentoknya aku suka sama cowok, ya rasanya bakal seperti itu. Dan aku nggak ngerasain hal itu saat suka sama kakak kelasku ini. Belum lebih tepatnya. Karena semakin aku ngeliatin dia, stalking akun twitter, FB-nya, kok mata aku gatel ya kalo nggak liat dia?
    Nah! Niat aku buat nggak suka sama orang, berenti disitu. Aku kepincut sama kamu!!!! Mau aku jabarin perasaanku saat suka sama kamu? Nyesek banget!

  7. Lanjutan *-*,

    Aku yang emang sadar banget kalau adik kelas, jadi risih dan takut akan kenyataan bahwa aku lagi suka sama kakak kelas. andwae-_-! Jadi aku pilih aman aja. Suka sepihak. Tapi dengan somvlaknya, temenku malah bilang gini “Kak, temen gua salam nih. Namanya *nama aku*”. Nahlo! Aku bingung kan, dan dengan bodohnya aku cuman bilang “enggak kak. Bohong!”. Sumpah itu rasanya seneng tapi takut! Seneng karena kata temenku dia senyum dan takut karena bingung kalau besok aku sekolah dan nggak sengaja papasan sama dia gimana?
    But semuanya nggak akan manis dan berdebar seperti awal. Gimana rasanya ketika cowok yang kamu suka malah bonceng cewek lain? Oke, aku tau aku cuman parasit yang ganggu dia. Dia juga munggkin nggak anggep aku. Tapi…. tombak aja deh perasaan aku -_-”
    Aku udah berusaha buat berhenti. Tapi sulit. Susah banget! Alhasil aku harus terbebani oleh rasa seneng, sedih, capek, dan bikin gedek ini.
    Sumpah! Rasanya aku gedek, pengen muntah kalo ngeliat muka dia. Tapi kalo nggak liat muka dia, aku kayak penderita TBC yang bisa saja makin parah kalau nggak rutin di obatin :”3

  8. The last!

    Kalau ada rehabilitasi cinta, aku mau dong. Biar lupa sama dia. Sodorin V BTS boleh deh -_-“,

    Yup! Sebenernya ada banyak pertimbangan kenapa aku mau berhenti sama perasaan ini. Intinya aku nggak kuat liat dia sama orang lain :|, egois kan? Padahal kamu bukan siapa-siapa aku.

    My Wish, semoga aku bisa resistensi sama perasaanku ke kamu. Dan agar aku ingat kalau kamu itu masa lalu yang terlalu indah. Seperti Al-Syamsyiah (Matahari), yang terlalu sulit untuk sekedar kuliat, apalagi kuraih.

  9. Waah jawabnya malu sendiri… eh tp ayahnya krucils juga udah tahu kok hehehe.
    Pernah, zaman SMP dulu…playboy bukan sih??punya pacar sih dia tapi setahu sy gebetannya banyak, sok kecakepan, imut sih waktu itu, trus banyak bgt cewek2 yg demen sm dia, secara “mulutnya manisss bgt kayak manggis”, saingan terus sih pas lagi sekelas, kejar2an rangking gt. Judulnya kayaknya rindu tapi benci gt deh…
    Yang tidak pernah saya pahami, Masa SMA tak pernah bertemu dan berkomunikasi, ceritanya saya kemana dia kemana… Sy deket sm beberapa temen cowok. Tapi dia kok nyempil aja di hati gak mau pergi, eh bayangannya sih. Mungkin cinta monyet, mongkin juga cinta pertama, yang pasti bukan yang terakhir *jebrettt*
    Pas kuliah ternyata ketemu lagi satu kelas. Saya sudah dag dig dug setengah mati, jujur gak mau ketemu lagi aihh.. rasanya gimana gitu mendam cinta *wkwkwkw jadi pengen ngakak sekarang*
    Alhamdulillah saya gak menyesal ketemu dia lagi, karena saat satu kelas terus smp kuliah selesai saya menyadari saya menyimpan perasaan pada orang yang tidak tepat…Hmm kelakuannya zaman SMP smp kuliah (smp sekarang kaleee), ga berubah hihihi. Eh kok Alhamdulillah, iya, karena saat itu kemudian saya dengan lega bisa mendeclare sudah tak ada perasaan apapun tersisa di dada saya tentang dia. Kami tetap berteman, saya tahuu banget kartunya dia, ya gitu aja…berteman sampai hari ini…kadang2 bertanya2 sendiri (dalem hati, krn gak mau dia tahu…bis GEER tingkat dewa), “ngapain ya gw dulu suka banget sama elooo, hadeehhhhh ” untung sudah sadar hehehe Horray
    Hahahaha panjang amat iniih, bisa jadi 1 postingan.
    Twitter sy: @ophiziadah

  10. aku gak pernah ngerasain suka sama laki-laki tipe playboy, tidak unik dimataku hehehe
    aku lebih suka sama laki-laki yang cool tapi bukan kuper, seperti Rangga di AADC gitu deh
    mungkin karena aku bukan perempuan yang suka digombalin ya, kalau laki-laki playboy kan biasanya pinter ngomong, pinter merayu, makanya banyak yang suka
    tapi kalau laki-laki yang cool bikin aku jadi penasaran untuk kenal lebih jauh

    twitter @indahprimadona

  11. Pernah dan tertipu…Penampilan ganteng, dan dia berjanji akan setia. Bahkan ngegombal, saat saya ultah akan dikasi cincin emas bertahtakan ruby. Jadinya ya percaya aja, lagipula dia sudah pernah menikah. Mungkin dia sudah tahu cara memperlakukan wanita dengan baik.

    Kenyataannya pas dia diterima jadi pegawai di pemda, fans nya tambah banyak. Dan dia suka suka aja dikejar banyak cewek. Merubah saya jadi psycho, tiap hari kepo in fb nya. Curiga, ini cewek mana lagi? Bahkan nekat googling, pengen tau cara nge hack fb..

    Kecurigaan ini disiram dengan rayuan, dengan sogokan makan makan dan limpahan hadiah: helm, dompet, eskrim, jam tangan, baju, dll.

    Dan dia bilang ” udah ga usah fb an daripada kamu jadi psikopat beneran”. Deaktif akun fb.

    Tapi waktu nonton film dalam mihrab cinta, tiba tiba dia nekat ngangkat telpon di dalam bioskop. Katanya dari kakaknya.

    Lau sikapnya jadi aneh. Ketika didesak, dia malah marah marah, membuang dompetnya ke pangkuan saya, merobek kerudung, lalu menjotos kaki saya. Aaaaa

    Setelah itu dia minta ampun sambil setengah menangis, diajak pijat ke panti pijat.

    Seminggu kemudian iseng buka fb, eh beneran. Dia playboy. Status fbnya pacaran tapi ama cewek lain. Cewek itu tinggal di bandung . pacaran tanpa ketemuan dulu. Ninggalin cewek cantik di hadapannya ( heheheh narsis).

    Langsung dadah babai..kapok pacaran sama playboy.

  12. Seingatku aku tidak pernah jatuh cinta pada seorang playboy yang notabene ganteng, populer, dan dikelilingi gadis-gadis cantik. Entah mengapa, seleraku bukan lelaki seperti itu. Aku punya kecenderungan jatuh cinta pada cowok-cowok aneh dan tidak populer.

