Menembus Ruang dan Waktu

IMG_20140629_175224

Hai, Muse….

Iya, aku memberimu julukan baru, Pi. My Muse, Dewa Inspirasiku. Karena begitulah adamu untukku. Aku tergelak saat menulis ini, memikirkan sebutan apa yang akan kamu sematkan padaku sebagai balasannya. Mungkin kamu akan sibuk mencari paririmbon sangsekerta seperti yang biasa kamu lakukan saat mencari nama untuk tokoh rekaanmu.

Sudah berapa bulan berlalu sejak kita terpisah jarak? Belum setahun, tapi terasa begitu lama, seperti saat melewati malam panjang meresahkan tanpa sedetikpun menutup mata.

Saat kita berpisah, masing-masing dari kita tahu bahwa hidup akan tetap berputar pada poros yang kita ciptakan sendiri. Kita akan baik-baik saja, meski kadang terjebak kerinduan tak berkesudahan. Namun aku tahu–meski tanpa mata telanjang melihat langsung–kamu masih tetap di rumah kembar, tengah mengerjakan banyak hal di ruang tamu bersama kekasihmu. Kadang, saat dadaku sesak oleh rindu, aku tinggal menutup mata untuk berteleportasi ke hadapanmu. Mendengar eongan kucing-kucing kita yang jumlahnya bertambah dan berkurang tiap waktu, menatap jarimu yang lincah bergerak di keyboard, atau mencium harum masakanmu yang nikmat, hingga menguping diskusi hangatmu dengan kekasihmu.

Muse, kamu tidak akan bisa melakukannya. Karena kamu tidak pernah datang ke tempat petualangan sementaraki di sini. Padahal ingatkah, kamu pernah berjanji sepenuh hati akan mengunjungiku setiap 2-3 bulan sekali? Aku akan menagihnya suatu saat nanti, Muse. Atau biarlah petualanganku di sini tetap menjadi mitos berupa cerita-cerita sebelum tidur.

Muse, apa kabar mimpi-mimpi kita? Tahun lalu, kita telah menjadi saksi saat jemari bertaut meraih impian yang sama. Kamu dan aku, merasakan kebahagiaan dan kesedihan yang sama. Tak ada salah satu di antara kita yang merasa menang dan kalah. Buku duet kita menjadi saksinya.

Tahun ini, kita merancang pencapaian lebih besar. Tapi selalu akan ada tapi…. Kamu sering mengeluhkan jarak yang menjadi penghalang untuk merealisasikannya. Sedangkan aku lagi-lagi tak konsisten dengan janji. Sekali lagi aku menarik diri dari naungan yang kita bangun dari dulu. Kali ini aku janji, tak akan memberimu harapan palsu lagi.

Kembali pada mimpi. Tenang saja, Muse, bukankah kita telah menjadi pemimpi andal. Mimpi-mimpi kita sudah lolos uji terpaan badai. Mimpi kita akan bertahan, lebih kuat dan tegar dari pemimpinya–kita. Sayangnya, memang mental kitalah kelemahannya. Kita seringkali tidak disiplin menerapkan time schedule yang padahal kita rancang sendiri. Atau merasa down karena proposal kita ditolak sponsor. Begitulah, Muse, semesta sering berbaik hati merancang petualangan bagi kita. Agar saat kita menggapai puncak nanti, kita tidak akan mendongak, tapi merunduk layaknya padi.

Muse, jarak juga yang sering menjadi kambing hitam untuk komunikasi. Kamu bilang tak suka dengan pembicaraan lewat segala media. Hingga aku kesal karena kamu terlalu sering telat merespon BBM dan WA-ku. Kamu lebih suka meneleponku meskipun tiga abad sekali. Selesai membaca suratmu, aku mendesah panjang dan berat.  Kamu bicara rindu, tapi aku merasa diabaikan. Selalu aku yang memulai duluan mengirimkan kabar dan mencari seribu cara agar kamu mau berbagi cerita. Hingga puncaknya, aku memuntahkan hal itu juga padamu. Di satu sisi kamu benar, jarak memberi celah untuk salah paham. Syukurlah, sekarang kamu lebih terbuka. Kerap kali saat terbangun aku menemukan pesanmu. Membuat pagiku di negeri hujan ini diterangi cahaya.

Muse, di kota hujan, air turun tak mengenal waktu. Seperti rindu yang tak pernah kusampaikan padamu. Aku tak suka menyampaikannya lewat kata. Aku terbiasa mengejanya dalam bus menuju kota kita ditemani celoteh putri Rasi.

Kamu tahu itu, karena aku selalu nembuktikannya dengan menembus ruang dan waktu … untuk datang kepadamu.

Advertisements

8 thoughts on “Menembus Ruang dan Waktu

  1. Pingback: Arti Kita – Untuk Evi Sri Rezeki | Taman Bermain Drop Dead Fred

  2. Pingback: Surat Cinta Pertama, Buat Siapa? | Taman Bermain Drop Dead Fred

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s