Pertemuan Maret

IMG_42334052907924

 

Dear Ulya,

Maafkan surat balasannya terlambat satu tahun.

Ulya, lucu ya kita ini. Kita hanya bertemu setahun sekali di bulan Maret. Pertemuan Maret dalam acara gathering 30 Hari Menulis Surat Cinta. Padahal kita berkenalan sebelum sama-sama asyik menuangkan kata dalam surat-surat. Dulu kita sering terlibat dalam diskusi-diskusi hangat seputar penulisan sampai curhat di grup penulisan yang mempertemukan kita pertama kali. Cendol.

Ulya, sekarang kita tidak lagi bertukar pikiran di sana. Karena komunitas itu kini tengah tidur panjang serupa putri dalam dongeng. Sayangnya kita tidak tahu siapa pangeran yang mampu membangunkannya. Kita sekarang hanya mampu menjaga sang putri melalui kenangan dan sesekali mengintip geliat dan napas halusnya lewat postingan kerinduan dari anggota lain. Ulya, tidak sekali dua kali kita menyampaikan rindu pada masa silam itu. Bersama anggota lain pun kita pernah memperjuangkan agar sang putri tidak lelap hingga koma. Perjuangan memang tidak pernah ada batasnya, hanya kita kemudian sadar bahwa berjuang tak harus melulu diam di sana. Kita bersuara di banyak tempat. Menjadikan ilmu yang kita dapat dan tempat dulu yang kita pijak sebagai kawah candradimuka. Sama sekali bukan membuang dan mencampak. Kita masih mencintai sang putri, masa lalu, kini, dan nanti. Sama sepertimu, akupun sangat bersyukur masuk ke sana. Mengenalkanku pada banyak orang penting dalam hidupku.

Ulya, dulu kita sama-sama sering bergadang dan berbagi pikiran randon di twitter. Seiring waktu aku tak lagi melihatmu dalam timeline tengah malam. Kamu telah mendewasa, Ul, tidak kutemukan lagi rentetan twit galaumu. Hanya sesekali saja, dan itu melegakan, karena artinya kamu tetap Ulyaku yang senang mengekspresikan diri. Selebihnya kamu masih Ulya pengagum Tere Liye, penulis puisi yang haru, dan gadis perantauan yang mandiri.

Ulya, senang rasanya saat kita kembali bertemu di event tahunan surat cinta ini. Aku selalu suka membaca jalinan katamu. Suka semangatmu. Lewat surat-suratmu aku tahu kabar beritamu setahun ini. Dan tentunya karena kita bisa bertemu di Maret lagi. Jangan bilang kamu tak bisa datang πŸ˜₯ Kamu pasti datang, kan? *maksa* Meskipun kamu selalu datang duluan dan menungguku yang telat satu dua jam. Maafkan ^^V Nanti, mari kita membingkai kenangan lewat foto lagi. Ayo kita tersenyum semanis perkawanan. Kita berbagi cerita tentang surat cinta terindah dan para tukang pos penyampai pesan siang malam. Bersyukur sekali ya ada event 30 Hari Menulis Surat Cinta ini. Penggagagasnya pasti bahagia karena acara ini telah merekatkan banyak persahabatan, menyatukan banyak pasangan, dan melegakan hati yang menyimpan keresahan diam-diam.

Semoga suatu hari akan tiba waktunya ada pertemuan April, Mei, Juni, Juli, hingga setiap bulan mencatatkan kita yang tengah bercengkerama. Sampai saat itu tiba kita bersyukur saja Maret selalu hadir untuk kita.

 

PS: Maaf fotomu kuculik paksa dari FB ^^V

Advertisements

2 thoughts on “Pertemuan Maret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s