    Sebagai contoh, aku pernah menyukai seorang anak band yang dekil dan semrawut, walaupun sebenarnya tampangnya cukup lumayan. Aku juga pernah menyukai anak punk yang, you-know-lah bagaimana kehidupan anak punk. Dan beberapa cowok lain yang tidak kalah aneh.

    Sepertinya cowok playboy agak mainstream dan kurang menarik untukku, karena aku yakin cowok ganteng dan populer juga tidak akan tertarik padaku, hahaha…

    @tiwi_resti

  13. Playboy? Duh! Jatuh hati sama playboy? Jangan sampai deh!! Sampai saat ini saya belum pernah bisa jatuh hati sama playboy. Alasannya ya karena saya tidak suka dan tidak tertarik. Setampan apapun itu playboy, saya tetap tidak suka dengan sikapnya yang seolah merasa lelaki itu di atas wanita (gender). Saya tidak bisa suka dengan seorang lelaki yang berani mempermainkan perasaan wanita. Saya selalu menghindari orang-orang seperti itu, dalam hal perasaan tentunya. Tapi kalau untuk berkawan baik si ok ok saja… ^_^

    Twitter: @Disanioo

  14. aku belum pernah jatuh cinta sama playboy, tapi memang sempat ada ketertarikan dgn kakak kelasku waktu SMA. dia itu ketua ekskul yg aku ikuti. dia pernah minta tlg utk menulis tentang sebuah seminar astronomi yg aku hadiri. pujiannya bikin berbunga-bunga. aku pikir dia naksir aku. eh ternyata dia bgitu jg sama junior lain. sejak saat itu aku muak bgt dgn playboy. biar gantengnya kayak apa juga males. dan dari dulu sukanya memang sama yg kalem2, atau sekalian yg hobi ngebanyol. hihi.. bisa2nya aku kecolongan saat itu ^^a

    @icajahe

  15. @Nailah_Faridah

    Pernah sih, tapi kalau diliat mata dia gak keliatan playboy, kalau pakai hati –seperti aku– pasti keliatan banget. Dia ganteng, suka senyum ke semua cewek disekolah, dia kadang godain cewek yg lewat, nah ceritanya aku salah satu dari cewek-cewek yang dia godain pas lewat didepan dia gitu, terus kesengsem sama muka manis dia. Walau aku tau dia udah taken sama temen sekelas, aku kadang lirik2 genit ke dia gitu, walau balasannya cuma tatapan aneh. Dia hobi gonta ganti cewek, bulan Januari sama si A, bulan maret udah sama si B, udah beberapa cewek yg dia pacarin gitu.

    Awalnya sih gak cemburu, tapi akhirnya ada niatan pengen jambak rambut ceweknya soalnya cowok playboy cap teri emang banyak, tapi gak ada kelas teri spesial seperti cowok itu.

    Pengen suatu hari jadi pacarnya, tapi kalau dipikir-pikir lagi gak mau deh soalnya dia mainin cewek kayak mainin boneka aja, seenak udel dia aja gitu…

    Tapi, udah lamaaaaaaa banget suka sama dia, problemnya cuma satu, dia gak peka. Itu mungkin karna emang sifat cowok playboy kayak gitu, php dan gak pekaan masih sok tebar pesona bikin anak orang jatuh cinta sama dia.

    Setelah semua galau-galauan karna cowok kayak gitu, aku diberi pencerahan tentang jangan sukai cowok playboy, karna yang single aja kadang gak peka apalagi yang banyak ceweknya.

    Selain itu juga jadi nambah pengalaman, jangan gampang suka sama yang godain kita pas lewat, karna nyatanya dia godain ribuan cewek selain kita. Sekian kisah absurdku.

  16. coba berpartisipasi dalam acara GA nya ya Mak 😉

    Saya pernah jatuh hati pada cowok playboy, saat sekolah di SLTA. Dari kelas satu sampai kelas dua kami dekat. Sepanjang kedekatan kami itu dia juga jalan sama teman-teman perempuan yang beda kelas.

    Saat saya tanyakan ke dia, jawabnya sih baik-baik saja, dan anehnya saya percaya saja. Sakit hati saya seolah sembuh manakala dia memberikan perhatian walau sedikit saja.

    Puncaknya saat kelas tiga. Dia benar-benar menghancurkan kehidupan serta masa depan saya (itu bahasa yang bisa saya sampaikan saat ini, setelah merasa kalau saat itu saya benar-benar bodoh dan konyol mau diperdaya dia si playboy itu). Kami sekelas di kelas IPA. Jujur saya merasa semangat belajar karena sekelas dengannya. tapi prestasi saya benar-benar menurun makala ada kabar kalau dia juga pacaran sama teman sekelas yang duduknya paling depan di kelas.

    Sedih dan sakit hati saat waktu belajar Fisika yang mengharuskan fokus ke rumus-rumus, saya justru malah melihat kemesraan dia dengan teman sekelas di bangku depan. Sepertinya dia sengaja pindah duduk ke depan manakala Ai, teman sebangku cewek barunya itu sakit dan tidak masuk sekolah.

    Sejak itu saya benar-benar jadi malas belajar. Rangkin yang selama di kelas satu dan dua saya pegang di kelas tiga itu jeblok semua. Juara kelas justru diraih si cewek yang jadian sama si playboy itu depan mata saya.

    Sampai kami lulus tidak lagi berkomunikasi. Saya merantau ke luar negeri sampai hampir sebelas tahun. Saat pulang, ternyata dia si playboy sudah menikah sama anak tetangga yang saat sekolah istrinya sekarang itu adalah adik kelas kami. Sementara cewek teman sekelas kami yang saat kelas tiga itu dipacarinya sudah berkeluarga dan menetap di Cimahi.

    Sekarang jika jumpa di kampung dia suka bersikap sopan sekali. Tapi saya cuekin dan bersikap biasa saja seolah tidak pernah kenal dia.

    Twitter : @T2h_Okti

    Semoga GA sukses ya mak 🙂
    Makasih…

  17. Pernah jatuh cinta sama cowok yang playboy. Berhubung cowok playboy itu banyak dari orang – orang TOP di sekolah, otomatis banyak cewek satu sekolah yang pada naksir. Padahal udah jatuh cinta banget sama tuh cowok, tapi selalu kalah saingan sama cewek – cewek satu sekolah, apalagi sama cewek – cewek siswa baru. Tapi, dasarnya aku orangnya gak bisa ungkapin cinta secara langsung meskipun pakai kode – kodean, jadi si cowok itu gak pernah tau kalau aku jatuh cinta ke dia.

    Akhirnya bersyukur sih, karena pacarnya / gebetannya yang selalu diajak jalan selalu gonta – ganti, mending nyengir manis lihat dia jadian sama cewek lain ketimbang dibuat mainan ama playboy, pasti hati ini teriris 😦

    @MentionSari

  18. Pernah ! Waktu SMA naksir playboy yang cakep unyu. Jujur saja saya justru yang aktif karena malas kalau perkara hati disimpan sendiri. Jadilah saya ‘nembak’ dia tanpa tedeng aling-aling. Enggak tahu malu memang jadinya. Tapi, meski tahu akan ditolak. Alasannya ituloh yang bikin ‘kzl’. Dia bilang sedang ingin jomblo, tapi nyatanya baru dua hari kemudian dia jalan dengan cewek cantik.

