7 Hari Sebelum – Surat Cinta Untuk Evi Sri Rezeki

IMG01845-20130217-1449

Vi, sebelumnya aku sudah membayangkan dan mengangankan ingin membuat surat cinta yang indah untukmu. Tampaknya keinginan itu gagal! Kenapa? Saat menulis surat ini aku sudah nyesek duluan, seperti KBBI yang kehilangan jutaan kata di dalamnya, menyisakan kosakata yang minim. Jadi, maaf, kalau surat ini seadanya dan agak random. Tuh, kan, belum apa-apa mataku sudah berkabut.

 

Perjalanan Surat Cinta

 

Vi, kalau ingat tahun lalu lucu ya. Kamu marah karena tidak mendapat surat pertama dariku. Padahal dua tahun berturut-turut Evi selalu menjadikanku yang pertama. Lebih mengesankan lagi posting pertama blog Evi itu surat untukku. Terus saking marahnya Evi curhat di twitter, membuat kita berdrama-drama di sosmed, hihihi.

Serius, aku selalu terharu membaca surat Evi. Kata-kata yang datang dari hati, dan pasti selalu ditulis sambil nangis. Aku tahu, Vi, karena kita sama. Dan tahun ini aku menulis surat pertama untuk Vi. Meskipun ini sudah hari ke-23.

Semoga surat-surat kita menjadi jejak jujur yang bisa kita kenangkan.

 

7 Hari Sebelum

 

Vi, tahun 2014 ini sangat spesial untukmu. Setelah penantian panjang dengan segala terjalnya, akhirnya kamu menemukan Seseorang yang 7 hari lagi menjadi Seorang. Satu-satunya lelaki dalam hidupmu.  Aku masih ingat pertama kali kamu meceritakannya, awal mula bagaimana lelaki itu memasuki hidupmu. Ternyata dialah orangnya yang berani menjadikanmu wanita terakhir dalam hidupnya. Aku sangat bahagia, sebesar takut kehilangan. Rasa bodoh yang selalu kutampik tapi gigih berjuang ke permukaan, meskipun telah kuredam. Mungkin itu juga yang dirasakan oleh rumah kembar kita. Rumah yang sebenarnya baru satu setengah tahun kita tempati, tapi telah merekam jejak beberapa momen paling mengubah hidup kita.

Vi, dulu, sepertinya perasaan ini yang kamu rasakan ya. Kamu dulu bahkan tak mau repot-repot membantuku dalam prosesnya. Mungkin karena dulu kamu masih terlalu muda untuk memahami, tetapi terus mencoba mengerti.

Vi, aku tahu, kamu tetaplah kamu. Menikah pastilah sebuah jalan menambah lingkaran manusia yang menorehkan sejarah bersama kita. Seperti bidadari kita Rasi yang saat ini seakan menjadi kembaran ketiga kita. Kelak, lingkaran itu akan semakin membesar, menambah lagi orang-orang baru. Dan kita akan melihat, ternyata kita selalu menjadi kita. Dua anak kembar yang saling menyayangi dan memiliki.  Tapi percayalah Vi, aku benar-benar akan menjadi orang yang paling bahagia di hari pernikahanmu. Pada saat itu, akan kulihat pengantin tercantik di dunia. Berjalanlah lurus dan tegak nanti, dunia baru siap menyambutmu.

 

Rumah Kembar

 

Vi, dari sekarang aku sudah membayangkan, bagaimana sedihnya kita mengepak barang-barang, meninggalkan rumah kembar kita. Kita memang telah beberapa kali pindah rumah, tetapi bukan berarti itu menjadikan kita terbiasa. Tetap selalu ada kehilangan. Dan pada kehilangan, tak pernah ada kebas.

Vi, mari kita lihat apa saja yang pernah rumah kembar ini berikan:

Di rumah kembar ini kita menguntai kata-kata, menjadikannya novel dengan segala harapan di tiap lembarnya. Harapan untuk berbagi, harapan untuk menggapai mimpi, harapan untuk abadi. Dan di sini jugalah, buku kembar kita tercipta. Sebuah buku yang nyata dan jujur mengungkap kisah kita. Masih ingat prosesnya yang berdarah-darah kan? Semoga buku kita memberi gambaran dunia kembar pada pembaca, melarutkan mereka dalam tawa dan tangis. Kelak, mungkin tak ada kita yang duduk bersebelahan, sibuk menatap layar komputer lagi di sini.

Di rumah kembar ini, hampir selalu ada tawa dan rengekan Putri Rasi yang sibuk ingin ditemani main game. Tahun ini pun kita kembali memiliki kucing gendut lucu bernama Miura (MiunyaRasi). Miura yang setia atau terpaksa menemani Rasi bermain saat kita sibuk bergosip … err … brainstorming >.< Kucing yang setiap hari bergantian kita beri makan. Dan kamu begitu cerewet dan posesif sebagai Emak Miura, kadang berlagak terluka kalau Miura lebih memilih menghabiskan waktu dengan kucing bermuka kotak.

Rumah kembar menyimpan kenangan pahit dan manis, juga merekam proses penyembuhan depresi yang kualami. Semua itu hanya yang terjadi dalam waktu begitu singkat, sedangkan kamu, telah menjadi belahan jiwaku berpuluh tahun. Kamulah sejarah berjalan itu. Perekam kenangan yang tak pernah melupa. Oase cinta yang ada sepanjang usia. Motivator yang dalam lelah pun memberi semangat.

7 hari sebelum … selalulah tersenyum menyambut pagi. Meskipun beban dan ketakutan merajai.

7 hari sebelum … jangan gentar pada masa depan dan perubahan. Genggam erat tanganku, meskipun tanganku pun gemetar. Karena perubahan hidupmu, adalah perubahan untukku juga.

7 hari sebelum … bolehkah kami mengambil semua waktu yang tersisa.

 

Sekarang, akan kusiapkan sarapan untuk kita. Kamu, Rasi, dan Miura. Kita biarkan aroma kebahagiaan memenuhi udara rumah kembar lewat obrolan ringan tentang buku sampai game terbaru.

 

Lalu …. Geura bral, geulis …. Du’a Ceuceu aya dina unggal lengkah.

Advertisements

8 thoughts on “7 Hari Sebelum – Surat Cinta Untuk Evi Sri Rezeki

  1. Pingback: Arti Kita – Untuk Evi Sri Rezeki | Taman Bermain Drop Dead Fred

  2. Pingback: Surat Cinta Pertama, Buat Siapa? | Taman Bermain Drop Dead Fred

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s