[Flash Fiction] Berita dari Sahabat.

Matamu nanar membaca SMS dari sahabat sekaligus saudara perjuangan semasa merebut kemerdekaan.

Kukirimkan uang untukmu dan istrimu, jangan kaubagikan untuk anak-anakmu. Kita susah payah berjuang untuk mencapai kemerdekaan, masa mereka hanya berjuang untuk makan saja tidak bisa!

Pikiranmu kini mengembara pada masa lalu, pada wajah tirus kurus kelelahan sahabatmu yang membawa senapan di tangannya. Lalu pada darah di tanganmu. Kemudian pada getaran hebat saat mendengar “Indonesia Raya” dikumandangkan.

“Merdeka!” teriakmu.

Suara langkah kaki istrimu membawamu kembali ke masa kini.

“Ada berita apa?” tanya istrimu penuh harap sambil menyodorkan segelas teh manis.

Kamu terbatuk-batuk sebelum menjawab, “Kita dikirimi uang.”

“Syukurlah, kita bisa membayar listrik. Hampir saja dipadamkan PLN. Dan lagi, Deni harus bayar uang sekolah,” kata istrimu setelah dia duduk di sebelahmu.

“Nek, mau minta makan ….” Cucu kesayanganmu datang dengan wajah pucat, keringat menetes di pelipisnya. Cuaca siang ini memang panas.

“Sebentar, Nenek bawakan rebus singkong, ya.” Istrimu berdiri, kemudian berjalan tergesa ke dapur.

Cucumu Deni duduk di lantai di dekat kakimu. Kamu menatapnya sedih, lalu kamu pun bertanya padanya, “Mana ayahmu?”

“Masih tidur, Kek. Kalau Ibu tadi sudah ke perempatan dengan adik.”

Kamu lalu mengelus dada yang makin sesak.

Advertisements

4 thoughts on “[Flash Fiction] Berita dari Sahabat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s