    Cemburu? Enggak lah ya, justru jadi tambah malas karena merasa dibohongin ajah. #tsah. Apalagi baru jalan sama yang satu, kemudian jalan sama yang lain. Duh, zaman SMA yang kurindukan. Hehehe.

    @ipehalena

  19. Aku kurang suka sama tipe playboy. Lagian, aku kan tipe gadis yg setia dan ogah nggak disetiain, so aku cenderung menganggap serius alasan dibalik gak sukaku dg playboy. Playboy ataupun playgirl, menurutku nggak banget deh. Kalau memikirkan cinta, semua orang pastinya menginginkan cinta sejati ya… *ceilah. Nah, menurutku playboy tuh kesannya main2 saja (mainin perasaan perempuan), gak ada komitmen, gak empati, dst. Dan aku ragu apa yg mendasari tingkah playboynya itu adalah cinta. Dicurigai kebanyakan motifnya adalah nafsu semata, kepedean, narsis, dlsb. Gak habis pikir, hati orang kok jadi permainan, hiks :'(. Kejam deh.

    Aku cukup sering suka sama orang yg fansnya banyak (banyak yg suka dia juga), asalkan itu krn emang dianya aja punya segudang pesona, hehe. Tapi kalau aku tahu dia playboy, pasti gak jadi deh sukanya :D. Langsung dicoret tuh. Justru aku kebanyakan curiganya nih sama cowok, takutnya dia itu playboy/tak setia. Pernah kejadian dijodohin sama temen2 ke seseorang yg punya banyak fans. Dan katanya, dia suka sama aku. Tapi karena cuma “katanya”, aku gak bisa pastiin. Yang ada aku malah cuek & berburuk sangka mengira dia playboy. Setelah sekian lama waktu berlalu, seorang temannya memberi tahuku bahwa dulu itu dia bukan playboy, tetapi banyak aja yg suka. Hehe, aku jadi agak merasa bersalah sudah berpikiran buruk. Tapi emang kelihatan sih, dianya jug geer byk yg suka :D.

    Itu aja yah. Twitter: @EuisSriNur

  20. aku nggak jatuh hati sama cowok playboy karena nggak pernah dideketin atau kenalan sama cowok playboy. Aku seringnya ketemu sama cowok baik-baik yang setia hehehe. habisnya cowok baik-baik, setia dan nerima apa adanya aja banyak kenapa harus mempertaruhkan diri dan perasaan pada cowok playboy 🙂 twitter: @nurul_rizqa

  21. Jangankan jatuh cinta kepada seorang playboy, jatuh cinta saja rasanya belum pernah. Tapi kalau ketertarikan terhadap lawan jenis karena penampilannya yang buat mata lelah jadi segar lagi sih seringlah. Bisa tiga kali sehari kayak orang minum obat. (lho, malah jadi curhat)
    Tapi kalau dikasih pilihan untuk jatuh cinta kepada ‘buaya darat’? Mmmm… Nggak deh, makasih. 
    Pertama, kalau jatuh cinta ujung-ujungnya pasti minta pacaran. Dan kalau udah pacaran, beuh…. Hancur berkeping-keping pasti hati kita.
    Seharusnya pacaran Kan memberikan perasaan-perasaan positif kepada kita yang melakukannya.  Rasa nyaman, aman, pikiran tentram damai, dan rasa senang karena ada seseorang yang menyayangi kita. 
    Tapi saat kita pacaran sama playboy, nggak mungkin perasaan positif itu bisa hinggap di pikiran kita barang semenit pun. Pasti sebentar-sebentar kita bakalan ngecekin dia lagi apa, dia ngomong sama siapa, dia kirim SMS ke cewek apa cowok. Terus kalau ketahuan lagi godain orang lain (ya, namanya juga playboy) pasti nangis histeris seperti orang nggak bisa boker sebulan. Dimana kesenangan dari pacaran kayak begini? 
    Kedua, (prinsipku sih ini) bukalah hatimu pada orang yang siap membuka lembaran baru dengan kamu sebagai cerita utamanya. Aku nggak yakin seorang Playboy yang masih aktif sanggup melakukannya.
    Pendapatku sih begini. Memang ini omongan dari jomblo ngenes selama 17 tahun, tapi semoga ada yang bisa dipelajari untuk orang-orang yang baru mau ke tahap menerima cinta seorang playboy.
    Akun twitterku @jenniferDwi kakak 😀

  22. Hmm, agak bingung nih jawabnya. Ada sih satu cowok zaman SMA dulu. Entah itu disebut playboy atau tukang PHP (Beda2 tipis ya, hehe). Kalau dia jadian sama banyak cewek sih nggak, tapi mudah suka, hampir ke semua cewek di kelas, nah dia banget (dapat info dari temen cowoknya tentang siapa aja yang digebetnya). Dan sialnya, saya salah satu perempuan yang kepincut sama omongannya. Dia bilang “Aku suka sama kamu, kamu suka nggak sama aku?” , tapi setelah itu hilang tanpa kejelasan. Terus datang lagi dan hilang lagi, gitu mulu sampai lumutan. Wkkka. Tapi nggak tahu juga, diantara waktu menghilang itu apa dia ngedeketin cewek lain? (Eh, tapi pas kuliah iya sih dia deket, jadian sama cewek lain). Yang jelas, ada satu cerita menarik, sejak awal aku dekat sama cowok ini, sahabat perempuanku yang dulu adalah temen SMPnya, respon pertamanya adalah kaget dan memberi WARNING. Kata sahabatku, “Kamu deket sama dia? Jangan! Kecuali kamu mau sakit hati …” Serem ya kalimatnya, tapi akunya yang bebal, tetep ngeyel, dan berakhir dengan nangis meraung-raung di pojokan sewaktu nyadar cowok itu emang nggak serius. Sekarang? Kayakny kalau dipikir2 beneran playboy deh, soalnya ngaku punya pacar 2, terus mau nambah lagi. Mbuhlah. Haha. Yang jelas saya sudah menikah dengan pria lain yang sama sekali bukan playboy. Dan dia? Biarlah hidup dengan definisi cintanya yang entah apa.

  23. Misii.. gabung ya mak. (bahas beginian belom apa-apa udah senyum-senyum sendiri). Keinget masa lalu nih, tapi enggak apalah ya.
    Jadi saya tuh baru nyadar kalo jaman muda dulu lebih tertarik sama cowo yang agak badboy dan cuek gitu. Soalnya tiap ada cowo yang ngedeketin saya terus SKSD sok asyik juga sukanya ngejar kesana-kesini malah bikin eneg. Males nanggepinnya.

