Anak Marmut Kesayangan

IMG-20150214-WA0007

Dear anak marmut, Vincentia Natalia.

Sengaja surat buatmu aku simpan untuk hari ini. Soalnya tema surat Pos Cinta kita membalas surat berkesan. Hoi, ini suratku yang ketiga buatmu lhooo… heuheu, yes, aku lebih banyak. *bangga*

 

Pasti kamu enggak akan pernah mengira, menulis surat buatmu adalah salah satu momen emosional buat aku. Momen spesial. Kenapa? Karena kamu orang spesial yang hadir di waktu dan kita melewati banyak kejadian yang spesial juga.

 

Omong-omong aku memang surprise baca suratmu. Aku deg-degan bacanya. Terus terang, aku sempet gak berani baca, makanya dari sejak kuterima mention suratmu, baru beberapa jam kemudian kubuka. Bukan karena kamu dan suratmu horor kayak film Conjuring, tapi aku takut, yah, isinya tentang kekecewaanmu padaku. Aku ini suka parnoan kalau berhubungan sama kamu. Takut ditinggalin sahabatku yang selucu marmut.

 

Oke, aku tahu kamu enggak suka bahasa yang mendayu-dayu. Tapi kalau sedikit banyak bahasa melownya keluar itu karena kamu sering berhasil bikin aku terharu, jadi jangan salahin aku ^^V Aku mulai ceritanya ya.

 

Anak marmut, waktu kamu bilang mau dateng ke Bandung aku bahagia sekaligus panik. Bahagia karena bisa ketemu kamu langsung, dan seperti yang kutulis di surat terdahulu, aku ingin memelukmu erat  secara nyata. Panik, karena kondisiku saat itu belum stabil. Sementara aku ingin pertemuan kita berkesan dan mengeratkan persahabatan.

 

Saat kita akhirnya pertama kali bertemu di bandara, aku seneeeeng bangeeet. Ternyata anak marmut lebih cantik dan kurus dari fotonya. Tapi, tuh, kan, belum-belum udah ada tapi. Keparnoanku mulai terbukti. Aku segera merepotkanmu. Kamu dengan berbaik hati membayarkan ongkos pulang dan makanku. 😥 Di rumah pun aku cuman bisa menyambutmu seadanya. Padahal pengin banget saat itu aku ngajak kamu keliling-keliling kota. Untungnya ada kakak angkatmu yang sempat mengajakmu keliling dulu. Maaf ya, Anak Marmut.

 

Diam-diam aku merasa gagal menghiburmu saat patah hati.

 

Hari terakhir, paginya kita main ke lapangan tegalega, lalu malamnya kita banyak bercerita. Aku bisa melihat luka yang ditorehkan mantanmu memang cukup dalam. Dan yang bisa kulakukan hanya mendengar. Pagi menjelang, taksimu datang, siap mengantarkanmu ke bandara. Kamu berpesan untuk bilang pada ayahmu supaya sesampainya di Pontianak, kamu ingin dijemput. Waktu itu rasanya pengin memutar hari, kembali ke waktu kamu datang lagi. Hiks, jadi kangen berat 😥

 

Lalu insiden itu terjadi. Aku menelepon ayahmu, dan terjadi miss komunikasi. Entah bagaimana aku tidak jelas menyampaikan pesan hingga ayahmu mengira kamu tidak minta dijemput. Jadinya kamu menunggu lama di bandara. Aku beberapa kali menelepon ayah ibumu lagi, tapi tidak diangkat. Akhirnya kamu sampai juga di rumah setelah meminta sendiri agar ayahmu menjemput. Kamu marah karena mengira aku tidak menyampaikan pesanmu. Aku berusaha menjelaskan. Aku minta maaf ya.

 

Betapa leganya saat aku membaca suratmu. Membaca perasaanmu. Kamu tahu aku sangat-sangat-sangat terharu. Pertemuan bersamaku itu kamu catatkan sebagai pertemuan penting dalam hidup. Akupun merasa begitu :’) Aku yakin kita bakalan ketemu lagi. Sekarang giliranku yang datang. Aku ingin menemuimu di Bali. Tunggu aku nabung dulu ya.

 

Anak marmut, kita berkenalan dari dunia tulisan. Karena itu aku ingin kamu terus menulis. Dua cerpen berhasil kubuat karena dukunganmu. Kamu jadi first reader novelku, dan orang paling sedih saat novel itu pernah ditolak. Lihat betapa banyak yang sudah kamu lakukan untuk kemajuan karier menulisku. Aku ingin melanjutkan duet kita, hiks, yang maaf tertunda begitu lama. Ingin membaca kelanjutan Bella—aku bakalan terus sabar menunggu, dan sangat ingin melihat buku solomu di-display di rak best seller. Aku yakin suatu hari akan melihatnya kalau kamu enggak menyerah. Aku suka membaca tulisanmu. Ingat, kan, kamu dapet pujian-pujian dari reviewer antologi buku kita 😀 Kamu anak marmut yang paling pemberani, nekat, lucu, dan berbakat. Oh iya, aku izin pakai namamu buat tokoh di noveletku.

 

Lia Chan, lama berselang, kamu akhirnya memutuskan pindah ke Bali. Dan aku semakin ngiler mengunjungimu. Rupanya itu keputusan yang bagus, karena di sanalah kamu bertemu pangeranmu, Max. Yeaaay kamu berhasil move on! Aku senang sekali mengikuti perkembangan kisahmu dengannya dari awal hingga kini. Coba tengok isi chat kita, baca ceritamu yang meletup gembira. Lalu dari foto-fotomu aku melihat wajah yang bahagia, wajah yang penuh cinta. Akhirnya seseorang berhasil menghapus lukamu juga. Lia Chan, aku ingin mengenal priamu, melihat dan meyakinkan diri bahwa dia memang benar-benar yang terbaik untukmu. Firasatku mengatakan kalian akan bersama sampai tua ^_^ Sepertinya sebentar lagi kebahagiaanmu akan sempurna. Max akan melamar, memintamu menjadi pendampingnya seumur hidup. Kamu tahu betapa inginnya aku hadir ke pernikahanmu. Melihatmu mengenakan gaun pengantin, melihatmu memegang buket bunga yang meskipun sangat cantik tapi akan kalah oleh kecantikan mempelai wanita, mendampingimu di satu hari bersejarah dalam hidup. Aku yakin hari itu akan tiba.

 

Anak marmut, kita menautkan kelingking, berjanji akan selalu menjadi sahabat baik. Meskipun aku sering menjengkelkan, atau enggak pengertian. Begitulah sahabat, kita enggak akan kesal atau bertengkar kalau enggak merasa dekat. Tapi selalulah terus terang padaku, biar aku bisa intropeksi ya. Biar enggak kuulangi lagi. Akupun akan begitu. Terima kasih sudah berbagi duniamu denganku. Satu lagi, jangan pernah ngerasa enggak berarti buatku ya. Kamu selamanya anak marmut yang sangat kusayangi :* ❤

 

PS: Salam buat Bapak, Emak, dan Kakak yang lagi liburan di Bali. Juga buat pangeranmu, Max, selamat pedekate sama camer XD

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Anak Marmut Kesayangan

  1. Pingback: Taman Bermain Drop Dead Fred

  2. Pingback: Kutunggu Di Kotaku Anak Marmut | Taman Bermain Drop Dead Fred

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s