    Pernah masa SMA, saya pernah khilaf kenal sama cowo dari sms nyasar, jaman dulu sosmed belom se-booming sekarang (ceritanya lagi taruhan sama temen siapa yang bisa dapet kenalan lewat sms, dia berhak dapet traktiran -kan, norak kan- jadi emang sengaja kita yang pura-pura nyasar). Pura-puranya saya sms ke temen saya, dianya jawabnya udah sengak banget pake marah-marah. Setelah dirasa basa-basi saya cukup, “eh maaf mas, ternyata salah sambung” dan berlanjut ke tahap kenalan -horeee dapet traktiran!!-

    Selama beberapa waktu kami cuman sekedar ngobrol lewat sms dan telepon. Awalnya saya biasa aja. Dia cerita kehidupannya yang suka ikutan balap motor, dan dia kuliah jurusan design grafis di PTN ternama (soal playboy nggaknya masih belum tahu). Lama-lama dia bilang kalau dia suka sama saya. Saya yang notabene anak SMA dari kampung, tentu saja terkagum-kagum, apalagi suaranya di telpon merdu banget. Dan dia kasih perhatian lebih ke saya. Saya yang belom pernah punya pacar waktu itu tentu aja langsung ngerasa ada kupu-kupu dalam perut. Meleleh deh…

    Singkat cerita (kalo diceritain semua 3 hari baru kelar hihihi) saya berhasil ketemu sama si cem-ceman ini *halahh* setelah 2 tahun kenal. Dan setelah pertemuan itu, saya makin dag dig dug der (tapi dianya enggak) Nggak tahu kenapa bisa sukaaa banget sama si dia, cinta pertama kali ya. Padahal dia terkesan cuek. Biasa aja. Terus menjauh. Mungkin risih sama saya kok ngejar-ngejar terus. Sampe saya bela-belain nyari alamat rumahnya. Tanya kesana kesini. Dan ini beneran saya nyari selama 30 hari *bukanjudulpilem*

    Akhirnya dia datang nyamperin saya. Dia minta maaf karena udah pernah PHP-in saya. Dengan nahan biar nggak mewek, saya tanya ke dia, “sebetulnya selama kita kenal, apa kamu pernah cinta sama aku? Tolong jawab, aku hanya ingin tahu. Setelah itu aku nggak akan ganggu kamu lagi.” – udah mirip sinetron belom?

    Dan setelah diem lamaa banget dia bilang , “Pernah, tapi maaf, cintaku ke kamu terbagi sama 4 orang”

    Duarrrrr!! Berasa ada petir nyambar di siang bolong. Dari situ saya baru tau ternyata dia play boy..

    Dan sejak saat itu saya sudah tidak pernah lagi berkomunikasi dengan dia

    TAMAT

    *hehe, sorry ya,, jadi curhat 😀
    Salam kenal 🙂
    @suciwuuu

  24. @trisulis98

    Dia playboy ga ya…? Untuk kadar ke playboy an nya…sepertinya lumayan. Yang jelas, dia memang selalu di kelilingi gadis-gadis cantik. Ya, iya lah…wong secara fisik dia cakep, anak teknik elektro sebuah PTN tersohor, supel lagi…maka jadilah ia kumbang yang di kerumuni bunga. Yup, itu gambaran tentang cinta pertama saya. Endingnya? Kisah kami harus berakhir, tanpa sebab yang jelas. Tidak berjodoh. Mungkin itu penjelasan termudah. Setelahnya…kok saya lebih milih tipe cowok yang biasa-biasa aja, lebih nyaman n gampang ngejaganya:-)

  25. Jatuh cinta sama playboy?
    Jatuh cinta sih belum, tapi kalau ‘terbuai’ sih seriiiiing… hehe… tapi itu dulu. Ini satu cerita yang ingin aku bagi di sini.

    Jaman SMA dulu (wuiih, jadi ketahuan kalau SMA-nya sudah lama), aku pernah kenal seorang kakak kelas yang sebenarnya sudah jadi kakak kelasku sejak SMP. Aku sering dengar kalau si kakak ini memang terkenal disukai cewek-cewek seangkatannya. Sebenarnya wajahnya biasa-biasa saja, tapi orangnya murah senyum, baik sama cewek, dan untungnya lagi, dia pinter. Si kakak nggak pernah lepas dari rangking 5 besar di kelasnya.

    Waktu aku masuk SMA, dia yang kini kembali jadi kakak kelasku dengan baik hati menyemangatiku dan membantuku saat ospek. Lalu saat pemilihan pengurus OSIS, aku juga ikut bergabung. Dari sinilah kami jadi sering bertemu. Sikapnya yang baik dan murah senyum tampak sempurna di mataku. Konyolnya, aku pikir dia bersikap seperti itu hanya padaku. Padahal ternyata senyum dan sikap baiknya selalu ia bawa ke mana-mana, pada siapa saja, dan pada cewek mana saja. Awalnya aku tutup mata dan tetap ke-pede-an dengan meyakini sikap baiknya hanya untukku seorang. Sampai kemudian aku melihat kenyataan bahwa dia sudah menjatuhkan pilihan.

    Hahaha… lucu banget kalau ingat perasaan waktu itu. Campur aduk dan nggak pernah sempat aku namai satu per satu (perasaanku). Entah jengkel, sedih, benci, kaget, dan masih banyak lagi. Nah, dari situ aku meyakinkan diriku sendiri untuk tidak semudah itu mengartikan kebaikan perilaku laki-laki. Tidak semua hal yang indah itu tulus, tidak juga hal yang tulus terasa indah. Nah, itu tadi ceritaku.

    twitterku: @dewdamay

  26. Jatuh cinta sama playboy? Pernah. Lebih dari sekali bahkan. Karna sebenernya aku suka sama yang tipe-tipe badboy gitu. Hahaha. Aku ceritain salah satunya ya…
    Alkisah waktu MOS SMA, aku sekelompok sama cowok ganteng, tinggi, putih, rambutnya jabrik, suka pake headban (bukan bando lho), anak basket, cool, cuek, jutek, aku banget deh pokoknya. Dia irit banget ngomong. Tapi dasar aku naksir, aku stalking tentang dia. Dari nomor telpon, hp, alamat, nomor plat motor dia, warna favorit, siapa pacarnya, siapa aja gebetan dia (yang ternyata banyak), sampai latar belakang keluarga dia. Hahaha. Selang beberapa waktu mulailah aku berani sms dia, telpon dia, dan dia selalu nanggepin. Sudah tau dia punya banyak gebetan, aku tetep aja naksir dia. Kita banyak ngobrol dan sharing. Dia perhatian banget, baik hati. Aku jadi bener-bener suka dia. Tapi lama-lama aku baru nyadar kok aku jadi bendahara dia. Kalo ketemu di kantin dia minta ditraktir beserta temen-temennya juga, waktu mau tanding basket dia minta dibeliin Headband, ultah minta kado, aku ultah minta traktir, dan masih banyak lagi traktir yang lain. Aku emang suka cowok badboy tapi kalo gak gentleman kayak dia ya males. Akhirnya yaudah deh aku menjauh, gak sms atau telpon dia lagi, gak ke kantin kalo ada dia, pokoknya menghindar dari dia. Walau sebenarnya masih suka sih. Aku cuma cari tahu aja kabar tentang dia dari jauh. Dasarnya playboy, aku mundur ya dia kagak ngaruh dan cari bendahara lainnya. Hahaha.
    Sekian dan terima kasih.

    love,
    @dishiRein

  27. Alhamdulillah ga pernah sih kak 😀 Allah lindungi hati dan diri ini dr sesuatu yg tdk di ridhainya.
    cukup satu hati dr orang istimewa yg mampu mengistimewakan kita. Bukan dng playboy tentunya ataupun dng lelaki yg memilih hubungan tdk halal. Krn dng mereka mengajak kita pacaran aja, mereka udah ga memuliakan kita.
    Kembali ke topik, alhamdulillah dng tunduknya hati dan pandangan jd ga terlena tuh dng pesona si playboy yg cakep, walau hati jg sempet ehmm apa ya, rahasia ah, tp tetap Allah protect dan jaga kita hingga akhirnya pesonanya musnah hancur lebur bagai hirosima nagasaki yg di bom atom.
    Twitter: @nida_lb

  28. Mungkin karena berdasar cerita ortu bhw pacaran dgn cowok playboy memang buat hati terluka.tp,akhirnya akupun mendapat cowok playboy.saat itu,kami sdh jadian 2thn.ortu masing masing sdh dekat.bahkan aku sdh bermimpi akan menikah dgnnya.ternyata Tuhan berkata lain.suatu hari,Aku memergoki dia dikamarnya sdg bercanda tawa dgn gadis lain.dia tdk membela diri/menjelaskan pdku.cukup kecewa saat kubilang putus.dia hny diam (mungkin artinya setuju).
    Kejadian yg menyenangkan a/dia memiliki perhatian yg berlebih dgn rayuan gombal sehingga membuatku klepek klepek.
    Kesedihan yg terbesar krn dia tdk menjelaskan/membela diri ketika kubilang PUTUS.
    Aku belum mencap image playboy pdnya saat itu.
    Tapi,setelah putus dgnku.hanya dlm setahun,mantan pacarnya sdh puluhan.
    Kita boleh berencana,tapi semua kembali pd Destiny. @vivicynthia makasih

  29. ikutan ahh..

    jatuh cinta sama playboy yah?? kayaknya aku lebih suka pakai kata “naksir”. soalnya kalo menurutku, jatuh cinta udah pake perasaan yang mendalam banget.

    kalo naksir playboy mah sering. soalnya rata” cowok cakep kan playboy. jadi yah, pasti sering kalo naksir2an sama playboy.

    aku pernah jadian sama salah seorang dari playboy ini. tapi waktu itu cuman buat senang2 aja ga pake perasaan sama sekali karena aku nganggep dia juga cuman main2. soalnya dia kan playboy. ngga enaknya pacaran sama playboy tuh kalo kita lagi jalan, banyak banget yang merhatiin dia dari jauh ataupun dari dekat. bukan cuman disitu masalahnya. masalah utamanya adalah, cowokku itu juga kegatelan banget. dilirik dikit, kepedean. malah dia sering siul”in cewek yg lebih cantik lagi, kan bete. trus alasannya dia cuman becanda gitu. pokoknya kalo pen pacaran sama playboy buat kedua kalinya, aku pikir2 dulu deh

    @mila_reski

  30. Twitter: @azhanifa
    Alhamdulillah enggak pernah naksir sama yang namanya playboy :/ kenapa gak pernah jatuh hati pada tipe ini? Soalnya dari awal pas sudah denger kabar dari banyak orang sudah ilang feeling duluan dan tampangnya udah keliatan kek playboy (nyebelin). Terus, kelakuannya nyebelin gara-gara dia ngerasa ganteng apa gimana jadi sok gitu lah kan bikin males buat ditaksir. Langsung down moodnya aku kalo pas tau orangnya playboy jadi ya malah dihindari sebisa mungkin untuk faktor yang dapat menyebabkan aku jatuh cinta sama doi. Jangan dibawa perasaan kalau omongannya mulai kacau kek “kamu hari ini kenapa?” “udah makan?” “kamu enggak apa-apa?” percayalah itu hanya kesemuan Dan pastinya jangan kepedean kalo doi perhatian soalnya dia perhatian ke semua cewek itu gampang!

  31. Pengalaman jatuh cinta dengan Playboy? *ehmm* Pernah kak. Pengalamannya itu sama seperti naik roller coaster. Dia membuat terbang ke awang-awang dan seketika menghempaskan begitu saja.
    Aku mengenalnya secara tidak langsung, kami nggak pernah kenalan. Tapi, tiba-tiba aja dia menghubungiku dan memperkenalkan dirinya. Dia bilang, kita pernah ketemu tapi aku jelas-jelas nggak pernah mengingatnya. Pokoknya, dia nyebelin dan super pede.
    Aku mulai nyari tahu dia, tipikal cowok badboy yang punya track recordnya soal cewek, lumayan ”oke”. Dia intens menghubungiku dan meminta untuk jadi pacar. Aku menolaknya, karena terlalu banyak hal yang memberatkannya. Tapi, dia nggak pernah menyerah kak. Dia mengejar, menghubungi terus menerus, memberikan perhatian yang membuat luluh. Dan, yagitudeh ~
    Kami jalan sekitar 8 bulan, diawal sih masih hangat. Makin lama, makin ngegantung. Berhubung LDR, jadi masalahnya cuma komunikasi aja. Dia jarang menghubungi dan susah untuk dihubungi. Semuanya diakhiri lewat pesan singkat. Alasannya adalah pengen balikan sama mantannya, jujur banget! Aku nggak berusaha mempertahankan, karena udah nggak mungkin dipertahankan lagi.
    Beberapa bulan setelah itu, aku dapat kabar ternyata cewek yang pengen diajak balikan itu menikah. Bukan dengan dia, tapi dengan orang lain. Yakin deh, dia saat itu depresi banget. Mungkin Tuhan memberikan jalan itu agar dia bisa sadar dan introspeksi diri ya. Semoga.

    Maaf kak, curhatnya kepanjangan wkwk.. Terima kasih
    @rinicipta

  32. @RaaChoco

    Naksir sama playboy pernah ga?
    Masalah hati ga bisa ditentuin mau naksir sama siapa, bener ga ka?
    Kelebihan playboy itu ya tampang sama mulutnya itu (rayuannya). Ga pernah kebayang bisa suka sama playboy yang gayanya selangit itu. Ya balik lagi ke hati. Suka sama orang tuh tiba-tiba, ga bisa ditebak mau orang yang kayak gimana. Tapi mungkin saat SMA dulu pernah naksir sama cowo yang kebeneran keliatannya kayak playboy. Mulutnya manis, senyum melulu, gampang deket sama cewek, sekalinya deket sambil bercanda-bercanda. Hati siapa coba ka yang ga panas pas liat orang yang disuka tingkahnya kayak gitu sama cewek lain, #pacarajabukankokcemburu? #ngawur
    Bukan cowok playboy ka cuma keliatannya kayak playboy, tebar pesona sana-sini. Klo cowoknya kayak gitu cewek mana yang ga ngerasa di PHPin ka. Biasanya cowok yang kayak gitu yang laku keras dipasaran :D.
    Jadi aku suka sama cowok yang beda kelas itu selama 1 tahun, dan selama 2 semester itu anggota kelasku berubah. Jadi pas semester 1 suka curhatnya sama temen sebangku, sebut aja A. Pas semester 2 curhatnya sama temen sebangku juga, tapi orang yang berbeda, sebut aja si B. Temenku B ini baik banget, sedih seneng bareng2. Dia yang tau semua perasaan aku, sampe saat aku denger cowok taksiranku lagi deket sama cewek lain, syok pastinya. Waktu kenaikan kelas dan udah libur selama 2 minggu. Aku sama temanku yang B ini beda kelas lagi, karena sekarang beda jurusan. Sudah 2 minggu cowok yang aku taksir ini ga keliatan2 batang hidungnya. Temenku yang B ini bilang ke aku klo cowok yang aku taksir pindah sekolah keluar kota dan ada sebuah rahasia yang terungkap, klo ternyata waktu semester 1 dia suka tebar pesona dan senyum-senyum dikelasku itu karena dia suka sama temen sebangkuku si A. Ow ow ow, ga bisa kebayang perasaanku waktu itu.

    Udah ya ka segitu, sebenernya itu secara ringkasnya. Kalo diceritain mah bakalan sedih dan yang ada ladang comment ini jadi buku diary lagi 😀

    Tapi sekarang ada hikmahnya, karena aku dapet tambahan temen terbaik selama hidupku ini. Dan klo diinget-inget sekarang malahan udah ga sedih lagi, tapi kesel.

    Makasih kakak <3<3 🙂 🙂

  33. Pernah jatuh cinta sama playboy? pernah kak, malah cinta pertama.
    awalnya mah dia ngasih harapan, eh akhirnya ditinggal nyari cewek lain juga.
    Sekarang pun kalau ketemu, kayak orang yg ga saling kenal 😀

    twitter : @Cici_stia

  34. Selalu suka membaca review yang ditulis oleh mba Eva.
    Serasa dibawa masuk ke dalam cerita bukunya tersebut dan membuat orang yang membacanya jadi makin penasaran untuk membaca secara lengkap buku yg diulas.:)
    Begitu pula kali ini, setelah membaca review dari mba Eva, jadi penasaran dan kepingin punya buku Akulah Arjuna yang ditulis oleh mba Nima.
    Untuk itu, harus melewati tes dulu nih dengan mengikuti giveaway kuisnya.:)

    Yap, langsung saja, kalau tentang jatuh cinta pada seorang playboy, terus terang aku belum pernah mengalaminya.
    Itu karena yang ada di dalam pikiranku adalah bahwa playboy itu adalah orang yang suka mempermainkan wanita dan tidak benar-benar mencintai secara tulus.
    Mungkin tidak semua playboy seperti itu, namun dari pengalaman teman-temanku, aku menganggap bahwa playboy selalu seperti itu.
    Prinsipku dalam menjalin hubungan adalah sebisa mungkin menjaga dan mempertahankannya.
    Sehingga jika kita sudah memiliki seorang pasangan/kekasih, hendaknya kita tetap menjaga perasaan hanya untuk pasangan kita tsb.
    Istilahnya adalah setia.
    Yup, setia pada pasangan bukanlah hal yang mudah, namun kesetiaan merupakan salah satu faktor yang membuat hubungan dengan pasangan bisa awet.
    Jika saat pacaran saja sudah tidak setia, bagaimana nanti pada saat sudah menjadi suami istri?

    Dengan image yang ada dalam pikiranku mengenai playboy, aku menganggap bahwa tipe playboy bukanlah tipe yang bisa setia dengan satu pasangan.
    Mau sekuat apapun pesona seorang playboy atau seganteng apapun mereka, aku sudah ‘ilfill’ duluan.
    Nah, pasti kalian bertanya-tanya, darimana aku bisa tahu bahwa seorang cowok itu tipe playboy atau bukan?
    Sebenarnya mudah kok mengetahuinya. Rata-rata tipe playboy yang aku tahu itu suka tebar pesona dan seringnya pingin deket-deket dgn wanita cantik.
    Selain itu sikapnya juga sering berlebihan (entah itu berusaha seromantis mungkin atau bersikap bak pangeran dari negeri dongeng).
    Hayo, pada setuju ga dengan ciri-ciri yang aku sebutkan diatas?^^
    Kalau sudah ketemu tipe seperti itu, bagi para wanita harus segera waspada karena bukan tidak mungkin kalianlah yang menjadi incaran berikutnya.

    Twitter : @ruth_shiela

  35. Pernah jatuh cinta sama playboy? heuheuheu, sayangnya pernah.
    Jadi gini *mulai curhat* dulu pernah pacaran sama senior yang playboy. Yang bikin kesel itu, meskipun dia jelas-jelas punya pacar, temen-temen cewenya itu masih suka nempel-nempel, berasa perangko kali ya mereka. Mana temen-temen ceweknya itu suka ngelempar tatapan nggak suka, cibiran, dan komentar pedas. Nggak tahu deh aku bikin salah apa ke mereka, toh si pacar juga nggak pernah ngeluh apa-apa ini. Mungkin gara-gara aku ini cuma junior, jadi mereka menganggap aku ngerebut lahan hijau *baca: objek cuci mata* mereka. Euh mainstream banget deh kalo dipikir-pikir kejadiannya, ala-ala sinetron. LOL.

    Sayangnya, pengalaman itu nggak cuma berhenti di sektor “Menjengkelkan” tapi sampe ke area “Menyedihkan” juga. Waktu itu, namanya juga belum lama putus, masih sayang, masih kangen… eh, dia udah move-on dan mesra-mesaraan sama temen seangkatanku. Di depan mukaku! Berdarah-darah banget deh rasanya jiwa ragaku *lebay*.
    Despite all of those misery, aku masih bisa mengambil hikmah dari hubunganku dengan mas playboy. Syukurnya, bisa belajar.. dan yang paling penting, udah bisa move-on.

    Twitter: @Takinchi

  36. Nama: Cahyaningrum
    Twitter: @brighhtt
    Kota: Palembang

    Sebenarnya aku nggak mau menyebutnya sebagai patah hati karena selama aku masih punya cinta terhadap Tuhanku sebagai yang utama, maka perlakuan sejahat apapun yang orang lain lakukan padaku itu tidak masalah bagiku selama Tuhan masih mencintaiku. Tapi mungkin orang lain akan tetap menyebut hal ini sebagai tindakan yang membuatku patah hati. Okay, whatever lah sebutannya apa, I’ll tell you anyway, hehe. 😀 🙂

    Aku punya mantan di jaman SMP. Entah mengapa dia selalu punya tempat tersendiri di hatiku. Mau seberapa lama kisah itu berlalu yang sudah terhitung sewindu, mau dengan siapapun aku menjalin kasih setelah putus dengannya, rasaku padanya tidak pernah hilang. Bukan berarti aku tidak mencintai pasanganku setelah aku putus dari dia, tapi bisa paham lah kan ya maksudnya gimana. 😀 🙂

    Mungkin itukah yang namanya cinta pada pandangan pertama? Atau bahkan mungkin itukah cinta pertama? Ada yang bilang cinta pertama itu tidak akan pernah usang. Aku menyukainya sejak pertama kali bertemu. Dulu di SMP, dia itu pintar, tampan abis, putih, tinggi, berisi, supel, gaul, dan pokoknya masih jauh lebih baik dari keadaannya yang sekarang. Kadang aku suka heran dengan diriku sendiri, kenapa dia nggak pernah bisa lepas dari hati ini? Kenapa dia selalu menduduki tahta yang kusediakan yang seharusnya sekarang ini bukan lagi untuknya? 😦
    Padahal dia yang sekarang ini nggak lagi termasuk kategori pria idamanku. To be honest, dia itu playboy (yang ini dari dulu sih), sukanya keluyuran, dia juga ngerokok which is aku nggak suka sama perokok, begadang terus tiap malam, badan mengurus, apalagi ditambah bayang-bayang masa lalu tentang penyebab kami putus adalah karena dia punya pacar selain aku. Ya, dia itu semacam pengkhianat. Pacarnya ada banyak. Para mantannya juga berbaris antri buat bisa balikan sama dia. Saking lakunya, dia pernah juga pacaran sama kakak kelasnya di SMA dulu. Lalu kenapa sih aku masih saja punya rasa padanya, ya Tuhan? 😥

    Setelah kami putus dulu, kami masih berteman baik selama sewindu ini. Entah aku harus suka atau sebel dengan sifatnya yang ini. Di satu sisi dia tetap menjalin silaturahmi dengan baik sama mantan-mantannya meski kebanyakan dia yang betingkah (biasanya selingkuh) duluan, atau ini artinya dia itu nggak tahu malu ya udah nyakitin hati anak orang tapi masih aja ngintilin dengan muka tanpa dosa. :/

    Kemudian pertengahan tahun lalu, tanpa kabar sama sekali tiba-tiba saja dia hadir di depan rumah. Kami memang sudah lama lose contact, jadi dia minta PIN BBM-ku dan kukasih. Mulai dari situ hubungan kami makin intens. Dia makin sering main ke rumah. Aku perhatikan dia sepertinya serius banget nyari kerja. I started to fall in love again. Dia mengaku masih menyayangiku. Awalnya aku tidak percaya karena aku tahu dia playboy. Kuanggap itu hanya gombal karena aku sudah tahu busuknya dia bagaimana. Namun, karena rasa yang tak pernah bisa hilang itu makin menghantuiku, aku tidak kuasa untuk menghindar terus. 😦

    Dia banyak cerita tentang kehidupannya, keadaan keluarganya, teman-temannya, masa-masa kuliahnya, side job apa saja yang pernah dia lakoni, termasuk pacarnya yang terakhir. Dia sih ngakunya kalo mereka sering putus-sambung dan sekarang dia sudah putus beneran. Dari ceritanya, nampak dia sudah kesal dan risih sekali dengan cewek itu. So, I thought that he was totally free. Should I start it over again with him? Karena banyak yang bilang, “setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua”. 🙂

    Tapi belumlah sempat niat itu tercapai, dia sudah harus pergi lagi ke luar kota lagi, tempat di mana dia kuliah dulu. Terakhir BBM dengannya sebelum dia take off pulang ke sana itu kami masih baik-baik saja. Tapi esok paginya ternyata aku sudah di-delcon. Aku langsung telpon ke nomor selulernya, diangkat tapi tidak ada sahutan. Lalu aku kirim sms, aku bertanya mengapa tiba-tiba aku di-delcon. Tak dinyana yang angkat telpon dan balas sms itu adalah si cewek itu. Rupanya cewek itu pula yang menghapus kontakku dari BBM-nya. Rasanya… nyesss… banget… 😥
    Semua perasaan dan impian yang sudah kubangun untuk memulai hubungan kembali dengannya jadi hancur lebur saat itu juga. Cewek itu bercerita singkat padaku tapi sudah cukup bagiku untuk mengerti semuanya. Dari situ pula aku tahu kalau mereka tidak pernah benar-benar putus dan belum putus! 😥

    Lelaki itu sudah membohongiku. Dia beri semua janji palsu. Dia umbar semua mimpi indah yang ingin dia bangun bersamaku. Bahkan dia sudah berniat akan menikahiku. Kupikir dia sudah berubah jadi lelaki dewasa yang serius ingin menata hidup di masa depan. Tapi nyatanya semua itu bullshit. Bahkan hingga detik ini dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun atau mencoba menemuiku atau menghubungiku atau minta maaf padaku. Itu tandanya memang dia yang berbohong selama ini, bukan cewek itu yang mengarang cerita. 😦 😦 😦

    Rasanya memang pedih, tapi aku mensugesti diri untuk tidak mengeluarkan setetes pun air mataku untuknya. He’s not worth it. Dan aku bersyukur sekali Tuhan telah menunjukkan siapa dan bagaimana sifatnya aslinya sebelum terlambat. Ternyata benar, Tuhan masih menyayangiku dan aku tak pantas untuk merasa sakit hati hanya karena manusia seperti dia. Asal Tuhan cinta, selesai. 🙂

  37. Twitter @angels_rutherfo

    Halo Mbak Eva, ijin ikutan Giveawaynya ya…
    Kalau dilihat-lihat, sepertinya yang sharing cerita adalah wanita semua.
    Rasanya tidak adil jika tidak mendengarkan cerita mengenai pengalaman jatuh cinta terhadap seorang playboy/playgirl dari sudut pandang laki-laki.
    Pada kesempatan ini, aku akan mencoba menceritakan mengenai pengalaman pribadi serta tanggapan mengenai jatuh cinta pada sosok yang banyak diidolai orang ini.

    Sebenarnya tidak ada yang salah tentang jatuh cinta pada seorang playboy/playgirl.
    Pastinya seseorang dilabeli/dicap playboy/playgirl karena banyak disukai oleh lawan jenisnya.
    Alasan mereka disukai pastinya karena memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.
    Pada umumnya sih kelebihan secara fisik seperti tampan/cantik.
    Itu juga yang aku rasakan ketika memiliki perasaan suka terhadap seorang wanita pada saat masih kuliah dulu.
    Pada saat itu semester 1, dan aku pertama kali bertemu dengannya pada saat pelajaran Komputer Bisnis.
    Awal berkenalan dengannya pun secara tidak sengaja, karena ia menanyakan materi pelajaran saat itu padaku.
    Sejak itu, kami pun jadi sering mengobrol dan mulai akrab satu sama lain.

    Pada mulanya aku hanya menganggapnya teman.
    Namun seiring dengan kedekatanku dengannya, mulai tumbuh perasaan suka.
    Tidak dipungkiri bahwa memang ia cantik dan supel dalam bergaul.
    Tampaknya ia pun juga menyukaiku karena ia sering memberi perhatian padaku.
    Tidak jarang juga dalam beberapa kesempatan, ia sering curhat mengenai banyak hal.
    Hal ini membuatku yakin bahwa ia juga menyukaiku.
    Keyakinan ini membuatku terdorong untuk menyatakan perasaan suka padanya.
    Namun semua itu berubah pada suatu siang di bulan September.

    Di siang hari itu, tepatnya pada hari Rabu, dia menemuiku dan memperkenalkan seorang laki-laki.
    Yup, dia memperkenalkannya sebagai pacarnya.
    Sontak aku terkejut dengan apa yang dikatakannya.
    Terus terang saat itu hatiku kacau balau mendengar apa yang dikatakannya.
    Namun aku berusaha menutupinya dan tetap tersenyum.
    Sejak itu aku mulai menjaga jarak dengannya.
    Aku memang memegang prinsip untuk tidak merebut pacar orang lain.
    Aku memilih untuk memendam perasaanku padanya.
    Sudah bisa kalian ketahui bahwa kisahku memang tidak berakhir happy ending.
    Namun aku tidak menyalahkan untuk jatuh cinta pada seorang playboy/playgirl.
    Yang namanya cinta tidak pernah memandang apapun. Benar kan?
    Bahkan jika kalian bisa mendapatkan hati seseorang yang dianggap playboy/playgirl, kalian sangat beruntung.
    Ya, beruntung karena pasangan kalian banyak diidam-idamkan dan diidolakan oleh orang lain.
    Asalkan kalian bisa menjaganya baik-baik.

  38. Menurutku sih kalo cowok/cewek yang layak dikatakan playboy bukan kalo mereka banyak yang suka, tapi lebih ke saat mereka terlihat sering berganti-ganti pasangan. Ibarat kata, baru pdkt-nggak lama udah jadian-udah jadian pun cuma sebentar- setelah itu putus-pdkt lagi. Gitu aja terus sampe dia insyaf hahahaha

    Tapi kalo mereka banyak disukai oleh lawan jenis sih ya mungkin itu keberuntungan sendiri bagi mereka.

    Aku nggak pernah sih, jatuh cinta sama tipikal begini. Aku lebih suka cowok yang humoris malah hahahahahaha entah ya, lebih menarik aja gitu. Sering bikin kita ketawa dan happy. Coba bandingkan kalo jatuh cinta sama playboy, YA AMPUN! Pasti darah tinggi terus karena kesel.

    Cowok ganteng dan poluer (tapi playboy) mungkin memang menyilaukan mata tapi tipikal macem begitu bukan pria idaman yang baik buat diseriusin. Mungkin kalo diajak temenan sih, ya nggak apa-apa, kalo buat pacaran nggak deh mending. Cocoknya buat disenengin aja, tapi jangan sampe dijatuh-cintain :))

    Tapi aku pernah sih pas SMA, telat menyadari bahwa mantanku itu ternyata playboy, gimana enggak, setelah putus dari aku eh dia cepet banget jadian sama cewek lain. Aku sih cuma senyum aja liatnya, bersyukur aja karena udah nggak sama dia lagi. Padahal waktu sama aku dianya terlihat baik sekali. Ya, entahlah ya, hati manusia kan gampang banget berubah. Aku juga nggak tau kenapa baru tau dia playboy bahkan setelah putus, tapi nggak apa-apa sih, dibandingkan saat aku tau dia playboy pas aku pacaran kan lebih gondok lagi hahahahaha

    @Oktaviamithaa

  39. Kamu pernah jatuh cinta pada playboy/playgirl? Ceritakan sedikit kisah membahagiakan, menyedihkan, atau mengesalkan dengannya. Kalau enggak pernah jatuh cinta pada playboy/playgirl, ceritakan kenapa kamu enggak pernah jatuh hati pada tipe ini.

    Nggak pernah suka sama yang tipe laki-laki playboy, karena menurutku cowok tipe ini itu caper banget, sok ganteng terus nyebelin deh pokoknya. Belum jadi pacarnya aja pasti udah kesel sendiri karena banyak yang ngelirik, apalagi kalau udah jadi pacar seorang playboy, yakin deh nggak bakal betah. Godaannya banyak. Terutama kalau playboy-nya gk setia-an gitu, takutnya nanti kitanya yang malah di PHP-in.

    @HikariMio

  40. Twitter : @OhGirlDay

    Pernah jatuh cinta pada playboy? Akunya sih enggak, tapi cowok playboy yang suka sama aku iya, hahaha :p

    Jadi ceritanya dia teman sekelas pas kelas 1 SMA. Saya orangnya memang tipikal cuek dengan cowok walau seganteng apapun, pas diacak tempat duduk kami berdua satu bangku. Dia tukang party, gonta-ganti cewek tiap minggu dan mungkin satu sekolahan banyak yang naksir. Dia sih awalnya juga coba tebar pesona sama aku, dikira aku sama seperti yang lain. Tapi pas tahu aku gak mempan sama apa yang dia lakukan, dia penasaran banget. Bahkan meskipun tahu aku suka sama cowok lain dan malah pacaran sama cowok yang gak dia kenal, dia tetap mencoba mendekati aku. Sampai semua pacarnya dibuang, hobi party dikurangi dan pokoknya jadi orang ‘baik’ sementara gitu.

    Tapi pada akhirnya dia ngerti, aku gak bakalan bisa lihat dia sebagai cowok yang bisa aku sukai. Aku hanya bisa lihat dia sebagai sahabat dan abang pelindung, jadi dia mundur teratur tapi tetap mengawasi. Balik lagi jadi playboy tapi biar ketemu aku dimanapun, pasti disapa dan malah diajak ngobrol sementara cewek yang bareng sama dia dicuekin 🙂 *lalu akhirnya jadi public enemy bagi para cewek yang naksir sama doi*

    Sekarang hubungan kami tetap sebatas teman. Doi sudah stay dengan satu cewek dan aku hepi menjadi single. Yah, bagi kami berdua, inilah happy ending kami 🙂

  41. akun twitter: @afingleek

    Kamu pernah jatuh cinta pada playboy/playgirl? Ceritakan sedikit kisah membahagiakan, menyedihkan, atau mengesalkan dengannya. Kalau enggak pernah jatuh cinta pada playboy/playgirl, ceritakan kenapa kamu enggak pernah jatuh hati pada tipe ini.

    Untungnya ngga pernah jatuh cinta sama yang tipe-tipe playgirl ya. Kenapa? karena aku udah punya banyak temen yang playboy bahkan yang playgirl juga ada. Kebanyakan mereka mengusung prinsip “di setiap tempat ada pacar” jadi sebisa mungkin mereka ngga fully committed to just one person dan hal ini menurutku jahat juga ya karena kan kasihan tuh perasaan orangnya yang diduain tuh. Jadi sebagai cowok (dengan pengalaman pacaran yang minim) rasanya ngga tega aja nyakitin perasaan cewek yang notabene fragile itu (selain emang ngga pantes jadi playboy wkwk). Tapi playboy/playgirl ngga sepenuhnya the bad guy/girl sih ini sebenernya karena mereka belum nemuin yang bisa menaklukkan hati mereka kalo menurutku XD

  42. Twitter: @KendengPanali

    Ikutan ya Mbak Eva 🙂
    Terpikat sama playboy? Tentu aja pernaaahhh XD
    Playboy tengil super ngintil yg suka tepe2 alias tebar pesona.
    Kita tadinya fun2 aja temenan, jalan bareng, kalo dirasa, iya dia lumayan cerewet kayak Arjuna di atas itu… iiihh sok nyama2in wkwkwkkk
    Tapi iya Mbak, tadinya aku yg suka iseng nunjuk2in cewek di kampus buat jadi target dia berikutnya. Biasa kan ya Mbak kita kl liat temen jomblo terus suka bilang, “eh tuh, Nyong, yg itu cantik.” :p
    Suerrr tadinya kita cuma partner in crime doang. Tapi suatu kali kita cuma jln berdua Mbak. Dan itulah turning point-nya. Krn mungkin cuma berdua, sepanjang jln di dlm mobil, kita bnyk ngobrol serius. Aku terus jd terpesona mbk, si playboy yg slama ini aku kenal tengil, jahil, selengekan saat itu ngomongin rencana masa depan dia yg terperinci. Wooohhh… aku tuh mbak paling terpesona sama cowok yg dewasa dan punya visi ke depan.
    Dasarnya akunya cablak, aku terus bilang, “Nyong, kalo udah putus sama pacarmu yg sekarang, jadiin aku target berikutnya ya.”
    Wkwkwkkk pede kan aku Mbak. Tp dianya malah ketawa Mbaakkk. Ketawa dan bilang “nggak mau, kamu kalo jd pacar suka malu-maluin.”
    Ngeekk…. patah hatiku seketika Mbak. 😥
    Sekian curhat galauku mengenang playboy edan yg mematahkan hatiku 😦

  43. Pingback: [Blogtour + Giveaway] Novel Jodoh Untuk Naina | Taman Bermain Drop Dead Fred

  44. Pingback: [Blog Tour] Review dan Giveaway Novel Cat Meets Vet Karya Acariba | Taman Bermain Drop Dead Fred

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s